• Tidak ada hasil yang ditemukan

DENTAL WAX / LILIN DENTAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DENTAL WAX / LILIN DENTAL"

Copied!
58
0
0

Teks penuh

(1)

LILIN DENTAL

PRISKA APRIANTI MANIK

1012020

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI

MARANATHA

(2)

PENDAHULUAN

Lilin  bahan pendukung yang

banyak

digunakan

di

bidang

Kedokteran Gigi selain Gips.

(3)

DEFINISI LILIN

Lilin  benda amorf.

Lilin pada suhu kamar  benda

padat

Lilin bila dipanaskan  akan

melewati fase lunak, cair dan

menguap

Lilin dental adalah hasil campuran

dari mermacam-macam jenis lilin.

Yang dapat diperoleh dari alam dan

sintetis

(4)

BAHAN DASAR LILIN

DENTAL

Tumbuh-tumbuhan (plant wax). Co:

carnauba dan cendelilla

Serangga (insect wax). Co: beeswax

Binatang (animal wax). Co:

spermaceti wax

(5)

PENGGUNAAN LILIN

DENTAL

Pembuatan pola lilin (wax-pattern) dari alat-alat yg dipakai di dalam mulut, mis:

 Pembuatan gigi tiruan, inlay, mahkota dan

jembatan serta ortodonti

Pola lilin dipendam dan lilin dihilangkan dgn cara dipanaskan sehingga meninggalkan rongga cetak.

(6)

SYARAT UMUM LILIN

DENTAL

 Panas  mudah dibentuk

 Dingin mempertahankan bentuknya  Keras  dapat diukir

 Lunak  beradaptasi ddn baik pd

permukaan yg lain

 Dipanaskan – mencair  dpt dituang kecetakan  Terus dipanaskan  dpt menguap tnpa

(7)

SIFAT – SIFAT

Melting range

Flow

Thermal ekspansi

Residual stress

(8)

MELTING RANGE /

PELELEHAN

Lilin terdiri dari beberapa jenis molekul, masing-masing

memiliki berbagai berat molekul, dan memiliki rentang mencair daripada leleh poin.

 Rentang leleh untuk lilin parafin adalah 44-62 C, dan

untuk lilin carnauba 50-90 C.

Bila campuran 75% parafin dan 25% carnauba disiapkan,

komponen parafin mencair pada suhu yang sama, namun suhu leleh dari lilin carnauba mengalami penurunan sedikit

Penambahkan carnauba untuk lilin parafin secara

dramatis meningkatkan jangkauan mencair sampai 44 C, dibandingkan dengan 18 C untuk parafin saja.

(9)

Pengaruh komposisi campuran parafin - carnauba pada kisaran mencair:

 2,5% lilin carnauba tak banyak

berpengaruh pada kisaran leleh, tetapi rentang meningkat pesat sebagai konsentrasi lilin carnauba meningkat menjadi 10%.

 konsentrasi lilin carnauba lebih dari 10%

tidak memiliki efek lebih lanjut pada kisaran leleh, jumlah yang lebih tinggi diperlukan untuk aplikasi tertentu untuk mengendalikan aliran dan sifat mekanik.

(10)

FLOW

 ketika membentuk pola lilin dengan langsung di mulut

(direct), lilin harus dipanaskan ke suhu di mana memiliki flow cukup di bawah kompresi untuk mereproduksi dinding rongga yang baik

 suhu kerja, disarankan oleh produsen, yang harus

memuaskan untuk membuat pola lilin langsung, tidak harus terlalu tinggi sehingga menyebabkan kerusakan pada struktur penting gigi atau tidak nyaman untuk pasien.

 flow lilin keras tidak lebih dari 1% pada suhu tubuh.

 flow dari lilin tipe 1 (soft) sekitar 9% pada suhu tubuh.

flow rendah pada suhu ini dan cenderung untuk meminimalkan distorsi dari pola ukir-yang baik seperti yang ditarik dari rongga di gigi.

(11)
(12)

THERMAL EKSPANSI

 lilin gigi dan komponen terbesar mereka memiliki

koefisien ekspansi termal dari setiap bahan yang digunakan dalam kedokteran gigi restoratif.

 Sifat termal ekspansi linear lilin dapat dijelaskan

berdasarkan kekuatan valensi sekunder dan titik transisi. 

