SISTEM AKTIVITAS DAN PENGGUNAAN LAHAN DI KELURAHAN
GUNUNG ANYAR TAMBAK
TUGAS PENGANTAR PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
PENYUSUN:
KELOMPOK 1
Fendri Hisbullah Febrianto (08211740000001) Almasssani’ Nailan Shafa (08211740000009)
Nury Ahdiya Rif’ati (08211740000010) Khairun Nisa Abdillah (08211740000027) Eko Risdiyanto (08211740000035)
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang Sistem Aktivitas dan Penggunaan Lahan di Kelurahan Gunung Anyar Tambak.
Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini.Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya.Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah tentangSistem Aktivitas dan Penggunaan Lahan di Kelurahan Gunung Anyar Tambak ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.
Surabaya , 9 Desember 2017
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………...…………...………i
DAFTAR ISI………..………. ii
BAB I PENDAHULUAN………... 1
1.1 Latar Belakang Masalah………. 1
1.2 Tujuan dan Manfaat ………...… 2
BAB II LANDASAN TEORI……….. 3
2.1 Sistem Aktivitas dan penggunaan lahan……….. 3
2.2 Rencana Tata Bangunan………..…… 3
2.3 Sistem Aktivitas Komunitas ...………. 4
BAB III OBJEK YANG DIAMATI……… 6
3.1 Kelurahan Gunung Anyar Tambak………. 6
3.2 Sistem Aktvitas Pengunaan Lahan Wilayah Kelurahan Gunung Anyar Tambak……...6
3.3Analisis Data………. 7
BAB IV ANALISA SEDERHANA……… 20
4.1. Analisa Penilaian...20
4.2. SWOT………... 22
BAB V PENUTUP...……….. 30
5.1 Kesimpulan……….. 30
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Setiap wilayah pasti memiliki tata guna lahan yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan, kesesuaian lahan, serta aktivitas komunitas yang terdapat pada wilayah tersebut. Untuk mewujudkan hal tersebut maka terdapat sistem aktivitas dan penggunaan lahan sesuai dengan wilayah bersangkutan. Sistem aktivitas dan penggunaan lahan memiliki keterkaitan dengan pemanfaatan dan penggunaan lahan serta aktivitas komunitas. Pemanfaatan dan penggunaan lahan sendiri memiliki pengertian, yaitu suatu usaha modifikasi yang dilakukan oleh
manusia terhadap lingkungan hidup menjadi lingkungan terbangun. Selain itu pemanfaatan dan penggunaan lahan juga dapat didefinisikan sebagai, sejumlah pengaturan, aktivitas, dan input yang dilakukan manusia pada tanah tertentu (FAO, 1997a; FAO/UNEP, 1999). Adapun pengertian dari aktivitas komunitas yaitu suatu interaksi yang dilakukan oleh komunitas tertentu terhadap pihak lain yang menyebabkan adanya pemanfaatan dan penggunaan lahan. Berkaitan dengan aktivitas komunitas, komunitas sendiri terbagi menjadi 3 yaitu, Urban, Sub-Urban, dan Rural. Komunitas-komunitas tersebut mempengaruhi pemanfaatan dan penggunaan lahan. Adapun dampak dari sistem aktivitas dan penggunaan lahan yaitu tata bangunan dan lingkungan dimana untuk mewujudkan tata bangunan dan lingkungan yang baik maka diperlukan adanya Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan ( RTBL ).
1.2. Tujuan dan manfaat 1. Tujuan
Untuk memenuhi tugas ke-3 mengenai sistem aktivitas dan penggunaan lahan serta tata bangunan dan lingkungan sesuai dengan wilayah studi masing-masing.
Untuk mengetahui sistem aktivitas dan penggunaan lahan serta tata bangunan dan lingkungan di wilayah Kelurahan Gunung Anyar Tambak.
