• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS MANDIRI BISNIS ELEKTRONIK E Busine

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TUGAS MANDIRI BISNIS ELEKTRONIK E Busine"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS MANDIRI

BISNIS ELEKTRONIK (E-Business) DAN KERJA SAMA GLOBAL

MATA KULIAH : SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Nama Kelompok : Silvia Monalisa (150810219) Program Studi : Akuntansi

Kode Kelas : 161-MA111-M1C Dosen : Heryenzus, S.Kom, M.Si

UNIVERSITAS PUTERA BATAM

(2)

KATA PENGANTAR

Assalamuálaikum wr.wb

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat serta Karunia-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “BISNIS ELEKTRONIK (E-Business) DAN KERJA SAMA GLOBAL” dimana makalah ini merupakan tugas dari mata kuliah Sistem Informasi Manajemen.

Dalam Penyusunan makalah ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan dari berbagai pihak, sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi dapat teratasi. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Heryenzus, S.Kom., M.Si selaku dosen Sistem Informasi Manajemen yang telah memberikan tugas, petunjuk, kepada penulis sehingga penulis termotivasi dan menyelasaikan makalah ini.

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca.Apabila dalam penyusunan banyak terjadi kekurangan, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan.

Semoga materi dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi kita semua. Dengan demikian penulis mengucapkan terima kasih.

Wassalamuálaikum wr.wb

Batam, 5 Januari 2017

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...2

BAB I...4

PENDAHULUAN...4

1.1 Latar Belakang...4

1.3 Tujuan...5

1.4 Manfaat Penulisan...5

BAB II...6

PEMBAHASAN...6

KAJIAN TEORI...6

STUDI KASUS...20

PEMBAHASAN...25

BAB III...31

PENUTUP...31

5.1 KESIMPULAN...31

5.2. SARAN...32

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan dunia bisnis yang kian hari kian maju mendorong para pelaku bisnis untuk menciptakan inovasi-inovasi terbaru dalam bisnis mereka, selain itu adanya keinginan untuk memperluas bisnis, menekan biaya dan memaksimalkan kecanggihan teknologi sehingga mampu mendukung berjalannya sebuah perusahaan yang nantinya dapat mendatangkan keuntungan lebih besar dari sebelumnya, terlebih lagi adanya kemajuan dalam sistem informasi membuat para pebisnis tertarik untuk terus memajukan bisnis mereka.

Perkembangan sistem informasi mendorong perubahan yang signifikan terutama bagi perusahaaan guna pengambilan keputusan. Meningkatnya penggunaan teknologi informasi lebih memudahkan orang untuk melakukan komunikasi, diskusi ataupun berutkar pikiran yang tidak hanya dilakukan oleh satu atau dua orang namun bisa lebih dari itu. Hal tersebulah yang mendorong perusahaan ingin memanfaatkan kecanggihan tersebut untuk memperluas usaha bisnisnya, memperlancar dan mempermudah komunikasi, menekan biaya serta memaksimalkan kecanggihan teknologi yang dimiliki.

(5)

1.3 Tujuan

1.3.1 Untuk mengetahui apa itu proses bisnis dan bagaiamana teknologi informasi meningkatkan proses bisnis

1.3.2 untuk mengetahui apa saja jenis-jenis sistem informasi

1.3.3 Untuk mengetahui bagaimana sistem-sistem untuk kolaborasi dan bisnis jejaring sosial

1.3.4 Untuk mengetahui apa fungsi sistem informasi di dalam bisnis

1.4 Manfaat Penulisan

(6)

BAB II

PEMBAHASAN

KAJIAN TEORI

2.1.1 Proses bisnis dan Sistem Informasi

Proses bisnis adalah kumpulan kegiatan yang dibutuhkan untuk menghasilkan suatu produk atau jasa. Kegiatan ini didukung oleh aliran material, informasi dan pengetahuan dari berbagai pihak yang terlibat dalam proses bisnis. Proses bisnis juga mengacu pada cara yang unik dimana organisasi mengoordinasikan pekerjaan, informasi, dan pengetahuan, serta cara-cara yang dipilih manajemen dalam mengoordinasikan pekerjaan. Secara garis besar kinerja perusahaan bergantung pada seberapa baik proses bisnis dirancang dan dikoordinasikan. Proses bisnis perusahaan dapat menjadi sumber kekuatan yang kompetitif jika mereka memungkinkan perusahaan untuk berinovasi atau beroperasi lebih baik dari pesaingnya dan dapat juga menjadi sebuah beban jika mereka didasarkan pada cara kerja yang ketinggalan zaman/tidak sesuai kebutuhan yang menghambat efisiensi danrespon organisasi. Setiap bisnis dapat dilihat sebagai kumpulan proses bisnis, beberapa diantaranya merupakan bagian dari proses yang memiliki cakupan yang lebih besar. Banyak proses bisnis yang terkait dengan area fungsional tertentu. Sebagai contoh, fungsi-fungsi penjualan dan pemasaran bertanggung jawab untuk mengidentifikasi pelanggan, dan fungsi sumber daya manusia bertanggung jawab untuk merekrut pekerja. Proses bisnis lainnya banyak bertentangan dengan area fungsional yang lainnya dan memerlukan koordiansi lintas departemen, contohnya mempertimbangkan proses bisnis yang tampaknya sederhana seperti memenuhi pesanan pelanggan.

2.1.2 Bagiamana Teknologi Informasi Meningkatkan Proses Bisnis

(7)

dilakukan secara bersamaan, serta menghilangkan hambatan-hambatan dalam pengambilan keputusan. Teknologi informasi yang baru sering kali mengubah cara organisasi bisnis dalam bekerja dan mendukung model bisnis yang baru secara menyeluruh.

