• Tidak ada hasil yang ditemukan

Yamni Yunus; Pembelajaran Berbasis Edutainment Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Di SD Negeri 1 Kembaran Kulon Purbalingga

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Yamni Yunus; Pembelajaran Berbasis Edutainment Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Di SD Negeri 1 Kembaran Kulon Purbalingga"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

e.ISSN : 2745-8245 p.ISSN : 2745-844X 154

QALAM: Jurnal Pendidikan Islam

JURUSAN TARBIYAH - STAI SUFYAN TSAURI MAJENANG https://ejournal.stais.ac.id/index.php/qlm

SK E.ISSN No. : 0005.27458245/K.4/SK.ISSN/2020.09 || P.ISSN No. 0005.2745844X/K.4/SK.ISSN/2020.09

PEMBELAJARAN BERBASIS EDUTAINMENT

PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI DI SD NEGERI 1 KEMBARAN KULON PURBALINGGA

Yamni Yunus

Mahasiswa Pascasarjana IAIN Purwokerto, Email: [email protected]

Diterima tanggal: 28 September 2020 Dipublis tanggal: 14 November 2020

Abstract: Islamic Religious and Character Education is a very essential lesson at all levels of education. Ideally, a lesson can increase students’ motivation to learn. However, the learning carried out so far tends to be boring, so creative and innovative learnings are needed. One of them is edutainment, a learning process designed in such a way in which educational material and entertainment are integrated harmoniously to create fun, comfortable, and conducive learning. At SD Negeri 1 Kembaran Kulon Purbalingga, teachers have implemented edutainment in the subject of Islamic Religious Education and Character Education through welcoming students every morning, praying dhuha and dhuhur in congregation, routine memorization, and learning recitation with nature.

Keywords: Islamic Education, edutainment, innovative teaching

Abstrak: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti adalah suatu mata pelajaran yang amat penting di semua jenjang pendidikan. Idealnya, suatu pembelajaran dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar. Meskipun demikian, pembelajaran yang dilaksanakan sejauh ini cenderung membosankan sehingga diperlukan pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Salah satunya adalah edutainment, yaitu proses pembelajaran yang didesain sedemikian rupa di mana suatu muatan pendidikan serta hiburan diintegrasikan secara harmonis untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, nyaman, dan kondusif. Di SD Negeri 1 Kembaran Kulon Purbalingga, guru telah menerapkan edutainment pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti melalui penyambutan peserta didik setiap pagi, shalat dhuha dan dhuhur berjamaah, hafalan rutin, dan program mengaji di alam terbuka. Kata kunci: Pendidikan Agama Islam, edutainment, pembelajaran inovatif

A. Pendahuluan

Pendidikan pada dasarnya bertujuan untuk “memanusiakan” manusia. Sepanjang sejarah, pendidikan pada intinya memiliki dua tujuan, yakni membentuk manusia yang cerdas serta membantu manusia yang baik dan bijak. Proses pendidikan tidak dapat dikatakan tercapai apabila seseorang tersebut hanya memiliki salah satu dari tujuan pendidikan diatas, misalnya melalui pendidikan seseorang tersebut menjadi manusia yang cerdas atau seseorang tersebut

(2)

e.ISSN : 2745-8245 p.ISSN : 2745-844X 155

menjadi manusia yang baik. Kedua hal tersbut harus sejalan agar tujuan dari pendidikan tercapai. (Destrii Baiziah: 2019)

Menurut Undang – undang Nomor 20 Tahun 2003, Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik dengan aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa serta negara. (Mei Siberman: 2009)

Dalam proses pendidikan agar peserta didik aktif mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya, maka dalam rangka memperoleh keterampilan, sikap atau pengetahuan maka guru harus melakukan pembelajaran, yang didalamnya mengandung beberapa aktifitas antara guru dan peserta didik dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan. Oleh karena itu dalam proses pembelajaran diperlukan sebuah kreativitas dalam proses mendidik peserta didik hal ini dilakukan agar peserta didik mampu memahami serta menguasai materi yang diajarkan.

