MAKALAH KIMIA BAHAN MAKANAN VITAMIN Kelo

37 

Teks penuh

(1)

MAKALAH KIMIA BAHAN MAKANAN

VITAMIN

Kelompok 5 :

- Dhea Laraswati - Dhia Husna Indiarty - Elisa Munira

- Mipajrin Dwiani Putri - Mustika Amalia

- Reza Kintan Prameswari - Virgiawan Leo Putra - Zahrani Anggita Putri

JURUSAN FARMASI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

2018

(2)

Puji Syukur kami panjatkan ke-hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dan karunia-Nyalah, makalah ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya. Adapun tujuan dibuatnya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dengan judul Vitamin. Dengan membuat tugas ini kami diharapkan mampu untuk lebih mengetahui tentang vitamin, yang merupakan salah satu materi bahasan dalam kuliah kimia bahan makanan.

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga makalah ini dapat menambah khazanah ilmu pengetahuan dan memberikan manfaat nyata untuk masyarakat luas.

Penyusun

(3)

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG PENULISAN

Penemuan penyakit akibat defisiensi nutrisi, yang pertama kali ditemukanpada zaman Mesir Kuno yakni rabun senja menjadi tonggak awal manusia mulaimengenal salah satu nutrisi yang dikandung makanan. Hal tersebut tertera dalambuku pengobatan yang berisikan pola-pola pengobatan pada zaman tersebut,dimana tertulis bahwa obat dari rabun senja adalah ekstrak hati yang telah dimasak. Ternyata pengobatan Yunani pun yang menjadi cikal bakal pengobatanmodern mengikuti pola pengobatan Mesir Kuno tersebut. Namun, pada tahun1913 barulah diketahui bahwa kandungan ekstrak hati yang telah dimasak adalahretinol. Penemuan lain yang mencetus penamaan vitamin adalah seorang ahlikimia yang berasal dari Polandia, yakni Funk yang mengemukakan bahwapenangkal beri-beri yang terlarut dalam air itu berupa amina yang sangat vital.Oleh karena itu ia menyebutnya “vitamine” yang kemudian lebih dikenal dengansebutan “vitamin”. Penemuan mengenai vitamin tidak berhenti sampai disitu sajapada tahun 1930, seorang ilmuan bernama T. More mengemukakan bahwakaroten dapat mencegah rabun senja.Vitamin adalah sekumpulan atau sekelompok senyawa organik yang memiliki komposisi kimia yang berbeda dengan karbohidrat, lipid, protein danasam nukleat serta mengalami perbedaan katalisis esensial dalam metabolismenormal dari nutrien-nutrien lain. Secara umum vitamin berguna untuk prosesmetabolisme dan pertumbuhan yang normal.Penggolongan terhadap vitamin dapat didasarkan pada media pelarutnya,yakniada vitamin yang dapat larut dalam lemak dan air. Vitamin yang dapat larutdalam lemak diantaranya vitamin A, D, E, dan K. Sedangkan yang dapat larutdalam air adalah vitamin B dan C.

1.2 TUJUAN

Adapun tujuan kami dalam menyusun makalah ini adalah :

1. Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Analisis Makanan.

2. Untuk menambah wawasan dan pengetahuan penyusun pada khususnyadan bagi masyarakat luas pada umumnya.

(4)

Dalam menyusun makalah ini, kami menggunakan 2 metoda dalampengolahan data, yaitu kepustakaan (Library) dan diskusi (Discussion).Kepustakaan (Library), yaitu dengan mempelajari beberapa buku sumbery a n g b e r h u b u n g a n d a l a m p e n y u s u n a n m a k a l a h i n i . S e d a n g k a n d i s k u s i (discussion), yaitu pengumpulan data dengan melakukan tanya jawab antaranggota kelompok atau dengan orang yang lebih ahli mengenai materi dalampenyusunan makalah ini.

BAB II

(5)

Vitamin (bahasa Inggris: vital amine, vitamin) adalah sekelompok senyawa organik amina berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme setiap organisme, yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh .

Nama ini berasal dari gabungan kata bahasa Latin vita yang artinya "hidup" dan amina (amine) yang mengacu pada suatu gugus organik yang memiliki atom nitrogen (N), karena pada awalnya vitamin dianggap demikian. Kelak diketahui bahwa banyak vitamin yang sama sekali tidak memiliki atom N. Dipandang dari sisi enzimologi (ilmu tentang enzim), vitamin adalah kofaktor dalam reaksi kimia yang dikatalisasi oleh enzim. Pada dasarnya, senyawa vitamin ini digunakan tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang secara normal .

Vitamin merupakan satu dari berbagai jenis senyawa yang dapat menghambat reaksi perusakan tubuh oleh senyawa radikal bebas terkait dengan aktivitas antioksidannya. Asupan vitamin antioksidan yang cukup akan membantu tubuh mengurangi efek penuaan oleh radikal bebas, terutama oleh oksigen bebas yang reaktif. Selain itu, vitamin juga berkontribusi dalam menyokong sistem imun yang baik sehingga risiko terkena berbagai penyakit degeneratif dan penyakit lainnya dapat ditekan, terutama pada manula. Jadi, secara tidak langsung, asupan vitamin yang cukup dan seimbang dapat menciptakan kondisi tubuh yang sehat dan berumur panjang (Yazid, 2006).

Vitamin merupakan suatu senyawa yang telah lama dikenal oleh peradaban manusia. Sudah sejak ribuan tahun lalu, manusia telah mengenal vitamin sebagai salah satu senyawa yang dapat memberikan efek kesehatan bagi tubuh. Seiring dengan berkembangnya zaman dan ilmu pengetahuan, berbagai hal dan penelusuran lebih mendalam mengenai vitamin pun turut diperbaharui (Girindra, 1986).

(6)

vitamin hanya dapat disimpan beberapa hari saja di dalam tubuh, sedangkan jenis vitamin lain dapat bertahan hingga 6 bulan lamanya di dalam tubuh (Lehninger, 1998).

Berbeda dengan vitamin yang larut dalam lemak, jenis vitamin larut dalam air hanya dapat disimpan dalam jumlah sedikit dan biasanya akan segera hilang bersama aliran makanan. Saat suatu bahan pangan dicerna oleh tubuh, vitamin yang terlepas akan masuk ke dalam aliran darah dan beredar ke seluruh bagian tubuh. Apabila tidak dibutuhkan, vitamin ini akan segera dibuang tubuh bersama urin. Oleh karena hal inilah, tubuh membutuhkan asupan vitamin larut air secara terus-menerus .

