• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAJALAH ILMIAH. Volume 20 Nomor 2 Juni 2017

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MAJALAH ILMIAH. Volume 20 Nomor 2 Juni 2017"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

FAKULTAS PETERNAKAN

UNIVERSITAS UDAYANA

DENPASAR

PETERNAKAN

Volume 20 Nomor 2 Juni 2017

FERMENTABILITAS RANSUM SAPI PERAH BERBASIS JERAMI PADI YANG

MENGANDUNG KONSENTRAT YANG DIFERMENTASI OLEH Saccharomyces creviseae

DAN EM-4

Hernaman I., A. R. Tarmidi, dan T. Dhalika ... 45

UPAYA PERBAIKAN NUTRISI DAN PROFIL LIPIDATELUR PADA ITIK BALI YANG

MENDAPATKAN SEKAM PADI MENGANDUNG DAUN NONI (Morinda citrifolia L)

DISUPLEMENTASI MULTIENZIM

Yadnya, T. G. B., I W. Wirawan, A. A. P. P. Wibawa, dan N. M. S. Sukmawati ... 49

KANDUNGAN NUTRISI SILASE JERAMI JAGUNG MELALUI FERMENTASI POLLARD

DAN MOLASES

Trisnadewi, A. A. A. S., I G. L. O. Cakra., dan I W Suarna ... 55

ANALISIS PENDAPATAN USAHA PENGGEMUKAN BABI BALI YANG MENGGUNAKAN

PAKAN KOMERSIAL (STUDI KASUS DI DESA GEROKGAK-BULELENG)

Sukanata, I W., B. R. T. Putri, Suciani, dan I G. Suranjaya ... 60

PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KAMBING GEMBRONG YANG TERANCAM PUNAH

MELALUI SUPLEMENTASI MULTI VITAMIN-MINERAL DALAM RANSUM BERBASIS

HIJAUAN LOKAL

Tjokorda Istri Putri dan Made Dewantari ... 64

KUALITAS FISIK TELUR AYAM KAMPUNG YANG DIBERI RANSUM MENGANDUNG

PROBIOTIK

Ardika, I N., N.w. Siti, N. M. S. Sukmawati, dan I M. Wirapartha ... 68

PERFORMA REPRODUKSI BABI BALI JANTAN DI PROVINSI BALI SEBAGAI PLASMA

NUTFAH ASLI BALI

Sumardani, N. L. G., I. W. Suberata, N. M. A. Rasna, dan I. N. Ardika ... 73

PROFILE USAHA PETERNAKAN BABI SKALA KECIL DI DESA PUHU KECAMATAN

PAYANGAN KABUPATEN GIANYAR

(3)

ii MAJALAH ILMIAH PETERNAKAN • Volume 20 Nomor 2 JuNi 2017

Jurnal Peternakan

SUSUNAN DEWAN REDAKSI

MAJALAH ILMIAH PETERNAKAN – UNUD

KETUA PENYUNTING

KOMANG BUDAARSA

WAKIL KETUA PENYUNTING

NI NYOMAN SURYANI

PENYUNTING PELAKSANA

1. I GEDE MAHARDIKA 2. I WAYAN SUARNA 3. ANTONIUS WAYAN PUGER

4. I MADE SUASTA

5. I GUSTI NYOMAN GDE BIDURA 6. I MADE NURIYASA

7. GEDE SURANJAYA 8. I KETUT MANGKU BUDIASA 9. ANAK AGUNG PUTU PUTRA WIBAWA

ADMINISTRASI

I GUSTI AGUNG ISTRI ARIANI NI LUH GEDE SUMARDANI

A. A.A. SRI TRISNADEWI

ALAMAT REDAKSI

Fakultas Peternakan Universitas Udayana Jalan PB Sudirman Denpasar-Bali 80232

Email: [email protected]

PENERBIT

Fakultas Peternakan Univeritas Udayana

(4)

84 MAJALAH ILMIAH PETERNAKAN • Volume 20 Nomor 2 JuNi 2017

UCAPAN TERIMAKASIH

KEPADA MITRA BESTARI

Atas bantuan penyuntingan yang dilakukan oleh Mitra Bestari terhadap naskah-naskah karya ilmiah yang dimuat dalam Majalah Ilmiah Peternakan, Volume 20 No. 2 Juni 2017,

Redaksi mengucapkan terima kasih kepada: KETUT SUMADI

I GEDE MAHARDIKA KOMANG BUDAARSA

A. WILSON

MAYANI KRISTINA DEWI I GST. LANANG OKA NI NYOMAN SURYANI ANTONIUS WAYAN PUGER

(5)

ISSN : 0853-8999 85

Jurnal Peternakan

Ketentuan Umum

1. Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Ing-gris sesuai dengan format yang ditentukan.

