• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

4

LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar Akuntansi

Berisikan tentang konsep yang berlaku secara umum tentang suatu asumsi, anggapan, pandangan atau pendapat dalam menyajikan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

2.1.1. Pengertian Akuntansi dan Tujuannya

Akuntansi berasal dari kata asing accounting yang artinya bila di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah menghitung atau mempertanggung jawabkan.

Menurut Sujarweni dalam (Utami & Hidayat, 2018) “Akuntansi adalah proses dari transaksi yang dibuktikan dengan faktur, lalu dari transaksi dibuat jurnal, buku besar, neraca lajur, kemudian akan menghasilkan informasi dalam bentuk laporan keuangan yang digunakan pihak-pihak tertentu”.

Menurut Samryn dalam (Utami & Hidayat, 2018) “Secara umum akuntansi merupakan suatu sistem informasi yang digunakan untuk mengubah data dari transaksi menjadi informasi keuangan”.

Sedangkan tujuannya, Menurut Priyanti (2013:1) mengemukakan bahwa, “Tujuan utama akuntansi adalah menyajikan informasi ekonomi (economic

information) dari suatu kesatuan ekonomi (economy entity) kepada pihak-pihak yang berkepentingan”.

(2)

Berdasarkan 3 (Tiga) pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa Akuntansi adalah suatu sistem informasi yang dihasilkan dari proses transaksi kemudian disajikan dalam bentuk laporan keuangan.

2.1.2. Persamaan Dasar Akuntansi

Pengertian persamaan dasar akuntansi menurut beberapa para ahli diantaranya adalah:

Menurut Hery dalam (Desmahary & Kuswara, 2016) “Persamaan dasar akuntansi merupakan persamaan yang menyajikan jumlah harta perusahaan dan tuntutan atau kewajiban terhadap harta tersebut, yang digambarkan dalam hubungan aktiva/harta/aset, hutang/kewajiban/liabilitas dan ekuitas pemilik/ modal”.

Menurut Priyanti (2013:19) mengemukakan bahwa “Persamaan dasar akuntansi adalah suatu persamaan yang menunjukkan jumlah aktiva sama dengan utang ditambah modal”.

Dari beberapa definisi di atas kemudian dapat dibuat penyederhanaan persamaan dasar akuntansi sebagai berikut:

Sumber: Hery (2014:14)

Gambar II.1. Persamaan Dasar Akuntansi

Rumusan persamaan akuntansi di atas sifatnya baku (mutlak), dimana

liabilities harus ditempatkan terlebih dahulu sebelum equity, ini mengandung makna bahwa kreditur memiliki hak yang pertama atas kekayaan perusahaan,

(3)

setelah itu sisa assets yang masih ada barulah merupakan hak pemilik dana/pemegang saham.

2.1.3. Peran dan Pengguna Akuntansi

Menurut Indratno (2013:6) ada beberapa pihak yang membutuhkan laporan akuntansi sebagai sumber informasi utama dalam mengambil keputusan. Pihak yang berkepentingan biasanya mengumpulkan dan menganalisis laporan sebelum digunakan sebagai fondasi untuk membuat keputusan. Sedangkan sebagai bagian dari sebuah sistem informasi, akuntansi menjadi sangat penting bagi pihak di dalam atau di luar perusahaan. Secara umum, adapun pihak-pihak yang membutuhkan informasi akuntansi adalah sebagai berikut:

1. Manajer

Pengelola perusahaan membutuhkan informasi akuntansi guna menyusun, merencanakan, mengevaluasi serta mengoreksi perkembangan perusahaan. 2. Investor

Para investor juga membutuhkan data akuntansi guna menilai dan menganalisa perkembangan organisasi tertentu. Investor yang ingin menanamkan modal perlu melakukan analisa laporan keuangan yang menggambarkan kekuatan financial perusahaan tertentu.

3. Kreditor

Kreditor juga memiliki kepentingan dengan data akuntansi. Data tersebut digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk mengucurkan kredit kepada para calon nasabah, tentunya, nasabah terpilih ialah mereka yang memiliki kemampuan untuk melunasi pokok hutang dan bunga pinjaman tepat waktu.