Dalam proses pembelajaran, setiap guru dituntut memiliki suatu pendekatan pembelajaran. Beberapa alternative dalam rangka proses kegiatan pembelajaran yang aktif dan asyik namun hal ini tidak bertahan lama. Hal ini disebabkan bahwa setiap peserta didik khususnya jenjang sekolah dasar memiliki tingkat konsentrasi hanya berlangsung sekitar 10 – 15 menit saja, sehingga ketika seorang pendidik yang melakukan pembelajaran yang monoton akan mengakibatkan peserta didik merasa jenuh. Mereka akan berusaha mencari perhatian dari pendidik dengan cara membuat gaduh, lari – lari, jalan – jalan, ijin kamar mandi, atau bahkan tiduran pada saat proses pembelajaran.

Factor lain yang menyebabkan kejenuhan selain cara pemeblajaran yang dilakukan guru adalah mata pelajaran yang sedang berlangsung, tidak semua mata pelajaran disukai oleh peserta didik, biasanya peserta didik akan menyukai mata pelajran tergantung bagaimana pendidik melakukan pembelajaran. Salah satu mata pelajaran yang biasanya membuat anak bosan adalah mata pelajaran pendidikan agama Islam, dimana hal ini akan berpengaruh terhadap akhlak dari peserta didik, karena dalam mata pelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti tersirat makna pembentukan karakter – karakter dari peserta didik.

Pembelajaran melalui pendekatan Edutaiment adakah proses pembelajaran yang mengintergasikan antara muatan pendidikan dengan hiburan yang berlangsung secara harmonis, oleh karenanya dalam aktifitas pembelajaran akan berlangsung menyenangkan. Hal

(3)

e.ISSN : 2745-8245 p.ISSN : 2745-844X 156

ini akan membuat peserta didik tidak merasa bosan serta jenuh pada saat pembelajaran di dalam kelas. Pembelajaran berbasis edutaiment tentulah sangat menarik hati peserta didik apabila dikemas secara terstruktur dan sistematis. Hal ini akan mengubah suasana kelas dari yang membosankan menjadi membahagiakan, dari yang menakutkan menjadi menyenangkan, dari yang di benci menjadi yang disukai atau bahkan yang dirindukan oleh peserta didik. (M Sholeh Hamid: 2014)

Mata pelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti adalah suatu mata pelajaran yang amat penting diberikan oleh peserta didik, melalui mata pelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti ini peserta didik memperoleh pendidikan yang berkaitan dengan Al-Qur’an, Tauhid, Karakter, Fiqih, serta ilmu – ilmu lain yang berkaitan dengan agama Islam. Sehingga mata pelajaran ini menjadi sangat penting dengan harapan setelah mendapatkan pelajaran ini peserta didik dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari – hari, berkaitan dengan ibadah, perilaku dan sebagainya.

Oleh sebab itu maka dalam penyampaian mata pelajaran agama Islam dan budi pekerti diperlukan penyampaian yang tepat yang diharapkan akan membawa keberhasilan dalam proses pembelajaranyang dilakukan. Sehingga apa yang terkandung dalam ajaran agama Islamdapat diterapkan dalam kehidupan sehari - hari peserta didik.

Berkaitan dengan mata pelajaran agama Islam dan budi pekerti dimana materi – materi berkaitan dengan sejarah orang – orang terdahulu, baik nabi ulama, atau kisah – kisdah nyata yang ada dalam Al – Qur’an yang dikemas menjadi sebuah cerita yang bersifat kisah atau dongeng – dongeng yang dapat membangkitkan semangat beribadah dari peserta didik.

Seperti yang ada di Sekolah Dasar Negeri 1 Kembaran Kulon Purbalingga, dimana dalam mata pelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti dikemas dengan sistematis dan tersturkut pada awal pembelajaran maupun aktifitas kegiatan yang bersifat keagamaan selalu diselingi dengan cerita – ceita Islami, yang penyampaiannya dengan menggunakan metode serta cara – cara atau media – media yang menarik peserta didik misalnya, menggunakan boneka tangan sebagai karakter tokoh, baik yang disampaikan oleh guru agama Islam maupun ketika acara – acara besar yang mengudnang tokoh dongeng terkenal.

