ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL P (4)

18  11  Download (2)

Teks penuh

(1)

ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN

TUGAS ETIKA BISNIS

Disusun oleh:

Sri Rahmat Santoso 41183402130053

PROGRAM SUDI MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS ISLAM “45” (UNISMA) BEKASI

Jl. Cut Meutia no. 83 Kota Bekasi. Telp. (021) 8801027

(2)

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan Rahmat, Nikmat, dan Karunianya kepada kami sehingga dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Etika Bisnis Dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan”.

Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan orang-orang mengikutinya sampai hari kiamat.

Makalah ini terselesaikan dengan bantuan berbagai pihak dalam menyelesaikan hambatan-hambatan selama mengerjakan makalah ini. Maka dari itu, kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak, khususnya teman-teman semua yang telah membantu dalam menyusun makalah ini.

Selanjutnya, semoga makalah ini memberikan wawasan yang luas kepada kita semua selaku mahasiswa. Kami menyadari masih banyak kekurangan yang mendasar. Oleh karena itu, kami mohon saran dan kritik yang membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, kami selaku penyusun makalah memohon maaf yang sebesar-besarnya bila ada kata-kata yang salah, semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Aamiin

Wassalu’alaikum Wr.Wb

Bekasi, 24 Oktober 2015

(3)

DAFTAR ISI

2.1.3 Hal-hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Menciptakan Etika Bisnis:...5

2.1.4 Masalah etika dalam bisnis...5

2.1.4 Pengertian Bisnis...5

2.1.5 Aspek - Aspek Bisnis...6

2.1.6 Fungsi Bisnis...6

2.2 Etika Bisnis Pada Berbagai Fungsi Perusahaan...7

2.2.1 Etika dibidang akuntansi (accounting ethics)...8

2.2.2 Etika dibidang keuangan ( financial ethics )...8

2.2.3 Etika dibidang produksi dan pemasaran ( production and marketing ethics )...8

2.2.4 Etika dibidang teknologi informasi ( Information technology ethics )...9

2.3. Faktor-Faktor Yang Mendorong Timbunya Masalah Etika Bisnis...9

1. Mengejar keuntungan dan kepentingan pribadi (personal gaint and selfish interest)...9

2. Tekanan persaingan terhadap laba perusahaan (competitive pressure on profits)...10

(4)

4. Pertentangan etika lintas budaya (cross-cultiral contradiction)...10

2.4 Teori-Teori Yang Menjadi Dasar Pemikiran Etis...11

1. Pendekatan utilitarian...11

2. Pendekatan perilaku...11

3. Pendekatan hak individu...11

4. Pendekatan keadilan...11

5. Pendekatan islam...11

2.5 Tanggung Jawab Sosial Perusahaan...11

BAB III...13

PENUTUP...13

3.1 Kesimpulan...13

1. Etika Bisnis Pada Berbagai Fungsi Perusahaan:...13

2. Faktor-Faktor Yang Mendorong Timbunya Masalah Etika Bisnis:...13

3. Teori-Teori Yang Menjadi Dasar Pemikiran Etis:...13

4. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan:...13

(5)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sebelum mendalami mengenai persoalan-persoalan etika dan tanggung jawab sosial, yang perlu diperhatikan perusahaan dalam menjalankan kegiatannya, ada baiknya apabila terlebih dahulu memahami arti etika dan tanggung jawab sosial.

Etika berasal dari kata yunani, yaitu ethos, yang berarti karakter atau sifat-sifat individu yang baik. Pada dasarnya etika dapat didefinisikan sebagai prinsip-prinsip moral dalam hidup manusia yang akan menentukan tingkah laku yang benar yang harus dijalankan, dan tingkah laku yang salah yang harus dihindari.

Setiap orang ingin mempunyai uang yang banyak supaya hidup dengan sejahtera. Untuk memperolehnya dapat digunakan berbagai cara seperti bekerja keras, mencuri atau korupsi. Kita dapat menentukan sendiri cara mana yang secara etika merupakan tindakan yang dapat atau tidak dapat dilakukan dalam usaha untuk memperoleh banyak yang uang.

