• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS RESUME MATA KULIAH HUKUM PERDATA I

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TUGAS RESUME MATA KULIAH HUKUM PERDATA I"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS RESUME

MATA KULIAH : HUKUM PERDATA INTERNASIONAL

(2)

Nama : Daniel

NIM : 2015 – 050 – 287

BAB 1

PENGERTIAN HUKUM ANTAR TATA HUKUM

1. Selalu Terdapat Perbedaaan Pendapat

Ada perbedaan dalam pengertian HPI ini. Ada istilah Conflict of Law tetapi diganti menjadi Conflict of Lawyers. Karena pada dasarnya yang berkonflik ialah para ahli hukumnya, bukan sistem hukumnya. Pendapat yang sama dari para ahli mengenai HPI hanyalah mengenai HPI ialah cabang ilmu hukum yang sulit, untuk selebihnya pasti ada perbedaan pendapat dan terkadang menjadi sebuah perdebatan.

2. HPI Internasional atau Nasional?

(3)

fakta – faktanya. Karena ada unsur asing maka dengan inilah yang menjadikan hubungan – hubungan tersebut menjadi internasional. Pada intinya ialah HPI merupakan hukum perdata untuk hubungan internasional.

3. Keberatan Terhadap Istilah HPI : bukan Internasional tetapi Nasional sifatnya Istilah Internasional ialah bukan tentang antar negaranya dan bukan tentang hukum antar negaranya. Melainkan ialah ada unsur dari luar, ada unsur asingnya (foreign element).

4. Perdata Tapi Internasional

Perdata pada dasarnya ialah privat antara orang pribadi, dan mana mungkin bisa men jadi internasional. Bila dilihat dari segi istilah Internasionalnya terus – menerus maka perdebatan ini akan selalu muncul. Maka harus benar – benar dipahami bahwa unsur asing dan luar negerilah yang membedakan dan menjadi pelurus antara perdebatan tadi.

5. Contoh – Contoh

Seorang warga negara Indonesia berkontrak dengan orang asing, seorang warga negara membeli dari negara lain, dua orang warga negara mengatur jual beli tentang suatu pabrik yang diimpor dari luar negeri. Itu semua adalah hubungan sehari – hari, hubungan perdata tetapi bersifat internasional yang mempunyai hubungan

internasional.

6. Istilah HPI Sudah Umum Diterima

Sistem HPI sebenarnya sudah bisa diterima secara umum karena dianggap praktis. Sebaiknya istilah HPI ini tetap digunakan sekalipun muncul nantinya istilah baru yang lebih baik, karena orang – orang sudah mulai memahami makna dari istilah HPI ini. 7. Istilah “Hukum Perselisihan”

Muncul juga istilah hukum perselisihan. Tetapi sebaiknya tidak dipakai dan jangan dipergunakan lai dan diganti dengan istilah “Hukum Antar Tata Hukum”.

8. Aneka Ragam Pandangan Tentang Luas Bidang HPI a. HPI = rechtstoepassingsrecht

b. HPI = Choice of Law + Choice of Jurisdiction

c. HPI = Choice of Law + Choice of Jurisdiction + Condition des etrangers + nationalite

(4)

Sebenarnya sama sekali tidak ada konflik kedaulatan. Karena HPI merupakan bagian dari sistem hukum nasional. Jika menurut kaidah HPI kita harus dipakai hukum asing maka ini adalah penentuan dari hukum nasional sang hakim sendiri. Sesungguhnya tidak ada konflik, karena tugas dari HPI justru ialah untuk menghindarkan timbulnya konflik, menghindari terjadinya bentrokan. Dengan jalan memilih antara sistem hukum yang dikaitkan, yang mana yang akan berlaku.

10. Pembagian HATAH

HATAH dapat dibagi dalam bagian intern dan ekstern. Tiap norma hukum mempunyai 4 lingkungan kekuasaan atau rechtsgebieden berlakunya hukum ini. Yang pertama ialah lingkungan kuasa waktu. Yang kedua lingkungan kuasa ruang. Yang ketiga lingkungan kuasa pribadi dan keempat lingkugan kuasa soal – soal.