2. Penulis mengirim naskah melalui email dalam bentuk Zip file.

3. Naskah tersebut belum pernah diterbitkan di media lain yang dibuktikan dengan pernyataan tertulis yang ditandan-tangani oleh semua penulis bahwa naskah tersebut belum pernah dipublikasikan. Pernyataan tersebut dilampirkan pada naskah.

4. Naskah

Redaksi Majalah Ilmiah Peternakan d.a.Fakultas Peternakan,

UniversitasUdayana

Jl. P.B. Sudirman, Denpasar, Bali Telp. (0361) 222096

e-mail :[email protected] Contac person via A.A. Trisna Dewi HP 081338391967

Standar Penulisan

1. Naskah diketik menggunakan program Microsoft Word, ja-rak 2 spasi dengan huruf Times New Roman berukuran 12 point; margin kiri 4 cm, sedangkan margin atas, kanan, dan bawah masing-masing 3 cm.

2. Setiap halaman diberi nomor secara berurutan.

3. Jika Tabel berisi angka dan huruf yang banyak maka boleh diperkecil menggunakan huruf Times New Roman Font 10. 4. Keterangan gambar atau histogram menggunakan huruf

Times New Roman Font 10

5. Naskah ditulis maksimum 15 halaman termasuk gambar dan tabel.

Urutan Penulisan

1. Naskah hasil penelitian terdiri atas Judul, Nama Penulis, Alamat Penulis, Abstrak, Pendahuluan, Materi dan Metode, Hasil dan Pembahasan, Simpulan, Ucapan Terima Kasih, dan Daftar Pustaka.

2. Naskah kajian pustaka terdiri atas Judul, Nama Penu-lis, Alamat PenuPenu-lis, Abstrak, Pendahuluan, Masalah dan Pembahasan, Simpulan, Ucapan Terima Kasih dan Daftar Pustaka.

3. Judul, harus singkat, spesifik, dan informatif yang meng-gambarkan isi naskah, maksimal 15 kata. Judul ditulis dalam dua bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Untuk kajian pustaka, di belakang judul agar ditulis:

Suatu Kajian Pustaka. Judul ditulis dengan huruf kapital,

Times New Roman berukuran 14 point, jarak satu spasi dan terletak di tengah-tengah tanpa titik.

4. Nama Penulis, font 12, ditulis tanpa gelar akademis, huruf kapital dan disingkat konsisten dengan singkatan yang su-dah sering digunakan dalam publikasi.

5. Nama Lengkap Institusi, disertai alamat lengkap dengan nomor kode pos ditulis dengan huruf kecil, Times New Ro-man font 12.

6. Alamat penulis untuk korespondensi dilengkapi dengan no-mor telepon, fax, atau e-mail salah satu penulis, diketik di bawah nama institusi.

7. Abstrak, ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Ing-gris. Abstrak seyogyanya mengandung uraian secara sing-kat tentang tujuan, materi dan metode, hasil utama, dan

simpulan. Abstrak ditulis dalam satu paragraph tidak lebih dari 200 kata, diketik satu spasi.

8. Kata Kunci (Key Words), diketik miring, font 12 maksimal 5 (lima) kata, dua spasi setelah abstrak.

9. Pendahuluan, berisi latar belakang, tujuan, dan pustaka yang mendukung. Dalam mengutip pendapat orang lain dipakai sistem nama penulis dan tahun. Contoh: Miswar (2006); Quan et al. (2002).

10. Materi dan Metode, ditulis lengkap terutama desain penelitian.

11. Hasil dan Pembahasan, Hasil dan pembahasan dijadi-kan satu. Hasil menyajidijadi-kan uraian hasil penelitian sendiri. Deskripsi hasi penelitian disajikan secara jelas. Pemba-hasan memuat utamanya diskusi tentang hasil penelitian sendiri serta dikaitkan dengan tujuan penelitian (pengu-jian hipotesis).

12. Simpulan, merupakan simpulan dari hasil penelitian di-kaitkan dengan tujuan penelitian. dinarasikan, tanpa memberi nomor.

13. Pembahasan (review/kajianpustaka), memuat bahasan ringkas mencakup masalah yang dikaji.

14. UcapanTerimaKasih, disampaikan kepada berbagai pi-hak yang benar-benar membantu sehingga penelitian dapat dilangsungkan; misalnya pemberi gagasan, pe-nyandang dana.

