ZAKAT DAN PAJAK DI INDONESIA
Makalah Ini Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Zakat Dan Wakaf Di Indonesia
Dosen Pengampu :Ach. Mus’if, S.HI, M.A
Di Susun Oleh : Kelompok 4
1. Saiful ihwan (150711100003) 2. Choiratun Nasukha (150711100024) 3. Syamsiyah (150711100034)
HUKUM BISNIS SYARI’AH FAKULTAS KEISLAMAN
KATA PENGANTAR
Maha Besar Allah yang telah menciptakan manusia sebagai makhluk hidup yang terbaik di muka bumi ini.Manusia berkewajiban untuk berbuat sesuatu yang bermakna sesuai dengan kedudukannya yang terhormat itu, agar kehidupannya tidak menjadi sia-sia.Makalah ini merupakan bagian dari keikutsertaan penulis dalam membarikan makna bagi kehidupan dalam rangka mewujudkan firman Allah SWT tersebut.
Dalam mengawali penulisan makalah ini Dengan Judul “ZAKAT DAN PAJAK DI INDONESIA”, penulis panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan nikmat,karunia, dan perlindungan-Nya selama penulisan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa uraian di dalam makalah ini bukanlah sesuatu yang sempurna,dan penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini ada kekurangan dan kekeliruan,oleh sebab itu penulis sangat mengharapkan pembaca untuk menyampaikan suatu kritik ataupun saran yang akan membuat makalah ini menjadi hal yang dapat di minati oleh pembaca.
Untuk itu penulis berdo’a kehadirat Allah SWT , semoga makalah yang penulis susun ini dapat bermanfaat untuk semua kalangan, khususnya untuk mahasiswa Hukum Bisnis Syari’ah.
Bangkalan, 8 April 2017
B. Saran ... ... 13
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Di dalam sejarah Islam, awalnya zakat itu muncul sebagai kritikan terhadap ketentuan pokok yang di tetapkan oleh negara-negara lain, seperti kerajaan Romawi dan Persia.Namun setelah Islam berkembang, Islam mulai memperkenalkan sistem pajak. Awalnya hanya diberlakukan pada kafir zimmy atau kafir yang berada dibawah pengawasan pemerintah Islam. Kemudian pajak juga diterapkan kepada muslim terhadap harta kekayaan yang berada di luar jenis-jenis harta yang ditentukan untuk dikeluarkan zakatnya.
Ironisnya, pajak sebagai sumber penerimaan negara mengalami penguatan, sementara zakat mengalami kemunduran. Atas dasar itu perlu dilakukan kajian yang berusaha melakukan pemahaman kembali atas hal yang mendasari perbedaan zakat dan pajak.
Maka dalam makalah ini, penulis akan menguraikan dan menjelaskan mengenai pengertian persamaan dan perbedaan antara zakat dan pajak, peran zakat dan pajak dalam perekonomian serta fungsi zakat terhadap pajak.
B. Rumusan Msalah
1. Apa saja pembedaan zakat dan pajak?
2. Bagaiman peran zakat dan pajak dalam perekonomian? 3. Apa saja fungsi zakat terhadap pajak?
C. Tujuan
1. Untuk mengethaui pembedaan zakat dan pajak.
BAB II PEMBAHASAN
A. Persamaan Dan Perbedaan Antara Zakat Dan Pajak
Zakat dan pajak memang ada sisi persamaan dan perbedaaan. Persmaannya adalah zakat pajak adalah sama-sama merupakan kewajiban yang harus dikeluarkan oleh setiap orang yang memiliki harta (kekayaan) tertentu yang dipandang patut dikeluarkan zakat/pajaknya.
1. Persamaan Zakat Dengan Pajak
Bersifat wajib dan mengikat atas harta penduduk suatu negeri, apabila melalaikannya akan terkena sanksi
1) Zakat dan pajak harus disetorkan pada lembaga resmi agar tercapai efisiensi penarikan keduanya dan alokasi penyalurannya
2) Dalam pemerintahan Islam, zakat dan pajak dikelola oleh negara 3) Tidak ada ketentuan memperoleh imbalan materi tertentu di dunia
4) Dari sisi tujuan ada kesamaan antara keduanya yaitu untuk menyelesaikan problem ekonomi yang terdapat di masyarakat
Kemudian Masfuq Zuhdi mengemukakan perbedaan zakat dengan pajak yang prinsipil perbedaan tersebut terletak pada :
1) Beda Dasar Hukum. Dasar hukum zakat al-qur’an dan As-sunnah. Sedangkan dasar hukum pajak adalah Perundang-undangan.