11. Hukum Antar Waktu

Sebagai contoh konkrit misalnya kita mengenal Undang – Undang Lalu Lintas Devisa yang dirubah pada tahun 1964. Sebelumnya Undang – Undang Devisa 1964 itu penduduk devisa Indonesia dilarang mempunyai alat – alat pembayaran luar negeri tanpa mengadakan laporan kepada atau memperoleh ijin dari Lembaga Alat – Alat Pembayaran Luar Negeri (LAAPLN). Sekarang ini keadaannya sudah berubah, penduduk devisa Indonesia sudah bisa memiliki dollar, bisa memiliki Deutsche Marken, Yen, dsb, tanpa perlu ijin dari LAAPLN.

Gambarannya ialah waktunya yang berbeda tetapi tempatnya bersaamaan, pribadinya berbeda dan soal – soalnya berbeda pula.

12. Perumusan HAW

Pada HAW norma – norma yang bertemu terjadinya di dalam suatu negara karena termasuk HATAH intern. HAW ialah keseluruhan peraturan dan keputusan hukum yang menunjukkan hukum manakah yang berlaku atau apakah yang merupakan hukum, jika hubugan – hubungan dan peristiwa – peristiwa antara warga negara dalam satu negara dan satu tempat, memperlihatkan titik – titik pertalian denga stelsel – stelsel dan kaidah hukum yang berbeda dalam lingkungan – lingkuan kuasa waktu dan soal – soal.

(5)

Orang dari satu negara mengadakan hubungan dengan orang dari negara lain, karena orang – orang dari negara bagian yang berlainan, dengan masig – masing mempunyai perdatanya yang berbeda, timbullah masalah HAT yang dalam scope besar

menyerupai masalah HPI. Di dalam negara kita sendiri ada 19 macam hukum adat yang dikaitkan dengan wilayah tertent. Kalau orang – orang dari lingkungan adat ini mengadakan hubngan satu dengan lain timbullah persoalan tentang hukum mana yang berlaku. Itu adalah pernyataan HATAH.

14. Perumusan HAT

Keseluruhan peraturan dan keputusan hukum yang menunjukkan stelsel hukum manakah yang berlaku atau apakah yang merupakan hukum, jika hubungan – hubngan dan peristiwa – peristiwa antara warga negara dalam satu negara dan satu waktu tertentu memperlihatkan titik – titik pertalian dengan stelsel – stelsel dan kaidah hukum yang berbeda dengan lingkungan kuasa tempat dan soal – soal.

15. Persoalan HAT sama dengan HPI

HAT persoalannya terjadi dalam lingkungan satu negara, NKRI. Sedangkan HPI kaidah ini adalah dari dua atau lebih negara. Misalnya Indonesia dengan Jerman. HPI bisa dimasukkan dalam skema HAT. Baik HPI dan HAT yang tditekankan adalah tempat secara geografis.

16. Hukum Antar Golongan (HAG)

Ialah keseluruhan peraturan dan keputusan yang menunjukkan stelsel hukum manakah yang berlaku atau apakah yang merupakan hukum, jika hubungannya dan peristiwa – peristiwa antara warga negara dalam satu negara, satu tempat dan satu waktu tertentu, memperlihatkan titik - titik pertalian dengan stelsel – stelsel dan kaidah hukum yang berbeda dalam lingkungan kuasa pribadi dan soal – soal. 17. HATAH Intern

Ialah keseluruhan peraturan dan keputusan hakim yang menunjukkan stelsel hukum manakah yang belaku atau apakah yang merupakan hukum, jika hubungan – hubngan dan peristiwa – peristiwa antara warga negara dalam satu negara, memperlihatkan titik – titik pertalian dengan stelsel – stelse dan kaidah hukum yang berbeda dalam lingkungan kuasa waktu, tempat pribadi dan soal – soal.

18. Hukum Perdata Internasional (HPI)

(6)

titik – titik pertalian dengan stelsel – stelse dan kaidah hukum yang berbeda dalam lingkungan kuasa waktu, tempat pribadi dan soal – soal.

(7)

BAB 2

TITIK –TITIK PERTALIAN

1. Titik Taut Primer untuk HAG : Golongan Rakyat

Golongan rakyat merupakan titik pertalian yang pertama yang menentukan status dari para pihak, para subek hukum. Dalam suatu hubungan tertentu golongan rakyat mereka yang menimbulkan persoalan antar golongan.

