PEMERINTAH KABUPATEN BADUNG
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pada Pasal 260 menyatakan bahwa daerah sesuai dengan kewenangannya menyusun rencana pembangunan daerah sebagai satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional. Lebih lanjut, pada Pasal 263 dinyatakan bahwa dokumen perencanaan adalah Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Pada Peraturan Presiden No. 2 tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2015-2019 menyatakan bahwa RPJMN adalah dokumen perencanaan pembangunan nasional untuk periode 5 (lima) tahun terhitung sejak tahun 2015 sampai dengan tahun 2019. Buku II RPJMN 2015-2019 terutama pada Tabel 9.2 Sasaran RPJMN 2015-2019 Bidang Infrastruktur, antara lain disebutkan bahwa indikator dari sasaran meningkatnya akses terhadap layanan air minum dan sanitasi yang layak dan berkelanjutan adalah : tercapainya 100 % pelayanan air minum; tercapainya pengentasan permukiman kumuh perkotaan menjadi 0 persen; dan tercapainya 100 persen pelayanan sanitasi; atau yang dikenal dengan gerakan 100-0-100. RPJMN ini ditindaklanjuti dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kementerian/Lembaga Tahun 2015-2019 yang selanjutnya disebut dengan Rencana Strategis Kementerian/Lembaga yang merupakan dokumen perencanaan Kementerian/Lembaga untuk periode 5 (lima) tahun.
Pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat disusun Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor : 13.1/PRT/M/2015 tentang Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 2015-2019. Pada Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman yang merupakan pembangunan infrastrastruktur Bidang Cipta Karya tercantum pencapaian target sasaran untuk 100-0-100 yang merupakan target nasional yang meliputi pemerintah pusat, pemerintah daerah dan swasta.
RPJMD Provinsi Bali 2013-2018 mengamanatkan Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah dengan indikator kinerja program : persentase pelayanan air minum 85 % tahun 2018 dan persentase pelayanan air limbah 68,91 % tahun 2018. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan dengan indikator rasio tempat pembuangan sampah/TPS (per 1000 penduduk) sebesar 80 % pada akhir tahun 2018. Program Pengembangan Rumah
PEMERINTAH KABUPATEN BADUNG
Layak Huni dengan indikator Persentase Rumah layak huni sebesar 80 % pada akhir tahun 2018.
Amanat Renstra Dinas PUPR Provinsi dan Renstra Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Bali akan dijelaskan lebih rinci pada Bab 3
RPJMD Kabupaten Badung 2017-2021 menargetkan Persentase Penduduk terlayani air minum aman dan akses limbah domestik sebesar 98,60% tahun 2021. Pogram lingkungan sehat perumahan dengan indikator Peningkatan Jalan Lingkungan berkondisi baik sebesar 100 % tahun 2021. Program Pengembangan Lingkungan Sehat dengan target Persentase desa yang melaksanakan STBM sebesar 68,12 % tahun 2021. Dan Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan dengan indikator persentase penanganan sampah 94,4 % tahun 2021.
Sedangkan amanat Renstra Bappeda Kabupaten Badung, Renstra Dinas PUPR kabupaten Badung; Renstra Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Badung; Renstra Dinas LH dan Kebersihan Kabupaten Badung dijelaskan lebih rincipada Bab 3.
Dalam rangka pengembangan infrastruktur Bidang Cipta Karya, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, mengembangkan konsep perencanaan pembangunan infrastruktur Bidang Cipta Karya yang terintegrasi berupa Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM) Bidang Cipta Karya, sebagai upaya mewujudkan keterpaduan pembangunan di kabupaten/kota. RPIJM Bidang Cipta Karya disusun oleh Pemerintah Kabupaten/Kota melalui fasilitasi Pemerintah Provinsi yang mengintegrasikan kebijakan skala nasional, provinsi dan kabupaten/kota, baik kebijakan spasial maupun sektoral. Melalui perencanaan yang rasional dan inklusif, diharapkan keterpaduan pembangunan Bidang Cipta Karya dapat terwujud, dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, kelembagaan, dan kemampuan keuangan daerah.
Program Investasi Jangka Menengah merupakan penjabaran lebih lanjut dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Jadi RPJMD akan diterjemahkan secara teknis dan finansial dalam bentuk program investasi jangka menengah yang dapat digunakan untuk keseluruhan sektor pembangunan permukiman, prasarana dan sarana Bidang Cipta Karya.
Program Investasi Jangka Menengah tersebut disusun melalui proses partisipatif yang mengakomodasi kebutuhan nyata masyarakat sesuai dengan strategi dan arah pembangunan kabupaten/kota yang diterapkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/kota (RTRWK) dan RPJMD. Selain itu juga memperhatikan karakteristik dan potensi daerah masing-masing untuk mendorong peningkatan pertumbuhan lokal, penanggulangan kemiskinan dan peningkatan
PEMERINTAH KABUPATEN BADUNG
1.2. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dari penyusunan dokumen Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM) Bidang Cipta Karya adalah mewujudkan kemandirian kabupaten/kota dalam penyelenggaraan infrastruktur permukiman yang berkelanjutan, baik di perkotaan maupun perdesaan.