15. Ilustrasi:

a. Judul tabel, grafik, histogram, sketsa, dan gambar (foto) diberi nomor urut, judul singkat tetapi jelas be-serta satuan-satuan yang dipakai. Judul ilustrasi di-tulis dengan menggunakan huruf Times New Roman berukuran sesuai besaran huruf table, grafik atau his-togram, masuk satu tab (5 ketukan) dari pinggir kiri, awal kata menggunakan huruf capital, dengan jarak satu spasi.

b. Keterangan tabel ditulis di sebelah kiri bawah menggunakan huruf Times New Roman berukuran 10 point jarak satu spasi.

c. Penulisan tanda atau notasi untuk analisis statistik data menggunakan superskrip berbeda pada baris/ kolom yang sama menunjukkan perbedaan nyata (P<0,05) atau sangat nyata (P<0,01).

d. Penulisan angka desimal dalam tabel untuk Bahasa Indonesia dipisahkan dengan koma (,), untuk Bahasa Inggris digunakan titik (.).

e. Gambar, grafik, dan foto:

Grafik dibuat dalam program Microsoft Excel

Foto berukuran 4 R berwarna atau hitam putih dan harus tajam

f. Nama Latin, Yunani, atau Daerah dicetak miring. Istilah asing diberi tanda petik.

g. Satuan pengukuran menggunakan Sistem Internasi-onal (SI).

16. DaftarPustaka

a. Hanya memuat referensi yang diacu dalam naskah dan ditulis secara alfabetik berdasarkan huruf awal dari nama penulis pertama. Jika dalam bentuk buku, dicantumkan nama semua penulis, tahun, judul buku, penerbit dan tempat, edisi dan bab keberapa. Jika dalam bentuk jurnal, dicantumkan nama penulis, tahun, judul tulisan, nama jurnal, volume, nomor publikasi, dan halaman. Jika mengambil artikel dalam

PANDUAN BAGI PENULIS

(6)

86 MAJALAH ILMIAH PETERNAKAN • Volume 20 Nomor 2 JuNi 2017 buku, cantumkan nama penulis, tahun, judul tulisan,

editor, judul buku, penerbit, dan tempat.

b. Diharapkan dirujuk referensi 10 tahun terakhir dengan proporsi pustaka primer (jurnal) minimal 80%.

c. Dianjurkan mengacu artikel yang dimuat pada Majalah Ilmiah Peternakan sebelumnya dapat diakses pada htt://ojs.unud.ac.id.

d. Cara penulisan kepustakaan sebagai berikut: Jurnal

Yang, C. J., D. W. Lee, I.B. Chung, Y.M. Cho, I.S. Shin, B.J. Chae, J.H. Kim, and I.K. Han. 1997. Developing model equation to subdivide lysine requirements for growth and maintenance in pigs. J. Anim. Sci. 10:54-63

Lukiwati, D.W., N. Nuhidjat, A.H. Wibowo, J. Bambang dan T. Nurdewanto. 2005. Peningkatan produksi dan nilai nutrisi hijauan Puearia phaseoleides oleh pupuk fosfor dalam suspense fermentasi Acetobacter

sac-charomyces. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia.

Vol 7. No.2 Tahun 2005. P:82-86 Buku

Suprijatna, E., U. Atmomarsono, dan R. Kartasudjana. 2005. Ilmu Dasar Ternak Unggas. Penerbit Penebar Swadaya, Bogor.

Prosiding

Pujaningsih, R.I., C.L. Sutrisno, dan S. Sumarsih. 2006. Kajian kualitas pod kakao yang diamoniasi dengan aras urea yang berbeda. Di dalam: Pengembangan Teknologi Inovatif untuk Mendukung Pembangu-nan Peternakan Berkelanjutan. Prosiding Seminar Nasional dalam Rangka HUT ke-40 (Lustrum VIII) Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soed-irman; Purwokerto, 11 Pe bruari 2006. Fakultas Pe-ternakan UNSOED, Purwokerto. Halaman 54-60. Artikel dalam Buku

Leitzmann, C., A.M. Ploeger, and K. Huth. 1979. The influ-ence of lignin on lipid metabolism of the rat. In: G.E. Inglett & S.I. Falkehag. Eds. Dietary Fibers Chemis-try and Nutrition.Academic Press. INC., New York. Skripsi/Tesis/Disertasi

Seputra, I.M.A, 2004. Penampilan dan Kualitas Karkas Babi Landrace yang Diberi Ransum Mengandung Limbah Tempe.Tesis. Program Pascasarjana, Uni-versitas Udayana, Denpasar.

Internet

Hargreaves, J., 2005. Manure Gases Can Be Danger-ous. Department of Primary Industries and Fish-eries, Queensland Govermment. http://www.dpi. gld.gov.au/pigs/9760.html. Diakses 15 September 2005.

Dokumen

[BPS] Biro Pusat Statistik. 2006. Populasi Ternak Sapi di Provinsi Bali tahun 2005.

Penerbitan

• Hak cipta naskah yang dimuat sepenuhnya ada pada Majalah Ilmiah Peternakan.

• Penulis akan menerima lima eksemplar cetak lepas setelah terbit.

• Jadwal penerbitan adalah bulan Februari, Juni, dan Oktober setiap tahun.

• Penulis yang naskahnya dimuat dikenai biaya cetak sebesar Rp 400.000,- per artikel.

