BAB VI
FONDASI
TELAPAK GABUNGAN DAN
TELAPAK KANTILEVER
Fondasi telapak tunggal tidak selalu dapat digunakan , disebabkan oleh
1. Beban kolom terlalu besar sedang jarak kolom dengan kolom terlalu dekat, sehingga menimbulkan luasan plat fondasi yang dibutuhkan akan saling menutup
(overlapping)
P1 P2
overlapping
A B
P1 P2
overlapping
Luasan plat fondasi
2. Bila digunakan telapak tunggal akan menimbulkan momen yang cukup besar akibat pusat kolom tak sentris terhadap pusat berat alas fondasi
Untuk mengurangi pengaruh momen dilakukan
penggabungan dengan luasan fondasi dan diusahakan pusat berat alas fondasi berimpit dengan resultante gaya-gaya yang bekerja
3. Ruangan terbatas tanah
bangunan lain padat bangunan
Fondasi gabungan digunakan untuk mendukung beban-beban struktur yang tidak begitu besar,namun tanahnya Mudah mampat atau lunak dan fondasi dipengaruhi momen guling.
Keuntungan pemakaian fondasi gabungan :
1. Menghemat biaya penggalian dan pemotongan tulagan beton
Cara penggabungan fondasi-fondasi dapat dilakukan dengan beberapa cara :
1. Fondasi telapak Gabungan (combined footing) 2. Fondasi telapak kantilever (cantilever footing) 3. Fondasi telapak ikat (strap footing)
Fondasi Kantilever Fondasi Telapak Terpisah
Fondasi gabungan
B
a
ta
s
p
e
m
ili
ka
n
Bentuk fondasi telapak gabungan
1. Bentuk segi empat2. Bentuk trapesium
3. Bentuk T
4. Bentuk strap footing
1. Fondasi Telapak Gabungan
Empat persegi panjang pada penggunaan 2 kolom dengan beban kecil terbatas dan beban besar bebas
P2>P1 (P1; P2beban normal)
R : Resultante
Dicari R di tengah denah L/2 ke kiri dan L/2 ke kanan R = P1+ P2
Letak R dicari statis momen terhadap P1
P1 P2
R
O
a1 r1 r2 a2
r
O
L/2 L/2
L
MP1= 0 R.r1= P2.r
P1 P2
R r
r1
R .r P r 2
1
• a ditetapkan L/2 = r1+a1
L = 2(r1+ a1)
• Untuk R sentris, maka luas fondasi
• Lebar fondasi B = A/L • Syarat Ba1
Ba2 Br/2
fond tanah
all q q
q
R A
• Beban tetap
net all
σ
A
R
• Beban sementara
net all y
y
σ
1,5
I
M
A
R
Bila ada P dan M
r1+ a1= ½.L
r2+ a2= ½.L L = 2(r1+ a1) L = 2(r2+ a2) r2= r – r1
P1 P2
R
M1 M2
O
a1 r1 r2 a2
a1 r a2
L/2 L/2
R = P1+ P2 MP1= 0
P1.0 + M1- R.r1+P2.r + M2= 0
R.r1= P1.0 + M1+P2.r + M2
a1 r1 r2 a2
R
M1 M2
P1 P2
• Beban kolom adalah kombinasi beban normal sentris dan beban sementara
Analisis terhadap beban-beban yang bekerja
• Analisis terhadap beban normal sentris Hitung denah dan ukuran fondasi terjadi all netto
• Analisis terhadap beban sementara terjadi1½all netto
• Untuk fondasi segi empat e =1/ 6L
minimum0
q L 6.e 1 A R
σekstrem
CONTOH
• Dua kolom bangunan dengan ukuran 40x40 cm2. Jarak
kedua kolom 5 m, dengan letak tepi kiri kolom terbatas pada batas pemilikan tanah. Kuat dukung ijin tanah all=150 kN/m2,beton=24 kN/m3.
