• Tidak ada hasil yang ditemukan

pratikum biologi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "pratikum biologi"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

PENGENALAN ALAT-ALAT LABORATORIUM (Laporan Pratikum Biologi Pertanian)

Oleh : RINI NURHAYATI EID313019 KELOMPOK VIII FAKULTAS PERTANIAN PRODI AGRIBSNIS

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARBARU

(2)
(3)
(4)
(5)

Ginting, Tjurmin. 2000. Penuntun Praktikum Kimia Dasar I. Fakultas Pertanian.Indralaya : Universitas Sriwijaya

Imamkhasani. 2000. Biokimia. Nutrisi dan Metabolisme. UI Press. Jakarta.

Khasani. 1990. Prosedur alat-alat Kimia.Yogyakarta : liberty.

Mored. 2000. Biokimia 2000. Erlangga. Jakarta.

Setiawati.2002. Biokimia I. Gajah Mada University Press. Jogjakarta.

(6)

DAFTAR ISI Halaman DAFTAR TABEL ... i PENDAHULUAN ... Latar Belakang ... Tujuan ... TINJAUAN PUSTAKA ...

BAHAN DAN METODE ... Bahan... Alat ... Waktu dan Tempat ... Prosedur Kerja ... HASIL DAN PEMBAHASAN ... Hasil ... Pembahasan ... KESIMPULAN& SARAN ...

(7)

DAFTAR TABEL Nomor

Halaman

(8)
(9)
(10)

PENDAHULUAN LATAR BELAKANG

Pengenalan alat-alat laboratorium adalah tempat dimana para ilmuwan bekerja dengan peralatan untuk penyelidikan dan pengujian terhadap suatu bahan atau benda.Laboratorium merupakan salah satu sarana pendukung penting,yang bersifat sangat strategis dalam kegiatan pelaksanaan system pendidikan,khususnya pada system pendidikam di perguruan tinggi. Sementara Pengujian adalah kegiatan teknis yang terdiri atas penetapan, penentuan satu atau lebih sifat atau karakteristik dari suatu produk, bahan, peralatan, organisme, fenomena fisik, proses atau jasa, sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.(Setiawati,2011).

Laboratorium adalah tempat riset ilmiah, eksperimen, pengukuran ataupun pelatihan ilmiah dilakukan.Laboratorium biasanya dibuat untuk memungkinkan dilakukannya kegiatan-kegiatan tersebut secara terkendali. Laboratorium ilmiah biasanya dibedakan menurut disiplin ilmunya, misalnya laboratorium fisika, laboratorium kimia, laboratorium biokimia, laboratorium komputer, dan laboratorium bahasa (walton, 2011).

Secara umum fungsi semua laboratorium adalah antara lain :

 Sebagai tempat dilakukannya percobaan, karena alat-alat laboratorium dan bahan-bahan praktikum tidak mungkin semuanya diletakkan dalam kelas, oleh karena itu percobaan dilakukan di dalam laboratorium.

 Sebagai tempat penunjang kegiatan kelas, dengan adanya kegiatan pembalajaran di laboratorium, mahasiswa dapat mengamati gejala-gejala yang terjadi dalam percobaan secara langsung dan tidak hanya belajar menurut teori-teori yang ada

Oleh karena itu, kita harus mengetahui bagaimana cara menggunakan alat-alat tersebut dengan tepat sehingga tidak akan mengganggu kelancaran praktikum dan tidak terjadi kecelakaan akibat dari kesalahan praktikan. Selain itu, pengenalan alat ini sangat penting demi kelancaran praktikum kita selanjutnya. Dalam sebuah praktikum, tentu saja praktikan tidak dapat secara langsung menggunakan alat-alat

(11)

yang akan digunakan dalam praktikum tersebut tanpa mempunyai pengetahuan dan kemampuan yang cukup untuk menggunakannya

(sudarmadi 2010).

