Makalah
Bahasa Inggris
Tema Bahasa
Disusun Oleh: Nama:Yusriani Kelas:01-D ADN Nim:105611113416
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK JURUSAN ADMINISTRASI NEGARA
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
Kata pengantar
BAB 1 Pendahuluan v
BAB 2 Pengertian bahasa
BAB 3 Fungsi bahasa
BAB 4 sejara bahasa indonesia
BAB 5 pentingnya bahasa indonesia dan bahasa inggris
BAB 6 Macam-macan bahasa daerah di indonesia
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manusia tidak dapat lepas dari bahasa. Terbukti dari penggunaannya untuk percakapan sehari-hari, tentu ada peran bahasa yang membuat satu sama lain dapat berkomunikasi, saling menyampaikan maksud. Tak hanya dalam bentuk lisan, tentu saja bahasa juga digunakan dalam bentuk tulisan.
Sebagai alat komunikasi, bahasa memiliki peranan yang sangat vital dalam kehidupan manusia. Dalam kehidupan sehari-hari kegunaan bahasa sangat penting dalam menunjang aktivitas kehidupan bermasyarakat, tanpa bahasa mungkin dunia ini tidak akan seperti sekarang ini dan karena manusia tidak bisa melakukan apa-apa tanpa bahasa. Untuk berkomunikasi dengan seseorang kita pasti menggunakan bahasa, contoh seorang dosen yang menyampaikan materi kuliah, seorang guru yang menyampaikan pelajaran, seorang pedagang yang menawarkan dagangannya, seorang atasan yang memberikan perintah kepada bawahannya, dan banyak lagi contoh lainnya, dan pasti itu semua menggunakan bahasa dalam melakukan aktivitasnya.
2. Mengetahui dan memahami peranan dan fungsi bahasa. 3. Mengetahui dan memahami kedudukan bahasa Indonesia 4. Mengetahui jenis-jenis bahasa.
D. Manfaat
Manfaat dari makalah ini adalah
1. untuk menambah wawasan pengetahuan kita mengenai pentingnya bahasa Indonesia.
BAB 2 sesuatu yang ingin kita utarakan dapat tersampaikan dengan baik. Bahasa sendiri merupakan alat pemersatu bangsa. Alat ini dapat digunakan untuk mempermudah kita dalam komunikasi satu sama lain yang masing-masing diantaranya memiliki budaya yang berbeda. Dalam hidup, kita harus berkomunkasi untuk terus menjaga komunikasi karena komunikasi adalah dasar atau langkah awal dalam manusia bersosialisasi untuk dapat tetap hidup. Untuk lebih mendetailnya, pengertian bahasa secara umum akan dijelaskan dibawah ini.
dapat mengutarakan sesuatu yang mereka maksud dengan orang-orang sesama suku ataupun sesama desa yang memiliki bahasa yang sama. Namun, untuk orang diluar daerah tersebut tidak akan mengerti apa maksud dari pembicaraan karena mereka sama sekali tidak mengetahui dan memahami bahasa yang orang lain ucapkan. Mereka butuh butuh bahasa pemersatu yaitu bahasa indonesia. Dengan adanya bahasa indonesa sebagai bahasa pemersatu, semua orang yang bertemu dengan suku dan daerah yang berbeda dapat menggunakan bahasa indonesia dan melakukan komunikasi. Untuk hasil dari pembicaraannya pun masing-masing pasti puas karena masing-masing dari mereka paham apa yang lawan bicara sampaikan.
Seperti yang telah di ulas diatas dimana pengertian bahasa secara umum adalah alat komunikasi, bahasa merupakan alat yang sangat penting untuk manusia hidup. Dalam hidupnya, manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri. Dan inilah peran bahasa sangat diperlukan. Untuk menjaga hubungan yang baik harus adanya komunikasi yang baik satu sama lain. Sehingga bahasa merupakan alat yang harus ada dan sangat krusial keberadaannya untuk menjalin sebuah hubungan antara manusia satu dengan manusia lain.
b.pengertian bahasa secara khusus
Adapun pengertian bahasa menurut ahlinya akan dijelaskan berikut ini:
1. KBBI
Bahasa merupakan sistem bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh suatu masyarakat untuk berkomunikasi, berinteraksi, bekerjasama, dan mengidentifikasi diri.
