ISSN (P) : 2089-1210, E-ISSN : 2580-7285
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 14 No 3, Desember 2017
274
Analisis Efektivitas Kegiatan Dan Efisiensi Anggaran Perpolisian
Masyarakat (Polmas) Pada Sektor Kecamatan Taliwang
Kabupaten Sumbawa Barat
Tahun 2010-2014
Syafruddin 1, Indra Kusumawati2, Winda Wulandari3
Fakultas Ekonomi & Manajemen Universitas Samawa Program Studi Ekonomi Pembangunan
Email : [email protected] ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas dan efisiensi pelaksanaaan kegiatan pada program Polmas pada Sektor Kec. Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat. efisien dalam penggunaan sumber daya dalam arti penggunaannya diminimalkan dan hasilnya dimaksimalkan, serta efektif dalam arti mencapai tujuan dan sasaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Efektivitas dan efisiensi pelaksanaan kegiatan dan anggaran belanja polmas pada sector Kec. Taliwang Kab. Sumbawa Bara. Data dalam penelitian ini berupa data Kuantitatif seperti realisasi dan target pelaksanaan kegiatan serta belanja pada pelaksanaan kegiatan Polmas sector Taliwang selama tahun 2010-2014. Sumber data diperoleh dari dokumen Polsek Taliwang serta analisis data dilakukan dengan analisis rasio efektivitas dan efisiensi. Hasil analisis menunjukan bahwa kegiatan Polmas pada Polsek Taliwang selama tahun 2010-2014 secara keseluruhan mencapai tingkat sangat efektif, namun capaian efisiensi belanjan kkurang efisien.Oleh karenanya dalam upaya mendorong efektivitas kegiatan Polmas oleh Polsek Taliwang pada pada masa mendatang, maka komitmen pelaksanaan, komunikasi, sikap pelaksana dari Polsek Taliwang harus terus ditingkatkan. Kegiatan sosialisasi dan dialog antara Kepolisian, pemerintah daerah (kelurahan/desa), serta kelembagaan masyarakat serta warga masyarakat tentang program Polmas dan persoalan Kamtibmas juga terus ditingkatkan, termasuk upaya-upaya seprti melaksanakan kegiatan-kegaitan bersama dalam rangka membangun kondisi keamanan.
Kata Kunci: Efektivitas, Efisiensi, Kegiatan dan Anggaran Belanja. PENDAHULUAN
Undang-undang No. 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, menjelaskan bahwa tugas pokok Polri adalah memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan terhadap masyarakat. Selain menjalankan tugas pokoknya tersebut, Polri juga mempunyai tugas untuk membina masyarakat dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat, kesadaran hukum masyarakat serta kepatuhan masyarakat terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan (UU No. 2 Tahun 2002 pasal 14 ayat (1) huruf b). Melalui fungsipembinaan masyarakat (Binmas), Polri berupaya
ISSN (P) : 2089-1210, E-ISSN : 2580-7285
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 14 No 3, Desember 2017
275
menumbuhkan kesadaran dari masyarakat untuk turut serta dalam upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban di masyarakat itu sendiri.
Dalam upaya melakukan pembinaan serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Saat ini Polri telah mengaplikasikan program yang diadopsi dari sistem kepolisian Negara maju seperti Jepang dan Amerika Serikat bernama
Community Policing atau dikenal dengan istilah Program Perpolisian Masyarakat.
Program ini merupakan upaya Polri dalam melakukan pembinaan masyarakat guna mewujudkan keamanan dan ketertiban dalam masyarakat yang lebih baik dengan melibatkan masyarakat pada lingkungan itu sendiri. Program Perpolisian Masyarakat (Polmas), yang dikuatkan dengan dasar hukum Skep Kapolri No. Pol.Skep/737/X/2005 tanggal 13 Oktober 2005 tentang Kebijakan dan strategi penerapan model Polmas dalam penyelenggaraan Tugas Polri. Polmas (Perpolisian Masyarakat) adalah sebuah metode perpolisian yang dikembangkan dibanyak negara di seluruh dunia dan juga merupakan salah satu model perpolisian terpenting di Asia. Untuk itulah maka Indonesia pun turut mengadopsinya. Polmas mendorong terciptanya suatu kerjasama baru antara Polri dengan masyarakat dalam menghadapi suatu permasalahan yang terjadi, dan bersama-sama berupaya menemukan upaya penyelesaiannnya.
Sebagai bagian integral dari Polri, Polisi Sektor (Polsek) Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat juga menjalankan program Polmas. Dengan keterbatasan sumberdaya seperti jumlah personil terhadap cakupan layanan dan jumlah masyarakat yang harus dilayani, Polsek Kecamatan Taliwang tetap berupaya memaksimalkan pelayanan agar tujuan dan peran serta Polri tetap terlaksana terutama berkaitan dengan program Polmas tersebut.
