• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUKUM ACARA PIDANA TAHAP PERSIDANGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "HUKUM ACARA PIDANA TAHAP PERSIDANGAN"

Copied!
60
0
0

Teks penuh

(1)

HUKUM ACARA PIDANA

TAHAP PERSIDANGAN

Dosen:

(2)

Kewenangan Pengadilan untuk

Mengadili Praperadilan (Ps. 77-83)

• Praperadilan = suatu wewenang pengadilan untuk memeriksa dan memutuskan tentang :

– Sah atau tidaknya penangkapan, penahanan, penghentian

penyidikan, atau penghentian penuntutan (kecuali penyampingan perkara untuk kep.umum oleh jaksa agung)

– Ganti kerugian dan atau rehabilitasi bagi seseorang yang perkara pidananya dihentikan pada tingkat penyidikan atau penuntutan – Sah atau tidaknya benda yang disita sebagai alat bukti

– Ganti kerugian oleh tersangka /ahli waris atas penangkapan atau penahanan yang tidak disetai alasan berdasarkan UU atau

kekeliruan penerapan hukum

– Penetapan Tersangka (Putusan MK)

• Putusan praperadilan sedapat mungkin diajukan sebelum perkaranya diperiksa pengadilan. Sidang praperadilan

harus dibuat seperti pemeriksaan singkat (sumir), bila

(3)

Loading…

Amar putusan hakim dalam sidang praperadilan :

– Segera harus dibebaskannya tersangka

– Wajib dilanjutkan penyidikan atau penuntutan terhadap tersangka

– Besarnya ganti kerugian atau rehabilitasi yang diberikan – Segera dikembalikan benda yang disita tidak termasuk

alat pembuktian kepada tersangka atau pihak yang tersita.

– Segera harus di SP3

Terhadap putusan praperadilan tidak dapat

dimintakan banding, kecuali terhdap putusan yang

menetapkan

“tidak sah nya penghentian

(4)

Kompetensi Pengadilan

• 2 macam kekuasaan mengadili, yaitu :

– Kompetensi absolut, kewenangan mengadili hanya pada pengadilan tertentu

– Kompetensi relatif, kewenangan pembagian kekuasaan pengadilan yang sama.

• KUHAP menganut asas personalitas aktif (asas

kebangsaan) dan personalitas pasif (asas perlindungan)

– Personalitas aktif (Pasal 5 & 7 KUHAP) : UU Pidana yang berlaku di suatu negara tetap dapat diberlakukan terhadap Warga negara nya dimanapun berada (LN)

– Personalitas pasif Pasal 4 & 8 KUHAP) : UU pidana suatu

(5)

Loading…

Pemeriksaan di Sidang Pengadilan

4 macam sikap para pihak dalam persidangan

Pidana :

Terdakwa sikapnya , bebas mengambil sikap

untuk membela kepentingan nya dalam sidang.

Subyektif-Subyektif

Pembela/PH, bersandarkan pada kepentingan

si terdakwa, akan tetapi ia harus objektif mencari

kebenaran. Subyektif-Obyektif

Penuntut Umum, bersandarkan kepada

kepentingan negara dan masyarakat secara

objektif.

Obyektif-Subyektif

(6)

Dasar pemeriksaan di pengadilan ialah surat

dakwaan PU (Pasal 143 KUHAP)

Pasal 84 KUHAP :

PN berwenang mengadili perkara tindak pidana

yang dilakukan dalam daerah hukum nya (

forum

delicti commissi

)

Sehingga ketua PN dapat menetapkan :

PN berwenang mengadili

menunjuk hakim dan

menetapkan hari sidang

(7)

Persidangan

Ketua PN menunjuk hakim yang akan memeriksa

perkara

Majelis hakim (min.3 org) yang ditunjuk

menetapkan hari sidang, memanggil terdakwa &

saksi

Sidang lengkap (majelis hakim, PU, panitera, juru

sumpah) dipimpin hakim ketua sidang dengan

menyatakan “..sidang terbuka untuk umum..”