• Harga langganan selama setahun (3 kali penerbitan) Rp 150.000,-sudah termasuk ongkos kirim.

Mekanisme Seleksi Naskah

1. Naskah harus mengikuti format/gaya penulisan yang telah ditetapkan.

2. Naskah yang tidak sesuai dengan format akan dikembalikan ke penulis untuk diperbaiki.

3. Naskah yang sesuai dengan format diteruskan ke Dewan Redaksi untuk ditelaah diterima atau ditolak.

4. Naskah yang diterima atau naskah yang formatnya sudah diperbaiki selanjutnya dicarikan penelaah (Mitra Bestari) tentang kelayakan terbit.

5. Naskah yang sudah diperiksa (ditelaah oleh Mitra Bestari) dikembalikan ke Dewan Redaksi dengan tiga kemungkinan (ditolak, diterima dengan perbaikan, dan diterima tanpa perbaikan).

6. Dewan Redaksi memutuskan naskah diterima atau ditolak, seandainya terjadi ketidaksesuaian di antara Mitra Bestari. 7. Keputusan penolakan Dewan Redaksi dikirimkan kepada

penulis.

8. Naskah yang mengalami perbaikan dikirim kembali kepenulis untuk perbaikan.

9. Naskah yang sudah diperbaiki oleh penulis diserahkan oleh Dewan redaksi kepenyunting pelaksana.

10. Contoh cetak naskah sebelum terbit dikirimkan ke penulis untuk mendapat persetujuan.

11. Naskah siap dicetak dan cetaklepas dikirimkan ke penulis. Bagan Alir Pemrosesan Naskah

Naskah diterima Sekretariat Ketua Dewan Redaksi Mitra Bestari Penyunting Pelaksana Contoh cetak Penulis Percetakan Terbit Cetak lepas

(7)

60 MAJALAH ILMIAH PETERNAKAN • Volume 20 Nomor 2 JuNi 2017

Analisis Pendapatan Usaha Penggemukan Babi Bali yang Menggunakan Pakan Komersial (Studi Kasus di Desa Gerokgak-Buleleng)

ANALISIS PENDAPATAN USAHA PENGGEMUKAN BABI BALI

YANG MENGGUNAKAN PAKAN KOMERSIAL

(STUDI KASUS DI DESA GEROKGAK-BULELENG)

SUKANATA, I W., B. R. T. PUTRI, SUCIANI, DAN I G. SURANJAYA

Fakultas Peternakan Universitas Udayana e-mail: [email protected]

ABSTRAK

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Gerokgak, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng dari bulan Agustus hingga Oktober 2016. Tujuannya adalah untuk menganalisis seberapa besar pendapatan yang diperoleh peternak dari usaha penggemukan babi bali yang menggunakan pakan komersial. Sebanyak 60 ekor anak babi bali dengan rata-rata umur 2 bulan digemukkan selama 1 bulan dengan menggunakan pakan komersial yang terdiri atas pollar dan pakan pabrikan CP 551 dengan perbandingan 2:1. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata jumlah pakan yang dikonsumsi adalah 0,66 kg/ekor/hari. Usaha penggemukan babi bali dengan skala ini membutuhkan biaya investasi pembangunan kandang dan peralatan sekitar 12 juta rupiah. Sedangkan biaya tetap dan biaya varibel yang diperlukan dalam satu periode produksi sebesar Rp. 33.866.667,-. Usaha ini mampu memberikan pendapatan kepada peternak sebesar Rp. 5.133.333 (65.556/ekor) dengan R/C 1,15. Usaha ini mencapai titik impas (break even

point) pada jumlah pemeliharaan sebanyak 7 ekor, atau ketika harga babi Rp. 564.444/ekor. Kata kunci: babi bali, penggemukan, analisis pendapatan

INCOME ANALYSIS OF BALI PIG FATTENING USING COMERCIAL FEED (CASE STUDY IN GEROKGAK VILLAGE-BULELENG)

ABSTRACT

This study conducted in Gerokgak Village, Buleleng Regency from August to October 2016. It aims at analyzing farmer’s income derived from bali pig fattening offered commercial feed. 60 piglets with an average age of 2 month fattened for 1 months by using comercial feed consists of pollard (wheat bran) and CP 551 with proportion 2:1. The results showed that the average of feed consumption was about 0,66/head/day. This business cost 12 million to build the pen and property. Meanwhile, the fixed cost and variable cost required for this business cost Rp. 33.866.667. Bali pig fattened given contribution to farmer income at the amount of Rp.5.133.333 (85.556/head) with R/C of 1.15. Breakeven point can be reached when the number of pig fattenned of 7 pigs or Rp. 564.444 per pigs of selling price.