Sedangkan tujuan dari penyusunan dokumen Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM) Bidang Cipta Karya adalah sebagai dokumen acuan dalam perencanaan, pemrograman, dan penganggaran pembangunan infrastruktur Bidang Cipta Karya. RPIJM memuat rencana program dan investasi dalam jangka waktu lima tahun
1.3 KEDUDUKAN RPIJM
Rencana Terpadu dan Program Infrastruktur Jangka Menengah (RPIJM) Bidang Cipta Karya merupakan dokumen perencanaan dan pemrograman pembangunan infrastruktur Bidang Cipta Karya yang disusun oleh Pemerintah Kabupaten/Kota dengan jangka waktu 5 (lima) tahun, dan dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, masyarakat, dan dunia usaha dengan mengacu pada rencana tata ruang dan kebijakan skala nasional, provinsi, dan kabupaten kota, untuk mewujudkan keterpaduan pembangunan permukiman yang layak huni dan berkelanjutan.
RPIJM Bidang Cipta Karya disusun dengan mengintegrasikan berbagai dokumen perencanaan spasial maupun sektoral, mulai dari tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota. RPIJM Bidang Cipta Karya disusun sebagai dokumen teknis operasional pembangunan infrastruktur Bidang Cipta Karya sesuai dengan dokumen rencana yang ada, serta kebutuhan dan kapasitas Daerah.
Gambar 1.1 memaparkan kedudukan RPIJM Bidang Cipta Karya pada sistem perencanaan pembangunan infrastruktur Bidang Cipta Karya.
PEMERINTAH KABUPATEN BADUNG
Gambar 1.1 :
Kedudukan RPIJM Bidang Cipta Karya pada sistem perencanaan pembangunan Berdasarkan diagram tersebut diatas, menunjukan hubungan dan hierarki dari dokumen perencanaan pembangunan mulai dari tingkat nasional, provinsi, sampai dengan kabupaten/kota. Proses penyusunan dokumen RPIJM bidang Ciptakarya di daerah mengacu pada Renstra DJCK 2015-2019, Renstra Provinsi/Rencana Aksi Daerah Provinsi dalam mewujudkan Gerakan Nasional 100-0-100.
Dokumen RPIJM Bidang Ciptakarya di Daerah juga merupakan penjabaran dari RPJMD Kabupaten serta Renstra SKPD Kabupaten yang disenergikan dengan RPJMD Provinsi dan Renstra SKPD Provinsi yang merupakan penjabaran dari RPJMN dan Renstra Kementerian PUPR.
1.4 MUATAN RPIJM Bab 1 Pendahuluan
Pada bab ini berisikan penjelasan mengenai latar belakang, maksud dan tujuan RPIJM Bidang Cipta Karya, serta muatan RPIJM Bidang Cipta Karya.
PEMERINTAH KABUPATEN BADUNG
Bab 3 Arahan Kebijakan dan Rencana Strategis Infrastruktur Bidang Cipta Karya
Pada bab ini berisi arahan kebijakan pembangunan Bidang Cipta Karya dan rencana strategis infrastruktur Bidang Cipta Karya
Bab 4 Analisis Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan
Pada Bagian ini membahas tentang analisis sosial, ekonomi, dan lingkungan antara lain Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dan analisis kemiskinan.
Bab 5 Kerangka Strategi Pendanaan Infrastruktur Bidang Cipta Karya
Bagian ini membahas mengenai kebutuhan investasi, potensi pendanaan, dan alternatif pendanaan.
Bab 6 Kerangka Kelembagaan dan Regulasi Kabupaten/Kota
Bagian ini membahas mengenai kerangka kelembagaan dan kerangka regulasi yang ada di kabupaten/kota.
Bab 7 Rencana Pembangunan Infrastruktur Cipta Karya
Bagian ini membahas mengenai rencana program investasi infrastruktur Bidang Cipta Karya untuk masing-masing sektor, yaitu sektor Pengembangan Kawasan Permukiman, Penataan Bangunan dan Lingkungan, Pengembangan SPAM, dan Pengembangan PLP. Pada setiap sektor dijelaskan kondisi eksisting, analisis kebutuhan, serta usulan kebutuhan program dan pendanaan masing-masing sektor.
Bab 8 Memorandum Program Jangka Menengah Bidang Cipta Karya
Pada bab ini berisi mengenai matriks program investasi RPIJM Kabupaten/Kota dan matriks keterpaduan program pada kawasan prioritas Kabupaten/Kota