Menyadari tentang pentingnya memperhatikan isu etika dan tanggung jawab sosial dalam mengelola perusahaan, para pengkaji menejemen telah mendorong untuk mengembangkan pemikiran dalam persoalan tersebut. Beberapa aspek dari pemikiran tersebut akan diterangkan dalam makalah ini. Isu-isu tersebut dikenal sebagai etika perusahaan dan tanggung jawab sosial perusahaan. Tujuan dari mengembangkan pemikiran ini bukanlah untuk membatasi kegiatan usaha dan menghukum usaha, tetapi untuk mendorong mereka mengelola perusahaannya dengan lebih dinamis dan bertanggung jawab. Tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan perkembangan kegiatan perusahaan serta dunia bisnis dan pada waktu yang sama meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

1.2 Permasalahan

Agar tidak menyimpang lebih jauh dari materi pembahasan, kami hanya membatasi pada “Etika bisnis dan tanggung jawab sosial perusahaan”

(6)

1. Apa fungsi perusahaan dalam etika bisnis?

2. Faktor apa saja yang mendorong timbulnya masalah etika bisnis? 3. Teori apa saja yang menjadi dasar pemikiran etis?

4. Apa saja tanggung jawab sosial perusahaan?

1.3 Tujuan Penulisan

Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah: 1. Memenuhi tugas mata kuliah

2. Untuk mengetahui teori dan fungsi perusahaan dalam etika bisnis

3. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mendorong timbulnya masalah etika bisnis 4. Agar mengetahui tanggung jawab sosial perusahaan

1.4 Metode Penulisan

Makalah ini disusun dengan metode kepustakaan, dalam hal ini kami mengumpulkan beberapa buku bacaan yang berkaitan dengan pokok permasalahan yang akan dibahas.

1.5 Sistematika Penulisan

Adapun sistematika penulisan makalah ini adalah:

Bab I: Pendahuluan, pada bab ini dikemukakan latar belakang, permasalahan, tujuan penulisan, metode penulisan, dan sistematika penulisan.

Bab II: Pembahasan, dalam hal ini diuraikan tentang Etika bisnis dan tanggung jawab sosial perusahaan

(7)

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Landasan Teori

Kata “Etika” berasal dari dari kata Yunani yaitu ‘Ethos,’ yang artinya adat istiadat. Etika bisa dibilang sebagai kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun pada suatu masyarakat. Etika itu punya kaitan sama nilai-nilai, tatacara hidup yang baik, aturan hidup yang baik, dan termasuk juga semua kebiasaan yang dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang lain, atau dari satu generasi ke generasi yang lain. Seperti yang dirumuskan oleh beberapa ahli berikut ini:

1. O.P. Simorangkir: etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut

ukuran dan nilai yang baik.

2. Sidi Gajalba: etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi

baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.

3. Burhanudin Salam: etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma

moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.

4. Griffin and Ebert (1999): Etika Bisnis (business ethics) merupakan penerapan etika secara

umum terhadap perilaku bisnis. Secara lebih khusus lagi makna etika bisnis menunjukkan perilaku etis maupun tidak etis yang dilakukan manajer dan karyawan dari suatu organisasi perusahaan.

5. Epstein (1989): menyatakan etika bisnis menunjukkan refleksi moral yang dilakukan oleh

(8)

Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang perlu kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita, dengan demikian etika ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya.

Etika dapat dirumuskan sebagai refleksi kritis dan rasional mengenai:

1. Nilai dan norma yang menyangkut bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia.

2. Masalah kehidupan manusia dengan mendasarkan diri pada nilai dan norma moral yang umum diterima

2.1.1 Beberapa Prinsip Etika

1. Prinsip Otonomi (Sadar sendiri tentang kebaikan) 2. Prinsip Kejujuran

3. Prinsip Keadilan

4. Prinsip Saling Menguntungkan

2.1.2 Jangkauan Etika Bisnis

1. Etika bisnis sebagai etika profesi membahas prinsip, kondisi dan masalah praktek etis. 2. Etika bisnis berfungsi menggugah kesadaran moral pelaku bisnis agar berbisnis secara

baik dan etis.