(4)

4. Instansi Pemerintah

Instansi pemerintah juga memiliki kepentingan dengan data akuntansi. Informasi keuangan sebuah perusahaan menjadi salah satu dasar dalam penetapan besarnya jumlah pajak yang harus dibayarkan pada periode tertentu.

5. Organisasi Nirlaba

Organisasi nirlaba membutuhkan informasi keuangan untuk menyusun anggaran, membayar gaji karyawan dan lain-lain.

6. Pengguna Lainnya

Organisasi buruh juga membutuhkan informasi akuntansi sebagai bahan pertimbangan untuk meminta kenaikan gaji, penambahan tunjangan, serta mengamati perkembangan perusahaan tempat mereka bekerja.

2.1.4. Siklus Akuntansi

Menurut Mulya (2013:37) “Secara umum siklus akuntansi dapat kita artikan sebagai langkah-langkah atau proses akuntansi untuk menghasilkan informasi keuangan, mulai dari transaksi sampai penyajian laporan keuangan”.

Menurut Hery dalam (Utami & Hidayat, 2018) menjelaskan bahwa, “Proses Akuntansi yang diawali dengan menganalisis dan menujual transaksi, dan yang diakhiri dengan membuat laporan dinamakan sebagai siklus akuntansi (accounting

cycle).”

Menurut Fitria dalam (Wasiyanti, 2017) mendefinisikan bahwa, “Siklus akuntansi merupakan gambaran tahapan kegiatan akuntansi yang meliputi

(5)

pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran, dan pelaporan yang dimulai saat terjadi sebuah transaksidalam sebuah perusahaan”.

Sumber: Fitria dalam (Wasiyanti, 2017)

Gambar II.2. Siklus Akuntansi

Seperti yang terlihat pada siklus akuntansi, terdapat empat tahapan penting yaitu: 1. Tahapan Pencatatan

Merupakan langkah awal dari siklus akuntansi. Berawal pencatatan bukti-bukti transaksi sebagai pedoman dalam pembuatan jurnal. Jurnal adalah sebuah form yang dikhususkan untuk mencatat sebuah kejadian atau transaksi yang akan berpengaruh pada posisi elemen-elemen keuangan dalam perusahaan yang ditulis secara kronologis dan sistematis ke dalam kelompok debit dan kredit.

2. Tahapan Penggolongan

Merupakan tahap mengelompokan catatan bukti transaksi yang sudah dicatat ke dalam jurnal umum dan jurnal khusus, kemudian dikelompokkan ke

(6)

dalam buku besar sesuai dengan nama akun dan saldo-saldo yang telah dicatat dan dinilai ke dalam kelompok debit dan kredit.

3. Tahapan Pengikhtisaran

Kegiatan yang ada dalam tahap ini adalah pembuatan neraca saldo dan kertas kerja.

4. Tahapan Pelaporan

Merupakan tahap akhir dari siklus akuntansi. Kegiatan yang ada dalam tahap ini adalah:

a) Laporan laba rugi;

b) Laporan perubahan modal; c) Laporan arus kas;

d) Jurnal Penutup;

e) Neraca setelah penutupan; f) Jurnal pembalik

2.1.5. Perusahaan Dagang

Menurut (Soemohadiwidjojo, 2017) Perusahaan dagang (trading

company) adalah perusahaan yang membeli barang berwujud dari pemasok dan menjualnya langsung kepada konsumen tanpa melakukan pengolahan lebih lanjut untuk mengubah sifat produk tersebut. Perusahaan dagang dapat dibedakan berdasarkan produk yang dijual atau daerah tempat perusahaan dagang tersebut beroperasi.

Berikut ini contoh-contoh usaha yang dapat diklasifikasikan sebagai perusahaan dagang:

(7)

1. Distributor 2. Agen tunggal 3. Keagenan produk 4. Toko P&D 5. Minimarket 6. Pasar swalayan 7. Departemen store 8. Pusat grosir 9. Reseller, dan 10. Dropshipper

2.1.6. Karakteristik Perusahaan Dagang

Menurut (Soemohadiwidjojo, 2017) Karakteristik dari perusahaan dagang adalah sebagai berikut:

1. Produk yang ditawarkan/dijual berupa barang (benda yang berwujud).

2. Kegiatan usaha utamanya melakukan pembeliaan barang dari produsen atau memasok untuk dijual kembali tanpa melakukan proses produksi (tidak ada aktivitas mengubah bentuk atau sifat barang). Perubahan dimungkinkan sebatas melakukan pengemasan ulang agar barang lebih menarik dan konsumen tertarik untuk membeli.