2. Titik Taut Primer untuk HPI : Kewarganegaraan

Kewarganegaraan daripada pihak – pihak yang menyebabkan timbulnya suatu persoalan HPI. Karena biasanya 2 warga negara yang berhubungan berada di bawah hukum perdata yang berbeda. Masalah HPI ini yang timbul karena kewarganegaraan orang- orang yang bersangkutan.

3. Bendera Kapal TPP untuk HPI

Dengan kapal – kapal timbul juga masalah HPI, karena bendera dari kapal ini berbeda dari orang – orang yang mengadakan hubungan dengan kapal ini. Misalnya ada sebuah kapal yang berbendera Panama. Para penumpangnya yang turut berlayar di kapal itu adalah WNI. Kapal itu juga berlayar di perairan Indonesia. Ini semua masalah yang timbul karena adanya bendera kapal yang berbeda

4. Tanah sebagai TPP untuk HAG

Sebelum UU Pokok Agraria tidak semua tanah berada di bawah satu macam kota besar atau pusat industri dimana Kadaster sudah mulai bekerja, tanah merupakan lingkungan hukum barat. Tanah menjadi faktor yang menyebabkan timbulnya masalah antar golongan.

5. Domisili

Domisili seseorang dapat menjadi faktor yang menimbulkan masalah HPI. Domisili merupakan suatu pengertian hukum yang baru lair kalau sudah terpenuhi syarat tertentu, misalnya kediaman yang permanen di suatu tempat, tidak ada maksud untuk pulang kembali dan sebagainya. Yang bersangkutan sudah hidup sehari – hari secara benar – benar menetap di tempat ia mencari nafkah. Barulah domisilinya berubah menurut konsepsi Anglo Saxon tentang domisili.

6. Tempat Kediaman

(8)

7. Tempat Kedudukan Badan Hukum

Untuk badan – badan hukum, perseroan terbatas dan sebagainya, kita bukannya bicara tentang domisili, tetapi bicara tentang tempat kedudukan.

8. Hubungan antara TPP dan TPS

TPP ialah faktor dan keadaan yang menimbulkan, menciptakan suatu hubungan HATAH.

TPS ialah faktor dan keadaan yang menentukan berlakunya suatu sistem hukum tertentu. TPS muncul setelah adanya TPP. TPS ini terutama dikedepankan dan dapat kita temukan dari yurisprudensi.

9. Pilihan Hukum

Hukum mana yang berlaku untuk suatu perjanjian ditentukan pertam – tama oleh maksud dari para pihak, apa yang dikehendaki para pihak, apa yang diinginkan para pihal. Ini adalah yang terkenal di dalam HPI sebagai partijautonomie. Autonomie van partijen ialah autonomie dari para pihak untuk menentukan sendiri hukum yang mereka kehendaki. Jadi di bidang hukum perjanjian para pihak dapat menentukan sendiri hukum mana yang berlaku bagi perjanjian mereka. Mereka memilih sendiri menghendaki sendiri pula. Di samping pilihan hukum secara tegas, dapat pula dilakukan pilihan secara diam – diam. Orang diam – diam bisa mengutarakan sesuatu yang dikehendaki oleh para pihak. Jadi ada 2 cara memilihnya, yaitu secara tegas atau secara diam – diam.

10. Tempat Letaknya Benda (Situs)

Letaknya suatu benda merupakan titik taut yang menentukan hukum yang harus diberlakukan. Untuk benda – benda tetap berlaku ketentuan bahwa hukum dari tempat letaknya benda itu adalah yang dipakai untuk hubungan hukum yang berkenaan dengan benda itu. Tetapi bukan hanya untuk benda tetap berlaku asas lex rei sitae ini. Juga berlaku untuk benda – benda bergerak dibidang HPI diterima secara umum bahwa lex rei sitae yang berlaku.

11. Tempat Dilangsungkannya Perbuatan Hukum

(9)

12. Contoh – Contoh dari Yurisprudensi Indonesia Tempat Dilaksanakan Perjanjian Seseorang telah mengadakan perjanjian peminjaman uang yang dibuat di Tiongkok. Dipakai Hukum Tiongkok sebagai hukum dimana tempat perjanjian telah dibuat. Demikian diputuskan oleh Raad van Justitie di Medan pada tahun 1926. Ditambahkan pula oleh Pengadilan bersangkutan bahwa berlakunya hukum Tiongkok ini ialah karena menurut maksud para pihak memang hukum dari tempat perjanjian inilah yang mereka kehendaki.

