• Tidak ada hasil yang ditemukan

VII. HERBAL DAN REMPAH-REMPAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "VII. HERBAL DAN REMPAH-REMPAH"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

VII. HERBAL DAN REMPAH-REMPAH

Rempah – rempah atau herbal bukanlah suatu istilah asing bagi orang Indonesia. Banyak jenis rempah-rempah maupun herbal yang terdapat di Indonesia. Bahkan pemakaian kedua bahan ini dalam proses pengolahan pangan juga banyak dijumpai dalam kehidupan sehari – hari. Berdasarkan definisi dari International Standard Organization (ISO), rempah – rempah diartikan sebagai produk sayuran atau campuran produk sayuran yang bebas dari benda asing, yang digunakan untuk memberikan flavor, membumbui, dan memberikan aroma yang spesifik dalam makanan. Kamus Webster menyebutkan bahwa rempah – rempah merupakan berbagai produk sayuran yang memiliki aroma khusus yang digunakan dalam memasak dengan tujuan untuk membumbui dan memberikan flavor; juga diartikan sebagai bumbu penyedap dari sayuran dalam bentuk bubuk atau pun cair (condiment). Ada pula yang menyatakan rempah-rempah adalah bagian kering dari tanaman yang mempunyai aroma spesifik, kecuali bagian daunnya. Sedangkan herbal diartikan sebagai daun kering dari tanaman beraroma yang digunakan untuk memberikan flavor dan aroma pada makanan, dan terkadang juga memberikan warna.

Secara konvensional, rempah – rempah dapat dikalsifikan dalam lima kelas (Tabel 7.1.), yaitu rempah-rempah yang tajam dan memiliki rasa pedas (hot), yang tidak terlalu tajam (mild), beraroma, herbal, dan sayuran beraroma.

Tabel 7.1. Klasifikasi rempah-rempah

KLASIFIKASI REMPAH-REMPAH

Rempah-rempah yang pedas dan tajam (hot spices)

Cabai, merica hitam dan putih, jahe, mustar

Rempah-rempah yang tidak teralu tajam (mild spices)

Paprika, ketumbar

Rempah-rempah beraroma (aromatic spices)

Allspice, kapulaga, kayu manis, dill, cengkeh, jinten, bunga pala, pala Herbal Basil, daun salam, daun dill, marjoram,

tarragon, thyme Sayuran beraroma (aromatic

vegetables)

Bawang bombay, bawang putih, bawang merah, seledri

(2)

Rempah-rempah dapat berasal dari berbagai bagian tanaman. Berdasarkan dari bagian tanaman asalnya, rempah-rempah dapat diklasifikasikan antara lain sebagai berikut:

1. Rimpang (rhizoma), seperti pada jahe, lengkuas, kencur dan kunyit 2. Batang kulit kayu (stem bark), seperti pada kayu manis

3. Umbi, seperti pada lengkuas

4. Akar, seperti pada lobak pedas (horseradish)

5. Daun, seperti pada daun pandan, mint, oregano, basil, parsley, daun ketumbar, seledri

6. Kuncup bunga, seperti pada cengkeh

7. Umbi akar, seperti pada bawang putih, bawang bombay 8. Biji, seperti pada jinten, mustar putih, kapulaga, wijen 9. Inti/ biji buah, seperti pada pala

10. Buah, seperti pada asam, paprika, merica, merica hitam, kapulaga, ketumbar, adas bintang (pekak)

Oregano

Marjoram

Daun Salam Parsley

(3)

Kapulaga Ketumbar

Adas Bintang

Merica

Gambar 7.2. Berbagai jenis rempah yang berasal dari buah

Jinten Mustar kuning

Wijen putih

(4)

Jahe

Kunyit

Kencur Lengkuas

Gambar 7.4. Berbagai jenis rempah yang berasal dari rimpang

Bawang merah Bawang bombay

Horseradish

Gambar 7.5. Berbagai jenis rempah yang berasal dari umbi akar (atas) dan akar (bawah)

(5)

Gambar 7.6. Kayu manis yang berasa; dari kulit batang

Gambar 7.7. Cengkeh yang berasal dari kuncup bunga

Gambar 7.8. Pala yang berasal dari biji buah

Gambar 7.9. Saffron

Cabe Paprika

(6)

Herbal dan rempah-rempah mempunyai bermacam kegunaan, diantaranya sebagai:

1. ingredien dalam makanan untuk menghasilkan flavor, aroma, cita rasa menyengat (pungency) dan memberikan warna pada makanan

2. bahan yang ditambahkan dalam minuman beralkohol, seperti ketumbar, jahe, kayu manis, dll

3. obat-obatan

4. bahan untuk parfum 5. bahan untuk kosmetik 6. bahan untuk pewarna

7. apotik hidup yang ditanaman di pekarangan atau halaman belakang rumah Berdasarkan fungsinya dalam pengolahan pangan, berikut adalah contoh rempah-rempah yang biasa dipakai untuk kegunaan tertentu seperti yang tertera pada tabel berikut.

