• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMETAAN TERUMBU KARANG KEPULAUAN SERIBU MENGGUNAKAN DATA CITRA SPOT-7 DAN ALGORITMA LYZENGA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PEMETAAN TERUMBU KARANG KEPULAUAN SERIBU MENGGUNAKAN DATA CITRA SPOT-7 DAN ALGORITMA LYZENGA"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 5. Diagram alir  pengolahan
Gambar 8. Pengolahan data ki/kj
Gambar 13. Report Summary

Referensi

Dokumen terkait

Model NDA terbaik diperoleh melalui analisis korelasi, analisis komponen utama (PCA) dan menerapkan beberapa model regresi terhadap citra satelit Landsat-7 ETM + band 1, 2 dan

Kelas lamun yang dibangun hingga tingkat kerapatan adalah 4 kelas yaitu LJ (lamun jarang), LS (lamun sedang), LP (lamun padat) dan LSP (lamun sangat padat), sedangkan

Penelitian dilakukan dalam tiga tahap yaitu pengolahan ciha dan penyusunan basis data awal yang dilakukan pada bulan April 2008, survei lapang untuk pengamatan ekosistem

Tidak ada perbedaan gallat ( error ) antara kedalaman perairan yang diperoleh dari pengolahan citra digital algoritma kedalaman perairan dangkal (model nilai digital asli

Hasil overlay hasil klasifikasi tak terbimbing dan citra transformasi NDVI baik pada citra FORMOSAT 2 tahun 2006 dan Landsat 7/ETM+ tahun 1999 dapat digunakan untuk menghitung

Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas semua karunia yang diberikan pada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Distribusi, Kerapatan, dan Perubahan

teknologi penginderaan jauh merupakan salah satu alternatif yang tepat untuk mendeteksi terumbu karang bagi negara yang mempunyai wilayah yang sangat luas dan memerlukan waktu

Berdasarkan skema pendekatan masalah pada gambar 1, rumusan masalah dalam penelitian mengenai Tingkat Kerentanan dan Perubahan Luasan Ekosistem Terumbu Karang