Kegiatan pada program Polmas di Kecamatan Taliwang ditetapkan secara terintergasi dengan program Kepolisian Resort Sumbawa Barat, termasuk dalam anggaran atau dana pelaksanaan kegiatannya. Kegiatan Polmas pada setiap kecamatan dilakukan dengan berkoordinasi dengan seluruh pihak yang terkait, mulai dari Polisi Pamong Praja (Pol PP) Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, serta aparat desa, dan lembaga-lembaga desa yang ada. Hal ini dilakukan guna menghindari ketidaksesuaian atau kesalahpahaman dalam implementasi program Polmas. Pelaksanaan program Polmas pada setiap kecamatan ditargetkan untuk seluruh desa pada kecamatan tersebut termasuk di Kecamatan Taliwang. Pelaksanaan program Polmas ini, rutin dilakukan dengan frekuensi kegiatan minimal 3-4 kali setiap bulannya. Secara teknis, bentuk kegiatan Polmas dalam bentuk pembinaan melalui penyuluhan dan kegiatan sejenisnya. Materinya penyuluhan utamanya berupa kesadaran hukum dan upaya-upaya pencegahan tindak kriminalitas.
Kegiatan Polmas dilakukan 3-4 kali sebulannya, 3-4 giat tersebut dilaksanakan di Desa/Kelurahan Kec. Taliwang. Semua Desa/Kelurahan yang ada di Kec. Taliwang sudah pernah dikunjungi/disambangi oleh Polmas khususnya Bhabinkamtibmas Desa/Kelurahan binaan masing-masing. Polmas khususnya Bhabinkamtibmas melaksanakan sambang ke Desa/kelurahan minimal 2x dalam satu (1) hari, jumlah Desa/Kel di Kec. taliwang sebanyak 21 Desa/Kelurahan yang disambangi oleh Polmas.
ISSN (P) : 2089-1210, E-ISSN : 2580-7285
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 14 No 3, Desember 2017
276
Kegiatan polmas di Polsek Taliwang kab. Sumbawa Barat dalam 1 bulan melaksanakan 3-4 kali kegiatan, dalam 1 kegiatan anggaran yang dikeluarkan sebesar Rp. 20.000 untuk uang saku anggota, Rp. 18.000 untuk uang makan anggota, dan Rp. 1.542.000 untuk sarana kontak per 1 bulan di keluarkan oleh Polsek Taliwang yang diberikan kepada masyarakat tempat melakukan kegiatan penyuluhan/pembinaan kepada masyarakat dan karang taruna.
Saat ini Program Polmas di Kabupaten Sumbawa Barat telah berjalan selama hampir sepuluh (10) tahun sejak tahun 2008. Tentunya diharapkan kegiatan ini pada program ini memiliki dampak yang signifikan sebagamana target yang ditetapkan. Namun begitu, evaluasi terhadap pelaksanaan program ini tetap menjadi penting dilakukan agar proses perbaikan dimasa mendatang dapat terus diupayakan agar program ini tetap berjalan berkesinambungan, mengingat semakin maraknya dan kompleksnya permasalahan sosial, ekonomi, budaya serta politik yang terjadi di masyarakat. Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam tentang pelaksanaan program Polmas di Kabupaten Sumbawa Barat khususnya Polisi Sektor (Polsek) Kecamatan Taliwang. Adapun judul penelitian ini adalah sebagai berikut : Analisis Efektivitas Kegiatan Dan Efisiensi Anggaran Perpolisian Masyarakat (Polmas) Pada Polsek Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat. KAJIAN PUSTAKA
Program Perpolisian Masyarakat (Polmas)
Program Perpolisian Masyarakat (Community Policing) atau yang dikenal dengan sebutan Polmas, diimplementasikan dengan mendasarkan pada UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya pasal 2 dan 4 tentang fungsi dan tujuan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Secara teknis, implementasi Polmas mengacu pada :
1. Surat Keputusan Kapolri No. Pol : Skep/737/X/2005 tanggal 13 Oktober 2005 tentang Kebijakan dan Strategi Penerapan Model Perpolisian Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Tugas Polri.
2. Surat Keputusan Kapolri No. Pol : Skep/431/VII/2006 tanggal 01 Juli 2006 tentang Pedoman Pembinaan Personel Pengemban Fungsi Perpolisian Masyarakat (Polmas).
3. Surat Keputusan Kapolri No. Pol : Skep/432/VII/2006 tanggal 01 Juli 2006 tentang Panduan Pelaksanaan Fungsi-Fungsi Operasional Polri Dengan Pendekatan Perpolisian Masyarakat (Polmas).
4. Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2008, tentang Pedoman Dasar Strategi dan Implementasi Perpolisian Masyarakat dalam Penyelenggaraan Tugas Polri.
Perpolisian Masyarakat merupakan sebuah filosofi, strategi operasional, dan organisasional yang mendukung terciptanya suatu kemitraan baru antara masyarakat dengan Polisi dalam mencegah masalah kamtibmas. Warga dan polisi bekerja sama sebagai mitra sejajar untuk memecahkan masalah kejahatan, ketidaktertiban, dan ketakutan akan kejahatan untuk meningkatkan kualitas hidup warga serta untuk mengidentifikasi penyelesaian masalah sosial dalam masyarakat. Beberapa persoalan kamtibmas yang dihadapi petugas perpolisian masyarakat dalam bentuk pelanggaran
ISSN (P) : 2089-1210, E-ISSN : 2580-7285
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 14 No 3, Desember 2017
277
norma agama dan adat dan pelanggaran hukum pidana, contohnya : ketidaktertiban, penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang, perjudian, premanisme, perkelahian hingga kejahatan terorganisir seperti terorisme.