Pengecualian bila terdakwa nya anak-anak atau

(8)

Sidang Pertama : Pembacaan Dakwaan

Terdakwa Hadir Sidang dilanjutkan hakim Memeriksa identitas Meminta trdakwa fokus Meminta PU mbacakan

Surat dakwaan

Dipanggil tdk sah

Sidang ditunda

Kehadiran terdakwa pada perkaranya bukan suatu hak, melainkan kewajiban (Pasal 154 ayat 4)

- Terdakwa memahami Dakwaan

(9)

Eksepsi

Eksepsi

- Diajukan sebelum pemeriksaan perkara pokok - Diajukan pada sidang pertama ssdh dakwaan - Bertujuan menghemat tenaga,waktu bersidang

Alasan mengajukan eksepsi (Ps.156):

- Pengadilan tidak berwenang mengadili perkaranya

- Surat dakwaan tidak dapat diterima

- Surat dakwaan harus dibatalkan

Pertimbangan & Putusan hakim Menerima Eksepsi

Menolak eksepsi Eksepsi diputus setelah perkara selesai diperiksa

(10)

PERLAWANAN THDP PUTUSAN EKSEPSI

Diajukan kepada ketua PT c/q ketua PN

Diajukan + 7 hari setelah diterima penetapan

Lewat waktu tsb, maka berakibat batalnya

perlawanan

7 hari setelah diterima nya berkas perlawanan,

PN wajib meneruskan nya kepada PT

14 hari kemudian PT, wajib mengeluarkan

(11)

Loading…

Pasal 157 KUHAP

kewajiban untuk mengundurkan

diri :

1. Hakim

mempunyai hub.keluarga sedarah atau

semenda sampai drajat ketiga, hub.suami-istri

meski pun sudah bercerai dengan salah seorang

hakim anggota,PU atau panitera

2. Hakim Ketua Sidang, hakim anggota, PU,panitera

mempunyai hub.keluarga sedarah atau semenda

sampai drajat ketiga, hub.suami-istri meski pun

sudah bercerai dengan terdakwa atau penasehat

hukum

Mengundurkan diri = diganti susunan nya

(12)

Untuk keperluan sidang, hakim ketua

membuka sidang dengan

menyatakan”sidang terbuka untuk

umum”

Pengecualian bila terdakwa nya

(13)

Pembuktian

Dakwaan

Pembuktian

> Tujuannya :

untuk memperoleh kepastian bahwa apa

yang didakwakan JPU dalam Surat Dakwaan

kepada terdakwa adalah benar.

> Dengan cara memeriksa :

# mengenai apakah peristiwa/perbuatan

tertentu sungguh pernah terjadi

(14)

Maka dari itu

pemeriksaan

terdiri dari:

Menunjukkan peristiwa-peristiwa

yang dapat diterima oleh panca

indera;

memberikan keterangan tentang

peristiwa-peristiwa yang telah

diterima tersebut;

(15)

Manfaat dengan adanya pembuktian

tersebut :

hakim dapat menggambarkan dalam

pikirannya apa yang sebenarnya terjadi;

sehingga memperoleh keyakinan

tentang hal tersebut;

meskipun ia tidak melihat/mendengar

(16)

Teori Sistem Pembuktian

Teori Keyakinan

Hakim mendasari keputusan hanya dengan

keyakinan/perasaan nya semata & kesan pribadi

Tanpa terikat oleh aturan hukum tertentu

Hakim tidak wajib mengemukakan alasan hukum

yang dipakai dalam memutuskan.

Hakim bebas menunjuk alat bukti dalam

persidangan, termasuk upaya pembuktian yang

sulit diterima oleh akal (mis.mistik)

Banyak terdapat dalam sistem peradilan juri atau

(17)

Positive- Wettelijk Theory

Alat bukti yang dapat diajukan di persidangan

ditentukan oleh UU

Hakim harus & berwenang untuk menetapkan

terbukti atau tidaknya suatu perkara yang

diperiksanya, walaupun berangkali hakim sendiri

belum yakin atas kebenaran putusannya itu.