Keywords: bali pig, fattening, income analysis

PENDAHULUAN

Babi mempunyai peranan yang sangat penting bagi masyarakat Bali, baik dari sisi ekonomi maupun sosial budaya. Dari sisi ekonomi, ternak babi merupakan mesin biologis yang dapat menghasilkan daging, di samping juga sebagai sumber pendapatan bagi masyarakat. Ternak babi juga memberikan multiplier

effect yang besar, karena mempunyai keterkaitan yang

besar baik dengan industri di hulu dan di hilirnya. Dari sisi sosial budaya, ternak babi merupakan salah satu sarana upacara agama dan adat yang tidak tergantikan.

Salah satu jenis babi yang banyak dipelihara di

Bali adalah babi bali yang merupakan sumber plasma nutfah asli Bali. Saat ini populasinya di Bali sekitar 30% dari populasi babi keseluruhan. Babi tersebut memiliki berbagai keunggulan dibandingkan babi ras, seperti lebih tahan terhadap lingkungan/cuaca yang ekstrim, dapat tumbuh dengan baik walaupun pakan yang diberikan seadanya, serta hemat air. Keunggulan tersebut membuat babi jenis ini menjadi pilihan petani di daerah-daerah marginal, seperti Kecamatan Kubu, Gerokgak, Nusa Penida, dan yang lainnya, karena di daerah itu ia masih mampu berproduksi dengan baik. Disamping itu, daging babi bali memiliki citarasa yang lebih gurih, dan sangat cocok dipakai sebagai babi

(8)

ISSN : 0853-8999 61

guling (Budaarsa, 2012; 2014). Di beberapa daerah, dalam membuat babi guling atau membuat sesaji masih fanatik harus menggunakan menggunakan babi bali (Sumardani dan Ardika, 2016).

Pemeliharaan babi bali secara umum dilakukan secara tradisional (sebagai tatakan banyu) dengan pakan seadanya, yaitu berupa limbah dapur dan hasil sampingan di kebun/tegal. Cara pemeliharaan seperti memiliki banyak kekurangan baik dari sisi kuantitas maupun kualitas sehingga jumlah babi yang bisa dipelihara sangat terbatas. Akibatnya populasi babi bali tidak berkembang, bahkan cenderung turun rata-rata 2,92% per tahun dari tahun 2009 sampai 2013.

Salah satu alternatif yang bisa dilakukan untuk menga tasi masalah ketersediaan pakan secara tradisio-nal tersebut di atas adalah dengan menggunakan pakan komersial. Pakan komersial seperti konsentrat, pakan jadi, jagung giling, dedak padi, dan polar ketersediaan-nya berlimpah dan mudah diperoleh. Namun demikian, dalam memperolehnya dibutuhkan biaya yang cukup besar sehingga akan meningkatkan biaya produksi. Sa-lah satu syarat bagi suatu komoditas peternakan agar dapat terus berkembang adalah mampu memberikan keuntungan bagi yang membudidayakannya. Berda-sarkan hal tersebut, yang menjadi pertanyaan adalah, apakah dengan menggunakan pakan komersial usaha penggemukan babi bali menguntungkan atau tidak se-cara finansial, dan jika menguntungkan sejauh mana tingkat keuntungan yang diberikan? Dengan demikian maka kajian ini sangat penting dilakukan untuk menja-wab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

MATERI DAN METODE Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Gerokgak, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Lama penelitian selama 2 bulan yaitu dari bulan Agustus sampai Oktober 2015.

Ternak dan Pakan

Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah babi bali lepas sapih umur 2 bulan. Jumlah ternak yang digunakan sebanyak 60 ekor, dipelihara dalam kandang selama 1 bulan. Kandang yang digunakan adalah kandang koloni sebanyak 6 unit, dengan ukuran masing-masing yaitu panjang 2,5 m, lebar 2,5 m dan tinggi 1 m. Setiap unit kandang dilengkapi dengan tempat makan dan air minum. Ransum yang digunakan adalah perpaduan dari pollar dengan pakan komersial merk CP 551 dengan komposisi 2 : 1.

Data yang Digunakan

Data utama yang digunakan dalam penelitian

ini merupakan data sekunder yang bersumber dari pembukuan usaha milik Bapak Drs. Nyoman Atmajaya yang ada di Desa Gerokgak, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Pengamatan langsung juga dilakukan untuk melihat aktivitas di peternakan ini.

Analisa Statistik

Data dianalisis untuk menentukan pendapatan bersih (net farm income), revenue cost ratio (R/C

ratio), titik impas harga, dan titik impas produksi.

Pendapatan bersih merupakan selisih antara penerimaan dengan semua biaya yang dikeluarkan, yang ditentukan dengan rumus (Soekartawi, 2002):

Pd = TR - TC

Keterangan:

Pd = pendapatan bersih TR = penerimaan TC = total biaya

Biaya diklasifikasikan menjadi biaya tetap (fixed

cost) dan biaya tidak tetap (variable cost). Biaya

investasi seperti biaya bangunan kandang dan peralatan diperhitungkan sebagai biaya penyusutan dengan menggunakan metode garis lurus (Ibrahim 2003).