2) Beda status hukumnya. Zakat adalah suatu kewajiban terhadap agama. Sedangkan pajak adalah suatu kewajiban terhadap negara.
3) Beda Objek/ sasaran. Kewajiban zakat khusus bagi umat islam, sedangkan kewajiban pajak bagi semua penduduk tanpa memandang agama.
4) Beda kriteria wajib zakat dan wajib pajak. Kriteria kekayaan dan penghasilan yang terkena zakat dan pajak persentase tidak sama.
6) Beda Hikmahnya. Diantara hikmah zakat adalah untuk mensucikan jiwa dan harta si muzakki, untuk memeratakan pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat, sedangkan pajak dipergunakan terutama untuk pembangunan.
Berdasarkan perbedaan-perbedaan dia atas, seorang zakat dengan pajak tidak bisa disamakan. Artinya bahwa orang yang terkena wajib zakat tetap dikenakan pajak dan seorang yang terkena wajib pajak juga tetep dikenakan wajib zakat. Namun demikian, Masfuq zuhdi menyatakan “Alangkah baiknya bila pemerintah berkenan memberi dispensasi berupa pemotongan pajak bagi wajib zakat muslim benar-benar telah menyalurkan zakatnya kepada Baitul Mal yang dibentuk oleh pemerintah. Dispensasi semacam ini kiranya akan meringankan beban dari menghindari double duties (Kewajiban gnada : pajak dan zakat).1
B. Peranan Zakat dan Pajak dalam Perekonomian
Pajak mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan bernegara, khususnya di dalam pelaksanaan pembangunan karena pajak merupakan sumber pendapatan negara untuk membiayai semua pengeluaran termasuk pengeluaran pembangunan.
Perekeonomian negara sama halnya dengan perekonomian rumah tangga dimana mengenal sumber-sumber penerimaan dan pos-pos pengeluaran. Pajak sendiri merupakan sumber utama penerimaan negara. Oleh karena itu, apabila masyarakat tidak taat akan pajak maka seluruh kegiatan negara akan sulit terpenuhi. Dengan membayar pajak masyarakat akan mendapatkan manfaat: 1. Fasilitas umum dan Infrastruktur seperti jalan, jembatan, sekolah, rumah
sakit, dan puskesmas.
2. Pertahanan dan keamanan seperti bangunan, senjata, perumahan hingga gaji-gajinya.
3. Subsidi atas pangan dan Bahan Bakar Minyak. 4. Kelestarian Lingkungan hidup dan Budaya.
5. Dana Pemilu.
6. Pengembangan Alat transportasi Massa, dll.
Uang pajak yang telah disetorkan oleh masyarakat akan digunakan dengan tujuan membuat masyarakat dari lahir hingga meninggal sejahtera. Uang pajak juga dipakai oleh negara untuk memberi subsidi barang-barang yang dibutuhkan oleh masyarakat dan membayar hutang-hutang negara.Selain itu uang pajak pun digunakan untuk menunjang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah sehingga perekonomian dapat terus berkembang.Oleh sebab itu pajak sangat memegang peranan penting dalam sebuah negara.
1. Peran Zakat dalam Perekonomian
Implikasi zakat adalah memenuhi kebutuhan masyarakat yang kekurangan, memperkecil jurang kesenjangan ekonomi, menekan jumlah permasalahan sosisal, dan menjaga kemampuan beli masyarakat agar dapat memelihara sektor usaha. Dengan kata lain zakat menjaga konsumsi masyarakat pada tingkat yang minimal, sehingga perekonomian dapat terus berjalan. Zakat menjadikan masyarakat tumbuh dengan baik, zakat dapat mendorong perekonomian.
Zakat merupakan pendapatan khusus pemerintah yang harus dibelanjakan untuk kepentingan-kepentingan khusus seperti untuk membantu pengangguran, fakir miskin, dan sebagainya.Zakat membentuk masyarakat untuk bekerja sama bertindak sebagai lembaga penjamin dan penyedia dana cadangan bagi masyarakat muslim (Sariningrum, 2011).