Apabila hal di atas terjadi, hakim akan

mengambil putusan yang sejajar. Artinya bahwa

putusannya itu harus berbunyi tentang sesuatu

yang tidak dapat dibuktikan adanya;

Misal 2 saksi disumpah mengatakan seseorang

itu salah, maka hakim harus menjatuhkan

(18)

Negative-Wettelijk Theorie

Positive wettelijk theory

+ keyakinan hakim yang

didapat dari alat bukti

Terdapat dalam Pasal 183 KUHAP

• “ hakim tidak boleh menjatuhkan pidana kepada

seseorang kecuali apabila dengan

sekurang-kurangnya duat alat bukti yang sah ia memperoleh keyakinan bahwa suatu tindak pidana benar-benar terjadi dan bahwa terdakwalah yang bersalah

melakukannya

Negatif maksudnya ialah

walaupun dalam

(19)

Vrije Bewijs Theorie / Conviction Raissonee

(Pembuktian Bebas)

Ditentukan bahwa hakim dalam menyebutkan

alasan-alasan mengambil putusan sama sekali

tidak terikat pada penyebutan alat bukti yang

telah diatur dalam UU

Alat dan cara pembuktian tidak disebutkan

dalam UU

Melainkan hakim secara bebas diperkenankan

memakai alat bukti lain, asalkan semua itu

(20)

Yang diungkap dari Pembuktian

Alat Pembuktian (

bewijsmiddel

) ;

Benda & lisan :

alat yang digunakan untuk melakukan

tindak pidana

Hasil yang diperoleh dari tindak pidana

Ket. Saksi

Penguraian Pembuktian (

bewijsvoering

) ;

Cara-cara menggunakan alat-alat bukti

dalam T.Pidana

Kekuatan Pembuktian (

bewijskracht

) ;

(21)

Yang diungkap dari Pembuktian

Dasar Pembuktian (

bewijsgrond

) ;

Keadaan yang dialami yang

diterangkannya dalam kesaksian disebut

Dasar Pembuktian

Beban Pembuktian (

bewijslast

).

Mengenai siapakah yang mempunyai

beban untuk membuktikan mengenai

unsur-unsur tindak pidana

Pasal 66 KUHAP “..tersangka/terdakwa

tidak dibebani kewajiban pembuktian..”

Merupakan wujud konkret asas

(22)

Alat Pembuktian (Ps 184)

Keterangan Saksi (Ps. 185)

Syarat formil :

Ket.seorang saksi dianggap sah bila

diberikan dibawah sumpah (Pasal 160

ayat 3). Ket.saksi yang tidak disumpah

tidak merupakan alat bukti, hanya

sebagai tambahan ket.biasa (Pasal 185

ayat 7).

Ket.seorang saksi saja tidak cukup

menyatakan seseorang bersalah

terhadap perbuatan yang didakwa

padanya (Pasal 185 ayat 2). (Unus

(23)

Alat Pembuktian (Ps 184)

Keterangan Saksi (Ps. 185)

Syarat Materill

Ket.saksi sebagai alat bukti apabila

keterangan tsb dinyatakan di sidang

pengadilan, mengenai suatu

peristiwa pidana, yang ia alami,

lihat, dengar sendiri

Kesaksian

testimonium de audito

(24)

Saksi ..??

Semua orang dapat menjadi saksi

Saksi adalah orang yang memberikan

keterangan tentang suatu perkara pidana

berdasarkan apa yang ia lihat, yang ia

dengar & ia alami.(Pasal 1 butir 26 KUHAP)

KUHAP tidak mengakui ket.

testimonium de

audito

(25)

Saksi ..??

3 kelompok orang yang dikecualikan dari

kewajiban menjadi saksi, yaitu :

Mereka yang mempunyai hubungan

keluarga sedarah dan Semenda dengan

terdakwa (Pasal 168 KUHAP)

Mereka yang karena jabatan/pekerjaan

yang mewajibkan menyimpan rahasia.

hakim yang menilainya.

(26)

Keterangan Ahli (Ps. 186)

ahli, yang ditanya mengenai sesuatu soal,

hanya mengemukakan pendapatnya tanpa

melakukan suatu pemeriksaan.

(Saksi) ahli (getuige deskundige), yang

ditanya mengenai suatu perkara, melakukan

pemeriksaan “saksi diam” atau barang bukti

dan mengemukakan pendapatnya

berdasarkan hasil pemeriksaan.

Untuk membuat terang suatu perkara pidana

(27)

Surat (Pasal 187)

Surat dibuat atas sumpah jabatan atau dikuatkan

dengan sumpah, yaitu :

BA dan surat surat resmi dalam

bentuk resmi yang

di buat oleh pejabat umum yang berwenang atau

dibuat dihadapannya

, mengenai keadaan yang

didengar, dilihat, dialaminya sendiri berikut alasan

yang jelas mengenai keterangan itu.

