• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS SELISIH BIAYA BAHAN BAKU STANDAR DALAM PENGENDALIAN BIAYA PADA ARLINO CAKE & TART : SRI INDAH DWI LESTARI : 2A214430

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS SELISIH BIAYA BAHAN BAKU STANDAR DALAM PENGENDALIAN BIAYA PADA ARLINO CAKE & TART : SRI INDAH DWI LESTARI : 2A214430"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS SELISIH BIAYA BAHAN BAKU STANDAR DALAM

PENGENDALIAN BIAYA PADA ARLINO CAKE & TART

NAMA : SRI INDAH DWI LESTARI

NPM : 2A214430

JENJANG/JURUSAN : S1 / AKUNTANSI

(2)

PENDAHULUAN

 Latar Belakang Masalah

 Rumusan Masalah

 Batasan Masalah

 Tujuan Penelitian

 Manfaat Penelitian

(3)

METODOLOGI PENELITIAN

 Objek Penelitian

 Jenis Sumber Data

 Teknik Pengumpulan Data

 Teknik Analisa

(4)

METODOLOGI PENELITIAN

 Teknik Analisis

Dalam analisis selisih biaya bahan baku dikenal dengan dua macam kapasitas, yaitu kapasitas sesungguhnya dan kapasitas standar.

• Metode Satu Selisih (The One Way Model) St = (Hst x Kst) – (Hs x Ks)

*Mulyadi (2015:396)

Dimana :

St = Total selisih Hs = Harga sesungguhnya Hst = Harga standar Ks = Kuantitas sesungguhnya Kst = Kuantitas standar

(5)

METODOLOGI PENELITIAN

 Metode Dua Selisih The Two Way Model)

Sh = (Hst – Hs) x Ks Untuk perhitungan selisih harga Sk = (Kst – Ks) x Hst Untuk perhitungan selisih kuantitas

*Mulyadi (2015:396)

Dimana :

Sh = Selisih harga Sk = Selisih kuantitas/efisiensi Hst = Harga standar Kst = Kuantitas Standar

(6)

METODOLOGI PENELITIAN

 Metode Tiga Selisih (The Three Way Model)

Sh = (Hst – Hs) x Kst Untuk menghitung selisih harga Sk = (Kst – Ks) x Hst Untuk menghitung selisih kuantitas Shk = (Hst – Hs) x (Kst- Ks) Untuk menghitung selisih

gabungan yang merupakan selisih harga/kuantitas.

(7)

PEMBAHASAN

 Rangkuman Tabel

a. Metode Satu Selisih

b. Metode Dua Selisih

Selisih Bahan Baku

Produk Juli Agustus September Roti Manis 1.287.500 2.191.900 3.298.500 Bolu Gulung 3

Rasa 987.300 1.657.950 2.864.100

Produk Juli Agustus September Roti Manis 37.700 89.900 279.000 Bolu Gulung 3

(8)

PEMBAHASAN

Selisih Kuantitas Bahan Baku

c. Metode Tiga Selisih

Selislih Bahan Baku

Produk Juli Agustus September Roti Manis 1.249.800 2.102.000 3.019.500 Bolu Gulung 3

Rasa 1.084.100 1.504.650 2.497.200

Produk Juli Agustus September Roti Manis 41.100 98.400 309.000 Bolu Gulung 3

(9)

PEMBAHASAN

Selisih Kuantitas Bahan Baku

Selisih Harga / Kuantitas Bahan Baku

Produk Juli Agustus September Roti Manis 1.249.800 2.102.000 3.019.500 Bolu Gulung 3

Rasa 1.084.100 1.504.650 2.497.200

Produk Juli Agustus September Roti Manis 1.500 8.500 30.000 Bolu Gulung 3

(10)

PEMBAHASAN

Dari rangkuman tabel diatas dapat diketahui sebagai berikut :

 Dengan metode 1 selisih terdapat selisih biaya bahan baku yang merugikan

yaitu sebesar Rp. 180.900 untuk bahan baku roti manis dan menguntungkan pada bolu gulung 3 rasa yaitu sebesar Rp. 218.850 perharinya.

 Dengan metode 2 selisih terdapat biaya bahan baku yang menguntungkan yaitu sebesar Rp. 151.400 untuk bahan baku roti manis dan menguntungkan juga pada bolu gulung 3 rasa sebesar Rp. 88.100.