Islam menaruh perhatian terhadap penanganan masalah kemiskinan dengan memakai pendekatan “mencabut penyebabnya”. Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda :
“Sesungguhnya Allah telah mewajibkan zakat pada harta orang-orang kaya dari kaum muslimin sejumlah yang dapat melapangi orang-orang miskin. Fakir miskin itu tidaklah akan menderita menghadapi kelaparan dan kesulitan sandang, kecuali karena perbuatan golongan kaya. Ingatlah Allah akan mengadili mereka secara tegas dan menyiksa mereka dengan pedih.”(HR. At-Thabarani)
Berdasarkan hadist tersebut, terlihat bahwa adanya kewajiban kepada kaum muslim yang mampu untuk membayar zakat pada fakir miskin. Hal ini bertujuan untuk mengurangi tingkat kemiskinan yang ada.2
Zakat dapat diarahkan untuk menciptakan pemerataan bagi masyarakat,sehingga taraf perekonomian dan kehidupan masyarakat dapat ditingkatkan.Hasilzakat dapatmenutupi keperluan orang miskin dan kepentingan masyarakat umum. mampu secara ekonomi. Target dari pendistribusian zakat sudah jelas seperti yang tertuang pada Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 60. Dalam ayat tersebut, salah satu golongan penerima zakat adalah golongan fakir-miskin. Menurut Qardhawi (1993), zakat bukan sekedar bantuan sewaktu-waktu kepada orang miskin untuk meringankan penderitaannya, tapi bertujuan untuk menanggulangi kemiskinan, agar orang miskin berkecukupan selama-lamanya.
KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
PEMBANGUNAN EKONOMI
PAJAK ZAKAT
EFEK MAKRO EFEK MIKRO
FASILITAS PUBLIK ZAKAT PRODUKTIF
Gambar 1.1 Bagan Sinergisitas pajak dan zakat dalam pembangunan ekonomi
bentuk barang-barang yang bisa langsung dikonsumsi.Zakat yang sudah didistribusikan baik dalam bentuk barang produktif maupun barang konsumtif secara langsung telah meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat.dalam jangka pendek, zakat dapat mencukupi kebutuhan pokok dari masyarakat zakat berupa barang konsumtif. Namun dalam jangka panjang, zakat bisa menciptakan sumber ekonomi baru, dengan bertambahnya masyarakat yang memiliki kemampuan untuk berwirausaha zakat berupa barang kekayaan dalam suatu perekonomian akan semakin merata. dengan meratanya distribusi kekayaan, maka akan muncul wajib pajak baru yang bisa menambah pendapatan negara.
Meningkatnya pendapatan negara disektor pajak, memberikan kemudahan bagi pemerintah untuk menyelenggarakan pembangunan ekonomi.dengan pendapatan yang melimpah, pemerintah bisa membangun infrastruktur yang dapat menunjang perekonomian masyarakat, memberikan subsidi kepada masyarakat kurang mampu, memberikan bantuan pendidikan, dll. Selain itu, pemerintah bisa membangun sentra pelatihan kerja untuk menciptakan profesi baru dari kalangan masyarakat kurang mampu. Meningkatnya penerimaan sektor pajak pada intinya akan mempermudah pemerintah dalam membangun perekonomian yang kuat dan berdaya saing.
sejahtera.Berbeda dengan zakat, zakat cenderung memberikan manfaat secara mikro, karena memang golongan penerima zakat sudah ditentukan dalam Al-Qur’an sehingga pendistribusian zakat langsung ditujukan kepada individu yang berhak menerimannya. Oleh karena itu, adanya sinergisitas dari kesejahteraan secara mikro dan makro akan mempermudah pemerintah dalam membangun perekonomian yang kuat dan mampu bersaing dalam kancah pereknomian global.
Dalam pembangunan ekonomi, arus distribusi kekayaan tentunya akan terus mengalir. Dalam bagan diatas, pembangunan ekonomi akan tetap menciptakan adanya pajak yang harus dipungut dari masayarakat seiring dengan peningkatan kualitas dan kuantitas fasilitas umum. Selain itu, adanya pembangunan ekonomi kuantitas masyarakat kurang mampu akan semakin berkurang, sehingga aliran zakat dari pemberi zakatakan semakin besar seiring bertambahnya harta yang sudah masuk nishab dan haul yang sudah wajib dikeluarkan zakatnya.