Surat yang di buat

menurut ketentuan peraturan

per-UU-an atau surat yang di buat oleh pejabat

mengenai hal yang termasuk dalam tata laksana

yang menjadi tanggung jawabnya bagi

pembuktian sesuatu hal/keadaan.

Surat keterangan

dari seorang ahli

yang memuat

pendapat berdasarkan keahlian nya ttg sesuatu

hal/keadaan yang diminta resmi kepadanya.

Surat lain yang hanya dapat

berlaku jika ada

(28)

Petunjuk (Pasal 188 KUHAP)

Pada dasarnya adalah hal-hal

yang disimpulkan dari alat-alat

pembuktian yang lain yang

diperoleh dari Ket.Saksi, Surat

dan/atau Ket.Terdakwa.

Perbuatan/keadaan yang

karena persesuaiannya

(29)

Loading…

Keterangan Terdakwa (

erkentenis

) (Ps 189)

Beda, Pengakuan Terdakwa (

bekentenis-HIR

)

Pernyataan pemungkiran pun dapat dijadikan

alat bukti, sehingga penertian nya lebih luas

Apa yang dinyatakan terdakwa

di dalam sidang

tentang perbuatan yang dilakukan nya atau yang

diketahui nya sendiri atau diklaimnya sendiri.

Sedangkan

ket.terdakwa diluar sidang

dapat

dipergunakan untuk membantu menemukan

bukti disidang asalkan didukung alat pembuktian

lain.

(30)

Pemeriksaan Saksi

-

Saksi yang hadir dicegah jangan ada pertemuan

sebelum memberikan ket.dalam sidang.

agar tidak

saling mempengaruhi

-

Pemeriksaan saksi Pasal 160 (1) b KUHAP :

- Korban yang menjadi saksi - Saksi yang memberatkan - Saksi yang meringankan

-

Pasal 160 (2) : hal yg ditanyakan hakim ketua

sidang adalah identitas dan hub.dengan

terdakwa.

-

Pasal 160 (3) : saksi wajib mengangkat sumpah

Menurut agamanya masing-masing

-

Ket.saksi yang dibawah sumpah yang mempunyai

(31)

Saksi menolak di sumpah ..?

• Pemeriksan terhadap saksi tetap dilaksanakan

• Hakim dengan surat penetapan dapat mengenakan sandera selama 14 hari di rutan negara (Pasal 161 ayat 1 KUHAP) • Apabila tenggat waktu 14 hari berlalu,saksi tetap tidak mau

disumpah,maka ket.yg diberikan merupakan ket.yg dapat menguatkan keyakinan hakim (Pasal 161 ayat 2 KUHAP) • Dengan kata lain, ket.saksi/ahli tsb mempunyai kekuatan

pembuktian yang sama dengan keterangan dibawah sumpah

• Penyumpahan saksi ;

– Dilakukan sebelum saksi memberikan keterangan di pengadilan

(Promisoris,secara sanggup akan berbicara benar)

(32)

Saksi dibawah sumpah Vs Saksi yang tidak disumpah

Saksi dibawah sumpah

Apabila tidak dapat hadir (misal:

meninggal,domisili jauh) pada sidang

lanjutan,maka keterangan saksi ini

mempunyai nilai yang sama dengan ket.saksi

di depan sidang pengadilan.

Saksi yang tidak disumpah

Ket.saksi hanya merupakan ket.tambahan

yang berarti keterangan tsb tidak dapat

(33)

Sumpah saksi : “..memberikan keterangan

yang benar tidak lain dari yang

sebenarnya.”

Kesaksian palsu :

Hakim memperingatkan

Hakim karena jabatan atau permintaan

terdakwa dapat memerintahkan saksi

agar dituntut atas dakwaaan melakukan

sumpah palsu

Panitera membuat berita acaranya,

(34)

Pemeriksaan Ahli

Ahli ..?

Pasal 179 ayat 1 KUHAP ; seorang wajib

memberikan keterangan ahli demi keadilan

Yang dimaksud dengan ahli adalah ahli

forensik, dokter, ahli lainnya

Keterangan ahli adalah

informasi oleh seorang yang mewakili keahlian

khusus

tentang yang diperlukan untuk membuat terang

suatu perkara pidana

(35)

Pemeriksaan Terdakwa

Terdakwa yang tidak mau menjawab

pertanyaan tidak ada sanksi pidananya

(Pasal 175 KUHAP);

Tanya-jawab hakim dan terdakwa hanya

terbatas pada identitas dan isi surat

dakwaan

hakim memeriksa para saksi

barulah terdakwa didengar secara

tanya-jawab;

(36)

Terdakwa Berulah ( Ps.176)

Jika terdakwa bertingkah laku yang tidak patut

sehingga mengganggu ketertiban sidang, hakim

ketua sidang menegurnya dan jika teguran itu

tidak diindahkan ia memerintahkan supaya

terdakwa dikeluarkan dari ruang sidang,

kemudian pemeriksaan perkara pada waktu itu

dilanjutkan tanpa hadirnya terdakwa.