Tujuan Tujuan dari pratikum ini adalah :

1.Untuk mengenaldan mengetahui fungsi dari alat-alat laboratorium

TINJAUAN PUSTAKA

Dalam sebuah praktikum, praktikan diwajibkan mengenal dan memahami cara kerja serta fungsi dari alat-alat yang ada dilaboratorium. Selain untuk menghindari kecelakaan dan bahaya, dengan memahami cara kerja dan fungsi dari masing-masing alat, praktikan dapat melaksanakan praktikum dengan sempurna (Walton, 1998).

Sebelum melakukan praktikum hal yang paling utama yang harus dipahami oleh praktikan adalah mengetahui terlebih dahulu nama-nama alat, fungsi, dan cara penggunaan alat-alat yang akan kita gunakan, agar praktikum yang akan dilakukan berjalan dengan baik (Setiawati, 2002).

Pemakaian bahan kimia akan sangat berpengaruh terhadap alat-alat yang digunakan. Setiap alat dirancang dengan bahan-bahan yang berbeda, ada yang terbuat dari gelas, porselen, kayu, alumunium, plastik, dan lain-lain sesuai dengan fungsinya masing-masing.Alat-alat tersebut ada yang tahan terhadap basa, tahan terhadap kondisi asam, tahan terhadap panas, dan ada yang hanya tahan terhadap

kondisinormal.Oleh sebab itu, penggunaan alat dan bahan kimia sangat menentukan keberhasilan suatu penelitian (Mored, 2000).

melakukan pengukuran atau perhitungan yang dilakukan. Penggunaan alat-alat dalam laboraturium diharapkan dalam keadaan steril.Penggunaan alat-alat-alat-alat yang

(12)

tidak steril dapat menyebabkan kegagalan pada pratikum yang dilakukan (Sudarmadji, 2005).

Pengenalan alat-alat ini meliputi macam-macam alat, mengetahui nama-namanya, memahami bentuk, fungsi, serta cara kerja alat-alat tersebut. Setiap alat kadang kala diperlukan sambungan-sambungan dengan gelas atau membuat peralatan khusus sesuai kebutuhan (Imamkhasani, 2000).

Alat-alat laboratorium merupakan alat yang kita butuhkan dalam prosespeneitian atau pun proses praktikum. Dalam praktikum pengenalan alat-alatlaboratorium dan alat-alat sterilisasi akan dijelaskan secara detail mengenai

(13)

untukmembebaskan bahan-bahan dari mikrobia yang tidak diinginkan (soetarto, dkk). Suatu laboratorium harus merupakan tempat yang aman bagi para pekerja atau pemakainya yaitu para praktikan.Aman terhadap kemungkinan kecelakaan fatal maupun sakit atau gangguan kesehatan lainnya. Hanya didalam laboratorium yang aman, bebas dari rasa khawatir akan kecelakaan, dan keracunan seseorang dapat bekerja dengan aman, produktif, dan efesien (Khasani, 1990).

Pekerjaan dalam laboratorium biasanya sering menggunakan beberapa alat gelas.Penggunaan alat ini dengan tepat penting untuk diketahui agar pekerjaan tersebut dapat berjalan dengan baik.Keadaan yang aman dalam suatu laboratorium dapat kita ciptakan apabila ada kemauan dari para pekerja, pengguna, maupun kelompok pekerja laboratorium untuk menjaga dan melindungi diri, diperlukan kesadaran bahwa kecelakaan yang terjadi dapat berakibat pada dirinya sendiri maupun orang lain disekitarnya. Tujuan dari praktikum pengenalan alat ini adalah

(14)

untuk mengenal beberapa macam alat gelas yang sering digunakan dalam laboratorium dan penggunaanya (Ginting, 2000).