C. Fungsi Zakat Terhadap Pajak
Menurut A. Adriani zakat dan pajak memiliki persamaan karena kewajiban untuk mengeluarkan sebagiam harta ini dijalankan menurut aturan tertentu yang menaungi sebuah kelompok masyarakat. Zakat dibayar berdasarkan syariat islam, sedangkan pajak dibayar menurut undang-undang perpajakan yang berlaku dalam sebuah negara. Pajak dan zakat dalam pembayarannya ditentukan menurut prosentase tertentu yang berlaku dan berlaku untuk orang-orang yang memenuhi syarat. Keduanya juga berperan dalam membangun kesejahteraan kelompok masyarakat tertentu.
Pada praktik pelaksanaannya tidak sedikit masyarakat yang masih bingung mengenai dua hal ini, ada yang beranggapan bahwa keduanya saling menegasikan ada juga yang berpendapat bahwa keduanya saling berdiri sendiri, serta kombinasi pelakuan lainnya. Pada dasarnya pajak maupun zakat memiliki persamaan yaitu tujuan yang sama untuk menyelesaikan masalah ekonomi masyarakat dan keduanya telah diatur oleh undang-undang agar dapat dikelola menurut tatacara yang dianggap tepat untuk mencapai tujuan tadi, yaitu dengan menyetorkan pembayaran ke lembaga resmi yang sudah disahkan pemerintah. Selain itu tidak semua orang dikenakan kewajiban minimum untuk dapat dikenakan kewajiban menjadi wajib bayar pajak dan zakat, di pajak batas ini dikenal dengan istilah penghasilan tidak kena pajak dan nishab pada zakat.
Secara mendasar zakat lebih tua daripada pajak. Zakat sudah dikenal jauh sebelum sistem perpajakan masuk ke indonesia, pada masa kerajaan islam berkuasa di nusantara, sudah berdiri baitul maal yang menjadi pusat pengelolaan keuangan kerajaan, namun sistem ini secara perlahan mulai diganti kan seiring dengan kedatangan kaum imperalis Eropa yang mengadopsi sistem perpajakan dinegara mereka. Sebuah sistem yang merupakan konsekuensi logis dari Du Contract Sosial atau perjanjian sosial hasil pemikiran. JJ Rousseau. Artinya kondisi ini membuktikan bahwa walaupun sifat lokal, zakat dapat diandalkan sebagai penopang keuangan negara. Dan dengan demikian, tidak heran jika eksistensi zakat tidak bisa dihilangkan ketika membahas perekonomian negara.
sebagai pengurang beban/hutang pajak. Hal ini menunjukkan bahwa posisi zakat dan pajak adalah saling menggantikan namun tidak sepenuhnya.
Menurut Undang-Undang No 38 Tahun 1999, dikenal dua jenis zakat yaitu zakat maal dan zakat fitrah. Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah, apakah atas kedua jenis zakat yang sudah dibayarkan ini boleh dibebankan dalam perhitungan pajak? Didalam pasal 11 ayat 2 huruf b UU tersebut disebutkan bahwa termasuk dalam harta yang dikenakan zakat contohnya adalah perdagangan dan perusahaan. Sebuah ruang lingkup yang sejalan dengan penjelasannya mengenai definisi zakat maal. Namun kondisi ini belum memungkinkan zakat fitrah untuk dapat dijadikan sebagai unsur pengurang.
Peran zakat dalam membayar pajak adalah zakat bisa mengurangi pemabayaran pajak dengan menunjukkan nota zakat yang telah dibayarkan. Hal ini bisa menjadi pengetahuan bagi para muzakki atau para wajib bayar zakat dalam pembayaran pajak. UU No 38 tahun 1999 tentang pengelola zakat, disebutkan bahwa setiap warga negara indonesia yang beragama islam dan mampu atau badan yang memiliki orang muslim berkewajiban menunaikan zakat. Zakat yang telah dibayarkan kepada badan atau lembaga amil zakat dikeluarkan dari laba atau pendapat pembayaran pajak dari wajib pajak yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sistem ini lebih meringankan beban wajib pajak, karena biaya pajak lebih berkurang. Tujuannya sama, akan tetapi memiliki arah yang berbeda. Zakat untuk umat islam dan pajak untuk masyarakat umum. Zakat hukumnya wajib bagi umat islam sedangkan pajak wajib bagi warga indonesia, maka keduanya wajib dibayarkan. Pastinya keduanya merupakan untuk maslahat umat.3
Adapun mekanisme zakat sebagai pengurang penghasilan kena pajak (PKP) adalah:
1. Zakat sebagai pengurang penghasilan kena pajak (PKP) yang berlaku muzakki yang mempunyai nomor pokok wajib pajak (NPWP)
2. Zakat yang dibayarkan kepada badab amil zakat atau lembaga zakat akan mendapatkan bukti setor zakat. Dan bukti setor zakat akan diperoleh setelah muzakki mempunyai nomor pokok wajib pajak. 3. Apabila muzakki ingin zakat yang dibayarkan menurangi PKP, maka:
- Pada SPT Tahunan kolom 6 dituliskan jumlah zakat yang dibayarkan kepada BAZ dan LAZ
- Bukti setoran zakat lembar 1 disertakan sebagai lampiran SPT Tahunan
- Apabila ada kelebihan bayar pada SPT Tahunan akibat pembayaran zakat maka zakat yang telah dibayar akan dikembalikan kepada wajib pajak. 4
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
Zakat dan pajak memang ada sisi persamaan dan perbedaaan. Persmaannya adalah zakat pajak adalah sama-sama merupakan kewajiban yang harus dikeluarkan oleh setiap orang yang memiliki harta (kekayaan) tertentu yang dipandang patut dikeluarkan zakat/pajaknya.