Untuk menganalisis data menggunakan analisis SWOT dan memberi solusi yang sekiranya mampu mengatasi permasalahan sistem aktivitas dan penggunaan lahan serta tata bangunan dan lingkungan di wilayah Kelurahan GunungAnyar Tambak. 2. Manfaat
Mengetahui pengertian serta definisi dari sistem aktivitas dan penggunaan lahan serta tata bangunan dan lingkungan di wilayah Kelurahan Gunung Anyar Tambak.
Mengetahui klasifikasi penggunaan lahan di Kelurahan Gunung Anyar Tambak.
Mengetahui masalah dan potensi yang disebabkan oleh aktivitas dan penggunaan lahan serta tata bangunan dan lingkungan di wilayah Kelurahan Gunung Anyar Tambak.
BAB II
2.1 Sistem Aktivitas dan Penggunaan Lahan
2.1.1 Pegertian Sistem Aktivitas dan Penggunaan Lahan
Sistem aktivitas dan penggunaan lahan adalah sejumlah pengaturan, aktivitas, dan input yang dilakukan manusia pada tanah tertentu yang disebabkan karena adanya aktivitas komunitas tertentu (FAO, 1997a; FAO/UNEP, 1999). Sistem aktivitas dan penggunaan lahan sendiri akan berdampak pada Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL).
2.1.2 Manfaat Sistem Aktivitas dan Penggunaan Lahan
1. Memanfaatkan lahan sesuai dengan aktivitas komunitas yang bersangkutan. 2. Memanfaatkan lahan agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
3. Menggunakan lahan-lahan yang terpakai menjadi lahan yang dapat digunakan secara optimal bagi kepentingan komunitas di wilayah bersangkutan.
4. Menganalisa masalah mengenai penggunaan lahan agar dapat menemukan solusi bagi permasalahan tersebut.
5. Terjadi penggunaan lahan yang seimbang antara kebutuhan dan kewajiban komunitas yang bersangkutan.
2.2 Rencana Tata Bangunan
2.2.1 Pengertian Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan
Sistem Aktivitas dan Penggunaan Lahan memiliki hubungan dengan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan, karena akibat adanya Sistem Aktivitas dan Penggunaan Lahan akan menyebabkan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan yang harus sesuai dengan Sistem Aktivitas dan Penggunaan Lahan. Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) sendiri dapat didefinisikan sebagai panduan rancang bangun suatu lingkungan/kawasan yang dimaksudkan untuk mengendalikan pemanfaatan ruang, penataan bangunan dan lingkungan, serta memuat materi pokok ketentuan program bangunan dan lingkungan, rencana umum dan panduan rancangan, rencana investasi, ketentuan pengendalian rencana, dan pedoman pengendalian pelaksanaan pengembangan lingkungan/kawasan.(Permen PU Nomor 06/PRT/M/2007 )
2.2.2 Manfaat Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan
1. Dasar bagi pemberian ijin mendirikan bangunan dan pemanfaatan bangunan. 2. Penertiban letak, ukuran bangunan gedung dan bukan gedung serta bukan
bangunan.
3. Penyusunan rancang bangun bangunan gedung dan bukan gedung.
4. Pengaturan elemen- elemen private agar dapat terpadu dengan kawasan kota melalui “urban design gudenlines”.
5. jaminan kepastian hukum dalam pelaksanaan pembangunan. 2.3 Sistem Aktivitas Komunitas
Pedesaan adalah gambaran orang, tempat dan hal – hal yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat desa yang sebagian besar bermatapencaharian bertani.
Menurut Paul H. Landis, desa adalah pendudunya kurang dari 2.500 jiwa. Dengan ciri ciri sebagai berikut:
1. Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa. 2. Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan 3. Cara berusaha (ekonomi)adalah agraris yang paling umum yang sangat
4. Dipengaruhi alam seperti : iklim, keadaan alam ,kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan
Komunitas desa adalah, sekumpulan orang yang tinggal jauh dari daerah perkotaaan yang jumlah penduduknya kurang dari 2500 jiwa dan sebagian besar bermatapencaharian bertani karena masih sangat bergantung pada alam.