(9)

2.1.3 Hal-hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Menciptakan Etika Bisnis: 1. Pengendalian Diri (Tdk menerima apapun)

2. Pengembangan tanggung jawab social

3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi

4. Menciptakan persaingan yang sehat

5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”

6. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi dan Komisi) 7. Mampu menyatakan yang benar itu benar

8. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha kebawah

9. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama

10. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati 11. Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hukum positif yang

berupa peraturan perundang-undangan

2.1.4 Masalah etika dalam bisnis 1. Suap (Bribery)

2. Paksaan (Coercion) 3. Penipuan (Deception) 4. Pencurian (Theft)

5. Diskriminasi tidak jelas (Unfair discrimination)

2.1.4 Pengertian Bisnis

(10)

“Bisnis sebagai suatu sistem yang memproduksi barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan masyarakat” (bussinessis then simply a system that produces goods and service to satisfy the needs of our society) [Huat, T Chwee,1990].

“Bisnis merupakan suatu organisasi yang menyediakan barang atau jasa yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan”[Griffin & Ebert]

Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa bisnis adalah kegiatan yang dilakukan oleh individu dan sekelompok orang (organisasi) yang menciptakan nilai (create value) melalui penciptaan barang dan jasa (create of good and service) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memperoleh keuntungan melalui transaksi.

2.1.5 Aspek - Aspek Bisnis

1. Kegiatan individu dan kelompok 2. Penciptaan nilai

3. Penciptaan barang dan jasa 4. Keuntungan melalui transaksi

2.1.6 Fungsi Bisnis

Fungsi bisnis dilihat dari kepentingan mikro ekonomi dan makroekonomi

1. Fungsi Mikro Bisnis yaitu Kontribusi terhadap pihakyang berperan langsung

a) Pekerja/ Karyawan

(11)

b) Dewan Komisaris

Memantau kegiatan dan mengawasi manajemen, memastikan kegiatan akan berjalan mencapai tujuan.

c) Pemegang Saham

Pemegang saham memiliki kepentingan dan tanggung jawab tertentu terhadap perusahaan.

2. Fungsi Makro Bisnis yaitu kontribusi terhadap pihak yang terlibat secara tidak

langsung

a) Masyarakat sekitar perusahaan

Memberikan kontribusi kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan

b) Bangsa dan Negara

Tanggung jawab kepada bangsa dan negara yang diwujudkan dalam bentuk kewajiban membayar pajak.

2.2 Etika Bisnis Pada Berbagai Fungsi Perusahaan

Permasalahan etika yang terjadi diperusahaan bervariasi antara fungsi perusahaan yang satu dengan fungsi perusahaan lainnya. hal ini terjadi karena operasionalisasi perusahaan sangat terspesialisasi kedalam berbagai bidang profesi, sehingga setiap fungsi perusahaan cenderung memiliki masalah-masalah tersendiri.

(12)

2.2.1 Etika dibidang akuntansi (accounting ethics)

Fungsi akuntansi merupakan komponen yang sangat penting bagi perusahaan. Para manajer perusahaan, investor luar, pemerintah, instansi pajak, dan serikat pekerja membutuhkan data-data akuntansi untuk membuat berbagai keputusan penting. Dengan demikian kejujuran, integritas dan akurasi dalam melakukan kegiatan akuntansi merupakan syarat mutlak yang harus ditetapkan oleh fungsi akuntansi.

Salah satu praktik akuntansi yang dianggap tidak etis, misalnya penyusunan laporan keuangan yang berbeda untuk berbagai pihak yang berbeda dengan tujuan memperoleh keuntungan dari penyusunan laporan keuangan seperti itu. Dalam realita kegiatan bisnis sering kali ditemukan perusahaan yang menyusun laporan keuangan yang berbeda untuk pihak-pihak yang berbeda. Ada laporan keuangan intern perusahaan, laporan keuangan untuk bank, dan laporan keuangan untuk kantor pajak. Dengan melakukan praktik ini, bagian akuntansi perusahaan secara sengaja memanipulasi data-data akuntansi dengan tujuan memperoleh manfaat atau keuntungan finansial dari penyusun laporan palsu tersebut.