Lilin mineral, umumnya memiliki koefisien ekspansi

termal yang lebih tinggi dari pada lilin tanaman linier. Lilin mineral lebih memperluas karena mereka memiliki kekuatan valensi sekunder yang lemah, yang mudah diatasi dengan energi yang terserap selama kenaikan suhu.

Lilin Plant, memiliki kekuatan valensi sekunder tinggi

karena konsentrasi mereka yang tinggi . Karena gaya valensi sekunder membatasi pergerakan komponen lilin, koefisien ekspansi termal kecil diamati sampai kisaran mencairnya lilin didekati. Fenomena ini diilustrasikan oleh lebah, lilin lebah kuning mempunyai koefisien jauh lebih tinggi dari ekspansi termal linier dari lilin lebah dikelantang.

(13)

RESIDUAL STRESS

 Berasal dari manipulation, heating,cooling,

bending, carving,dll)

 Mengakibatkan perubahan dimensi pada suhu

kamar

 Untuk mencegah :

1. Manipulasi dibawah suhu leleh 2. Instrumen dengan suhu (37 C)⁰

3. Pattern wax tidak diletakan pada suhu yang

berubah- ubah

4. Jarak waktu finishing ke investing < 30 mnt

(14)

KLASIFIKASI DAN

KEGUNAAN

 Pattern wax 1. Inlay wax 2. Casting wax 3. Baseplate wax  Processing wax 1. Boxing wax 2. Utility wax 3. Sticky wax 4. Corrective wax 5. Bite registration

(15)

INLAY PATTERN

WAX

(16)

Menurut ADA spesifikasi no.4 (iso 15854) Ada 2 tipe:

Tipe 1  lilin lunak yang digunakan sebagai teknik lilin tidak langsung (indirect technic).

Gigi yg telah dipreparasi dicetak dahulu u/ memperoleh model. Pola lilin dibentukpada model diluar mulut

(17)

Tipe 2 lilin keras

 membentuk pola langsung (direct technic)

di mulut

 flow terendah di 37 C, dan

 harus cukup plastis pd suhu sedikit di atas

suhu mulut

sehingga dpt mencetak detail kavitas dng baik tanpa mengganggu kenyamanan

(18)

PERSYARATAN INLAY PATTERN

WAX

 Flow sekecil mungkin pada temperatur 30 C  Thermal expansion max 0.6%

 Residu nonvolatile max 0,10% /dlm waktu + 20%

dari jumlah pembuatan yang ditetapkan (suhu 700 C – 800 C)

 Dpt diukir dan tdk melekat pd alat

 (-) berubah bentuk satt dikeluarkan dr gigi  Permukaan halus

 Mempunyai warna yg berlainan dr gigi & mukosa,

(19)

KOMPOSISI INLAY PATTERN WAX

 Komposisi Inlay Pattern Wax yaitu campuran

antara parafin, lilin mikrokristalin, ceresin, carnauba, candelilla dan beeswax. Dengan bahan utama Paraffin sekitar 40-60 %

(20)

KEGUNAAN, SEDIAAN, DAN WARNA

INLAY PATTERN WAX

 Kegunaan : membuat pola lilin inlay,

mahkota dan jembatan yang akan dicor dengan logam.

 Sediaan: bentuk batangan, berpenampang

bulat, oval, atau segi

(21)

PENANGANAN DAN MANIPULASI

INLAY PATTERN WAX

Mencairkan lilin dengan cara memanaskan di atas

sumber panas kering.

 Sumber panas : nyala api gas alkohol atau dari listrik

 Sebaiknya lilin dipanaskan pd pemanas yg stabil,

sehingga lilin selalu siap pakai dan homogen, serta mengurangi perubahan bentuk.

 Apabila dipanaskan di atas nyala api hendaknya batang

lilin inlay dibalik-balik, agar panasnya rata.

(22)

LILIN COR /

(23)

PERSYARATAN CASTING

WAX

 Dapat menguap habis pada pembakaran

(burn out) sebelum dicor dengan logam dengan alloy emas atau alloy chromiumcobalt.