R/C ratio ditentukan dengan membagi total penerimaan (TR) dengan total biaya (TC) seperti rumus berikut (Soeharjo dan Patong, 1973).

TR R/C =

TC

Nilai R/C ratio yang lebih besar dari satu berarti menguntungkan, dan sebaliknya jika nilainya kurang dari satu. Jika R/C ratio sama dengan satu, berarti usaha tersebut berada dalam keadaan impas.

Titik impas produksi dan titik impas harga ditentukan dengan rumus berikut (Ibrahim, 2003):

TFC QBEP = (PQ – PC) Q TVC TFC PBEP + = Keterangan:

QBEP = produksi babi bali dalam keadaan impas PQ = harga babi bali

TFC = total biaya tetap TVC = total biaya tidak tetap VC = biaya tidak tetap per unit produk PBEP = harga babi bali dalam keadaan impas Q = produksi babi bali

HASIL DAN PEMBAHASAN Biaya Usaha

Biaya usaha merupakan semua pengeluaran dari suatu usaha untuk menghasilkan output (Kadarsan, 1995). Besarnya biaya yang diperlukan oleh suatu perusahaan sangat tergantung dari besarnya skala

(9)

62 MAJALAH ILMIAH PETERNAKAN • Volume 20 Nomor 2 JuNi 2017

Analisis Pendapatan Usaha Penggemukan Babi Bali yang Menggunakan Pakan Komersial (Studi Kasus di Desa Gerokgak-Buleleng)

usaha tersebut. Menurut Ibrahim (2003), biaya usaha dapat dibedakan menjadi biaya investasi dan biaya modal kerja. Biaya modal kerja tersebut juga dapat digolongkan menjadi biaya tetap (fixed cost) dan biaya tidak tetap (variable cost).

Usaha penggemukan babi bali dengan skala peme-liharaan sebanyak 60 ekor memerlukan dana investasi untuk membangun kandang dan peralatan sebesar Rp. 12.000.000. Sedangkan besarnya modal kerja atau bia-ya operasional bia-yang dibutuhkan untuk menggemukkan 60 ekor babi bali dalam satu periode produksi (selama 1 bulan) adalah sebesar Rp. 33.866.667. Biaya terse-but meliputi biaya tidak tetap (variable cost) dan biaya tetap (fixed cost) yang terdiri atas beberapa komponen biaya seperti yang dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Pendapatan dan biaya dari usaha penggemukan babi bali dengan skala 60 ekor dalam satu periode produksi (1 bulan)

No Uraian Jumlah Satuan HargaPer

satuan Rp % dari TC 1 Penerimaan

Penjualan babi muda

(umur 3 bulan) 60 ekor 650.000 39.000.000 115,16 2 Biaya Variabel

Bibit (umur 2 bulan) 60 ekor 400.000 24.000.000 70,87 Biaya Pakan

Polar 800 kg 5.500 4.400.000 12,99 CP 551 400 kg 8.000 3.200.000 9,45 Obat-obatan

(insidentil) 60 paket 25.000 1.500.000 4,43 Listrik dan air 1 paket 100.000 100.000 0,30 Jumlah Biaya

Variabel 33.200.000 98,03 3 Biaya Tetap

Penyusutan kandang

(Rp/periode) 1 periode 66.667 66.667 0,20 Biaya Tenaga Kerja

(Rp/ekor/periode) 1 Orang 600.000 600.000 1,77 Jumlah Biaya Tetap 666.667 1,97 4 Total Biaya 33.866.667 100,00 5 Pendapatan Bersih 5.133.333 15,16

6 R/C 1,15

Biaya pembelian bibit dan pakan pada kelompok biaya tidak tetap cukup besar yaitu mencapai 95,18% dari total biaya tidak tetap atau sekitar 93,31% dari total biaya (TC). Biaya pakan kemungkinan akan masih bisa ditekan dengan memperbesar skala produksi. Dengan memperbesar skala produksi maka akan membutuhkan pakan yang lebih banyak. Pembelian pakan dalam jumlah yang lebih besar umumnya akan mendapat harga yang lebih murah dibandingkan dengan pembelian dalam jumlah sedikit. Sedangkan biaya bibit kemungkinan juga akan dapat ditekan dengan mengkombinasikan antara usaha penggemukan

dengan usaha pembibitan. Namun demikian, perlu dikaji terlebih dahulu sejauhmana kelayakan finansial usaha pembibitan babi bali.

Komponen biaya tetap terdiri dari upah tenaga kerja, biaya air dan listrik, serta biaya penyusutan. Besarnya biaya yang diperlukan untuk upah tenaga kerja adalah sebesar Rp. 600.000 per periode (1 bulan).