Tabel 7.2. Berbagai kegunaan mendasar rempah – rempah dan herbal

Kegunaan Herbal / Rempah-rempah

• Memberikan flavor Parsley, kayu manis, allspice, mint, jinten, marjoram, adas bintang, pala, vanilla, kapulaga, seledri

• Menyamarkan bau (deodorizing/ masking)

Bawang putih, daun salam, cengkeh, oregano, bawang bombay, ketumbar

• Memberikan cita rasa menyengat (pungency)

Bawang putih, daun salam, oregano, bawang bombay, ketumbar, jahe, merica, mustar

• Memberikan warna Paprika, kunyit, saffron

Selain bermanfaat dalam pengolahan pangan, herbal dan rempah-rempah juga mempunyai banyak manfaat yang lain. Kandungan berbagai jenis senyawa seperti minyak volatil, oleoresin, pigmen, senyawa flavor, berbagai senyawa aktif dalam herbal dan rempah-rempah memberikan banyak manfaat tidak saja untuk pengolahan pangan tapi juga untuk obat, kosmetik, dll. Senyawa volatil yang terdapat pada bahan-bahan ini berfungsi untuk memberikan aroma yang spesifik

(7)

yang banyak dimanfaatkan oleh industri kosmetik dan parfum. Begitu pula dengan oleoresin, yang merupakan campuran antara minyak dengan getah tanaman yang banyak digunakan oleh industri kosmetik, parfum dan farmasi.

Karakteristik lain dari herbal dan rempah-rempah yang diketahui adalah sifatnya sebagai antioksidan dan antimikroba. Sebagai antioksidan, berarti bahan-bahan tersebut dapat mencegah atau memperlambat terjadinya reaksi oksidasi. Sedangkan fungsi sebagai antimikroba, berarti bahan-bahan tersebut mampu membunuh atau menghambat tumbuhnya mikroorganisme. Aplikasi rempah-rempah sebagai antioksidan dan antimikroba banyak dilakukan produk pangan, terutama untuk menghambat kerusakan produk dan memperpanjang umur simpan.

Rempah-rempah juga mempunyai sifat farmaceutika, yaitu memiliki fungsi sebagai obat-obatan. Di banyak negara di Asia termasuk di Indonesia penggunaan rempah-rempah sebagai obat tradisional sudah dilakukan sejak dulu dan secara turun-temurun. Jamu adalah salah satu produk yang banyak memakai herbal dan rempah-rempah, yang sampai dengan sekarang banyak dijumpai baik dalam bentuk minuman herbal, minuman instan siap minum, sampai dengan sirup, kaplet, pil atau pun kapsul. Produk jamu ada yang diproduksi skala massal oleh industri besar, maupun diproduksi dalam skala kecil menengah seperti jamu gendong. Beberapa contoh rempah-rempah yang banyak dipakai dalam proses pembuatan jamu diantaranya adalah jahe, temulawak, temuireng, bengle, kunyit, laos, kencur, brotowali, secang, adas, kayu manis, dan lain-lain. Komsumsi jamu banyak dikaitkan dengan manfaatnya untuk menyembuhkan penyakit, atau pun menjaga stamina tubuh.

Karakteristik rempah atau herbal yang dapat memberikan warna untuk produk pangan, menjadikan bahan-bahan ini banyak dimanfaatkan dalam berbagai pengolahan pangan terutama untuk pewarna alami. Warna yang dihasilkan dari penambahan herbal dan rempah-rempah dikarenakan oleh adanya kandungan pigmen dalam bahan-bahan tersebut.

(8)

Tabel. 7.3. Komponen pigmen dari rempah-rempah dan herbal

Pigmen Spektrum warna Rempah-rempah

Carotenoid β-carotene Cryptoxanthin Lutein Zeaxanthin Capsanthin Capsorbin Crocetin Neoxanthin Violaxanthin Oranye kemerahan Merah Merah tua Kuning Ungu merah Merah tua Oranye kuning Oranye kuning Oranye

Cabe merah, mustar Paprika, saffron

Paprika, cabe merah Paprika

Paprika

Paprika, cabe merah Paprika, cabe merah Saffron

Parsley

Parsley, paprika

Crocin Oranye kekuningan Saffron

Flavonoids Kuning Jahe

Curcumin Oranye kuning Kunyit

Chlorophylls Hijau Herbal Source: Ravindran et al. (2002)

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa rempah-rempah dan herbal banyak mengandung senyawa aktif yang dapat bermanfaat namun juga dapat bersifat toksik. Kandungan senyawa aktif yang terdapat pada herbal dan rempah-rempah beberapa diantaranya adalah:

• Berbagai jenis asam

Senyawa ini memberikan rasa asam, dapat berfungsi sebagai antiseptik dan juga pembersih.