Dalam hal terdakwa secara terus menerus

bertingkah laku yang tidak patut sehingga

(37)

Kondisi Tertentu Pemeriksaan

saksi/Terdakwa

• Terdakwa & saksi tidak dapat berbahasa indonesia ..?

Pengadilan menunjuk seorang juru bahasa sebagai penghubung antara jaksa, hakim dan terdakwa;

• Juru bahasa harus disumpah;

• Pasal 77 KUHAP, seorang tidak dapat menjadi saksi tidak

dapat pula menjadi juru bahasa;

• Terdakwa/saksi bisu, tuli, tidak dapat menulis …?

pengadilan mengangkat seseorang yang dapat berkomunikasi dengan mereka;

• Namun apabila saksi / terdakwa ybs dapat menulis, maka

(38)

Barang Bukti

Barang Bukti adalah :

– Barang yang dipergunakan oleh terdakwa untuk

melakukan tindak pidana atau

– Barang sebagai hasil dari suatu tindak pidana

– Barang-barang yang disita oleh penyidik

– Untuk dijadikan sebagai bukti di persidangan

Barang bukti diberi nomor sesuai nomor perkara,

disegel, dan hanya dapat dibuka di persidangan

Barang tersebut diperlihatkan kepada terdakwa

(39)

Tuntutan Pidana (

Requistoir

)

Pemeriksaan terhadap diri terdakwa dan

saksi cukup, maka kepada penuntut

umum dipersilahkan menyampaikan

tuntutan pidana nya.

JPU menguraikan segala sesuatu selama

berlangsungnya pemeriksaan apakah

(40)

Diagram Alir Tuntutan Perkara

JPU membacakan tuntutan pidana

Hakim berikan kesempatan kepada terdakwa/PH

Pembelaan

(Pledoi)

JPU memberikan jawaban atas Pledoi

(Replik)

Tdw/PH menjawab Replik

(Duplik)

Tuntutan Pidana, Pledoi, Replik dan Duplik

Hakim ketua majelis

Salinan nya

(41)

Apabila pemeriksaan dianggap selesai,

hakim ketua sidang menyatakan bahwa

pemeriksaan selesi dan dinyatakan ditutup

Pemeriksaan yang telah ditutup dapat

dibuka kembali atas kewanangan hakim

ataupun permintaan JPU/terdakwa dengan

menyebutkan alasan-alasannya

Dimaksudkan untuk menampung data-data

tambahan sebagai bahan

musyawarah

hakim

.

(42)

Musyawarah Hakim

Dilakukan tanpa kehadiran JPU,

terdakwa/penasehat hukum serta hadirin

Musyawarah untuk mengambil keputusan

Musyawarah didasarkan pada:

surat dakwaan,

segala sesuatu yang terbukti dalam sidang,

Hakim tidak boleh menjatuhkan pidana kepada

seorang kecuali apabila dengan

sekurangkurangnya dua alat bukti yang sah ia

memperoleh keyakinan bahwa suatu tindak

pidana benar benar terjadi dan bahwa

(43)

Musyawarah Hakim

Cara musyawarahnya:

– Hakim ketua mengajukan pertanyaan kepada hakim termuda dahulu dst hingga hakim yang tertua disertai dengan alasannya. hakim ketua giliran terakhir.

Cara pengambilan keputusan:

– Mufakat ;

– Suara terbanyak ;

– Putusan dipilih adalah pendapat hakim yang paling menguntungkan terdakwa

Pencatatan Keputusan:

– Pelaksanaan pengambilan keputusan dicatat dalam buku himpunan putusan pengadilan (vonis) bersifat rahasia

(44)

Pembacaan Putusan

Pasal 196 KUHAP, putusan (vonis)

disampaikan dengan hadirnya terdakwa,

kecuali ditentukan lain oleh UU.