Kemudian Masfuq Zuhdi mengemukakan perbedaan zakat dengan pajak yang prinsipil perbedaan tersebut terletak pada :
1. Beda Dasar Hukum. Dasar hukum zakat al-qur’an dan As-sunnah. Sedangkan dasar hukum pajak adalah Perundang-undangan.
2. Beda status hukumnya. Zakat adalah suatu kewajiban terhadap agama. Sedangkan pajak adalah suatu kewajiban terhadap negara.
3. Beda pbjek/ sasaran. Kewajiban zakat khusus bagi umat islam, sedangkan kewajiban pajak bagi semua penduduk tanpa memandang agama.
4. Beda kriteria wajib zakat dan wajib pajak. Kriteria kekayaan dan penghasilan yang terkena zakat dan pajak persentase tidak sama.
5. Beda dalam pos-pos penggunaannya. Zakat hanya digunakan untuk delapan golongan sebagaimana ditentukan dalam al-qur’an, sedangkan pajak digunakan untuk pos-pos yang sangat luas.
6. Beda Hikmahnya. Diantara hikmah zakat adalah untuk mensucikan jiwa dan harta si muzakki, untuk memeratakan pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat, sedangkan pajak dipergunakan terutama untuk pembangunan.
Pajak mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan bernegara, khususnya di dalam pelaksanaan pembangunan karena pajak merupakan sumber pendapatan negara untuk membiayai semua pengeluaran termasuk pengeluaran pembangunan.
membantu pengangguran, fakir miskin, dan sebagainya.Zakat membentuk masyarakat untuk bekerja sama bertindak sebagai lembaga penjamin dan penyedia dana cadangan bagi masyarakat muslim.
Peran zakat dalam membayar pajak adalah zakat bisa mengurangi pemabayaran pajak dengan menunjukkan nota zakat yang telah dibayarkan. Hal ini bisa menjadi pengetahuan bagi para muzakki atau para wajib bayar zakat dalam pembayaran pajak. UU No 38 tahun 1999 tentang pengelola zakat, disebutkan bahwa setiap warga negara indonesia yang beragama islam dan mampu atau badan yang memiliki orang muslim berkewajiban menunaikan zakat. Zakat yang telah dibayarkan kepada badan atau lembaga amil zakat dikeluarkan dari laba atau pendapat pembayaran pajak dari wajib pajak yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
http://pucking.files.wordpress.com/peranan-pajak-dan-fungsi-pajak.doc (diakses
hari senin tanggal 03 April 2017 jam 20.00)
http://www.berpendidikan.com/peran-dan-fungsi-pajak-dalam-perekonomian-nasional-indonesia.html (diakses hari senin tanggal 03 April 2017 jam 20.00)
http://www. Repository.uinjkt.ac.id. peranan zakat terhadap pajak. >MARIAH-FSH (diakses hari kamis, tanggal 07-04-2017 jam 09:58)
Suparta. 2004. Fiqih Madrasah Aliyah. (Semarang: PT.Karya Toha Putra)
Wulansari Sintha Dwi. 2013. Analisis Peranan Dana Zakat Produktif Terhadap Perkembangan Usaha Mikro Mustahik (Penerima Zakat). (Semarang)