 Dengan metode 3 selisih terdapat biaya bahan baku yang menguntungkan yaitu sebesar Rp. 169.500 dan menguntungkan juga pada bolu gulung 3 rasa sebesar Rp. 140.550

 Terdapat kuantitas yang merugikan dengan metode dua selisih dan tiga selisih kuantitas bahan baku

(11)

• Perhitungan selisih biaya bahan baku dengan menggunakan metode satu, dua dan tiga selisih, ternyata perusahaan mendapatkan selisih bahan baku yang menguntungkan pada metode tiga selisih yakni masing – masing sebesar Rp 169.500 untuk roti manis dan Rp. 140.550 untuk jenis bolu gulung 3 rasa. Hal ini disebabkan karena perusahaan mempunyai karyawan yang terlatih sehingga dalam proses produksi pembuatan roti hanya terjadi sedikit kerusakan pada adonan dan pemborosan pada pemakaian bahan baku. Selain itu perusahaan juga melakukan pembelian bahan baku standar dalam jumlah banyak dan memanfaatkan diskon atau potongan harga yang diberikan oleh supplier. Dalam hal ini pengendalian biaya bahan baku standar dalam toko roti Arlino Cake & Tart sudah efektif. Sehingga metode ini dapat diterapkan oleh toko roti lain untuk mendapatkan keuntungan dan pemakaian bahan baku standar yang efektif.

(12)

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan :

 Berdasarkan hasil perhitungan analisis bahan baku, ternyata terdapat selisih laba pada harga bahan baku yang terdiri dari produk roti manis pada bulan Juli adalah Rp. 41.100, pada bulan Agustus Rp. 98.400 dan pada bulan September adalah Rp 309.000. Jadi selisih laba harga bahan baku pada roti manis adalah Rp. 169.500 dan terdapat selisih laba menguntungkan yang terdiri dari produk bolu gulung 3 rasa pada bulan Juli Rp. 83.000, bulan Agustus Rp. 164.700 dan pada bulan September Rp. 388.250. Jadi selisih laba harga bahan baku pada bolu gulung 3 rasa adalah Rp. 140.550

 Dan sedangkan selisih rugi kuantitas bahan baku terdiri dari produk manis pada bulan Juli Rp. 1.249.800, bulan Agustus adalah Rp. 2.102.000 dan pada bulan September adalah Rp. 3.019.500 jadi selislih rugi produk roti manis adalah Rp. 332.300. Dan terdapat selisih rugi juga pada produk bolu gulung 3 rasa pada bulan Juli Rp 1.084.100, bulan Agustus Rp. 1.504.650 dan pada bulan September adalah Rp. 2.497.200 jadi selisih rugi pada bolu gulung 3 rasa adalah Rp. 91.550

(13)

KESIMPULAN DAN SARAN

 Perusahaan tidak melakukan pembelian bahan baku

secara

efisien

pada

masing-masing

biaya

yang

dikeluarkan

 Adanya penentuan biaya dan kuantitas standar yang

tidak sesuai dengan yang direncanakan sehingga timbul

selisih rugi.

 Dari 3 metode yang penulis gunakan, hanya metode 3

selisih yang lebih efektif dalam memberikan keuntungan

pada toko roti Arlino.

(14)

KESIMPULAN DAN SARAN

Saran :

 Melakukan suatu pembelian yang menguntungkan dan efisien bagi perusahaan  Untuk menghindari terjadinya selisih harga dan kuantitas bahan baku yang

dapat merugikan toko roti, ada baiknya toko roti membuat anggaran dengan memperkirakan harga – harga bahan baku untuk masa yang akan datang dengan melihat segala kemungkinan perubahan harga yang terjadi dipasar dan juga dari harga bahan baku yang di standarkan dan sesungguhnya dari bulan – bulan sebelumnya, sehingga tidak terjadi selisih yang merugikan toko roti.

(15)
(16)

LAMPIRAN

 Selisih Biaya Bahan Baku (Model Satu Selisih)

Dengan menggunakan rumus : (Kst x Hst) – (Ks x Hs)

Keterangan : Kst(Kuantitas Standar), Hst(Harga Standar)

Ks(Kuantitas Sesungguhnya), Hs(Harga

Sesungguhnya)

.