Berdasarkan latar belakang diatas kemudian peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terkait tentang pembelajaran berbasis edutainment pada mata pelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti di SD Negeri 1 Kembaran Kulon.

(4)

e.ISSN : 2745-8245 p.ISSN : 2745-844X 157

B. Metode Penelitian

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Kembaran Kulon Purbalingga Kemudian data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang sudah terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan model interaktif menurut Miles & Huberman yang terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, display data dan kesimpulan.

C. Hasil Penelitian Dan Pembahasan

1. Pelaksanaan Edutainment dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SD Negeri 1 Kembaran Kulon Purbalingga dalam pembelajaran pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti berbasis Edutainment dilakukan melalui kegiatan yang sangat menyenangkan, dan media – media yang digunakan juga sangat sederhana dengan memanfaatkan bahas bekas yang tidak digunakan kemudian dimanfaatkan untuk pembelajaran, hal ini terlihat dari peserta didik yang sangat antusias dalam menyambut serta mengikuti pembelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti.

Berikut pemaparan hasil penelitian dalam pembelajaran pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti berbasis Edutainment diantaranya:

a. Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti menciptakan kondisi kelas yang sangat menyenangkan

Kondisi kelas di SD Negeri 1 Kembaran Kulon di susun cukup teratur, hal ini terlihat bahwa setiap minggunya formasi tempat duduk selalu berubah – ubah mulai dari bentuk U, bentuk V, berbaris, dan berkelompok.

Adapun untuk pengkondisian guru pendidikan agama Islam dan Budi Pekerti dalam pembelajarannya di atur dari mulai masuk kelas, anak berbaris di depan kelas lalu memanggil siswa satu persatu untuk masuk dan ada password sebelum masuk yakni siswa memilih diantara 3 gambar tepuk tangan, tos, atau berpelukan dengan gurunya, namun untuk siswa yang memilih berpelukan tetap di kondisikan agar tidak berlawan jenis kecuali kelas – kelas rendah, setelah masuk kelas, guru mengabsen dengan tepuk absen, siswa namanya disebut bersama – sama dengan urutan nomor

(5)

e.ISSN : 2745-8245 p.ISSN : 2745-844X 158

absen mereka, apabila di sebutkan namanya maka siswwa yang bersangkutan berdiri yang menundukan kepala.

Selanjutnya sebagai pembukaan dalam pembelajaran guru akan memberikan cerita yang bersangkutran dengan materi pembelajaran dengan menggunakan kertas yang tidak dipakai dan di buat tokoh dan di beri tongkat kecil seperti wayang sebagai alat peraga, tidak hanya itu, gurunya juga menyediakan instrument music berupa music box kecil untuk menghangatkan Susana dalam proses penyempaian cerita atau dongeng Islami.

Dalam cerita atau dongeng yang daisampaikan guru kepada peserta didik tersimpan pesan moral yangdapat diteladani oleh peserta didik. Dengan harapan siswa dapat membedakan mana yang baik untuk dilakukan dan mana yang tidak baik untuk tidak di lakukan.

b. Dalam Proses Pembelajaran Guru Pendidikan Agama Islam menggunakan Strategi yang berbeda dalam setiap proses pembelajaran

Strategi pertama yang digunakan oleh guru pendidikan agama Islam dan budi pekerti yakni The Power of Two, dimana strategi ini berupaya untuk membuat suatu permainan yang dapat menjadi sebuah sarana pesrta didik untuk dapat belajar.

Pembelajaran disesuaikan dengan kondisi materi yang akan disampaikan seperti guru melakukan pembelajaran di luar kelas baik ditaman sekolah, area persawahan, tempat pelelangan ikan dan sebagainya.

Pada saat dilakukan penelitian pembelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti, guru sudah merencakan untuk melakukan pembelajaran di area taman sekolah, menyiapkan tikar sebagai alas tempat duduk, lalu melakukan pembelajaran menghafal surat al-kautsar.

Sebelum melakukan pasang – pasangan guru menjelaskan aturan pembelajarn kemudian menjelaskan sedikit materi yang terkait dnegan pembelajaran hari ini. Siswa menyimak bacaan guru lalu mengikuti secara berulang – ulang.