Mengkonsumsi terlalu sedikit vitamin dapat menyebabkan gangguan gizi. Oleh karena itu, orang yang makan berbagai macam makanan tidak mungkin kekurangan banyak vitamin. Kekurangan vitamin D merupakan pengecualian. Hal ini sering terjadi pada kelompok orang tertentu (seperti orang tua) meskipun mereka memakan berbagai macam makanan. Untuk vitamin yang lainnya, kekurangan vitamin dapat terjadi jika seseorang mengikuti diet ketat yang tidak memiliki cukup vitamin tertentu (Pujiadji, 1994).

Gangguan yang mengganggu pencernaan mencerna makanan (disebut gangguan malabsorpsi) dapat menyebabkan kekurangan vitamin. Beberapa gangguan mengganggu penyerapan lemak .

Pada tahap pemrosesan dan pemasakan banyak vitamin hilang bila menggunakan suhu tinggi, air perebus dibuang, permukaan makanan bersentuhan dengan udara dan menggunakan alkali. Vitamin yang terpengaruh dalam hal ini adalah yang rusak oleh panas, oksidasi, atau yang larut dalam air

(7)

demikian. Kelak diketahui bahwa banyak vitamin sama sekali tidak memiliki atom (Sirajuddin, 2009).

Pada umumnya vitamin tidak dapat dibuat sendiri oleh hewan (atau manusia) karena mereka tidak memiliki enzim untuk membentuknya, sehingga harus dipasok dari makanan. Akan tetapi, ada beberapa vitamin yang dapat dibuat dari zat-zat tertentu (disebut provitamin) di dalam tubuh. Contoh vitamin yang mempunyai provitamin adalah vitamin D. Provitamin D banyak terdapat di jaringan bawah kulit. Vitamin lain yang disintetis di dalam tubuh adalah vitamin K dan vitamin B12. Kedua macam vitamin tersebut disintetis di dalam usus oleh bakteri (Yazid, 2006).

Vitamin merupakan nutrient organik yang dibutuhkan dalam jumlah kecil untuk berbagai fungsi biokimia dan yang umumyan tidak disintesis oleh tubuh sehingga harus dipasok dari makanan. Vitamin yang larut dalam air, seluruhnya diberi simbol anggota B kompleks (kecuali vitamin C) dan vitamin larut dalam lemak yang baru ditemukan diberi simbol menurut abjad (A, D, E, K). Vitamin yang larut dalam air tidak pernah dalam keadaan toksitas didalam tubuh karena kelebihan vitamin ini akan dikeluarkan melalui urine.

Vitamin merupakan komponen penting dalam suatu bahan, khususnya bahan pangan karena kandungannya menentukan nilai nutrisi dari bahan tersebut. Vitamin ini dalam proses metabolism dapat berperan sebagai koenzim dan lainnya. Berdasarkan sifat fisiknya vitamin ini dapat dikelompokkan menjadi :

a. Vitamin yang larut dalam air seperti vitamin B dan vitamin C.

b.Vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E, dan K

Dalam proses pengolahan pada umumnya vitamin ini akan mengalami perubahan sehingga kadarnya menjadi berkurang. Sebaliknya dengan proses fermentasi dakan dapat meningkatkan kandungan vitaminnya yang dihasilkan oleh miroorganisme .

BAB III

(8)

A. Metode

Penelitian ini melakukan pengkajian mengenai macam-macam vitamin ,defisiensi dan manfaat dari vitamin.Data yang dikumpulkan melalui tahapan pembacaan mengenai pengertian vitamin ,defisiensi dan manfaatnya sehingga diperoleh informasi yang banyak tentang materi vitamin Metode pencarian, identifikasi, dan mengunduh data artikel atau jurnal ilmiah menggunakan sumber internet dari database ,Google Scholar dengan studi sistematik review, baik penerbit nasional maupun international.

B. Bahan

Bahan yang digunakan antara lain vitamin A ,vitamin D,vitamin E ,vitamin K ,vitamin b1 ,vitamin b2, vitamin b3,vitamin b5,vitamin b6 dan vitamin b12.

BAB IV

(9)

I. Vitamin yang larut di dalam lemak

Vitamin yang larut dalam lemak merupakan molekul hidrofobik apolar, yang semuanya adalah derivat isoprene. Molekul-molekul ini tidak disintesis tubuh dalam jumlah yang memadai sehingga harus disuplai dari makanan. Vitamin- vitamin yang larut dalam lemak ini memerlukan absorbsi lemak yang normal agar vitamin tersebut dapat diabsorbsi secara efisien. Diabsorbsi molekul vitamin tersebut harus diangkut dalam darah yaitu oleh lipoprotein atau protein pengikat yang spesifik.

Jenis jenis vitamin yang larut dalam lemak:

1. Vitamin A (retinol)

Sumber vitamin A:

minyak hati ikan, minyak ikan, minyak sawit, hati sapi, kambing, ayam. Dalam sayuran hijau atau pun yang berwarna kuning terdapat dalam jumlah yang cukup.

Sifat kimiawi vitamin A

a. Vitamin larut dalam lemak dan pelarut lemak tetapi tidak larut dalam air

b. Vitamin A cukup stabil dalam pemanasan yang dilakukan dalam pemasakan makanan.

c. Vitamin A dapat mengalami kerusakan karena oksigen ataupun sinar.

d. Struktur dan aktivitas vitamin A

(10)

unit aktivitas vit A =1 retinol ekivalen

= 1 ug retinol

1 retinol ekivalen = 3 SI d.

e. Beta karoten Komposisi retinol haya tedapat dalam bahan pangan hewani, sedangkan dalam pangan nabati terdaat zat warna karotenoid. Senyawa karoten akan dirubah menjadi vitamin A dalam usus halus.

Fungsi vitamin A:

a. Menjaga kesehatan mata

b. Untuk pertumbuhan Vitamin diperlukan untuk pertumbuhan tulang dan gigi

c. Untuk mencegah infeksi Vitamin A melindungi kesehatan sel epitel sehingga dapat dipakai untuk mencegah infeksi.

Defisiensi vitamin A :

1. Terjadi gangguan kemampuan penglihatan pada senja hari (buta senja). Ini terjadi karena ketika simpanan vitamin A dalam hati hampir habis.

2. Rabun senja

3. Keratomalacia

Merupakan salah satu penyakit mata yang terdapat di Asia dan Afrika. Penyakit ini banyak diderita oleh anak-anak yang tinggal di daerah kumuh, anak-anak yang kurang mengkonsumsi susu ataupun yang mengkonsumsi susu kental manis keratomalacia menyebabkan infeksi pada bagian luar kornea.