Banyak sekali alat-alat praktikum yang harus kita kenal dan kita ketahui agardalam proses penelitian dan praktikum berjalan lancar tanpa adamasalah. Pengenalan alat ini juga akan menambah wawasan dan pengetahuanbagaimana cara kerja alat tersebut beserta fungsinya. Tentu dari sini kita bisa belajarbagaimana penggunaannya agar dalam penelitian kita nanti mendapatkan hasilyang akurat dan dapat dipercaya. Hasil penelitan tergantung dari prosespenelitian,jika penelitian baik dan penggunaan alatnya benar tentu hasil pengamatankita baik pula.Alat-alat

laboratorium juga tidak bisa digunakan jika tidak sesuaidengan fungsinya maka dari itu kita harus teliti dan membutuhkan pengetahuanbagaimana mengunakan alat tersebut agar tidak terjadi salah penggunaan dan pemakainnya.Alat-alat laboratorium juga banyak yang berbahaya seperti alat yang harusseteril maka sebelum

menggunakan alat tersebut kita harus mensterilkan tangankita.jikatidak hal itu bisa mengganggu proses suatu penelitian dan tentunya akanberdampak pada hasil penelitian tersebut.Perhatian terhadap penggunaan alatlaboratorium harus di

perhatikan guna keselamatan dan keberhasilan kerja ataupenelitian. Dalam praktikum pengenalan alat-alat laboratorium dan alat-alatsterilisasi akan dijelaskan secara detail mengenai fungsi dan spesifikasi masing-masing alat tersebut. Sterilisasi adalah usaha untuk membebaskan bahan-bahandari mikrobia yang tidak diinginkan (soetarto, dkk).

Kebersihan alat-alat yang digunakan dan adanya ketelitian praktikan dalam melakukan pengukuran atau perhitungan yang dilakukan.Penggunaan alat-alat dalam laboraturium diharapkan dalam keadaan steril.Penggunaan alat-alat yang tidak steril dapat menyebabkan kegagalan pada pratikum yang dilakukan (Sudarmadji, 2005).

(15)

Alat dan Bahan

Alat

Alat yang di gunakan dalam melaksanakan pratikum adalah :  alat tulis digunakan untuk menulis suatu yang akan ditulis

 buku gambar digunakan untuk mengambar alat-alat laboratorium  pensil warna digunakan untuk mewarnai gambar alat laboratorium Bahan

Bahan-bahan yang digunakan dalam melaksanakanpratikum ini adalah alat-alat laboratorium yaitu(cawan petri,kaca priparat,tabung durham,gelas beker,jarumENT,kacapembesar,gelasukur,spatula

logam,Erlenmeyer,penset,gelasukur,coronggelas,pengaduk,pinset logam,tabung reaksi pepet tetes,sedok tandung,kaca arloji.

Waktu dan Tempat

Praktikum ini dilaksanakan Pada hari Kamis, tanggal 26 September 2013, pukul 08.30 -10.00 WITA, di Laboratorium Mikrobiologi Gedung 3 Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru.

Prosedur Kerja

1. Alat-Alat pratikum diamati bagian-bagiannya.

2.Mencatat fungsinya dan kegunaan dari alat yang diamati. 3.Kemudian alat yang sudah diamati di gambar.

(16)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

Hasil pengamatan praktikum pada pengenalan alat laboratoruim dapat dilihat dari table dan gambar berikut ini.

Tabel 1. Pengenalan alat-alat laboratorium

No Nama Gambar Fungsi

1. Kaca pembesar Berfungsi untuk

mengamati kenaikan atau penurunan suhu pada termometer raksa yang tidak berwarna

2. Tabung durham Digunakan untuk

menampung gas yang terbentuk akibat

metabolisme pada bakteri yang di ujikan.

3. Tabung reaksi Untuk mereaksikan dua

atau lebih zat.

4. Pengaduk Untuk mengaduk suatu

baik akan direaksikan maupun ketika reaksi sementara berlangsung

(17)

Tabel 1. Lanjutan

5. Pinset logam Untuk mengambil

bahan-bahan kimia yang keci, padat dan bahaya.

6. Kaca arloji Sebagai penutup

gelas kimia saat memanaskan sempel tempat untuk mengeringkan padatan dalam desiktor.

7. Sendok tanduk Berfungsi untuk

mengambil bahan berbentuk serbuk.

8. Corong gelas Untuk memasukkan

larutan disatu tempat ketempat lain dengan proses penyaringan setelah diberi kertas saring pada bagian atas

(18)

Table 1. lanjutan

9. Penset Berfungsi untuk

mengambil media atau sempel yang diseterilkan.

