• Tidak ada hasil yang ditemukan

E. EVALUASI SEPAK BOLA - Modul Penjas Kelas XI untuk Siswa Prakerin

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "E. EVALUASI SEPAK BOLA - Modul Penjas Kelas XI untuk Siswa Prakerin"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

MODUL BAHAN PELAJARAN

PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN

KELAS XI SEMESTER II

STANDAR KOMPETENSI

Mempratikkan keterampilan permainana Olahraga dengan peraturan yang sebenarnya dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya

KOMPETENSI DASAR

Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan olahraga. Bola besar lanjutan dengan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerja sama, kejujuran, toleransi, kerja keras, dan percaya diri.

INDIKATOR

- Menggunakan berbagai variasi, bentuk, dan strategi dalam permainan sepak bola - Mengkoordinasikan gerakan dengan teman satu tim.

A. SEPAK BOLA

Sepak bola merupakan olahraga yang paling populer. Hampir semua negara telah melakukan permainan ini seakan telah menjadi bahasa persatuan bagi berbagai bangsa didunia dengan latar belakang sejarah dan budaya yang berbeda. Daya tarik sepak bola secara umum sebenarnya bukan lantaran olahraga ini mudah dimainkan, tetapi karena sepak bola lebih banyak menuntut keterampilan dan teknik pemain dibandingkan dengan olahraga lain. Dengan memiliki teknik dan keterampilan, seorang pemain dituntut bermain bagus dan mampu mengahdapi tekanan-tekanan yang terjadi dalam setiap pertandingan. Pengetahuan tentang teknik dan strategi sangatlah penting dimiliki setiap pemain.

1. STRATEGI DAN TAKTIK DALAM SEPAK BOLA

Karakteristik permainan sepak bola merupakan permainan yang bersifat beregu. Jumlah pemain setiap regu adalah 11 orang. Area lapangan permainan sangat luas, yaitu 110 x 90 meter. Waktu permainan pun cukup lama, yaitu 2 x 45 menit. Selain itu, situasi permainannya cepat dan berubah-ubah. Berdasarkan karakteristik tersebut setiap tim harus memiliki kemampuan fisik yang prima, teknik yang tinggi, taktik dan strategi yang jitu, serta mental yang tinggi dan kuat untuk memenangkan setiap pertandingan. Pelatih mempunyai peranan penting untuk meningkatkan berbagai komponen pendukung prestasi yang dapat mengangkat sebuah kesebelasan menjadi tim yang tangguh dan disegani lawan. Oleh sebab itu, kerja sama yang baik antarpemain, pelatih, asisten, dan official tim perlu dipelihara secara harmonis. Tanpa adanya kerja keras, keharmonisan semua komponen yang terlibat, baik secara langsung maupun tidak lansung terhadap sebuah kesebelasan, jangan harap tim tersebut akan sukses.

Faktor pendukung yang menentukan kesuksesan adalah penguasaan taktik dan strategi. Perbedaan yang cukup prinsip antara strategi dan taktik antara lain sebagai berikut.

a. Strategi

1) Siasat direncanakan sebelum pertandingan.

(2)

3) Perang saraf dengan lawan yang akan dihadapi (media massa, elektronik, dan cetak). 4) Observasi kekuatan lawan (melalui pertandingan lansung atau rekaman video).

5) Latihan mengotomatiskan system, pola, serta tipe bertahan dan menyerang, baik yang bersifat individu, grup, maupun tim.

6) Pelatih lebih berperan dari pada pemain dalam pembentukan dan penetapan strategi bermain sepak bola.

b. Taktik

1) Siasat yang dikerjakan pada saat bertanding, misalnya menipu atau mengecaoh lawan. 2) Akal mencari senjata yang tepat untuk mengalahkan lawan secara efisien dan efektif. 3) Menentukan sikap dan tindakan yang cepat, tepat, dan cermat untuk mengalahkan lawan. 4) Pemain lebih berperan dari pada pelatih dalam melakukan taktik karena pemain langsung

menghadapi masalah didalam lapangan pertandingan.

5) Taktik belum tentu selaras dengan strategi dalam penerapannya.

Dalam olahraga sepak bola, kita mengenal beberapa kategori tahapan taktik, antara lain sebagai berikut.

a. Taktik Perorangan

Taktik perorangan merupakan siasat yang dilakukan oleh perorangan untuk mencari kemenangan dalam pertandingan secara sportif. Taktik perorangan dalam olahraga sepak bola menyangkut beberapa taknik secara Individu (individual skill) yang dilakukan guna menipu atau mengelabui lawan. Taktik perorangan dapat diterapkan, baik saat tidak menguasai bola.

Taktik pemain saat menguasai bola (dalam keadaan menyerang), misalnya gerakan menipu lawan (feinting) , gerakan mengecoh lawan (capping), menembak ke gawang (shooting), menggiring bola (dribbling), mengontrol bola atau menyetop bola (controlling and stopping), dan melakukan penetrasi secara individu masuk ke jantung pertahanan lawan (solo run). Gerakan-gerakan tersebut dilakukan berdasarkan kreativitas, improvisasi, serta inovasi pemain secara individu saat ia menguasai bola, (creative player).

Taktik perorangan saat tidak menguasai bola, misalnya membebaskan diri saat dijaga lawan, menempatkan posisi diri yang baik agar teman mudah memberikan atau mengoper bola, dan menempatkan posisi diri yang bebas saat menerima bola, selain itu, taktik perorangan dalam keadaan bertahan (defense), seperti menjaga lawan secara ketat (man to man marking), mengambil bola dari lawan sambil meluncurkan diri (sliding tackle), mengambil bola dari lawan untuk mengembalikan badan saat menguasai bola, dan lain sebagainya

b. Taktik Kelompok

Taktik kelompok adalah suatu siasaat yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Kerja sama dalam tim bertujuan mencari kemenangan secara sportit.

Misalnnya, taktik grup bertahan, penjaga gawang dengan bek kanan dan bek kiri dalam pertahanan, pemain membuat formasi segitiga saat menguasai bola (treangle system), pemain membuat segiempat saat menguasai bola (diamond system), bermain satu dua sentuhan (one or two touch) dan bola maka 2 atau 3 pemain mencoba mengurung lawan untuk merebut bola dan saling menlindungi (caper in defense).

c. Taktik Beregu

Taktik beregu merupakan suatu taktik yang dilakukan oleh semua anggota tim (regu), baik dalam pertahanan maupun penyerangan untuk mencari kemenangan bertanding secara sportif. Taktik beregu dalam cabang olahraga sepak bola meyangkut dua situasi, yaitu saat menyerang (offense) dan saat bertahan (defense).

Taktik penyerangan (offense tactic) merupakan suatu siasat yang dijalankan, baik oleh perorangan, grup, maupun tim terhadap lawan dengan tujuan untuk memimpin pertandingan dan mematahkan pertahanan lawan untuk mencari kemenangan dalam bertanding secara sportif. Bentuk-bentuk taktik menyerang dalam sepak bola, antara lain sebagai berikut :

(3)

c. Pola dan tipe permainan

d. Menarik lawan yang menjaga ke luar dari daerah pertahanan atau tanggung jawabnya (out of position);

e. Bermain pendek (short passing) f. Serangan balik (counter attack) g. Bermain panjang (long passing)

h. Bermain dengan cara bola hanya ditujukan ke pemain depan (target man)

i. Bermain dari kaki ke kaki sambil mengatur irama permainan (circulation foorball) j. Irama (ritme) pertandingan yang harus dikuasai oleh seluruh anggota tim

k. Membantu teman yang menguasai bola (support) l. Satu dua sentuhan (aon or two touch)

m. Membuka daerah atau melebar (open space).

Taktik pertahanan (defense tactic) merupakan suatu siasat yang dilakukan baik perorangan, grup, maupun terhadap lawan dengan tujuan menahan serangan atau merebut bola dari lawan agar tidak mengalami kekalahan dalam pertandingan. Bentuk-bentuk taktik pertahanan dalam sepak bola, antara lain sebagai berikut :

a. Menggangu lawan yang menguasai bola dan pemain menjaga lawan sati per satu; b. Menjaga daerah secara ketat, ketika kehilangan bola dan menyusun pertahanan; c. Mempersempit ruang tembak lawan;

d. Mematikan peran salah seorang pemain, baik sebagai playmaker, target man, maupun pemain kunci;

e. Tidak memberikan kesempatan lawan mengembangkan pola permainannya; f. Memaksa lawan bermain di daerahnya sendiri.

2. FORMASI PEMAIN

Penempatan pemain pada formasi tim ditentukan oleh pelatih, baik pada saat tim tersebut melakukan penyerangan (offense) maupun waktu melakukan pertahanan (defense). Dengan formasi ini, setiap pemain telah mengetahui tugas atau tanggung jawab saerahnya, serta memahami apa yang harus menguasai bola, serta siapa yang harus dijaga (marking) jika pihaknya kalah dalam penguasaan bola. Susunan pemain sebuah tim sepak bola dapat berubah-ubah sesuai dengan strategi dan taktik pelatih, kualitas materi pemain, dan spekulasi terhadap taktik permainan lawan. Faktor-faktor lain juga turut berpengaruh pada hasil akhir pertandingan, seperti dukungan penonton (supporter) dan penggemar, keterampilan individu, kondisi fisik pemain, kreativitas individu dan kelompok, kerja sama (team work), serta faktor dewi fortuna (keberuntungan atau unsure lucky).

Pada dasarnya sepak bola mengandung dua unsure pokok permainan, yaitu menyerang dan bertahan. Sistem menyerang adalah bermain secara menyerang (attacking football) untuk memperoleh kemenangan. System kedua adalah bermain dengan cara bertahan (defensive football), tetapi berharap dengan kemenangang pada akhir pertandingan.