4. Keratosis

Merupakan stadium awal dari keratomalacia. Kulit menjadi kasar dan bersisik. Keringat dan air mata tidak lancar keluar.

(11)

Kelebihan vitamin A kurang baik karena akan mengakibatkan terjadinya penimbunan vitamin A dalam organ tubuh yang akan mengakibatkan nafsu makan menjadi menurun, rambut rontok, kulit menjadi gatal, tulang pada tangan dan kaki berasa sakit. Pemakaian beta karoten yang berlebihan dapat mengakibatkan kulit menjadi kuning, telapak tangan banyak mengeluarkan keringat.

Rekomendasi asupan:

1. Di Amerika Serikat, asupan harian yang dianjurkan untuk vitamin A adalah 0,9 mg untuk laki-laki dan 0,7 mg untuk wanita.

2.Selama menyusui dianjurkan tambahan 0,4-0,5 mg.

2. vitamin D (calciferol)

Fungsi vitamin D

a. Mengatur penyerapan kalsium dalam usus halus

b. Mengatur perbandingan kalsium dan fosfor dalam serum -darah tetap normal

c. Mengatur metabolisme kalsium dan fosfor

Akibat defisiensi vitamin D

1. rakhitis dengan gejala yang paling ringan yaitu tungkai berbentuk X atau O.

(12)

Akibat kelebihan vitamin D

Di masa bayi seringkali diberi tambahan vitamin D sebanyak satu tetes setiap hari. Pemberian vitamin D yang terlalu banyak, misalnya satu sendok teh setiap hari akan mengakibatkan timbulnya keracuanan. Gejala keracunan vitamin D yaitu nafsu makan hilang, muntah-muntah, berasa sangat haus, mengalami sembelit, dapat mengalarrii diare, kehilangan berat dan bersifat mudah marah. Apabila overdosis berlangsung terus menerus, anak dapat mengalami koma dan akhirnya mati.

Sumber vitamin D

- Minyak hati ikan mengandung k holekalsiferol (D3) sebanyak 200-750 ug/100 g - kuning telur mengandung 3-10 ug/100 g dan susu mengandung 0,02-0,10

ug/100 g.

Kebutuhan vitamin D

Kebutuhan vitamin D setiap hari untuk anak berusia 0-5 tahun sebesar 10 -ug kholekalsiferol, 6-18 tahun sebesar 2,5 ug, untuk ibu mengandung dan menyusui sebanyak 10 ug kholekalsiferol.

3. vitamin E ( tokoferol )

sumber vitamin E

Vitamin E umumnya terdapat pada pangan nabati yang kaya akan lemak, misalnya minyak sayur, kacang-kacangan (kacang tanah, hazelnuts, almonds), biji-bijian (biji bunga matahari, pistachio, pine), dan gandum. Vitamin E juga banyak terdapat pada salad dressing, peanut butter, margarine, dan produk-produk susu dengan lemak penuh (susu, butter dan cream).

Rekomendasi asupan :

(13)

Fungsi utama vitamin E

1. antioksidan

2. membantu memperlama umur hidup sel-sel darah merah

3. melindungi membran biologis seperti yang berada di jaringan syaraf, otot dan sistem kardiovaskuler

4. meningkatkan sistem kekebalan

5. vitamin E mencegah kerusakan lemak dan komponen seluler lainnya (misal protein, DMA) dari kerusakan akibat oksigen dan turunannya (disebut kerusakan oksidatif)

6. membantu memperbaiki viskositas darah.

Kekurangan vitamin E

1. menyebabkan bayi prematur, oleh karena itu makanan formula bayi saat ini mengandung konsentrasi vitamin E yang cukup.

2. Kekurangan vitamin E akan menimbulkan pengaruh terhadap ketidakmampuan menyerap (ketidakmampuan memanfaatkan vitamin E secara cukup) dan mengakibatkan penyakit neuromuscular pada dewasa maupun anak-anak.

4. vitamin K (phylloquinone)

Fungsi vitamin k:

1. Mengatasi penggumpalan darah 2. Mencegah pendarahan berlebih 3. Melindungi jantung

(14)

5. Meningkatkan sensitivitas insulin 6. Mencegah penyakit Alzheimer 7. Mencegah diabetes

8. Sumber antioksidan 9. Memperkuat imun

Defisiensi vitamin k :

1. Dampak kekurangan vitamin K

2. Janin Tidak berkembang

3. Darah Sulit Membeku

4. Pendarahan

5. Menyebabkan Kanker

Sumber vitamin K:

Sayur-sayuran berdaun hijau seperti bayam, kangkung, brokoli, kubis, dan selada. Sumber baik lainnya adalah sayuran dan minyak kacang (kedele, canola, walnuts, zaitun), telur, keju, hati, kentang, tomat, teh hijau dan kopi.

Rekomendasi asupan:

Kebutuhan akan vitamin K pada orang dewasa relatif rendah sehingga kecil kemungkinan bagi seseorang untuk mengalami defisiensi. Amerika Serikat menganjurkan asupan untuk vitamin K tiap harinya adalah 120 jag untuk laki-laki dan 90 jag untuk wanita.

(15)

Rekomendasi asupan:

BadanPangandanNutrisiAmerikaSerikatmenganjurkan1,1mgtiaminperhari untuk wanita dan 1,2 mg untuk laki-laki

Kekurangan dan kelebihan vitamin B1:

1. perubahanpadasistimsaraf.

2. Penyakitberi-beribasahmengakibatkanpembengkakanatau udemakarena tertimbunnyaair dalamjaringan.

VitaminB2(Riboflavin)

Vitamin B2 disebut riboflavin, atau sering pula disebut laktoflavin atau hepatoflavin, ovoflavin, danrenoflavin sesuai dengan sumber vitamin tersebut yaitu berasal dari susu, hati,telur maupun ginjal.

Sumber riboflavin yaitu pada hati sapi, susu, daging segar dan kuning telur. Wortel dan tomat juga mengandung riboflavin

(16)

Badan Pangan dan Nutrisi Amerika Serikat menganjurkan 1, 1 mg tiamin perhari untuk wanita dan 1,3 mg untuk laki-laki. Kebutuhan akan riboflavin akan meningkat jika dalam kondisi hamil (1,4mg/hari) dan menyusui (1,6mg/hari).

VitaminB3(Niacin)

Vitamin B3 atau sering disebut juga niacin juga merupakan salah satu vitamin yang larut dalam air. Istilah niacin meliputi nicotinic acid dan nicotinamide, dimana merupakan bagian reaktif dari co-enzim NAD dan NADP. Niacin sebenarnya bukan vitamin murni karena dapat dibentuk didalam tubuh dari asam aminot ryptophan.