Arah dan kebijakan pelaksanaan strategi kebijakan polmas mempunyai tujuan, adapun tujuan penerapan Polmas (Prolat Polmas, 2009:15) adalah :
1. Terwujudnya kerjasama Polisi dan masyarakat lokal (komunitas) untuk menanggulangi kejahatan dan ketidaktertiban sosial dalam rangka menciptakan ketentraman umum dalam kehidupan masyarakat setempat.
2. Menanggulangi kejahatan dan ketidak tertiban sosial. Mengandung makna bukan hanya mencegah timbulnya tetapi juga mencari jalan keluar pemecahan permasalahan yang dapat menimbulkan gangguan terhadap keamanan dan ketertiban yang bersumber dari komunitas itu sendiri serta dalam batas-batas tertentu mengambil tindakan pertama jika terjadi kejahatan atau bahkan menyelesaikan pertikaian antar warga sehingga tidak memerlukan penanganan melalui proses formal dalam sistem peradilan pidana.
3. Menciptakan ketentraman umum. Mengandung makna bahwa yang dituju oleh Polmas bukan hanya sekedar ketiadaan gangguan faktual terhadap keamanan dan ketertiban tetapi juga perasaan takut warga dalam kehidupan bersama dalam komunitas mereka.
4. Kerjasama Polisi dan masyarakat. Mengandung makna bukan sekedar bekerja bersama dalam operasionalisasi penanggulangan kejahatan dan ketidaktertiban sosial tetapi juga meliputi mekanisme kemitraan yang mencakup keseluruhan proses manajemen, mulai dari perencanaan sampai pengawasan/pengendalian dan analisis/evaluasi atas pelaksanaanya. Karena itu, sebagai suatu tujuan, kerjasama tersebut merupakan proses yang terus menerus tanpa akhir.
Untuk dapat mencapai tujuan yang ingin dicapai maka program Polmas mempunyai dua buah Strategi yaitu Strategi Internal (Polri) dan Strategi Eksternal (masyarakat).Prinsip-prinsip yang dimiliki Polmas adalah komunikasi interaktif, kesetaraan, kemitraan, transparan, akuntabilitasi, partisipasi, personalisasi, desentralisasi, otonomisasi, orientasi pada pemecahan masalah, dan orientasi pada pelayanan (Prolat Polri, 2009: 8).
Pengertian Efektivitas
Menurut Subagyo (2000:87) efektivitas adalah kesesuaian antara output dengan tujuan yang ditetapkan. Efektivitas adalah suatu keadaan yang terjadi karena dikehendaki. Kalau seseorang melakukan suatu perbuatan dengan maksud tertentu dan memang dikehendaki, maka pekerjaan orang itu dikatakan efektif bila menimbulkan akibat atau mempunyai maksud sebagaimana yang dikehendaki sebelumnya (Gie, 1997:40).
Pengertian efektivitas menurut Hadayaningrat adalah sebagai berikut Efektivitas adalah pengukuran dalam arti tercapainya sasaran atau tujuan yang telah ditentukan sebelumnya (Handayaningrat, 1995:16). Menurut Handayaningrat efektifitas merupakan sebuah pengukuran dimana suatu target telah tercapai sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Pendapat Arens and Lorlbecke yang diterjemahkan oleh Amir Abadi Jusuf (1999:765), mendefinisikan efektivitas sebagai
ISSN (P) : 2089-1210, E-ISSN : 2580-7285
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 14 No 3, Desember 2017
278
berikut Efektivitas mengacu kepada pencapaian suatu tujuan, sedangkan efisiensi mengacu kepada sumber daya yang digunakan untuk mencapai tujuan itu. Sehubungan dengan yang Arens dan Lorlbecke tersebut, maka efektivitas merupakan pengukuran dalam arti tercapainya sasaran atau tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
Supriyono (2000:29) mendefinisikan pengertian efektivitas sebagai berikut Efektivitas merupakan hubungan antara keluaran suatu pusat tanggung jawab dengan sasaran yang mesti dicapai, semakin besar konstribusi daripada keluaran yang dihasilkan terhadap nilaipencapaian sasaran tersebut, maka dapat dikatakan efektif pula unit tersebut. Oleh karena itu, dapat dijelaskan bahwa efektivitas merupakan hubungan keluaran tanggung jawab dengan sasaran yang harus di capai. Semakin besar keluaran yang dihasilkan dari sasaran yang akan dicapai maka dapat dikatakan efektif dan efisien. Suatu tindakan yang mengandung pengertian mengenai terjadinya suatu efek atau akibat yang dikehendaki dan menekankan pada hasil atau efeknya dalam pencapaian tujuan.
Steers (1980) dalam Siahaan, (1999:17) mengungkapkan pendapatnya bahwa suatu organisasi yang efektif adalah iklim organisasi kerja yang kondusif yang mampu membuat pegawainya tidak hanya melaksanakan pekerjaan yang dibebankannya saja, tetapi juga penuh tanggung jawab, bertindak kreatif dan inovatif demi peningkatan efisiensi. Sementara Gibson dkk (1994:31) memberikan pengertian efektivitas dengan menggunakan pendekatan sistem yaitu (1) seluruh siklus input-proses-output, tidak hanya output saja, dan (2) hubungan timbal balik antara organisasi dan lingkungannya.
