• Tidak ada hasil yang ditemukan

pemeriksaan tiroid

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "pemeriksaan tiroid"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

A. Tes untuk mengukur aktivitas/fungsi tiroid terdiri dari : A. Tes untuk mengukur aktivitas/fungsi tiroid terdiri dari :

 Tiroksin serum (T4)Tiroksin serum (T4) 

 Tri-iodotironin serum (T3)Tri-iodotironin serum (T3) 

 Kadar T4 bebas (FT4)Kadar T4 bebas (FT4) 

 Kadar T3 bebas (FT3)Kadar T3 bebas (FT3) 

 Indeks T4 bebas (FT4I)Indeks T4 bebas (FT4I) 

 Tes TSHTes TSH 

 Tes TRH.Tes TRH.

B. Tes untuk menunjukkan penyebab gangguan fungsi tiroid : B. Tes untuk menunjukkan penyebab gangguan fungsi tiroid : Tes Antibodi antitiroid

Tes Antibodi antitiroid

 Antibodi Tiroglobulin (anti Tg)Antibodi Tiroglobulin (anti Tg) 

 Antibodi tiroid peroksidase (anti TPO) /Antibodi mikrosomalAntibodi tiroid peroksidase (anti TPO) /Antibodi mikrosomal 

 Thyroid Stimulating Antibodies (TSAb)Thyroid Stimulating Antibodies (TSAb)

C. Tes untuk monitoring

C. Tes untuk monitoring terapiterapi::

 Tiroksin serum (T4)Tiroksin serum (T4) 

 Tri-iodotironin serum (T3)Tri-iodotironin serum (T3)   Tes FT4Tes FT4   Tes FT3Tes FT3   Tes TSHTes TSH

TES FUNGSI TIROID TES FUNGSI TIROID

Tes fungsi tiroid bertujuan untuk membantu mene

Tes fungsi tiroid bertujuan untuk membantu menentukan status tiroid. Tes T4 digunakan untuk ntukan status tiroid. Tes T4 digunakan untuk  menentukan suatu hipotiroidisme atau hipertiroidisme, menentukan

menentukan suatu hipotiroidisme atau hipertiroidisme, menentukanmaintenance dosemaintenance dose tiroidtiroid  pada hipotiroidisme dan memonitor hasil pengobatan antitiroid pada hipertiroidisme. Tes T3  pada hipotiroidisme dan memonitor hasil pengobatan antitiroid pada hipertiroidisme. Tes T3

digunakan untuk mendiagnosis hipertiroidisme dengan kadar T4 normal . digunakan untuk mendiagnosis hipertiroidisme dengan kadar T4 normal . TSHs (Thyroid Stimulating Hormon sensitive) adalah tes TSH generasi ke

TSHs (Thyroid Stimulating Hormon sensitive) adalah tes TSH generasi ke tiga yang dapattiga yang dapat mendeteksi TSH pada kadar yang sangat rendah sehingga dapat digunakan sebagai

mendeteksi TSH pada kadar yang sangat rendah sehingga dapat digunakan sebagai pemeriksaan pemeriksaan tunggal dalam menentukan status tiroid dan dilanjutkan dengan tes FT4 hanya bila dijumpai tunggal dalam menentukan status tiroid dan dilanjutkan dengan tes FT4 hanya bila dijumpai TSHs yang abnormal. FT4 lebih sensitif daripada FT3 dan lebih banyak digunakan untuk  TSHs yang abnormal. FT4 lebih sensitif daripada FT3 dan lebih banyak digunakan untuk  konfirmasi hipotiroidisme setelah dilakukan tes TSHs .

konfirmasi hipotiroidisme setelah dilakukan tes TSHs .

Tes

Tes Thyroid Releasing Hormone (TRH) digunakan untuk Thyroid Releasing Hormone (TRH) digunakan untuk mengukur respons hipofisis terhadapmengukur respons hipofisis terhadap rangsangan TRH, yaitu dengan menentukan kadar TSH serum sebelum dan sesudah pemberian rangsangan TRH, yaitu dengan menentukan kadar TSH serum sebelum dan sesudah pemberian TRH eksogen. Pada hipertiroidisme klinis atau subklinis tidak tampak

TRH eksogen. Pada hipertiroidisme klinis atau subklinis tidak tampak peningkatan TSH setelahpeningkatan TSH setelah  pemberian TRH. Sebaliknya bila pasien eutiroid atau sumbu hipotalamus-hipofisis masih intak,  pemberian TRH. Sebaliknya bila pasien eutiroid atau sumbu hipotalamus-hipofisis masih intak,

(2)

maka hipofisis akan memberikan respons yang adekuat terhadap rangsangan TRH. Tes TRH yang normal menyingkirkan diagnosis hipertiroidisme .

