• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGELOLAAN AIR LIMBAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGELOLAAN AIR LIMBAH"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

PENGELOLAAN AIR LIMBAH

Rekayasa Lingkungan

Universitas Indo Global Mandiri

NORMA PUSPITA, ST. MT.

Potret Sanitasi di Indonesia

Sampah di saluran drainase

Limbah Industri

yang tak tertangani BAB sembarangan

Cubluk

Pembuangan lumpur tinja

(2)

Jenis Air Limbah

Air Kotor

air limbah yang mengandung kotoran manusia

yang pada umumnya adalah dari jamban

dengan kloset jongkok maupun kloset duduk.

Dengan perantaraan air bermacam-macam

zat yang tidak diperlukan lagi dikeluarkan

dari tubuh kita dalam bentuk larutan, seperti

misalnya dalam bentuk air seni. Atau air

rembesan dari cubluk atau tangki septik yang

mengandung bakteri penyakit. Air Kotor ini

sering juga disebut Black Water

Jenis Air Limbah

Air Bekas

air limbah dari aktivitas dapur, mandi,

dan cuci-mencuci dan sejenisnya. Air

limbah ini berupa kotoran-kotoran yang

sebagian berbentuk larutan dan sebagian

lagi merupakan suspensi, yang

mengandung banyak benda-benda organik

misalnya sisa makanan, putih telur,

lemak, deterjen dan lain-lain. Air bekas

ini sering juga disebut Grey Water

(3)

Jenis Air Limbah

Air Limbah Industri

Pada industri, air digunakan dengan tiga

tujuan utama yaitu pada proses pendinginan,

pemanasan dan penguapan. Disamping itu air

dapat menjadi komponen meterial untuk

produksinya itu sendiri. Sifat dari setiap jenis

limbah tersebut tergantung dari sumber serta

macam air limbah itu sendiri. Menurut sifat

dan bawaannya limbah mempunyai

karakteristik baik fisika, kimia, maupun

biologi.

Sifat Fisik, Kimia dan Biologi serta

sumber Air Limbah

Sifat – sifat air limbah Sumber Asal Air Limbah Sifat Fisik :

Warna Air buangan rumah tangga dan industri serta bangkai benda organik

Bau Pembusukan air limbah dan limbah industri

Endapan Penyediaan air minum, air limbah rumah tangga dan industri, erosi tanah, aliran air rembesan

(4)

Sifat Fisik, Kimia dan Biologi serta

sumber Air Limbah

Kandungan Bahan Kimia Organik :

Karbohidrat Air limbah, air minum rumah tangga, dan rembesan air tanah Minyak, Gemuk dan Lemak Air limbah rumah tangga, perdagangan dan limbah industri Pestisida Air limbah pertanian

Fenol Air limbah industri

Protein Air limbah rumah tangga, perdagangan Deterjen Air limbah rumah tangga, industri

Anorganik :

Kesadahan Air limbah, air minum rumah tangga dan rembesan air tanah

Klorida Air limbah, air minum rumah tangga, rembesan air tanah dan pelunakan air Logam Berat Air limbah industri

Nitrogen Air limbah rumah tangga dan pertanian

pH Air limbah industri

Fosfor Air limbah rumah tangga, limpahan air hujan Belerang Air limbah, air minum rumah tangga, dan limbah industri Bahan– bahan beracun Air limbah industri

Gas– gas

Hidrogem Sulfida Pembusukan limbah rumah tangga Metan Pembusukan limbah rumah tangga

Oksigen Pembusukan limbah rumah tangga dan perembesan air permukaan

Kandungan Biologis :

Binatang Saluran terbuka dan bangunan pengolahan Tumbuh– tumbuhan Saluran terbuka dan bangunan pengolahan Protista Air limbah rumah tangga, bangunan pengolahan Virus Air limbah rumah tangga

Sifat Fisik, Kimia dan Biologi serta

sumber Air Limbah

(5)