Kedua system permainan ini mempengaruhi pelatih mengatur susunan permainnya. Strategi atau taktik yang tepat dan jitu dalam menempatkan pemain sesuai kemampuannya memperoleh hasil atau prestasi yang optimal.

Berikut ini formasi dalam system menyerang dan bertahan. a. Formasi pemain pada pola menyerang

1) formasi 3 – 4 – 3 2) formasi 3 – 3 – 4 3) formasi 3 – 5 – 2 4) formasi 3 – 3 – 3 – 1

b. Formasi pemain pada pola pertahanan. 1) formasi 4 – 3 – 3

(4)

3. ADMINISTRASI PEMAIN

Dalam olahraga sepak bola, kita mengenal pertandingan berdasarkan kelompok umur yang diklasifikasikan sebagai berikut :

a. Kelompok umur 10 – 12 tahun; b. Kelompok umur 13 – 14 tahun;

c. Kelompok umur 15 – 16 tahun (remaja/Haornas Cup); d. Kelompok umur 17 – 18 tahun (junior/Suratin Cup); e. Usia dibawah 21 tahun;

f. Usia dibawah 23 tahun (senior, Porda, PON);

g. Usia diatas 23 tahun (senior, PSSI Liga Indonesia).

Biasanya, untuk kelompok umur dibawah usia 18 atau 21 tahun, pewrsyaratan administrasi pemain yang ditetapkan oleh panitia, baik perkumpulan, perserikatan, maupun PPSI sebagai induk organisasi sepak bola di Indonesia, antara lain kartu keluarga, surat kenal lahir atau akte kelahiran, ijazah terakhir, pas foto, sidik jari, raport terakhir, kartu pelajar, dan sebagainya. Alat dan Sumber Pelajaran

a. Alat : Sumber

Alat : - Bola Sumber : - Peraturan Sepak Bola

- Pluit - Pendidikan Jasmani orkes, grapindo - Tiang 1 m - Pendidikan Jasmani orkes, ganesa

E. EVALUASI SEPAK BOLA Test Tertulis

1. Taktik yang dilakukan secara individu dalam permainan sepak bola disebut ….. a. Taktik grup d. Taktik individual

b. Taktik tim e. Taktik unit c. Taktik kesebelasan

2. Contoh taktik individu dalam permainan sepak bola adalah …..

a. Gerakan mengecoh atau mengelabui alawan d. Melakukan wall pass b. Membuat sigitiga dalam permainan e. Melakukan serangan balik c. Membuat segi empat dalam permainan

3. Suatu siasat yang dilakukan oleh dua orang atau lebih, tetapi jumlah pemainnya kurang dari seluruh tim (regu) disebut …..

a. Team tactic d. Unit tactic

b. Solo run tactic e. Team tactic c. Group tactic

4. Dalam permainan sepak bola, kita mengenal adanya taktik. Taktik adalah ….. a. Menyusun beberapa teknik menjadi satu rangkaian yang terpadu

b. Menyusun system bertanding c. Melakuakan teknik secara baik

d. Mendekati wasit dan minta ketika ia melakukan kesalahan

e. Siasat atau akal yang digunakan pada saat pertandingan untuk mencari kemenangan secara sportif.

5. Srategi lebih bersifat permanen (menetap), tetapi tidak menutup kemungkinan dilakukan perubahan bergantung pada situasi dan kondisi. Hal ini disebut ………

a. Formasi d. Pertahanan

b. Taktik e. Penyerangan

(5)

6. Taktik yang dilakukan secara perorangan untuk mempertahankan daerah tanggung jawabnya dalam permainan sepak bola disebut ….

a. Taktik grup d. Taktik tim

b. Taktik individu e. Taktik zone defense c. Taktik unit

7. Dalam permainan sepak bola, kita mengenal yang tepat saat melakukan penyerangan adalah ……

a. Formasi bertahan dan formasi menyerang d. Formasi saat menyerang saja b. Formasi daerah e. Formasi saat kehilangan bola c. Formasi menahan serangan

8. Suatu formasi atau penempatan pemain yang tepat saat melakukan penyerangan adalah ……

a. Formasi 4 – 4 – 2 d. Formasi 3 – 5 – 4 b. Formasi 4 – 3 – 3 e. Formasi 1 – 5 – 4 c. Formasi 2 – 5 – 3

9. Dalam permainan sepak bola sangat dibutuhkan latihan-latihan fisik yang mendukung peningkatan kondisi fisik, latihan tersebut adalah untuk mendapatkan anatara lain …….

a. Speed d. a, b dan c benar b. Agility e. a, b dan c salah c. Edurance

10. Yang dimaksud dengan taktik perorangan dengan gerakan mengecoh lawan adalah ……. a. Feinting d. Creative player

b. Capping e. Man to Man marking c. Dribling

11. Formasi yang sering dipakai di Indonesia yang digunakan oleh tim-tim muda yaitu 3 – 5 – 2,formasi ini umunya memakai system ………

a. Mentomen marking d. Menggunakan penjagaan terobosan b. Perlawanan daerah e. Penjagaan zon marking

c. Penjaga daerah kosong

12. Pada system ini adanya pemain jangkar yang siap ada pemain jangkar yaitu …. a. Poros halang d. Pemain libero

b. Gelandang kanan e. Pemain bertahan c. Gelandang tengah

13. Formasi 4 – 4 – 2 mempunyai kekuatan …..

a. Penjagaan pemain yang tidak selalu sama d. Adanya pemain libero b. Pemain cenderung afensif e. Diperlukan pemain dengan kondisi prima c. Lapangan tangah dan belakang selalu balance

14. Pemain cenderung offensive dan sedikitnya seorang penyerang didepan gawang setiap saat. Ini adalah ………

a. Kekuatan formasi 3 – 5 – 2 d. Kelemahan formasi 4 – 3 – 3 b. Kelemahan formasi 3 – 5 – 2 e. Kekuatan formasi 4 – 3 – 3 c. Kekuatan formasi 4 – 4 – 2

15. Ada beberapa strategi penyerangan antara lain …….

(6)

c. Strategi menahan lawan

16. setiap pemain bertugas menjaga pemain lawan di daerah, agar taktik ini sukses harus mempunyai pemain yang sigap dan bertanggung jawab. Penjagaan ini disebut ……….

a. Pertahanan daerah d. Penjaga Ketat b. Zona marking e. One two overlap c. Man to man

17. Tempo permainan dikendalikan oleh lawan. Ini adalah kelemahan dari system … a. Pertahanabn menghadap tembok d. Pertahanan daerah

b. Pertahanan satu lawan satu e. Pertahanan zona one towo overlap c. Pertahanan daerah kosong

18. Strategi ini menginstrusikan kepada pemain untuk tidak menekan lawan hingga garis tengah lapangan, begitu bola jatuh, pemain berlari kembali kedaerah pertahanan. Strategi ini disebut … a. Menekan lawan d. Pertahanan zona marking

b. Menunda tekanan e. Penyerangan c. Pertahanan men to men

19. Semua pemain berusaha merampas bola dan membersihkan bola dari daerah berbahaya sehingga tidak kemasukan gol disebut :

a. Strategi zona marking d. Strategi penyerangan b. Strategi men to men e. Strategi pertahanan tengah c. Strategi pertahanan

20. Kelemahan strategi menunda tekanan:

a. Lawan bisa dengan tenang mengatur serangan b. Lawan dapat mengendalikan tempo serangan

c. Kesalahan pemain belakang didalam mengontrol bola cenderung tidak dihukum d. a, b, benar

(7)

MODUL BAHAN PELAJARAN

PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN

STANDAR KOMPETENSI

Mempratikkan keterampilan permainana Olahraga dengan peraturan yang sebenarnya dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya

KOMPETENSI DASAR

Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan olahraga. Bola besar lanjutan dengan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerja sama, kejujuran, toleransi, kerja keras, dan percaya diri.

INDIKATOR

- Menggunakan berbagai strategi dan taktik permainan bola voli - Mengkoordinasikan gerakan dengan teman satu tim

B. BOLA VOLI

Setiap cabang olahraga memiliki katrakteristik atau cirri khusus yang berbeda, baik yang bersifat beregu maupun erorangan. Perbedaan tersebut akan terkait dan berpengaruh terhadap taktik, strategi, dan pola atau system permainannya. Dalam olahraga bola voli, terdapat beberapa karakteristik permainan, antara lain sebagai berikut :

a. Jumlah pemain 6 orang setiap regunya ; b. Skor akhir 25 poin dengan system rally point;

c. Daerah permainan dibatasi oleh net atau jarring sehingga pemain tidak berhubungan lansung (body contact);

d. Tidak memiliki sasaran, tetapi cukup melewati bola ke daerah lawan; dengan cara memukul keras (smash), mengelabui lawan, dan mungkin akibat kesalahan lawan;

e. Menuntut kerja sama, kekompokkan, serta kreativitas tim secara utuh dan menyeluruh; f. System pergantian pemain bebas dan pemain yang keluar dapat dimasukkan kembali untuk

bermain;

g. Daerah permainan yang relatif kecil sehingga menuntut system atau pola permainan yang cepat, tepat, dan akurat.

Berdasarkan beberapa karakteristik atau cirri khas permainan bola voli tersebut, setiap pemain harus menguasai berbagai teknik dasar, mengetahui, memahami, serta mempu menerapkan berbagai taktik dan strategi secara efektif dan efisien. Kerja sama antarpemain yang kompak, kreatif, serta improvisasi dalam taktik dan strategi akan menciptakan tim yang tangguh dan mampu keluar sebagai pemenang dalam suatu pertandingan. Adapun perbedaan antar strategi dan taktik dalam permainan bola voli sebagai berikut.

a. Strategi

1) Strategi dipersiapkan sebelum pertandingan dilaksanakan.