• Rencanakan bentuk dan ukuran plat fondasi
P1(kN) P2(kN) M1(kNm) M2(kNm)
Beban tetap 800 1200 0 0
Beban sementara 1200 2000 80 110
a. Tinjauan terhadap beban tetap R = P1+P2
= 800+1200 = 2000 kN R.r1 = P2.r
2000.r1 = 1200.5 r1 = 3 m
• Fondasi berbentuk segi empat, R berimpit dengan O
A = BxL ½ L = a1+ r1
a1= ½ lebar kolom L = 2(0,2 +3)
= ½.0,4 = 0,2 = 6,4 m
all net =all– qplat
= 150 – (0,6.24) = 135,6 kN/m2
P1 P2
R
M1 M2
O
a1 r1 r2
a1 r = 5 m
0,4 m 0,4 m
½L = (a2+ r2)
3,2 = a2+ 2 a2 = 1,2 m a2= 1,2 m < B = 2,35 m
a2= 1,2 m < r/2 = 2,5 m Denah fondasi untuk beban tetap
m 2,35 m 2,305 B
B.6,4 14,75
B.L 14,75
14,75m A
135,6 2000 σ
R A A
R σ
2 net all net
all
a1 r1 r2
L/2
a2
O
L/2
B
a1+ r1= L/2 a2+ r2= L/2 0,2 + 3 = 3,2 = L/2 1,2 + 2 = 3,2 = L/2 L = 6,4 m ; B = 2,35 m
A = B x L
= 6,4 x 2,35 = 15,04 m2
• Cek tegangan yang terjadi
2 2
all
all terjadi
kN/m 135,6 kN/m
129,87
(0,6.24) 150
15,4 2000
q σ A R
σ q A R σ
b. Tinjauan terhadap beban sementara R = P1+P2
= 1200 + 2000 = 3200 kN R.r1 = P2.r + M1+ M2
3200.r1 = 2000.5 + 80 + 110 r1= 10190/3200 = 3,184 m
r1 sementara= 3,184 m
a1 r1 r2
L/2
a2
O
L/2
B O’
a1 r1 smt
ex
M = P2.r + M1+ M2
= 2000.5 + 80 + 110 = 10190
2 2
1 2 max
max
all 2 1 beton x
max x
kN/m 225 .150 1 kN/m 319,81 σ
14,4 2,35
6.0,184 1
15,4 3200 σ
σ 1 q
B 6.e 1 A R σ
K 1,067....O 6
6,4 6 L 0,184 3
3200 10190 R
ΣM e
L
6,4
==
===
======
258,04 kPa
• Luas fondasi diperbesar untuk mendukung beban sementara (luas diperbesar ke arah B)
dicoba B = 3,3 m
0
kN/m
115,226
σ
14,4
3,3
6x0,184
1
(6,4x3,3)
3200
σ
kN/m
225
.150
1
kN/m
216,603
σ
4
,
14
3,3
6x0,184
1
(6,4x3,3)
3200
σ
2 minimum
minimum
2 2
1 2 terjadi
terjadi
2. Analisis fondasi telapak gabungan bentuk trapesium • Luas trapesium
A = ½.(B1+B2).L x2= r2+a2 P2> P1 x1= r1+a1
P1 P2
R
a1 r1 r2 a2
r
L
x1 x2
• Panjang fondasi L = r + a1 + a2 • Letak R terhadap P2
• Kriteria batasan
– Jika B1terlalu kecil (lebih kecil dari lebar kolom) maka
dimensi tidak bisa digunakan – Jika x21/
3.L maka dimensi tidak dapat digunakan
• Fondasi dikontrol terhadap beban sementara
dengan
terjadi
1½.
allFondasi gabungan trapesium dengan beban sentris dan momenP
1 P2
R
a1 r1 r2 a2
r
x1 x2
B1 O B2
1 2 2 2 1 1 0
y 1 y ki
y 2 y ka
M M .r P . .r P ΣM
q I
x . M
A R σ
q I
x . M
A R σ
terjadi yang
Tegangan
Penentuan Iy 3 kanan tepi terhadap 3 O beratnya pusat terhadap B.L 3 1 I I B.L 12 1 I I panjang persegi Empat L
B1 O B2
B1
B2- B1
L 3 kanan tepi terhadap 3 O berat pusat terhadap .B.L 12 1 I I .B.L 36 1 I I Segitiga Secara umum
• I terhadap sembarang garis I = IO+ Ax2
IO= I + Ax2
• IOtrapesium
2 2 3 1 2 3 1 trapesium O 2 2 trapesium kanan tepi terhadap trapesium O 2 1 2 2 1 2 3 1 2 2 1 1 3 1 trapesium O x A ).L B (B 12 1 .L B 3 1 I x . A I I atau esium pusat trap ke tiga segi luasan pusat jarak x esium pusat trap ke empat segi luasan pusat jarak x ).L.x B (B 2 1 ).L B (B 36 1 .L).x (B .L B 12 1 I
I - A.x2
CONTOH
• Dua buah kolom berjarak 5 m, sebelah kiri dan kanan terbatas pada tepi fondasi. Tebal plat fondasi 0,6 m, muka atas plat fondasi rata dengan muka tanah. Ukuran kolom 40x40 cm2. Beban yang bekerja terdiri
dari
• Kuat dukung ijin tanah all=150 kN/m2,beton=24 kN/m2.