3. pendapatan utama perusahaan dagang diperoleh dari hasil penjualan barang dagangan.

4. Laba kotor perusahaan dagang diperoleh dari penjualan bersih – harga pokok barang yang dijual.

(8)

5. Transaksi pembeliaan barang dagangan dapat dilakukan secara tunai maupun kredit.

6. Dimungkinkan bagi perusahaan dagang untuk memberikan diskon/potongan harga.

7. Melakukan penyimpanan barang dagangan selama belum dijual dan diserahkan kepada pembeli sehingga perusahaan dagang memiliki persediaan barang dagangan.

8. Konsumen dapat secara langsung melihat dan mengetahui kualitas barang dagangan.

9. Apabila diperlukan, melakukan transaksi retur (pengembaliaan barang), baik pengembalian dari konsumen ke perusahaan maupun dari perusahaan ke

supplier/produsen karena barang rusak atau cacat.

2.1.7. Jurnal Khusus

Menurut (Priyanti, 2013) Jurnal Khusus adalah buku jrnal (buku harian) yang digunakan untuk mencatat jenis transaksi yang semakin banyak dan frekuensi terjadi semakin tinggi. Jenis jurnal yang biasanya terdapat dalam perusahaan relative besar adalah sebagai berikut:

1. Jurnal Penjualan 2. Jurnal Pembeliaan 3. Jurnal Penerimaan Kas 4. Jurnal Pengeluaran Kas

Macam-macam Jurnal Khhusus Jurnal Khusus terdiri dari:

(9)

1. Buku Penerimaan Kas (Cash Receipt Journal)

Digunakan untuk mencatat semua transaksi penerimaan kas, antara lain: a. Investasi/penanaman modal berupa uang tunai

b. Hasil penjualan barang/jasa secara tunai c. Hasil pendapatan lain-lain berupa uang tunai 2. Buku Pengeluaran Kas (Cash Payment Journal)

Digunakan untuk mencatat semua transaksi pengeluaran kas, antara lain: a. Pengambilan prive pembayaran deviden

b. Pembeliaan barang secara tunai

c. Pembayaran kewajiban kepada kreditur d. Pembayaran macm-macam biaya 3. Buku Penjualan (Sales Journal)

Digunakan untuk mencatat semua transaksi penjualan barang secara kredit. 4. Buku Pembeliaan (Purchase Journal)

Digunakan untuk mencatat semua transaksi pembeliaan barang secara kredit. 5. Jurnal Umum (Memorial Journal)

Buku jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi yang tidak bisa dicatat didalam jurnal khusus diatas.

2.1.8. Sistem Pencatatan Perpetual

Menurut (Revita & Annisa, 2018) dalam akuntansi perusahaan dagang, dikenal dua macam metode pencatatan persediaan, metode perpetual dan metode periodik. Keunggulan metode perpetual, perusahaan dapat mengetahui posisi nilai perusahaan kapan saja, karena selalu dibukukan/dijurnal setiap ada aktivitas

(10)

keluar masuk. Sistem pencatatan metode perpetual disebut juga metode buku, merupakan sistem dimana setiap persediaan yang masuk dan keluar dicatat di pembukuan. Sementara metode periodik dilakukan dengan menghitung jumlah persediaan di akhir suatu periode untuk melakukan pembukuannya. Dalam penjurnalan metode perpetual dan periodik punya perbedaan khas, metode perpetual melakukan pencatatan aktivitas keluar masuk persediaan dan HPP ketika transaksi penjualan. Sedangkan metode periodik tidak mencatata HPP saat transaksi penjualan. Pencatatan menggunakan metode periodik, pada akhir periode dibuatkann jurnal penyesuaian persediaan barang dagang awal dan akhir. Metode ini perlu diterapkan karena karena persediaan pada dasarnya mempengaruhi neraca ataupun laporan laba rugi. Di dalam neraca perusahaan dagang, persediaan pada umumnya merupakan nilai yang signifikan dalam aset lancar, sedangkan di dalam laporan laba rugi, persediaan dapat menentukan hasil operasi dari perusahaan dalam periode tertentu