13. Tempat terjadinya Perbuatan Melanggar Hukum

Dalam perbuatan melanggar hukum, dipakai menurut teori klasik, hukum dari tempat dimana perbuatan melanggar hukum dilakukan.

14. Hukum Harta Benda dalam Perkawinan

Untuk hukum harta benda dalam perkawinan, ternyata juga telah dipakai hukum nasional para pihak. Hooggerechtshof dalam 1936 menyatakn bawa untuk orang asing warga negara Tiongkok yang telah menikah di Tiongkok pada tahun 1910 berlakulah hukum harta benda perkawinan Tiongkok. Staatsblad 1855 no.79 tidak berlaku untuk mereka.

15. Syarat Perkawinan

Mengenai syarat perkawinan kita melihat adanya ketentuan pemakaian hukum nasional dimana orang – orang yang hendak menikah adalah orang Tionghua asing di Medan maka ternyata hukum Iongkok yang telah dipakai, menurut hukum Tiongkok maupun hukum Inggris, maka untuk dapat menikah cuup kalau sudah mencaai usia 21 tahun dapat leluasa menikah tanpa memerlukan persetujuan khusu dari orangtua mereka. Walaupun mereka belum berumur 30 tahun, jadi pasal 42 BW tidak berlaku. 16. Pewarisan

(10)

BAB 3

PRINSIP KEWARGANEGARAAN DAN PRINSIP DOMISILI

1. Negara – Negara dengan Prinsip Nasionalitas

Pertama – tama ada negara Perancis dan negara – negara jajahannya. Kemudian ada Italia dan negara – negara jajahannya, lalu ada Belgia, Luxemburg, Monaco, Belanda, Suriname, Rumania, Bulgaria, Finlandia, Jerman, Yunani, Hungaria, Liechtein, Montenegro, Polandia, Portugal, Spanyol, Iran, Tiongkok,Jepang, dari negara Amerika Latin ada Costa Rica,Kuba, Rep. Dominica, Ekuador, Haiti, Honduras, Mexico, Panama, Venezuela, Colombia Equator

2. Negara – Negara dengan Prinsip Domisili

Ada semua negara – negara Inggris yang menganut sistem Common Law, juga Skotlandia, Afrika Selatan, Denmark, Norwegia, Islandia. Dari negara Amerika Latin ada Brazil, Argentina, Guatemala, Nicaragua, Paraguay, Peru

3. Tidak Ada Prisnsip yang a Priori Lebih Baik

Perbedaan antara kedua prinsip ini pada pokoknya dapat dikembalikan pada perbedaan diltakkannya titik berat atas segi personalitas atau segi teritorialitas daripada hukum. Yang mana di antara kedua stelsel adalah yang lebih baik hal ini tidak dapat ditentukan begitu saja secara a priori.

4. Kecondongan Negara Eropa Kontinental terhadap Negara Anglo Saxon

HPI daripada negara – negara Eropa Kontinental titik taunnya lebih mengedepankan segi personalitas daripada hukum. Sebaliknya untuk HPI negara – negara Anglo Saxon titik tautnya lebih mengedepankan segi teritorial daripada hukum.

5. Teritorialitas terhadap Personalitas daripada Hukum

Lingkungan kuasa teritorial daripada hukum sesuatu negara yang dikedepankan. Dengan demikian kita saksikan bahwa semua orang yang berada di dalam wilayah suatu negaa dianggap takluk di bawah hukum negara itu. Hal ini adalah akibat daripada dikedepankannya titik – titik pertalian yang bersifat teritorial. Hukum personil dari seseorang adalah hukum nasionalnya. Hukum yang ditentukan oleh kewarganegaraannya. Setiap warga negara ini tetap takluk di bawah hukum nasional daripada negaranya maupun ia pergi.