2.3.2 Pengertian Urban Community ( Masyarakat Kota)
Kota adalah suatu sistem jaringan kehidupan manusia dengan kepadatan penduduk yang tinggi, strata sosial ekonomi yang heterogen, dan corak kehidupan yang materialistik.
Masyarakat perkotaan sering juga disebut urban community. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupan serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Masyarakat kota memiliki tatanan yang heterogen sehingga kelompoknya lebih dinamis. Masyarakat kota mempunyai daya tarik bagi masyarakat desa untuk melakukan urbanisasi.Perhatian khusus masyarakat kota tidak terbatas pada aspek-aspek seperti pakaian, makanan dan perumahan, tetapi mempunyai perhatian lebih luas lagi.
2.3.3 Pengertian Suburban Community
BAB III
OBJEK YANG DIAMATI 3.1 Kelurahan Gunung Anyar Tambak
3.1.1 Fisiografi Kelurahan Gunung Anyar Tambak
dengan Kelurahan Tambak Oso,Kabupaten Sidoarjo di sebelah selatan, Kelurahan Gunung Anyar di sebelah Barat, Selat Madura di sebelah Timur, Kelurahan Medokan Ayu di sebelah Utara.
3.2 Sistem Aktivitas Penggunaan Lahan Wilayah Kelurahan Gunung Anyar Tambak
3.2.1 Aktivitas Komunitas
Komunitas yang terdapat di Kelurahan Gunung Anyar Tambak sendiri termasuk dalam kategori Sub-Urban, ada pun ciri-ciri komunitas sub-urban yang ada di wilayah Gunung Anyar Tambak yaitu:
1. Populasi tidak terlalu besar (medium). 2. Banyak kawasan yang masih asri dan alami. 3. Banyak rumah yang memiliki halaman .
4. Letak rumah berdekatan tapi tidak sedekat di daerah perkotaan. 5. Tipe tempat tinggal seperti rumah kecil dan beberapa rusun.
3.3. Analisa Data
Data Fisiografis Kelurahan Gunung Anyar Tambak
Kelurahan Gunung Anyar Tambak terletak di Surabaya bagian timur.Kelurahan Gunung Anyar memiliki ketinggian 3- 5 meter dibawah permukaan laut dan letaknya dekat dengan pesisir pantai timur Surabaya.
Kelurahan : Gunung Anyar Tambak Kecamatan : Gunung Anyar
Kota : Surabaya Propinsi : Jawa Timur Luas, Batas, Kondisi, Orbitasi Geografis Wilayah
1. Luas Wilayah : 4,41 km2
2. Batas Wilayah
a. Batas Wilayah Sebelah Utara : Kelurahan Medokan Ayu b. Batas Wilayah Sebelah Timur : Selat Madura
c. Batas Wilayah Sebelah Selatan : Kelurahan Tambak Oso d. Batas Wilayah Sebelah Barat : Kelurahan Gunung Anyar 3. Kondisi Geografis
a. Topografi : Rendah
b. Ketinggian Tanah dari Permukaan Laut : 3-5 Meter 4. Orbitasi
a. Jarak Dari Pusat Pemerintahan Kecamatan : 2 km b. Jarak Dari Pusat Pemerintahan Kota : 15 km c. Jarak Dari Pusat Pemerintahan Propinsi : 18 km
Data Kependudukan Kelurahan Gunung Anyar Tambak
NO TAHUN JENIS
KELAMIN LAHIR MATI DATANG PINDAH
1 2014
Laki- laki 41 10 175 42 Perempuan 45 6 150 42
Jumlah 86 16 325 84
2 2015
Laki- laki 78 13 254 112 Perempuan 65 17 259 99
Jumlah 143 30 513 211
3 2016
Laki- laki 56 13 186 103 Perempuan 59 7 183 91
Jumlah 115 20 369 194
Sumber : Badan Pusat Statistik Data Kecamatan Gunung Anyar Tahun 2014- 2016
Tabel Luas Wilayah, Jumlah Penduduk, dan Kepadatan Penduduk Kelurahan Gunung Anyar Tambak