Sumber vitamin B3

Niacin dapat ditemukan dihati, ginjal, daging sapi, daging unggas, ikan, kopi instant,roti yang diperkaya, sereal dan produk-produk susu. Niacin juga dapat dibentuk daria sama minotryptophan dan 60 mg tryptophan dapat menghasilkan1 mgniacin.

Rekomendasi asupan:

Asupan niacin14mg/hari untuk wanita dan 16 mg/hari untuk laki-laki. Anak-anak dan remaja memerlukan niacin lebih sedikit. Dalam kondisi hamil dan menyusui dianjurkan untuk mengkonsumsi lebih 4 dan 3 mg/hari.

(17)

1. niacin menjadi esensial dalam bentuk co-enzim NAD dan NADP, yang terlibat dalam pembentukan energi dari karbohidrat, lemak dan protein.

2. niacinmeningkatkanenergimelaluipemanfaatanmakanansecarabenar

3. niacin penting dalam perbaikan dan replikasi DMA

Defisiensi niacin:

Menyebabkan pellagra.Gejala dari pellagra meliputi dermatitis dan luka seperti terbakar matahari karena sensitif terhadap sinar matahari, kelelahan, dementia, diare, insomnia dan ketidak-normalan pencernaan. Selain mencegah pellagra, niacin juga mencegah munculnya histamine yang menjadi pemicu alergi dan bronkitis

Vitamin B5 (PantothenicAcid)

Vitamin B5 dikenal juga sebagai asam pantotenat. Ditemukan pada semua makhluk hidup danmemiliki peran esensial dalam metabolisme energi semua jaringan tubuh. Pantothenic acid juga berperan penting dalam penyembuhan luka dan diperlukan untuk menjaga kesehatan rambut dan kulit.

.

Sumber vitamin B5 :

Makanan yang baik sebagai sumber vitamin B5 antara lain hati, ginjal, salmon, telur, kacang, kedele, jamur, brewer'syeast, dan sejumlah sayuran. Pengolahan makanan dan pemanasan dapat menghilangan hingga separuh asam pantotenat didalam makanan.

(18)

Di Amerika Serikat 5mg/hari untuk orang dewasa, 2 -4mg/hari untu kanak-anak usia 1-13 tahun dan 1,7 - 1,8 mg/hari untuk bayi. Dianjurkan juga bagi wanita hamil untuk meningkatkan asupan menjadi 6 mg/hari, dan untuk yang menyusui 7 mg/hari.

Defisiensi vitamin B5 :

kelelahan, sakit kepala, hilangnya konsentrasi, otot mudah mengalami kram, insomnia, hilangnya nafsu makan, perubahan perilaku, turunnya kekebalan, gangguan pencernaan, dan pertumbuhan terhambat atau berat badan turun.

Vitamin B6 (Pyridoxine)

VitaminB6 adalah vitamin larut air yang terdiri dari sebuah group dengan enam komponen terkait : pyridoxal, pyridoxine, pyridoxamine, dan 5'-phasphates (PLP, PNP, PMP: komponen-komponen inl saling berubah dari satu menjadi lainnya melalui reaksi metabolik). Vitamin B6 juga penting dalam menurunkan level homosisteindara sehingga membantu mencegah penyakit jantung dan penyakit Alzheimer'

Sumber vitamin B6 :

(19)

Rekomendasi asupan :

Rekomendasi asupan untuk vitamin B6 dapat bervariasi tergantung dari usta, jenis kelamin dan kelompok beresiko. Di Amerika Serikat merekomendasikan : bayi 0,1 - 0,3 mg/hari, anak-anak 1-8 tahun 0,5 - 0, mg/hari, 9 – 13 tahun 1,0 mg/hari, umur 14 - 50 tahun 1,3 mg/hari dan lebih dari 50 tahun 1,5 mg/hari. Wanita hamil dianjurkan 1,9 mg/hari sedangkan ibu menyusui dianjurkan untuk meningkat hingga 2,0mg/hari.

Fungsi didalam tubuh:

1. Vitamin B6 adalah bagian co-enzim dari berbagai enzim yang terlibat dalam metabolisme asamamino(protein),.

2. Vitamin B6 terlibat dalam perubahan tryptophan menjadi niacin(vitaminB3)

3. vitamin B6 juga terlibat dalam produksi sejumlah neurotransmitter

Defisiensi vitamin B6:

Defisiensi vitamin B6 menyebabkan dermatitis, batu ginjal, penurunan pembentukan antibodi, iritasi, anemia, turunnya kemampuan syaraf, pertubuhan terhambat, mudah bingung dan depresi.

Vitamin B12 (Cobalamin)

(20)

Sumber vitamin B12:

Vitamin B12 dapat ditemukan dalam produk hewani seperti daging, unggas, ikan dan produk susu. Hewan memiliki vitamin B12 dari mikroorganisme yang terdapat dalam tubuhnya atau dari pakannya.

Rekomendasi asupan:

1. rekomendasi asupan untuk vitamin B12 adalah 2,4 jag/hari untuk setiap orang yang berumur lebih dari 14 tahun.

2 . Bayi dan anak-anak memerlukan kurang dari jumlah tersebut. W anita hamil disarankan hingga 2,6 j^g/hari,

Fungsi didalam tubuh

1. vitaminB12 diperlukan untuk pembentukan dan regenerasi sel-sel darah merah, dan pada wanita hamil menurunkan kadar homosistein darah sehingga mencegah penyakit jantung dan penyakit Alzheimer's

2. vitamin B12 juga merupakan co-enzim pada metabolisme lemak dan Protein dan diperlukan untuk menjaga kesehatan sistem syaraf.

Kekurangan vitamin B12:

1. mengakibatkan anemia serius

(21)

Vitamin C

Vitamin C atau asam askorbat merupakan salah satu vitamin yang bersifat larut dalam air, tidak dapat disintesis dalam tubuh manusia, kera ataupun kelelawar pemakan buah-buahan. Peranan vitaminC yang banyak dikenal yaitu dapat mencegah dan mengobati penyakit sariawan. Penyakit-penyakit yang ditimbulkan karena kekurangan vitamin C meliputi juga nyeri pada tulang, otot-otot sakit, udema, lemah,anemia dan hiperkeratosis.

