• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

58 BAB III

METODE PENELITIAN

Penelitian merupakan usaha untuk menemukan, mengembangkan dan memguji kebenaran suatu pengetahuan yang dilakukan secara metodologi dan sistematis.Metodologi berarti menggunakan metode – metode yang bersifat ilmiah, sedangkan sistematis berarti sesuai pedoman atau aturan penelitian yang berlaku untuk karya ilmiah.Pada dasarnya yang dicari dalam penelitian adalah “pengetahuan” atau lebih tepatnya “pengetahuan yang benar”, dimana pengetahuan yang benar ini nantinya dapat dipakai untuk menjawab pertanyaan atau ketidaktahuan tertentu.1Adapun metode penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

A. Jenis Penelitian

Menurut Setiono, metode adalah alat untuk mencari jawaban dari suatu pemecahan masalah, oleh karena itu suatu metode atau alat harus jelas dahulu yang akan dicari.2Didalam penelitian hukum, metode yang digunakan tergantung pada konsep apa yang akan digunakan.Berdasarkan pandangan Soetandyo Wignyosoebroto, ada 5 (lima) konsep hukum, yaitu:

1. Hukum adalah asas kebenaran dan keadilan yang bersifat kodrati dan berlaku universal;

2. Hukum adalah norma-norma positif di dalam sistem perundang-undangan hukum nasional;

3. Hukum adalah apa yang diputuskan oleh hakim inconcreto, dan tersistematisasi sebagai judge made law;

4. Hukum adalah pola-pola perilaku sosial yang terlembagakan, eksis sebagai variabel sosial yang empirik;

5. Hukum adalah manifestasi makna-makna simbolik pada perilaku sosial sebagai dampak dalam interaksi antar mereka.3

Berdasarkan pada konsep hukum di atas, penulis menggunakan konsep

1

Bambang Sunggono, Metodologi Penelitian Hukum, Rajawali Pers, Cetakan keduabelas, Jakarta, 2011,hlm. 27

2

Setiono, Pemahaman terhadap Metodologi Penelitian Hukum,Pascasarjana Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 2010, hlm. 20

3

(2)

59

hukum yang kelima , yaitu hukum adalah manifestasi makna–makna simbolik pada perilaku sosial sebagai dampak dalam interaksi antar mereka. Jenis penelitian dalam penulisan tesis ini termasuk dalam jenis penelitian hukum kualitatif yang mencoba melihat antara faktor hukum dengan faktor–faktor ekstra legal yang berkaitan dengan perbandingan eksekusi Hak Tanggungan melalui Pengadian Negeri dengan parate eksekusi Hak Tanggungan melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) di Surakarta.

B. Sifat Penelitian

Penelitian tesis inimerupakan penelitian hukum yang bersifat deskriptif analitis, yaitu penelitian yang bertujuan menggambarkan keadaan nyata,kemudian data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif.4Dikatakan deskriptif, maksudnya dari penelitian ini diharapkan dapat diperoleh gambaran secara menyeluruh dan sistematik mengenai perbandingan eksekusi Hak Tanggungan melalui Pengadian Negeri dengan parate eksekusi Hak Tanggungan melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) di Surakarta.Sedangkan analitis dilakukan terhadap berbagai aspek hukum yang mengatur tentang eksekusi Hak Tanggungan melalui Pengadilan Negeri dan parate eksekusi melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) di Surakarta, mengumpulkan data yang kemudian dianalisis untuk memecahkan permasalahan yang timbul.

C. Pendekatan Penelitian

Pendekatan yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis empiris atau yuridis sosiologis. Dalam pendekatan yuridis sosiologis, hukum sebagai law in action, di deskripsikan sebagai gejala sosial yang empiris.Dengan demikian tidak sekedar diberikan arti sebagai jalinan nilai-nilai, keputusan pejabat, jalinan kaidah hukum dan norma, hukum positif tertulis, tetapi juga dapat diberikan makna sebagai sistem ajaran tentang kenyataan, perilaku yang teratur dan ajeg, atau hukum dalam arti

4

(3)

60

petugas.5Dengan pendekatan ini diharapkan apakah prosedur dan pelaksanaan eksekusi Hak Tanggungan melalui Pengadilan Negeri dan parate eksekusi Hak Tanggungan melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL)Surakarta sudah sesuai antara peraturan yang berlaku dengan kenyataan sosialnya.Atau kata lain, kesesuaian antara law in book dengan law in action atau antara das sollen dengan das sein.

D. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian tesis ini adalah Pengadilan Negeridan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) di Surakarta

E. Jenis Data dan Sumber Data Penelitian

1. Jenis Data Penelitian a. Data primer

Data primer adalah sejumlah data yang berupa keterangan atau penjelasan dari subyek penelitian, guna mendapat penjelasan yang lebih mendalam tentang data sekunder.6 Data diperoleh secara langsung dari wawancara, yaitu orang yang dijadikan key informant. Adapun sumber data primer adalah hasil wawancara langsung dengan pihak-pihak yang mengetahui prosedur dan pelaksanaan eksekusi Hak Tanggungandan parate eksekusi Hak Tanggungan yaitu Juru Sita Pengadilan Negeri Surakarta dan Kepala Seksi Lelang Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surakarta.

b. Data sekunder

Data sekunder adalah data yang tidak langsung diperoleh dari lapangan, yang memberikan keterangan tambahan atau pendukung kelengkapan data primer. Termasuk dalam data ini adalah,

5

Soerjono Soekanto dan Purnadi Purbacaraka, Perihal Penelitian Hukum, Alumni, Bandung, 1999, hlm.65

6

(4)

61

dokumen, tulisan-tulisan, buku ilmiah dan literatur-literatur yang mendukung.7

2. Sumber Data Penelitian Bahan Hukum Primer

Bahan Hukum Primer, yang merupakan bahan-bahan hukum yang mengikat yang dikeluarkan oleh pemerintah berupa peraturan perundang-undangan, yang terdiri dari :

a. Staatsblad Nomor 23 Tahun 1847 tentang BW (Burgelijk Wetboek voor Indonesie) atau Kitab Undang – Undang Hukum Perdata;

b. Staatsblad Nomor 52 Tahun 1847 juncto Staatsblad Nomor 63 Tahun 1849 tentang Rv (Reglement Op De Rechtvordering)

c. Staatsblad Nomor 16 Tahun 1848 tentang HIR ( Herzien Inlandsch Reglement ) atau Reglemen Indonesia yang Dibaharui;

d. Undang-Undang Lelang (Vendu Reglement, Ordonantie 28 Februari 1908 Staatsblad 1908:189 terakhir dirubah dengan Staatsblad 1941:3)

e. Ordonansi Staatsblad Nomor 43 dan 46 Tahun 1916 tentang Waarmerken van Onderhandsche Akten Enz atau Cara Menandai Surat (Akta) di Bawah Tangan;

f. Staatsblad Nomor 227 Tahun 1927 tentang RBg ( Rechtsreglement voor de Buitengenwesten ) atau Reglemen untuk Daerah Seberang (Luar Jawa dan Madura ) ;

g. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentangPeraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria;

h. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang HakTanggungan atas Tanah beserta Benda-Benda yangBerkaitan dengan Tanah; i. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentangPerbankan;

7

Soerjono Soekanto, Penelitian Hukum Normatif Suatu Tinjauan Singkat, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, hlm. 24

(5)

62

j. Undang – Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman;

k. Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 1982 tentang Peninjauan Kembali;

l. Peraturan Menteri Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah; m. Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan

Nasional Nomor 24Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah;

n. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 93 / PMK. 06/ 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang;

o. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 106 / PMK. 06/ 2013 tentang perubahan atas PMK Nomor 93 / PMK.06/ 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang;

p. Buku I Mahkamah Agung tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas dan Administrasi Pengadilan;

q. Buku II Mahkamah Agung tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas dan Administrasi Pengadilan;

r. Surat Edaran Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2004 tentang Pemberlakuan Rumusan Hasil Rapat Pleno kamar Mahkamah Agung Tahun 2013 sebagai Pedoman Pelaksanaan Tugas bagi Pengadilan;

s. Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 2005 tentang Tata Cara Penghapusan Piutang Negara/Daerah.

t. Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2013 tentang Jenis Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku Pada Kementrian Keuangan;

u. Surat Bank Indonesia Nomor 3/1093/UPK/KP Tanggal 29 Desember 1970;

(6)

63

v. Surat Keputusan Direktur Bank Indonesia Nomor 23/69/KEP/DIR Tanggal 28 Februari 1991 tentang Jaminan Pemberian Kredit; w. Surat Keputusan Direktur Bank Indonesia Nomor 27/162/KEP/DIR

dan Surat Edaran Bank Indonesia No.27/7/UPPB Tanggal 13 Maret 1995 tentang Kewajiban Penyusunan Pelaksanaan Kebijakan Perkreditan bagi Bank Umum .