Pengertian Efisiensi
Dearden yang diterjemahkan oleh Agus Maulana (1997:46) mengemukakan bahwa efisiensi adalah sebagai berikut efisiensi diartikan sebagai kemampuan suatu unit usaha untuk mencapai tujuan yang diinginkan, efisiensi selalu dikaitkan dengan tujuan organisasi yang harus dicapai oleh perusahaan. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia (1995:250) pengertian efisiensi adalah kemampuan menjalankan tugas dengan baik dan tepat (dengan tidak membuang-buang waktu,tenaga dan biaya).
Pengertian efisiensi telah didefinisikan oleh banyak pakar ekonomi dan manajemen, diantara adalah pengertian Efisiensi menurut Malayu S.P Hasibuan (1994;07) yaitu perbandingan terbaik antara input (masukan ) dan output (hasil), antara keuntungan dengan biaya (antara hasil pelaksanaan dengan sumber yang digunakan), seperti halnya juga hasil optimal yang dicapai dengan penggunaan sumber yang terbatas. Sedangkan menurut Supriyono (2000:35) mendefinisikan efisiensi sebagai berikut efisiensi adalah jika suatu unit dapat bekerja dengan baik, sehingga dapat mencapai hasil atau tujuan yang diharapkan.
Halim (2004:30) mengemukakan bahwa efisiensi adalah pengukur besarnya biaya pemungutan yang digunakan terhadap realisasi penerimaan. Efisiensi pajak berhubungan dengan besarnya biaya pemungutan dengan realisasi penerimaan pajak daerah.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa efisiensi merupakan kemampuan perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya untuk memperoleh hasil
ISSN (P) : 2089-1210, E-ISSN : 2580-7285
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 14 No 3, Desember 2017
279
tertentu dengan menggunakan masukan (input yang serendah-rendahnya) untuk menghasilkan suatu keluaran (output), dan juga merupakan kemampuan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan benar.
METODE PENELITIAN Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitan ini adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif. Metode deskriptif kuantitatif adalah metode dimana peneliti akan mendeskripsikan, menggambarkan penemuan yang terjadi dari penelitian yang dilakukan dengan menggunakan angka-angka. Dalam penelitian ini penemuan tersebut berkaitan mengenai efektivitas dan efisiensi program perpolisian (Polmas) pada Sektor Taliwang di Kabupaten Sumbawa Barat.(Teori Arikunto, Suharsimi). Identifikasi/Klasifikasi Variabel
Variabel dalam penelitian ini diklasifikasikan sebagai variabel mandiri, yang terdiri dari variabel sebagai berikut :
1. Efektivitas adalah pengukuran dalam arti tercapainya sasaran atau tujuan yang telah ditentukan sebelumnya, dalam hal ini efektivitas anggaran polmas pada Sektor Kec. Taliwang Kab. Sumbawa Barat;
2. Efisiensi adalah perbandingan terbaik antara input (masukan) dan output (hasil), antara keuntungan dengan biaya (antara hasil pelaksanaan dengan sumber yang digunakan), seperti halnya juga hasil optimal yang dicapai dengan penggunaan sumber yang terbatas, dalam hal ini efektivitas anggaran polmas pada Sektor Kec. Taliwang Kab. Sumbawa
Definisi Operasional Variabel
Definisi operasional adalah penjelasan teknis mengenai variable penelitian. Adapun secara rinci variable penjelasan teknisnya adalah sebagai berikut :
1. Efektivitas adalah perbandingan (rasio) realisasi terhadap target pelaksanaan program Polmas pada Sektor Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat dalam satuan persentase.
2. Efisiensi adalah perbandingan (rasio) realisasi terhadap target belanja pelaksanaan program Polmas pada Sektor Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat dalam satuan persentase
Jenis dan Sumber Data
Adapun jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Data kuantitatif, yaitu data yang dapat diukur dalam skala numerik (angka) berkaitan dengan program Polmas di Sektor Taliwang yang meliputi : Realisasi pelaksanaan kegiatan Polmas Sektor Taliwang; Target pelaksanaan kegiatan Polmas Sektor Taliwang, Realisasi belanja pelaksanaan kegiatan Polmas Sektor Taliwang, Target belanja pelaksanaan kegiatan Polmas Sektor Taliwang. Data kualitatif adalah data yang tidak dapat diukur dalam skala numerik yang meliputi keterangan-keterangan yang berkaitan dengan identitas atau gambaran umum tentang kegiatan pada program Polmas di Polsek Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat. Sumber data yang digunakan
ISSN (P) : 2089-1210, E-ISSN : 2580-7285
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 14 No 3, Desember 2017
280
dalam penelitian ini Data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari pihak kedua. Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari dokumen Kepolisian Sektor Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat. Data sekunder yang diambil adalah data kuantitatif sebagaimana dijelaskan pada jenis data.
Teknik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu cara untuk memperoleh data yang dilakukan dengan mengumpulkan segala macam dokumen serta mengadakan pencatatan yang sistematis sesuai dengan tujuan penelitian (Soeratno dan Lincolin, 2007:43). Dalam penelitian ini metode pencatatan dokumen digunakan untuk mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif tentang pelaksanaan program dan belanja pada program Polmas serta profil pada Sektor Taliwang.Data sekunder dalam hal ini adalah data yang di dapatkan dalam bentuk angka selama 5 tahun dari tahun 2010-2014.