2.2 JENIS-JENIS INFORMASI

Organisasi bisnis pada umumnya memiliki sistem-sistem yang mendukung proses-proses tersebut dalam tiap area fungsi bisnis utama yaitu penjualan pemasaran, manufaktur dan produksi, keuangan dan akuntansi, serta sumber daya manusia. Pada umumnya perusahaan juga memiliki sistem berbeda guna mendukung kebutuhan pengambilan keputusan dari masing-masing kelompok manajemen utama yaitu manajemen operasional, manajemen mnengah dan manajemen senior masing-masing menggunakan sistemnya sendiri untuk mendukung proses pengambilan keputusan yang harus mereka buat untuk menjalankan perusahaan

2.2.1 Sistem-Sistem Untuk Kelompok Manajemen yang Berbeda

Sebuah perusahaan bisnis memiliki sistem untuk mendukung kelompok-kelompok yang berbeda atau tingkatan manajemen yang meliputi sistem pemrosesan transaksi dan sistem untuk intelejen bisnis.

a. Sistem Pemrosesan Transaksi

(8)

b. Sistem untuk Intelejen Bisnis

Intelejen bisnis adalah istilah terkini mengenai data perangkat lunak untuk mengorganisasi, menganalisi dan menyediakan akses kepada data untuk membantu manajer dan pengguna lain dalam suatu perusahaan dalam membuat keputusan yang lebih berdasarkan informasi.

Sistem Intelejen bisnis untuk tingkat menengah membantu dengan cara memantau, mengontrol, mengambil keputusan dan melakukan kegiatan-kegiatan administratif. Sistem informasi manajemen menyediakan laporan kinerja perusahaan terkini bagi manajemen tingkat menengah. Informasi ini kemudian digunakan untuk memantau dan mengontrol organisasi bisnis serta memperkirakan kinerja pada masa yang akan datang. SIM merangkum dan menyusun laporan mengenai kegiatan operasional dasar perusahaan mengguakan data yang disediakan dari sistem pemrosesan transaksi. Data dasar mengenai transaksi yang diperoleh dari TPS dirangkum dan disajikan sebagai laporan yang dihasilkan setiap saat. Saat ini laporan-laporan dikirim secara online. Pada umumnya SIM akan menyediakan jawaban bagi pertanyaan-pertanyaan rutin yang telah dispesifikasikan dalam perbaikan dam memiliki prosedur yang telah ditentukan dalam memberikan jawaban atas pertanyaan.

(9)

prosedur terprogram yang telah ditetapkan sebelumnya untuk menciptakan solusi. ESS menyajikan grafik dan data dari banyak sumber melalui batasan yang mudah digunakan oleh manajer senior. Informasi sering dikirimkan kepada eksekutif senior melalui portal, yang menggunakan tampilan web untuk menampilkan konten personal organisasi bisnis yang terintegrasi. ESS dirancang untuk mengganbungkan data kejadian-kejadian dari luar perusahaan, seperti perubahan peraturan pajak ataupun kondisi pesaing, serta merangkum informasi dari lingkungan dalam perusahaan melalui SIM dan DSS. Sistem tersebut menyaring, meringkas, dan memantau data-data penting, seperti menampilkan data terpenting bagi manajer senior.

Intelejen bisnis dan teknologi analitis terkini telah dilengkapi dengan pengelolaan berbasis data, di mana para pengambil keputusan dapat menggantungkan kepercayaan pada penggunaan perangkat analitis dan pengelolaan data dalam membantu pekerjaannya, data yang diperoleh dari pabrik ataupun divisi penjualan laangsung tersedia sebagai informasi bagi kalangan petinggi perusahaan atau menjadi sajian terprinci berupa laporan-laporan pada layar penampil digital. 2.2.2 Sistem Untuk Membuat Perusahaan Saling Terhubung

Aplikasi Perusahaan

Menjalankan secara bersama-sama berbagai macam sistem yang berbeda-beda telah menjadi tantangan utama bagi suatu perusahaan. Umumnya, perusahaan menggunakan dua cara, yaitu membiarkan sistem tumbuh secara alami dalam perusahaan atau menggunakan jasa perusahaan yang lebih kecil . Selama beberapa waktu, perusahaan selalu berakhir dengan kumpulan sistem yang sebagian besar merupakan sistem lama dan memiliki tantangan dalam berkomunikasi antar satu sistem dengan sistem lainnya serta bekerja sama sebagai satu kesatuan sistem perusahaan yang terintegrasi. Ada beberapa solusi untuk masalah ini.

(10)

mengoordinasikan proses-proses bisnis menjadi lebih singkat, serta mengintegrasikan kelompok –kelompok proses guna menciptakan pengelolaan sumber daya sertap layanan pelanggan yang efesien. Terdapat empat kategori utama aplikasi perusahaanp : sistem perusahaan, sistem pengelolaan rantai pasokan, sistem pengelolaan hubungan pelanggan, serta sistem manajemen pengetahuan. Setiap kategori aplikasi perusahaan ini, mengintegrasikan serangkaian fungsi dan proses bisnis untuk meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan.