Tes TRH hanya dilakukan pada pasien yang dicurigai hipertiroidisme sedangkan kadar FT4 dan FT3 masih normal atau untuk mengevaluasi kadar TSH yang rendah atau tidak terdeteksi

dengan atau tanpa hiper/hipotiroidisme yang penyebabnya tidak diketahui . TES UNTUK MENUNJUKKAN GANGGUAN FUNGSI T IROID

Antibodi Tiroglobulin (Tg) merupakan salah satu protein utama tiroid yang berperan dalam sintesis dan penyimpanan hormon tiroid. Tujuan tes : terutama diperlukan sebagaipetanda tumor dalam pengelolaan karsinoma tiroid berdiferensiasi baik (well differentiated thyroid  carcinoma). Kadar Tg akan meningkat pada karsinoma tiroid berdiferensiasi baik dan akan kembali menjadi normal setelah tiroidektomi total, kecuali bila ada metastasis. Kadar Tg rendah menunjukkan tidak ada jaringan karsinoma atau metastasis lagi. Kadarnya akan meningkat kembali jika terjadi metastasis setelah terapi .

Pada penyakit Graves ditemukan antibodi yang mmpengaruhi resepor TSH dari sel tiroid dan merangsang produksi hormon tiroid. Antibodi ini disebut thyroid stimulating immunoglobulins (TSI). Selain TSI, ada immunoglobulin yang merangsang pertumbuhan kelenjar tiroid tanpa mempengaruhi produksi hormon. Antibodi ini disebut thyroid growth immunoglobulins (TGI) .

TES UNTUK MONITORING TERAPI

Untuk memonitoring terapi tiroid maka diperlukan tes T4 Total, T3 , FT4, FT3 dan TSH seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Tujuan tes monitoring terapi untuk melihat perkembangan terapi berdasarkan status tiroid.

NILAI RUJUKAN DAN INTERPRETASI 1. TES T4

 Nilai Rujukan :

-Dewasa : 50-113 ng/L (4,5mg/dl)

(3)

-Diatas : diatas 16,5 mg/dl

-Anak-anak : diatas 15,0 mg/dl

-Usila : menurun sesuai penurunan kadar protein plasma

 Interpretasi :

- Meningkat : hipertiroidisme, tiroiditis akut, kahamilan, penyakit hati kronik, penyakit ginjal, diabetes mellitus, neonatus, obat-obatan: heroin, methadone, estrogen.

- Menurun: hipotiroidisme, hipoproteinemia, obat2an seperti androgen, kortikosteroid, antikonvulsan, antitiroid (propiltiouracil) dll.

2. TES T3

 Nilai Rujukan:

Dewasa : 0,8

 – 

2,0 ng/ml (60-118 ng/dl)

Wanita hamil, pemberian kontrasepsi oral : meningkat Infant dan anak-anak kadarnya lebih tinggi.

 Interpretasi

- Meningkat : hipertiroidisme, T3 tirotoksikosis, tiroiditis akut, peningkatan TBG,

obat-obatan:T3 dengan dosis 25 mg/hr atau lebih dan obat T4 300 mg/hr atau lebih, dextrothyroxine, kontrasepsi oral

- Menurun : hipotiroidisme (walaupun dalam beberapa kasus kadar T3 normal), starvasi,  penurunan TBG, obat-obatan: heparin, iodida, phenylbutazone, prop ylthiuracil,

Lithium, propanolol, reserpin, steroid.

3. TES FT4 (FREE THYROXIN)

 Nilai Rujukan: 10

 – 

27 pmol/L

o Interpretasi

- Meningkat : pada penyakit Graves dan tirotoksikosis yang disebabkan kelebihan produksi T4. - Menurun : hipertiroidisme primer, hipotiroidisme sekunder, tirotoksikosis karena kelebihan  produksi T3.

(4)

1. 4. TES FT3 (FREE TRI IODOTIRONIN)

 ·Nilai Rujukan : 4,4

 – 

9,3 pmol/L  ·Interpretasi :

- Meningkat : pada penyakit Graves dan tirotoksikosis yang disebabkan kelebihan produksi T3. - Menurun : hipertiroidisme primer, hipotiroidisme sekunder, tirotoksikosis karena kelebihan  produksi T3.

5. Tes TSH (THYROID STIMULATING HORMONE)

 Nilai rujukan : 0,4

 – 

5,5 mIU/l  Interpretasi :

- Meningkat : hipotiroidisme pimer, tiroiditis (penyakit autoimun Hashimoto), terapi antitiroid  pada hipertiroidisme, hipertiroidisme sekunder karena hiperaktifitas kelenjar hipofisis, stress

emosional berkepanjangan, obat-obatan misalnya litium karbonat dan iodium potassium.

- Menurun : hipertiroidisme primer, hipofungsi kelenjar hipofisis anterior, obat-obatan misalnya aspirin, kortikosteroid, heparin dan dopamin.