Sumber vitamin C:

Vitamin C banyak terdapat dalam buah-buahan segar dan sayuran, seperti jeruk, black currants, strawberries dan mangga. Sayuran tersebut antara lain bawang, brokoli, bungakol, kentang dan ubi jala

Rekomendasi asupan:

Amerika Serikat merekomendasikan asupan vitamin C sebesar 75 mg/hari untuk wanita dan 90 mg/hari untuk laki-laki. Dianjurkan juga bagi wanita hamil untuk melebihkan asupannya hingga10 mg/hari, sedangkan wanita menyusui kenaikkannya 40-45 mg/hari.

A. Teknik Isolasi Vitamin

(22)

mengetahui total dari vitamin yang terkandung didalam pangan tersebut.Sedangkan metode spektrofotometri hanya bisa menganalisis atau mengetahui total dari vitamin yang terkandung didalam pangan.

B. Cara isolasi vitamin

1. vitamin A

Isolasi vitamin a dapat digunakan dengan metode maserasi

Cara pengerjaannya;

Eksraksi dilakukan dengan teknik maserasi dalam pelarut metanol teknis, diuapkan pelarut-nya, ditambah larutan NaCl jenuh lalu dipartisi dengan campuran n-heksana/dietil eter (1:1), diuapkan pelarutnya dan disaponifikasi dalam larutan KOH/metanol 5% selama 3 jam pada suhu kamar.

2. vitamin B

Isolasi vitamin b dapat digunakan metode teknik maserasi

Cara pengerjaannya:

Sampel yang sudah halus ditimbang 200 gram. Selanjutnya dimaserasi dengan ditambahkan metanol 200 ml, campuran diaduk selama 2 jam, selanjutnya didiamkan selama 4 hari dalam wadah tertutup rapat, tiap hari pelarutnya diganti. Filtrat dikumpulkan, kemudian ditambahkan 8 g Natrium Sulfat anhidrat dan dipekatkan dengan rotary evaporator, ekstrak yang diperolehditimbang.

3. vitamin C

Isolasi vitamin C dengan metode maserasi mempergunakan pelarut etanol 70% dan dilakukan tiga kali pengulangan dengan pelarut yang sama.

Cara pengerjaannya:

(23)

dengan cara filtrasi. Ulangi proses penyarian sebanyak tiga kali dengan jenis dan jumlah pelarut yang sama. Semua maserat dikumpulkan, kemudian diuapkan dengan rotary evaporator hingga diperoleh ekstrak cair dan catat ekstrak cair yang diperoleh.

4. vitamin D

Isolasi vitamin a dapat digunakan dengan metode maserasi

Cara pengerjaannya;

Dengan cara diuapkan pelarut-nya, ditambah larutan NaCl jenuh lalu dipartisi dengan campuran n-heksana/dietil eter, diuapkan pelarutnya dan disaponifikasi dalam larutan metanol 5% pada suhu kamar.

5. vitamin

Teknologi isolasi vitamin E dapat dilakukan dengan proses Saponifikasi menggunakan NaOH, etanol dan BHT dan kemudian ekstraksi menggunakan metanol

Cara pengerjaan ekstraksi;

Sebanyak 5 g sampel hasil saponifikasi dihomogenkan menggunakan vortex dengan 70 mL metanol pekat sehingga terbentuk dua fasa. Supernatan dipisahkan menggunakan corong pisah. Residu diekstraksi kembali dengan variasi metanolair dan endapan dilarutkan kembali dalam 20 mL 2-propanol (1%) dalam heksana.

6. vitamin K

Isolasi vitamin k dapat digunakan metode teknik maserasi

Cara pengerjaannya:

Sampel yang sudah halus ditimbang . Selanjutnya dimaserasi dengan ditambahkan metanol, selanjutnya didiamkan selama 4 hari dalam wadah tertutup rapat, tiap hari pelarutnya diganti. Filtrat dikumpulkan, dan dipekatkan dengan rotary evaporator, ekstrak yang diperoleh ditimbang.

(24)

Enzim merupakan senyawa organik bermolekul besar yang berfungsi untuk mempercepat jalannya reaksi metabolisme di dalam tubuh tumbuhan tanpa mempengaruhi keseimbangan reaksi. Enzim tidak ikut bereaksi, struktur enzim tidak berubah baik sebelum dan sesudah reaksi tetap. Enzim melakukan tugasnya sendiri -sendiri dan tidak dapat saling menggantikan, enzim yang bertugas memperbaiki hal-hal yang rusak dalam tubuh misalnya enzim emilase berfungsi sebagai pengurai karbohidrat. Prifase berfungsi sebagai pengurai protein, lipase berfungsi sebagai pengurai lemak, selulosa berfungsi menguraikan serat makanan.

· Enzim yang dikeluarkan dari dalam sel disebut Ekso-enzim.

· Enzim yang tetap tersimpan dalam sel disebut Endo-enzim.

· Enzim dalam melaksanakan fungsinya sering butuh Ko-faktor.

· Ko-faktor berikatan dengan enzim.

· Ikatan ko-faktor dengan enzim yang bersifat tidak tetap disebut gugus prostetik

· Ikatan ko-faktor dengan enzim yang bersifat tetap disebut Ko-enzim

· Enzim tersusun atas dua komponen yaitu bagian yang termolabil disebut apo-enzim dan bagian yang aktif disebut prostetik/ko-apo-enzim

Ko-enzim identik dengan vitamin. Sebagai Ko-faktor ada unsur yang dapat diperoleh/disusun dari dalam tubuh, tetapi tak sedikit yang tidak dapat disusun tubuh hewan/manusia sehingga perlu memasukkan dari luar berupa vitamin.

N

3. Flavin Adenin Dinukleotida (FAD) Riboflavin Redoks

(25)

5. Tiamin Pirofosfat (TPP) Tiamin Oksidatif dekarboksilasi

6. Piridoksal fosfat Piridoksin (vit.B6) Transaminasi dan rasemase

7. Koenzim A Asam Pantotenat Transfer gugus

asil

8. Biotin Biotin Transfer CO2

9. Koenzim B12 Kobalamin (vit.B12) Transfer gugus

fungsional

Beberapa koenzim mempunyai struktur yang mirip dengan vitamin bahkan menjadi bagian dari molekul vitamin tersebut. Hubungan antara vitamin dengan koenzim tamapak pada contoh berikut :

Niasin, merupakan nama vitamin yang berupa molekul nikotinamida atau asam nikotinat. Molekul nikotinamida terdapat sebagai bagian dari molekul NAD+, NADP+. Kekurangan niasin akan mengakibatkan pellagra pada manusia.

Molekul riboflavin atau vitamin B2 terdiri atas D ribitol yang terikat pada cincin issoaloksazon yang tersubstitusi. Vitamin ini dikenal sebagai faktor pertumbuhan. Molekul riboflavin merupakan bagian dari molekul FAD.