Tahun Luas Wilayah (Km2) Jumlah Penduduk (Jiwa) Kepadatan Penduduk
(jiwa/Km2)
2014 4.41 6.662 1511
2015 4.41 16.345 3.706,35
2016 4.41 8.621 1.954,88
Sumber : Badan Pusat Statistik Data Kecamatan Gunung Anyar Tahun 2014- 2016
Tabel Data Jumlah Penduduk Warga Negara Indonesia (WNI) Menurut Jenis Kelamin Kelurahan Gunung Anyar Tambak
Tahun Laki-Laki Perempuan Jumlah
2014 3.458 3.204 6.662
2015 8.294 8.051 16.345
2016 4.350 4.271 8.621
3.3.2 Penggunaan Lahan di Kelurahan Gunung Anyar Tambak
Penggunaan lahan yang ada di Kelurahan Gunung Anyar Tambak bisa dikatakan belum maksimal.Banyak lahan kosong yang belum direncanakan untuk dibangun dan rata- rata kepemilikan lahan dimiliki oleh perseorangan atau investor.Lahan yang dimiliki pemerintah rata-rata sudah dibangun sebagai mestinya.Sebanyak 60% bahkan lebih, tutupan lahan yang ada di Kelurahan Gunung Anyar berupa lahan untuk tambak dan vegetasi mangrove.Sisa tutupan lahan lainnya yaitu berupa perumahan dan lahan kosong milik perseorangan.Sedangkan lahan- lahan lainnya juga diperuntukan untuk pendirian fasilitas- fasilitas yang menunjang kehidupan masyarakat Kelurahan Gunung Anyar Tambak. Berikut fasilitas- fasilitas yang tersedia di Kelurahan Gunung Anyar Tambak :
a) Fasilitas Sekolah
NO NAMA
FASILITAS LOKASI KETERANGAN FOTO
1 SD
-Lahan parkir cukup luas -Fasilitas lengkap
-Lokasi cukup strategis
2 TK Islam
-Fasilitas bermain kurang -Lahan parkir kurang -Lokasi strategis
Sumber : Data Survei Primer
b) Fasilitas Peribadatan
NO NAMA
FASILITAS LOKASI KETERANGAN FOTO
1 2, dan masih dalam tahap pembangunan
-Lahan parkir luas
-Lingkungan bersih & rapi -Fasilitas lengkap
-Lokasi sangat strategis -Mudah diakses orang
2
-Bangunan kecil, bangunan lama, dan bentuk seperti rumah
-Lingkungan kurang bersih -Tidak ada lahan parkir -Lokasi kurang strategis -Mudah diakses warga RW
I
-Lahan parkir kurang -Lingkungan bersih -Lokasi cukupstrategis -Mudah diakses warga Jl.
Wiguna tengah
Sumber : Data Survei Primer
c) Fasilitas Sosial
NO NAMA
FASILITAS LOKASI KETERANGAN FOTO
1 Panti Auhan -Lahan parkir kurang -Lingkungan bersih
-Bangunan cukup luas -Lahan parkir luas -Fasilitas lengkap
-Bisa diakses orang umum dan terdapat kegiatan rutin
-Lokasi strategi
-Terdapat fasilitas bermain anak
-Bangunan cukup luas -Lahan parkir tidak terlalu
Kelurahan
-Lokasi cukup strategis -Fasilitas lengkap
-Menawarkan berbagai program sosial
-Bisa diakses oleh umum -Lahan parkir kurang
5 Yayasan
Al--Bangunan besar, berlantai tiga, bangunan lama -Lokasi kurang strategis -Fasilitas lengkap -Lahan parkir luas
Sumber : Data Survei Primer
d) Fasilitas Kesehatan
NO NAMA
FASILITAS LOKASI KETERANGAN FOTO
1 -Lahan parkir luas -Mudah diakses umum
2
-Bangunan kecil, bangunan lama, dan bentuk seperti rumah
3
-Bangunan kecil, bangunan lama, dan bentuk seperti rumah
-Lokasi cukup strategis -Lingkungannya kurang
bersih
-Lahan parkir kurang
Sumber : Data Survei Primer
e) Fasilitas Keamanan
NO NAMA
FASILITAS LOKASI KETERANGAN FOTO
1
-Digunakan sebagai balai RT
-Letak strategis
-Tidak ada tanda informasi peringatan dan kentongan