2.2. Tool Aplikasi

2.2.1. Zahir Accounting V5.1

Menurut PT. Zahir Internasional dalam (Sarwani, Oktaviani Syamsiah, & Dina, 2018) Zahir Accounting dibuat kali pertama pada tahun 1996 dan hingga saat ini PT Zahir Internasional telah menciptakan berbagai edisi yaitu Zahir

Accounting 6, Zahir Point of Sale (POS) 6, Zahir POS Mobile, Zahir Report

Server 6, Zahir Sales Order Mobile, Zahir Enterprise Plus, dan Zahir Online. Zahir Accounting telah digunakan oleh lebih dari 30.000 perusahaan berskala kecil, menengah, dan besar dengan 50.000-an pengguna (user/lisensi) di Indonesia

(11)

serta mancanegara. Zahir telah memperoleh beberapa anugerah di tingkat nasional di antaranya Penghargaan APICTA Indondesia oleh Menkominfo tahun 2002-2004, Penghargaan Presiden RI tahun 2003, Penghargaan Enterprise 50 tahun 2006, Juara Pertama Teknopreneur Award tahun 2008, dan Best Choice Award tahun 2013. Selain itu, PT Zahir Internasional juga telah memperoleh sertifikat ISO 9001:2008 pada tahun 2010.

Menurut Yuswanto dan Lo Sanjaya dalam (Desmahary & Kuswara, 2016) “Zahir Accounting adalah program akuntansi yang mudah digunakan dan penuh inovasi, yang dirancang untuk kebutuhan usaha kecil dan menengah”.

Menurut Himayati dalam (Utami & Hidayat, 2018) “Zahir Accouning adalah sebuah program akuntansi yang didesain khusus untuk mengelola keuangan perusahaan secara mudah, fleksibel yang berfasilitas lengkap dan dapat digunakan untuk berbagai macam perusahaan, baik perusahaan jasa maupun dagang”.

Menurut Yuswanto dan Hanafi dalam (Rachmawati & Nurjanah, 2017) “Zahir Accounting merupakan software akuntansi yang dibuat secara terpadu (Integrated software)”.

Keunggulan Zahir Accounting versi 5.1 menurut Yuswanto dan Hanafi dalam (Rachmawati & Nurjanah, 2017), yaitu:

1. Tampilan yang menarik baik dalam interface program maupun dalam penyajian laporan keuangan.

(12)

2.2.2. Modul Zahir Accounting V.5.1

Berikut adalah beberapa fasilitas modul yang terdapat dalam Zahir Accounting V.5.1 yaitu:

1. Jendela Menu Utama Zahir

Sumber: Software Zahir Accounting V.5.1 (Sarwani et al., 2018)

Gambar II.3 Jendela Menu Utama Zahir

2. Modul Data-data

Digunakan untuk mencatat data nama dan alamat, data rekening, data produk, satuan pengukuran, data proyek, data harga tetap dan data pajak.

(13)

Sumber: Aplikasi Zahir Accounting 5.1 (Ratnasari, Muryani, & Eka Achyani, 2014)

Gambar II.4. Modul Data-data

3. Modul Buku Besar

Digunakan untuk mencatat data rekening perkiraan, transaksi jurnal umum, buku besar dan daftar transaksi jurnal.

Sumber: Aplikasi Zahir Accounting 5.1 (Ratnasari et al., 2014)

(14)

4. Modul Penjualan

Menurut (Ratnasari et al., 2014) “Penjualan adalah transaksi dimana ada pengeluaran barang atau jasa untuk pelanggan”. Transaksi ini digunakan oleh perusahaan sebagai pendapatannya, transaksi ini dapat dilakukan dengan tunai atau piutang. Piutang dagang adalah transaksi untuk pembayaran yang dilakukan oleh pelanggan atas penjualan yang terjadi sebelumnya.

Fasilitas yang ada di modul penjualan adalah sales order, pengiriman barang, retur penjualan,daftar piutang dagang dan pengembalian kelebihan.