Asam lipoat adalah suatu vitamin yang juga merupakan faktor pertumbuhan dan terdapat dalam hati. Asam ini terdapat dalam dua bentuk teroksidasi dan tereduksi, berfungsi sebagai kofaktor pada enzim piruvat dehidrogenase dan ketoglutarat dehidrogenase, berperan dalam reaksi pemisahan gugus asil.

Biotin adalah vitamin yang terdapat dalam hati dan berikatan dengan suatu protein. Biotin berfungsi sebagai koenzim dalam reaksi karboksilasi.

(26)

menggunakan enzim alpa keto dekarboksilase, asam alpa keto oksidase, transketolase dan fosfo ketolase.

Vitamin B6 terdiri dari tiga senyawa yaitu piridoksal, piridoksin dan piridoksamin. Kekurangan vitamin B6 dapat mengakibatkan dermatitis (penyakit kulit) dan gangguan pada sistem saraf pusat. Koenzim dari vitamin B6 ialah piridoksalfosfat dan piridoksaminofosfat.

Asam folat dan derivatnya terdapat banyak dalam alam. Bakteri dalam usus memproduksi asam fosfat dalam jumlah kecil. Koenzim yang berasal dari vitamin ini ialah asam tetrahidrofosfat (FH4). Peranan FH4 ialah sebagai pembawa unit senyawa satu atom karbon yang berguna dalam biosintesis purin, serin dan glisin.

Vitamin B12 sebagaimana diisolasi dari hati adalah sianokobalamina. Fungsi vitamin B12 adalah bekerja pada beberapa reaksi anatara lain reaksi pemecahan ikatan C-C, ikatan C-O, dan ikatan C-N dengan enzim mutase dan dehidrase.

Asam pantotenat terdapat dalam alam sebagai komponen dalam molekul koenzim A. vitamin ini diperlukan oleh tubuh sebagai faktor pertumbuhan. Koenzim A berperan penting sebagai pembawa gugus asetil, khususnya dalam biosintesis asam lemak.

Di samping koenzim yang mempunyai hubungan struktural dengan vitamin, ada pula koenzim yang tidak berhubungan dnegan vitamin, yaitu adenosine trifosfat atau ATP. Koenzim ini termasuk golongan senyawa berenergi tinggi. ATP berfungsi sebagai koenzim yang memindahkan gugus fosfat. Bila ATP melepaskan 1 gugus fosfat, maka ATP akan berubah menjadi adenosine difosfat (ADP) juga energi yang digunakan untuk reaksi lain. ATP bersama dengan enzim kinase, misalnya heksokinase dan piruvat kinase berperan dalam metabolisme karbohidrat (Poedjiadi, 2006).

(27)

dalam makanan sehari-hari. Sebagian koenzim lain dapat disintesis tubuh sehingga tidak memerlukan penyediaan langsung oleh sumber dari luar (Sadikin, 2002).

Tabel 2.1 Kelompok vitamin B dan koenzim turunannya

Vitamin Koenzim Contoh apoenzim Reaksi dikatalisis

B1 (aneurin,

Asam lipoat Asam lipoat Dehidrogenase piruvat

Dekarboksilase asam

α oksidatif-keto

(28)

Niasin

Asam folat Asam tetra-hidro folat Transformilase

Transmetilase

Pada tabel ini tampak ada anggota keluarga vitamin B yang langsung dapat bekerja sebagai koenzim seperti asam lipoat dan biotin. Sebagian dari kelompok vitamin ini baru berfungsi jika mengalami sedikit perubahan, seperti asam folat, vitamin B12, vitamin B1, dan B6. Sisanya, baru akan berfungsi setelah mengalami perubahan yang cukup besar dalam bentuk turunan suatu nukleotida seperti niasin atau nikotinamida, riboflavin, dan asam pantotenat(Sadikin, 2002).

Vitamin adalah suatu zat senyawa kompleks yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita yang berfungsi untuk mambantu pengaturan atau proses kegiatan tubuh. Tanpa vitamin manusia, hewan dan makhluk hidup lainnya tidak akan dapat melakukan aktivitas hidup dan kekurangan vitamin dapat menyebabkan memperbesar peluang terkena penyakit pada tubuh kita (Bajil, 2011).

(29)

disimpan untuk persediaan beberapa tahun. Semua vitamin yang larut dalam air, kecuali vitamin C, berfungsi sebagai koenzim atau kofaktor dalam reaksi enzimatik (Bajil, 2011).

Secara garis besar, vitamin dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok besar, yaitu vitamin yang larut dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak. Hanya terdapat 2 vitamin yang larut dalam air, yaitu B dan C, sedangkan vitamin lainnya, yaitu vitamin A, D, E, dan K bersifat larut dalam lemak. Vitamin yang larut dalam lemak akan disimpan di dalam jaringan adiposa (lemak) dan di dalam hati. Vitamin ini kemudian akan dikeluarkan dan diedarkan ke seluruh tubuh saat dibutuhkan. Beberapa jenis vitamin hanya dapat disimpan beberapa hari saja di dalam tubuh, sedangkan jenis vitamin lain dapat bertahan hingga 6 bulan lamanya di dalam tubuh (Bajil, 2011).

Berbeda dengan vitamin yang larut dalam lemak, jenis vitamin larut dalam air hanya dapat disimpan dalam jumlah sedikit dan biasanya akan segera hilang bersama aliran makanan. Saat suatu bahan pangan dicerna oleh tubuh, vitamin yang terlepas akan masuk ke dalam aliran darah dan beredar ke seluruh bagian tubuh. Apabila tidak dibutuhkan, vitamin ini akan segera dibuang tubuh bersama urin. Oleh karena hal inilah, tubuh membutuhkan asupan vitamin larut air secara terus-menerus (Bajil, 2011).

Vitamin A, yang juga dikenal dengan nama retinol, merupakan vitamin yang berperan dalam pembentukkan indra penglihatan yang baik, terutama di malam hari, dan sebagai salah satu komponen penyusun pigmen mata di retina. Selain itu, vitamin ini juga berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit dan imunitas tubuh. Vitamin ini bersifat mudah rusak oleh paparan panas, cahaya matahari, dan udara. Sumber makanan yang banyak mengandung vitamin A, antara lain susu, ikan, sayur-sayuran (terutama yang berwarna hijau dan kuning), dan juga buah-buahan (terutama yang berwarna merah dan kuning, seperti cabai merah, wortel, pisang, dan pepaya). Vitamin A bekerja sebagai bahan pangkal untuk rodopsin yang esensial bagi proses penglihatan yang kurang ada cahaya (Bajil, 2011).