a. Sistem Perusahaan

Sistem perusahaan ( enterprise system ) yang digunakam oleh perusahaan sering disebut sebagai perencanaan sumber daya perusahaan ( enterprise resouce planning – ERP ), untuk mengintegrasikan proses bisnis pada area manufaktur dan produksi, keuangan dan akuntansi, penjualan dan pemasaran, serta sumber daya manusia ke dalam sebuah sistem perangkat lunak tunggal. Informasi yang sebelumnya terpecah-pecah berdasarkan beberapa sistem, disimpan ke dalam bentuk data tunggal komprehensif ( dapat dipahami oleh semua sistem ) pada sebuah lokasi penampungan data, yang dapat digunakan oleh banyak bisnis yang berbeda-beda.

b. Sistem Manajemen Rantai Pasokan

(11)

guna mengoordinasikan seluruh proses bisnis yang berhubungan dengan pelanggan di bidang penjualan, pemasaran, serta pelayanan untuk mengoptimalisasikan pendapatan, kepuasan pelanggan, serta mempertahankan pelanggan.

d. Sistem Manajemen Pengetahuan

Beberapa perusahaan memiliki kinerja yang lebih baik daripada perusahaan lainnya, hal tersebut disebabkan mereka memiliki pengetahuan yang lebih baik dalam menciptakan, memproduksi, serta mengirimkan barang dan jasa. Pengetahuan yang dimiliki perusahaan ini bersifat unik/khas, sulit ditiru, serta dapat berpengaruh sebagai keunggulan strategis jangka panjang. Sistem manajemen pengetahuan ( knowledge management system – KMS ) memungkinkan perusahaan menerima dan mengaplikasikan pengetahuan dan keahlian secara lebih baik. Sisitem ini mengumpulkan seluruh pengetahuan dan pengalaman yang berhubungan dengan perusahaan, serta membuat pengetahuan dan pengalaman tersebut tersedia di manapun dan kapanpun pada saat dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja proses bisnis dan peningkatan kualitas pengambilan keputusan oleh pihak manajemen.

Intranet dan Ekstranet

(12)

teknik yang sama dengan internet, dan intranet sering kali merupakan wilayah akses pribadi / khusus kalangan karyawan saja pada situs web perusahaan yang lebih besar. Demikian juga dengan ekstranet. Ekstranet adalah situs web perusahaan yang dapat diakses oleh vendor dan pemasok yang memiliki wewenang dan biasanya digunakan untuk mengoordinasikan pengiriman persediaan ke fasilitas produksi perusahaan tersebut.

2.2.3 E-Business, E-Commerce, dan E-Goverment

Sistem dan teknologi yang baru kita jelaskan telah mengubah hubungan perusahaan dengan pelanggan, karyawan, pemasok, dan rekanan logistik menjadi hubungan secara digital menggunakan teknologi jaringan dan internet. Banyak organisasi bisnis dewasa ini menggunakan atau berdasarkan jaringan digital, yang kita istilahkan “bisnis elektronik” dan “perdagangan elektronik” yang akan sering digunakan dalam buku ini. Bisnis elektronik ( electronic business atau e-business ), mengacu pada penggunaan teknologi digital dan internet untuk menjalankan proses-proses bisnis utama dalam suatu perusahaan. E-business meliputi aktivitas pengelolaan internal dalam suatu perusahaan serta kegiatan koordinasi dengan pemasok dan rekan bisnis lainnya. E-business juga meliputi perdagangan elektronik ( electronic commerce atau e-commerce ). E- Commerce adalah bagian dari e-business yang berhubungandengan kegaitan jual beli barang/jasa melalui internet. E-government mengacu pada penggunaan teknologi aplikasi jaringan dan internet untuk memungkinkan pemerintah berhubungan dengan masyarakat, organisasi bisnis, sektor swasta, dan intansi pemerintah yang terkait lainnya secara digital

2.3 SISTEM UNTUK KOLABORASI DAN BISNIS JEJARING SOSIAL

Sistem informasi tidak dapat membuat keputusan, merekrut atau memecat karyawan, menandatangani kontrak, menyetujui kesepakatan, serta menyesuaikan harga barang di pasaran. organisasi bisnis memerlukan sistem khusus untuk mendukung kerja sama dan kerja tim.

2.3.1 Kolaborasi

(13)

ataupun misi, dan biasanya digunakan pada organisasi bisnis, atau organisasi lainnya, atau antara satu bisnis dengan bisnis yang lainnya. Kolaborasi dapat berlangsung singkat, selama beberapa menit, atau dalam jangka waktu yang lebih lama, bergantung dari pekerjaan dan hubungan diantara partisispan. Kolaborasi dapat bersifat satu orang dengan satu orang atau banyak orang atau banayk orang dengan banyak orang. Saat ini, kolaborasi dan kerja sama tim menjadi lebih memanfaatkan bisnis jejaring sosial yang menggunakan platform jejaring sosial meliputi Facebook, Twitter, dan perangkat sosial yang terdapat dalam perusahaan untuk berhubungan dengan karyawan, pelanggan serta pemasok. Tujuan dari bisnis jejaring sosial ini adalah untuk memperdalam interaksi dengan kelompok-kelompok dari dalam dan luar perusahaan guna memperlancar dan memperbaiki pendistribusian informasi, inovasi dan pengambilan keputusan. Kunci utama dalam bisnis jejaring sosial adalah percakapan. Pelanggan, pemasok, karyawan, manajer bahkan organisasi yang jauh sekali memiliki percakapan yang terus berlangsung seputar organisasi sering kali tanpa sepengetahuanperusahaan ataupun pejabat penting perusahaan tersebut (karyawan dan manajer).

2.3.3 Keuntungan dari Kolaborasi dan Bisnis Jejaring Sosial

(14)

MANFAAT DASAR PEMIKIRAN

Produktivitas Apabila orang berinteraksi dan bekerja sama, maka mereka mampu mendapat pengetahuan dan dapat menyelesaikan masalah lebih cepat, dibandingkan orang yang jumlahnya sama namun bekerja sendiri-sendiri.