2) Situasi dan kondisi tempat, peralatan, asrama atau mes, dan makanan agar disesuaikan dengan keadaan pertandingan yang akan dihadapi.

3) Perang syaraf dengan lawan yang akan dihadapi (media, massa, baik media elektronik maupun media cetak). Baisanya, ditunjukan untuk melemahkan mental bertanding lawan dan memompa semangat tim agar berprestasi.

(8)

5) Lampirkan mengotomatiskan system, pola, tipe bertahan, dan meyerang, baik yang bersifat individu, grup maupun tim.

b. Taktik

1) Siasat yang dikerjakan pada saat bertanding, misalnya menipu atau mengecoh lawan. 2) Kreativitas dalam mencari senjata yang ampuh dan jitu untuk mengalahkan lawan secara

efisien dan efektif.

3) Menentukan sikap dan tindakan yang cepat, tepat, dan cermat untuk mengalahkan lawan atau memenangkan pertandingan.

4) Atlet lebih berperan dari pada pelatih dalam tindakan taktik karena lansung menghadapi masalah didalam lapangan pertandingan.

5) Taktik belum tentu selaras dengan strategi dalam penerapannya.

Dalam permainan bola voli taktik dapat dikategorikan menjadi 3 bagian, antara lain sebagai berikut.

a. Taktik Perorangan

Taktik perorangan adalah siasat yang dilakukan oleh perorangan untuk mencari kemengangn dalam pertandingan secara sportif. Taktik perorangan dalam olah raga bola voli menyangkut bebrapa teknik secara individu (individual skill) yang dilakukan guna menipu atau mengelabui lawan. Taktik perorangan dapat diterapkan, baik saat menguasai bola maupun saat tidak menguasai bola.

1) Taktik individu saat meenguasai bola (dalam keadaan menyerangan) antara lain sebagai berikut :

a) Driving service, artinya servis yang dipukul sedemikian rupa sehingga jalan bola melengkung keras dan lewat sedikit diatas net;

b) Floating service, artinya servis yang dipukul sedemikian rupa sehingga jalan bola keras serta bergelombang (mengambang) dan lewat sedikit di atas net;

c) Dumb play adalah suatu tipuan dari seorang spiker ketika melihat blok lawan yang ketat dan tak mungkin ditembus, kemudian memukul bola secara pelan ke daerah yang kosong; d) Fake merupakan suatu pukulan tipuan yang sering dilakukan oleh pengumpan (stter), yaitu

berpura-pura akan memberikan umpan kepada temannya, tetapi seketika itu ia menempatkan bola ke daerah yang kosong dan lain sebagainya.

2) Taktik perorangan saat tidak menguasai bola (defense), antara lain sebagai berikut : a) Menempatkan posisi diri yang baik agar teman mudah memberikan atau mengoper bola; b) Cover attack, artinya menutup daerah sendiri ketika lawan sedang menyerang ;

c) Cover for defense, artinya menutup daerah sendiri ketika diserang lawan.

b. Taktik Kelompok

Taktik kelompok merupakan suatu siaat yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Akan tetapi, pelaku grup taktik kurang dari jumlah seluruh tim (regu), antara lain sebagai berikut: 1) Change of count artinya pertukaran tempat antarpemain;

2) Decay, artinya pemain yang berpura-pura melompat seperti hendak melancarkan smash, tetapi temannya yang lain melancarkan smah;

3) Blocker, artinya dua pemain atau lebih melkukan upaya membendung smash lawan.

c. Taktik Beregu

Taktik beregu merupakan suatu taktik yang dilakukan oleh semua anggota tim (regu), baik dalam pertahanan maupun penyerangan untuk mencari kemenangan bertanding secara sportif. Dalam taktik beregu ada dua cara, yaitu :

1) Cover close (menutup daerah secara rapat), dan 2) Change of position (pertukaran posisi antarpemain).

(9)

secara keseluruhan yang berkaitan dan saling mendukung antara satu sama lainnya. Oleh karena itu, taktik dilaksanakan oleh para pemain ketika sedang bermain. Oleh karena itu, taktik dilaksanakan oleh para pemain ketika sedang bermain. Seharusnya, para pemain jeli melihat peluang, titik lemah, dan kekurangan lawan. Dalam permainan bola voli menuntut kreativitas dan improvisasi dalam menerapkan taktik. Hal tersebut karena permainan bola voli berlangsung secara cepat sehingga kecekatan para pemain dalam mengubah-ubah taktik perlu dilakukan agar tidak mudah dibaca oleh pemain lawan. Peran seorang kapten dan playmaker sangatlah strategi karena merekalah yang mengatur irama, pola, serta menyiasati penerapan berbagai taktik di lapangan. Biasanya, pemain yang memiliki kelebihan dalam mengatur taktik tim dalam melakukan penyeranga adalah seorang pengumpan (toaster atau tosser). Selain itu, peran seorang pelatih sangatlah besar dalam memberikan masukan, merubah formasi, dan memberikan arahan kepada para pemain saat jeda permainan (time out). Oleh karena itu, pelatih harus pandai dan jeli menganalisis pertandingan yang sedang berlansung. Semua itu dapat diperoleh berkat latihan yang tekun, ulet, dan terus-menerus sesuai program.

1 Taktik saat bertahan

Taktik bertahan (defensive) harus dipahami dan dikuasai dengan baik oleh semua pemain sehingga pada saat bermain dapat diterapkan dengan sebaik mungkin. Keuntungan dari penguasaan taktik bertahan, antara lain sebagai berikut:

a) Taktik bertahan yang baik dapat merupakan titik awal untuk melakukan serangan balik yang efektif dan efisien (counter attack);

b) Taktik bertahan yang kurang baik biasanya akan mudah diketahui atau terbaca kelemahannya oleh lawan dan lawan akan segera melakukan serangan dan tekanan secara bertubi-tubi;

c) Taktik bertahan merupakan titik awal untuk mengubah posisi bertahan menjadi posisi menyerang.

Taktik bertahan saat pertandingan bola voli berlansung dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut.

(1) Posisi bertahan atau menunggu terhadap datangnya servis lawan

Biasanya untuk teknik bertahan terhadap datangnya servis lawan, penempatan pemain bentuknya menjadi 6 cara, antar lain sebagai berikut :

(a) Posisi 2 sebagai pengumpan yang berdiri dekat net: (b) Posisi 3 sebagai pengumpan yang berdiri dekat net; (c) Posisi 4 sebagai pengumpan yang berdiri dekat net;

(d) Posisi 1 sebagai pengumpan yang berlari dari posisinya ke tengah dekat net; (e) Posisi 5 sebagai pengumpan yang berlari dari posisinya ke tengah dekat net; (f) Posisi 6 sebagai pengumpan yang berlari dari posisinya ke tengah dekat net;

(2) Posisi bertahan terhadap dayangnya smash dari lawan

Bertahan terhadap smash lawan, maksudnya membendung pukulan/smash lawan dengan merentangkan tangan diatas net tanpa boleh menyentuh net dan membuat cover. Cover bertujuan menutup daerah permainan sendiri dengan posisi pemain sesuai situasi permainan atau dengan cover close artinya menutup daerah secara tepat dan dilakukan seorang pemain yang menjaga dobelakang kawannya yang sedang melompat untuk memblok lawan.

Biasanya smash yang dilakukan oleh pihak lawan dilakukan dari tiga posisi. Oleh sebab itu, ada tiga posisi pertahanan terhadap serangan smash lawan, antara lain sebagai berikut : (a) Sistem pertahanan terhadap datangnya smash dari posisi lawn 2;

(b) Sistem pertahanan terhadap datangnya smash dari posisi lawn 3; (c) Sistem pertahanan terhadap datangnya smash dari posisi lawn 4;

Perlu diperhatikan penempatkan pemain-pemain di daerah/tempat jurusan bola yang akan di smash. Untuk membendung pukulan / smash lawan yang baik adalah dengan tiga orang blocker karena system ini lebih rapat dan sukar ditembus lawan.

(10)

pemain belakang (block player). Pemain depan biasanya bertugas sebagai penyerangan dan sebagai pembendung serangan dari lawan.

Pemain belakang lebih efektif sebagai pemain bertahan walaupun dalam pertandingan terkadang pemain belakang pun melakukan serangan. Urutan penempatan posisi dalam permainan bola voli sebagai berikut.

Berdasarkan tugas dan peranan seorang pemain dalam formasi tim bola voli dapat dikelompokkan menjadi empat bagian, antara lain sebagai berikut :

a. Pengumpan (Tosser/setter); b. Pemukul (Smash/Spiker); c. Pembendung (Blocker); d. Penutup (Cover)

Selain itu, untuk kelancaran dan kesuksesan pertandingan bola voli maka keterlibatan petugas

lapangan sangatlah memegang peranan penting. Beberapa petugas yang bertugas dilapangan, antara lain sebagai berikut:

a. Wasit (referre), dikenal dengan sebutan wasit I atau utama; b. Wasit II (umpire);

c. Pengawas pertandingan;

d. Scorer, pencatat skor pertandingan; e. Pembantu wasit (linesman).

Alat dan Sumber Pelajaran a. Alat :

- Bola Sumber : - Peraturan Bola Voli

- Pluit - Pendidikan jasmani Orkes Grapindo - Net - Pendidikan Jasmani Orkes Ganesa

- Tali - Stop Watch

EVALUASI BOLA VOLI Tertulis :

Test

1. Berikut ini yang termasuk salah satu karakteristik permainan bola voli adalah…

a. Permainan dibatasi oleh net atau jarring sehigga pemain tidak berhubungan lansung (body contact)

b. Memiliki tujuan yang jelas (goal)

c. Pemain yang sudah diganti tidak diperkenankan dimainkan kembali d. Area pertandingan bebas tidak dibatasi

e. Kemungkinan body contact pun akan terjadi dengan pihak lain

2. Perkembangan bola voli dewasa ini cukup pesat, terutama ditandai dengan skor akhir yang dewasa ini dilaksanakan berjumlah ………

a. 25 d. 15 b. 12 e. 21 c. 11

3. Suatu tipuan sari seorang (spiker) ketika melihat blok lawan yang ketat dan tak mungkin ditembus, kemudian memukul bola secara pilan ke daerah yang kosong disebut ……..