Sumber: Aplikasi Zahir Accounting 5.1 (Ratnasari et al., 2014)

Gambar II.6. Modul Penjualan

5. Modul Pembelian

Menurut (Ratnasari et al., 2014) “Pembelian adalah transaksi dimana ada penerimaan barang atau jasa dari supplier atau vendor, transaksi ini banyak

(15)

digunakan oleh perusahaan”. Transaksi pembelian dapat dilakukan dengan tunai atau hutang. Hutang dagang adalah transaksi untuk melakukan pembayaran hutang dagang kepada supplier atau vendor tertentu atas transaksi pembelian sebelumnya.

Beberapa fasilitas yang ada di modul pembelian adalah purchase order, pengiriman barang (invoicing), retur pembelian, daftar hutang dagang, pembayaran hutang dagang dan penerimaan pengembalian (debit).

Sumber: Aplikasi Zahir Accounting 5.1 (Ratnasari et al., 2014)

Gambar II.7. Modul Pembelian

6. Modul Kas & Bank

Kas dan Bank digunakan untuk transaksi yang berkaitan dengan rekening kas atau bank, seperti transfer antar rekening kas atau bank, kas atau bank keluar. Untuk kas masuk dan kas keluar adalah transaksi diluar penginputan penerimaan pembayaran piutang maupun pengeluaran pembayaran hutang.

(16)

Beberapa fasilitas yang ada di modul kas dan bank antara lain transfer kas, kas masuk, kas keluar dan rekonsiliasi bank.

Sumber: Aplikasi Zahir Accounting 5.1 (Ratnasari et al., 2014)

Gambar II.8. Modul Pembelian

7. Modul Persediaan

Persediaan digunakan untuk mengelola persediaan sebagai aktiva perusahaan. Pada modul ini dapat dibuat data barang, barang keluar diluar penjualan, pembuatan proses produksi, stock opname.

Beberapa fasilitas yang ada di modul persediaan adalah pemakaian atau penyesuian barang, pemindahan barang, stock opname dan perakitan.

(17)

Sumber: Aplikasi Zahir Accounting 5.1 (Ratnasari et al., 2014)

Gambar II.9. Modul Persediaan

Proses persediaan juga berkaitan dengan penerimaan barang yang ada di modul pembelian dan pengiriman barang yang ada di modul penjualan. Setiap ada penjualan yang akan menyebabkan barang keluar, secara otomatis Zahir akan membentuk jurnal penyesuian persediaan berdasarkan metode yang digunakan.

8. Modul Laporan

Menurut (Ratnasari et al., 2014) Modul ini digunakan untuk melihat semua laporan hasil penginputan di modul-modul sebelumnya. Laporan di Zahir

Accounting tersedia dalam ratusan bentuk, tidak hanya laporan keuangan yang utama tetapi juga laporan yang berhubungan dengan manajemen, terutama laporan grafik, analisa rasio dan laporan lainnya.

(18)

Sumber: Aplikasi Zahir Accounting 5.1 (Ratnasari et al., 2014)

Referensi

Dokumen terkait

Hasil daya terima oleh anak balita yang dilihat dari indikator porsi yang dimakan 90%, bagian yang dimakan 90%, ekspresi ketertarikan terhadap makanan 70% dan lama

Dari pembahasan hubungan antara variabel dependen dan independen di atas, dapat disimpulkan bahwa secara umum terjadi aglomerasi ekonomi pada industri makanan dan

Dampak dari assertive training yang diberikan dalam penelitian ini adalah untuk mengembangkan sikap percaya diri pada anak usia 5-6 tahun pada keluarga tingkat

teori yang digunakan maka pada ketentuan Pasal 32 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 menyatakan : “Dalam hal atas suatu bidang tanah sudah

Pusat Pendayagunaan Informatika dan Kawasan Strategis Nuklir (PPIKSN), yang dalam Peraturan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Nomor 14 Tahun 2013 Tentang Organisasi

Bangunan Rumah Dinas Walikota Bogor tidak menyikapi tapak karena pada tahun 1952, pemerintah membutuhkan bangunan dengan fungsi rumah tinggal untuk walikota dan pada saat itu

Dengan menggunakan data pada Tabel 1 akan ditentukan penaksir proporsi eksponensial untuk menaksir rata-rata produksi padi dengan menggunakan syarat penaksir