• Tidak ada hasil yang ditemukan

I. PENDAHULUAN - SKRIP versi 2

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "I. PENDAHULUAN - SKRIP versi 2"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

MULTIMEDIA INTERAKTIF

INFRASTRUKTUR DATA SPATIAL NASIONAL

I. PENDAHULUAN

MULTIMEDIA INTERAKTIF ini dibuat untuk

men-sosialisasikan Infrastruktur Data Spatial Nasional. Paparan berbentuk komunikasi interaktif melalui komputer

diharapkan dapat membantu penyebarluasan IDSN untuk menjelaskan kepada lintas pelaku: penghasil dan pengguna Data Spatial.

II. MATERI PAPARAN

Secara garis besar bentuk informasi yang ditayangkan berupa data teks, gambar, animasi, dan audio. Paparan ini akan dibuat dalam bentuk hirarki, dari menu utama yang memuat informasi-informasi global dan sub-sub menu yang memuat informasi lebih rinci. Kedalaman hirarki menu dibuat sebanyak dua tingkat, dan apabila diperlukan ditambahkan tingkat yang lebih dalam / rinci.

(2)

SKRIP MULTIMEDIA INTERAKTIF

“IDSN: INFORMASI TANPA BATAS / BORDERLESS INFORMATION”

STRUKTUR MENU

INTRO

Latar Musik : Jinggle Bakosurtanal

Pada awalnya layar gelap, suasana senyap, kemudian muncul bola dunia yang berputar perlahan, dari kejauhan, membesar dan melambat pada posisi Indonesia. Peta Indonesia menjadi latar belakang (soft) dan di latar depan menampilkan slide show yang menjelaskan IDSN secara global, peran, manfaat dan implementasinya.

Aksi :

(3)

 Jika tayangan sudah selesai akan muncul tombol Lanjut, apabila tidak ada tanggapan setelah 15 detik akan dilanjutkan ke Menu Utama.

MENU UTAMA

Latar Musik : Jinggle Bakosurtanal

Layar menampilkan gambar latar belakang unsur-unsur geometris, peta dengan tombol-tombol menu, yaitu :

MENU 1. PENGANTAR IDSN MENU 2. PERAN STRATEGIS IDSN MENU 3. BISNIS PROSES IDSN MENU 4. IMPLEMENTASI IDSN MENU 5. KUMPULAN MATERI

Menu di atas hanya akan tampil pada menu utama, dan pada sub menu di bawahnya akan ditampilkan dalam bentuk menu ringkas. Jika tombol disentuh, musik terhenti dan akan menayangkan objek-objek sesuai menu.

Interface Design:

MENU 1 : PENGANTAR IDSN

Latar Musik : Jinggle Bakosurtanal

Halaman 1:

(4)

yang pertumbuhannya pesat, Indonesia saat ini giat membangun, mulai dari pembangunan infrastuktur, pembangunan pertanian, perkebunan dan lain sebagainya.

Untuk mendukung pembangunan ini dibutuhkan data dan informasi yang akurat seperti analisis pertumbuhan ekonomi, perencanaan pembangunan infrastruktur,

perencanaan pertahanan nasional, respon cepat bencana, perencanaan tata ruang, peningkatan investasi,

perencanaan pemerataan pembangunan dan lain sebagainya.

Salah satu data penting dalam pembangunan ini adalah kebutuhan data spatial yang terintegrasi, akurat dan berkualitas. Semua pembangunan ini berujung pada satu tujuan yaitu Indonesia yang sejahtera dengan tata

pemerintahaan yang baik (prospertity dan good governance).

Narasi:

Indonesia merupakan Negara yang luas dan terdiri dari beribu-ribu pulau. Sebagai salah satu Negara berkembang yang pertumbuhannya pesat, Indonesia saat ini giat membangun, mulai dari pembangunan infrastuktur, pembangunan pertanian, perkebunan dan lain sebagainya.