10. Pipet Ukur Untuk

memindahkan larutan dengan volume yang diketahui.

11. Pipet Tetes Untuk

memindahkan larutan dengan volume yang belum diketahui dengan cara diteteskan.

12. Spatula logam Untuk mengambil

bahan-bahan kimia dalam bentuk padat

(19)

Table 1 lanj \

13. Kaca Preparat (Cover Glass)

Untuk menutup object glass pada saat pengamatan dibawah mikroskop.

15. Gelas Ukur Untuk mengukur

volume suatu cairan, seperti labu erlenmeyer, gelas ukur memiliki beberapa pilihan berdasarkan skala volumenya. 16. Labu Ukur (Labu Erlenmeyer) Untuk menampung larutan,bahan atau cairan. Table 1 lanjutan

(20)

17. Beaker Glass Untuk wadah zat cair. Dan bias juga jadi medium dalam memanaskan zat tertentu.

(21)

Pembahasan

Pada praktikum kali ini praktikan diperkenalkan alat-alat yang ada di laboratorium, diamana hal ini bertujuan agar para praktikan dapar mengetahui nama alat, cara menggunakan alat, serta fungsi dari alat tersebut. Hal ini tidak terlepas dengan tujuan untuk membantu praktikan dalam praktikum selanjutnya, dimana para praktikan akan lebih mudah dalam melaksanakan praktikum jika sudah mengetahui fungsi serta cara menggunakan alat tersebut.

Alat-alat laboratorium yang terbuat dari glass antara lain cawan petri, beaker glass, gelas ukur, pipet tetes, enlenmeyer dan tabung reaksi. Alat alat ini dibuat dari bahan glass dikarenakan lebih tahan terhadap panas, selain itu memudahkan praktikan dalam melihat larutan atau zat kimia yang ada dalam alat tersebut, sebab bahan yang terbuat dari glass transparan, sehingga memudahkan dalam melihat cairan kimia, misalnya cairan kimia yang akan dihitung volumenya di dalam gelas ukur.

Alat berupa cawan petri adalah sebuah wadah yang bentuknya bundar dan terbuat dari kaca yang digunakan untuk membiakkan sel. Cawan Petri selalu berpasangan, yang ukurannya agak kecil sebagai wadah dan yang lebih besar merupakan tutupnya..Alat ini digunakan sebagai wadah untuk mengkultur bakteri, Spora dan cendawan.

Gelas beker adalah sebuah wadah penampung yang digunakan untuk mengaduk, mencampur atau memanaskan cairan yg biasanya digunakan dalam laboratorium. Beker secara umum berbentuk silinder dengan dasar yang bidang dan tersedia dalam berbagai ukuran.Beker dapat terbuat dari kaca yang umumnya terbuat dari kaca borosilikat.

Gelas ukur biasanya terbuat dari gelas (polipropilen) ataupun plastik.Fungsi Gelas ukur adalah untuk mengukur volume.Gelas ukur dapat digunakan untuk mengukur volume segala benda, baik benda cair maupun benda padat pada berbagai ukuran volume.

Pipet tetes merupakan alat yang memiliki fungsi untuk membantu memindahkan cairan dari wadah yang satu ke wadah yang lain dalam jumlah yang sangat kecildari tetes demi tetes.

Di dalam laboratorium Erlenmeyer digunakan untuk Tempat membuat larutan.Dalam membuat larutan erlenmeyer yang selalu digunakan, Labu destilasi digunakan untuk destilasi