2. Harimurti Kridalaksana
Bahasa merupakan sistem bunyi yang bermakna dan digunakan untuk berkomunikasi oleh setiap kelompok manusia.
Menjelaskan bahwa bahasa ialah sebuah sistem pengembangan psikologi seseorang atau individu dalam sebuah konteks inter-subjektif.
4. Wittgenstein
Bahasa merupakan suatu bentuk pemikiran yang bisa dipahami, dimengerti, berhubungan dengan kenyataan, dan memiliki struktur dan bentuk yang logis.
5. Carol
Bahasa ialah sistem bunyi atau urutan bunyi vokal terstruktur yang dipergunakan untuk berkomunikasi internasional oleh kelompok manusia dalam mengungkapkan suatu peristiwa, hal dan proses yang terjadi disekitar manusia.
6. Ferdinand De Saussure
Mengemukakan bahasa sebagai ciri pembeda yang sangat menonjol, karena dengan bahasa setiap kelompok sosial merasa dirinya sebagai satu kesatuan yang berbeda dari kelompok yang lainnya.
7. Gorys Keraf
Mengemukakan bahwa bahasa merupakan komunikasi antar anggota masyarakat yang berupa lambang bunyi ujaran dan dihasilkan dari alat ucap manusia.
8. Plato
Menjelaskan bahwa bahasa pada hakikatnya ialah suatu pernyataan pikiran seseorang dengan perantaraan nama benda atau sesuatu dan ucapan yang merupakan cermin dari ide seseorang dalam arus udara lewat mulutnya.
9. Finoechiaro
Bahasa ialah suatu sistem simbol vokal yang arbitrer dan memungkinkan semua orang berada dalam kebudayaan tertentu atau orang lain yang mempelajari sistem kebudayaan tersebut yakni berkomunikasi maupun berinteraksi.
10. Kamus Linguistic
Bahasa merupakan sistem lambang bunyi yang arbitrer yang dipergunakan oleh suatu masyarakat untuk berinteraksi, bekerjasama juga mengidentifikasi diri.
11. D.P. Tambulan
Bahasa adalah cara untuk memahami pikiran manusia dan perasaannya serta menyatakan isi pikiran dan perasaan.
BAB 3 FUNGSI BAHASA
A.fungsi bahahasa
a.fungsi bahasa secara umum
Fungsi umum bahasa adalah sebagai alat komusikasi dan sosial. Pada dasarnya Bahasa sudah menyatu dalam kehidupan manusia.
Manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan bahasa untuk berkomunikasi . Ide,keinginan,gagasan dll disampaikan lewat bahasa
Dalam literatur bahasa, dirumuskannya fungsi bahasa secara umum bagi setiap orang adalah :
Sebagai alat komunikasi.
Sebagai alat berintegrasi dan beradaptasi sosial
Sebagai alat kontrol Sosial.
Sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan atau mengekspresikan diri.
1. Bahasa sebagai alat komunikasi
symbol, isyarat, kode, dan bunyi seperti tanda lalu lintas,sirene setelah itu diterjemahkan kedalam bahasa manusia.
2. Sebagai alat berintegrasi dan beradaptasi social.
Pada saat beradaptasi dilingkungan sosial, seseorang akan memilih bahasa yang digunakan tergantung situasi dan kondisi yang dihadapi. Seseorang akan menggunakan bahasa yang non standar pada saat berbicara dengan teman-teman dan menggunakan bahasa standar pada saat berbicara dengan orang tua atau yang dihormati. Dengan menguasai bahasa suatu bangsa memudahkan seseorang untuk berbaur dan menyesuaikan diri dengan bangsa.
3. Sebagai alat kontrol Sosial.Yang mempengaruhi sikap, tingkah laku, serta tutur kata seseorang.
Kontrol sosial dapat diterapkan pada diri sendiri dan masyarakat, contohnya buku- buku pelajaran, ceramah agama, orasi ilmiah, mengikuti diskusi serta iklan layanan masyarakat. Contoh lain yang menggambarkan fungsi bahasa sebagai alat kontrol sosial yang sangat mudah kita terapkan adalah sebagai alat peredam rasa marah. Menulis merupakan salah satu cara yang sangat efektif untuk meredakan rasa marah kita.
4. Sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan atau mengekspresikan diri.
Mampu mengungkapkan gambaran,maksud ,gagasan, dan perasaan. Melalui bahasa kita dapat menyatakan secara terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam hati dan pikiran kita. Ada 2 unsur yang mendorong kita untuk mengekspresikan diri, yaitu:
1. Agar menarik perhatian orang lain terhadap diri kita.
B. Fungsi khusus Bahasa
Sedangkan fungsi bahasa secara khusus adalah
Mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari- hari.
Mewujudkan Seni (Sastra).
Mempelajari bahasa- bahasa kuno.
Mengeksploitasi IPTEK.
1. Mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari.Manusia adalah makhluk sosial yang tak terlepas dari hubungan komunikasi dengan makhluk sosialnya. Komunikasi yang berlangsung dapat menggunakan bahasa formal dan non formal
2. Mewujudkan seni (Sastra). Bahasa yang dapat dipakai untuk mengungkapkan perasaan melalui media seni, seperti syair, puisi, prosa dll. Terkadang bahasa yang digunakan yang memiliki makna denotasi atau makna yang tersirat. Dalam hal ini, diperlukan pemahaman yang mendalam agar bisa mengetahui makna yang ingin disampaikan.
3. Mempelajari bahasa-bahasa kuno.
Dengan mempelajari bahasa kuno, akan dapat mengetahui peristiwa atau kejadian dimasa lampau. Untuk mengantisipasi kejadian yang mungkin atau dapat terjadi kembali dimasa yang akan datang, atau hanya sekedar memenuhi rasa keingintahuan tentang latar belakang dari suatu hal. Misalnya untuk mengetahui asal dari suatu budaya yang dapat ditelusuri melalui naskah kuno atau penemuan prasasti-prasasti.
4. Mengeksploitasi
BAB 4
SEJARAN BAHASA INDONESIA
Bahasa indonesia pada dasarnya berasal dari bahasa melayu, pada zaman dahulu lebih tepatnya pada zaman kerajaan sriwijaya bahasa melayu banyak digunakan sebagai bahasa penghubung antar suku di plosok nusantara. Selain itu bahasa melayu juga di gunakan sebagai bahasa perdagangan antara pedagang dalam nusantara maupun dari luar nusantara.
BAB 5
PENTINGNYA BAHASA INDONESIA DAN BAHASA INGGRIS DI INDONESIA
A. Pentingnya bahasa indonesia di indonesia
Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional bagi rakyat Indonesia. Bahasa yang merupakan sarana komunikasi bagi bangsa Indonesia. Bahasa yang mempersatukan komunikasi dari berbagai suku di Indonesia. Bahasa yang sangat penting untuk dipelajari lebih mendalam bagi bangsa Indonesia, terutama para generasi muda penerus bangsa.
bahwa bahasa asing lebih tinggi derajatnya daripada bahasa Indonesia. Bahkan, mereka seolah tidak mau tahu perkembangan bahasa Indonesia. Saat mereka mereka mempelajari bahasa Indonesia, mereka justru merasa biasa saja. Tidak ada kebanggaan sama sekali saat mereka mempelajari bahasa Indonesia. Mempelajari bahasa asing memang tidak ada salahnya. Dapat menguasai bahasa asing merupakan poin plus bagi kita. Akan tetapi kita juga tidak boleh menyepelekan bahasa Indonesia yang merupakan bahasa nasional kita.
peduli padaku beberapa hari ini.’ Kesalahan-kesalahan yang tidak disadari inilah yang sering disepelekan oleh masyarakat. Kesalahan-kesalahan dalam penggunaan bahasa Indonesia juga disebabkan karena minimnya pengetahuan tentang bahasa Indonesia. Apabila kekayaan kata yang dimiliki oleh generasi muda kita itu banyak dan berkualitas, mereka pun akan sangat terbantu dalam mengeluarkan pikiran dan gagasan mereka. Sebaliknya, apabila mereka miskin akan kata-kata, mereka akan mengalami kegagapan dalam berkomunikasi, salah satunya adalah kesulitan dalam mengutarakan pendapat mereka.