-Bangunan besar, terawat -Terdapat beberapa mobil pemadam kebakaran
-Fasilitas lengkap
Sumber : Data Survei Primer
f) Fasilitas Perumahan
NO NAMA
FASILITAS LOKASI KETERANGAN FOTO
1
-Bangunan sedang, rapi -Rata- rata penghuni
mempunyai lahan parkir -Akses jalan berpaving -Menerapkan drainase
tertutup
2
-Bangunan sedang, rapi -Lingkungan bersih &
bebas sampah
-Akses jalan berpaving -Terdapat RTH vegetasi di
tengah akses jalan -Sistem keamanan baik
3
-Bangunan besar, berlantai 6, bangunan baru
-Akses jalan kurang bagus -Lahan parkir luas
-Penghuninya masih sedikit
-Lokasi kurang strategis
4 rata- rata model bangunan sama
-Lingkungan bersih & bebas sampah
-Kurang vegetasi tanaman -Lokasi strategi, dikelilingi
trade center The Royal Park
Sumber : Data Survei Primer
e) Fasilitas Perdagangan
NO NAMA
1 Ruko Gunug
-Lahan parkir luas -Lokasi strategis
tidak pada satu titik -Tidak terlalu banyak
3 Warung
Sumber : Data Survei Primer
f) Fasilitas Industri
NO NAMA
FASILITAS LOKASI KETERANGAN FOTO
1
-Bangunan kecil dan tahap pembangunan
-Lahan parkir kurang -Tidak ada etalase untuk
tempat berjualan
-Belum ada tempat dimana pengunjung bisa melihat proses pembuatan
-Lokasi kurang strategis 2 Industri
-Lahan parkir kurang -Terdapat etalase untuk
tempat berjualan
proses pembuatan -Lokasi cukup strategis
3 Kerupuk Nur
-Bangunan kecil dan tahap pembangunan
-Lokasi cukup strategis -Tidak ada etalase -Lahan parkir kurang -Terdapat spanduk
Sumber : Data Survei Primer
g) Fasilitas Ruang Terbuka Hijau
NO NAMA
FASILITAS LOKASI KETERANGAN FOTO
1
-Tempat wisata edukatif -Lokasi kurang strategis -Tidak dilengkapi
petunjuk jalan menuju tempat wisata
3
-RTH tidak terlalu luas -Vegetasi tanaman yang
menghiasi tidak terlalu
-Lingkungan bersih
Sumber : Data Survei Primer
h) Fasilitas Perkantoran
NO NAMA
FASILITAS LOKASI KETERANGAN FOTO
1 -Lahan parkir kurang -Tidak ada etalase untuk
tempat berjualan -Lokasi kurang strategis -Kantor kelurahan
-Untuk bangunannya cukup besar serta
-Bangunan kecil dan -Lokasi cukup strategis
Lahan parkir kurang -Terdapat spanduk nama
3.3.3 Tata Bangunan
a. Kondisi Bangunan
Berdasarkan data dari BPS jumlah penduduk di Kelurahan Gunung Anyar Tambak pada tahun 2015 adalah 8.621 jiwa. Dan memiliki luas ± 4,41 km2 , dengan luas dan total
penduduk yang ada Gunung Anyar Tambak termasuk kawasan lumayan padat sehingga penataan bangunan yang ada disana terbilang kurang tertata dengan rapi. Kondisi perumahan terbagi menjadi dua kondisi, yaitu kompleks perumahan dan pertokoan yang terletak dipinggir jalan.Kompleks perumahan kondisi bangunannya tertata rapi, tidak ada jarak antar rumah, meskipun ada itu hanya pada rumah yang terletak diujung jalan. Hampir sama dengan yang di kompleks perumahan, rumah yang terletak dipinggir jalan juga tidak ada jarak antar rumah. Bahkan tidak ada jarak sama sekali bangunan yang satu dengan yang lainnya dempet. Dan biasanya bangunan dipinggir jalan memiliki dua fungsi yaitu sebagai tempat usaha dan sebagai tempat tinggal.