Kualitas Orang-orang yang bekerja secara kolaboratif dapat saling mengoreksi kesalahan lebih cepat dibandingkan orang yang bekerja sendiri-sendiri.

Inovasi Orang-orang yang bekerja secara bersama-sama dapat mendatangkan ide yang lebih inovatif tetang produk, layanan serta administrasi.

Customer service (layanan pelanggan) Orang yang bekerja bersama-sama menggunakan perangkat kolaborasi dan jejaring sosial dapat menyelesaikan masalah dan keluhan pelanggan lebih cepat dan efektif daripada mereka yang bekerja secara terisolasi.

Kinerja keuangan (keuntungan, penjualan, dan pertumbuhan penjualan)

(15)

2.3.4 Membangun Budaya dan Proses Bisnis yang Kolaboratif

Di dalam perusahaan bisnis, kolaborasi tidak dapat terjadi secara spontan, terutama jika tidak ada budaya dan proses yang mendukung. Perusahaan bisnis terutama yang berskala besar memiliki reputasi pada masa lalu sebagai organisasi yang bersifat “memerintah dan mengendalikan”, dimana semua masalah dan pemikiran penting dibebankan pada petinggi perusahaan, dan kemudia memerintahkan bawahannya untuk menjalankan rencana dari manajemen senior. Pekerjaan manajemen tingkat tengah dianggap hanya sebagai penerus pesan dari hierarki tingkat atas ke tingkat bawah.

2.3.5 Perangkat dan Teknologi untuk Kolaborasi dan Bisnis Jejaring Sosial

Budaya kerja yang kolaboratif dan berorientasi tim tidak akan memberikan hasil apa pun tanpa adanya sistem informasi yang memungkinkan terwujudnya semua itu. Ratusan perangkat dirancang untuk berhubungan dengan hal itu , meliputi :

1. Surel dan Pesan Instan (Instant Messaging-IM)

Surat elektronik (surel) dan pesan instan telah menjadi perangkat utama dalam berkomunikasi dan berkolaborasi untuk menghubungkan pekerjaan. Perangkat lunak yang dirancang beroberasi pada komputer, telepon seluler dan perangkat genggam nirkabel lainnya dan dilengkapi fitur untuk saling berbagi file.

2. Wiki

Wiki adalah jenis situs web yang memudahkan pengguna yang tidak memiliki pengetahuan dalam bahasa pemrograman dan pengembangan web untuk berkontribusi dan mengubah isi tulisan dan gambar. Wiki yang paling terkenal adalah wikipedia, proyek referensi terbesar di dunia yang diedit secara kolaboratif.

(16)

Virtual Worlds seperti Second Life adalah lingkungan 3D yang dihuni oleh penduduk/warga yang telah menciptakan karakter grafis sebagai perwakilan diri mereka, yang dikenal sebagai avatar. Organisasi seperti IBM dan Insead, sekolah bisnis berskala internasional dengan kampus di Prancis dan Singapura, menggunakan virtual worlds untuk mengadakan pertemuan secara online.

4. Platform Kolaborasi dan Bisnis Jejaring Sosial

Banyak produk perangkat lunak yang menyediakan platform multifungsi untuk kolaborasi dan bisnis jejaring sosial diantara kelompok-kelompok karyawan yang bekerja diberbagai lokasi berbeda.

5. Virtual Meeting Systems

Guna menekan biaya perjalanan, banyak perusahaan besar maupun kecil, mengadopsi teknologi videoconferencing dan web conferencing. Perangkat-perangkat tersebut digunakan untuk sistem pertemuan virtual dan untuk kegiatan-kegiatan pembahasan produk, pelatihan, sesi strategis, bahkan penyampaian aspirasi.

6. Google Apps/Google Sites dan Cloud Collaboration Services

Google sites memungkinkan pengguna menciptakan situs web untuk kelompok secara online yang dapat diedit secara cepat. Google sites adalah salah satu bagian dari rangkaian perangkat Google Apps yang lebih besar. Pengguna Google Sites dapat merancang dan mengunjungi situs web dalam hitungan menit, tanpa dibutuhkankemampuan teknis yang mendalam.

7. Microsoft Share Point

Microsoft Share Point merupakan platform kolaborasi dan pengelolaan data berisi browser yang digabungkan dengan fitur mesin pencari yang di-instal pada server perusahaan. SharePoint memiliki tampilan berbasis web dan terintegrasi erat dengan perangkat yang digunakan sehari-hari seperti produk Microsoft Office.

8. Lotus Notes

(17)

kemampuan mensharing kalender, penulisan dan pengeditan dokumen secara bersama, berbagi akses database serta pertemuansecara elektronis, dimana setiap partisipandapat saling melihat dan menampilkan informasi dan kegiatan yang dilakukan satu sama lain.

Dengan begitu banyaknya perangkat dan layanan yang tersedia bagi kolaborasi dan bisnis jejaring sosial, salah satu kerangka kerja yang sangat membantu kita dalam mengulas tentang perangkat kolaborasi adalah matriks kolaborasi ruang/waktu (time/ space collaboration matrix) yang dikembangkan oleh sekelompok mahasiswa pada awal tahun 1990. Matriks kolaborasi ruang/waktu berfokus pada dua dimensi permasalahan dalam kolaborasi: ruang dan waktu. Sebagai contoh, Anda ingin berkolaborasi dengan seseorang pada zona waktu yang berbeda dan Anda tidak dapat bertemu dalam waktu yang sama. Waktu jelas merupakan sebuah hambatan dalam melakukan kolaborasi secara global. Tempat (lokasi) juga menghalangi kolaborasi secara global, bahkan bagi perusahaan berskala nasional maupun regional. Mengumpulkan orang untuk melakukan pertemuan secara fisik menjadi sulit karena lokasi fisik perusahaan yang tersebar (lokasi perusahaan lebih dari satu), biaya perjalanan, dan keterbatasan waktu yang dimiliki manajer. Berikut hal-hal yang perlu segera dilakukan.