(45)

Putusan-Putusan Pengadilan

• 2 jenis Putusan pengadilan :

– Putusan yang bersifat formil, Putusan pengadilan yang bukan merupakan putusan akhir, yaitu :

• Pasal 148 ayat 1 KUHAP. Pernyataan tidak berwenangnya pengadilan untuk memeriksa suatu perkara (onbevoegde verklaring).

misalnya : salah mengajukan berkas perkara

• Pasal 143 ayat 3 KUHAP. Pernyataan dakwaan PU batal (nietig

verklaring van de acte van verwijzing)

misalnya : locus delicti tidak dicantumkan di surat dakwaan

• Pasal 156 ayat 1 KUHAP. Pernyataan dakwaan PU tidak dapat diterima (niet ontvankelijk verklaard)

misalnya : perkara daluarsa, nebis in idem, persyaratan aduan (klacht delict)

• Putusan berisikan penundaan pemeriksaan perkara oleh adanya perselisihan kewenangan (prejudisiel)

(46)

Putusan yang bersifat materil, putusan pengadilan yang

merupakan putusan akhir (einds vonnis), yaitu :

1. Pasal 191 ayat 1 KUHAP. Putusan yang menyatakan terdakwa dibebaskan dari dakwaan (vrijspraak).

Maksudnya ialah pengadilan berpendapat bahwa kesalahan/perbuatan yang didakwakan terhadap

terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan di dalam pemeriksaan persidangan.

misalnya : minimnya alat pembuktian yang ditetapkan oleh UU tidak terpenuhi.

➢ Putusan ini bersifat negatif, artinya putusan tidak menyatakan terdakwa tidak melakukan perbuatan yang didakwakan itu, melainkan menyatakan bahwa kesalahan terdakwa tidak terbukti di persidangan.

➢ See negatief-wettelijk sistem pembuktian KUHAP, dalam Pasal 183 KUHAP 2 alat bukti+ keyakinan hakim.

(47)

2.

Putusan Lepas dari segala tuntutan (

ontslag

van alle rechtsvervolging

).

Maksudnya ialah

Perbuatan yang didakwakan kepada

terdakwa terbukti, tetapi perbuatan itu tidak

merupakan suatu tindak pidana, dikarenakan

adanya alasan pembenar

(

rechtvaardigingsgrond

) dan/atau alasan

pemaaf (

fait dixcuse

).

Alasan pembenar : Pasal 48, 49(1), 50 &

51(1) KUHAP

Alasan pemaaf : Pasal 49(2) & 51(2)

KUHAP

Dapat dimintakan banding baik oleh

(48)

3. Putusan Pemidanaan

Apabila kesalahan terdakwa terhadap perbuatan

yang didakwakan kepadanya terbukti dengan

sah dan meyakinkan. Pasal 193 (1) KUHAP,

apabila terdakwa terbukti bersalah, maka harus

dijatuhi pidana.kecuali apabila terdakwa pada

waktu melakukan tindak pidana itu belum

berumur 16 tahun.maka hakim dapat memilih

ketentuan didalam Pasal 45 KUHAP, yaitu :

Menyerahkan kembali kepada orang tua/wali

nya tanpa sanksi pidana

Diserahkan kepada pemerintah agar

dipelihara dalam suatu tempat pendidikan

negara sampai dengan usia 18 tahun (Pasal 46

KUHAP).

(49)

Terdakwa < 16 tahun

– Maximal pidana pokok harus dikurangi 1/3 nya (Pasal

47 (1) KUHAP).

– Ancaman pidana mati/seumur hidup 15 tahun

– Perintah “segera dilakukan penahanan” hanya dapat

dikeluarkan apabila terdakwa dipersalahkan terhadap tindak pidana yang diancam pidana penjara minimum > 5 tahun atau Tindak pidana yang disebut kan satu per satu dalam Pasal 21 KUHAP.

– Pasal 194 ayat 1KUHAP, dalam hal putusan

pemidanaan, bebas,atau lepas, hakim akan

memerintahkan supaya barang bukti diserahkan kepada pihak yang paling berhak , kecuali UU

menentukan lain barang tersebut harus dirampas, dimusnahkan atau dirusak sehingga tidak dapat lagi dipergunakan.