Pendapatan Usaha

Besarnya penerimaan yang diperoleh dari usaha babi bali sebanyak 60 ekor selama 1 bulan adalah sebesar Rp. 39.000.000. Penerimaan ini diperoleh dari penjualan babi bali hidup dengan sistem cawangan (tanpa melalui timbangan) dengan harga 650.000,-/ ekor. Setelah dikurangi dengan semua biaya maka diperoleh pendapatan bersih (keuntungan) sebesar Rp. 5.133.333 atau rata-rata sekitar Rp. 85.556/ekor. Saat ini jumlah pemeliharaan babi penggemukan di Desa Gerokgak berkisar antara 1-60 ekor dengan rataan 3,58 ekor per peternak. Dengan demikian, peternakan babi dijadikan sebagai usaha sambilan. Hal ini didukung oleh Sumadi et al. (2016) yang menyatakan bahwa ternak babi bali telah dipelihara oleh petani sebagai “celengan” (tabungan). Pendapatan peternak tersebut masih berpotensi ditingkatkan dengan memperbaiki manajemen pemeliharaan dan meningkatkan efisiensi pemasaran.

Babi bali sangat diminati oleh pedagang babi guling untuk dijadikan babi guling. Hal ini sejalan dengan Miwada et al. (2014) yang menyatakan bahwa sekitar 37,20% dari jumlah warung makan babi guling di Bali menggunakan jenis babi bali sebagai bahan bakunya. Babi bali memang sangat cocok dijadikan sebagai babi guling seperti yang disampaikan oleh Budaarsa (2012; 2014) yang menyatakan bahwa babi bali memiliki citarasa yang lebih gurih, dan sangat cocok dipakai sebagai babi guling. Hal ini juga didukung oleh Suarna dan Suryani (2014) yang menyatakan bahwa babi bali sangat potensial sebagai babi guling karena komposisi lipatan lemak di bawah kulit akan memberikan aroma dan tekstur yang sangat baik. Namun demikian, karena keterbatasan populasi babi bali seringkali pedagang babi guling tidak mendapat pasokan babi bali secara kontinyu untuk dijadikan babi guling. Hal ini tentu menjadi peluang dan sekaligus tantangan bagi peternak babi bali untuk dapat memenuhi permintaan babi bali secara berkelanjutan.

R/C Ratio

Pendapatan yang besar tidak selalu menunjukkan efisiensi yang tinggi dalam pencapaiannya. R/C ratio merupakan salah satu ukuran yang dapat digunakan untuk mengukur efisiensi pencapaian pendapatan. Semakin besar nilai R/C ratio dari suatu usaha maka

(10)

ISSN : 0853-8999 63

semakin efisien pencapaian pendapatan dari usaha tersebut. Usaha penggemukan babi bali selama 4 bulan menghasilkan R/C ratio sebesar 1,15. Angka ini menun-jukkan bahwa dari setiap rupiah biaya yang dikeluarkan akan diperoleh penerimaan sebesar Rp. 1,15. Angka ini menunjukkan bahwa usaha penggemukkan babi bali cukup menguntungkan, dimana mampu memberikan keuntungan sekitar 15% dari biaya yang dikeluarkan per periode produksi (1 bulan). Angka ini tentu jauh lebih besar dari bunga bank. Namun demikian kalau diban-dingkan dengan R/C ratio dari usaha penggemukan babi ras angka ini jauh masih sangat jauh di bawahnya. Menurut Parwati et al. (2014), penggemukan babi pera-nakan landrace umur 8 minggu selama 114 hari mampu memberikan R/C berkisar 1,4-1,61.

Titik Impas

Usaha ini mencapai titik impas (break even) pada jumlah pemeliharaan sebanyak 7 ekor, atau ketika harga babi bali hidup Rp. 564.444/ekor. Artinya, ketika jumlah pemeliharaan sebanyak 7 ekor maka usaha penggemukan babi bali berada dalam kondisi tidak untung tetapi juga tidak rugi. Jika jumlah pemeliharaan di atas jumlah tersebut maka usaha ini akan untung, dan jika jumlah pemeliharaan kurang dari 7 ekor maka akan rugi. Begitu pula jika harga babi bali hidup lebih dari Rp 564.444,-/ekor maka usaha ini akan menguntungkan, dan sebaliknya akan merugikan jika harganya di bawah angka tersebut.

SIMPULAN

Usaha penggemukan babi bali dengan skala peme-liharaan 60 ekor menggunakan pakan komersial yaitu kombinasi antara CP 551 dengan polar mampu meng-hasilkan pendapatan bersih (keuntungan) sebesar Rp.5.133.333 (Rp. 85.556/ekor) per periode produksi (1 bulan) dengan R/C 1,15. Usaha ini dapat mencapai titik impas (break even) pada jumlah pemeliharaan seba-nyak 7 ekor, atau ketika harga penjualan babi muda Rp. 564.444/ekor.