(24)

KOMPOSISI

 Komposisi lilin merupakan rahasia pabrik,

tetapi hampir sama dengan lilin inlay hanya lebih lengket untuk menentukan pola lilin menempel pada model saat dibentuk (konturing)

(25)

KEGUNAAN

 Lilin ini dipakai untuk membuat pola lilin

(26)
(27)

 Ada 3 tipe :

1. Lunak (soft)  lilin lunak untuk

membangun kontur dan veneer

2. Sedang (median)  lilin keras yang

akan digunakan untuk pola untuk dicoba di mulut di temperature climate

3. Keras (hard)  lilin ekstra-keras untuk

pola yg dicoba di mulut dalam iklim tropis

(28)

PERSYARAT BASEPLATE

WAX

Mudah dibentuk dlm keadaan lunak

tanpa patah

Mudah diukir

Larut dalam air panas tanpa

meninggalkan sisa

(29)

KOMPOSISI BASEPLATE WAX

Komposisi :

 mengandung parafin wax berbasis 70% - 80%

atau ceresin komersial

 resin, dan aditif untuk mengembangkan

sifat-sifat khusus yang diinginkan dalam lilin (jumlah sedikit)

 komposisi khas mungkin termasuk ceresin 80%,

lilin lebah 12%, carnauba 2,5%, 3% resin alam atau sintetik, dan 2,5% lilin mikrokristalin atau sintetis

 Lilin lebah, untuk memberi elastisitas  Lilin paraffin :

1. carnauba wax  u/ memberi kekerasan dan

(30)

KEGUNAAN BASEPLATE

WAX

 Pembuatan pola landasan gigi tiruan

sebagian (GTS) dan gigi tiruan lengkap (GTL)

 Mebuat labial support & buccal support pd

pembuatan GTL

 Bite rim / tanggul gigitan  u/ menetukan

dimensi vertikal

 Penyusunan gigi buatan(artificial teeth) 

(31)

SEDIAAN DAN WARNA BASEPLATE WAX

 Sediaan :Dalam perdangan lilin ini disediakan

dalam bentuk lembaran dengan ukuran 7,60 x 15,00 x 0,13

 Warna : merah/ merah muda  kelihatan estetis

(32)
(33)

Lilin ini dipergunakan sebagai bahan penolong pada prosedur pembuatan suatu alat restorasi.

Yang termasuk lilin proses adalah;

Boxing wax / Lilin pemagar Utlity wax / Lilin serbaguna Sticky wax / Lilin perekat Corrective wax /

Bite registration /

(34)

BOXING WAX / LILIN

PEMAGAR

(35)

PERSYARATAN

 Harus lentur pada 21 C dan harus

mempertahankan bentuknya pada 35 C

 Boxing mudah disesuaikan dengan

cetakan pada suhu kamar yang diinginkan, dan dapat dibentuk tanpa pemanasan.

 Mengurangi kemungkinan mendistorsi

cetakan

 Lilin boxing harus sedikit dan memiliki

kekuatan yang cukup dan ketangguhan untuk manipulasi

 Dapat melekat dengan baik pada bahan

(36)

KEGUNAAN

Lilin ini banyak kegunaannya,

antara lain untuk memagar cetakan

sebelum diisi/di cor dengan gips

atau gips batu

(37)

SEDIAAN DAN WARNA

Sediaan: lembaran atau batangan

depan panjang nya ± 30cm dan

diameter ±0,5 cm.

(38)

PENANGANAN DAN MANIPULASI

 Untuk dari gips atau batu dari cetakan

lengkungan edentulous, pertama kotak lilin harus dibentuk sekitar cetakan, baru campuran plester atau batu dituangkan dan bergetar. Prosedur ini juga diperlukan untuk beberapa jenis cetakan lainnya.Operasi ini biasanya terdiri dari mengadaptasi tongkat pertama, panjang dan sempit atau strip dari lilin sekitar cetakan bawah ketinggian perifer, yang diikuti oleh strip luas lilin, menghasilkan bentuk sekitar keseluruhan cetakan, seperti yang terlihat di pusat atas Gambar. 14-1

(39)

UTILITY WAX/ LILIN

SERBAGUNA

(40)

KOMPOSISI

Sebagian besar terdiri dari lilin

lebah, kemudian petroleum dan

“wax softeners”.

(41)

KEGUNAAN

Lilin

serbaguna

juga

disebut

“peniphery wax” dan digunakan

dibagian ortodonsi

Sesuai namanya dapat digunakan

untuk berbagai keperluan, seperti

untuk pendukung bahan cetak

alginat.

(42)

SEDIAAN DAN WARNA

Sediaan : lembaran dan batangan

Warna : merah tua atau oranye.