(11)

4. Suatu pukulan tipuan yang sering dilakukan oleh pengumpan (setter), yaitu berpura-pura akan memberikan umpan kepada temannya, tetapi seketika itu ia menempatkan bola ke daerah yang kosong disebut …….

a. Spiker d. Decoy b. Fake e. Toss up c. Tosser

5. Decoy adalah salah satu taktik yang sering dilakukan pemain bola voli. Artinya ……. a. Seorang atau beberapa orang yang bertugas untuk membendung serangan lawan

b. Pemain yang berpura-pura melompat, seperti hendak melancarkan smash, tetapi temannya yang melancarkan smash

c. Menghalangi lawan

d. Seorang yang bertugas mendukung teman

6. Dalam istilah bola voli, dikenal cara bloking dengan dua pemain disebut ………. a. Individual blocking d. Foult blocking

b. Partner blocking e. Blocking technique c. Blocking over

7. Formasi dalam permainan bola voli adalah …….. a. Penempatan posisi pemain dalam timnya

b. Penempatan pengumpan dan tanggung jawabnya pada daerah bertahan c. Penempatan posisi dan tanggung jawab pemain dalam suatu tim

d. Penempatan posisi dan tanggung jawab pemain saat melakukan penyerangan e. Penempatan posisi dan tanggung jawab pemain di daerah serang

8. Suatu taktik yang dilakukan oleh semua anggota tim (regu), baik dalam pertahanan maupun penyerangan untuk mencari kemenangan bertanding secara sportif disebut …..

a. Taktik individu d. Taktik menyerang

b. Taktik beregu (team tactic) e. Taktik membendung smash lawan c. Taktik bertahan

9. Organisasi Bola Voli Indonesia Adalah ……… a. PBSI d. PERBASASI b. PERSASI e. PBVSI c. PERBASISI

10. Susunan pemain permainan Bola Voli Terdapat 2 bagian, maka posisi pemain depan disebut dengan ………….

(12)

MODUL BAHAN PELAJARAN

PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN

STANDAR KOMPETENSI

Mempratikkan keterampilan permainana Olahraga dengan peraturan yang sebenarnya dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya

KOMPETENSI DASAR

Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan olahraga. Bola besar lanjutan dengan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerja sama, kejujuran, toleransi, kerja keras, dan percaya diri.

INDIKATOR

- Mengkoordinasikan gerakan dengan teman satu tim

- Menggunakan berbagai strategi dan taktik pemainan bola basket

C. BOLA BASKET

1. Strategi Permainan Bola Basket

Strategi dalam bola basket, antara lain sebagai berikut :

a. Strategi dipersiapkan sebelum pertandingan dilaksanakan;

b. Situasi dan kondisi tempat, peralatan, asrama atau ,ess, dan makanan agar disesuaikan dengan keadaan pertandingan yang akan dihadapi;

c. Perang saraf dengan lawan yang kan dihadapi (media massa, elektronik, dan cetak). Biasanya, ditujukan untuk melemahkan mental bertanding lawan dan memompa semangat tim agar berprestasi;

d. Observasi kekuatan dan kelemahan lawan (melalui pertandingan lansung atau rekaman video) dan menyusun strategi untuk mengalahkan lawan;

e. Latihan menotomatiskan system, pola, tipe bertahan, dan menyerang baik yang bersifat individu, grup, maupun tim;

f. Pelatihan dan offcial biasanya lebih berperan dari pada pemain dalam pembentukan dan penerapan strategi bermain bola voli.

Pola permainan bola basket tercipta malaui kejelian pelatih dalam menyusun dan menempatkan pemain secara akurat sesuai dengan kemampuan dan kemahiran setiap pemain. Pola dasar penyusunan dan penempatan pemain, antara lain sebagai berikut :

1) Pemain yang mempunyai tugas sebagai pengatur serangan; 2) Pemain yang mempunyai tugas sebagai pengaman serangan; 3) Pemain yang mempunyai tugas sebagai penembak utama; 4) Pemain yang mempunyai tugas sebagai perebut bola.

Penerapan strategi dan atktik yang efektif dan efisien akan membuat tim tersebut kuat dan tangguh sehingga selalu memenangkan setiap pertandingan.

Taktik perorangan dalam olahraga basket menyangkut beberapa teknik secara individu (individual skill) yang dilakukan guna menipu atau mengelabui lawn. Taktik perorangan dapat diterapkan, baik saat menguasai bola maupun saat tidak menguasai bola.

2. Taktik Permainan Bola Basket

(13)

sebaiknya didahului dengan pertimbangan penempatan pemain sesuai kemampuannya sebagai berikut::

a. Pemain yang bertugas sebagai pengatur serangan (playmaker); b. Pemain yang bertugas sebagai pengaman serangan;

c. Pemain yang bertugas sebagai penembak utama;

d. Pemain yang bertugas sebagai peranjah bola jika percobaan tembakan gagal.

Dalam menerapkan taktik bermain yang tepat, setiap regu atau pemain secara tim harus dapat menguasai dan mengenal dengan baik pola permainan yang hendak diterapkan agar dapat diterapkan secara lancar dan sukses.

1) Taktik pertahanan (defense), antara lain sebagai berikut : a) Taktik individu (individual tactic) ;

b) Menjaga pemain lawan yang memgang bola;

c) Menjaga pemain lawan yang tidak memegang bola (man to man/ one by one); d) Posisi dan cara membantu teman (support);

e) Saat melakukan memotong/merebut bola (intercept/steal).

2) Grup taktik, antara lain sebagai berikut :

a) Cara menghadapi blocking (tidak melakukan switch); b) Cara melakukan switch (tukar jaga pemain lawan); c) Taktik tim (team tactic) ;

Dalam bola basket, ada beberapa bentuk penjagaan. Penjagaan tersebut, antara lain penjagaan daerah, penjagaan orang-perorangan, dan penjagaan kombinasi antara penjagaan daerah dengan penjagaan orang-per orang.

a) Penjagaan daerah (zone defense)

Formasi penjagaan daerah, antara lain 1 – 3 – 1; 1 – 2 – 2; 2 – 1 – 2; dan maupun pada satu lapangan.

3) Taktik Penyerangan

Saat menyerang dalam permainan bola basket akan menghasilkan point jika direncanakan secara matang melalui takik yang cepat, tepat, dan akurat. Kreativitas para pemain dalam menerapkan taktik sangat dibutuhkan. Ada beberapa taktik dalam permainan bola basket antara lain:

a) Individual, yaitu aksi penyerangan seseorang dengan mempergunakan keterampilan individu yang dimilikinya, seperti passing, dribble, shooting, dan lain-lain;

b) Grup, yaitu penyerangan dilakukan oleh 2 atau 3 orang, baik dengan mempergunakan blocking/screen, inter passing, maupun wall passing;

c) Team, yaitu penyerangan yang dilakukan dengan permainan cepat (fastbreak), permainan bebas (free style), dan bermain dengan suatu pola penyerangan yang terencana.

3. Pola Permainan

Pola permainan menyerang adalah upaya pengaturan posisi atau formasi pemain untuk menyerang. Formasi 1, 3, 1 atau disebut pola diamond sangat baik untuk penyerangan terhadap pertahanan daerah dan pertahanan satu lawan satu.

Pola permainan yang digunakan bergantung pada pengetahuan seorang pelatih dalam membuat pola permainan. Seorang pelatih yang mengerti akan situasi pertandingan akan terus mencoba berbagai pola permainan sebagai cara untuk memenangkan pertandiangan. Setiap formasi sangat baik digunakan sesuai dengan kebutuhan sebuah tim. Oleh karena tiu, pelatih yang baik tidak hanya menggunakan satu formasi atau pola permainan, melainkan mencoba semua pola atau formasi yang baik bagi timnya.

4. Sportivitas Saat Bermain

(14)

kemungkinan para pemain akan melakukan body contact, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Oleh karena itu, permianan ini sangatlah membutuhkan ketenangan, kecekatan, kelincahan, dan daya tahan fisik yang prima. Selain itu, mentalitas pemain pun harus tetap terjaga, seperti emosi pemain tetap terjaga, semangat ingin berprestasi harus tumbuh, kerja sama yang baik, serta mematuhi dan menaati keputusan wasit.