Perumaha n The Royal Park Residence Ruko Gunung Anyar Tambak
Untuk kondisi bangunan fasilitas-fasilitas yang ada. Seperti kantor kelurahan, mesjid, sekolah, panti asuhan. Kondisinya bagus dan tertata rapi.Hanya saja kurang dalam hal lahan parkir, sehingga masih banyak yang menggunakan bahu jalan untuk tempat parkir.
Rumah permanen Rumah semi permanen b. Kondisi Lingkungan
Kesan pertama memasuki gerbang utama Kelurahan Gunung Anyar Tambak adalah suasananya sangat panas.Hanya ada beberapa vegetasi tanaman yang berguna sebagai green belt di salah satu sisi jalan.Pada jalan- jalan tertentu saja yang memiliki green belt yang vegetasinya cukup lebat seperti pada sepanjang Jl. Raya Wiguna Timur. Tetapi setelah melewati jalan tersebut, maka akan merasakan suasana yang panas kembali.
Green Belt pada Jl. Raya Wiguna Timur Jalanan setelah Jl. Raya Wiguna Timur Disamping itu Kelurahan Gunung Anyar Tambak sekitar 60% wilayahnya ditutupi oleh RTH alami, seperti hutan mangrove dan budidaya tambak.RTH alami seperti hutan mangrove kondisinya masih asri dan bahkan belum ada penanganan khusus dari manusi.Selain itu hutan mangrove letaknya sangat jauh dari keramaian masyarakat dan letaknya cenderung ke pelosok medekati pesisir pantai.Karena banyaknya RTH alami, banyak yang melupakan penggunaan RTH buatan. Di Kelurahan Gunung Anyar
Tambak, RTH buatan sangat jarang ditemui dan kalaupun ada terdapat di dalam perumahan yang RTH tidak terlalu besar.RTH disini sangat penting keberadaannya karena sebagai tempat berinteraksi sosial masyarakat sekitar dan sebagai tempat bermain anak- anak agar tidak bermain dijalan.
Lingkungan di dekat Kawasan Mangrove Gunung Anyar Surabaya cukup memprihatinkan.Rumah yang ada disana lingkungannya kumuh.Banyak bangunan yang tidak permanen yang biasanya dibangun dengan material asbes dan kayu.Dan juga disana terdapat banyak sampah dan bau- bau yang ditimbulkan dari binatang ternak.Berbeda sekali dengan lingkungan yang ada di kawasan perumahan seperti di Wisma Timur Regency. Di perumahan tersebut hampir tidak ditemui tumpukan sampah yang menganggu pemandangan
BAB IV
ANALISA SEDERHANA 4.1 Tabel Penilaian
F A N K E
Jalan berlubang,ada jalan
paving yang diaspal 3 3 3 2 2 2.6
Hanya di sepanjang jalan, tidak
ada taman 2 1 2 1 1 1.4
4 Kawasan Kumuh
Jl. Gunung Anyar Tambak I
Kurang layak huni, terdapat bau kotoran hewan, ada sampah berserakan di sekitar rumah,
Wiguna TImur Tidak teratur, 2 3 2 3 1 2.2
6 Lahan
Tempat produksi kurang besar, tidak ada indikasi petunjuk yang menggambarkan sebuah UKM
Jl. Gunung Anyar Tambak
Kurang terawat, kurang dikenal masyarakat, tidak ada petunjuk arah menuju tempat wisata
3 2 3 2 2 2.4 kecil,serta letaknya kurang
strategis
-Ada tempat parkir ,tetapi kecil serta letaknya yang kurang dan nyaman utntuk ditempati -untuk lahan parkir kurang memungkingkan untuk dibuat parkir karena tempatnya yang
-Bersih,terawat tetapi masih dalam proses pembangunan untuk jalannya yag digunakan untuk tempat parkir
-Untuk bangunannya cukup besar sehingga nyaman saat digunakan sholat
-Untuk lahan parkir cukup luas
4 4 4 3 4 3.8
-Untuk bangunannya tertata rapi berfungsi dengan baik namun,jalan menuju lokasi rusak
Hampir 50% Kelurahan Gunung Anyar Tambak merupakan kawasan lindung Pantai Timur Surabaya ( PAMURBAYA ) yang memiliki potensi untuk dijadikan objek daya tarik wisata sehingga dapat menggerakkan perekonomian masyarkat sekitar dan berkontribusi terhadap PDRB Kota Surabaya.