Alat Analisis
Dalam penelitian ini untuk mengukur efektivitas program/kegiatan suatu badan atau instansi publik digunakan rumus sebagai berikut (Halim, 2004:163):
𝐸𝑓𝑒𝑘𝑡𝑖𝑣𝑖𝑡𝑎𝑠 = Σ 𝑅𝑒𝑎𝑙𝑖𝑠𝑎𝑠𝑖 𝑃𝑟𝑜𝑔𝑟𝑎𝑚/𝐾𝑒𝑔𝑖𝑎𝑡𝑎𝑛
Σ 𝑇𝑎𝑟𝑔𝑒𝑡 𝑃𝑟𝑜𝑔𝑟𝑎𝑚/𝐾𝑒𝑔𝑖𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑥 100%
Tabel 1
Kriteria Efektifitas Program/Kegiatan
Prosentase Kriteria > 100% 90 – 100% 80 – 90% 60-80% < 60% Sangat Efektif Efektif Cukup Efektif Kurang Efektif Tidak Efektif
Sumber: Kepmendagri No.690.900.327
Selanjutnya rumus tersebut ditransformasi kedalam model penelitian ini sebagai berikut :
𝐸𝑓𝑒𝑘𝑡𝑖𝑓𝑖𝑡𝑎𝑠 =Σ 𝑅𝑒𝑎𝑙𝑖𝑠𝑎𝑠𝑖 𝐾𝑒𝑔𝑖𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑃𝑜𝑙𝑚𝑎𝑠
Σ 𝑇𝑎𝑟𝑔𝑒𝑡 𝐾𝑒𝑔𝑖𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑃𝑜𝑙𝑚𝑎𝑠 𝑥 100%
ISSN (P) : 2089-1210, E-ISSN : 2580-7285
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 14 No 3, Desember 2017
281
Kriteria Efisiensi Program/Kegiatan
Prosentase Kriteria > 100% 90 – 100% 80 – 90% 60-80% < 60% Tidak Efisien Kurang Efisien Cukup Efisien Efisien Sangat Efisien
Sumber: Kepmendagri No.690.900.327
HASIL DAN PEMBAHASAN
Program Perpolisian Masyarakat (CommunityPolicing) atau yang dikenal dengan sebutan Polmas, diimplementasikan dengan mendasarkan pada UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya pasal 2 dan 4 tentang fungsi dan tujuan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Secara teknis, implementasi Polmas mengacu pada:
1. Surat Keputusan Kapolri No.Po l: Skep/737/X/2005 tanggal 13 Oktober 2005 tentang Kebijakan dan Strategi Penerapan Model Perpolisian Masyarakat Dalam Penyelenggaraan TugasPolri.
2. Surat Keputusan Kapolri No.Pol: Skep/431/VII/2006 tanggal 01 Juli 2006 tentang Pedoman Pembinaan Personel Pengemban Fungsi Perpolisian Masyarakat (Polmas).
3. Surat Keputusan Kapolri No.Pol: Skep/432/VII/2006 tanggal 01 Juli 2006 tentang Panduan Pelaksanaan Fungsi-Fungsi Operasional Polri Dengan Pendekatan Perpolisian Masyarakat (Polmas).
4. Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2008, tentang Pedoman Dasar Strategi dan Implementasi Perpolisian Masyarakat dalam Penyelenggaraan TugasPolri.
Perpolisian Masyarakat merupakan sebuah filosofi, strategi operasional, dan organisasional yang mendukung terciptanya suatu kemitraan baru antara masyarakat dengan Polisi dalam mencegah masalah kamtibmas.Warga dan polisi bekerjasama sebagai mitra sejajar untuk memecahkan masalah kejahatan, ketidaktertibann dan ketakutan akan kejahatan untuk meningkatkan kualitas hidup warga serta untuk mengidentifikasi penyelesaian masalah sosial dalam masyarakat. Beberapa persoalan kamtibmas yang dihadapi petugas perpolisian masyarakat dalam bentuk pelanggaran norma agama dan adat dan pelanggaran hukum pidana, contohnya: ketidaktertiban, penyalahgunaan narkotika dan obat- obat terlarang, perjudian, premanisme, perkelahian hingga kejahatan terorganisir seperti terorisme.
Arah dan kebijakan pelaksanaan strategi kebijakan polmas mempunyai tujuan, adapun tujuan penerapan Polmas (ProlatPolmas,2009:15) adalah: Pertama, terwujudnya kerjasama Polisi dan masyarakat lokal (komunitas) untuk menanggulangi kejahatan dan ketidaktertiban social dalam rangka menciptakan ketentraman umum dalam kehidupan masyarakat setempat. Kedua, menanggulangi kejahatan dan ketidak tertiban sosial. Mengandung makna bukan hanya mencegah timbulnya tetapi juga mencari jalan keluar pemecahan permasalahan yang dapat
ISSN (P) : 2089-1210, E-ISSN : 2580-7285
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 14 No 3, Desember 2017
282
menimbulkan gangguan terhadap keamanan dan ketertiban yang bersumber dari komunitas itu sendiri serta dalam batas-batas tertentu mengambil tindakan pertama jika terjadi kejahatan atau bahkan menyelesaikan pertikaian antar warga sehingga tidak memerlukan penanganan melalui proses formal dalam sistem peradilan pidana.