Alat dan Sumber Pelajaran a. Alat

Alat : Bola Pluit Lapangan Stop Wacth

Sumber : Peraturan Bola Basket

Pendidikan Jasmani Kesehatan Grafindo Pendidikan Jasmani Orkes Ganesa LKS MGMP

b. Test : Individu/Pembuatan

Melakukan permainan, dengan bentuk permianan perorangan Man to Man selama 5 menit Melakuakn permainan dengan menggunakan bentuk Jump Shoot selama 3 menit

EVALUASI BOLA BASKET Test Tertulis

1. Strategi dalam permainan bola basket biasanya dipersiapkan pada saat ….. a. Sesudah pertandingan d. Jawaban a dan c benar b. Sebelum pertandingan e. Jawaban b dan c benar c. Pada saat pertadingan

2. Biasanya yang memegang peranan penting dalam penyusunan strategi permainan dalam tim basket adalah ……….

a. Pemain

b. Beberapa orang pemain c. Kapten tim

d. Pelatih dan official tim

3. Dasar penyusunan pola permainan sebaiknya pemain sesuai kemamapuannya sebagai berikut ….

a. Pemain yang bertugas sebagai pengatur serangan (playmaker) b. Pemain yang bertugas sebagai pengaman serangan

c. Pemain yang bertugas sebagai penembak utama

d. Pemain yang bertugas sebagai peranjah bola jika percobaan tembakan gagal e. Jawaban a, b, c, dan d di atas adalah benar

4. Formasi penempatan pemain yang baik pada permainan bola basket, di antarannya adalah ………

a. Posisi bertahan dan menyerang d. Pemain diputar sedemikian rupa b. Bebas sesuai keinginan pemain e. Ditempatkan secara bebas c. 2 pemain guard, 2 pemain forward, dan 1 center

5. Tugas seorang pemain bola basket dengan posisi pemain depan (fornard) adalah ……. a. Menyusup ke pertahaan dan memasukkan bola ke ring lawan

b. Meribon bola ketika diserang c. Melakukan gerakan pivot

(15)

6. Playmaker Pada permainan bola basket adalah ………. a. Pemain yang bertugas memasukkan bola ke ring wlawan b. Pemain yang bertugas merebut bola

c. Pemain yang bertugas mengatur dan membuat variasi serangan d. Pemain yang menembakkan bola ke keranjang sambil meloncat e. Pemain yang bertugas menjaga lawan

7. Jika saat bermain kemudian pemain melakukan standing shoot dari daerah serang diluar garis melingkar, timnya akan mendapatkan nilai …….

a. Dua angka d. Tidak mendapat angka

b. Tiga angka e. Harus diulang karena pelanggaran c. Satu angka

8. Organisasi pemainan bola basket di Indonesia adalah …….. a. PBSI d. PERBASASI

b. PERSASI e. PBVSI c. PERBASI

9. Permainan bola basket di ciptakan oleh ……….

a. Wiliam G Morgan d. Dr. James A Naismith b. Wiliam Morgan e. Dr. James

c. James Naismith

10. Teknik memasukkan bola kedalam keranjang (shooting) disebut dengan a. Jump Shoot d. Shooting

b. Lay Up Shoot e. a, b, dan c benar c. Slam Dunk

11. Dalam permainan bola basket strategi dan taktik mempunyai tujuan yang sama yaitu ….. a. Cara menyusun formasi d. Siasat mencapai kemenangan dalam pertandingan b. Siasat yang diatur oleh pelatih e. Siasat yang diatur oleh pelatih dan manager c. Cara mencapai kemenangan

12. Pada dasarnya penyerangan merupakan usaha ……… a. Untuk menerobos pertahanan lawan

b. Untuk memasukkan bola ke keranjang lawan sebanyak mungkin c. Untuk mencegah lawan memasukkan bola ke keranjang

d. a, b, benar e. a, b, c benar

13. Dalam suatu pertandingan tugas perayah adalah sebagai ….

a. Pengatur serangan d. Sebagai penyelamat apabila tembakan gagal b. Sebagai penyerang utama e. Sebagai pengecah

c. Sebagai penembak

14. Dalam membuat pola penyerangan perlu pedoman ……. a. Ada pengatur yang hilir mudik dibawah keranjang

b. Ada pemain yang mampu melakukan tembakan jarak sedang atau jarak jauh c. Ada pemain yang mahir mengoper dengan cepat

d. a, b, benar e. a, b, c benar

(16)

b. Taktik dan strategi e. Ada perayah c. Taktik pertahanan

16. Teknik pertahanan dalam bola basket meliputi …… a. Memperhatikan dan berusaha mempengaruhi lawan b. Menghentikan operan bola

c. Mengatur pertahanan bola individu dan kelompok d. a, b, benar

e. a, b, c benar

17. Pertahanan satu lawan satu dengan tetap adalah …….. a. Semua pemain harus siaga

b. Semua pemain harus tahu tugas-tugasnya c. Pemain penjaga harus menjaga seorang lawan d. Pemain penjaga harus bisa menerobos lawan

18. Perhatian setiap pemain terpecah terhadap 2 pemain atau lebih hal ini sangat berbahay karena lawan dapat mengadakan serangan kilat, hal ini adalah ……..

a. Kelemahan pertahanan daerah

b. Kelemahan pertahanan satu lawan satu c. Mencari ruang yang tidak terjaga d. Membendung serangan dengan formasi e. Kerja sama tim dan tanggung jawab pemain

19. Pemain penyerangan harus dijaga ketat sepanjang waktu untuk mencegah jangan sampai bola ke tangan tim lawan cara ini disebut ………..

a. Pertahanan tim d. Pertahanan satu lawan satu dengan tetap b. Pertahanan dengan tekanan e. Pertahanan satu lawan satu dengan penolongan c. Pertahanan daerah

(17)

MODUL BAHAN PELAJARAN

PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN

STANDAR KOMPETENSI

Mempratikkan keterampilan permainana Olahraga dengan peraturan yang sebenarnya dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya

KOMPETENSI DASAR

Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan olahraga. Bola besar lanjutan dengan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerja sama, kejujuran, toleransi, kerja keras, dan percaya diri.

INDIKATOR

- Menggunakan berbagai strategi dan taktik permainan softball - Menerapkan peraturan permainan softball

D. SOFTBALL

1. Strategi dan Taktik Permainan Softball

Di Kelas I dan II anda telah mempelajari beberapa teknik dasar permainan softball. Namun, dikelas III ini anda akan mempelajari penguasaan taktik dan strategi dalam softball. Perbedaan yang cukup prinsip antara strategi dan taktik dalam softball, antara lain sebagai berikut.

a. Strategi Permainan Softball

Penerapan strategi dalam cabang olahraga softball pada dasarnya mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut.

1) Strategi ditetapkan sebagai suatu siasat yang direncanakan sebelum pertandingan diaksanakan.

2) Prasarana dan sarana berupa kondisi tempat, peralatan, asrama, dan menu makanan agar disesuaikan dengan keadaan pertandingan yang dihadapi.

3) Perang saraf dengan tim lawan yang akan dihadapi (melalui media massa, elektronik, dan cetak) dimaksudkan sebagai upaya menjatuhkan mental bertanding lawan dan menambah semangat berprestasi timnya sendiri.

4) Observasi atau pengamatan kekuatan serta kelemahan lawan (melalui pertandsingan langsung atau rekaman video)

5) Latihan mengotomatiskan system atau pola, penjagaan daerah, daerah tujuan memiukul, penjagaan base, formasi bertahan (menjaga), dan formasi menyerang (bermain), baik yang bersifat individu, grup, dan tim.

6) Pelatih dan official biasanya lebih berperan dari pada [emain dalam pembentukan dan penetapan strategi bermain softball.

b. Taktik Permainan Softball

Adapun ruang lingkup taktik dalam cabang olahraga softball, antara lain sebagai berikut : 1) Siasaat yang dikerjakan pada saat bertanding, seperti menangkap, memukul, dan men ‘tik”. 2) Akal mencari senjata yang tepat untuk melihat kelemahan dan kekurangan lawan secara

efisien dan efektif.

3) Menentukan sikap dan tindakan yang cepat, tepat, dan cermat untuk mengalahkan tim lawan.

(18)

5) Taktik belum tentu selaras dengan strategi dalam penerapannya.

Dalam permainan olahraga softball, pada dasarnya ada beberapa tahapan taktik yang harus dikuasai dengan baik, antara lain sebagai berikut.

1) Taktik Perorangan

Taktik perorangan ialah siasat yang dilakukan oleh perorangan untuk mencari kemenangan dalam pertandingan secara sportif. Taktik perorangan dalam olahraga softball menyangkut beberapa teknik secara individu (individual skill) yang dilakukan guna menipu atau mengelabui lawan. Taktik perorangan dapat diterapkan, baik saat menguasai bola (bermain ) maupun saat tidak menguasai bola taktik mengarahkan bola, dan taktik berlari antarbase. Semua ini dilakukan berdasarkan kreativitas, improvisasi, serta inovasi pemain secara individu saat tim menyerang (bermain).

Taktik perorangan saat bertahan (menjaga), seperti menangkap bola, melempar bola, menjaga daerah, menjaga base, melakukan sliding ke base, mentik lawan, dan lain sebagainya. Pitcher yang baik adalah pelempar yang memiliki taktik pelempar yang memiliki taktik melempar yang baik sehingga menyulitkan lawan untuk memukul atau koordinasi gerak yang buruk sehingga hasil pukulannya kurang baik.

2) Taktik Kelompok

Taktik kelompok ialah suatu siasat yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Namun, pelaku-pelaku grup taktik kurang dari jumlah seluruh tim (regu). Misalnya, grup taktik yang dijalankan oleh pitcher dan cather atau antar base.

Seorang cather harus jeli, cermat, dan sigap untuk menangkap bola hasil lemparan picher. Oleh karena itu, kedua pemain ini harus sering berlatih bersama agar saling mengetahui dan memahami kemamapuan sesama mereka.

Perlengkapan cather, antara lain sebagai berikut : a. Topi (better’s helmet);

b. Pelindung muka (face mask);

c. Pelindung dada/perut (chest protector); d. Gloves untuk cather,

e. Pelindung lutut; f. Sepatu khusus

3) Taktik beregu

Taktik beregu ialah suatu taktik yang dilakukan oleh semua anggota tim (regu), baik saat bermain maupun saat menjaga untuk mencari kemenangan bertanding secara sportif. Taktik beregu pada dasarnya upaya penerapan gabungan taktik individu dan grup menjadi satu kesatuan.