2.) Terdapat akses menuju Bandara Juanda (Dalam proses pembangunan)
Kelurahan Gunung Anyar Tambak merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sidoarjo sehingga di Kelurahan Gunung Anyar Tambak banyak dilakukan pembangunan akses cepat menuju dan keluar Kota Surabaya sehingga dapat mengurangi tingkat kemacetan Kota Surabaya.
Di Kelurahan Gunung Anyar Tambak sendiri banyak sekali lahan kosong yang diincar oleh investor maupun pemerintah sehingga diharapkan lahan kosong ini dapat menjadi kekuatan dari Kelurahan Gunung Anyar Tambak agar dapat berkembang dan dapat terpenuhi segala kebutuhan fasilitas serta utilitasnya.
4.) Salah satu penyokong perekonomian Surabaya melalui budidaya tambaknya
Kelurahan Gunung Anyar sendiri memiliki tambak yang sangat luas dan berkontribusi dalam PDRB Kota Surabaya , sehingga hal ini perlu dipertahankan dengan cara memberikan pembinaan serta bantuan terhadap petani tambak agar bisa menghasilkan produk sekunder dan bahkan tersier agar dapat meningkatkan kesejahteraan petani tambak.
- WEAKNESS
Kurangnya RTH buatan untuk tempat bermain anak-anak menyebabkan kemacetan dijalan dan kemungkinan kecelakaan di jalan meningkat, karena banyak anak-anak yang bermain di jalan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya RTH buatan.
2.) Terdapat kawasan kumuh
Kurangnya kesadaran pemerintah serta masyarakat terhadap lingkungan, menyebabkan adanya pemukiman kumuh yang dapat memperburuk tata ruang dan merusak citra Kota Surabaya. Hal ini harus diatasi oleh pemerintah serta masyarakat agar pemukiman kumuh dapat diperbaiki
3.) Banyak lahan kosong yang tidak dimanfaatkan
Di Kelurahan Gunung Anyar Tambak banyak terdapat lahan kosong yang belum dimanfaatkan secara maksimal, sehingga diharapkan peran serta masyarakat,pemerintah,dan pihak swasta agar dapat memanfaatkan lahan kosong tersebut agar dapat menjadikan Kelurahan Gunung Anyar Tambak menjadi lebih baik. Selain itu fasilitas serta utilitas yang belum ada mungkin dapat dipenuhi dengan membangun di lahan kosong tersebut.
Di Kelurahan Gunung Anyar Tambak sendiri belum ada fasilitas kesehatan untuk masyarakat, namun hanya tersedia fasilitas kesehatan untuk hewan. Hal ini merupakan bahan evaluasi agar pemerintah dapat membangun puskesmas pembantu di Kelurahan Gunung Anyar Tambak agar bisa mengatasi permasalahan kesehatan di Kelurahan Gunung Anyar Tambak.
- OPPORTUNITY
1.) kosong dimanfaatkan untuk RTH dan fasilitas kesehatan.
Lahan-lahan kosong memiliki peluang untuk dijadikan RTH buatan serta fasilitas kesehatan agar dapat memenuhi kebutuhan warga Kelurahan Gunung Anyar Tambak. Kelurahan Gunung Anyar Tambak sendiri masih kekurangan RTH buatan serta tidak adanya fasilitas kesehatan.