(43)

PENANGANAN DAN

MANIPULASI

Lilin serbaguna ditempatkan pada

bagian palatinal sendok cetak

buatan pabrik, dengan demikian

bahan cetak alginat dengan mudah

dapat mencetak.

Lilin ini pada suhu kamar lunak,

(44)

STICKY WAX/ LILIN

PEREKAT

(45)

PERSYARATAN

harus memiliki warna gelap atau terang

sehingga sangat mudah dibedakan dari

bahan gypsum berwarna

penyusutan Sticky wax / lilin lengket

menjadi 0,5% pada suhu antara 43 dan

(46)

KOMPOSISI

 mengandung resin  lilin lebah dan

(47)

KEGUNAAN

Dipakai untuk merekatkan

bagian-bagian yang patah, misalnya,

landasan gigi tiruan yang patah

sebelum dipendam direkat dahulu

dengan lilin perekat

(48)

SEDIAAN DAN WARNA

 Sediaan : bentuk batangan, dengan

penampang bulat atau segi enam

 Warna : berwarna kuning gading, kuning &

(49)

PENANGANAN DAN

MANIPULASI

Lilin perekat dapat melekat dengan

baik pada gips, akrilik, dan logam.

Untuk mendapatkan daya rekat,

semua bagian yang akan direkat

dengan lilin perekat ini harus

kering.

(50)
(51)

KOMPOSISI

 Lilin hidrokarbon seperti : 1. Parafin

2. Ceresin 3. lilin lebah

(52)

KEGUNAAN

 digunakan sebagai lilin veneer melalui

cetakan asli untuk menghubungi dan mendaftarkan detail dari jaringan lunak.

(53)

PENANGANAN DAN

MANIPULASI

 flow lilin diukur dengan penetrasi pada

suhu 37 ° C adalah 100%

 Lilin ini tunduk pada distorsi selama

(54)
(55)

KOMPOSISI

 umumnya dibuat dari lembaran lilin 28-gauge casting

atau dari lilin baseplate keras

Komposisi lain : dari malam lebah atau hidrokarbon

seperti parafin atau ceresin.

(56)

KEGUNAAN

digunakan untuk secara akurat

mengartikulasikan model tertentu

dari kuadran menentang

(57)

PENANGANAN DAN

MANIPULASI

 Lilin diukur dengan penetrasi di renges 37 ° C dari

2,5% menjadi 22% yang menunjukkan bahwa lilin ini rentan terhadap distorsi pada penghapusan dari mulut.

 Bahan pendaftaran oklusal yang terbuat dari

silikon elastomer Selain menjadi lebih populer karena pemulihan yang tinggi elastis mereka dan stabilitas dimensi yang sangat baik

(58)

DAFTAR PUSTAKA

Annusavice, KJ. Phillips’ Science of

Dental Materials. 11

th

ed. Philadelphia:

Referensi

Dokumen terkait

Bahan abrasif digunakan pada pasta gigi pemutih untuk mengeluarkan stain ekstrinsik dengan meminimalisir kerusakan struktur dan jaringan gigi geligi, termasuk kekerasan

Variasi urutan dan pola erupsi gigi sangat penting untuk diperhatikan terutama pada masa gigi bercampur, karena urutan dan pola dari erupsi gigi permanen memiliki dampak terhadap

Pada kenyataannya, guru kurang membuat alat yang menarik untuk pembelajaran sikap lilin, guru juga hanya menggunakan media gambar berupa video yang

Dalam proses ini pola dibuat dari lilin yang dilapisi bahan tahan api untuk membuat cetakan, setelah sebelumnya lilin tersebut mencair dan dikeluarkan dari rongga cetakan. Pola lilin

dapat menyebabkan kerusakan struktur mikroanatomi dan pertumbuhan pada ikan tagih sehingga akan diperoleh informasi penting mengenai seberapa besar dampak yang

Pola asuh terbukti mempengaruhi kecemasan gigi pada anak-anak yang mengunjungi dokter gigi untuk pertama kalinya dan melaporkan bahwa dental anxiety pada anak- anak menjadi menurun

i ANALISA KERUSAKAN JALAN SUNGAI LILIN – BETUNG PADA SIMPANG BUKIT JAYA SAMPAI SIMPANG PANCA TUNGGAL KABUPATEN MUSI BANYUASIN TUGAS AKHIR Disusun Untuk Memenuhi Persyaratan

Panduan lengkap langkah demi langkah untuk membuat cetakan gigi lepas yang akurat dan nyaman