Rata – rata Aliran Air Limbah

dari Daerah Pemukiman

Sumber Unit Jumlah Aliran (L/unit/hari) Antara Rata - Rata

Apartemen Orang 200 – 300 260

Hotel, penghuni tetap Orang 150 – 220 190

Tempat Tinggal Keluarga :

Rumah pada umumnya Orang 190 – 350 280

Rumah yang lebih baik Orang 250 – 400 310

Rumah Mewah Orang 300 – 550 380

Rumah agak modern Orang 100 – 250 200

Rumah pondok Orang 100 – 240 190

Rumah Gandengan Orang 100 - 200 150

Rata – rata Air Limbah dari Daerah Komersial dan Bisnis

Sumber Unit Jumlah Aliran (L/unit/hari)Antara Rata – rata

Lapangan Terbang Penumpang 8 – 15 10

Kendaraan 30 – 50 40 Pekerja 35 – 60 50 Pusat Perbaikan Kendaraan Langganan 5 – 20 80 Bar Pekerja 40 – 60 50 Hotel Tamu 150 – 220 190 Pekerja 30 – 50 40

Gedung Perumahan Pekerja 35 – 65 55

Tempat Pencucian Mesin 1800 – 2600 2200

Pakaian 180 – 220 190

Motel Orang 90 – 150 120

Motel dan dapur Orang 190 – 220 200

Kantor Pekerja 30 – 65 55

Rumah Makan Pengunjung 8 – 15 10

(6)

Sumber Unit Jumlah Aliran (L/unit/hari) Antara Rata – rata

Toko Pekerja 30 – 50 40

Pusat Perbelanjaan Kamar mandi 1600 – 2400 2000

Pekerja 30 – 50 40

Pusat Keramaian Parkir 2 – 8 4

Rumah Sakit Pengunjung 15 – 30 20

Tempat Tidur 500 – 950 650

Pekerja 20 – 60 40

Sekolah dengan asrama

Murid 200 – 400 280

Rumah peristirahatan Penghuni 200 – 450 350

Pekerja 20 – 60 40

Kolam Renang Pengunjung 20 – 50 40

Pekerja 30 – 50 40

Rata – rata Air Limbah dari Daerah Komersial

dan Bisnis

Rata – rata Aliran Air Limbah dari Daerah Industri

Sumber Jumlah Aliran Rata – Rata (m3)

1. Industri Kalengan :

Sayur Hijau 50 – 70

Buah– buahan, buah pear 15 – 20

Buah– buahan lainnya 4 – 35

1. Industri Bahan Kimia

Ammoniak 100 – 130

Karbondioksida 60 – 90

Bensin 7 – 30

Laktosa 600 – 800

Sulfur/Belerang 8 – 10

1. Makanan dan Minuman

Bir 10 – 16

Roti 2 – 4

Pengepakan Daging 15 – 20

Produksi Susu 10 – 20

Minuman Keras 60 – 80

1. Bubur Kayu dan Kertas

Pabrik Kertas 250 – 800

Bubur Kayu 120 – 160

1. Tekstil

Pengelantangan 200 – 300

(7)

Pernahkan Anda bertanya, kemanakah perginya

tinja-tinja yang Anda keluarkan setiap harinya?

Septik tank, jawaban yang mungkin muncul di pikiran

Anda.

Tapi itulah jawabannya.

Pernahkah Anda bertanya, akan kemanakah tinja-tinja

tersebut setelah bertahun-tahun atau bahkan

berpuluh-puluh tahun berada di bawah tanah?

Secara otomatis, jika Anda tidak menyedot septik tank

Anda setiap lima tahun sekali, maka septik tank Anda

akan mengalami kebocoran.

Ini artinya sama saja dengan membuang air besar

secara sembarangan !!