Setalah itu guru memasang – masangkan peserta didik untuk saling menyimak bacaan dari surat al-kautsar dan sebaliknya. Menurut Fandi Akhmad, S.Pd selaku guru pendidikan agama Islam dan budi pekerti menjelaskan bahwa strategi ini mampu membuat siswa lebih mudah dalam menghafal serta pembelajaran menjadi tidak

(6)

e.ISSN : 2745-8245 p.ISSN : 2745-844X 159

monoton, karena beberapa kali hasil pembelajaran yang dilakukan di luar kelas peserta didik akan merasa lebih senang dan menhasilkan hasil pembelajaran yang maksimal.

Strategi selanjutnya yaitu strategi pembelajaran Team Quiz, pembelajaran ini bertujuan untuk menjadikan peserta didik sebagai pusat dari pembelajaran. Guru memberikan pembalajarn lalu memacu serta memotivasi peserta didik untuk dapat berkomunikasi dengan teman yang lain, saling menghargai, saling berkompetensi dalam hal kebaikan, serta menghormati sesame teman.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dikelas 6 pada saat materi tentang iman kepada hari akhir. Guru melakukan pembelajaran dengan permaian 2 yakni cerdas cermat, siswa di bagi 4 kelompok lalu saling bekerja sama dalam menjawab soal yang diberikan oleh guru, namun tetap menghargai sesame teman tidak boleh saling menjatuhkan antar teman.

Point diperoleh berdasarkan hasil menjawab setiap kelompok benar 5 salah 5. Pada saat pembelajaran dikelas 3 guru melakukan evaluasi penilaian dengan system permaianan ular tangga, guru membagi siswa menjadi 6 kelompok dimana masing – masing kelompok terdiri dari 4 – siswa. Kemudian guru menjelaskan aturan pembelajarannya. Siswa mengikuti dengan antusias, dan hasil dari evaluasi penilaian materi sangat memuaskan disbanding dengan penialian yang monoton seperti guru memberikan soal kemudian siswa mengerjakan seperti biasa.

c. Pembelajaran Secara Langsung

Pembelajaran secara langsung di lakukan pada saat hari – hari tertentu speerti peringatan hari besar baik nasional maupunn Islam. Pada baik dilakukan secara rutin setiap bulan ataupun dilakukan di bulan – bulan gtertentu seperti haari tenang setalah penialain tengah semester ataupun penilaian akhir semester.

Baik dilakukan di area sekolah maupuan di luar sekolah. Pada saat peringatan mauled Nabi Muhammad SAW sekolah mengadakan program seperti kegiatan berbagi terhadap sesame, dongeng Islami dengan menghadirkan pendongeng professional.

Awal kegiatan tersebut, peserta didik hadir dengan busana musklin disamping itu peserta didik dari rumah membawa makanan untuk sendiri dan yang akan di bagikan kepada sesame yang membutuhkan. Kemudian siswa berkumpul dihalama sekolah untuk melakukan sholat dhuha berjemaah, berdoa bersama sebagai bentuk

(7)

e.ISSN : 2745-8245 p.ISSN : 2745-844X 160

rasa syukur kepada Allah swt, dilanjutkan acara – acara yang telah di susun oleh sekolah. Lalu tibas saatnya peserta didik mendengarkan dongeng islami dari ahli dongeng. Setelah itu untuk kelas atas yakni 5 dan 6 membagikan makanan di jalan raya kepada tukang becak dan pengguna jalan lainnya yang membutuhkan.

2. Program – Program Sekolah yang Mendukung Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Berbasis Edutainment

a. Penyambutan peserta didik

Program penyambutan peserta didik yakni guru di jadwal setengah dari julah keseluruhan guru untuk hadir lebih pagi sebelum peserta didik hadir lalu berbaris di depan pintu utama untuk menyambut peserta didik, bersalaman dan mengucaopkan salam sebagai bentuk mendoakan bersama.

Bersamaan dengan itu penyambutan dilakukan dengan penjadwalan ngaji yang dilakukan di kantor dan didengarkan dengan speaker sekolah yang terdengar di tiap – tiap kelas.