Rencanakan bentuk dan ukuran plat fondasi
P1(kN) P2(kN) M1(kNm) M1(kNm)
Beban tetap 800 1200 0 0
Beban sementara 1000 1500 100 150
Penyelesaian
• Terhadap beban tetap • R = P1+ P2
= 800 + 1200 = 2000 kN • a1= ½.0,4 = 0,2 m
a2= ½.0,4 = 0,2 m • Panjang fondasi L
L = a1+ r + a2
= 0,2 + 5 + 0,2 = 5,4 m r = 5 m
P1 P2
R
a1 r1 r2 a2
• MP1
R.r1= P2.r
r1= (1200.5)/2000 = 3 m r2= 5 – 3 = 2 m
• x1= 3 + 0,2 = 3,2 m x2= 2 + 0,2 = 2,2 m
• qbtn= 0,6 x 24 = 14,4 kN/m2
• all net = 150 – 14,4
• Digunakan ukuran fondasi B1= 1,3 m
B2= 4,3 m A = 15,1 m2
L = 5,4 m
m 4,3 m 4,163 1,3
5,4 2.14,75 B
B L 2A B
m 1,3 1,214 1
5,2 3.2,2 5,4
2.14,75 B
1 L x 3 L 2A B
B B trapesium fondasi
Untuk
2
1 2
1
2 1
2 1
• Analisis terhadap beban sementara P1= 1000 kN
P2= 1500 kN
RS= 1000 + 1500 = 2500 kN
• MP1
R.r1= P2.r + M1+ M2
m 3,1 2500
150 100 1500.5
r1
L
x1 x2
B1 O O’ B2
x1’ x2’
ex
• a1= 0,2 m ; r1= 3,1 m
x1’ = a1+ r1= 3,3 m • a2= 0,2 m ; r2= 1,9 m
x2’ = a2+ r2= 3,1 m • Timbul eksentrisitas
sebesar ex= + 0,1 m
5,4
===
=== 2,1 m
=====
• Ada tambahan momen akibat adanya eksentrisitas Me= R.ex= 2500.0,1 = 250 kN.m
• My= M1+ M2+ Me
= 100 + 150 + 250 = 500 kN.m
Fondasi Telapak Kantilever
Jika fondasi terdiri dari 2 atau lebih fondasi telapak dan diikat oleh satu Balokfondasi telapak kantilever atau fondasi telapak ikat. Fondasi telapak kantilever digunakan jika luasan fondasi berada ditepi luasan Bangunan terbatas oleh batas kuepemilikan.
Balok ikat Balok ikat
Balok ikat Balok ikat
================== = 2500 x 0,118 = 295 kNm
====
Hitungan Fondasi Telapak Kantilever
Hitungan tekanan dasar fondasi terbagi rata secara sama pada fondasi Kolom P1 dan P2.
l1 l2 R1 R2
a1B/2-a1 B2/2
P1 P2
R
r1 r2
B1 B2
q
dan
A
R
R
r
P
P
ah netto
netto
tan 2
1
2 1
r
P
R
Hitungan luas pelat fondasi
s =jarak pusat antara kedua A fondasi
bentuk bujur sangkar 2
1 2 1
tan
q
q
q
fondasi
diatas
ah
rata
terbagi
beban
q
fondasi
pelat
rata
terbagi
beban
q
1 1
2 2 2
1 2
2 1
2 2 1
1
. .