3. Bahan Hukum Sekunder, yang merupakan bahan-bahanhukum yang memberikan penjelasan mengenai bahanhukum primer, yakni bahan-bahan dari berbagai kepustakaan yang berkaitan dengan penelitian, yang terdiri dari :

a. Buku-buku yang membahasmengenai perbankan di Indonesia;

b. Buku-buku dan jurnal internasional yang membahas mengenai kredit secara umum;

c. Buku-buku yang membahas mengenai perjanjian kredit secara umum; d. Buku-buku yang membahas mengenai hukumjaminan;

e. Buku-buku yang membahas mengenai HakTanggungan; f. Buku-buku yang membahas mengenai eksekusi;

g. Buku-buku yang membahas mengenai teori hukum;

h. Buku-buku membahas mengenai metode penelitian hukum.

4. Bahan Hukum Tersier, yang merupakan bahan-bahan hukum yang memberikan petunjuk maupun penjelasan terhadap bahan hukum primer dan sekunder, seperti :

a. Kamus hukum; b. Internet;

c. Buku pedoman penulisan tesis.

F. Teknik Pengumpulan Data

1. Studi Kepustakaan

Metode ini dipergunakan untuk mengumpulkan data sekunder, yang dilakukan dengan cara, mencari, mengiventarisasi dan mempelajari peraturan perundang-undangan, doktrin-doktrin, dan data-data sekunder

(7)

64

yang lain, yang terkait dengan objek yang dikajiyaitu eksekusi Hak Tanggungan melalui Pengadilan Negeri dan parate eksekusi Hak Tanggungan melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Adapun instrumen pengumpulan yang digunakan berupa form dokumentasi, yaitu suatu alat pengumpulan data sekunder, yang berbentuk format-format khusus, yang dibuat untuk menampung segala macam data, yang diperoleh selama kajian dilakukan.

2. Wawancara

Metode ini dipergunakan untuk mengumpulkan data primer, yang dilakukan dengan cara melakukan wawancara secara bebas terpimpin, dengan berbagai pihak yang dipandang memahami objek yang diteliti. Wawancara dilakukan kepada para pihak yang mengetahui tentang eksekusi Hak Tanggungan melalui Pengadilan Negeri Surakarta dan parate eksekusi Hak Tanggungan melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surakarta yaitu Juru Sita Pengadilan Negeri Surakarta dan Kepala Seksi Lelang Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surakarta. Teknik sampling yang dilakukan adalah dengan judgement sampling yaitu pengambilan sample berdasarkan kriteria yang telah ditentukan8.

G. Model dan Teknis Analisis Data

Analisis data merupakan proses mengatur urutan data, mengorganisasi-kannya ke dalam suatu pola dan suatu uraian dasar. Proses analisis data merupakan usaha untuk menemukan jawaban atas pertanyaan perihal rumusan dan hal-hal yang diperoleh dalam penelitian.

Tehnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, adalah analisis data kualitatif. Data – data yang diperoleh selama penelitian tidak memiliki arti apapun jika tidak diolah, dianalisis dan disajikan dengan cermat dan sistematis. Analisis data dalam penelitian kualitatif bersifat induktif dan berkelanjutan. Tujuan akhir analisis data kualitatif

8

(8)

65

adalah untuk memperoleh makna, menghasilkan pengertian-pengertian, konsep-konsep, serta mengembangkan hipotesis atau teori baru. Analisis data kualitatif adalah proses mencari serta menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lainnya sehingga mudah dipahami agar dapat diinformasikan kepada orang lain.9

Miles dan Huberman mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya jenuh. Ukuran kejenuhan data ditandai dengan tidak diperolehnya lagi data atau informasi baru. Aktivitas dalam analisis meliputi pengumpulan data (data collection), reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) serta penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing / verification).10

Dalam penelitian kualitatif memungkinkan untuk dilakukan sebuah analisis data pada waktu peneliti berada di lapangan maupun setelah kembali dari lapangan baru dilakukan analisis. Pada penelitian ini analisis data telah dilaksanakan bersamaan dengan proses pengumpulan data. Alur analisis mengikuti model analisis interaktif sebagaimana diungkapkan Miles dan Huberman. Teknis yang dipergunakan dalam menganalisis data dapat divisualisasikan sebagai berikut ;

Gambar 2.