LATAR BELAKANG PENGELOLAAN AIR LIMBAH

 Di Indonesia sampai dengan akhir tahun 2000, pembangunan prasarana dan sarana air limbah melayani sekitar 25,5 % penduduk daerah perkotaan. Sementara sasaran pelayanan Millenium

Development Goals (MDG) 2015 adalah 69 % daerah perkotaan dan 46 % daerah pedesaan.

 Hasil penelitian kualitas pencemaran air limbah domestik maupun air limbah industri menunjukan peningkatan dari tahun ketahun dan telah mengancam kualitas badan air penerima seperti air tanah dan sungai yang menjadi sumber air bersih, bahkan telah mengancam pasokan air baku bagi PDAM, kondisi ini dapat berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan dan derajat kesehatan masyarakat di perkotaan.

(8)

LATAR BELAKANG PENGELOLAAN AIR LIMBAH

 Perumusan kebijakan dan strategi pengembangan prasarana dan sarana air limbah sampai dengan 2015 didasarkan pada isu-isu pokok berikut ini:

a. Akses penduduk terhadap fasilitas sanitasi yang aman baru mencapai 50,66% penduduk nasional.

b. Akses penduduk ke fasilitas sanitasi yang memadai atau yang memenuhi persyaratan teknis juga masih relatip rendah yaitu kurang dari 20%.

c. Pencapaian sasaran kebijakan konservasi kualitas lingkungan keairan masih sangat rendah sekali yaitu 5,23% penduduk. d. Kelangkaan instalansi pengolah air limbah domestik, telah

menyebabkan peningkatan pencemaran air baku air minum yang cukup signifikan, baik yang berasal dari air tanah maupun air tanah.

LATAR BELAKANG PENGELOLAAN AIR LIMBAH

e. Ketersediaan sumber air baku di tiga propinsi yaitu DKI Jakarta, DIY dan Jawa Timur dinilai sudah memasuki ambang krisis karena sudah berada di bawah 1000 m3/kapita/tahun.

f. Pelayanan Instalansi pengolahan air limbah domestik yang ada (2,16% penduduk perkotaan dan semi perkotaan), dinilai masih sangat rendah bila dibandingkan dengan pelayanan Instalansi Pengolahan Air Minum (IPAM). Sementara itu, kapasitas IPAL terpasang belum termanfaatkan secara optimal sehingga persentase penduduk terlayani semakin kecil lagi.

g. Rasio Investasi sektor air limbah masih sangat rendah yaitu sekitar 17,39% dari sektor air minum.

h. Peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan pengelolaan air limbah masih belum dapat diaplikasikan sampai dengan tingkat operasional, baik ditingkat pemerintah daerah maupun swasta.

i. Proyek-proyek percontohan dan prasarana dan sarana air limbah berbasis masyarakat belum teraplikasikan dengan baik.

(9)

KRITERIA PERENCANAAN

Kriteria Pencemaran

Klasifikasi pencemaran dengan nilai BOD antara lain:

 BOD < 20 mg/l ………...tercemar ringan  BOD > 20 mg/l - <80 mg/l ... tercemar sedang  BOD > 80 mg/l...tercemar berat Taktis penanganannya :

 Pencemaran berat berat sebaiknya dimasukkan dalam program mendesak.

 Pencemaran sedang ditangani sesuai kebutuhan dan dimasukkan dalam program jangka menengah.

 Pencemaran ringan cukup diadakan pemantauan saja dan dapat dimasukkan dalam program jangka panjang.

KRITERIA PERENCANAAN

Kriteria Penentuan Kawasan Pelayanan Sanitasi

(Zoning Area)

Zone A... kepadatan >

300 jiwa/ha

Zone B ...kepadatan antara 100 s/d

300 jiwa/ha

Zone C...kepadatan antara 50 s/d 100

jiwa/ha

Zone D ...kepadatan < 50

(10)

Gambar 1.2.2-1 Contoh Zoning Area Pelayanan Sanitasi.