1. Tempatkan perusahaan Anda pada matriks ruang/waktu. Perusahaan Anda dapat

saja menempati lebih dari satu sel pada matriks tersebut. Perangkat kolaborasi yang berbeda mungkin diperlukan untuk setiap kondisi yang berbeda.

2. Buatlah daftar prodük yang disediakan oleh vendor.

3. Analisis setiap prodük dari segi biaya dan manfaat yang diterima perusahaan

Anda. Pastikan Anda menyertakan biaya pelatihan dalam perkiraan biaya yang Anda buat dan biaya yang melibatkan divisi sistem informasi, jika diperlukan.

4. Identifikasi risiko keamanan dan kelemahan dari tiap prodük

5. Mintalah bantuan pada pengguna yang memahami untuk mengidentifikasi

masalah implementasi dan pelatihan. Beberapa perangkat kolaborasi dan jejaring sosial tersebut lebih mudah digunakan ketimbang perangkat yang lain.

6. Tentukan pilihan anda dari perangkat kolaborasi dan jejaring social yang terdaftar

(18)

2.4 FUNGSI SISTEM INFORMASI DI DALAM BISNIS

Hampir di setiap perusahaan bahkan yang terkecil sekalipun, departemen sistem informasi (information systems department) adalah kelompok resmi dalam struktur organisasi yang bertanggung jawab dalam memberikan jasa/pelayanan di sektor teknologi informasi. Departemen sistem informasi bertanggung jawab memelihara perangkat keras, perangkat lunak, penyimpanan data, dan jaringan yang mencakup keseluruhan infrastruktur Tİ yang dimiliki perusahaan.

2.4.1 Departemen Sistem Informasi

Departemen sistem informasi terdiri atas para spesialis seperti, pemrogram, analis sistem, pemimpin proyek, dan manajer sistem informasi. Pemrogram (programmers) adalah spesialis yang dilatih mengenai hal-hal teknis secara mendalam, yang menulis rangkaian perintah dalam suatu program untuk kompüter. Direktur keamanan sistem informasi (chief security offıcer—CSO) bertanggung jawab terhadap keamanan sistem informasi perusahaan dan bertanggung jawab memperkuat kebijakan keamanan informasi perusahaan. (Kadang jabatan ini disebut chiefinformationsecurityoffcer—CISO, di mgna keamanan sistem informasi bukanlah kcamanan secara fisik alias petugas keamanan). CSO bertanggung jawab dalam memberikan pendidikan dan pelatihan kepada pengguna dan spesialis sistem informasi tentang keamanan, menjaga pribadi dalam jumlah beşar menyediakan IowonganbağchiefprivacyOfficer (CPO). CPO bertanggung jawab dalam memastikan perusahaan memenuhi prosedur hükum mengenai data pribadi yang telah ditetapkan.

(19)

Pengguna akhir (endüşer) adalah perwakilan dari departemen di luar kelompok sistem informasi di mana aplikasi yang dikembangkan diperuntukkan bagi mereka. Para pengguna ini memainkan peran yang terus bertambah beşar dalam perancangan dan pengembangan sistem informasi.

2.4.2 Pengorganisasian Sistem Informasi

(20)

STUDI KASUS

3.1 Untuk perusahaan besar dan kecil: Menjalankan Bisnis di Smartphone

Pada awal 2006, San Antonio, CPS Energy yang berbasis di Texas, penyedia energi terbesar milik pemerintah, sedang menuju pada kekayaan dari berbagai segi. Perusahaan memiliki peringkat obligasi tertinggi dari penyedia utilitas. Tenaga kerja dan basis pelanggan secara umum menyatakan kepuasan. Dan yang paling penting, perusahaan itu menguntungkan. Dengan kata lain, tidak ada tanda-tanda eksternal dari perusahaan akan meluncurkan program teknologi yang akan mendefinisikan kembali cara melakukan bisnis dan membentuk tenaga kerja dari sekitar 4.000.

Tidak ada tanda-tanda eksternal yang terlihat, tetapi bagi orang – orang yang mengetahui, termasuk Christopher Barron, Wakil Presiden CPS Energy dan CIO, tidak mungkin lebih jelas lagi bahwa perubahan sudah dekat dan masa depan perusahaan mungkin bergantung padanya.“Tenaga kerja yang kami miliki di perusahaan lebih banyak dari pada yang seharusnya dimiliki oleh perusahaan,”

kata Barron.

(21)

lokasi pelanggan untuk mendiagnosis masalah atau menyarankan perbaikan yang benar sebelum melaporkan ke departemen atau pihak yang tepat , yang kemudian akan memulai langkah berikutnya yaitu proses penyelesaian. Dapat diartikan bahwa pengiriman pekerja bertambah, dan seluruh pekerjaannya bisa memakan waktu berhari – hari.

“Jika kami terus bekerja dengan jumlah kerja manual yang diperlukan bagi kita untuk mencapai pekerjaan itu, kita tidak akan berada dalam posisi untuk menjadi kompetitif di masa depan,” kata Barron. Dari kesadaran ini, program Magellan lahir.