Pengelolaan kawasan lindung mangrove di Kelurahan Gunung Anyar Tambak harus dilakukan dengan seksama serta melibatkan masyarakat, pemerintah, dan swasta agar dapat terciptanya kawasan wisata yang layak untuk dipromosikan sebagai objek daya tarik wisata.
3.) Pemasaran hasil UKM krupuk yang lebih luas.
UKM yang berada di Kelurahan Gunung Anyar Tambak memiliki potensi sebagai roda penggerak ekonomi rakyat. Hal ini perlu peran serta masyarakat, serta pemerintah dalam mengembangkan UKM agar dapat memperkuat ekonomi Kelurahan Gunung Anyar Tambak, sehingga produk-produk Kelurahan Gunung Anyar Tambak bisa mendunia.
ODTW ( Objek Daya Tarik Wisata ) yang ada di Kelurahan Gunung Anyar Tambak harus diberi petunjuk arah agar mudah diakses oleh masyarakat luar yang belum mengetahui tempat wisata tersebut, agar ODTW tersebut bisa dikenal dan diminati masyarakat.
- THREATH
1.) Hilangnya wilayah budidaya pertambakan karena tidak ada konservasi/ perlindungan.
Ada beberapa wilayah budidaya pertambakan yang tidak masuk dalam zona konservasi mangrove PAMURBAYA. Hal ini mengancam keberadaan tambak ini sendiri sehingga harus ada perhatian khusus dari masyarakat dan pemerintah agar lahan tambak tidak semakin menyempit.
2.) Rawan bencana banjir karena kurangya RTH buatan.
Di Kelurahan Gunung Anyar Tambak kurang sekali akan RTH buatan, hal ini menyebabkan ada resiko bencana banjir yang akan melanda kelurahan ini.
Tidak adanya fasilitas kesehatan bagi masyarakat dapat menyebabkan wabah penyakit di lingkungan Kelurahan Gunung Anyar Tambak.
4.3 Strategi Pengembangan
NO OBJEK LOKASI SRATEGI
1 Dainase Sepanjang Jl. Raya Wiguna Timur
Mengadakan kerja bakti sebulan 2 kali, pembangunan drainase tertutup, pembuatan biopori di tempat rawan banjir.
2 Jalan Sepanjang Jl. Raya Gunung Anyar Sawah
Melakuka perawatan jalan secra rutin, pembatasan kendaraan muatan berat ex : ruk, bis dengan pembuatan portal.
3 RTH
Sepanjang Jl. Raya Wiguna Timur, di perumahan
Pembangunan RTH yang berfungsi sebagai tempat berinteraksi masyarakat sekitar, pembuatan taman edukasi sebagai icon Kelurahan Gunung Anyar Tambak.
4 Kawasan Kumuh Jl. Gunung Anyar Tambak 1
Melakuka relokasi kepada yang menyalagunakan lahan untuk dipindah ke rusun, pembangunan pemukiman khusus nelayan tambak.
5 PKL Sepanjang Jl. Wiguna Timur
Dilakukan pembangunan kawasan khusus PKL.
Melakukan pembangunan fasilitas dan utilitas di awasan wisata mangrove, dilakukan perawatan di sekitar kawasan wisata.
10 Vegetasi Tanaman Sepanjang Jl. Gunung Anyar Tambak I
Penanaman tanaman penangkal polusi di kawasan strategis.
11 Sarana Transportasi Jl. Gunung Anyar Tambak
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Setelah kami melakukan pengamatan dan analisis di Kelurahan Gunung Anyar Tambak, kami dapat menyimpulkan bahwa sistem penggunaan lahan yang ada di Kelurahan Gunung Anyar Tambak belum menunjang aktivitas warga setempat. Sedangkan untuk fasilitas yang ada juga belum memadai dan menghambat aktivitas masyarakat Gunung Anyar Tambak, seperti tidak adanya fasilitas kesehatan dan transportasi umum.
5.2 Saran