 Dalam pengelolaan limbah domestik dikenal sistem pengolahan terpusat (off site sanitation) dan sistem pengolahan setempat (on site sanitation)

 Sistem terpusat/off site : sistem dimana air limbah disalurkan melalui sewer (saluran pengumpul air limbah) lalu kemudian masuk ke instalasi pengolahan terpusat menggunakan salah satu dari jenis pengolahan yang telah diterangkan sebelumnya

 Sistem setempat/on site : sistem dimana penghasil limbah mengolah air limbahnya secara individu, misalkan dengan menggunakan tangki septik

 Kriteria air limbah domestik yang berasal dari pusat permukiman dan non permukiman antara lain :

a. Air Mandi. Air cucian , Air dapur adalah air limbah “ grey water “

b. Air Kakus (WC) adalah air limbah “ black water

(11)

Kriteria Penentuan Sistem dan Teknologi

Penentuan penggunaan sistem sanitasi TERPUSAT apabila;Jumlah penduduk Kota > 150.000 jiiwa

Kepadatan penduduk > 300 jiwa/ha (lingkungan)Pelayanan Air Bersih PDAM > 60 %

Pemakaian Air bersih > 150 l/kapita/hariTinggi Muka Air tanah < 2 m

Permeabilitas Tanah < 10 l/m2/hari atau > 40 l/m2/hariAir tanah sudah tercemar

Air permukaan sudah tercemar BOD > 100 mg/l Pemilikan jamban pribadi > 60 %

Masyarakat menginginkan ( > 60 %)

Masyarakat mampu membayar retribusi ( 1,5 % dari tingkat pendapatan) ( >80 %)

Pemerintah mampu membangun.

Sistem Sanitasi TERPUSAT

 Sistim Jaringan Perpipaan Sanitasi Terpusat yang tersedia antara lain :

Conventional Sewer (perpipaan seluruh kota), kedalaman pipa

minimum 0,80 m maksimum 7.00 m.

Shallow Sewer (perpipaan dangkal di lingkungan), Kedalaman pipa

minimum 0,80 m maksimum 2.00 m.

Small Bore Sewer, perpipaan hanya mengolah efluent dari Tangki

Septik, tidak mengolah tinja, kedalaman pipa minimum 0,80 m maksimum 1,50 m.

Modular Sewer, modifikasi shallow sewer, perpipaan dangkal sebagian

kota yang merupakan sistem antara untuk menuju sistem conventional

Interseptor Sewer. Perpipaan air limbah untuk perlindungan air

sungai, hanya menampung air dari saluran drainase yang tercampur dengan air limbah non Tinja. Kedalaman pipa minimum 0,80 m maksimum 5.00 m

(12)

Gambar 1.2.2-2 Ilustrasi sistem perpipaan air limbah terpusat.

Sistim Pengolahan Akhir Sanitasi Terpusat yang tersedia

antara lain :

Conventional Activated Sludge ( pengolahan Lumpur Aktif )

Extended Aeration (pengurain lumpur secara aerobik)

Aerated lagon (Kolam Aerasi yang umum digunakan di

Indonesia dan paling memungkinkan digunakan)

Stabilisation Pons ( Kolam Stabilisasi hanya menggandalkan

matahari )

Imhofftank dan Kolam Aerasi ( umum digunakan untuk IPLT

)

Sistem paket seperti RBC (Rotating Biological

Contactor)

(13)

Baffled Septic Tank, dapat dijadikan IPAL Terpusat Skala Lingkungan (Shalloe Sewer atau Small Bore Sewer)

(14)

Gambar 1.2.2-3 Contoh IPAL Konvensional di Sewon, D.I. Yogyakarta .