2. Penempatan Pemain

Penempatan pemain yang sesuai dengan kemampuannya merupakan bagian dari sebuah strategi dan taktik yang harus dipertimbangkan secara matang oleh pelatih. Jumlah pemain softball setiap regu terdiri atas sembilan orang. Biasannya, setipa pemain memiliki kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu, pelatih harus jeli menempatkan pemain sesuai keahlihannya. Di antara sembilan pemain tersebut memiliki tanggung jawab secara khusus, yaitu :

a. 1 orang sebagai pitcher b. 1 orang sebagai cather

c. 3 orang sebagai baseman / girl

d. 1 orang sebagai short stop dan short fielder

3. Tata Cara Bermain

(19)

b. Urutan memukul ditentukan oleh nomor ururt yang telah ditentukan sebelum main.

c. Pemukul yang pertama tidak boleh dilalui oleh pemukul yang kedua, kedua oleh yang ketiga, dan seterusnnya.

d. Yang tiap base hanya boleh diisi oleh seorang pemain.

e. Pada waktu bola dalam permainan, pemain bebas mengadakan gerekan, jika pitcher sudah siap untuk melempar bola menghindari dengan berlari ke luar atau ke dalam lebih daripada batas yang telah ditentukan, yaitu ± 1 meter dari garis batas.

1) Waktu permainan ditentukan dengan inning

Permainan softball berakhir ditentukan dengan inning. Selain itu, dapat juga ditentukan dengan waktu jika dengan inning terlalu lama. Akan tetapi, umumnya dengan menggunakan iining.

a) Lamannya main untuk baseball adalah 9 inning b) Lamannya main untuk softball adalah 7 inning

2) Tata cara pitcher melempar bola

a) Pither melempar bola dari belakang diayunkan ke depan. Pada waktu melemparkan, salah satu kaki harus berada pada tempat pelempar sebelum bola itu lepas dari tangannya. b) Bola yang dilemparkan ialah bola yang berada diatas home-base, di antara lutut dan bahu si

pemukul. Jika bola yang dilemparkan dipukul ataupun tidak, umpire mengatakan strike. Bola yang dilemparkan salah, yaitu bola yang tidak berada diatas home-home antara lutut dan bahu sipemukul. Hal ini dinamakan ball.namun, bola yang salah itu dipukul maka dikatakan strike.

c) Lemparan dianggap tidak ada jika pelempar bola dalam babak pertama mencoba melempar bola sebelum pemukul siap dengan posisinya atau kehilangan keseimbangan.

3) Pukulan Strike

Dalam permainan softball, strike dihitung jika: a) Bola dipukul, baik kena ataupun tidak kena; b) Lemparan baik, walaupun bola tidak dipukul;

c) Bola yang dipukul meleset keluar. Jika pukulan itu terus-menerus meleset, diulang sampai pukulan itu baik. Namun jika pukulan yang meleset itu melambung dan tertangkap oleh si penjaga, pemukul itu lansung mati.

4) Lari Bebas

Lari bebas (free walk) dalam permainan softball diberikan jika : a) Pitcher melemparkan bola empat kali salah (4 x ball);

b) Si pemukul dihalang-halagi pada waktu akan menuju ke base;

c) Jika semua base terisi, sedangkan pemukul telah empat kali tidak memukul karena pitcher melemparkan bolannya salah terus (ball).

5) Cara mematikan dan bertukar tempat

Cara mematikan ialah dengan jalan “ditik” sebelum pelari mengenai base. Pada waktu mentik, bola tidak boleh dilepas dari tangan. Kecuali pada lari yang terpaksa, cukup dengan jalan “membakar”, yaitu sambil memegang bola, dan menginjak base yang ditujui pelari. Bertukar tempat dilakukan setelah tiga kali mati.

6) Cara mendapat angka

(20)

telah dimatikan tidak dapat melanjutkan perjalanannya. Ia selanjutnya masuk kekotak yang telah disediakan dan menunggu giliran untuk memukul lagi.

7) Pembantu

Setiap regu mempunyai dua orang pembantu yang berpakaian seragam dengan regunnya. Kedua pembantu tersebut kerjannya bertugas untuk memberi petunjuk kepada pemukul dan pelari base. Tempatnya di tempat pembantu, yakni satu orang disebelah kanan dan satu orang disebelah kiri.

8) Umpire (wasit)

Dalam permainan ini terdapat empat orang umpire yang terdiri atas kepala umpire dan base umpire sebanyak tiga orang. Kepala umpire tempatnya dibelakang cather, sedangkan base umpire bertugas di lapangan menentukan matinya setiap base.

1) 1 orang = Pitcher 2) 1 orang = Cather

3) 3 orang = Baseman/Girl

4) 1 orang = Short Stop, Short Fielder

5) 3 orang = Left Fielder, Middle Fielder, dan Right Fielder Goal;

Alat, Sumber

a Alat : Bola

Glof

Stik

Base

Pluit

b Sumber : Buku Pendidikan Jasmani Orkes Grafindo

Buku Pendidikan Jasmani Orkes Ganesa

LKS

c Evaluasi :

Test Pembukaan Individu :

- Melakukan Piching sebanyak 4 kali - Melakukan pukulan Ficher

- Melakukan lemparan kearah tembok dengan mengarah keangka-angka yang di tembok

EVALUASI SOFT BALL Test Tertulis

1. Dalam menerapkan strategi dalam permainan softball biasanya dipersiapkan pada saat ….. a. Sesudah pertandingan d. Sebelum dan sesudah pertandingan

b. Sebelum pertandingan e. istirahat c. Pada saat pertandingan

2. Lemparan pitcher yang baik jika …..

a. Bola dilempar dari atas kepala d. Bola dilempar dari bawah b. Bebas sesuai keinginan pemain e. Dilempar sembarangan c. Bola dilempar sesuai tata aturan lemparan

3. Suatu regu akan bertukar temapt dari pemain menjadi penjaga setelah berapa kali dinyatakan mati ….

a. Dua kali mati d. Empat kali mati b. Dua kali ditik e. Setelah tiga kali mati c. Satu kali mati

(21)

a. Dua kali d. Satu kali b. Empar kali e. Lima kali c. Tiga kali

5. Dalam permianan softball seorang akan diberikan lari bebas jika ….. a. Dua kali benar

b. Pitcher benar memberi bola

c. Pitcher melemparkan bola empat kali salah (4 x ball) d. Tidak mendapat angka

e. Harus diulang karena pelanggaran

6. Suatu taktik yang dilakukan oleh semua anggota tim (regu), baik saat bermain maupun saat menjaga untuk mencari kemenangan bertanding secara sportif disebut ….

a. Individual tactic d. Team tactic b. Group tactic e. technical tactic c. Unit tactic

7. Organisasi softball di Indonesia adalah …..

a. PBSI d. PERBASASI b. PERSASI e. PBVSI c. PERBASISI

8. Permainan Softball berakhir dengan ….

a. 7 inning d. 2 x 20 menit b. 9 inning e. 5 inning c. 2 x 45 menit

9. Disamping glof sebagai alat-alat penangkap bola, maka masker pelindung wajah dipakai oleh ………..

a. Fitcher d. Catcher b. Shom stop e. Right fitcher c. Fest base

10. dalam permainan softball, jumlah regu penjaga sebanyak 9 orang maka yang menempati posisi ke enam (6) disebut dengan

(22)

MODUL BAHAN PELAJARAN

PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN

STANDAR KOMPETENSI

Mempraktikkan kewterampilan permainan olahraga dengan peraturan yang sebenarnnya dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya

KOMPETENSI DASAR

Mempraktikkan teknik atletik dengan menggunkan peraturan yang sesungguhnya serta nilai kerja sama, kejujuran, menghargai, semangat, dan percaya diri

INDIKATOR

- Melakukan teknik dalam nomor lari

- Melakukan strategi dan taktik dalam nomor-nomor atletik, seperti nomor lompat jauh

E. ATLETIK

Ateltik merupakan salah satu oleh raga yang mempunyai banyak jenis dan nomor. Didalamnya terdapat nomor-nomor lari, jalan, lompat, dan lempar. Sekitar 200 negara didunia terdaftar dalam Internasional Amateur Athletic Federation (IAAF), atau Federasi Atletik Internasional, dalam Olimpiade, atletik merupakan salah satu olahraga yang paling banyak menyediakan medali emas. Setiap pemecahan rekor dalam cabang olahraga atletik merupakan suatu catatab sejarah disetiap olimpiade.

LOMPAT TINGGI

A. Pengertian Lompat Tinggi

Lompat tinggi merupakan salah satu cabang olahraga yang melakukan gerakan lompatan untuk mencapai lompatan yang setinggi-tingginya. Ukuran lapangan sama dengan lompat jauh, Tinggi tiang mistar min 2.5 meter, Panjang mistar 3.15 m.

B.Tahapan pada lompat tinggi

Semua gaya lompatan dapat dibedakan menjadi 4 tahap, yaitu : a) Awalan, gerakan berlari menuju mistar

b) Tolakan, gerakan kaki menumpu pada lantai untuk menaikkan badan

c) Melayang, gaya dan kedudukan badan ketika berada di udara dan di atas mistar. d) Mendarat, jatuhnya badan diatas matras.

C. Dalam lompat Tinggi ada beberapa gaya yang dilakukan, sebagai berikut: 1.Gaya Gunting (Scissors/Eastern ent off)

Gaya gunting bisa dikatakan Gaya Sweney, sebab pada waktu sebelumnya (yang lalu) masih digunakan gaya jongkok. Tepatnya tahun 1880, selanjutnya tahun 1896 sweny mengubahnya dari gaya jongkok menjadi gaya gunting. Diganti karena kurang ekonomis.

Cara melakukan:

(23)

2.Gaya Guling sisi (Western Roll)

Pada gaya ini sama dengan gaya gunting, yaitu tumpuan kaki kiri jatuh kaki kiri lagi dan bila kaki kanan jatuhnyapun kaki kanan hanya beda awalan, tidak dari tengah tapi dari samping.

3.Gaya Guling Perut (Straddle)

Pelompat mengambil awalan dari samping antara 3, 5, 7, 9 langkah Tergantung ketinggian yang penting saat mengambil awalan langkahnya ganjil.