Peserta didik terjadwal sebanyak 5 – 6 setiap harinya, baik ngaji juz ama maupun surat – surat panjang dalam Al-Qur’an.

b. Baris Pagi

Baris pagi dilakukan setiap hari senin dan jumat di halaman sekolah sedangkan di hari – hari lain baris didepan kelas sebelum masuk dalam kelas.

c. Sholat dhuha dan dhuhur berjamaah

Sholat dhuha di lakukan secara bersama – sama baik seluruh warga sekolah maupun yang dilakukan secara perkelas. Untuk seluruh warga sekolah dilakukan pada hari selasa, rabu, kamis, dan sabtu. Sedangkan di hari senin dan jum’at dilakukan tiap – tiap kelas.

Adapun runtutannya adalah, peserta didik mengambil air wudhu terlebih dahulu, kemudian sebelum masuk peserta didik di beri tanggung jawab agar menata sandal atau sepatu dengan benar, masuk musholla secara antri tidak beerbutan, dan peserta didik sudah terbiasa sebelum masuk musholla mereka mngucapkan salam. Setelah peserta didik sudah masuk mereka duduk dengan menata shaff, kemudian menunggu guru yang terjadwal memimpin sholat dhuha.

(8)

e.ISSN : 2745-8245 p.ISSN : 2745-844X 161

Adapun bacaan yang dibaca adalah asmaul husna mereka sudah hafal, lalu dilanjutkan sholat dhuha berjamaah 4 rakaat yang dipimpin oleh guru. Setelah selesai anaknya membaca surat alfatihah, doa sesudah sholat dhuha, doa sebelum belajar, dan doa keluar masjid.

Sedangkan sholat dhuhur dilakukan secara berjamaah, penjadwalan adzan dan iqomah sudah di pasang di papan pengumuman. Peserta didik sangat antusian dalam mengikuti sholatv dhuhur berjamaah apabali setelah pembacaan dzikir, selalu ada tausiyah atau cerita islami dari guru agama sebagai motivasi sebelum anak- anak pulang.

d. Hafalan Rutin

Program kegiatan hafalan yang dilakukan di SD Negeri 1 Kembaran Kulon adalah Juz’ama, bacaan sholat, asmaul husna, doa – doa harian, hadits – hadits pendek. Untuk hafalan suratan tergantung pencapaian siswa. Beberapa siswa ada yang sudang mnecapai target yakni juz 28, 29, dan 30.

System pensetoran dilakukan pada saat jam pelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti serta waktu khusus yang telah ditentukan oleh guru dan kebijakan dari guru kelas masing – masing. Untuk mengulang bacaan biasanya guru kelas menyuruh membaca hafalam hari ini sebelum peserta didik keluar meninggalkan kelas untuk pulang kerumah

e. Program Ngaji

Program ngaji dilakukan diliuar jam sekolah atau ikutnya ekstrakulikuler namun program ini wajib diikuti oleh seluruh didik. Untuk mengaji sifatnya tidak monoton mengaji – mengaji saja, namun guru memberikan materi lain yang dapat membangkitkan semangat dari peserta didik, seperti pembelajharan di lakukan di taman sekolah, dilakukan di musholla dan sebagainya serta di selingi dnegan permaian – permaian yang sifatnya dapat memotivasi peserta didik.

Pembahasan dari hasil penelitian tersebut: 1. Pembelajaran Berbasis Edutainment

a. Pengertian Pembelajaran Berbasis Edutainment

Sunhaji dalam bukunya menyebutkan bahwa pembelajaran adalah aktifitas interaksi edukatif yang terjadi antara pendidik (guru) dengan peserta didik (siswa) yang

(9)

e.ISSN : 2745-8245 p.ISSN : 2745-844X 162

disadari oleh adanya suatu tujuan baik berupa pengetahuan, sikap ataupun suatu keterampilan.(Sunhaji: 68)

Sedangkan Edutainment merupakan suatu proses pembelajaran yang didesain sedemikian rupa, sehingga muatan pendidikan serta hiburan bisa di integrasikan secara harmonis untuk dapat menciptakan suatu proses pembelajaran yang menyenangkan. (Moh Soleh: 2014)