(30)

dapat meningkatkan laju reaksi metabolisme tubuh terhadap berbagai jenis sumber energi. Beberapa jenis vitamin yang tergolong dalam kelompok vitamin B ini juga berperan dalam pembentukan sel darah merah (eritrosit). Sumber utama vitamin B berasal dari susu, gandum, ikan, dan sayur-sayuran hijau (Bajil,2011).

Vitamin B1, yang dikenal juga dengan nama tiamin, merupakan salah satu jenis vitamin yang memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan kulit dan membantu mengkonversi karbohidrat menjadi energi yang diperlukan tubuh untuk rutinitas sehari-hari. Di samping itu, vitamin B1 juga membantu proses metabolisme protein dan lemak. Bila terjadi defisiensi vitamin B1, kulit akan mengalami berbagai gangguan, seperti kulit kering dan bersisik.Tubuh juga dapat mengalami beri-beri, gangguan saluran pencernaan, jantung, dan sistem saraf. Untuk mencegah hal tersebut, kita perlu banyak mengonsumsi banyak gandum, nasi, daging, susu, telur, dan tanaman kacang-kacangan. Bahan makanan inilah yang telah terbukti banyak mengandung vitamin B1. Fungsinya sebagai ko-enzim pada metabolisme karbohidrat dan reaksi-reaksi fisiologis lainnya. (Bajil, 2011).

Vitamin B2 (riboflavin) banyak berperan penting dalam metabolisme di tubuh manusia. Di dalam tubuh, vitamin B2 berperan sebagai salah satu kompenen koenzim flavin mononukleotida (flavin mononucleotide, FMN) dan flavin adenine dinukleotida (adenine dinucleotide, FAD). Kedua enzim ini berperan penting dalam regenerasi energi bagi tubuh melalui proses respirasi. Vitamin ini juga berperan dalam pembentukan molekul steroid, sel darah merah, dan glikogen, serta menyokong pertumbuhan berbagai organ tubuh, seperti kulit, rambut, dan kuku. Sumber vitamin B2 banyak ditemukan pada sayur-sayuran segar, kacang kedelai, kuning telur, dan susu. Defisiensinya dapat menyebabkan menurunnya daya tahan tubuh, kulit kering bersisik, mulut kering, bibir pecah-pecah, dan sariawan. Fungsinya sebagai ko-enzim pada Flavoprotein, yaitu enzim-enzim yang memegang peranan penting dalam metabolisme asam amino. (Bajil, 2011).

(31)

jenis senyawa racun dapat dinetralisir dengan bantuan vitamin ini. Vitamin B3 termasuk salah satu jenis vitamin yang banyak ditemukan pada makanan hewani, seperti ragi, hati, ginjal, daging unggas, dan ikan. Akan tetapi, terdapat beberapa sumber pangan lainnya yang juga mengandung vitamin ini dalam kadar tinggi, antara lain gandum dan kentang manis. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan tubuh mengalami kekejangan, keram otot, gangguan sistem pencernaan, muntah-muntah, dan mual. Fungsinya sebagai ko-enzim pada proses oksidasi-reduksi, misalnya dehidrogenase pada perombahan oksidatif karbohidrat dan asam amino (Bajil, 2011).

Vitamin B5 (asam pantotenat) banyak terlibat dalam reaksi enzimatik di dalam tubuh. Hal ini menyebabkan vitamin B5 berperan besar dalam berbagai jenis metabolisme, seperti dalam reaksi pemecahan nutrisi makanan, terutama lemak. Peranan lain vitamin ini adalah menjaga komunikasi yang baik antara sistem saraf pusat dan otak dan memproduksi senyawa asamlemak, sterol, neurotransmiter, dan hormon tubuh. Vitamin B5 dapat ditemukan dalam berbagai jenis variasi makanan hewani, mulai dari daging, susu, ginjal, dan hati hingga makanan nabati, seperti sayuran hijau dan kacang hijau. Seperti halnya vitamin B1 dan B2, defisiensi vitamin B5 dapat menyebabkan kulit pecah-pecah dan bersisik. Selain itu, gangguan lain yang akan diderita adalah keram otot serta kesulitan untuk tidur. Fungsinya memegang peranan penting dalam proses metabolisme karbohidrat dan lemak (Bajil, 2011).

(32)

dan insomnia. Fungsinya memegang peranan penting dlm metabalisme karbohidrat dan asam amino (Bajil, 2011).

Vitamin B12 atau sianokobalamin, merupakan jenis vitamin yang hanya khusus diproduksi oleh hewan dan tidak ditemukan pada tanaman. Oleh karena itu, vegetarian sering kali mengalami gangguan kesehatan tubuh akibat kekurangan vitamin ini. Vitamin ini banyak berperan dalam metabolisme energi di dalam tubuh. Vitamin B12 juga termasuk dalam salah satu jenis vitamin yang berperan dalam pemeliharaan kesehatan sel saraf, pembentukkan molekul DNA dan RNA, pembentukkan platelet darah.Telur, hati, dan daging merupakan sumber makanan yang baik untuk memenuhi kebutuhan vitamin B12. Kekurangan vitamin ini akan menyebabkan anemia (kekurangan darah), mudah lelah lesu, dan iritasi kulit (Bajil, 2011).

Bentuk aktif vitamin B12 adalah sebagai koenzim, terikat pada 5’deoksiadenyl melalui atom Co pada struktur vitamin ini. Sejumlah system enzyme memerlukan koenzim ini (Bajil, 2011) :

a. Reaksi-reaksi mutase mencakup glutamate mutase dan methyl-malonyl-CoA mutase

b. Reaksi-reaksi dehidrase, mencakup diol dehidrase dan glycerol dehidrase Fungsi vitamin B12 sangat erat dengan fungsi asam folat dalam sintesis nucleoprotein. Defisiensi salah satu atau kedua vitamin sekaligus menyebabkan anemia makrositik . megaloblastik. Kegagalan sintesis DNA terutama karena hambatan methylasi urasil menjadi tyhmin.

Vitamin B12 berperan pula dalam methylasi 5-methyl-THF menjadi THF yang diperlukan dalam sintesis methionine. Vitmain B12 dan asam folat saling berpengaruh atas kebutuhannya. Bila salah satu vitamin ditambah, maka akan menyebabkan kebutuhan vitamin lainnya meningkat.