Menumpu pada kaki kiri atau kanan, maka ayunan kaki kiri/ kanan kedepan. Setelah kaki ayun itu melewati mistar cepat badan dibalikkan, hingga sikap badan diatas mistar telungkap. Pantat usahakan lebih tinggi dari kepala, jadi kepala nunduk.

Pada waktu mendarat atau jatuh yang pertama kali kena adalah kaki kanan dan tangan kanan bila tumpuan menggunakan kaki kiri, lalu bergulingnya yaitu menyusur punggung tangan dan berakhir pada bahu.

4.Gaya Telentang (Fosbury Flop) Cara melakukanya:

•Awalan, harus dilakukan dengan cepat dan menikung/ agak melingkar, dengan langkah untuk awalan tersebut kira – kira 7-9 langkah.

•Tolakan, Untuk tolakan kaki hampir sama dengan lompat tinggi yang lainya. Yakni, harus kuat dengan bantuan ayunan kedua tangan untuk membantu mengangkat seluruh badan. Bila kaki tolakan menggunakan kaki kanan, maka tolakan harus dilakukan disebelah kiri mistar. Pada waktu menolak kaki bersamaan dengan kedua tangan keatas disamping kepala, maka badan melompat keatas membuat putaran 180 derajat dan dilakukan bersama-sama.

•Sikap badan diatas mistar, sikap badan diatas mistar terlentang dengan kedua kaki tergantung lemas, dan dagu agak ditarik ke dekat dada dan punggung berada diatas mistar dengan busur melintang.

•Cara mendarat, mendarat pada karet busa dengan ukuran (5 x 5 meter dengan tinggi 60 cm lebih) dan diatasnya ditutup dengan matras sekitar 10 – 20 cm, dan prtama kali yang mendarat punggung dan bagian belakang kepala.

Yang diutamakan dalam melakuakan Lompatan ialah, lari awalan dengan kecepatan yang terkontol. Hindari kecondongan tubuh kebelakang terlalu banyak. Capailah gerakan yang cepat pada saat bertolak dan mendekati mistar. Doronglah bahu dan lengan keatas pada saat take off. Lengkungan punggung di atas mistar. Usahakan mengangkat yang sempurna dengan putaran kedalam dari lutut kaki ayun (bebas). Angkat kemudian luruskan kaki segera sesudah membuat lengkungan.

D.Peraturan asas lompat tinggi

Peserta mestilah melonjak dengan sebelah kaki. Peserta boleh mula melompat di mana-mana ketinggian permulaan yang disukainya. Sesuatu lompatan akan dikira batal jika peserta menyentuh palang dan tidak melompat. Menjatuhkan palang semasa membuat lompatan atau menyentuh kawasan mendarat apabila tidak berjaya melompat

Peserta yang gagal melompat melintasi palang sebanyak tiga kali bertutrut-turut (tanpa di ambil kira di aras mana kegagalan itu berlaku) akan terkeluar daripada pertandinga

(24)

MODUL BAHAN PELAJARAN

PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN

STANDAR KOMPETENSI

Mempraktikkan keterampilan permainan olahraga dengan peraturan yang sebenarnya dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya

KOMPETENSI DASAR

Mempraktikkan keterampilan bermain salah satu permainan olahraga bela diri secara berpasangan dengan peraturan yang sebenarnya serta nilai kerja sama, kejujuran, mengahargai lawan. Kerja keras, percaya diri dan menerima kekalahan.

INDIKATOR

- Menerapkan strategi dan taktik penyerangan dan pertahanan dalam olahraga bela diri. - Mengimplementasikan peraturan pertandingan dan perwasitan

- Mengorganisasikan pertandingan

F. PENCAK SILAT

Pencak silat merupakan seni bila diri asli bangsa Indonesia. Akan tetapi, sudah banyak negara lain yang mempelajarinya, seprti bangsa Eropa. Banyak atlet-atlet bela diri Eropa yang sengaja mendatangkan pelatih pencak silat dari Indonesia. Didalam pencak silat, tersirat makna dan unsur yang terkandung sangat tinggi. Pencak silat terdiri atas empat unsure, yaitu unsur olahraga, unsur kesenian, unsur bela diri, dan unsur kerohanian. Oleh karena itu, pencak silat berperan sebagai salah satu alat untuk pembentukan manusian yang bersifat kesatria, sehat, terampil, dan percaya diri.

1. Taktik dan Strategi dalam Pencak Silat

Taktik merupakan siasat atau akal yang digunakan pada saat pertandingan untuk mencari kemenangan secara sportif.

Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam penerapan taktik dan strategi dalam pencak silat, antara lain sebagai berikut:

a. Kemampuan fisik, teknik, pola-pola, serta sisitem-sistem mental yang dimilki diri sendiri dan lawan;

b. Keadaan lingkungan, alat, perlengkapan, lapangan, dan situasi sosial yang dohadapi; c. Peraturan-peraturan pertandingan, baik yang bersifat internasional, nasional, maupun local.

2. Manfaat dan Kegunaan Taktik dalam Pencak Silat

Adapun manfaat atau kegunaan taktik dan strategi dalam pencak silat adalah sebagai berikut :

a. Mencari kemenangan bertanding, dengan penerapan fisik, teknik, dan mental dengan efektif dan efisien;

b. Menganalisis kebenaran fisik, teknik, dan mental agar lawan melakukan kesalahan; c. Pengembangan akal, kreatif, dan daya piker bagi pesilat;

d. Mencegah terjadinya cedera, kekalahan, dan mencapai kemengan.

Perbedaan antara strategi dan taktik dalam olahraga pencak silat adalah sebagai berikut. a. Strategi

(25)

1) Siasat dijalankan sebelum pertandingan pencak silat dimulai;

2) Kondisi, tempat, alat, asrama, dan makanan agar disesuaikan dengan keadaan pertandingan yang dihadapi;

3) Perang saraf dengan lawan yang akan dihadapi; 4) Observasi kekuatan dan kelemahan lawan;

5) Latihan untuk mengotomatiskan system, pola, serta tipe bertahan dan menyerang; 6) Pelatih lebih berperan daripada pesilat dalam pembentukan startegi.

b. Taktik

Terdapat bebrapa taktik dalam pencak silat, antara lain sebagai berikut: 1) Siasat yang dikerjakan pada saat bertanding pencak silat;

2) Akal mencari senjata yang tepat untuk mengalahkan lawan secara efisien dan efektif; 3) Menentukan sikap dan tindakan yang cepat, tepat, dan cermat untuk mengalahkan lawan. 4) Atlet lebih berperan dari pada pelatih dalam tindakan taktik. Atlet lansung menghadapi

masalah didalam arena pertandingan;

5) Taktik belum tentu selaras dengan strategi dalam penerapannya.

Adapun beberapa faktor-faktor yang menentukan baik atau tidaknya suatu teknik, yaitu: a) Strategi yang direncanakan sebelum pertandingan;

b) Kemampuan akal, daya piker dan kreativitas atlet; c) Kemampuan fisik, teknik, dan sikap mental atlet;

d) Kemapuan mengatasi segala sesuatu yang dihadapi atau kemampuan daya adaptasi terhadap lingkungan;

e) Kemampuan penguasaan sistem-sistem, pola-pola, dan tipe-tipe pertandingan pencak silat.

a. Taktik Menyerang

Seorang pesilat harus dapat membaca taktik lawannya sehingga dapat mengalahkan dengan taktik yang digunalkan. Pesilat pun harus menguasai taktik menyerangan dan bertahan.

Taktik penyerangan ialah suatu saisat yang dijadikan terhadap lawan dengan tujuan untuk mematahkan pertahanan lawan guna mencari kemenangan dalam bertanding secara sportid. Serangan daoat dibagi jenisnya berdasarkan bagian tubuh yang digunakan untuk melakukan serangan, yaitu sebagai berikut :

1) Serangan lengan atau tangan yang lazim disebutpukulan 2) Serangan tungkai atau kaki yang lazim disebut tendangan.

b. Taktik Pertahanan

Taktik pertahanan ialah suatu siasat yang dilakukan terhadap lawan dengan tujuan untuk menahan serangan lawan atau menghindar dari serangan lawan (pembelaan) agar tidak mengalami kekalahan dalam pencak silat sehingga. Pembelaan merupakan prinsip dasar utama dalam pencak silat sehingga perlu dipelajari dan diperkuat landasnya terlebih dahulu. Dasar-dasar yang perlu dipelajari dan diperkuat dan dilatih, antara lain hindaran/elakan dan tangkisan. Hal ini merupakan dasar yang memperkuat pembelaan aktif, serangan, nelaan, serta teknik-teknik lainnya. Prinsip pembelaan harus dipupuk menjadi sikap pembelaan diri secara mental, jiwa, dan teknik. Taktik pembelaan pun mempunyai beberapa tingkatan. Tingkatan pembelaan terdiri atas pembelaan dasar, pembelaan lanjutan, dan pembelaan teknik. Teknik pembelaan harus sesuai dengan teknik menyerang dan bertahan.

b. PERTANDINGAN OLAHRAGA PENCAK SILAT

Pada 1970, pencak silat dikembangkan sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan. Sejak itu, olahraga pencak silat mendapat tempat di masyarakat sebagai olahraga yang dipertandingkan. Pertandingan dilakukan dengan bersaskan norma-norma olahraga dan kaidah pencak silat. Dengan adanya pengembangan dibidang olehraga ini maka jalur pembinaan pencak silat berkembangan melalui 3 aspek, antara lain sebagai berikut:

(26)

3. Pencak silat sebagai olahraga.

Ketika aspek ini memiliki keterkaitan dan merupakan unsur-unsur yang terjalin dalam tujuan pendidikan mental spiritual pencak silat. Di samping itu, pencak silat merupakan sarana bagi silaturahmi dan pembinaan persatuan bangsa Indonesia sebagai perwujudan Bhinneka Tunggal Ika. Pencak silat sebagai seni bela diri dan kesenian berkembang dalam berbagai aliran di daerah-daerah yang mempunyai bentuk dan cirri khsus. Pencak silat sebagi olahraga mempunyai batasan dan standar yang bersifat nasional dan internasional.