Untuk mendukung pembangunan ini dibutuhkan data dan informasi yang akurat seperti analisis pertumbuhan ekonomi, perencanaan pembangunan infrastruktur,

perencanaan pertahanan nasional, respon cepat bencana, perencanaan tata ruang, peningkatan investasi,

perencanaan pemerataan pembangunan dan lain sebagainya.

Salah satu data penting dalam pembangunan ini adalah kebutuhan data spatial yang terintegrasi, akurat dan berkualitas. Semua pembangunan ini berujung pada satu tujuan yaitu Indonesia yang sejahtera dengan tata

pemerintahaan yang baik atau dikenal dengan prospertity dan good governance.

(5)

Navigasi :

Tombol Kembali ke Menu Utama dan tombol navigasi

Halaman 2:

Saat ini penyediaan data spatial yang terintegrasi, akurat dan berkualitas masih dalam proses pembangunan.

Bagaimana kondisi data spatial di Indonesia saat ini?

No TANPA IDSN DENGAN IDSN

1 Kalau diperlukan Sulit dicari Mudah dicari

2 Terjadi duplikasi data Duplikasi data dapat dihindari

3 Sulit diakses Mudah diakses

4 Tidak mudah untuk diintegrasikan Data terintegrasi

5 Duplikasi/redundance dalam

pengganggaran (boros) Terjadi Efisiensi

6 Pemanfaatan data belum maksimal Terjadi pemaksimalan pemanfaatan data

7 Ego Sektoral Terjadi data sharing

Narasi:

Saat ini penyediaan data spatial yang terintegrasi, akurat dan berkualitas masih dalam proses pembangunan.

Bagaimana kondisi data spatial di Indonesia saat ini?

(6)

data, pemanfaatan data belum maksimal dan terjadinya ego sektoral.

Sedangkan dengan IDSN data spasial akan mudah dicari, mudah diakses, tidak terjadi duplikasi data dan akibatnya anggarannya efisien, pemanfaatannya akan maksimal karena seluruh sektor terintegrasi pada satu system yang lintas sektoral dan menyeluruh.

Navigasi :

Tombol Kembali ke Menu Utama dan tombol navigasi

Halaman 3:

Tujuan dari IDSN adalah kemudahan akses, ketersediaan data, efisiensi,integrasi data dan pertukaran data. Tujuan ini dapat dicapai dengan adanya komponen-komponen pembangunan IDSN yaitu Kelembagaan, Peraturan,

Standar, Data Spasial, Sistem Akses, Sumber Daya Manusia, Kebijakan dan Kolaborasi.

Narasi:

Tujuan dari IDSN adalah kemudahan akses, ketersediaan data, efisiensi,integrasi data dan pertukaran data. Tujuan ini dapat dicapai dengan adanya komponen-komponen pembangunan IDSN yaitu Kelembagaan, Peraturan,

Standar, Data Spasial, Sistem Akses, Sumber Daya Manusia, Kebijakan dan Kolaborasi.

Gambar :

Navigasi :

(7)

Halaman 4:

Dengan adanya komponen-komponen pembangunan IDSN, untuk mencapai tujuan IDSN, dan dengan melakukan analisis spasial, didukung oleh system informasi dan

modeling maka IDSN akan menghasilkan data dan informasi spasial yang dapat digunakan untuk mendukung

pengambilan keputusan di berbagai sektor pembangunan. Semua ini dilakukan untuk mencapai prosperity dan Good Governance.

Narasi:

Dengan adanya komponen-komponen pembangunan IDSN, untuk mencapai tujuan IDSN, dan dengan melakukan analisis spasial, didukung oleh system informasi dan

modeling maka IDSN akan menghasilkan data dan informasi spasial yang dapat digunakan untuk mendukung

pengambilan keputusan di berbagai sektor pembangunan. Semua ini dilakukan untuk mencapai prosperity dan Good Governance.

Gambar :

Navigasi :

Tombol Kembali ke Menu Utama dan tombol navigasi

MENU 2 : PERAN STRATEGIS IDSN

Latar Musik : Jinggle Bakosurtanal

IDSN memiliki peran strategis dalam konteks pembagunan nasional, yaitu:

(8)

1. Memanfaatkan globalisasi sebagi peluang 2. Mendukung terwujudnya Good Governance 3. Mendukung terwujudnya Prosperity

4. Mendukung keterpaduan program pemerintah 5. Mendukung pengambilan keputusan untuk berbagai

pembangunan

Narasi:

IDSN memiliki peran strategis dalam konteks pembagunan nasional, yaitu:

1. Memanfaatkan globalisasi sebagi peluang 2. Mendukung terwujudnya Good Governance 3. Mendukung terwujudnya Prosperity

4. Mendukung keterpaduan program pemerintah 5. Mendukung pengambilan keputusan untuk berbagai

pembangunan

Navigasi :

Klik pada peran strategis masuk ke sub menu, Tombol Kembali ke Menu Utama dan tombol navigasi

SUB MENU 1: MEMANFAATKAN GLOBALISASI SEBAGAI PELUANG

Dalam era globalisasi kemajuan teknologi informasi dan komunikasi atau Information and Communication

Technology berkembang sangat pesat. Hanya dalam beberapa dekade teknologi ini berkembangan luar biasa. Perkembangan ini dapat menjadi peluang untuk dikuasasi dan dimanfaatkan secara maksimal.

IDSN saat ini memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam implementasinya. IDSN memanfaatkan teknologi terkini dengan system terdistribusi yang didukung banyak server pada unit-unit kliring. Dengan pemanfaatan teknologi terkini, IDSN sangat mudah diimplementasikan oleh unit kliring dan simpul-simpul jaringan dalam pengadaan datanya, integrasi oleh simpul penghubung jaringan dan juga sangat mudah digunakan oleh pengguna dari berbagai disiplin dan sektor.

Dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi, IDSN dapat diakses dan dapat dimanfaatkan oleh setiap

pengguna dari segala penjuru dunia.

Narasi:

(9)

Technology berkembang sangat pesat. Hanya dalam beberapa dekade teknologi ini berkembangan luar biasa. Perkembangan ini dapat menjadi peluang untuk dikuasasi dan dimanfaatkan secara maksimal.

IDSN saat ini memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam implementasinya. IDSN memanfaatkan teknologi terkini dengan system terdistribusi yang didukung banyak server pada unit-unit kliring. Dengan pemanfaatan teknologi terkini, IDSN sangat mudah diimplementasikan oleh unit kliring dan simpul-simpul jaringan dalam pengadaan datanya, integrasi oleh simpul penghubung jaringan dan juga sangat mudah digunakan oleh pengguna dari berbagai disiplin dan sektor.

Dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi, IDSN dapat diakses dan dapat dimanfaatkan oleh setiap

pengguna dari segala penjuru dunia.

Gambar:

Navigasi :

Tombol Kembali ke Menu Utama, kembali ke menu Peran Strategis dan tombol navigasi

SUB MENU 2: MENDUKUNG TERWUJUDNYA GOOD GOVERNANCE

Untuk mendukung terwujudnya good governance, pemerintah telah menetapkan beberapa langkah, yaitu:

1. Reformasi birokrasi menuju kepada birokrasi yang lebih efisien dan efektif.

2. Upaya memberantas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. 3. Upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. 4. Upaya mendorong partisipasi publik dan

(10)

5. Upaya penguatan institusi/peran institusi

6. Upaya meningkatkan transparansi, kontrol, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.

Dari ke enam langkah di atas, IDSN dapat digunakan sebagai alat untuk mendukung terwujudnya Good Governance terutama pada langkah:

1. upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik karena IDSN memberikan data dan informasi yang akurat dan terintegrasi;

2. upaya mendorong partisipasi publik dan pemberdayaan publik karena IDSN mendorong banyak pihak menyediakan data berdasarkan kompetensinya;

3. upaya penguatan institusi karena IDSN ………… 4. Upaya meningkatkan transparansi, kontrol dan

akuntabilitas penyelenggaraan pemerintah karena IDSN memberikan data dan informasi dari berbagai sumber yang kompeten di bidangnya secara

transparan dan akuntabel. Dengan demikian pengambilan keputusan yang diambil akan tepat sasaran.

Narasi:

Untuk mendukung terwujudnya good governance, pemerintah telah menetapkan beberapa langkah, yaitu pertama, Reformasi birokrasi menuju kepada birokrasi yang lebih efisien dan efektif; kedua, Upaya memberantas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme; ketiga, Upaya

meningkatkan kualitas pelayanan publik; keempat, Upaya mendorong partisipasi publik dan pemberdayaan publik; kelima, Upaya penguatan institusi/peran institusi; dan keenam, Upaya meningkatkan transparansi, kontrol, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.

Dari ke enam langkah di atas, IDSN dapat digunakan sebagai alat untuk mendukung terwujudnya Good

(11)

Navigasi :

Tombol Kembali ke Menu Utama, kembali ke menu Peran Strategis dan tombol navigasi

SUB MENU 2: MENDUKUNG TERWUJUDNYA PROSPERITY

Dalam upaya mendukung terwujudnya prosperity, IDSN sangat berperan dalam pemerataan pembangunan, efisiensi, peningkatan investasi, pemerataan pendidikan, peningkatan ketahanan nasional, peningkatan

pertumbuhan ekonomi dan lain sebagainya.

Narasi:

Dalam upaya mendukung terwujudnya prosperity, IDSN sangat berperan dalam pemerataan pembangunan, efisiensi, peningkatan investasi, pemerataan pendidikan, peningkatan ketahanan nasional, peningkatan

pertumbuhan ekonomi dan lain sebagainya.

Navigasi :

Tombol Kembali ke Menu Utama, kembali ke menu Peran Strategis dan tombol navigasi

SUB MENU 3: MENDUKUNG KETERPADUAN PROGRAM PEMERINTAH

IDSN terbentuk dan diimplementasikan terkait dengan beberapa program pemerintah yang diatur dalam UU maupun peraturan lainnya, sehingga keterpaduan program akan menuju efisiensi dan efektivitas.

Dasar peraturan perundangan yang terkait dengan IDSN adalah:

1. Perpres No. 85 tahun 2007 tentang JDSN

2. Surat Edaran Bersama Menteri Kominfo dan Kepala BAKOSURTANAL tentang : “Pembangunan

E-Government yang berlandaskan data dan informasi spasial” (20 Juni 2008)

3. 3. UU No 32 th 2004 : Pemerintahan Daerah 4. 4. UU No 26 th 2007 : Penataan Ruang

5. 5. UU No 14 th 2008 : Keterbukaan Informasi Publik

6. 6. PP No 38 th 2007 : PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN ANTARA PEMERINTAH,

PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI, DAN PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN/KOTA 7. Inpres No 3 th 2003 : Kebijakan dan Strategi

(12)

Narasi:

IDSN terbentuk dan diimplementasikan terkait dengan beberapa program pemerintah yang diatur dalam UU maupun peraturan lainnya, sehingga keterpaduan program akan menuju efisiensi dan efektivitas.

Dasar peraturan perundangan yang terkait dengan IDSN adalah:

1. Perpres No. 85 tahun 2007 tentang JDSN

2. Surat Edaran Bersama Menteri Kominfo dan Kepala BAKOSURTANAL tentang : “Pembangunan

E-Government yang berlandaskan data dan informasi spasial” (20 Juni 2008)

3. 3. UU No 32 th 2004 tentang Pemerintahan Daerah 4. 4. UU No 26 th 2007 tentang Penataan Ruang

5. 5. UU No 14 th 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik

6. 6. PP No 38 th 2007 tentang PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN ANTARA PEMERINTAH,

PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI, DAN PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN/KOTA

7. Inpres No 3 th 200 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E-Gov

Navigasi :

Tombol Kembali ke Menu Utama, kembali ke menu Peran Strategis dan tombol navigasi

SUB MENU 4: MENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK BERBAGAI PEMBANGUNAN

Infrastruktur Data Spasial Nasional pada akhirnya akan dapat mendukung berbagai aspek pembangunan nasional, seperti penganggulangan penyakit menular,

pemberantasan kemiskinan, penanganan pengangguran, pemerataan pendidikan dan lain sebagainya. Hal ini dapat dicapai karena IDSN akan meberikan data dan informasi yang sangat komprehensif, lintas sektoral sehingga keputusan yang diambil akan akurat, tepat sasaran.

Narasi:

Infrastruktur Data Spasial Nasional pada akhirnya akan dapat mendukung berbagai aspek pembangunan nasional, seperti penganggulangan penyakit menular,

(13)

Gambar :

Navigasi :

Tombol Kembali ke Menu Utama, kembali ke menu Peran Strategis dan tombol navigasi

MENU 3 : PROSES BISNIS IDSN

Latar Musik : Jinggle Bakosurtanal

Narasi:

Menurut Peraturan Presiden nomor 85 tahun 2007 tentang Jaringan Data Spasial Nasional atau disingkat JDSN,

berfungsi sebagai sarana pertukaran data spasial dan sarana penyebarluasan data spasial.

JDSN memiliki tiga kelompok utama penyedia data, yaitu Penghubung Simpul Jaringan, Simpul Jaringan dan Unit Kliring.

Penghubung Simpul Jaringan, sesuai dengan Peraturan Presiden no 85 tahun 2007 pasal 9, adalah Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional atau BAKOSURTANAL.

Simpul Jaringan, sesuai dengan Peraturan Presiden no 85 tahun 2007 pasal 5, adalah

1. departemen, kementerian Negara dan lembaga pemerintah non department yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang survey dan pemetaan; pertahanan; pemerintahan dalam negeri;

perhubungan; komunikasi dan informatika;

pekerjaan umum; kebudayaan dan kepariwisataan; statistic; energy dan sumber daya mineral;

kehutanan; pertanian; kelautan dan perikanan; meteorology dan geofisika; antariksa dan penerbangan;

2. pemerintah daerah provinsi; dan 3. pemerintah daera kabupaten/kota

Gambar:

IDSN

(14)

Navigasi :

Tombol Kembali ke Menu Utama dan tombol navigasi

MENU 4 : IMPLEMENTASI IDSN

Latar Musik : Jinggle Bakosurtanal

Narasi:

Screen Capture dari http:// www .idsn.or.id/geoportal/

Gambar:

Navigasi :

Tombol Kembali ke Menu Utama dan tombol navigasi

MENU 5 : KUMPULAN MATERI IDSN

Latar Musik : Jinggle Bakosurtanal

Narasi:

Kumpulan materi IDSN, disimpan dalam format PDF

Navigasi :

Tombol Kembali ke Menu Utama dan tombol navigasi

Gambar

Gambar :
Gambar :

Referensi

Dokumen terkait

‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari

T etapi kalau eng- kau seorang jang menganggap, hahwa batoek itoe ada berbahaja bagi kese- hata11 t o emboehmoe dan tiada maoe djadi korbannja, tentoe atas

Seperti halnya pemberian insentif yang ada di Yayasan Pendidikan dan Sosial Sunan Ampel Sidoarjo yang terletak di Gang Kepala Desa RT 03 RW 04 Trosobo Sidoarjo, yang

Kajian tentang dinamika politik dengan berfokus pada hubungan sipil militer serta metode penelitian dengan kualitatif analisis yang menggunakan metode dekriptif

bila Polri menjadi bagian dari sebuah kesatuan yang bertugas mempertahankan Negara, yakni Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Untuk selanjutnya, organisasi yang

Hasil dari penelitian ini dapat dipergunakan sebagai tolak ukur bagi PT Kaltim Prima Coal untuk mengganalisis pengaruh penggunaan oli bekas sebagai campuran ANFO

Dalam Karya Tulis ini, akan di sajikan hasil penelitian deskriptif yang di lakukan dengan mengambil data dari berkas arsip hasil pemeriksaan laboratorium sehingga

Limbah bahan berbahaya dan beracun, antara lain timbul akibat adanya kegiatan pertanian berupa obat-obatan pembasmi hama penyakit (pestisida misalnya insektisida) dan