(22)

larutan.Pada bagian atas terdapat karet penutup dengan sebuah lubang sebagai tempat termometer, Gelas beaker sebagai Tempat untuk menyimpan dan membuat larutan. Beaker glass memiliki takaran namun jarang bahkan tidak diperbolehkan untuk mengukur volume suatu zat ciar, Corong gelas digunakan sebagai tempat untuk memasukan atau memindah larutan air satu tempat ke tempat lain dan digunakan pula untuk proses penyaringan setelah diberi kertas saing pada bagian atas, Corong bucher digunakan untuk Menyaring larutan dengan dengan bantuan pompa vakum, Labu ukur leher panjang digunakan untuk membuat dan atau mengencerkan larutan dengan ketelitian yang tinggi, Pipet ukur digunakan untuk mengukur volume larutan, Pipet tetes digunakan untuk meneteskan atau mengambil larutan dengan jumlah kecil, , Pengaduk digunakan untuk mengocok atau mengaduk suatu baik akan direaksikan mapun ketika reaksi sementara berlangsung, Tabung reaksi digunakan untuk mereaksikan dua atau lebih zat, Kawat nikrom digunakan untuk uji nyala dari beberapa zat,

(23)

KESIMPULAN

Dari kegiatan praktikum yang telah dilaksanakan dapat diambil kesimpulan sbb:

Sebagai Pengetahuan alat merupakan salah satu faktor yang penting untuk mendukung kegiatan praktikum.Mikroskop adalah suatu alat pembesaran yang terdiri dari dua lensa cembung yaitu sebagai lensa objektif (dekat dengan benda) dan lensa okuler (dekat dengan mata). Mikroskop yang digunakan pada praktikum ada dua macam yaitu, mikroskop cahaya dan mikroskop stereo.Selain mikroskop, ada pula alat-alat yang digunakan pada praktikum mikrobiologi yaitu : Cawan petri,Kaca priparat,Tabung durham,gelas beker,jarum ENT,kaca pembesar,gelas ukur,spatula logam,Erlenmeyer,penset,corong gelas,pengaduk,pinset logam,tabug reaksi,pipet tetes,sendok tanduk.kaca arloji.yang semuanya itu memiliki fungsi dan kegunaannya masing-masing.Ada beberapa faktor yang sangat penting dalam mengetahui alat-alat yang ada dilaboratorium, yaitu masalah alat-alat yang digunakan dan adanya ketelitian praktikan dalam melakukan pengukuran dan perhitungan.

SARAN

Sebaiknya di dalam pelaksanaan praktikum ini waktu yang telah ditetapkan digunakan sebaik-baiknya sehingga praktikum dapat berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan. Juga jangan lupa untuk memperhatikan alat-alat dan fungsi alat laboratorium apakah dalam keadaan baik dan lengkap.

Diharapkan bagi asisten praktikum agar dapat menjelaskan tentang cara penggunaan dan fungsi-fungsi alat laboratorium kepada peserta praktikum karena ada peserta yang tidak pernah atau baru pertama kali menggunakan alat-alat laboratorium.

(24)

Gambar

Tabel 1. Pengenalan alat-alat laboratorium
Tabel 1. Lanjutan
Table 1. lanjutan
Table 1 lanj
+2

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini terjadi karena tahapan pembelajaran saintifik yang terdiri atas: (1) mengamati, (2) menanya, (3) mengumpulkan informasi, (4) menalar/ asosiasi, dan

[r]

 Time Shift : Kendaraan bergerak pada ruang yang sama, pada waktu yang berbeda.  Location Shift : Kendaraan bergerak pada waktu yang sama tapi pada ruang

Ada tiga cara dalam proses analisis komparasi pendidikan menurut, yaitu:Analisis yang paling konvensional adalah analisis menemukan persamaan dan perbedaan pendidikan antara

Pedoman transisi dimaksudkan untuk menyelesaikan masalah-masalah pembangunan yang belum sepenuhnya tertangani sampai dengan akhir periode RPJMD 2012-2017 dan

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, selanjutnya disebut Undang-Undang Tipikor, Pasal 18 huruf (a) menyatakan bahwa: “Perampasan

Terkait dengan penelitian ini sekalipun telah menggunakan beberapa metode baik itu metode Delphi, AHP dan LQ dan telah menetukan jenis kriteria produk unggulan

Rencana pembelajaran pada pembelajaran tematik pada tema 9 Makananku Sehat dan Bergizi, subtema 2 Manfaat Makanan Sehat dan Bergizi dengan menerapkan model