• Senyawa alkaloid

Yang termasuk dalam skelompok senyawa ini biasanya senyawa yang mengandung nitrogen dan bersifat basa. Alkaloid mempunyai rasa yang pahit dan beberapa diantaranya bersifat toksik dan menyebabkan kecanduan.

• Anthraquinone

Senyawa ini berasa pahit, dapat menyebabkan iritasi, dan dapat juga berperan sebagai pewarna (dye)

• Tannin

Bersifat astringent dan berfungsi sebagai antiseptik • Coumarin

(9)

Mempunyai sifat sebagai antibakteri dan antikoagulan • Getah (resin)

Oleresin yang bersifat astringent dan acrid, dapat berfungsi sebagai antiseptik dan menyembuhkan luka

• Saponin

Mempunyai rasa manis dan sering berfungsi untuk anti-inflammatory • Minyak volatil

Mengandung berbagai senyawa aromatik, juga ada yang berfungsi sebagai antiseptik dan banyak dipakai untuk terapi penyembuhan

• Senyawa glikosida

Senyawa flavor dalam herbal dan rempah-rempah

Rempah-rempah dan herbal mengandung minyak volatil dan senyawa oleoresin yang menghasilkan flavor yang spesifik. Beberapa contoh senyawa flavor yang terdapat pada rempah dan herbal adalah:

– Eugenol (allspice, kayu manis, cengkeh) – Piperine (merica hitam)

– Gingerol (jahe) – Myristicin (pala) – Turmerone (kunyit) – Vanillin (vanilla)

Standar Mutu Rempah-rempah

Ada beberapa acuan standar mutu rempah-rempah yang biasa digunakan. Yang pertama adalah The American Spice Trade Association (ASTA), merupakan badan standar mutu khusus rempah-rempah di Amerika yang dimotori oleh United States Food & Drugs Administration (USDA). The European Spice Association (ESA) merupakan badan standar rempah-rempah di negara-negara Eropa., sedangkan di Indonesia sendiri ada Standar Nasional Indonesia (SNI).

Menurut ASTA, spefikasi mutu rempah-rempah dinilai dari beberapa parameter, yaitu:

(10)

• Kebersihan (Cleanliness)

Diukur berdasarkan jumlah benda asing yang terdapat pada rempah-rempah, contohnya seperti kontaminan serangga, kotoran hewan, atau benda asing lainnya.

• Kadar abu

Suatu ukuran ketidakmurnian suatu produk. Nilaikadar abu dicapai dengan cara membakar semua kadar senyawa organik dan mengukur residu abunya.

• Jumlah atau konsentasi volatile oil (V/O)

Parameter ini sering digunakan untuk membantu mengidentifikasi apakah herbal atau rempah-rempah tersebut dipalsukan, missal dengan penambahan senyawa-senyawa lain.

• Kadar air

Parameter jumlah air merupakan hal yang penting oleh karena kadar air menentukan bobot dan juga harga rempah-rempah. Jumlah kadar air maksimal ditentukan berdasarkan kadar air yang diijinkan supaya produk rempah-rempah dalam kondisi yang stabil.

• Aktivitas air (Aw)

Pada aw 0,6 mikroorganisme tidak dapat tumbuh. Namun, di beberapa jenis herbal dan rempah-rempah yang memiliki senyawa antimikroba, nilai aw dapat lebih tinggi.

• Jumlah cemaran mikroorganisme • Konsentrasi pestisida

• Konsentrasi mikotoksin

Aflatoxin dan ochratoxin A telah menarik perhatian di kalangan industri. Standar Amerika menetapkan batasan maksimal aflatoxin sebesar 20 ppb, sedangkan EU menetapkan batas maksimalnya adalah 10 ppb.

• Bulk density/ bulk index

Suatu parameter penting, terkait dengan penempatan herbal dan rempah-rempah dalam kontainer. Produk herbal dan rempah-rempah-rempah-rempah harus dihancurkan dan diayak supaya mencapai densitas tertentu sehingga yang

(11)

masuk di dalam kemasan jumlahnya bisa sesuai dengan berat yang tercantum di labelnya.

• Ukuran parikel (mesh)

Sebagian besar rempah-rempah dan herbal dihancurkan supaya dapat terdispersi dengan mudah di produk akhir. Ukuran partikel biasanya spesifik dan ada standar ukuran ayakan yang digunakan, yang kita kenal dalam mesh (jumlah lubang per inchi]

Parameter mutu rempah-rempah dan herbal yang ditetapkan oleh ESA mempunyai parameter standar yang mirip, yaitu senyawa pengotor, benda asing, kadar abu, acid insoluble ash, kadar air, minyak volatil, Aw, kandungan logam berat, konsentrasi pestisida, adanya perlakuan seperti fumigasi atau iradiasi, cemaran mikroorganisme, off-odors, kandungan mikotoksin, adanya indikasi pemalsuan, infestation, dan juga bulk density.