Kita sebagai generasi muda penerus bangsa hendaknya mempelajari bahasa Indonesia dengan sungguh-sungguh untuk memperkaya kata-kata bahasa Indonesia yang kita miliki. Mempelajari bahasa Indonesia juga tidak merugikan bagi kita, justru dengan mempelajari bahasa Indonesia kita akan mendapatkan berbagai manfaat yang dapat membantu kita dalam mencapai kesuksesan. Adapun beberapa manfaat mempelajari bahasa Indonesia, yaitu: dengan mempelajari bahasa, kita dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka pelestarian dan pengembangan budaya, dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk meraih dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, meningkatkan kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan bangsa Indonesia, membantu kita dalam mengutarakan pendapat kita, dan masih banyak sekali manfaat yang akan kita dapatkan dengan kita mempelajari bahasa Indonesia.
kita dan agar kita tidak kesulitan dalam menjalani kehidupan kita sekarang ini maupun masa yang akan datang.
a) Pentingnya bahasa inggris di era globalisasi
Sebuah hal terpenting yang seharusnya kita ketahui sejak awal dalam belajar bahasa inggris adalah untuk apa kita belajar bahasa inggris? Apakah hanya sekedar belajar, atau untuk kebutuhan. Terdapat banyak alasan untuk kita tak hentinya belajar English, terlebih lagi di era globalisasi ini kebutuhan akan bahasa inggris nyata-nyata sangat penting. Era globalisasi mendorong kita untuk beradaptasi, beradaptasi pada tatanan kehidupan yang berterima umum. Pentingnya belajar bahasa inggris tidak boleh kita abaikan begitu saja, tanpa bahasa inggris memang kita masih bisa hidup, namun kehidupan ini telah berkembang pesat dan mengharuskan kita sebagai pihak yang ada dalam lingkaran globalisasi untuk ikut serta dalam tatanan kehidupan yang semakin maju
BAB 6
MACAM-MACA BAHASA DAERAH DI INDONEIA
1. Bahasa Daerah di Sumatera
Bahasa daerah di Sumatera antara lain Bahasa Aceh, Bahasa Alas, Bahasa Angkola, Bahasa Batak, Bahasa Enggano, Bahasa Gayo, Bahasa Karo, Bahasa Kubu, Bahasa Lampung, Bahasa Lom, Bahasa Mandailing, Bahasa Melayu, Bahasa Mentawai, Bahasa Minangkabau, Bahasa Nias, Bahasa Orang Laut, Bahasa Pak-Pak, Bahasa Rejang Lebong, Bahasa Riau, Bahasa Sikule, Bahasa Simulur.
2. Bahasa Daerah di Maluku
Bahasa Leti, Bahasa Pantar, Bahasa Roma, Bahasa Rote, Bahasa Solor, Bahasa Tanibar, Bahasa Tetun, Bahasa Timor, Bahasa Wetar, Bahasa Windesi, Bahasa Ternate, Bahasa Tidore, Bahasa Bacan, Bahasa Sula, Bahasa Taliabo.
3. Bahasa Daerah di Nusa Tenggara
Bahasa daerah di Nusa Tenggara antara lain Bahasa Sasak, Bahasa Sumba, Bahasa Sumbawa, Bahasa Tetun, Bahasa Timor.
4. Bahasa Daerah di Bali
Bahasa daerah di Bali antara lain Bahasa Bali dan Bahasa Sasak.
5. Bahasa Daerah di Jawa
Bahasa daerah di Jawa antara lain Bahasa Jawa, Bahasa Madura dan Bahasa Sunda.
6. Bahasa Daerah di Kalimantan
Bahasa Daerah di Kalimantan antara lain Bahasa Bahau, Bahasa Bajau, Bahasa Banjar, Bahasa Iban, Bahasa Kayan, Bahasa Kenya, Bahasa Klemautan, Bahasa Melayu, Bahasa Milano, Bahasa Ot-Danum.