Program Magellan dibayangkan oleh Barron dan rekan-rekannya sebagai cara yang lebih baik untuk memobilisasi dan menghubungkan secara tradisional siloed tenaga kerja orang-orang dan sistem yang mereka butuhkan untuk melakukan pekerjaan mereka. Tujuan program adalah untuk memperluas CPS’s jaringan infrastruktur, membangun jaringan aman Wi-Fi sendiri di kantor-kantor dan gudang, dan menyebarkan smartphone dan aplikasi mobile custom untuk semua staf CPS yang saat ini tidak memiliki sebuah laptop atau perangkat mobile lainnya. Untuk Barron, tantangan pertama dan terpenting dalam menyebarkan smartphone untuk basis pengguna yang besar adalah mendapatkan kepercayaan eksekutif.

(22)

Tiga cara inovatif staf CPS menggunakan smartphone mereka sebagai kamera digital di situs pekerjaan, sebagai mekanisme pelacakan GPS, dan sebagai pemberitahuan penerima darurat. Di masa lalu, CPS mungkin harus mengirimkan sekelompok kecil pekerja “umum” untuk layanan panggilan untuk memastikan orang yang tepat berada di sana. Hari ini, satu pekerja dapat mengunjungi situs, mengambil foto dari bagian yang rusak dari peralatan atau infrastruktur, dan kemudian mengirimkannya kembali ke kantor pusat atau kantor. Kemudian ahli mendiagnosis masalah dan mengirimkan bersama petunjuk untuk memperbaiki masalah atau pengiriman berita yang sesuai, yang tersedia langsung melalui e-mail suara dan SMS teks melalui smartphone.

“Program Magellan, melalui penggunaan dari smartphone dan teknologi lainnya, akan memberdayakan semua karyawan, tidak peduli apa pekerjaan yang mereka lakukan, menjadi bagian dari perusahaan yang lebih besar ‘thought network,'” kata Baron. “Sekarang setiap orang seperti bagian dalam jaringan kami.” Perusahaan juga melihat keuntungan yang signifikan dalam efisiensi rantai penawaran yang berkaitan dengan Magellan dan penyebaran smartphone,ia mengatakan. Sebagai contoh, smartphone membantu mempercepat proses pemesanan pembelian, karena di masa lalu orang tertentu atau sekelompok orang perlu tempat untuk menyetujui pesanan. Sekarang persetujuan dapat dilakukan secara praktis hampir di mana saja dengan cakupan jangkauan selular. Rantai pasokan perusahaan pembeli juga dapat mengunjungi gudang untuk bekerja dengan orang-orang yang benar-benar memesan, untuk menuju waktu order yang lebih cepat dan lebih proaktif dalam management keseluruhan. Hanya dalam satu tahun, untuk menutup pembelian dan pengadaan penawaran menurun lebih dari 65 persen. Juga, tingkat persediaan dikurangi lebih dari $8 juta sejak program Magellan dimulai.

(23)

panggilan, mengarah ke pelanggan yang lebih bahagia. Pada kenyataannya, perusahaan menerima nilai tertinggi di J.D Power and Associates’ 2007 Gas Utility Residential Customer Satisfaction Survey.

Bagaimana teknologi, adalah tidak lagi sebagai ruang lingkup yang eksklusif dari perusahaan besar dengan anggaran IT yang signifikan, setidaknya tidak lagi. Lloyd’s Construction di Eagan, Minnesota, sepertinya tidak tampak membutuhkan perangkat software telepon yang mencolok. Sejumlah 9 juta dollar per tahun untuk pembongkaran dan perusahaan pengangkutan telah dijalankan oleh keluarga yang sama selama 24 tahun. Lloyd’s membawa bangunan komersial dan residensial dan kemudian mengangku mereka pergi.Apa yang bisa lebih sederhana? Yaitu jika mencari 100 orang pegawai, 30 truk, dan lebih dari 400 dumpster dapat disebut sederhana. Koordinasi mereka bergerak bagian sangat penting untuk menumbuhkan bisnis dan untuk menyimpan kewarasan Stephanie Lloyd, 41, yang telah menjalankan perusahaan untuk empat tahun terakhir. Sampai saat ini, Lloyd’s digunakan menganalisis angka, buku besar, dan menghitung software akuntansi di perusahaan PC untuk melacak pekerja dan peralatan. Apabila keadaan menjadi lebih buruk, perusahaan menggunakan radio untuk berkoordinasi dengan para pekerja di tempat kerja. Menara telepon seluler lebih banyak datang online di Minnesota, penerimaan radio Lloyd lebih buruk. Itu memang sudah waktunya, Lloyd’s memutuskan, untuk menyeret perusahaan mereka ke abad ke-21 dunia smartphone.

(24)

dihapus, dan sistem kertas lama dan pencil system seperti itu dihapus. Ketidakkonsistenan akutansi tidak menyebar secara cepat.

Dan e-Trace memunculkan masalah tenaga kerja yang peka. Perangkat lunak ini menampilkan pemetaan terpadu dan perjalanan data yang menunjukkan lokasi saat ini di semua aset perusahaan. Mereka kecewa, Lloyds menemukan bahwa beberapa aset menghabiskan terlalu banyak waktu yang diparkir di luar tempat makan siang yang sama orang-orang yang tidak pada rute yang ditentukan. Lloyd sangat bersimpati pada kebutuhan pekerja untuk beristirahat “kita semua telah bekerja pembongkaran di sini,” katanya, tapi cepat menjepit pada orang-orang yang tidak sah.

