• Tidak ada hasil yang ditemukan

Akuntansi Penempatan Bank Lain Deposit (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Akuntansi Penempatan Bank Lain Deposit (1)"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Deposito Berjangka

Pada tanggal 06 Januari 2014, Bank Bima Surabaya menempatkan

dananya dalam bentuk deposito berjangka di Bank Yudhistira Surabaya

sebesar Rp 2.000.000.000,- dengan jangka waktu 1 bulan, bunga 6% per

annum. Transaksi ini baik penempatan maupun pembayaran bunganya

dilakukan melalui rekening giro pada bank lain.

(2)

Deposito Berjangka

Jurnal saat pengakuan pendapatan bunga:

(3)

Deposito Berjangka

Jurnal saat pencairan/jatuh tempo:

(4)

Fasilitas Bank Indonesia (FASBI)

Fasilitas Bank Indonesia (FASBI) adalah fasilitas yang diberikan kepada bank untuk menempatkan dana mereka dalam bentuk rupiah di Bank Indonesia dengan cara membeli Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang tidak dapat diperjualbelikan di pasar sekunder, dengan jangka waktu maksimal 1 minggu dan bentuk fisik SBI tidak dikuasai oleh bank tetapi masih menjadi portofolio Bank Indonesia.

(5)

Fasilitas Bank Indonesia (FASBI)

Pada tanggal 17 November 2014, Bank Bima Surabaya membeli SBI di Bank Indonesia dengan sistem FASBI, bunga 7,5% dan jangka waktu 7 hari. Pada tanggal dilakukan transaksi pembelian SBI akan dilakukan pencatatan pembukuan dengan jurnal sebagai berikut:

(6)

Fasilitas Bank Indonesia (FASBI)

(7)

Fasilitas Bank Indonesia (FASBI)

Referensi

Dokumen terkait

Kolom ini diisi dengan jumlah penyediaan dana yang diberikan oleh bank pelapor dan perusahaan anaknya kepada debitur dalam valuta asing setelah dijabarkan kedalam rupiah dengan

Sedangkan menurut undang-undang perbankan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk

Fasilitas Bank Garansi dapat diberikan dalam mata uang rupiah maupun dalam valuta asing (valas). Khusus pemberian Bank Garansi dalam valas, baik Bank Garansi plafond

merupakan suatu fasilitas kredit konsumtif yang diberikan oleh pihak bank kepada para nasabah yang ingin membeli atau memperbaiki rumah dan pembayarannya dilakukan

syariah, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh bank indonesia.. Menempatkan dananya dalam bentuk sertifikat bank indonesia

Muhammad (2004 : 7), pembiayaan adalah fasilitas yang diberikan oleh bank syariah kepada masyarakat yang membutuhkan untuk menggunakan dana yang telah dikumpulkan

Sesuai dengan fungsi bank sebagai intermediary yaitu lembaga keuangan penyalur dana nasabah penyimpan kepada nasabah peminjam, dana nasabah yang terkumpul dengan cara titipan

Guna lebih memberikan pilihan kepada pelaku pasar uang dalam menempatkan dana mereka yang idle, pada tahun 1985 Bank Indonesia memperkenalkan surat-surat berharga pasar uang SBPU