7. Bahasa Daerah di Sulawesi
Bahasa daerah di Sulawesi antara lain Bahasa Bubgkumori, Bahasa Laki, Bahasa Landawe, Bahasa Mapute, Bahasa Buol, Bahasa Gorontalo, Bahasa Kaidipan, Bahasa Bulanga, Bahasa Balantak, Bahasa Banggai, Bahasa Babongko, Bahasa Loinan, Bahasa Bonerate, Bahasa Butung, Bahasa Kalaotoa, Bahasa Karompa, Bahasa Layolo, Bahasa Walio, Bahasa Bugis, Bahasa Luwu, Bahasa Makassar, Bahasa Mandar, Bahasa Pitu, Bahasa Sa`dan, Bahasa Salu, Bahasa Seko, Bahasa Uluna, Bahasa Bantik, Bahasa Mongondow, Bahasa Sangir, Bahasa Talaud, Bahasa Tambalu, Bahasa Tombatu, Bahasa Tumpakewa, Bahasa Tondano, Bahasa Tontembun, Bahasa Tomini, Bahasa Bada`Besona, Bahasa Kail, Bahasa Leboni, Bahasa Napu, Bahasa Pilpikoro, Bahasa Toraja, Bahasa Wotu.
8. Bahasa Daerah di Papua
3, Bahasa Matbat, Bahasa Mawes, Bahasa Ma'ya, Bahasa Mekwei, Bahasa Meoswar, Bahasa Mer, Bahasa Meyah, Bahasa Mlap, Bahasa Mo, Bahasa Moi, Bahasa Molof, Bahasa Mombum, Bahasa Momina, Bahasa Momuna, Bahasa Moni, Bahasa Mor, Bahasa Mor, Bahasa Morai, Bahasa Morori, Bahasa Moskona, Bahasa Mpur, Bahasa Munggui, Bahasa Murkim, Bahasa Muyu Utara, Bahasa Muyu Selatan, Bahasa Nafri, Bahasa Nakai, Bahasa Nacla, Bahasa Namla 5, Bahasa Narau, Bahasa Ndom, Bahasa Nduga, Bahasa Ngalum, Bahasa Nggem, Bahasa Nimboran, Bahasa Ninggerum, Bahasa Nipsan, Bahasa Nisa, Bahasa Obokuitai, Bahasa Onin, Bahasa Onin Pijin, Bahasa Ormu, Bahasa Orya, Bahasa Papasena, Bahasa Papuma, Bahasa Pom, Bahasa Puragi, Bahasa Rasawa, Bahasa Riantana, Bahasa Roon, Bahasa Samarokena, Bahasa Saponi, Bahasa Sauri, Bahasa Sause, Bahasa Saweru, Bahasa Sawi, Bahasa Seget, Bahasa Sekar, Bahasa Semimi, Bahasa Sempan, Bahasa Sentani, Bahasa Serui-Laut, Bahasa Sikaritai, Bahasa Silimo, Bahasa Skou, Bahasa Sobei, Bahasa Sowanda, Bahasa Sowari, Bahasa Suabo, Bahasa Sunum, Bahasa Tabla, Bahasa Taikat, Bahasa Tamagario, Bahasa Tanahmerah, Bahasa Tandia, Bahasa Tangko, Bahasa Tarpia, Bahasa Tause, Bahasa Tebi, Bahasa Tefaro, Bahasa Tehit, Bahasa Tobati, Bahasa Tofanma, Bahasa Towei, Bahasa Trimuris, Bahasa Tsaukambo, Bahasa Tunggare, Bahasa Una, Bahasa Uruangnirin, Bahasa Usku 5, Bahasa Viid, Bahasa Vitou, Bahasa Wabo, Bahasa Waigeo, Bahasa Walak, Bahasa Wambon, Bahasa Wandamen, Bahasa Wanggom, Bahasa Wano, Bahasa Warembori, Bahasa Wares, Bahasa Waris, Bahasa Waritai, Bahasa Warkay-Bipim, Bahasa Waropen, Bahasa Wauyai, Bahasa Woi, Bahasa Wolai, Bahasa Woria, Bahasa Yahadian, Bahasa Yale Kosarek, Bahasa Yali Angguruk, Bahasa Yali Ninia, Bahasa Yali Lembah, Bahasa Yaqay, Bahasa Yarsun, Bahasa Yaur, Bahasa Yawa, Bahasa Yei, Bahasa Yelmek, Bahasa Yeretuar, Bahasa Yetfa, Bahasa Yoke, Bahasa Zorop.
BAB 7 KESIMPULAN