2.2.2 Etika dibidang keuangan ( financial ethics )

Skandal keuangan yang berasal dari pelaksanaan fungsi secara tidak etis telah menimbulkan berbagai kerugian bagi para investor. Pelanggaran etika dalam bidang keuangan dapat terjadi misalnya melalui praktik windaw dressing terhadap laporan keuangan perusahan yang akan mengajukan pinjaman ke bank. Melalui praktik ini seolah-olah perusahaan memiliki rasio-rasio keuangan yang sehat sehingga layak untuk mendapat kucuran kredit. Padahal sebenarnya kondisi keuangan perusahaan tidak sesehat seperti yang dilaporkan dalam laporan keuangan yang telah dipercantik. Contoh lain pelanggaran etika keuangan misalnya melalui penggelembungan nilai agunan perusahaan, sehingga perusahaan dapat memperoleh kredit melebihi nilai agunan kredit yang sesungguhnya.

2.2.3 Etika dibidang produksi dan pemasaran ( production and marketing ethics )

(13)

Undang-undang ini menjelaskan berbagai perbuatan yang dilarang dilakukan oleh pelaku usaha, antara lain pelaku usaha dilarang memproduksi dan memperdagangkan barang dan jasa yang:

a. Tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

b. Tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau neto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yang dinyatakan dalam tabel atau etiket barang tersebut.

c. Tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan, dan jumlah hitungan menurut ukuran yang sebenarnya.

d. Tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan, atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etika, atau keterangan barang dan jasa tersebut.

2.2.4 Etika dibidang teknologi informasi ( Information technology ethics )

Salah satu area yang memiliki pertumbuhan masalah etika paling besar diera 1990-an sampai awal tahun 2000 adalah bidang teknologi informasi. Hal-hal yang dapat memunculkan permasalahan etika dalam bidang ini meliputi serangan terhadap wilayah privasi seseorang; pengumpulan, penyimpanan, dan akses terhadap informasi usaha terutama melalui transaksi e-commerce; perlindungan hak cipta yang menyangkut pembuatan software, music, dan hak keyakinan intelektual ( Spinello, 1997 ).

2.3. Faktor-Faktor Yang Mendorong Timbunya Masalah Etika Bisnis

Berbagai permasalahan etika diperusahaan dapat muncul dalam berbagai bentuk. Identifikasi terhadap berbagai faktor yang umum ditemui sebagai penyebab munculnya permasalahan etika diperusahaan, merupakan suatu langkah penting untuk meminimalisasi pengaruh masalah etika bisnis terhadap kinerja perusahaan.

Post, et al., (2002: 112-113) menguraikan empat faktor yang pada umumnya menjadi penyebab timbulnya masalah etika bisnis diperusahaan, yaitu:

(14)

kepentingannya untuk memperoleh kekayaan melebihi kepentingan lainnya meskipun di dalam melakukan akumulasi kekayaan tersebut dia merugikan pekerja lainnya, perusahaan, dan masyarakat.

2. Tekanan persaingan terhadap laba perusahaan (competitive pressure on profits) Perusahaan berada dalam situasi persaingan yang sangat keras, perusahaan sering kali terlibat dalam berbagai aktivitas bisnis yang tidak etis untuk melindungi tingkat profitabilitas mereka. Berbagai perusahaan makanan dan minuman di Indonesia ditengarai menggunakan bahan pewarna makanan dan minuman yang tidak aman untuk dikonsumsi manusia tetapi haranya murah, agar mereka dapat menekan biaya produksi dan mendapatkan harga jual produk yang rendah. Bahkan, industry makanan berani menggunakan formalin yang merupakan bahan untuk pengawet mayat sebagai bahan pengawet makanan.

3. Pertentangan antara nilai-nilai perusahaan dengan perorangan (business goals vs personal values)

Masalah etika dapat pula muncul pada saat perusahaan hendak mencapai tujuan-tujuan tertentu atau menggunakan metode-metode baru yang tidak dapat diterima oleh para pekerjanya. Sebagai contoh, kegiatan restrukturisasi perusahaan dengan tujuan meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja perusahaan dapat menimbulkan penurunan moral karyawan yang sangat hebat, sebagaimana yang terjadi diperusahaan nynex (micklethwait dan Wooldridge, 1996: 12)

4. Pertentangan etika lintas budaya (cross-cultiral contradiction)

(15)

2.4 Teori-Teori Yang Menjadi Dasar Pemikiran Etis

Beberapa teori, atau pemikiran, telah berkembang sejak beberapa abad yang lalu yang menerangkan tentang landasan-landasan pemikiran yang perlu dipertimbangkan untuk mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari, dalam melaksanakan kebijakan perusahaan dan dalam pemerintah. Teori atau pandangan yang terutama adalah: [3]

1. Pendekatan utilitarian: pemikiran yang berpendapat bahwa sesuatu tindakan dipandang baik apabila jumlah orang yang memperoleh keuntungan jauh lebih besar daripada yang menderita kerugian.