(17)

LAMPIRAN

 Selisih Bahan Baku Roti Manis

Metode Satu Selisih September 2016

Hasil perhitungan dengan metode satu selisih harga bahan baku roti manis pada bulan september adalah Rp. 3.298.500

Jenis Bahan Baku Kst (Kg) Hst (Rp) Ks (Kg) Hs (Rp) Selisih (Rp) Terigu 55 176.000 50 174.000 980.000 Gula Pasir 45 12.000 40 11.500 80.000 Susu Kental Manis 4 23.000 2 22.500 47.000 Telur 62 23.000 60 22.000 106.000 Mentega 50 352.000 45 350.000 1.850.000 Pengembang 4 81.000 2 80.000 164.000 Coklat 4 61.000 3 60.000 64.000 Garam 3 4.500 2 3.000 7.500 Total Selisih 3.298.500

(18)

LAMPIRAN

 Selisih Bahan Baku Bolu Gulung 3 Rasa

Metode Satu Selisih September 2016

Hasil perhitungan dengan metode satu selisih harga bahan baku bolu gulung 3 rasa pada bulan september adalah Rp. 2.864.100

Jenis Bahan Baku Kst (Kg) Hst (Rp) Ks (Kg) Hs (Rp) Selisih (Rp) Terigu 78 176.000 75 174.000 678.000 Gula Pasir 58 12.000 55 11.500 63.500 Susu Kental Manis 2 23.000 1 22.500 23.500 Telur 85 23.000 80 22.000 195.000 Mentega 27 352.000 26.25 350.000 316.500 Pengembang 2.5 81.000 1.5 80.000 82.500 Mocha 6.5 381.000 5 380.000 576.500 Coffe 1.5 281.000 0.8 280.500 197.100 Vanili Powder 2 350.500 1 350.000 351.000 Baking Powder 2 51.000 1 50.000 52.000 Garam 3 4.500 2 3.000 7.500 Bakermic 23 552.000 22.5 550.0000 321.000 Total Selisih 2.864.100

(19)

LAMPIRAN

 Selisih Kuantitas Bahan Baku (Model Dua

Selisih)

a. Selisih harga bahan baku

Rumus yang digunakan : Ks x (Hst – Hs)

Keterangan :

Ks (Kuantitas Sesungguhnya), Hst

(Harga Standar), Hs (Harga

Sesungguhnya)

(20)

LAMPIRAN

 Selisih Bahan Baku Roti Manis

Metode Dua Selisih September 2016

Hasil perhitungan dengan metode dua selisih harga bahan baku roti

manis pada bulan September adalah Rp. 279.000

Bahan Baku Ks (Kg) Hst (Rp) Hs (Rp) Selisih (Rp)

Terigu 50 176.000 174.000 100.000 Gula Pasir 40 12.000 11.500 20.000 Susu Kental Manis 2 23.000 22.500 1.000 Telur 60 23.000 22.000 60.000 Mentega 45 352.000 350.000 90.000 Pengembang 2 81.000 80.000 2.000 Cokelat 3 61.000 60.000 3.000 Garam 2 4.500 3.000 3.000 Total Selisih 279.000

(21)

LAMPIRAN

 Selisih Bahan Baku Bolu Gulung 3 Rasa

Metode Dua Selisih September 2016

Hasil perhitungan dengan metode dua selisih harga bahan baku bolu

gulung 3 rasa pada bulan September adalah Rp. 321.900

Bahan Baku Ks (Kg) Hst (Rp) Hs (Rp) Selisih (Rp) Terigu 75 176.000 174.000 150.000 Gula Pasir 55 12.000 11.500 27.500 Susu Kental Manis 1 23.000 22.500 500 Telur 80 23.000 22.000 80.000 Mentega 26.25 352.000 350.000 52.500 Pengembang 1.5 81.000 80.000 1.500 Mocha 5 381.000 380.000 5.000 Coffe 0.8 281.000 280.500 400 Vanili Powder 1 350.500 350.000 500 Baking Powder 1 51.000 50.000 1000 Garam 2 4.500 3.000 3.000 Bakermic 22.5 552.000 550.000 0 Total Selisih 321.900

(22)

LAMPIRAN

b. Selisih Kuantitas Bahan Baku

Rumus yang digunakan : (Kst – Ks) x Hst

Keterangan :

Ks (Kuantitas Sesungguhnya), Hst

(Harga Standar), Kst (Kuantitas

Standar)

(23)

LAMPIRAN

 Selisih Kuantitas Bahan Baku Roti Manis

Metode Dua Selisih September 2016

Hasil perhitungan dengan metode dua selisih kuantitas bahan baku roti manis pada bulan September adalah Rp. 3.019.500

Bahan Baku Kst (Kg) Ks (Kg) Hst (Rp) Selisih (Rp)

Terigu 55 50 176.000 880.000 Gula Pasir 45 40 12.000 60.000 Susu Kental Manis 4 2 23.000 46.000 Telur 62 60 23.000 46.000 Mentega 50 45 352.000 1.760.000 Pengembang 4 2 81.000 162.000 Cokelat 4 3 61.000 61.000 Garam 3 2 4.500 4.500 Total Selisih 3.019.500