UCAPAN TERIMAKASIH

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan teri-makasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Rektor, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, dan Dekan Fakultas Peternakan Universitas Udaya-na atas kepercayaan dan kesempatan serta pendaUdaya-naan yang diberikan untuk melakukan penelitian ini. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kegiatan ini sehingga dapat ber-jalan sesuai dengan harapan.

DAFTAR PUSTAKA

Budaarsa, K. 2012. Babi Guling Bali. Buku Arti. Denpasar Budaarsa, K. 2014. Potensi ternak babi dalam pemenuhan

daging di Bali. Prosiding. Seminar dan Lokakarya Na-sional Ternak Babi. Fakultas Peternakan, Universitas Udayana. Denpasar.

Budaarsa, K., A.W. Puger, dan I M. Suasta. 2016. Eksplorasi komposisi pakan tradisional babi bali. Majalah Ilmiah Peternakan. Vol. 19 No. 1. Tahun 2016. Hal. 6-11. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali.

2014. Informasi Data Peternakan Provinsi Bali Tahun 2013. Denpasar.

Ibrahim, H.M.Y. 2003. Studi Kelayakan Bisnis. Rineka Cipta., Jakarta.

Kadarsan, Halimah W. 1995. Keuangan Pertanian dan Pembiayaan Perusahaan Agribisnis. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Miwada, I N.S., I G. Mahendra, K. Budaarsa, dan Martini, H. 2014. Studi kebutuhan babi untuk warung makan babi guling di Bali. Prosiding. Seminar dan Lokakarya Nasional Ternak Babi. Fakultas Peternakan, Universi-tas Udayana. Denpasar.

Parwati, I. A., L. G. Budiari, dan N. Suyasa. 2014. Analisis usahatani penggemukan ternak babi dengan pen-gaturan ransum. Prosiding. Seminar dan Lokakarya Nasional Ternak Babi. Fakultas Peternakan Universi-tas Udayana. Denpasar.

Soekartawi. 2002. Analisis Usahatani. UI-Press. Jakarta. Suarna, I W., dan N. N. Suryani. 2014. Peluang dan

tan-tangan pengembangan ternak babi bali di kabupaten Gianyar Provinsi Bali. Prosiding. Seminar dan Loka-karya Nasional Ternak Babi. Fakultas Peternakan, Universitas Udayana. Denpasar.

Sumadi, I K., I M. Suasta, I P. A. Astawa, dan A. W. Puger. 2016. Pengaruh ME/CP ratio ransum terhadap per-formans babi bali. Majalah Ilmiah Peternakan. Vol. 19 No. 2. hal. 77-79.

Sumardani, N. L. G. dan I N. Ardika. 2016. Populasi dan perporma reproduksi babi bali betina di kabupaten Karangasem sebagai plasma nutfah asli Bali. Majalah Ilmiah Peternakan. Vol. 19 No. 3. hal. 105-109.

Gambar

Tabel 1. Pendapatan dan biaya dari usaha penggemukan babi bali  dengan skala 60 ekor dalam satu periode produksi (1 bulan) No Uraian Jumlah Satuan Harga

Referensi

Dokumen terkait

§ Laporan hasil pendederan ikan disusun sesuai dengan kaidah penulisan laporan § Mengetahui parameter seluruh komponen pendederan ikan § Mengetahui tingkat keberhasilan pendederan

Berdasarkan uraian yang telah di tulis, peneliti menganalisis data ke dalam ragam maksim pada pengumuman. hasil analisis pama ragam maksim yang di temukan dalam

Peneliti dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Pemanfaatan Prinsip Kerja Sama Dalam Komunikasi Diskusi Sebagai Aspek Keterampilan Berbicara Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas

Konteks pada percakapan tersebut adalah penutur bernama Dewi, perempuan berusia 30 tahun, pekerjaan marketing, bahasa sehari-hari bahasa Jawa sedang bertutur dengan

Pada contoh di atas, juru bicara dari pemerintahan Amerika harusnya bisa menjawab pertanyaan pewawancara tersebut dengan ujaran “No.” Respon yang diberikan juru bicara

Peran konselor dalam model pendekatan konseling client centered adalah : (1) Konselor tidak memimpin, mengatur atau menentukan proses perkembangan konseling, tetapi

Setelah dilakukan proses desinfeksi yaitu perlakuan perendaman menggunakan kaporit 50 ppm dengan bantuan alat pengatur konsentrasi kaporit (Ca(ClO) 2 ) dan variasi waktu

Dari penelitian ini diperoleh risiko tertinggi pada pekerjaan tanah adalah lifting material dengan service crane dengan variabel yaitu pekerja dan fasilitas