• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kisah Siswa yang Melawan Komersialisasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Kisah Siswa yang Melawan Komersialisasi"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

CATATAN SEJARAH SISWA PROGRESIF

FORUM KOMUNIKASI SISWA PROGRESIF

(2)

KISAH SISWA YANG MENOLAK PENDIDIKAN KAPITALISME

Catatan Untuk : Forum Komunikasi Siswa Progresif (FKSP)

“jangan kau mudah terpesona oleh nama-nama. Kalau sendiri pernah bercerita padakau: nenek moyang kita menggunakan

nama yang hebat-hebat dan dengannya ingin mmengsani dunia

dengan kehebatan-kehebatan dalam kekosongan. Eropa tidak

berhebat-hebat dengan nama dia berhebat-hebat dengan ilmu

pengetahuan . tetapi sipenipu tetaplah sipenipuh, sipembohong

tetaplah si pembohong dengan ilmu dan pengetahuannya.”

(Pramoedya ananta toer).

KISAH ANAK-ANAK REMAJA PROGRESIF DARI HARI KEHARI

Sebenarnya ada kemajuan meskipun belum berarti, dikalangan manusia-manusia diatas bumi diatas

upaya memikirkan kembali suatu pemikiran dan gerakan untuk menjawab sebagai macam kontradiksi

yang menjangkiti tatanan kapitalis yang kian menglobal. Berbagai macam kontradiksi itu du tangkap dan

ekspresikan dalam berbagai macam gerakan yang menghendaki perubahan dam tentu saja seiring dana

protes yang kian berbunyi.

Kita tidak hanya mmelihat anak-anak muda yang frustasi karena tidak mendapatkan hak-hakya di bidang

pendidikan. Di antara mereka, ada yang lari kebudaya negative dan justru menjadi bagian dramatis dari

musibah kapitalisme, yang tak jarang di eksploitasi dalam kisah-kisah sinetron dan film Hollywood yang

menghibur. Sebagian lagi, ada yang menangkap ketidakpuasannya dan di ekspresikan melalui lirik-lirik

lagu yang mereka nyanyikan di bus-bus dan kereta-kereta.

Sebagian dari mereka, mesipun ,mereka adalah anak-anak remaja yang tak dapat mmasuk kesukolah,

tetap saja dapat memahami betapa pendidikan itu tidak adil buat mereka. Tentunya, menghendaki

sekolah yang adil, seringkali kita mendengar anak-anak kecil kotor dan dekil menyanyikan lagu yang

(3)

“belajar sama-sama

Bekerja sama-sama

Semua orang itu guru

Alam raya sekolahku

Sejaterahlah bangsaku

Di tempat lain, juga kita sering mendengar lagu-lagu

yang sangat menunjukkan kontradiksi kapitalisme

terhadap pendidikan. Berikut ini liriknya

yaitu mahasiswa yang kadang juga tak puas terhadap kebijakan Negara dan kampus. Berbagai macam

aksii radikal anak-anak mudah kampus sering kali terjadi, yaitu menuntut adanya kenaikan SPP dan

sekolah mahal, hingga menolak kebijakan privatisasi pendidikan tinggi yang benar-benar akan

mengancam masa depan negeri Indonesia ini.

Para remaja sekolah yang usia yang begitu rendah, seperti anak-anak SD,SMP,dan SMU, belakangan ini

juga suka turun kejalan, terutama menolak adanya penyimpangan yang dilakuakan oleh pihak sekolah.

(4)

anak remaja sekolahan dan di kemudian hari akan tersimpan dalam memori mereka watak krititisme

yang dibangun semenjak remaja sampai pada ketika mereka menjadi mahasiswa intelektual. Dengan

prtatek seperti itulah mereka akan tidak terasing lagi dengan suasana demonstran bahkan terlibat

langusung dalam garis massa demonstran yang progresif revolusioner.

CERITA ANAK SEKOLAHAN

Aku sedikit punya cerita tentang gerakan

remaja sekolahan yang masih berusia

dibawah, seperti di daerah kelahiranku

Polewali Mandar, ada sekelompok remaja

yang mengorganisasikan dirinya dalam

forum-forum diskusi dan mengikuti

beberapa aksi massa, katakanlah FKSP

(forum komunikasi siswa progresif) yang

terdiri dari beberapa sekolah-sekolah

menegah atas (SMA) di daerah polewali

mandar, informasi yang aku terimah dari

kawan-kawan remaja progresif ini, ada 17

sekolah-sekolah menengah atas yang

bergabung didalam organisasi mereka, ku

ajungkan empat jempol buat mereka,

yang begitu siap bergerak untuk

melakukan penyadaran-penyadaran kritis

Kepada teman sebanyanya.

Awal dari terbentukanya organisasi remaja ini aadalah bentuk kajian-kajian kritis yang begitu menyebar

di daerah ketika itu, yang dilakuakan para pemuda-pemuda desa yang lebih duluan mengkonsumsi

pemikiran kritis dan pembacaan yang berlandaskan pada kebutuhan rakyat.

Dari pengalaman kawan-kawan remaja progresif kita dapat melihat betapa gelisahnya mereka

(5)

yang masih bayak teman-teman sebaya mereka yang tidak mampu menikmati pendidikan formal,

dengan pemikiran yang maju pula organisis remaja ini membnentuk forum-forum kajian agar

teman-teman sebaya mereka dapat mendapat ilmu yang lebih bermanfaat dibandingkan yang ada di

sekolah-sekolah yang berwatak kapitalistik, feodalistik, dan militeristik.

Anak-anak remaja dan pemudah itu tentu saja marah, justru karena mereka sadar atas apa yang

sebenarnya terjadi di dunia ini. Tampaknya, mereka paham akan kemunafikan system kapitalisme

bahwa tak mungkin kapitalisme butuh anak-anak remaja pintar dan cerdas (berpengetahuan dan

berteknologi) karena kalau itu terjadi, pendidikan dan ilmu pengetahuan tak bisa lagi di

komersialisasikan oleh ideology kapitalisme.

Dengan kegelisahan para remaja-remaja ini, dan sampai pada waktunya mereka turun langsung kejalan

dengan massa yang terorganisir oleh organiasasi mereka, membentengkan poster-poster tentang

penolakan kebijakan-kebijakan sekolah yang sungguh memberatkan mereka dan orang tua mereka baik

itu secara langsung maupun yang tidak langsung.

Anak-anak itu adalah anak kandung kapitalisme. Mereka dilahirkan dari ibu kapitalisme, tetapi ketika

tumbuh mulai tahu bahwa kapitalisme berusaha menyuapinya dengan racun atau zat-zat yang akan

membuat anak-anak itu bodoh dan cepat mati. Makanya, anak-anak yang menyadari bahwa ia hanya

akan di manfaatkan ibu kandung itu dengan tegas segera membangkang terhadap orang tua dan kadang

memang di cap sebagai anak durhaka oleh anak-anak dan saudara-saudaranya yang lahir dari rahim

kapitalisme lain.

Mereka tahu bahwa kapitalisme ingin terlalu berkuasa. Dan mereka yang masih percaya dengan sekolah,

anak-anak itu juga menolak kampus dikuasai. Sebelum para mahasiswa daerah mereka (kabupaten

Polewai Mandar) ramai-ramai menolak privatisasi kampus belakangan ini, anak-anak remaja/ sekolahan

di derah Polewal Mandar (SULBAR) telah memulai aksi lebih dulu disbandingkan dengan mahasiswa

yang katanya lebih progresif tapi tidak revolusioner akhirnya menjadi reformis berwatak borjuis penjilat

pantat kapitalisme.

Polewali Mandar tercatat aksi disini pada bulan-bulan maret 2008 lebih dari 5 sekolah menengah atas

(6)

kampus dan mengajak para mahasiswa untuk ikut aksi bersama mereka. Salah satu kampus utama di

daerah polewali mandar menjadi sasaran untuk memasak bayak pamphlet penolakan UU BHP yang

menurut surat kabar fajar yang mengatakan bahwa semua perguruan tinggi negri maupun swasta harus

menjalankan yang namanya badan hukum pendidikan (BHP) dan UNASMAN yang menjadi sasaran di

SULAWESI BARAT tepatnya di Polewali Mandar nantinya sasaran utama komersialisasi system

pendidikan.

Kaum remaja berani menyatakan pikiran dan orientasi gerakan yang berbeda. Pertanyaan tersebut

diwakili lagu the police yang berjudul “born in the 50’s”, we are the class, they couldn’t teach, cause we

know better!’ ( kami adalah generasi yang tak dapat mereka didik, karena kami memahami lebih baik).

Dominan yang menyebar dianggap tidak mampu memberikan apa-apa karena hanya dangkal beku,

sedangkan kaum remaja yang mampu meresakan dan mengetahui lebih baik ini menginginkan gaya

hidup yang berbeda.

Di Indonesia secara umum, budaya tanding juga menjadi ciri khas dari gerakan kaum muda yang dimulai

dari kemampuan untuk merasakan kontradiksi yang muncul. Gerakan mahasiswa melawan orde baru

merupakan fakta sejarah yang paling menonjol. Pengaruh budaya tandingan tahun 1960-an. dan juga

berimbas pada kaum remaja di daerah polewali manda (SULBAR) yang mampu mengakses informasi dan

ilmu pengetahuan ini. Gerakan kaum remaja pun harus ada dalam sejarah gerakan di Sulawesi Barat di

daerah Polewali Mandar dimana kebudayaan dijadikan topeng kekuasaan yang menindas rakyat sendiri

TO MANDAR.

Demikian aku tulis beberapa kisah anak pelajar dari tanah mandar yang menginginkan suatu perubahan

pada dunia pendidikan. Secara filosofi sekolah tak harus di bangku sekolah, bangku perkuliahan tetapi

seperti lagu yang aku tulis sedikit diatas.. yang memandang bahwa sekolah adalah alam raya kita dan

guru kita adalah orang-orang/lingkungan disekitar kita.

Salam demokrasi pembebasan buat kawan-kawan (forum komunikasi siswa progresif) FKSP, belajarlah

selagi muda berjuanglah selagi bisa, mereka pribumi terpelajar, kalau pribumi itu tidak terpelajar, kau

harus, harus, dan harus membuat mereka menjadi terpelajar. Dengan bahasa yang mereka ketahui

Referensi

Dokumen terkait

Kebijakan puritanisme oleh sultan Aurangzeb dan pengislaman orang-orang Hindu secara paksa demi menjadikan tanah India sebagai negara Islam, dengan menyerang berbagai praktek

Tahun 2012 terdapat 3 reksadana Syariah yang masuk dalam 5 besar yang memiliki kinerja terbaik Cipta Syariah Equity (RDSS04), BNP Paribas Pesona Syariah (RDSS02) , dan

Endang Mulyatiningsih (2011:222) menyatakan metode ini sangat baik untuk untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi atau problem yang sedang dipelajari karena semakin

Penjelasan yang dapat diperoleh dari histogram diameter telur (Gambar 2), ikan gabus pada stadia fully matured, terdapat dua macam ukuran telur, yaitu telur

Sebagai salah satu program pembangunan berbasis/digerakkan oleh masyarakat yang ditujukan untuk mendukung terwujudnya kota tanpa pemukiman kumuh, program NUSP-2 akan

Keberadaan sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) yang menjadi potensi pembangunan daerah turut diperhitungkan, dan dengan motto Gertak Saburai Sikep

Indeks Kekayaan Jenis (R) maupun Indeks Keanekaragaman Jenis (H) hutan kerangas yang telah 15 tahun ditambang pasir kuarsa lebih tinggi dibandingkan dengan yang baru 5

Lokasi pasti bangunan tempat tinggal Ki Ageng Pemanahan sampai saat ini masih belum dapat diketahui, namun mengacu dari legenda yang ada, maka kelompok bangunan yang