CEO GearWorks mengatakan tantangan yang dihadapi Lloyd’s sangat diharapkan. “Semua produk ini beroperasi pada tantangan dan kesempatan yang menyenangkan,” kata Todd Krautkremer, 47.”Tapi perangkat lunak kami melakukan pekerjaan yang baik sehingga memberikan keleluasaan pada pelanggan untuk mengontol kontrol laju perubahan dalam bisnis.”

Setelah masalahnya dapat teratasi, maka keuntungannya menjadi jelas. Perusahaan mempekerjakan 12 sopir, 22 mandor, dan 7 pekerja kantor yang menggunakan 41 ponsel yang menggunakan e-Trace. Perusahaan membeli paket data tak terbatas untuk setiap telepon, yang total sekitar $4.000 per bulan.Tambahan biaya jaringan lainnya, dan Lloyd’s menghabiskan sekitar $50,000 per tahun untuk solusi bisnis, akuntansi, dan komunikasi yang lengkap.

(25)

PEMBAHASAN

4.1 Kasus “Untuk perusahaan besar dan kecil: Menjalankan Bisnis di Smartphone”

A.Bagaimana cara smartphone membantu perusahaan-perusahaan ini agar lebih menguntungkan? Sejauh apakah perbaikan dalam kinerja perusahaan yang akan datang dilihat dari pendapatan yang meningkat atau pengurangan biaya?

Berikan Contoh dari kasus? Jawab:

Smartphone membantu perusahaan salah satunya dengan cara pengurangan biaya-biaya yang tidak diperlukan, dan smartphone juga memberdayakan para karyawan agar pekerjaan selesai dengan lebih cepat, tepat dan mudah untuk mencapai target perusahaan. Sehingga membuat konsumen merasa lebih puas dengan kinerja perusahaan. Hanya dalam satu tahun, untuk menutup pembelian dan pengadaan penawaran menurun lebih dari 65 persen. Juga, tingkat persediaan dikurangi lebih dari $8 juta sejak program Magellan dimulai.

(26)

Software (e-Trace) ini menampilkan pemetaan terpadu dan perjalanan data yang menunjukkan lokasi saat ini di semua aset perusahaan.

Setelah masalahnya dapat teratasi, maka keuntungannya menjadi jelas. Perusahaan mempekerjakan 12 sopir, 22 mandor, dan 7 pekerja kantor yang menggunakan 41 ponsel yang menggunakan e-Trace. Perusahaan membeli paket data tak terbatas untuk setiap telepon, totalnya sekitar $4.000 per bulan. Tambahan biaya jaringan lainnya, dan Lloyd’s menghabiskan sekitar $50,000 per tahun untuk solusi bisnis, akuntansi, dan komunikasi yang lengkap.

Sebelum e-Trace, perusahaan membayar seorang akuntan 40 jam seminggu untuk membantu perusahaan. Sekarang orang itu datang satu hari selama 6 jam dalam seminggu dan menyimpan sekitar $1.000 per minggu. Pemasukan data dan pengurangan pengerjaan oleh operator dan mandor, Lloyd mengatakan, sekitar 1½ kali lebih cepat daripada kertas dan radio. Penyaluran yang lebih efisien telah memotong biaya bahan bakar sekitar 30 persen. Dan karyawan telah berhenti membuat transaksi-transaksi yang tidak sah. Lloyd memperkirakan peningkatan bersih kinerja 10-12 persen, atau kira-kira $1 juta untuk tahun 2007, tidak buruk kembali Pada $50.000.

(27)

Gambar 8. Sistem tracking FedEx

B. Perusahaan yang dijelaskan dalam kasus menemukan cukup banyak perlawanan dari karyawan ketika memperkenalkan smartphone teknologi. Menurut Anda, mengapa ini terjadi? Apa yang bisa lakukan perusahaan untuk meningkatkan penerimaan inisiatif ini? Mengembangkan dua proposisi alternatif. Jawab:

(28)

Salah satu contoh perusahaan yanng telah berhasil menggunakan cara tersebut adalah pada PT Garuda Indonesia. Namun PT Garuda Indonesia harus membayar mahal karena adanya kesalahan penerapan sistem teknologi informasi (TI) yang menyebabkan puluhan jadwal penerbangannya menjadi kacau. Sistem baru yang mengintergasikan sistem dalam perusahaan penerbangan ini mengalami gangguan teknis. Integrated Operational Control System (IOCS) Garuda Indonesia yang didalamnya menyinergikan jadwal penerbangan, pergerakan pesawat, serta awak kabin tidak berjalan sesuai harapan. Akibat ketidaksesuaian antara jadwal awak kabin dan jadwal penerbangan yang ada, maka dari itu mengakibatkan sejumlah penerbangan Garuda delay dan ada di antaranya dibatalkan. Selama dalam masa perbaikan sistem tersebut, perusahaan mengadakan pelatihan pengenalan sistem baru terhadap karyawan-karyawannya. Sehingga pada saat sistem selesai diperbaharui, karyawan telah dapat langsung menggunakannya dan jadwal penerbangan menjadi normal kembali.

C. CPS energi dan konstruksi Lloyd’s menggunakan smartphone untuk membuat proses yang ada lebih efisien. Bagaimana bisa mereka menggunakan teknologi untuk menciptakan produk baru dan layanan untuk pelanggan mereka? Termasuk Setidaknya satu rekomendasi untuk setiap organisasi.