Oleh karena itu, agar berprestasi dalam pertandingan olahraga pencak silat harus mengetahui dan memahami peraturan-peraturan pertandingan serta melakukan latihan yang sesuai dengan prinsip-prinsip latihan dengan teratur. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut:

a. Kemampuan gaya, pola, system-sistem, serta mental yang dimilki diri sendiri; b. Derajat kebugaran atlet atau pelajar;

c. Kemampuan fisik dan teknik si petarung;

d. Keadaan lingkungan, alat, perlengkapan, lapangan dan situasi sosial yang dihadapi, tempat pertandingan, cuaca atau iklim, kondisi lampu dan penonton;

e. Peraturan atau ketentuan perlombaan yang bersifat internasional nasional, dan local.

1. Peraturan Pertandingan Olahraga Pencak Silat a. Ketentuan Bertanding

Pertandingan olahraga pencak silat dilakukan oleh dua orang pesilat yang saling berhadapan untuk mencapai prestasi. Dua orang pesilat tersebut melakukan hal-hal sebagai berikut:

1) Melakukan pembelaan (hindari/elakan dan tangkisan); 2) Melakukan serangan pada sasaran;

3) Menjatuhkan lawan; 4) Menguci lawan.

Pertandingan pencak silat dilakukan dalam 3 babak. Setiap babak lamanya 2 menit dan waktu istirahat antara babak lamanya 1 menit.

Ketentuan dalam pertandingan pencak silat ditentukan sebagai berikut.

1) Setiap pembelaan dan serangan harus berpola dari sikap awal. Selain itu, koordinasi dalam melakukan pembelaan dan serangan. Setelah melakukan serangan atau pembelaan harus kembali pada sikap awal.

2) Serangan beruntun harus tersusun dengan teratur dan berangkai dengan berbagai cara serangan ke arah lawan.

3) Mematuhi ketentuan mengenai sasaran, larangan-larangan, dan kaidah-kaidah pencak silat.

Selain ketentuan dalam pertandingan, penialain pun perlu dilakukan untuk meningkatkan prestasi dan ketentuan-ketentuan perwasitan umumnya.

b. Penialain

Adapun ketentuan penilaian untuk prestasi adalah sebagai berikut.

5) Nilai 1: a) Elakan/tangkisan yang berhasil, dan lansung disusul oleh serangan yang masuk pada sasaran atau teknik jatuhan yang berhasil.

b) Serangan tangan yang masuk pada sasaran.

6) Nilai 2: Serangan kakai yang masuk pada sasaran. 7) Nilai 3: Menjatuhkan lawan.

8) Niali 4: Mengunci lawan.

(27)

Pertandingan olahraga pencak silat fipimpin oleh seorang wasit dan dibantu oleh 5 orang juri. Ada bebrapa ketentuan untuk menentukan kemengan seorang pesilat. Ketentuan tersebut adalah sebagai berikut.

a. Menang angka, jika pertandingan selesai 3 babak dan jumlah juri yang memenangkan lebih banyak dari pihak lawannya.

b. Menang teknik, jika lawanya jatuh tidak dapat melanjutkan pertandingan, antara lain karena:

1) Menyatakan diri tidak dapar terus melanjutkan pertandingan;

2) Atas putusan dokter pertandingan karena kondisinnya tidak layak tanding; 3) Atas permintaan pelatih/Pembantu pesilat

c. Menang mutlak, jika lawanya jatuh karena serangan yang sah dan tidak menjadi sadar setelah hitungan ke-10 dari wasit dalam waktu 10 detik serta tidak dapat berdiri tegak.

d. Menang diskualifikasi, jika :

1) Lawan mendapat peringatan ke-3 setelah peringatan ke-2;

2) Lawan melakukan pelanggaran berat yang diberikan hukuman lansung diskualifikasi; 3) Melakukan pelanggran tingkat pertama dan lawan cedera tidak dapat melanjutkan pertandingan atas keputusan dokter per-tandingan

e. Menang karena pertandinagn tidak seimbang, diputuskan oleh wasit, f. Menang karena lawan tidak muncul di gelanggang (mengundurkan diri).

Selain memberikan nialia, wasit pun memberikan hukuman. Ketentuan hukuman diberikan jika seorang pesilat melakukan pelanggaran ringan atau berat. Hukuman tersebut, antara lain sebagai berikut.

a. Teguran, jika pesilat melakukan pelanggran ringan : 1) Teguran I dikurangi nilai 1, dan

2) Teguran II dikurang 2,

b. Peringatan I, jika pesilat mendapat teguran yang ke-3 dalam satu babak akibat pelanggaran ringan. Peringatan I, nilai akan dikurangi sebanyak 5 poin.

c. Peringatan II, diberikan jika pesilat mendapat peringatan setelah peringatan I. Peringatan II, akan dikurangi sebanyak 10 poin.

d. Diskualifikasi diberikan jika pesilat mendapat peringatan setelah peringatan I dan melakukan pelanggaran berat yang disorong oleh unsur kesengajaan dan bertentangan dengan norma keolahragaan.

2. Gelanggang Pertandingan dan Susunan Pelaksanaan Ketentuan gelanggan pencak silat adalah sebagai berikut :

a. Gelanggang dapat dilantai atau penggung dengan ketentuan sebagai berikut : 1) Dilapisi matras setebal 5 cm;

d. Perlengkapan pertandingan yang pokok terdiri atas: 1) Jam pertandingan atau stopwatch;

2) Gong atau alat yang fungsinnya sama; 3) Lampu babak dan lampu pemenang;

4) Perlengkapan untuk pesiloat, ember, kain pel, dan lain-lain.

Selain itu, pesilat harus mengenakan pelindung badan, pelindung kemaluan, serta memakai pakaiana pencak silat berwarna hitam.

(28)

a) Sekretaris pertandingan dan pembantu-pembantunya; b) Pengamat waktu dan pembantu-pembantunya;

c) Pengatur babak; d) Pengatur gelanggang.

2) Tim dokter pertandingan dan tim kesehatan 3) Dewan wasit juri

4) Dewan hakim

Dewan hakim merupakan badan panitia yang mempunyai keputusan tertinggi jika terjadi masalah pada suatu pertandingan.

EVALUASI PENCAK SILAT

1. Seni bela diri murni hasil budaya bangsa Indonesia adalah …

a. Kempo d. Judo

b. Pencak Silat e. Wushu

c. Karate

2. Suatu usaha pembelaan dengan cara mengadakan kontak langsung dengan serangan dinamakan …

a. Elakan d. Hindaran

b. Hempasan e. Kibasan

c. Tangkisan

3. Berikut ini yang menjadi sasaran pukulan depan adalah …

a. Dagu d. Leher samping

b. Wajah e. Ulu hati

c. Perut

4. Sikap berdiri dengan membuka kaki, kedua tangan ditekuk di samping pinggang disebut sikap…

a. Serangan d. Berdiri tegak

b. Elakan e. Berdiri Kangkang

c. Kuda-kuda

5. Berikut ini yang menjadi sasaran tendangan samping adalah …

a. Kaki d. Kepala

b. Perut e. Kemaluan

c. Pinggang (Rusuk)

6. Berikut ini yang tidak termasuk dalam sikap pasang adalah …

a. Sikap mata d. Sikap tangan

b. Sikap kuda-kuda e. Sikap Kaki

(29)

7. Sikap siaga untuk melakukan pembelaan atau serangan yang berpola dan dilakukan pada awal serta akhir dari rangkaian gerak dinamakan ….

a. sikap kuda-kuda d. sikap siap

b. sikap pasang e. sikap waspada

c. sikap hormat

8. Berikut ini yang menjadi sasaran dalam pukulan bawah adalah ….

a. kemaluan d. leher samping

b. wajah e. ulu hati

c. perut

9. Berikut ini yang bukan termasuk unsur-unsur dalam bela diri adalah …

a. Unsur Jasmani d. Unsur Seni

b. Unsur Rohani e. Unsur Pendidikan

c. Unsur Bela Diri

10. Induk organisasi pencak silat di Indonesia bernama …

a. PERSILAT d. PERBASI

b. IPSI e. PASI

Referensi

Dokumen terkait

membatalkan niatnya untuk menjual Tanah dan Rumah yang menjadi obyek dari Surat Pengikatan ini karena sebab dan alasan apapun juga kecuali PIHAK KEDUA cedera

Untuk menguji hipotesis yang diaju- kan dalam penelitian ini digunakan teknik analisis data kuantitatif dengan menguna- kan metode analisis regresi berganda tiga prediktor

Dari beberapa penelitian di atas, maka penulis ingin menyumbangkan fikiran dalam rangka mengembangkan studi pembangunan masyarakat dengan meneliti satu desa yang telah suskses

man analysis. Dalam hal ini konselor bersama klien bersama-sama menganalisis kapabilitas, minat dan tempramen klien. Model bimbingan yang kedua ialah, model bimbingan

NO NOMOR PESERTA NAMA PESERTA MAPEL ASAL SEKOLAH KAB/KOTA KETERANGAN.. 1 12050123920330 IIN

Tabel 56 : Persentase penduduk kelompok usia sekolah terhadap Jumlah penduduk seluruhnya 106 Tabel 57 : Persentase siswa baru tingkat I, siswa kelompok usia 7-12 tahun, 13-15 tahun,

Daftar Satuan dan Singkatan

Bogor: Program Studi Manajemen Sumberdata Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian