• Tidak ada hasil yang ditemukan

CETAK-9-KATINGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "CETAK-9-KATINGAN"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

Kabupaten Katingan adalah salah satu

Kabupaten Katingan adalah salah satu

kabupaten di provinsi Kalimantan Tengah,

kabupaten di provinsi Kalimantan Tengah,

Ibukota kabupaten ini terletak di

Ibukota kabupaten ini terletak di Kasongan,

Kasongan,

merupakan kabupaten pemekaran dari

merupakan kabupaten pemekaran dari

Kabupaten Kotawaringin TImur

Kabupaten Kotawaringin TImur

K BUP TEN

K BUP TEN

K TING N

K TING N

Pen

Pen

yang

yang

nje

nje

impei

impei

Hidup Rukun dan

(2)
(3)

LETAK GEOGRAFIS DAN ORIENTASI

LETAK GEOGRAFIS DAN ORIENTASI

Kabupaten

Kabupaten  Katingan berada pada 112  Katingan berada pada 11200  00` -113  00` -11300  45` bujur timur dan 0  45` bujur timur dan 000  20`-3  20`-300  38` lintang selatan.  38` lintang selatan. Wilayah Kabupaten Katingan berbatasan dengan:

Wilayah Kabupaten Katingan berbatasan dengan: Sebelah

Sebelah Utara Utara : : Kabupaten Kabupaten Melawi Melawi (Propinsi (Propinsi Kalimantan Kalimantan Barat);Barat); Sebelah

Sebelah Barat Barat : : Kabupaten Kabupaten Kotawaringin Kotawaringin Timur Timur dan dan Kabupaten Kabupaten Seruyan;Seruyan; Sebelah Selatan : Laut Jawa;

Sebelah Selatan : Laut Jawa; Sebelah

Sebelah Timur Timur : : Kabupaten Kabupaten Pulang Pulang Pisau, Pisau, Kabupaten Kabupaten Gunung Gunung dan dan Kota Kota PalangkarayaPalangkaraya

Kabupaten Katingan sebagai kabupaten pemekaran mempunyai luas sebesar 20.403 km

Kabupaten Katingan sebagai kabupaten pemekaran mempunyai luas sebesar 20.403 km22 atau 11,59% atau 11,59% dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. Secara administratif terbagi dalam 13 kecamatan, dan 161 desa/ dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. Secara administratif terbagi dalam 13 kecamatan, dan 161 desa/ kelurahan.

kelurahan.

Secara garis besar jenis tanah yang terdapat di Secara garis besar jenis tanah yang terdapat di Kabupaten Katingan adalah sebagai berikut:

Kabupaten Katingan adalah sebagai berikut:

 Podsolik Merah Kuning: tanah ini sering dijumpai terletakPodsolik Merah Kuning: tanah ini sering dijumpai terletak

menyebar di tengah sampai hulu sungai seperti Kecamatan menyebar di tengah sampai hulu sungai seperti Kecamatan Katingan Hulu dan Kecamatan Marikit.

Katingan Hulu dan Kecamatan Marikit.

 Kompleks Podsolik: tanah ini tersebar di tengah, sepertiKompleks Podsolik: tanah ini tersebar di tengah, seperti

Kecamatan Pulau Malan, Tewang Sg Garing dan Katingan Kecamatan Pulau Malan, Tewang Sg Garing dan Katingan Hilir.

Hilir.

 Kompleks Regosol: dijumpai menyebar di bagian timurKompleks Regosol: dijumpai menyebar di bagian timur

Kecamatan Tasik Payawan. Kecamatan Tasik Payawan.

 Alluvial: banyak terdapat di sekitar daerah aliran sungaiAlluvial: banyak terdapat di sekitar daerah aliran sungai

katingan serta di daerah pantai sampai kebagian tengah katingan serta di daerah pantai sampai kebagian tengah kecamatan kamipang.

kecamatan kamipang.

 Organosol: terdapat di Kecamatan Mendawai dan sedikit diOrganosol: terdapat di Kecamatan Mendawai dan sedikit di

Kecamatan Katingan Kuala Kecamatan Katingan Kuala

 Oksisol (lateritik): terdapat di bagian hulu KecamatanOksisol (lateritik): terdapat di bagian hulu Kecamatan

Sanaman Mantikei. Sanaman Mantikei.

Secara topografis, wilayah Kabupaten Katingan di Secara topografis, wilayah Kabupaten Katingan di sekitar aliran Sungai Katingan mudah tergenang, berawa-rawa sekitar aliran Sungai Katingan mudah tergenang, berawa-rawa dan merupakan endapan serta bersifat organic dan asam. dan merupakan endapan serta bersifat organic dan asam. Wilayah daratan dengan ketinggian 0-7 m dari permukaan Wilayah daratan dengan ketinggian 0-7 m dari permukaan laut memiliki luasan 120.030 ha atau 11,16% dari luas wilayah, laut memiliki luasan 120.030 ha atau 11,16% dari luas wilayah, yang memiliki sifat datar sampai bergelombang, terkadang yang memiliki sifat datar sampai bergelombang, terkadang tergenang.

tergenang. Wilayah Wilayah dengan dengan ketinggian ketinggian 100-500 100-500 m m daridari permukaan laut memiliki luasan 105.293 ha atau 9,79% dan permukaan laut memiliki luasan 105.293 ha atau 9,79% dan lokasinya menyebar. Wilayah dengan ketinggian di atas 500 m lokasinya menyebar. Wilayah dengan ketinggian di atas 500 m

mempunyai sifat berbukit sampai bergunung dengan kelerengan lebih dari 40% dan sangat potensi erosi. mempunyai sifat berbukit sampai bergunung dengan kelerengan lebih dari 40% dan sangat potensi erosi. Sebagian besar wilayah Kabupaten Katingan mempunyai kelerengan 0-15%, meliputi 1.442.235 ha atau 71,04% Sebagian besar wilayah Kabupaten Katingan mempunyai kelerengan 0-15%, meliputi 1.442.235 ha atau 71,04% dari total wilayah. Wilayah dengan kelerengan di atas 40% mempunyai areal yang paling sedikit, khususnya dari total wilayah. Wilayah dengan kelerengan di atas 40% mempunyai areal yang paling sedikit, khususnya penyebarannya terkonsentrasi di bagian utara, dimana wilayahnya mempunyai ke-tinggian di atas 500 m di penyebarannya terkonsentrasi di bagian utara, dimana wilayahnya mempunyai ke-tinggian di atas 500 m di atas permukaan laut.

atas permukaan laut.

ASPEK FISIK DASAR

ASPEK FISIK DASAR

GAMBARAN UMUM 

(4)

GAMBARAN UMUM 

GAMBARAN UMUM 

Kabupaten Katingan terletak pada daerah beriklim panas dan lembab, suhu maksimum berkisar 36° C Kabupaten Katingan terletak pada daerah beriklim panas dan lembab, suhu maksimum berkisar 36° C dan suhu minimum 33° C. Suhu udara maksimum terjadi pada bulan Agustus dan suhu minimum terjadi pada dan suhu minimum 33° C. Suhu udara maksimum terjadi pada bulan Agustus dan suhu minimum terjadi pada bulan September. Rata-rata kecepatan angin berkisar antara 4-6 knot. Kecepatan angin tertinggi terjadi pada bulan September. Rata-rata kecepatan angin berkisar antara 4-6 knot. Kecepatan angin tertinggi terjadi pada bulan Agustus dan September. Jumlah hari hujan 202 hari.

bulan Agustus dan September. Jumlah hari hujan 202 hari.

Intensitas penyinaran matahari rata-rata tahunan cukup tinggi (53%) dan sumber daya air yang cukup Intensitas penyinaran matahari rata-rata tahunan cukup tinggi (53%) dan sumber daya air yang cukup banyak (8,76% dari luas Kabupaten Katingan) sehingga menyebabkan tingginya penguapan yang banyak (8,76% dari luas Kabupaten Katingan) sehingga menyebabkan tingginya penguapan yang menimbulkan awan aktif/tebal. Curah hujan di Kabupaten Katingan mulai dari wilayah selatan hingga menimbulkan awan aktif/tebal. Curah hujan di Kabupaten Katingan mulai dari wilayah selatan hingga pedalaman menjadi semakin meningkat. Jumlah curah hujan 3000 mm/tahun. Curah hujan terbanyak jatuh pedalaman menjadi semakin meningkat. Jumlah curah hujan 3000 mm/tahun. Curah hujan terbanyak jatuh pada bulan Desember-Maret, sedangkan bulan

pada bulan Desember-Maret, sedangkan bulan kering/kemarau jatuh pada Juli sampai dengan kering/kemarau jatuh pada Juli sampai dengan September.Kabupaten Katingan dialiri oleh September.Kabupaten Katingan dialiri oleh sungai besar, yaitu Sungai Katingan yang sungai besar, yaitu Sungai Katingan yang membentang dan mengalir dari utara ke membentang dan mengalir dari utara ke selatan berakhir di Laut Jawa dengan panjang selatan berakhir di Laut Jawa dengan panjang yang dapat dilayari kurang lebih 650 km yang dapat dilayari kurang lebih 650 km22.. Adapun anak-anak Sungai Katingan yang Adapun anak-anak Sungai Katingan yang dapat dilayari adalah sebagai berikut:

dapat dilayari adalah sebagai berikut:

- Sungai Kalanaman, dengan panjang ±65 km - Sungai Kalanaman, dengan panjang ±65 km22 - Sungai Samba, dengan panjang ±100 km - Sungai Samba, dengan panjang ±100 km22 - Sungai Hiran, dengan panjang ±75 km - Sungai Hiran, dengan panjang ±75 km22 - Sungai Bemban, dengan panjang ±75 km - Sungai Bemban, dengan panjang ±75 km22 - Sungai Sanamang, dengan panjang ±65 km - Sungai Sanamang, dengan panjang ±65 km22 - Sungai Mahup, dengan panjang ±50 km - Sungai Mahup, dengan panjang ±50 km22

Satuan Wilayah Sungai (SWS) di Kabupaten Katingan termasuk dalam kedalaman SWS 04-03

Satuan Wilayah Sungai (SWS) di Kabupaten Katingan termasuk dalam kedalaman SWS 04-03 Mendawai yangMendawai yang mempunyai lebar sungai 300-500 meter.

mempunyai lebar sungai 300-500 meter.

Luas penggunaan lahan menurut status peruntukan lahan di Kabupaten Katingan pada tahun 2009 Luas penggunaan lahan menurut status peruntukan lahan di Kabupaten Katingan pada tahun 2009 adalah sebesar 1.780.000 Ha. Jenis penggunaan tanah yang paling banyak terdapat di Kabupaten Katingan adalah sebesar 1.780.000 Ha. Jenis penggunaan tanah yang paling banyak terdapat di Kabupaten Katingan berupa bukan lahan sawah yaitu lahan kering 806.986 ha dan lainnya mencapai 941.671 ha. Sedangkan lahan berupa bukan lahan sawah yaitu lahan kering 806.986 ha dan lainnya mencapai 941.671 ha. Sedangkan lahan sawah hanya mencapai 34.343 Ha (1,76%), dan total lahan bukan sawah seluas 1.748.657 Ha (98,24%). sawah hanya mencapai 34.343 Ha (1,76%), dan total lahan bukan sawah seluas 1.748.657 Ha (98,24%). Penutu-pan lahan (

pan lahan (land cover land cover  )  ) berupa berupa hutan, yaitu hutan, yaitu sekitar 73,22 sekitar 73,22 %. %. Kawasan yang Kawasan yang tidak berpenutupan tidak berpenutupan hutan sekitarhutan sekitar 26,78 %. Sementara berdasarkan data sebaran gambut, sekitar 29,46% dari wilayah Kabupaten Katingan 26,78 %. Sementara berdasarkan data sebaran gambut, sekitar 29,46% dari wilayah Kabupaten Katingan merupakan kawasan bergambut dan kawasan yang bergambut dalam dan tebal sekitar 9,39% dari luas merupakan kawasan bergambut dan kawasan yang bergambut dalam dan tebal sekitar 9,39% dari luas wilayah Kabupaten Katingan secara admnistratif, yaitu seluas 1.750.000 Hektar.

wilayah Kabupaten Katingan secara admnistratif, yaitu seluas 1.750.000 Hektar.

Jumlah penduduk keseluruhan di Kabupaten Katingan tahun 2010 mencapai 148.064 jiwa. jumlah penduduk Jumlah penduduk keseluruhan di Kabupaten Katingan tahun 2010 mencapai 148.064 jiwa. jumlah penduduk ber-dasarkan struktur jenis kelamin yaitu meliputi komposisi jumlah penduduk laki-laki yaitu sebanyak 77.508 jiwa atau dasarkan struktur jenis kelamin yaitu meliputi komposisi jumlah penduduk laki-laki yaitu sebanyak 77.508 jiwa atau sebe-sar 52.34% dari

sar 52.34% dari jumlah penduduk keseluruhan. Sedangkan komposisi jumlah penduduk perempuan. yaitu sebanyak 70.556jumlah penduduk keseluruhan. Sedangkan komposisi jumlah penduduk perempuan. yaitu sebanyak 70.556  jiwa atau sebesar 47.66% dari j

 jiwa atau sebesar 47.66% dari jumlah penduduk keseumlah penduduk keseluruhan di Kabupaten Katingluruhan di Kabupaten Katingan.an.

POTENSI KEPENDUDUKAN

POTENSI KEPENDUDUKAN

KAWASAN SEBANGAU KABUPATEN KATINGAN KAWASAN SEBANGAU KABUPATEN KATINGAN

(5)

GAMBARAN UMUM 

POTENSI SUMBERDAYA ALAM

Ikan tawar di hulu sungai Katingan-Sambadidominasi oleh Cybrlinidae   50 jenis (47,6%), Balitorydae   30 jenis (12,38%), dan Cabitadae  7  jenis (6,7%).

(6)

GAMBARAN UMUM 

Secara geologi bagian utara merupakan jalur mineralisasi yang dikenal dengan “Sabuk Emas Kalimantan” yang menghasilkan Au. Ag. Cu. Zn. Pb. Fe dan Batu Mulia serta mineral-mineral industri seperti Batuan Beku. Pasir Kwarsa. Zirkon.

(7)

GAMBARAN UMUM 

POTENSI PARIWISATA

antara lain

:

1. Sumber Air Panas Sepan Apol. 2. Arung Jeram Riam Mangkikit. 3. Arung Jeram Riam Jerawi.

4. Rumah Betang Tumbang Manggu. 5. Bukit Batu.

6.Taman Nasional Bukit Raya, Bukit Baka dan Sabangau.

(8)

ISU STRATEGIS 

1. Sempitnya luas kawasan budidaya (hanya 8,4%) akibat didominasi oleh kawasan hutan.

2. Perekonomian terlalu bertumpu disektor perkebunan. 3. Penetrasi kegiatan kearah kawasan hutan.

4. Sektor pertanian dalam arti luas masih belum optimal menjadi penggerak utama perekonomian wilayah Ka-bupaten Katingan;

5. Sektor perikanan dan kelautan belum menghasilkan nilai tambah yang tinggi;

6. Kaya akan potensi alam, baik bahan galian dan wisata, namun belum terkelola dengan baik;

7. Tumpang tindih kepentingan sektoral dalam kawasan hutan.

Pembagunan Jembatan Sei Babahe

Jembatan titian di desa Luwuk Kanan

Jalan dalam Kota Tumbang Samba

(9)

TUJUAN, KEBIJAKAN DAN STRATEGI 

TUJUAN

Tujuan dari penataan ruang Kabupaten Katingan yaitu :

“Penataan ruang Kabupaten Katingan bertujuan mewujudkan kabupaten yang maju mandiri berbasis industri pertanian dan potensi lokal yang berwawasan lingkungan”

KEBIJAKAN

Adapun Kebijakan Penataan Ruang Kabupaten Katingan adalah sebagai berikut : a. Pemerataan pertumbuhan ekonomi;

b. Pemerataan penyediaan sarana dan prasarana wilayah yang menyeluruh; c. Pengembangan sektor unggulan

d. Peningkatan kualitas lingkungan.

STRATEGI

Strategi penataan ruang Kabupaten Katingan adalah sebagai berikut : 1. Strategi pemerataan pertumbuhan ekonomi meliputi :

 Membentuk pola ruang dan struktur ruang yang menunjang penyebaran ekonomi.  Mengoptimalkan pemanfaatan ruang kawasan budidaya.

 Mendorong pertumbuhan lapangan pekerjaan.

 Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia melalui pemerataan penyediaan sarana dan prasarana sosial

dan ekonomi.

 Memberikan kepastian hukum untuk berusaha.

 Mengembangkan potensi pertanian secara luas yang tepat guna dan berhasil guna demi pembangunan

ekonomi.

2. Strategi pemerataan penyediaan sarana dan prasarana wilayah yang menyeluruh meliputi :

 Mengembangkan kualitas sarana dan prasarana wilayah.

 Mengembangkan ruas jalan terusan ruas Pegatan – Kasongan dan Kasongan – Pendahara, sebagai akses

menuju ruas jalan trans Kalimantan poros selatan bagian utara dan selatan Kabupaten Katingan.

 Pembangunan sub terminal di semua kecamatan kecuali di pusat kegiatan lokal kasongan, Buntut Bali

dan Tumbang Samba sebagai perpindahan moda dari pelabuhan sungai ke daratan dan sebaliknya.

 Membangun sarana perhubungan skala nasional.

 Mengembangkan prasarana perhubungan sungai sebagai jalur alternatif.

3. Strategi yang diperlukan untuk “pengembangan sektor unggulan, melalui;

 Meningkatkan kegiatan pertanian dengan sub sektornya, melalui pola intensifikasi dan ekstensifikasi

dengan tetap mempertahankan ekosistem lingkungan;

 Meningkatkan pengembangan kawasan agropolitan dan minapolitan dengan melengkapi fasilitas

perdagangan pusat koleksi distribusi dan jasa pendukung komoditas pertanian kawasan;

 Meningkatkan pengembangan industri berbasis pertanian berupa perlengkapan saprodi dan sarana

pendukungnya;

 Mengembangkan kegiatan sektor unggulan pada kawasan potensial antara lain pertanian, perkebunan,

pertambangan, industri, perikanan dan peternakan.

 Memilih sektor unggulan yang berdaya saing tinggi.

4. Strategi peningkatan kualitas lingkungan meliputi :

Mengendalikan kegiatan yang berpotensi merusak lingkungan.Melakukan konservasi dan rehabilitasi pada kawasan lindung.

(10)

RENCANA STRUKTUR RUANG 

RENCANA PENGEMBANGAN SISITEM PUSAT PELAYANAN

1. PPK ( Pusat Pelayanan Kawasan ) Kota Tumbang Samba (Ibukota Kecamatan Katingan Tengah) . 2. PPK ( Pusat Pelayanan Kawasan ) Kota Pegatan (Ibukota Kecamatan Katingan Kuala) .

3. PPK ( Pusat Pelayanan Kawasan ) Kota Tumbang Senamang (Ibukota Kecamatan Katingan Hulu). 4. PPK ( Pusat Pelayanan Kawasan ) Tumbang Hiran ( Kec. Marikit)

5. PPK ( Pusat Pelayanan Kawasan ) Baon Bango( Ibukota Kec Kamipang ).

6. PPL ( Pusat Pelayanan Lingkungan ) Petak Bahandang ( Ibukota Kecamatan Tasikan Payawan). 7. PPL ( Pusat Pelayanan Lingkungan ) Pendahara ( Ibukota Kec.Twg S.Garing ).

8. PPL ( Pusat Pelayanan Lingkungan ) Buntut Bali ( Kec.Pulau Malan ).

9. PPL ( Pusat Pelayanan Lingkungan ) Tumbang Kaman ( Kec.Sanaman Mantikei ). 10. PPL ( Pusat Pelayanan Lingkungan ) Mendawai ( Kec. Mendawai)

11. PPL ( Pusat Pelayanan Lingkungan ) Tumbang Kajamei ( Kec. Bukit Raya)

12. PPL ( Pusat Pelayanan Lingkungan ) Tumbang Baraoi ( Kec. Petak Malai)

1.  jaringan jalan Lokal Primer Kota Kasongan-Kota Petak Bahandang; 2. jaringan jalan Lokal Primer Kota Kasongan-Kota Pendahara;

3. jaringan jalan Lokal Primer Kota Pendahara-Kota Buntut Bali;

4. jaringan jalan Lokal Primer Kota Buntut Bali-Kota Tumbang Samba;

5. jaringan jalan Lokal Primer Kota Tumbang Samba-Kota Tumbang Kaman; 6. jaringan jalan Lokal Primer Kota Tumbang Hiran-Kota Tumbang Kaman; 7. jaringan jalan Lokal Primer Kota Tumbang Hiran-Kota Tumbang Senamang; 8. jaringan jalan Lokal Primer Kota Tumbang Senamang-Kota Tumbang Kajamei; 9. jaringan jalan Lokal Primer Kota Petak Bahandang-Kota Baun Bango;

10. jaringan jalan Lokal Primer Kota Baun Bango-Kota Mendawai; 11.  jaringan jalan Lokal Primer Kota Mendawai-Kota Pegatan; dan

12. jaringan jalan Lokal Primer Kota Tumbang kajamei-jalan poros tengah.

1. Terminal Tipe C Buntut Bali. 2. Terminal Tipe C Pendahara

1. Sistem jaringan jalur kereta api utama meliputi :

a. Jalur kereta api Puruk Cahu –  Kuala Kurun –  Rabambang –  Palangka Raya –  Pulang Pisau –  Kuala Kapuas;

b. Jalur kereta api Rabambang – Tumbang Samba – Sampit – Kuala Pembuang – Teluk Segintung; c. Jalur kereta api Tumbang Samba – Rantau Pulut – Nanga Bulik – Pangkalan Bun – Kumai; 2. Simpul jalur jaringan kereta api barang di Tumbang Samba.

RENCANA SISTEM JARINGAN TRANSPORTASI DARAT

PENGEMBANGAN TERMINAL ANGKUTAN

(11)

RENCANA STRUKTUR RUANG 

PELABUHAN SUNGAI

1) Pelabuhan Pengumpan

Pelabuhan di Pegatan Kecamatan Katingan Kuala. 2) Pelabuhan pendaratan ikan

Pelabuhan di Selat Jeruju Kecamatan Katingan Kuala. 3) Dermaga pengumpan

Dermaga pengumpan di Jahanjang Kecamatan Kamipang.

1. Kahayan Kuala – Pandih Batu. Katingan Hulu – Katingan Tengah – Palangkaraya.

2. Katingan Kuala – Mendawai – Bukit Raya – Kamipah – Tewang S. Garing – Pulau Malan-Katingan Tengah – Katingan Hulu – Marikit.

3. Katingan Kuala – Senaman Mantikei – Petak Malai.

Bandar udara Kabupaten Katingan adalah Bandara Pengumpan domestik di Tumbang Senamang. Berdasarkan kondisi dan karakteristik Provinsi Kalimanatan Tengah untuk kemudahan aksesibilitas antar wilayah didalam NKRI serta kondisi bandar udara Tjilik riwut yang tidak dapat diperbesar maka direncanakan pembangunan Bandar Udara Utama di Kabupaten Katingan yang dapat meningkatkan aksesibilitas antar wilayah dalam NKRI.

Pada tahun 2031 ditargetkan semua desa dan dusun terlayani listrik dengan rencana sebagai berikut : 1. Gardu Induk Listrik di Kasongan

2. Rencana pembangunan PLTU di Kecamatan Buntut Bali, 3. Rencana pembangunan PLTA di Kecamatan Petak Malai

4. Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) mengikuti jaringan jalan arteri, kolektor primer 1 dan 2 dan dari pusat pembangkit dari jalan lokal primer.

5. Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) mengikuti jaringan jalan lokal primer. 6. Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) berada pada kawasan industri.

Rencana Sistem Prasarana Telekomunikasi Kabupaten Katingan diarahkan pada: 1. Pusat-pusat aktifitas di sepanjang jalur Jalan Provinsi.

2. Pusat-pusat Pengembangan Wilayah 3. Sub-sub Pusat Pengembangan Wilayah 4. Kawasan Permukiman

5. Kawasan Strategis

6. Kawasan perdagangan dan jasa. 7. Kawasan pemerintahan

8. Kawasan industri.

JARINGAN ANGKUTAN SUNGAI

JARINGAN ANGKUTAN UDARA

RENCANA JARINGAN ENERGI

(12)

RENCANA STRUKTUR RUANG 

Rencana pengembangan sistem prasarana telekomunikasi di Kabupaten Katingan seperti berikut : 1. Pengembangan jaringan terestrial

a. Sistem jaringan kabel meliputi seluruh wilayah kabupaten, dengan jarak antar tiang telepon pada jari-ngan umum tidak melebihi 40 m.

b. Sistem jaringan seluler

Pengembangan sistem jaringan seluler berupa pembangunan menara telekomunikasi bersama. Pemba-ngunan menara telekomunikasi bersama ini sebagai salah satu pengendalian pembaPemba-ngunan menara-menara telekomunikasi yang tidak effektif dan effisien.

2. Pengembangan jaringan satelit

Pengembangan jaringan satelit adalah peningkatan dan pengembangan layanan internet, maupun sam-bungan jarak jauh sebagai fasilitas umum yang melayani seluruh wilayah perencanaan,

RENCANA JARINGAN SUMBER DAYA AIR

1. Sistem pendistribusian air bersih tetap menggunakan sistem yang ada, yaitu dengan sistem gravitasi dan sis-tem perpompaan.

2. Untuk sumber air dapat menggunakan sumber air yang telah ada dan untuk memenuhi air minum, dan apabila perlu debit pemakaian sumber air yang ada dapat ditambah.

3. Untuk mengatasi kebocoran terhadap jaringan perpipaan, maka dilakukan perbaikan pada jaringan yang telah rusak (penggantian pipa dan sistem sambungan).

4. Untuk masyarakat golongan rendah, khususnya yang ada di kawasan padat perkotaan diupayakan dengan membuat kran umum atau sumur umum (hidrant umum).

5. Pembangunan 4 Instalasi Pengolahan Air di 4 lokasi yaitu, Katingan Hulu, Katingan Tengah, Katingan Hilir dan Katingan Kuala. Pembangunan IPA tersebut menggunakan bahan baku air minum sungai Katingan.

Arahan rencana pengembangan jaringan irigasi pertanian di Kabupaten Katingan berdasarkan topografi wilayah:

1. Wilayah ketinggian tanah antara 100 –  400 meter, maka diperlukan pengembangan waduk atau embung, pengembangan dam untuk saluran penghubung antar DAS, rehabilitasi jaringan irigasi, pembuatan sumur pompa, pemeliharaan sumber air.

2. Wilayah ini memiliki ketinggian antara 54 – 100 meter, maka kegiatan yang dapat dilakukan adalah pem-bangunan waduk/embung.

RENCANA SISTEM PERSAMPAHAN

1. Tempat pembuangan sampah sementara (TPS) dapat menggunakan container yang ditempatkan di pasar, pusat kegiatan penduduk, sekitar permukiman, perkantoran, dan fasilitas sosial lainnya. Pengadaan Dump Truck (kendaraan pengangkut sampah dari TPS ke TPA). Tempat pembuangan akhir (TPA) tetap memanfaatkan TPA Kecamatan Katingan Hilir dan Kecamatan Tewang Sangalang Garing. Dalam hal ini diperlukan suatu kajian pengembangan TPA di lokasi tersebut, termasuk perluasan areal guna memungkinkan pegembangan sistem pengolahan sampah yang lebih baik.

2. Pengembangan sistem sanitary landfill  menggantikan open dumping di TPA Kasongan dan Kerengpangi. 3. Pengadaan Incinerator (alat untuk memproses sampah melalui pembakaran hingga menjadi abu secara

terkendali dengan emisi gas buang yang aman).

4. Sosialisasi masyarakat tentang hidup sehat akan arti pentingnya menjaga lingkungan terutama dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan industri.

(13)

RENCANA STRUKTUR RUANG 

RENCANA KEBUTUHAN SANITASI DAN LIMBAH

Rencana pengelolaan sanitasi dan limbah terdiri dari:

Sosialisasi masyarakat tentang hidup sehat;

Pemanfaatan secara optimal fasilitas sanitasi yang ada;

Pembangunan Sanimas (Sanitasi masal) guna memenuhi kebutuhan sanitasi secara kolektif;  Pembangunan IPAL (Instalasi Pengelolaan Air Limbah);

Pengelolaan penanganan air limbah dari kegiatan industri, rumah sakit, hotel, restoran dan rumah

tangga.

Prasarana pengolahan limbah direncanakan berupa :

Prasarana limbah domestik; danPrasarana limbah industri.

Pengembangan prasarana pengolahan limbah domestik dilakukan melalui:

Pengembangan septik tank individual; dan

Pengembangan sistem terpadu untuk kawasan perkotaan.

Pengembangan prasarana pengolahan limbah industri berupa pengembangan IPAL secara mandiri

di kawasan industri.

RENCANA SISTEM DRAINASE

Rencana pengelolaan sistem drainase yang terdapat di Kabupaten Katingan, meliputi pengelolaan pada prasarana :

Saluran primer, yaitu sungai –  sungai yang terdapat di wilayah Kabupaten Katingan, khususnya

Sungai Katingan, sebagai saluran buangan utama.

Saluran sekunder, yaitu saluran yang berfungsi mengumpulkan dan mendistribusikan air luapan dari

saluran tersier (dari permukiman penduduk) ke saluran primer. Saluran sekunder ini terdiri dari anak -anak sungai, serta saluran pernamen yang dibuat secara khusus.

Saluran tersier merupakan jaringan drainase yang terdapat pada kawasan permukiman penduduk

(14)

RENCANA POLA RUANG 

KAWASAN LINDUNG

Mengacu pada Permen PU No 16 Tahun 2009 tentang pedoman penyusunan RTRW Kabupaten, maka yang termasuk dalam kawasan lindung di Kabupaten Katingan, berupa :

1) Kawasan hutan lindung, Hutan Lindung yang selanjutnya disebut HL adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah. , Adapun yang termasuk kedalam kawasan hutan lindung ini mengacu pada SK Menhut 292 tahun 2011 dengan total luasan ± 47.789 Ha. Selain itu juga ada HPT yang diusulkan sebagai hutan lindung sebagai holding zone seluas ± 124.551 ha, sehingga total ±162.340 Ha.

3) Kawasan perlindungan setempat, yang termasuk dalam kriteria ini di Kabupaten Katingan adalah : a. Sempadan pantai yang ada di Kabupaten Katingan adalah kurang lebih seluas ± 946 Ha.

b. Sempadan Sungai di Kabupaten Katingan mempunyai sempadan sungai 100 m dengan luasan ± 16.746 Ha.

Berdasarkan ketentuan tersebut maka ditetapkan sempadan danau/waduk dikabupaten Katingan adalah 50 m kiri kanan seluas ± 4.599 Ha.

4) Hutan Suaka alam dan pelestarian alam Kawasan hutan dengan ciri khas tertentu, meliputi: :

a. Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya dengan luas 125.355 Ha , adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi.

b. Taman Nasional Sebangau dengan luas ± 314.669 Ha 5) Kawasan Rawan Bencana

Kawasan rawan bencana banjir di Kabupaten berada di daerah sempadan sungai dan mengarah ke daratan kurang lebih 500 m, namun demiikian dikarenakan keadaan topografi Kabupaten Katingan daerah yang mencirikan daerah perbukitan maka daerah bankir melewati daerah sempadan sungai relatif tidak tinggi.

KAWASAN BUDIDAYA

Kawasan budidaya ini yang berada di Kabupaten Katingan berupa : 1) Kawasan Hutan Produksi meliputi :

a. Hutan produksi, dengan luas ± 382.638 ha

b. Hutan produksi terbatas, di Kabupaten Katingan seluas ± 247.304.ha

c. Hutan produksi konversi, kawasan hutan yang secara ruang dicadangkan untuk digunakan bagi pembangunan di luar kehutanan dengan luas ± 262.276.ha

2) Kawasan pertanian tanaman pangan luas ± 52.865 ha. 3) Kawasan perkebunan luas ± 376.693 ha

4) Kawasan pertambangan dengan luas 363 ha, jenis bahan tambang yang terdapat di Kabupaten Katingan berdasarkan :

a. Emas, biji besi, perak, timbal, seng, air raksa termasuk dalam mineral logam. b. Pasir kuarsa, zirkon, termasuk dalam mineral bukan logam.

c. Granit termasuk kedalam kelas batuan

d. Batubara termasuk kedalam kelas batubara.

6) Kawasan Industri , kawasan industri di Kabupaten katingan seluas ± 1.000 ha.

7) Kawasan Pariwisata, kawasan pariwisata di Kabupaten Katingan tersebar secara merata di tiap kecamatan dengan luasan 6.000 ha. menurut UU No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, pembangunan kepariwisataan dilakukan melalui pengembangan industri pariwisata, destinasi pariwisata, pemasaran dan kelembagaan pariwisata. Kawasan wisata di Kabupaten Katingan meliputi :

(15)

RENCANA POLA RUANG 

1. Kawasan pariwisata alam yang meliputi :

• Sumber Air Panas Sepan Apoi di Desa Batu Panahan Kec. Marikit; • Taman Nasional Bukit Raya Katingan Hulu;

• Bukit Kaki di Kec. Mendawai;

• Pantai Pulau Damar di Kec. Katingan Kuala; •  Danau Kalaru. Danau Kamipang. Danau

Bunter. Danau Jalan Pangen di Kec. Kamipang;

• Danau Sampang di Kec. Tewang Sanggalang Garing;

• Danau Pulau Malan di Kec. Pulau Malan; • Riam Jerawi di Kec. Sanaman Mantikei; • Riam Mangkikit di Kec. Katingan Tengah; • Riam Sangkai. Tabera. Leleng di Kec. Marikit. 2. Kawasan wisata budaya. pusat-pusat kesenian

dan budaya. festival budaya. bentuk fisik bangunan perkampungan tradisional. upacara adat dan kehidupan masyarakat tradisional. seperti:

• Taman Nasional Sebangau;

•  Sandung di Tewang Sanggalang Garing, Katingan Tengah, Tasik Payawan, dan Kasongan;

• Pesta Tiwah di beberapa kecamatan yang diselenggarakan dalam rangka acara-acara ritual leluhur.

3. Kawasan wisata sejarah yang meliputi pengelolaan peninggalan sejarah. seperti:

• Rumah Betang Tumbang Manggu di Kecamatan Sanaman Mantikei;

• Rumah Betang Buntut Bali di Kec. Pulau Malan

• Rumah Betang Rangan Bahekang Ke. Katingan Kuala

• Rumah Betang Tumbang Gagu (walaupun masuk wilayah Kabupaten Kotim namun akses ke lokasi lebih dekat dari Kab. Katingan dengan jarak tempuh 7 Km dari Penda Tanggaring Lama Kec. Tewang Sanggalang Garing)

• Bukit Batu di Kec. Katingan Hilir (Pertapaan Pahlawan Nasional Alm. Tjilik Riwut) • Meriam kuno di Sei Mantikei Kec. Senaman Mantikei.

8) Kawasan permukiman, meliputi :

a. Kawasan permukiman perkotaan dengan luas ± 32.050 ha, b. Kawasan permukiman perdesaan dengan luas ± 20.565 ha.

(16)

RENCANA POLA RUANG 

9) Kawasan budidaya lain, meliputi :

a. Kawasan perikanan tangkap sejauh 4 mill dari kewenangan kabupaten.

b. Kawasan militer yang terdiri dari koramil yang berada di Kota Kasongan Kecamatan Katingan Hilir, Babinsa di 11 kecamatan diluar petak malai dan bukit raya sebagai kecamatan pemekaran serta Polairud di Kota Pengatan Kecamatan Katingan Kuala.

c. Hutan pendidikan

(17)
(18)

KAWASAN STRATEGIS 

KAWASAN STRATEGIS NASIONAL

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, di Kabupaten Katingan ditetapkan 1 (satu) Kawasan Strategis Nasional berupa : HoB adalah Kawasan Heart of Borneo;

KAWASAN STRATEGIS PROVINSI

Kebijakan strategis dapat ditetapkan oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi ataupun pemerintah daerah. Dalam konteks kawasan strategis Kabupaten Katingan, pemerintah provinsi dalam RTRW Provinsi menetap-kan :

Kawasan strategis dari sudut kepentingan ekonomi meliputi:

 Kawasan perkebunan (kelapa sawit, kelapa, karet, lada dan kakao) Kabupaten Katingan;

 Kawasan strategis ekonomi sektor unggulan agropolitan di Kecamatan Katingan Kuala

Kabu-paten Katingan.

 Kawasan minapolitan Kecamatan Katingan Kuala di Kabupaten Katingan.

 Kawasan Pengembangan Peternakan berupa kawasan Peternakan ruminansia dan non

ruminansia yang lokasi pengembangannya di Kabupaten Katingan.

Kawasan strategis dari sudut kepentingan sosial budaya meliputi :

 Kawasan Strategis Sekitar Kawasan Pahewan berupa Pahewan Kalaru di Kabupaten Katingan.

Kawasan strategis dari sudut kepentingan fungsi dan daya dukung lingkungan hidup :

 Kawasan Strategis DAS meliputi DAS Katingan.  Taman Nasional Sebangau di Kabupaten Katingan.

 Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya di Kabupaten Katingan.

Kawasan strategis pendayagunaan sumberdaya alam dan atau teknologi tinggi antara lain adalah sebagai berikut :

 Kawasan berpotensi pengembangan sumber daya energi di

Kabupaten Katingan;

 Kawasan berpotensi pengembangan sumber daya perikanan

di Kawasan Andalan Laut di Kabupaten Katingan.

KAWASAN STRATEGIS KABUPATEN

1. Kawasan strategis Kabupaten Katingan Kawasan berdasarkan pertim-  bangan aspek ekonomi   adalah kawasan yang diprioritaskan penataan

ruangnya karena pengembangan kawasan akan memberikan pengaruh besar terhadap perekonomian ka-bupaten, adapun yang termasuk dalam krietria ini :

 Kawasan industri riset rotan yang terdapat di Hampangen.  Kawasan perkebunan rotan di Kabupaten Katingan.

 PKL Kasongan sebagai pusat kegiatan lokal

2. Kawasan strategis Kabupaten Katingan Kawasan berdasarkan pertimbangan aspek sosial budaya  adalah ka-wasan yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup kabupaten terhadap sosial dan budaya berupa Kawasan pelestarian situs dan cagar budaya kawasan Petila-san Pahlawan Tjilik Riwut

(19)

RENCANA KAWASAN STRATEGIS 

3. Kawasan strategis Kabupaten Katingan Kawasan berdasarkan pertimbangan aspek lingkungan   adalah ka-wasan yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup kabupaten terhadap lingkungan berupa :

 Kawasan hutan pendidikan dan penelitian.  Kawasan Kebun raya Katingan.

4. Kawasan strategis  Kabupaten Katingan Kawasan berdasarkan sudut kepentingan pendayagunaan sumber daya alam atau teknologi tinggi  , adalah Kawasan diarahkan pada upaya pengembangan sumber daya alam pertambangan dengan memanfaatkan teknologi untuk mengoptimalkan hasil pengelolaannya. Kawasan strategis pendayagunaan sumberdaya alam dan atau teknologi tinggi ini berupa kawasan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mulut tambang di Desa Tewang Karangan Kecamatan Buntut bali.

(20)
(21)
(22)
(23)
(24)
(25)
(26)
(27)
(28)
(29)
(30)
(31)
(32)

INDIKASI PROGRAM 

(33)

INDIKASI PROGRAM 

Referensi

Dokumen terkait

14 Setelah Setelah mempelajari mempelajari pokok bahasan ini pokok bahasan ini diharapkan mahasiswa diharapkan mahasiswa mampu untuk mampu untuk memahami, memahami, b.

Efektifitas dilakukan dalam hal penghematan waktu di mana dengan adanya SAP/M P Editor by Web dapat menghemat waktu untuk meng-upload SAP/M P ke LM S, Intelligence

Hasil penelitian menunjukan terdapat tiga variabel bebas yang memiliki pengaruhi signifikan, diantaranya partisipasi pendidikan tinggi, kepadatan penduduk, dan PDB per

Pekerjaan Penyelesaian Properti “Nirwana Residence” diharapkan dapat terlaksana sesuai time schedule yang direncanakan, sehingga aspek legalitas menjadi sangat penting & perlu

Fraksi volum relatif AT dan korundum sampel FGMs ATM dengan temperatur sinter 1500°C pada kedalaman 0,0-0,4 mm Pemetaan unsur-unsur menggunakan SEM-EDX menunjukkan bahwa dalam

Pengaruh komposisi pulsing terhadap masa kesegaran, pembukaan braktea, braktea layu, dan jumlah larutan terserap bunga potong alpinia selama peragaan (The effect of

Kelompok kontrol mengalami peningkatan dikarenakan pengetahuan responden (ibu) dalam membersihkan daerah perianal merupakan perilaku yang sering dilakukan oleh ibu

Akan tetapi, dalam beberapa kasus masih terdapat pemerintah daerah yang mendapatkan opini WTP atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) terbukti telah