Ketiga, menciptakan ketentraman umum. Mengandung makna bahwa yang dituju
oleh Polmas bukan hanya sekedar ketiadaan gangguan factual terhadap keamanan dan ketertiban tetapi juga perasaan takut warga dalam kehidupan bersama dalam komunitas mereka. Keempat, kerjasama Polisi dan masyarakat. Mengandung makna bukan sekedar bekerja bersama dalam operasionalisasi penanggulangan kejahatan dan ketidaktertiban social tetapi juga meliputi mekanisme kemitraan yang mencakup keseluruhan proses manajemen, mulai dari perencanaan sampai pengawasan/pengendalian dan analisis/evaluasi atas pelaksanaanya. Karena itu, sebagai suatu tujuan, kerjasama tersebut merupakan proses yang terus menerus tanpa akhir.
Kerjasama Polisi dan masyarakat mengandung makna bukan sekedar bekerjabersama dalam operasionalisasi penanggulangan kejahatan dan ketidaktertiban social tetapi juga meliputi mekanis mekemitraan yang mencakup keseluruhan proses manajemen mulai dari perencanaan sampai pengawasan/pengendalian dan analisis/evaluasi atas pelaksanaanya. Karen aitu, sebagai suatu tujuan kerjasama tersebut merupakan proses yang terus menerus tanpa akhir. Prinsip-prinsip yang dimiliki Polmas adalah komunikasi interaktif, kesetaraan, kemitraan, transparan, akuntabilitasi, partisipasi, personalisasi, desentralisasi, otonomisasi, orientasi pada pemecahan masalah, dan orientasi pada pelayanan (Prolat Polri,2009:8).
Adapun capaian keberhasilan pelaksanaan kegiatan polmas pada Polsek Taliwang selama tahun 2010-2014, dapat diukur dari efektivitas dan efisiensinya. Berdasarkan data yang diperoleh, maka dapat disajikan capaian efektivitas kegiatan polmas pada Polsek Taliwang selama tahun 2010-2014, pada tabel 3 dibawah ini.
Tabel 3
Efektivitas Program Perpolisian Masyarakat Polsek Taliwang, Tahun 2010-2014
Tahun Target
Kegiatan
Realisasi Kegiatan
Rasio
Efektifitas Makna Efektifitas
2010 44 50 113.6 Sangat Efektif
2011 45 48 106.7 Sangat Efektif
2012 44 43 97.7 Efektif
2013 44 45 102.3 Sangat Efektif
2014 46 46 100.0 Efektif
Rata-rata 45 46 104.2 Sangat Efektif
ISSN (P) : 2089-1210, E-ISSN : 2580-7285
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 14 No 3, Desember 2017
283
Sumber : Laporan Binmas Polsek Taliwang (data diolah)
Pada tabel tersebut diatas, dapat diketahui bahwa secara keseluruhan capaian pelaksanaan kegiatan Polmas pada Polsek Taliwang selama tahun 2010-2014 mencapai nilai rasio 104.4 dengan kategori sangat efektif. Hal yang sama juga terjadi pada rata-rata capaian pelaksanaan kegiatan Polmas per tahun, yang mencapai kategori sangat efektif dengan nilai rasio sebesar 104,4.
Hasil ini memberi makna bahwa pelaksanaan kegiatan Polmas pada Polsek Taliwang yang secara terprogram melakukan penyuluhan /pembinaan kepada para pemuda pelajar dan mahasiswa diwilayahnya tentang pencegahan dan penanggulangan bahaya Narkoba, Minuman Keras, Pencurian dan Perkelahian serta pentingnya kesadaran menjadi polisi bagi diri mereka sendiri. Serta melakukan dialog secara aktif dengan tokoh-tokoh masyarakat, agama dan adat untuk menggairahkan warga secara sadar berperan serta dalam memelihara Kamtibmas dapat dikatakan telah berhasil.
Dengan tercapainya efektivitas pelaksanan kegiatan Polmas pada Polsek Taliwang, tentunya intensitas komunikasi antara petugas dengan masyarakat ,keakraban hubungan petugas dengan masyarakat, dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri harus terus ditingkatkan. Hal ini agar, instensitas kegiatan forum komunikasi petugas dan kepedulian masyarakat terhadap masalah Kamtibmas di lingkungannya semakin meningkat, disamping juga tetap secara aktif menginformasikan kepada seluruh anggota tentang gangguan kriminalitas yang terjadi berikut langkah– langkah apa yang harus dilakukan oleh setiap anggota Polri dalam membantu menanggulangi kriminalitasdiwilayah Polsek Taliwang.
Kebijakan publik dilaksanakan dalam bentuk program-program oleh Pemerintah termasuk oleh Polri untuk mengatasi persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Salah satu program yang diterapkan Polri untuk mengatasi masalah kamtibmas dan menciptakan ketentraman umum melalui Perpolisian Masyarakat.Dalam proses kebijakan publik, implementasi merupakan salah satu proses yang dapat dikatakan menjadi penentu keberhasilan suatu kebijakan. Implementasi merupakan usaha-usaha yang dilakukan untuk melaksanakan semua rencana dan program yang telah dirumuskan dan diperlukan, siapa yang melaksanakan, dimana tempat pelaksanaannya, kapan waktu dimulai dan berakhirnya serta cara yang harus dilaksanakan dan berapa biaya yang dikeluarkan untuk mengimplemetasikan kegiatan tersebut.