6. TES TSHs (TSH 3r d Generation )

 Nilai rujukan: 0,4

 – 

5,5 mIU/l

Batas pengukuran : 0,002

 – 

20 mIU/L

 Interpretasi

- Meningkat : hipotiroidisme pimer, tiroiditis (penyakit autoimun Hashimoto), terapi antitiroid  pada hipertiroidisme, hipertiroidisme sekunder karena hiperaktifitas kelenjar hipofisis, stress

emosional berkepanjangan, obat-obatan misalnya litium karbonat dan iodium potassium. - Menurun : hipotiroidisme sekunder, hipertiroidisme primer, hipofungsi kelenjar hipofisis anterior, obat-obatan misalnya aspirin, kortikosteroid, heparin dan dopamin.

7. Antibodi Tiroglobulin

 Nilai rujukan: 3-42 ng/ml  Interpretasi :

- Meningkat : hipertiroidisme, subakut tiroiditis, kanker tiroid yang tidak diterapi, penyakit Graves, tumor benigna, kista tiroid.

(5)

8. Antibodi Mikrosomal

 Nilai rujukan: hasil tes negatif   Interpretasi :

Adanya antibodi mikrosomal menunjukkan penyakit tiroid autoimun, juga dapat ditemukan pada kanker tiroid. Pada penderita dengan pengobatan tiroksin, bila ditemukan antibodi tiroid

memberi petunjuk kegagalan fungsi tiroid.

9. TS Ab

 Nilai rujukan: hasil tes negatif   Interpretasi :

TSAb ditemukan pada 70-80% penderita Graves yang tidak mendapat pengobatan, 15% pada  penyakit Hashimoto, 60% pada penderita Graves oftalmik dan pada beberapa penderita kanker 

tiroid.

Sidik tiroid/Scintigraphy 

Selain pemeriksaan klinis dan hasil laboratorium, sidik tiroid juga perlu dilakukan pada penderita hipertiroid untuk mengatahui nilai tangkap tiroid terhadap iodium. Nilai tangkap ini akan meningkat pada penderita penyakit Graves' dan penyakit Plummer. I-123 dan Technetium-99m (Tc-99m) dapat digunakan untuk pemeriksaan sidik tiroid ini, yang akan memberikan informasi selain mengenai bentuk anatomi dari kelenjar tiroid (pembesaran difus atau nodular) tapi juga dapat membantu dalam

mengkonfirmasi atau menyingkirkan adanya kemungkinan suatu hipertiroid berdasarkan kem ampuan kelenjar tiroid dalam menangkap iodium.

Penyakit Graves' biasanya disertai dengan pembesaran kedua lobi tiroid dengan peningkatan nilai tangkap. Adenoma toksik akan memberikan gambaran nodule "panas" tunggal dengan fungsi yang menurun pada jaringan tiroid di sekitarnya. Penyakit Plummer memberikan gambaran pembesaran kelenjar tiroid dengan beberapa nodul dan penangkapan radiofarmaka yang bervariasi. Tiroiditis subakut biasanya memberikan gambaran penangkapan radiofarmaka yang sangat rendah. (lihat gambar).

Bila ditemukan nodul tiroid pada pemeriksaan fisik penderita hipertiroid, maka perlu dilakukan sidik tiroid untuk mengkonfirmasi apakah nodul tersebut hiperfungsi atau tidak. Bila ditemukan nodul "dingin", maka perlu dilakukan biopsi untuk menyingkirkan kemungkinan adanya suatu keganasan.

Referensi

Dokumen terkait

Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada.. Food Emulsifier and Their

Penduduk berumur 15 tahun ke atas yang bekerja selama seminggu yang lalu menurut lapangan pekerjaan utama dan pendidikan tertinggi yang ditamatkan / Population 15 years of age and

Fluks permeat lebih tinggi 2. Temperatur lebih rendah dari distilasi Lebih mudah dioperasikan 3. Tekanan operasi lebih rendah dari RO Telah komersial dan mapan 4. Konsentrasi

Dalam hal pewayangan, pihak Surakarta mempertahankan aliran Kyai Panjang Mas yang hanya memiliki tiga orang panakawan (Semar, Gareng, dan Petruk), sedangkan pihak

Ketika kenaikan sebesar satu satuan kekeruhan perairan Teluk Riau maka kelimpahan fitoplankton tidak akan mengalami perubahan, karena kekeruhan memiliki nilai

Untuk melakukan pengujian apakah ada perbedaan antara dua kelompok yang berpasangan dengan data interval atau rasio dengan distribusi normal dapat digunakan uji t berpasangan

Adapun hasil penelitian dan hasil analisis data yang dilakukan, diperoleh gambaran mengenai bentuk-bentuk pengulangan dalam Bahasa Tajio secara pokok ada tiga bentuk yaitu