Analisis Data Kualitatif Menurut Miles dan Huberman

9

M.B. Miles dan M.A. Huberman, Qualitative Data Analysis, Sage Publication, London, 2004, hlm. 31 10 Ibid, hlm.33 Koleksi Data Reduksi data Kesimpulan/ verifikasi Display Data (Penyiapan Data)

(9)

66

Proses analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan 4 (empat) tahap, yaitu :

1. Pengumpulan data.

Data yang diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi dicatat dalam catatan lapangan yang terdiri dari dua bagian yaitu deskriptif dan reflektif. Catatan deskriptif adalah catatan alami, catatan apa yang dilihat, didengar, disaksikan dan dialami sendiri oleh peneliti tanpa adanya pendapat dan penafsiran dari peneliti terhadap fenomena yang dialami.

Catatan reflektif adalah catatan yang berisi kesan, komentar, pendapat, dan tafsiran peneliti tentang temuan yang dijumpai dan merupakan bahan rencana pengumpulan data untuk tahap berikutnya.

2. Reduksi data

Setelah data terkumpul selanjutnya dibuat reduksi data, guna memilih data yang relevan dan bermakna, memfokuskan data yang mengarah untuk memecahkan masalah, penemuan, pemaknaan atau menjawab pertanyaan penelitian. Kemudian menyederhanakan dan menyusun secara sistematis dan menjabarkan hal-hal penting tentang hasil temuan dan maknanya. Pada proses reduksi data, hanya temuan data atau temuan yang berkenaan dengan permasalahan penelitian saja yang direduksi. Sedangkan data yang tidak berkaitan dengan masalah penelitian dibuang. Dengan kata lain reduksi data digunakan untuk analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan dan membuang yang tidak penting serta mengorganisasikan data, sehingga memudahkan peneliti untuk menarik kesimpulan.

3. Penyajian data

Penyajian data dapat berupa bentuk tulisan atau kata-kata, gambar grafik dan tabel. Tujuan sajian data adalah untuk menggabungkan informasi sehingga dapat menggambarkan keadaan yang terjadi. Dalam

(10)

67

hal ini, agar peneliti tidak kesulitan atau bagian-bagian tertentu dari hasil penelitian, maka peneliti harus membuat naratif, matrik, atau grafik untuk memudahkan penguasaan informasi atau data tersebut. Dengan demikian peneliti dapat tetap menguasai data dan tidak tenggelam dalam kesimpulan informasi yang membosankan. Hal ini dilakukan karena data yang terpencar-pencar kurang tersusun dengan baik dapat mempengaruhi peneliti dalam bertindak secara ceroboh dan mengambil kesimpulan yang memihak, tersekat-sekat dan tidak mendasar. Untuk display data harus disadari sebagai bagian dari analisis data.

4. Penarikan kesimpulan

Penarikan kesimpulan dilakukan selama proses penelitian berlangsung seperti hanya proses reduksi data, setelah data terkumpul cukup memadai maka selanjutnya diambil kesimpulan sementara, dan setelah data benar-benar lengkap maka diambil kesimpulan akhir.11

11

http://efendi.dmth.blogspot.co.id/2012/08/model-model-analysis-data.html?m=1, 20 Februari 2016, 12.30

Referensi

Dokumen terkait

Masalah yang timbul saat ini adalah kepala perusahaan kesulitan dalam mengetahui sepatu apa saja yang paling banyak dipesan, sering terjadinya pemesanan/pencarian

Dari penjelasan di atas, peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana teks atau isi berita untuk melihat ideologi, makna yang terkandung, serta proses pembingkaian dalam pemberitaan

Observasi lapangan dilakukan untuk mendapatkan data yang aktual dan langsung dengan melakukan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena yang berkaitan

Perkawinan Anak di Kabupaten Grobogan (Norma Kartika) Tahun 2013 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor predisposisi (status ekonomi rumah tangga,

Meskipun masyarakat Desa Kolam Kanan Memiliki keragaman agama yakni Islam, Hindu dan Kristen namun mereka dalam kehidupan keseharian dapat menjaga kerukunan satu

Agar tidak terjadi salah paham dalam memahami penelitian ini, penulis merumuskan definisi operasional seperti berikut ini. 1) Menulis puisi adalah kegiatan menyampaikan

Kematangan vokasional adalah kematangan karir kemampuan siswa dalam memilih, memasuki, tahap pendidikan yang dicapai yaitu: kesesuaian antar individu dengan

Uraian tersebut menunjukkan bahwa penyelesaian permohonan eksekusi jaminan hak tanggungan syariah yang harus dilakukan oleh pengadilan agama dalam menerima, memproses,