Dalam upaya mengimplementasikan kebijakan seperti kegiatan polmas, faktor biaya dapat dikatakan sangat penting. Hal ini dikarenakan, biaya merupakan cerminan dari banyaknya belanja yang akan dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan dimaksud. Dalam prakteknya, biaya atau belanja diukur dari efisiensi pengelolaannya.Dimana semakin rendah belanja yang dikeluarkan untuk suatu kegiatan, maka semakin efisien instansi/lembaga tersebut dalam menjalankan kegiatan yang ditetapkan. Berdasarkan data yang telah diperoleh, maka dapat disajikan perhitungan efisiensi belanja pada kegiatan polmas yang dilaksanakan oleh Polsek Taliwang selama tahun 2010-2014 sebagai berikut :
Tabel 5
ISSN (P) : 2089-1210, E-ISSN : 2580-7285
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 14 No 3, Desember 2017
284
Polsek Taliwang, Tahun 2010-2014
Tahun Target Belanja (Rp) Realisasi Belanja (Rp) Rasio Efisiensi Makna Efisiensi 2010 Rp. 20.176.000 Rp. 19.382.000 96.06 Kurang Efisien 2011 Rp. 20.214.000 Rp. 19.196.000 94.96 Kurang Efisien 2012 Rp. 20.176.000 Rp. 18.976.000 93.70 Kurang Efisien 2013 Rp. 20.194.000 Rp. 18.950.000 93.84 Kurang Efisien 2014 Rp. 20.252.000 Rp. 19.390.000 95.74 Kurang Efisien Rata-rata Rp. 20.202.400 Rp. 19.178.800 94.86 Kurang Efisien Total Rp. 101.012.000 Rp. 95.894.000 94.93 Kurang Efisien
Sumber : Laporan Binmas Polsek Taliwang (data diolah)
Pada tabel 5 tersebut diatas, dapat diketahui bahwa secara keseluruhan capaian efisiensi pelaksanaan kegiatan Polmas pada Polsek Taliwang selama tahun 2010-2014 mencapai nilai rasio 94.93 dengan kategori Kurang efisien. Hal yang sama juga terjadi pada rata-rata capaian pelaksanaan kegiatan Polmas per tahun, yang mencapai kategori cukup efisien dengan nilai rasio sebesar 94.86.
Hasil ini memberi makna bahwa pengelolaan belanja pada kegiatan Polmas oleh Polsek Taliwang dimana dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yaitu Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) melalui institusi Kepolisian Provinsi Nusa Tenggara Barat, selama ini masih dapat mendukung sepenuhnya terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Keberhasilan pengelolaan belanja ini, pada dasarnya juga sangat dipengaruhi oleh dukungan publik dan partisipasi masyarakat.
Polmas melaksanakan tugas untuk menjaga, mengayomi masyarakat setempat agar masyarakat merasa aman dengan adanya Polmas atau khususnya Bhabinkamtibmas, dengan adanya program satu (1) Desa/Kelurahan satu (1) Bhabinkamtibmas diharapakan agar para pengemban Polmas dapat lebih mengoptimalkan kinerjanya di Desa/Kelurahan dan polmas membantu permasalahan social yang ada di masyarakat Desa/Kelurahan.
Dalam pelaksanaan polmas yang dilakukan, tentunya memerlukan partisipasi masyarakat, baik berupa dukungan program baik dari sisi tidak ada penolakan masyarakat dan keikutsertaan masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil dan evaluasi program pembangunan. Partisipasi masyarkat dalam artianbahwa masyarakat mengambil bagian atau berperan dalam kegiatan yang dilaksanakan, baik dalam bentuk pernyataan mengikutikegiatan, memberi masukan berupa pemikiran, tenaga, waktu, keahlian, modal, dana atau materi, serta ikut memanfaatkan dan menikmati hasil-hasilnya.Dalam pelaksanaan kegiatan Polmas
ISSN (P) : 2089-1210, E-ISSN : 2580-7285
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 14 No 3, Desember 2017
285
oleh Polsek Taliwang, dukungan publik sangat mendukung yang ditandai dengan respon positif dan partisipasi masyarakat dengan mengalokasikan dana seperti untuk belanja konsumsi pada kegiatan rapat-rapat atau pertemuan rutin, penyuluhan dan lain-lain. Termasuk swadaya masyarakat untuk membeli alat komunikasi HandTalk (HT), dan Alat Tulis Kantor (ATK), untuk mendukung terlaksana dan keberhasilan kegiatan pada program Polmas Polsek Taliwang.
KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada bab IV, maka beberapa kesimpulan yang dapat diberikan adalah sebagai berikut :
1. Bahwa pelaksanaan program perpolisian masyarakat yang dilaksanakan oleh Polsek Taliwang selama tahun 2010-2014, secara keseluruhan mencapai kategori sangat efektif;
2. Bahwa pelaksanaan program perpolisian masyarakat yang dilaksanakan oleh Polsek Taliwang selama tahun 2010-2014, secara keseluruhan mencapai kategori kurang efisien.