6. Masing – Masing Aliran Mempunyai Pembela – Pembelanya

(11)

Serikat yang banyak memiliki imigran menganut sistem domisili dengan tujuan supaya para imigran lekas takluk di bawah hukum perdata dari negara yang baru. Sebaliknya negara Eropa Kontinental menghendaki bahwa warga negaranya yang mengembara ke luar negeri sedapat mungkin takluk tetap di bawah hukum mereka sendiri

7. Alasan –Alasan Pro Prinsip Kewarganegaraan

a. Prinsip ini paling cocok untuk perasaan hukum seseorang b. Lebih permanen daripada hukum domisili

c. Prinsip kewarganegaraan membawa kepastian lebih banyak 8. Alasan –Alasan Pro Prinsip Domisili

a. Hukum domisili ialah hukum dimana yang bersangkutan sesungguhnya hidup b. Prinsip kewarganegaraan seringkali memerlukan bantuan domisili

c. Hukum domisili seringakali sama dengan Hukum sang Hakim d. Cocok untuk negara – negara dengan pluralisme hukum

e. Domisili menolong dimana prinsip kewarganegaraan tidak dapat dilaksanakan f. Demi kepentingan adaptas dan asimilasi dari para imigran

9. Jalan Keluar dari Berbagai Kesulitan

Prinsip nasonalitas ternyata membawa berbagai kesulitan. Maka ada yang

menganjurkan supaya menggantikannya saja dengan prinsip domisili. Sebaliknya ternyata juga ada angan – angan supaya prinsip domisili diganti dengan prinsip nasionalitas. Prinsip nasionalitas dalam praktek ternyata membawa berbagai kesulitas. Kandasnya konvensi – konvensi HPI Den Haag yang lebih tua adalah karena

terlampau teguh dipegang pada prinsip nasionalitas ini.

10. Pendirian Kita

Tidak akan mungkin untuk memperoleh kata sepakat mengenai apa yang lebih baik untuk stelsel – stelsel HPI bersangkutan di antara kedua prinsip ini. Tidak akan mungkin untuk meyakinkan masing – masing pembela dari prinsip nasionalitas dan prinsip domisili. Sebaiknya carilah “modus vivendi” yang dapat diberlakukan antara kedua prinsip ini. Kombinasi daripada kedua prinsiplah yang paling baik. Dan juga untuk tiap negara harus ditentukan sendiri – sendiri sistem mana yang paling cocok. 11. Prinsip Nasionalitas yang Sekarang Berlaku untuk RI

(12)

lebih “berstendig” atau “duurzaam”, tidak mudah dirubah – ubah dengan pemindahan ke luar negeri. Terutama dimana demikian mudah untuk pindah – pindah seperti waktu sekarang ini. Tetapi faktor – faktor “bestendigheid” baik dari prinsip

nasionalitas maupun prinsip domisili boleh dikatakan sama kuatnya. Kecondongan dimana beradanya seseorang sehari – hari dimana mereka hidup bersama – sama dan bekerja sama sehari – hari adalah lebih tepat untuk dipergunakan bagi penentuan hukum status personil.

12. Prinsip yang Sebaiknya utuk Indonesia

Untuk Indonesia sebaiknya dipakai prinsip domisili. Adapun alasan – alasannya sebagai berikut :

a. Lebih praktis

b. Tidak bertentangan dengan asas hukum yang berlaku c. Akan lebih mendekati “rechtswerkeliijkheid”

d. Lebih baik menggunakan hukum negara sendiri

e. Karena masih terdapat pluralisme aneka warna hukum di Indonesia f. Karena Indonesia merupakan negara imigran

g. Indonesia harus secepat mungkin melakukan asimilasi daripada orang – orang asing (imigran)

Referensi

Dokumen terkait

[r]

[r]

Olahraga yang dianjurkan untuk keperluan kesehatan adalah aktivitas gerak raga dengan intensitas yang setingkat di atas intensitas gerak raga yang biasa dilakukan

Kredit foto Khairul Hezry “The Malaysian Reader”.. Kredit foto Khairul Hezry “The

Masyarakat ilmiah telah lama tahu kalau bias dapat ditemukan dalam literatur ilmiah baik karena tidak sengaja atau karena niat tertentu sang ilmuan agar hasil yang ditemukan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak bawang putih tidak menunjukkan perbedaan pengaruh yang nyata terhadap kadar kolesterol total, LDL, dan

Penggunaan Media Pembelajaran Alat Peraga terhadap Hasil Belajar Matematika Materi Kubus dan Balok pada Siswa Kelas VIII MTs Negeri Aryojeding. Pengaruh ( Contextual

Berfikir mensyaratkan adanya pengetahuan ( Knowledge ) atau sesuatu yang diketahui agar pencapaian pengetahuan baru lainnya dapat berproses dengan benar, sekarang apa