(33)

penyokong lainnya. Vitamin C merupakan senyawaantioksidan alami yang dapat menangkal berbagai radikal bebas dari polusi di sekitar lingkungan kita. Terkait dengan sifatnya yang mampu menangkal radikal bebas, vitamin C dapat membantu menurunkan laju mutasi dalam tubuh sehingga risiko timbulnya berbagai penyakit degenaratif, seperti kanker, dapat diturunkan. Selain itu, vitamin C berperan dalam menjaga bentuk dan struktur dari berbagai jaringan di dalam tubuh, seperti otot. Vitamin ini juga berperan dalam penutupan luka saat terjadi pendarahan dan memberikan perlindungan lebih dari infeksi mikroorganisme patogen. Melalui mekanisme inilah vitamin C berperan dalam menjaga kebugaran tubuh dan membantu mencegah berbagai jenis penyakit. Defisiensi vitamin C juga dapat menyebabkan gusi berdarah dan nyeri pada persendian. Akumulasi vitamin C yang berlebihan di dalam tubuh dapat menyebabkan batu ginjal, gangguan saluran pencernaan, dan rusaknya sel darah merah (Bajil, 2011).

Asam askorbat melakukan banyak fungsi-fungsi fisiologis dalam tubuh manusia. Fungsi-fungsi ini termasuk sintesis kolagen, karnitina dan neurotransmitter, sintesis dan katabolisme tirosina dan metabolisme microsome. Ascorbate bertindak sebagai reduktor (yaitu elektron donor, anti-oksidan) dalam sintesis dijelaskan di atas, mempertahankan besi dan tembaga atom di negara-negara mengurangi mereka (Bajil, 2011).

Vitamin c bertindak sebagai donor elektron untuk delapan enzim. Reaksi menambah gugus hidroksil asam amino prolina atau lisin dalam kolagen molekul melalui prolyl enzim dan lysyl hidroksilase, kedua memerlukan vitamin c sebagai suatu kofaktor. Hidroksilasi memungkinkan molekul kolagen menganggap struktur tiga helix dan membuat vitamin c penting untuk pembangunan dan pemeliharaan jaringan parut, pembuluh darah dan tulang rawan(Bajil, 2011).

(34)

mengalami kerusakan dan otot pun akan mengalami kekejangan. Penyakit lainnya adalah osteomalasia, yaitu hilangnya unsur kalsium dan fosfor secara berlebihan di dalam tulang. Penyakit ini biasanya ditemukan pada remaja, sedangkan pada manula, penyakit yang dapat ditimbulkan adalah osteoporosis, yaitu kerapuhan tulang akibatnya berkurangnya kepadatan tulang. Kelebihan vitamin D dapat menyebabkan tubuh mengalami diare, berkurangnya berat badan, muntah-muntah, dan dehidrasi berlebihan (Bajil, 2011).

Vitamin E, berperan dalam menjaga kesehatan berbagai jaringan di dalam tubuh, mulai dari jaringan kulit, mata, sel darah merah hingga hati. Selain itu, vitamin ini juga dapat melindungi paru-paru manusia dari polusi udara. Nilai kesehatan ini terkait dengan kerja vitamin E di dalam tubuh sebagai senyawaantioksidan alami. Vitamin E banyak ditemukan pada ikan, ayam, kuning telur, ragi, dan minyak tumbuh-tumbuhan. Walaupun hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit, kekurangan vitamin E dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang fatal bagi tubuh, antara lain kemandulan baik bagi pria maupun wanita. Selain itu, saraf dan otot akan mengalami gangguan yang berkepanjangan (Bajil, 2011).

Vitamin K, banyak berperan dalam pembentukan sistem peredaran darah yang baik dan penutupan luka. Defisiensi vitamin ini akan berakibat padapendarahan di dalam tubuh dan kesulitan pembekuan darah saat terjadi luka atau pendarahan. Selain itu, vitamin K juga berperan sebagai kofaktor enzimuntuk mengkatalis reaksi karboksilasi asam amino asam glutamat. Oleh karena itu, kita perlu banyak mengonsumsi susu, kuning telur, dan sayuran segar yang merupakan sumber vitamin K yang baik bagi pemenuhan kebutuhan di dalam tubuh (Bajil, 2011).

BAB V

PENUTUP

Kesimpulan

(35)

1. Vitamin adalah nutrisi yang penting dalam tubuh untuk proses metabolisme dan pertumbuhan yang normal.

2. Vitamin dikelompokkan menjadi 2 golongan utama yaitu vitamin yang larut dalam lemak yaitu vitamin A, D, E, dan K serta vitamin yang larut dalam air yaitu vitamin C dan B.

3. Vitamin yang larut dalam air hanya dapat disimpan dalam jumlah sedikit dan biasanya akan segera hilang bersama aliran makanan.

4. Kebanyakan vitamin berfungsi sebagai koenzim dalam berbagai reaksi dalam tubuh.

5. Kekurangan vitamin dapat mengganggu kelancaran reaksi – reaksi biokimia di dalam dan masing – masing vitamin dapat mendefenisikannya.

Saran

(36)

DAFTAR PUSTAKA

Achmad Djaeni Sediaoetama: Ilmu Gizi, Penerbit Dian Rakyat, Jakarta 1989

Dr. Cipto Mangunkusomo dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia, Penuntun Diit, Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta Edisi kedua, Jakarta 1996

Champe P C PhD , Harvey R A PhD. Lippincott’sIllustrated Reviews:Biochemistry 2 nd

.1994 , page 171 – 186

Donald S. McLaren: NutritionanditsDisorders, Churchill LivingstoneEdinburghLondon Melbourneand New York, Third Edition 1981 .

Eleanor R. Williams: Nutrition, Principles, Issues, and Applications. McGraw-Hill Book Company, New Yorkcopyright 1984

Fergus M.Clydesdale: Food NutritionandHealth, The A VI PublishingCompany Inc. WeStport, Connecticut 1995

Girindra A. 1986. Biokimia I. Jakarta: Gramedia.

Lehninger A, Nelson D , Cox M M .PrinciplesofBiochemistry 2 nd 1993

Murray R K, etal.Harper’sBiochemistry 25 th ed. Appleton& Lange. America 2000 ,page

Poedjiadi, A., Supriyanti, F.M. Titin., 2006. Dasar-dasar Biokimia. UI-Press. Jakarta.

Pujiadi, Anna. 1994. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta : UI Press.Lehninger, A. L. 198.

Dasar-Dasar Biokimia I. Jakarta : Erlangga.

R.M Moerdowo: Spektrum Diabetes Mellitus, Penerbit Djambatan, Jakarta 1989

(37)

Sadikin, Mohamad, 2002. Biokimia Enzim. Widya Medika. Jakarta.

Stryer L .1995. Biochemistry 4 th , page 603 - 623

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...