Berdasarkan pengertian antara pembelajaran dan edutainment, selanjutnya dapat didefinisikan bahwa yang dimaksud dengan pembelajaran berbasis edutainment adalah suatu proses pembelajaran yang memadukan antara muatan pendidikan dengan hiburan yang dilakukan secara harmonis. Sehingga suatu proses pembelajaran akan berlangsung sangat menyenangkan, hal ini akan menjadikan peserta didik merasa tidak bosan dalam pelajaran yang sedang berlangsung. Dengan harapan bahwa suatu pembelajaran yang sedang berkangsung dalam suasana yang kondusif serta nyaman bagi peserta didik sehingga tujuan dari pembelajaran dapat dicapai secara maksimal sesuai dengan yang diharapkan.

b. Prinsip – prinsip Pembelajaran berbasis edutainment

Pada dasarnya edutainment berusaha untukn mengajarkan interaksi social kepada peserta didik dengan memasukkan berbagai pelajaran dalam bentuk hiburan yang sudah akrab di telinga mereka, seperti games, video, televise, website, music dan laian sebagainya. Teknik bermain peran dan demonstrasi serta penggunaan multimedia dengan diiringi music mampu menyentuh hati merupakan alternative lain dari pelaksanaan edutainment. (Moh Roqib: 2009)

Adapun prinsip pembalajaran berbasis edutainment menurut Suyadi dalam bukunya menyebutkan bahwa: (Suyadi: 2013)

1) Konsep pembelajaran edutainment yakni suatu rangkaian pendekatan dalam proses pembelajaranuntuk dapat menjembatani suatu hal yang memisahkan antara proses suatu mengajar dengan suatu proses belajar, hal ini diharapkan agar mampu meningkatkan pencapaian belajar peserta didik

2) Konsep dasar pembelajaran berbasis edutainment memiliki upaya agar pembalajarn berlangsung dalam suasana yang sangat melihat serta memperhatikan keadaan dari

(10)

e.ISSN : 2745-8245 p.ISSN : 2745-844X 163

peserta didik. Yang menjadi landasan dari hal tersebut adalah : perasaan gembira, mengembangkan emosi positif anak, Optimalisasi potensi dari nalar anak.

3) Peserta didik dimotivasi dengan cara yang tepat sesuai dengan kepribadian serta keunikan dari setiap individu.

4) Konsep pembelajaran berbasis edutainment menempatkan peserta didik khususnya anak sebagai suatu pusat dari aktivitas pembelajaran serta sebagai suatu subyek pendidikan.

c. Bentuk terapan konsep pembelajaran edutainment 1) Humanizing The Classroom

Humanizing memiliki arti memanusiakan, sedangkan the classroom memiliki arti ruang kelas. Jadi yang dinamakan dengan humanizing the classroom adalah memanusiakan ruang kelas pada peserta didik sesuai dengan kondisi dan karakter peserta didik masing – masing. humanizing the classroom adalah proses membimbing, mengembangkan dan mengarahkan potensi dasar manusia, baik jasmani ataupun rohani yang dilakukan secara seimbang dengan menghormati nilai – nilai humanistis orang lain. (Moh. Sholeh: 2014)

2) Active Learning

Active Learning atau biasa disebut dengan pembajaran aktif merupakan segala bentuk pembelajaran yang memungkinkan para siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran itu sendiri baik dalam bentuk interaksi antara siswa maupun antara siswa dengan mengajar. Hal ini dapat memberikan interaksi yang efektif, menarik dan menyenangkan. (Moh. Sholeh: 2014)

3) Quantum Teaching

Quantum Teaching adalah badan ilmu pengetahuan dan metodologi yang diguanakan dalam rancangan, fasilitas, penyajian. Dalam hal ini interaksi tersebut dapat mebgubah energy menjadi sebuah cahaya, yang meliputi beberapa hal diantaranya dalam proses pembelajaran menguraikan cara – cara baru yang meudahkand alam proses pembelajaran. (Moh. Sholeh: 2014)

d. Strategi yang digunakan oleh guru dalam mengatur siswa kearah kerangka Edutainment. (Moh. Sholeh: 2014)