Kriteria Penentuan Sistem dan Teknologi

Penentuan penggunaan sistem sanitasi SETEMPAT apabila:

Tangki Septik dan Bidang PeresapanJumlah penduduk Kota Tidak terbatas

Kepadatan penduduk > 100 jiwa/ha - < 300 jiwa/haPelayanan Air Bersih PDAM > 30 - < 60 %

Pemakaian Air bersih > 100 l/kapita/hari - < 150

l/kapita/hari

Tinggi Muka Air tanah > 1,5 m

Permeabilitas Tanah > 10 l/m2/hari atau kurang dari 40

l/m2/hari

Lahan pekarangan mencukupi untuk sistem Tangki Septik

dengan bidang peresapan.

Masyarakat mampu membangun sendiri bangunan Tangi

Septik lengkap dengan bidang peresapan

(15)

Kriteria Komponen Sanitasi Setempat:

Tangki Septik, tersedia sistem Up flow filter dan bidang peresapan dapat

dibangunan dengan sistem timbunan, untuk daerah dengan muka air tanah tinggi.

Cubluk

Pit laterin (jamban tuang siram), bahan umumnya hanya didinding tanah

atau diperkuat dengan anyaman bambu.

Cubluk dan pit laterin hanya direkomendasikan untuk daerah

kepadatan rendah/pedesaan dengan muka air tanah yang dalam.

Sistem Sanitasi Setempat

(16)
(17)

Tangki Septik Konvensional

KETERSEDIAAN TEKNOLOGI

(18)

KETERSEDIAAN TEKNOLOGI

Tangki Septik 3 Ruang.

KETERSEDIAAN TEKNOLOGI

(19)

Tipikal Kakus Sederhana

KETERSEDIAAN

TEKNOLOGI

Tipikal MCK Komunal

KETERSEDIAAN

TEKNOLOGI

(20)

Salah satu Contoh Penempatan Septik Tank

Komunal di bawah Jalan Lingkungan

KETERSEDIAAN

TEKNOLOGI

(21)

KETERSEDIAAN TEKNOLOGI

IPAL Skala Lingkungan dengan Phytoremediation.

(22)

Paket RBC (ROTATING BIOLOGICAL CONTACTOR)

Gambar

Gambar 1.2.2-1 Contoh Zoning Area Pelayanan Sanitasi.
Gambar 1.2.2-2 Ilustrasi sistem perpipaan air limbah terpusat.
Gambar 1.2.2-3 Contoh IPAL Konvensional di Sewon, D.I. Yogyakarta .

Referensi

Dokumen terkait

ir baku untuk air minum rumah tangga, yang selanjutnya disebut air baku adalah air yang dapat berasal dari sumber air permukaan, cekungan air tanah dan/atau air hujan yang

Dengan pembuangan limbah cair rumah tangga tanpa melalui pengelolaan atau karena bangunan pengolahan limbah rumah tangga yang kurang bagus maka kualitas air menjadi turun, kondisi

Air limbah domestik (waste water) adalah cairan buangan yang berasal dari rumah tangga, perdagangan, perkantoran, industri maupun tempat-tempat umum lainya yang

Limbah rumah tangga adalah limbah yang berasal dari dapur, kamar mandi, cucian, limbah bekas industri rumah tangga dan kotoran manusia. Limbah merupakan buangan atau sesuatu yang

• Sedangkan menurut notoatmodjo (2003), air limbah atau air buangan adalah sisa air yang dibuang yang berasal dari rumah tangga, industri maupun tempat tempat umum

Polusi air yang tejadi di Kalikabong 33,33% berasal dari limbah industri, 47,62% limbah rumah tangga dan 19,04% berasal dari limbah perkotaan. Menurut lembaga kajian ekologi

Minyak dan Lemak Inlet dan Outlet Berikut ini adalah gambar yang menunjukkan grafik konsentrasi Minyak dan Lemak di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik

Polusi air yang tejadi di Kalikabong 33,33% berasal dari limbah industri, 47,62% limbah rumah tangga dan 19,04% berasal dari limbah perkotaan. Menurut lembaga kajian ekologi