REFERENCES

Handbook of Herbs and Spices. (2001). CRC Press. Boca Raton. Handbook of Herbs and Spices vol. 2. (2004). CRC Press. Boca Raton.

Gambar

Gambar 7.2. Berbagai jenis rempah yang berasal dari buah
Gambar 7.4. Berbagai jenis rempah yang berasal dari rimpang
Gambar 7.7. Cengkeh yang berasal  dari kuncup bunga

Referensi

Dokumen terkait

Adapun tujuan laporan kerja praktik yang dilakukan dalam penulisan LKP ini adalah untuk mengetahui mekanisme produk pembiayaan khusus perempuan di Koperasi Syariah

Sabun adalah bahan yang digunakan untuk membuat berbagai produk, seperti sabun cuci piring, dari campuran alkali dan trigliserida dari asam lemak rantai karbon C16. Produksi sabun cuci piring yang diproduksi secara massal dapat menciptakan pendapatan baru dan memberikan pelatihan kepada SMK Muhammadiyah, termasuk Siswa/I dan tenaga pengajar. Tujuan: Tujuan kegiatan adalah untuk memberikan pengetahuan dan pelatihan pembuatan sabun cuci piring secara aman untuk mengurangi permintaan masyarakat akan sabun dengan harga yang terjangkau. Hasil: menunjukkan bahwa pengetahuan yang diperoleh dari penelitian ini signifikan, dengan hasil post-test menunjukkan 100% hasil yang baik dan cukup. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran Siswa/I SMK Muhammadiyah Mlati dalam menerapkan pembuatan sabun cuci piring dari daun teh, salah satunya dengan cara pembuatan yang baik dan

Mesin Es Balok: Inovasi Pendinginan untuk Industri Modern Mesin es balok adalah salah satu peralatan penting dalam industri yang membutuhkan solusi pendinginan skala besar. Mesin ini berfungsi untuk memproduksi es berbentuk balok yang kuat, tahan lama, dan ideal untuk digunakan dalam berbagai sektor, seperti perikanan, logistik, dan pengolahan makanan. Keunggulan Mesin Es Balok Mesin es balok memiliki banyak keunggulan yang menjadikannya pilihan utama bagi pelaku usaha: Daya Tahan Es yang Lama Es balok memiliki kepadatan tinggi, sehingga mencair lebih lambat dibandingkan bentuk es lainnya. Hal ini menjadikannya sangat efisien untuk menjaga kesegaran bahan seperti ikan atau daging selama transportasi jarak jauh. Kapasitas Produksi Besar Mesin ini tersedia dalam berbagai kapasitas, mulai dari produksi harian 1 ton hingga 100 ton. Kapasitas ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan usaha Anda. Hemat Energi Mesin modern dirancang untuk efisiensi energi, menggunakan teknologi canggih yang mengurangi konsumsi daya tanpa mengurangi kualitas es yang dihasilkan. Material Tahan Lama Sebagian besar mesin es balok dibuat dari stainless steel yang tahan karat dan higienis, memastikan produk es tetap bersih dan aman untuk digunakan. Cara Kerja Mesin Es Balok Mesin es balok bekerja dengan prinsip pembekuan air dalam cetakan khusus. Berikut adalah langkah-langkah utama prosesnya: Pengisian Air Air dimasukkan ke dalam cetakan logam yang sudah disiapkan. Proses Pembekuan Cetakan dimasukkan ke dalam tangki yang berisi larutan garam (brine solution) yang didinginkan oleh sistem pendingin. Suhu larutan ini sangat rendah sehingga dapat membekukan air dalam cetakan dengan cepat. Pelepasan Es Setelah es terbentuk, cetakan dipanaskan menggunakan uap atau air hangat untuk melepaskan balok es dari cetakan. Penyimpanan dan Distribusi Es balok yang dihasilkan dapat langsung digunakan atau disimpan dalam ruang pendingin khusus sebelum didistribusikan. Aplikasi Mesin Es Balok Mesin es balok digunakan dalam berbagai bidang, antara lain: Industri Perikanan Es balok digunakan untuk menjaga kesegaran hasil tangkapan seperti ikan dan udang selama penyimpanan dan transportasi. Pengolahan Makanan Digunakan untuk menjaga bahan baku seperti daging, buah, atau sayuran tetap segar selama proses produksi. Penyelenggaraan Acara dan Festival Es balok sering digunakan untuk pendinginan skala besar, seperti untuk minuman atau menjaga makanan tetap segar di acara