– Semua putusan pengadilan hanya sah dan

(50)

Kewajiban Hakim setelah Putusan

Memberitahukan kepada terdakwa tentang segala

sesuatu yang menjadi hak nya, yaitu :

– Hak segera menerima atau menolak putusan

– Hak mempelajari putusan sebelum menerima atau

menolak hasil putusan dalam batas waktu yang ditentukan UU

– Hak meminta penangguhan pelaksanaan putusan untuk

mengajukan grasi dalam hal ia menerima putusan

– Hak minta diperiksa perkaranya dalam tingkat banding,

dalam hak ia menolak putusan

– Hak mencabut pernyataan (point 1), dalam waktu yang

ditentukan oleh UU.

(51)

EKSEKUSI & UPAYA HUKUM

Eksekusi = pelakasanaan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap (in kracht van gewijsde).

In kracht van gewijsde adalah :

– Apabila baik terdakwa maupun jaksa telah menerima putusan

– Apabila tenggang waktu untuk mengajukan banding telah lewat batas waktu tanpa dipergunakan oleh yang berhak.

– Apabila permohonan banding telah diajukan, kemudian permohonan tersebut dicabut kembali.

– Apabila ada permohonan grasi yang diajukan disertai permohonan penangguhan eksekusi.

Pelaksana putusan pengadilan adalah jaksa (Pasal 270 KUHAP)

Pelaksanaan pidana mati tidak dilaksanakan di depan umum dan menurut ketentuan per-UU-an (Pasal 270 KUHAP).

Apabila putusan penagdilan menetapkan perampasan atas barang bukti, maka jaksa menguasakan kepada Kantor Lelang Negara (KLN) untuk menjual barang tersebut dalam waktu 3 bulan+ 1 bulan, hasil lelang dimasukkan dalam kas negara.

(52)

UPAYA HUKUM

Upaya hukum adalah hak terdakwa atau penuntut

umum untuk melawan putusan pengadilan (vonnis)

untuk tidak menerima putusan pengadilan.

Maksud dari upaya hukum adalah untuk

memperbaiki kesalahan yang diperbuat oleh

instansi hukum sebelumnya.

2 macam upaya hukum dalam KUHAP :

– Upaya hukum biasa :

• Verzet (perlawanan)

• Banding

• Kasasi

– Upaya hukum luar biasa :

• Kasasi demi kepentingan hukum

(53)

Verzet / Perlawanan (Pasal 214 KUHAP)

Merupakan upaya hukum untuk melawan

putusan pengadilan yang dijatuhkan di luar

hadirnya terdakwa (

verstek

).

Yang berhak melakukannya dalah terdakwa

Perlawanan ini diajukan terhadap putusan yang

dijatuhkan diluar hadirnya terdakwa yang berupa

pidana perampasan kemerdekaan.

Dengan adanya

verzet

ini, putusan diluar

hadirnya terdakwa (verstek) menjadi gugur.

Apabila setelah

verzet

, terdakwa tidak hadir lagi,

maka

verstek

kuat kembali

mengajukan

(54)

Banding (Pasal 19, UU No.14 tahun 1970)

• “Atas semua putusan pengadilan tingkat pertama yang tidak merupakan pembebasan dari tuduhan, dapat dimintakan banding oleh pihak-pihak ybs, kecuali UU menentukan lain”

• Pasal 67 KUHAP, permohonan atas banding tidak dapat diajukan atas : – Putusan pembebasan (vrijspraak)

– Putusan pelepasan dari semua tuntutan hukum menyangkut kurang tepatnya penerapan hukumnya

– Petusan pengadilan dalam acara cepat

• Wewenang Pengadilan Tinggi

• Pada dasarnya adalah pemeriksaan ulangan semua fakta dari

pemeriksaan yang telah dilakukan PN (judex facti).

• Permohonan banding diajukan melalui panitera PN dengan mengeluarkan Akte Permohonan Banding

• Max. 7 hari setelah putusan PN

• Selama perkara belum diputus, pemohon dapat mencabut permohonan bandingnya dengan konsekuensi membayar biaya perkara sebagnayk yang tekah dikeluarkan oleh PN sampai saat pencabutan.

• Pemeriksaan didasarkan pada :

– Berkas perkara (berita acara penyidik & pemeriksaan sidang)

– Surat-surat yang timbul di sidang yang berhubungan dengan perkara

(55)

PT akan memutuskan :

– Menguatkan putusan PN

– Mengubah putusan PN

– Membatalkan putusan PN, PT mengadakan putusan sendiri.