A b
l A b
s r A A
s A r
A
l b l
b A
CONTOH
• Dua buah kolom berjarak 6 m, sebelah kiri berbatas pada tepi kolom P1 dan bagian kanan P2 bebas. Tebal plat fondasi 0,6 m, muka atas plat fondasi rata dengan muka tanah. Ukuran kolom kanan 60x60 cm2dan
kolom kiri 40x40 cm2. Beban yang bekerja terdiri dari
• Kuat dukung ijin tanah all=160 kN/m2,beton=24 kN/m2.
Rencanakan bentuk dan ukuran plat fondasi
P1(kN) P2(kN) M1(kNm) M1(kNm)
Beban tetap 700 1200 0 0
Beban sementara 1100 1600 150 300
S
r2 r1
r
b1
l1
l2
b2
P1 R P2
O1 O2
a. Tinjauan terhadap beban tetap R = P1+P2
= 700+1200 = 1900 kN R.r2 = P1.r
1900.r1 = 700.6 r1 = 2.21 m
• Fondasi berbentuk segi empat, R berimpit dengan O
all net =all– qplat = 160 – (0,6.24) = 145,6 kN/m2
Luasan ini terdiri dari luasan A1dan A2dengan pusat brat
luasanpelat fondasi (O) sejauh 2,21 m dari pusat kolom P2 13,05m A
145,6 1900 σ
R A A
R σ
net all net
all
A. r2= A1+ s
s = r + a1–(l1/2) a2 = 1,2 m
= 6 + 0,2 + (2,8/2) = 4,8 m A. r2= A1+ s
13,05 . 2.21 = A1+ 4,8 A1 = 6.31 m2
Ditentukan l1= 2,8 m dan bentuk A2adalah bujur sangkar.
Untuk menentukan lebar fondasi b1dicari dengan statis
momen terhadap O2yang brhimpit dengan pusat kolom
P2
7 , 2 7 , 2 62
, 2
74 , 6 31 , 6 05 , 13
25 , 2 8 , 2
31 , 6 b
2 2
2 1
2 1
1 1
use m A
b
m A
A A
kontrol terhadap beban normal yang bekerja A1 = 6,44 m2
A2 = 7,29 m2
A = 13,73 m2
• Pusat berat alas fondasi gabungan terhadap P2 :
• Kuat dukung yang terjadi :
• Akibat pembulatan ukuran, terjadi perubahan pusat berat alas fondasi (O) terhadap letak R
• e(R)= X2– r2= 2,251 – 2,21 = 0,041
749 , 3 251 , 2 73 , 13 8 , 4 44 , 6 1 1
2 x
x A s A x q I x M A R y y ext
.
terjadi momen akibat resultante beban vertikal (R) My = 1900 x -0,041 = -77,9 kNm
• Mencari inersia :
S x2 x1 b1 l1 l2 b2
P1 R P2
O1 O2
O1 O O2
e
e1 e2
O’ O
Absis sisi fondasi paling kiri : x1 = -3,949 m Absis sisi fondasi paling kanan : x2 = 3,601 m
b. Tinjauan terhadap beban sementara R = P1+P2
= 1100 + 1600 = 2700 kN R.r2 = P1.r + M1+ M2
2700.r2 = 1100.6 + 150 + 300 r2= 7050/2700 = 2,61 m r1 sementara= 2,61 m
Momen yang bekerja : Akibat beban vertikal
Mr = R (-2,61+2,251)
= 2700 x -0,0359 = -969,3
W1= 24 x 0,6 x 6,44 = 92,74 kN W2= 24 x 0,6 x 7,29
= 104,54 kN
2 2
1 2 max
max
all 2 1 beton 1
max
kN/m
240
.160
1
kN/m
234,55
σ
14,4
417
,
87
3,949
-520,36.
-13,73
2700
σ
σ
1
q
A
R
σ
y y
I
x
M
Akibat berat pelat fondasi
Mf= -W1. e1+ W2. e2
= -92,74. 2,549 + 104,54. 2,251 = -1,066
2 2
1 2 min
min
all 2 1 beton 2
min
kN/m
240
.160
1
kN/m
189,91
σ
14,4
417
,
87
51
520,36.3,5
-13,73
2700
σ
σ
1
q
A
R
σ
y y