(11)

e.ISSN : 2745-8245 p.ISSN : 2745-844X 164

1) Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pendidik dalam mengendalikan serta mengarahkan peserta didik pada saat kegiatan pembelajaran

2) Memberikan beberapa pilihan kepada peserta didikdalam merecakana porses pembalajaran, tuga, serta cara dalam mendemonstrasikan pembelajaran , memberikan kontrak sebelum pembelajaran, gunakan seni ulasan yang menggerakan siswa, menjelaskan tentang tujuan serta harapan yang akan dicapai dalam proses pembelajaran, memberikan kepada peserta didik tentang mana yang benar dan mana yang salah.

3) Beberapa sikap yang dijadikan acuan oleh pendidik dalam mengajar di kelas diantaranya seorang guru juga harus menghormati setiap peserta didik, tidak mengintimidasia peserta didik, memahami nama – nama dari peserta didik hal ini bertujuan seorang pendidik dapat memahami kondisi pada saat proses pembelajaran, mengembangkan hubungan personal, melakukan kontak mata yang akrab dengan peserta didik sebagai contoh pada saat pembelajaran seorang pendidik hendaknya berkeliling menghampiri peserta didik.

e. Konsep Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

1. Pengertian Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Pada hakikatnya mata pelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti merupakan suatu pendidikan melalui ajaran – ajaran Agama Islam, yang berupa bimbingan serta asuhan terhadap peserta didik agar kelak setekah selesai dari proses pendidikan mereka dapat mnghayati, memahami serta dapat mengamalkan ajaran agama Islam. (Zakiyah Darojat: 2014)

Secara keseluruhan mata pelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti meliputi Al-Qur’an, Hadits, Akhlak, Tauhid, Ibadah atau fiqih serta sejarah sekaligus menggambarkan bahwa ruang lingkup pendidikan agama Islam mencakup perwujudan keserasian, keseimbangan, serta keselarasan hubungan antara manusia dengan Allah SWT, dengan dirinya sendiri, dengan sesama manusia, serta makhluk lainnya yang berada dilingkungan sekitar. (Zuhairi Dkk: 1993)

Sehingga dapat disimpulkan bahwa mata pelajaran pendidikan agama Islam dan Budi pekerti yang di maksud dalam tulisan ini adalah suatu mata pelajaran yang didalamnya mencakup bimbingan serta arahan terhadap peserta didikagar kelak

(12)

e.ISSN : 2745-8245 p.ISSN : 2745-844X 165

setelah selesai proses pendidikan ia mampu memahami, mengamalkan ajaran – ajaran yang tercakup dalam agama Islam yang dijadikan sebagai pandangan atau pedoman hidup di dunia dan di akhirat kelak.

2. Tujuan dan Fungsi Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Adapun tujuan dari mata pelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti adalah membina manusia beragama yang mampu melaksanakanajarana – ajaran agama Islam dengan baik serta sempurna, sehingga mampu tercermin didalam sikap ataupun perbuatan diseluruh kehidupannya, dalam trangka untuk dapat mencapai titik kebahagiaan serta kejayaan baik didunia maupun di akhirat kelak. (Zakiyah Darajad: 1995)

Sedangkan fungsi dari mata pelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti adalah: (Abdul Majid: 2014)

1) Pengembangan keimanan dan ketaqwaan

2) Penanaman nilai sebagai suatu pedoman hidup dalam mencari kebahagiaan dan kejayaan di dunia ataupun di akhirat

3) Sebagai perbaikan dalam memperbaiki kesalahan, kekurangan ataupun kelemahan peserta didik dalam keyakinan pengalaman, serta pemahaman tentang ajaran agana Islam.

4) Sebagai pencegahan dalam menangkal hal – hala yang bersifat negative yang berasal dari luar yang dapat membahayakan dirinya

5) Sebagai penyalur bakat bagi peserta didik yang mempunyai bakat khusus dalam bidang agama Islam.