2. Pendekatan perilaku: dua prinsip perlu digunakan sebagai dasar bertindak. Yang pertama adalah niat yang baik sebagai dasar untuk menjalankan berbagai tindakan. Yang kedua ialah tidakan harus didasarkan kepada peraturan yang universal- yaitu berlaku kepada siapapun tanpa membuat perbedaan.

3. Pendekatan hak individu: pada dasarnya pendekatan ini berpendapat bahwa setiap keputusan yang dibuat harus menghormati hak-hak individu, asal saja tindakan individu tersebut sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

4. Pendekatan keadilan: pendekatan ini menekankan tentang perlunya menggunakan prinsip keadilan dalam mengambil keputusan. Sesuai dengan prinsip ini setiap orang harus diperlakukan sama dan memperoleh kesempatan yang sama.

5. Pendekatan islam: dalam falsafah islam, terdapat lima prinsip yang perlu diperhatikan, yaitu: kesatuan, kesamaan, keinginan, tanggung jawab, dan kemurahan hati.

2.5 Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Tanggung jawab sosial perusahaan merupakan tanggung jawab perusahaan terhadap berbagai tindakan perusahaan yang memengaruhi manusia, komunitas, maupun lingkungan secara umum.

(16)

Dalam usahanya mencari keuntungan sering sekali perusahaan melupakan efek dari tindakannya kepada pihak lain dan kepada masyarakat pada keseluruhannya. Pada masa lalu tindakan seperti ini telah menimbulkan berbagai macam kerugian kepada masyarakat. Timbul kritik terhadap cara mereka mengelola perusahaan dan pada masa ini para manajer digalakkan untuk memperhatikan tanggung jawab sosial mereka.

Hal-hal yang perlu diperhatikan perusahaan dalam melaksanakan tanggung jawab sosialnya adalah:

1. Menjaga kelestarian lingkungan alam disekitar kita 2. Menjaga kepentingan dan kesejahteraan pekerja

3. Menjaga kepentingan masyarakat umum, konsumen, dan pemegang saham

(17)

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

1. Etika Bisnis Pada Berbagai Fungsi Perusahaan: a. Etika dibidang akuntansi (accounting ethics)

b. Etika dibidang keuangan ( financial ethics )

c. Etika dibidang produksi dan pemasaran ( production and marketing ethics) d. Etika dibidang teknologi informasi ( Information technology ethics )

2. Faktor-Faktor Yang Mendorong Timbunya Masalah Etika Bisnis:

a. Mengejar keuntungan dan kepentingan pribadi (personal gaint and selfish interest) b. Tekanan persaingan terhadap laba perusahaan (competitive pressure on profits)

c. Pertentangan antara nilai-nilai perusahaan dengan perorangan (business goals vs personal values)

d. Pertentangan etika lintas budaya (cross-cultiral contradiction)

3. Teori-Teori Yang Menjadi Dasar Pemikiran Etis: a. Pendekatan utilitarian b. Menjaga kelestarian lingkungan alam disekitar kita c. Menjaga kepentingan dan kesejahteraan pekerja d. Menjaga kepentingan konsumen

e. Menjaga kepentingan pemegang saham

(18)

Daftar Pustaka

[1] Agustian,Bemby. 2012. Etika dalam Berbisnis. diakses dari google Indonesia:

http://bembyagus.blogspot.com/2012/04/etika-dalam-berbisnis.html. tanggal

25.10.2015. pukul 12.03WIB.

[2] Ismail,Solihin. 2006. Pengantar bisnis: Pengenalan Praktis Dan Studi Kasus. Jl. Lele I No.7 Rawamangun-Jakarta 13220: Kencana Prenada Media Group.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...