(24)

LAMPIRAN

 Selisih Kuantitas Bahan Baku Bolu Gulung 3 Rasa

Metode Dua Selisih September 2016

Hasil perhitungan dengan metode dua selisih kuantitas bahan baku bolu gulung 3 rasa pada bulan September adalah Rp. 2.497.200

Bahan Baku Kst (Kg) Ks (Kg) Hst (Rp) Selisih (Rp)

Terigu 78 75 176.000 528.000 Gula Pasir 58 55 12.000 36.000 Susu Kental Manis 2 1 23.000 23.000 Telur 85 80 23.000 115.000 Mentega 27 26.25 352.000 264.000 Pengembang 2.5 1.5 81.000 81.000 Mocha 6.5 5 381.000 571.500 Coffe 1.5 0.8 281.000 196.700 Vanili Powder 2 1 350.500 350.500 Baking Powder 2 1 51.000 51.000 Garam 3 2 4.500 4.500 Bakermic 23 22.5 552.000 276.000 Total Selisih 2.497.200

(25)

LAMPIRAN

 Selisih Bahan Baku (Model Tiga Selisih)

a. Selisih Bahan Baku

Rumus yang digunakan : (Hst – Hs) x Kst

Keterangan :

Kst (Kuantitas Standar), Hst (Harga

(26)

LAMPIRAN

 Selisih Bahan Baku Roti Manis

Metode Tiga Selisih September 2016

Hasil pHasil perhitungan dengan metode tiga selisih bahan baku roti manis pada bulan September adalah Rp. 309.000

Bahan Baku Hst (Rp) Hs (Rp) Kst (Kg) Selisih (Rp)

Terigu 176.000 174.000 55 110.000 Gula Pasir 12.000 11.500 45 22.500 Susu Kental Manis 23.000 22.500 4 2.000 Telur 23.000 22.000 62 62.000 Mentega 352.000 350.000 50 100.000 Pengembang 81.000 80.000 4 4.000 Cokelat 61.000 60.000 4 4.000 Garam 4.500 3.000 3 4.500 Total Selisih 309.000

(27)

LAMPIRAN

 Selisih Bahan Baku Bolu Gulung 3 rasa

Metode Tiga Selisih September 2016

Hasil perhitungan dengan metode tiga selisih bahan baku bolu gulung 3 rasa pada bulan September adalah Rp. 388.250

Bahan Baku Hst (Rp) Hs (Rp) Kst (Kg) Selisish (Rp) Terigu 176.000 174.000 78 156.000 Gula Pasir 12.000 11.500 58 29.000 Susu Kental Manis 23.000 22.500 2 1.000 Telur 23.000 22.000 85 85.000 Mentega 352.000 350.000 27 54.000 Pengembang 81.000 80.000 2.5 2.500 Mocha 381.000 380.000 6.5 6.500 Coffe 281.000 280.500 1.5 750 Vanili Powder 350.500 350.000 2 1.000 Baking Powder 51.000 50.000 2 2.000 Garam 4.500 3.000 3 4.500 Bakermic 552.000 550.000 23 46.000 Total Selisih 388.250

(28)

LAMPIRAN

b. Selisih kuantitas bahan baku

Rumus yang digunakan : (Kst – Ks) x Hst

Keterangan :

Kst (Kuantitas Standar), Hst

(Harga Standar), Ks (Kuantitas

Sesungguhnya)

(29)

LAMPIRAN

 Selisih Kuantitas Bahan Baku Roti Manis

Metode Tiga Selisih September 2016

Hasil perhitungan dengan metode tiga selisih kuantitas bahan baku roti manis pada bulan September adalah Rp. 3.019.500

Bahan Baku Kst (Kg) Ks (Kg) Hst (Rp) Selisih (Rp)

Terigu 55 50 176.000 880.000 Gula Pasir 45 40 12.000 60.000 Susu Kental Manis 4 2 23.000 46.000 Telur 62 60 23.000 46.000 Mentega 50 45 352.000 1.760.000 Pengembang 4 2 81.000 162.000 Cokelat 4 3 61.000 61.000 Garam 3 2 4.500 4.500 Total Selisih 3.019.500

(30)

LAMPIRAN

 Selisih Kuantitas Bahan Baku Bolu Gulung 3 rasa

Metode Tiga Selisih September 2016

Hasil perhitungan dengan metode tiga selisih kuantitas bahan baku bolu gulung 3 rasa pada bulan September adalah Rp. 2.497.200

Bahan Baku Kst (Kg) Ks (Kg) Hst (Rp) Selisih (Rp) Terigu 78 75 176.000 528.000 Gula Pasir 58 55 12.000 36.000 Susu Kental Manis 2 1 23.000 23.000 Telur 85 80 23.000 115.000 Mentega 27 26.25 352.000 264.000 Pengembang 2.5 1.5 81.000 81.000 Mocha 6.5 5 381.000 571.500 Coffe 1.5 0.8 281.000 196.700 Vanili Powder 2 1 350.500 350.500 Baking Powder 2 1 51.000 51.000 Garam 3 2 4.500 4.500 Bakermic 23 22.5 552.000 276.000 Total Selisih 2.497.200

(31)

LAMPIRAN

c. Selisih gabungan harga atau kuantitas bahan

baku

Rumus yang digunakan : (Hst – Hs) x (Kst – Ks)

Keterangan :

Kst (Kuantitas Standar), Hst

(Harga Standar), Ks (Kuantitas

Sesungguhnya).

(32)

LAMPIRAN

 Selisih Harga / Kuantitas Bahan Baku Roti Manis

Metode Tiga Selisih September 2016

Hasil perhitungan dengan metode tiga selisih harga / kuantitas bahan baku roti manis pada bulan september adalah Rp. 30.000

Jenis Bahan Baku Kst (Kg) Hst (Rp) Ks (Kg) Hs (Rp) Selisih (Rp) Terigu 55 176.000 50 174.000 10.000 Gula Pasir 45 12.000 40 11.500 2.500 Susu Kental Manis 4 23.000 2 22.500 1.000 Telur 62 23.000 60 22.000 2.000 Mentega 50 352.000 45 350.000 10.000 Pengembang 4 81.000 2 80.000 2.000 Coklat 4 61.000 3 60.000 1.000 Garam 3 4.500 2 3.000 1.500 Total Selisih 30.000

(33)

 Selisih Harga / Kuantitas Bahan Baku Bolu Gulung 3 Rasa

Metode Tiga Selisih September 2016

Hasil perhitungan dengan metode tiga selisih harga / kuantitas bahan baku roti manis pada bulan september adalah Rp. 21.350

Jenis Bahan Baku Kst (Kg) Hst (Rp) Ks (Kg) Hs (Rp) Selisih (Rp) Terigu 78 176.000 75 174.000 6.000 Gula Pasir 58 12.000 55 11.500 1.500 Susu Kental Manis 2 23.000 1 22.500 500 Telur 85 23.000 80 22.000 5.000 Mentega 27 352.000 26.25 350.000 1.500 Pengembang 2.5 81.000 1.5 80.000 1.000 Mocha 6.5 381.000 5 380.000 1.500 Coffe 1.5 281.000 0.8 280.500 350 Vanili Powder 2 350.500 1 350.000 500 Baking Powder 2 51.000 1 50.000 1.000 Garam 3 4.500 2 3.000 1.500 Bakermic 23 552.000 22.5 550.0000 1.000 Total Selisih 21.350

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui 1) Penyimpangan yang terjadi antara anggaran dengan realisasi biaya bahan baku, dan 2) Total biaya

Berdasarkan perhitungan di atas, perusahaan mengalami selisih biaya bahan baku yang merugikan. Hal ini disebabkan oleh penurunan jumlah produksi dari yang telah

Fokus dari penelitian ini adalah penetapan biaya bahan baku langsung, tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik dan penetapan analisis selisih antara biaya aktual dan

Pembelian rata-rata bahan baku dengan metode EOQ lebih besar dibandingkan dengan kebijakan perusahaan yaitu sebesar 174.119 kg untuk benang katun dan 158.972,34 kg tetapi

Perhitungan biaya total persediaan bahan baku (Total Investory Cost) dengan metode EOQ (Economic Order Quantity) akan dicapai biaya total persediaan bahan baku yang

1) Selisih kuantitas bahan baku pada dasarnya adalah tanggung jawab kepala departemen produksi di pabrik dimana terjadi selisih tersebut, hal itu disebabkan bagian

ii PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS SKRIPSI Yang bertanda tangan di bawah ini, saya menyatakan bahwa skripsi dengan judul : ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU ROTI GUNA

Persediaan bahan baku yang cukup dapat mempelancar proses produksi serta barang jadi yang dihasilkan harus dapat menjamin efektifitas kegiatan pemasaran, yaitu memberikan kepuasan