3. Ruang Lingkup Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Adapun raunag lingkup dari mata pelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti adalah sebagai berikut: (Muhaimin: 2012)

1) Al-Qur’an 2) Hadits

3) Keimanan (tauhid) 4) Akhla atau perilaku 5) Ibadah atau Fiqih

(13)

e.ISSN : 2745-8245 p.ISSN : 2745-844X 166

D. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti di SD Negeri 1 Kembaran Kulon dalam pembelajaran berbasis edutainment pada mata pelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti, selanjutnya dapat diambil kesimpulan bahwa :

1. Konsep edutainment dalam pelaksanaan pembelajaran mengacu pada teori edutainment yakni humanizing classroom, active learning, dan quantum learninig . contoh pelaksanaan humanizing classroom salah satunya adalah pengalaman sholat dhuha dan sholat dhuha berjamaah, guru sebagai fasilitator, serta memposisikan peserta didik dengan setara dan karakyter gaya belajar masing – masing. Pelaksanaan Quantum learning dilakukan dengan membuat posisi peserta didik yang nyaman dan menyenangkan sehingga pembelajaran yang diberikan mudah untuk dipahami oleh peserta didik. Active learning dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis edutainment dilakukan dalam startegi yang diganakan adalah team quiz dan the power of two, yang bertujuan untuk menjadikan peserta didik yang aktif baik secara fisik maupun secara pikiran pada saat pembelajaran.

2. Selain memadukan permaian dengan pembelajaran program sekoilah juga mendukung pembelajaran yang menyenangkan serta menjadikan peserta didik yang kondusif.

Daftar Pustaka

Baiziah, Destri, Strategi Dan Penerapan Pendidikan Karakter (Medan: Grupedia, 2019) Drajad, Zakiyah, Ilmu Pendidkan Agama Islam (Jakarta: Bumi Aksara, 2014)

Hamid, M Sholeh, Pembelajaran Tematik –Integratif Pendidikan Agama Islam Dengan Sains (Yogyakarta: Diva Press, 2014)

Majid, Abdul, Belajar Dan Pembelajaran (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2014)

Muhaimin, Pardigma Pendidikan Islam, Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam Di Sekolah (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2012)

Roqib, Moh, Ilmu Pendidikan Islam (Yogyakarta: Lkis, 2009) Soleh, Moh, Metode Edutainment (Yogyakarta: Diva Press, 2014)

Sunhaji, Pembelajaran Tematik –Integratif Pendidikan Agama Islam Dengan Sains (Purwokerto: Stain Press)

Suyadi, Psikologis Belajar PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) (Purwokerto: Stain Press, 2013) Zakiyah Darajad, Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1995) Zuhairi, Dkk, Metodologi Pendidikan Agama Islam (Solo: Anggara IKAPI, 1993)

Referensi

Dokumen terkait

Di kalangan masyarakat luas juga berlaku pendapat umum bahwa semakin berpendidikan maka makin baik status sosial seseorang dan penghormatan masyarakat terhadap

- Dari informasi yang diperoleh dan dibuktikan kebenaraannya dengan mengamati contoh-contoh perilaku yang mencerminkan keteladanan dari al-

Hasil penelitiannya yaitu bahwa implementasi kurikulum 2013 mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMA Negeri 5 Purwokerto Kabupaten Banyumas

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dilaksanakan melalui pembelajaran pada semua jenjang pendidikan (SD, SMP dan SMA), yang pengamalannya dapat dikembangkan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75% responden mendapatkan dukungan keluarga tinggi, 45% responden memiliki kemampuan perawatan diri dengan bantuan sebagian dan

Dari hasil analisis pada data ketiga buku teks mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yaitu buku Integrasi Budi Pekerti dalam Pendidikan Agama Islam, buku Pendidikan Agama Islam,

(Segmen II) ………... Aturan Wajib Penataan Sub Kawasan Kawasan Pasar Lama... Aturan Anjuran Penataan Sub Kawasan Kawasan Pasar Lama... Aturan Wajib Penataan Sub Kawasan Kawasan Jalan

Halaman diskon1.php berisi informasi mengenai poin sekarang, jumlah poin yang didapatkan dari modul keterlambatan, diskon yang diberikan saat memilih poin pada