Pemeriksaan Kasasi

– Arti kasasi adalah pembatalan oleh raja

– 1790, diserahkan wewenang pada lembaga Tribunale Cassation

– Code d’ instruction criminelle (KUHAP Prancis) KUHAP Belanda KUHAP Hindia Belanda

(56)

Alasan-alasan nya :

– Apakah benar suatu peraturan hukum tidak diterapkan

atau diterapkan sebagaimana mestinya

– Apakah benar cara megadili tidak dilaksanakan menurut

UU

– Apakah benar pengadilan tidak melampaui

wewenangnya.

Yang berhak mengajukan kasasi adalah Terdakwa

atau JPU

Yang dapat dimintakan kasasi :

– Putusan yang mengajukan pemidanaan

– Putusan yang mengandung pelepasan

Putusan MA (Pasal 254 KUHAP)

– MA dapat memutus menolak kasasi

(57)

UPAYA HUKUM LUAR BIASA

KASASI DEMI KEPENTINGAN HUKUM (Pasal 259

KUHAP)

Dapat diajukan terhadap semua putusan

pengadilan yang telah memperoleh kekuatan

hukum tetap

Oleh Jaksa Agung kepada Makhamah Agung

melalui panitera PN yang memutus perkara (Pasal

260 ayat 1 KUHAP) mengirimkan nya adalah ketua

PN.

Tujuan nya adalah supaya hukum diterapkan

dengan benar sehingga ada kesatuan dalam

peradilan

Tidak boleh bertentangan dengan pihak yang

(58)

Perbedaan Kasasi Pihak & Kasasi

demi kep.Hukum

Diajukan terhadap putusan pengadilan yang

telah mempunyai kekuatan hukum tetap ><

belum incraht

Diajukan oleh Jaksa Agung kepada MA ><

diajukan oleh terdakwa/JPU

Tenggang waktu mengajukan kasasi tidak

terbatas >< 14 hari seteah putusan banding

Kasasi demi kepentingan hukum meskipun dapat

(59)

Peninjauan Kembali putusan

pengadilan yang telah memperoleh

kekuatan hukum tetap (

herzeining

)

• Pasal 263 KUHAP putusan incracht tidak dapat

dilakukan PK

• Putusan pengadilan yag telah mempunyai kekuatan

hukum tetap dapat dimintakan PK

• PK tidak dapat dilakukan terhadap putusan bebas dan

lepas dari tuntutan hukum

• Sejarahnya diawali oleh kasus Sengkon & Karta tahun

1980.

• MA mengeluarkan peraturan MA No.1 tahun 1980 yaitu

(60)

Referensi

Dokumen terkait

Alasan yang menjadi dasar adanya kebijakan formulasi Hakim Komisaris dalam RUU KUHAP Tahun 2009 atau hal utama digantinya lembaga pra peradilan dengan Hakim

- Jika para Pihak (Pemohon Kasasi dan Termohon Kasasi) LALAI dalam mengajukan Memori Kasasi atau Kontra Memori Kasasi (tidak sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, 14 hari),

Lembaga Hakim Komisaris muncul dalam draf Rancangan Undang- Undang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RUU KUHAP). Salah satu tugasnya adalah menentukan apakah proses

Meskipun alat bukti surat elektronik tidak diatur dalam KUHAP, namun surat elektronik pada dasarnya ialah surat yang berbentuk elektronik, selain itu surat elektronik dapat

- Jika para Pihak (Pemohon Kasasi dan Termohon Kasasi) LALAI dalam mengajukan Memori Kasasi atau Kontra Memori Kasasi (tidak sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, 14 hari),

contoh: gugatan harus diajukan di tempat atau domisili tergugat Jangka waktu untuk mengajukan permohonan banding adalah 14 hari setelah putusan hakim diterima para pihak,

Seperti yang sudah dijelaskan dalam Pasal 1 Kitab Undang- Undang Hukum Acara Pidana atau biasa disebut dengan KUHAP bahwa : “Hakim adalah pejabat Peradilan Negara yang diberi

Hal tersebut menegaskan pada pasal 184 KUHAP yang menyebutkan alat bukti yang sah dalam peradilan pidana.4 Definisi saksi sebagaimana diterangkan dalam Pasal 1 angka 26 dan angka 27