Saran
Berdasarkan kesimpulan tersebut diatas, beberapa saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut :
1. Dalam rangka meningkatkan Efektivitas kegiatan Polmas oleh Polsek Taliwang pada masa mendatang, maka sudah seharusnya komitmen pelaksanaan, komunikasi, sikap pelaksana dari Polsek Taliwang harus terus ditingkatkan. Kegiatan sosialisasi dan dialog antara Kepolisian, Pemerintah Daerah (Kelurahan/Desa), serta kelembagaan masyarakat serta warga masyarakat tentang program Polmas dan persoalan kamtibmas juga terus ditingkatkan, termasuk upaya-upaya seperti melaksanakan kegiatan-kegiatan bersama dalam rangka membangun kondisi keamanan, ketertiban masyarakat juga dapat dilakukan seperti dalam bentuk kerja bakti rutin setiap minggu, maupun olahraga bersama.
2. Dalam upaya meningkatkan efisiensi belanja pada program Perpolisian Masyarakat oleh Polsek taliwang. Maka diharapkan kedepannya, diperlukan keinginan dan komitmen diinstansi Kepolisian, Pemerintah Daerah (Kelurahan/Desa) dan kelembagaan masyarakat terkait program Perpolisian Masyarakat khususnya yang dilaksanakan di tingkat Kelurahan atau Kecamatan. Komitmen diwujudkan dengan sharing sumber daya yang dibutuhkan dalam implementasi Polmas seperti dukungan anggaran. Hal ini penting dilakukan, agar pelaksanaan program Perpolisian Masyarakat dapat lebih intens dilakukan pada setiap kelurahan/desa tanpa kendala biaya, dengan demikian maka cita-cita bersama untuk membangun kondisi keamanan,ketertiban masyarakat dapat tercapai.
ISSN (P) : 2089-1210, E-ISSN : 2580-7285
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 14 No 3, Desember 2017
286
Abdul Halim. 2004. Manajemen Keuangan Daerah, Yogyakarta : UPP AMP. YKPN.
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Edisi.
Revisi V. Rineka Cipta. Jakarta.
Agus Maulana, 1997. Manajemen Strategik, Jakarta: Binarupa Aksara.
Depdagri Kemendagri No. 690.900.327 Tahun 1996 tentang Indikator dan Kontribusi.
Gibson, dkk.1994. Organisasi dan Manajemen Perilaku Struktur Proses. Edisi keempat (Terjemahan : Djoerban Wahid). Jakarta : Penerbit Erlangga.
Gie, The Liang.1997. Ensiklopedia Administrasi. Jakarta : Gunung Agung.
Handayaningrat,Soewarno.1995. Azas-Azas Manajemen Organisasi. Jakarta : CV. Mas Agung
Hudit Wahyudi. 2006. Setiap Polisi adalah Pelaksana Polmas. http://www.dharanalastarya.Org.
Immanuel Pankey dan Sherly Pinatik, 2015. Analisis Efektivitas Dan Efisiensi Anggaran Belanja Pada Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara. Jurnal EMBA 33 Vol.3 No.4 Desember 2015, Hal. 33-43.
Jusuf, Amir Abadi.1999. Auditing Pendekatan Terpadu. Jakarta : Salemba Empat. Kurniawan, Agung.2005. Transformasi Pelayanan Publik. Yogyakarta : Pembaruan.
Malayu S.P. Hasibuan, 1994. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Bumi
Aksara.
Polisi Republik Indonesia, 2009. Buku Panduan Program Pelatihan Polisi RI (Prolat Polri) 2009.
Robbins, S.P.1994. Organization Theory : Structure, Design, and Applications. New York : Pretice Hall Englewood.
Setiawan, Darma.1998. Analisis Efektivitas Program Pelatihan di Balai Latihan Instruktur dan Pengembangan CEVEST. Tesis. Program Studi Ilmu Administrasi Universitas Indonesia.
Siahaan, Jornal E.1999. Studi Tentang Efektivitas Pelatihan Pegawai Kantor Ketenteraman dan Ketertiban Pemerintah Daerah DKI Jakarta. Tesis. Program Studi Ilmu Administrasi Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia.
Subagyo.2000. Dasar-Dasar Organisasi. Cetakan ke 21. Yogyakarta : Gajah Mada University Press.
Supriyono, R.A.2000. Sistem Pengendalian Manajemen. Yogyakarta : BPFE.
Surat Keputusan Kapolri No. Pol.Skep/737/X/2005 tentang Kebijakan dan strategi penerapan model Polmas dalam penyelenggaraan Tugas Polri.
Sutarto, 2010. Implementasi Program Perpolisian Masyarakat Di Kelurahan
Kratonan, Kecamatan Serengan Kota Surakarta.
https://eprints.uns.ac.id/8096/1/144391308201009451.pdf.
Undang Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Wahyu Ishardino Satries, 2011. Efektivitas Program Pemberdayaan Pemuda pada OKP Al Fatih Ibadurrohman Kota Bekasi. Jurnal FISIP : MADANI Vol 9, No 01 Mei 2011.