Jawab :

(29)

melalui e-mail suara dan SMS teks melalui smartphone. Selain itu, rantai distribusi pembeli dari perusahaan juga dapat mengunjungi gudang untuk bekerja dengan orang-orang yang benar-benar memesan, dan waktu order yang lebih cepat dan lebih proaktif dalam management keseluruhannya.

Sedangkan pada perusahaan Lloyd’s, software ini menampilkan pemetaan terpadu dan perjalanan data yang menunjukkan lokasi saat ini di semua aset perusahaan. Lloyd’s menemukan bahwa beberapa aset menghabiskan terlalu banyak waktu di luar tempat makan siang yang sama tidak pada rute yang ditentukan. Teknologi ini dapat memberi tahu perusahaan mana saja karyawan yang beristirahat pada waktunya dan yang tidak.

Kami merekomendasikan bagi perusahaan CPS untuk lebih mengefisiensikan biaya yang dikeluarkan, salah satu cara dengan menerapkan sistem bekerja dari rumah bagi karyawan yang tidak diperlukan kehadirannya di kantor. Bagi karyawan yang dapat mengerjakan pekerjaannya dari rumah, dapat mengirimkan hasil pekerjaannya melalui jaringan yang dibangun oleh perusahaan menggunakan fasilitas internet. Dengan cara ini perusahaan dapat menghemat pengeluaran-pengeluaran yang berkaitan dengan biaya fixed cost, contohnya biaya sewa gedung serta biaya listrik.

(30)

dan langsung mengirimkannya ke jaringan internet yang di bangun perusahaan. Contoh penggunaan bar kode:

Gambar 9. Pemanfaatan teknologi bar kode

(31)

BAB III

PENUTUP

5.1 KESIMPULAN

1. Penggunaan teknologi smartphone dapat memperbaiki kinerja beberapa perusahaan dalam hal pengurangan biaya-biaya yang tidak diperlukan dan memberdayakan para karyawan dalam melakukan pekerjaan secara lebih efisien dan lebih berkualitas sehingga berpengaruh kepada peningkatan pendapatan perusahaan tersebut.

2. Dalam proses awal penggunaan teknologi baru, seperti smartphone perusahaan selalu menghadapi beberapa kendala, terkait adaptasi dari pihak internal perusahaan yang terbiasa dengan penggunaan tools atau metode lama yang lebih konvesional atau tradisional.

(32)

4. Di era teknologi dan kebutuhan konsumen yang sangat dinamis akan membawa perusahaan dan para eksekutif bisnis harus merevolusi aktivitas bisnisnya. Penggunaan media internet,smartphone, dan jaringan computer lainnya secara optimal menjadi faktor penting dalam kesuksesan penerapan e-business .

5. Kemajuan e-business juga sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi informasi itu sendiri karena dalam perkembangan e-business teknologi informasi memiliki fungsi sebagai penggerak dari dimungkinkannya model-model bisnis baru.

6. Ada banyak keuntungan dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk menggerakkan e-business bagi perusahaan seperti aktivitas perusahaan akan sangat efektif dan efisien.

7. Prospek pengembangan e-business yang baik di Indonesia dengan semakin banyaknya penduduk maupun perusahaan yang sudah mahir menggunakan media internet dan smartphone sehingga menjadi peluang besar bagi perusahaan dalam menerapkan sistem bisnis elektronik dan kerja sama global.

5.2. SARAN

(33)

DAFTAR PUSTAKA

http://purnamiap.blogspot.co.id/2016/07/sistem-informasi-manajemen-bisnis.html

Andrew, Dorine C., dan Stalick, Susan K. 1994. Business reengineering: The Survival guide. Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice Hall, Inc.

Indrajit, R. E. 2001. E-commerce, Kiat dan Strategi Bisnis di Dunia Maya. Penerbit PT. Elex Media Komputindo, Jakarta.

Ismail, M. 2004. Konsep Sitem Informasi Manajemen. http://library.usu.ac.id

(34)

Gambar

Gambar 8.Sistem tracking
Gambar 9. Pemanfaatan teknologi bar kode

Referensi

Dokumen terkait

Dalam kasus ini, peneliti akan terjun ke lapangan yaitu di dusun Dukuhan RT2/3 Kelurahan Nglorog Kecamatan Sragen, kemudian melakukan penelitian mengenai bagaimana

menghormati: keamanan nasional dan ketertiban umum; penyebaran secara sistematis laporan-laporan palsu yang dapat merusak hubungan bersahabat antar bangsa-bangsa dan

Analisis data merupakan suatu cara yang digunakan dalam pengolahan data yang berhubungan erat dengan rumusan masalah yang diajukan sehingga dapat ditarik

Kesalahan pemberian obat injeksi. Pelatihan safety : komunikasi S-BAR adalah suatu proses sistematika pemberian materi pada perawat ruang rawat inap tentang keselamatan pasien

Berdasarkan perhitungan nilai tukar petani yang merupakan rasio antara harga yang diterima petani (harga kedelai) terhadap harga yang dibayar petani (input

Ada 4 aktivitas utama yang dirancang dan dikembangkan dalam PHK-PKPD HPEQ PSPD FK Unsyiah, yaitu (1) Penguatan Implementasi KBK dengan Metode PBL untuk mencapai Kompetensi

Yang dimaksud dengan “sudah dapat diperkirakan” adalah jadwal Pol PP dalam melakukan penertiban dihari-hari tertentu kemudian dijadikan acuan bagi orang-orang atau

Pengawasan perusahaan terhadap akses internet karyawan lebih disebabkan karena kekuatiran adanya (1) Masalah hukum yang mungkin akan timbul berkaitan dengan pemakaian perangkat