• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA KINERJA TAHUNAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RENCANA KINERJA TAHUNAN"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA KINERJA TAHUNAN

BALAI PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

KESEHATAN PAPUA

TAHUN 2020

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN

BALAI PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN PAPUA 2019

(2)
(3)

Rencana Kinerja Tahunan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua Tahun 2020

2

DAFTAR ISI EDITOR…... ... KATA PENGANTAR ……….. 1 DAFTAR ISI ……… 2 DAFTAR TABEL ……… DAFTAR GAMBAR ……… DAFTAR SINGKATAN DAN AKRONIM ………

3 4 5 BAB I. 1.1. 1.2. 1.3. 1.4. 1.5. BAB II. 2.1. 2.2. 2.3. 2.4. BAB. III. 3.1. 3.2. 3.3. 3.4. BAB.IV BAB. V BAB.VI PENDAHULUAN……… Latar Belakang …………... Landasan Hukum …………... Organisasi Balai Litbang Kesehatan Papua……… Tujuan Penulisan …………... Sistematika Penulisan………. EVALUASI KINERJA TAHUN 2018 DAN 2019………… Capaian Kinerja Tahun 2018………... Rekomendasi Evaluasi Tahun 2018……… Capaian Kinerja Tahun 2019 pada Triwulan III………… Rekomendasi Evaluasi Tahun 2019……… RENCANA KINERJA TAHUN 2020……… Indikator Kinerja Tahun 2020…... Rencana Kegiatan Tahun 2020.…... Rencana Anggaran Tahun 2020 ………... Kegiatan yang Belum Teranggarkan Tahun 2020…… RENCANA PENGEMBANGAN TAHUN 2021………… RENCANA EVALUASI KINERJA TAHUNAN………… PENUTUP……… 6 6 7 8 10 10 11 11 17 17 20 21 21 22 26 27 29 31 38 LAMPIRAN

(4)

Rencana Kinerja Tahunan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua Tahun 2020

3

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Realisasi Pencapaian Indikator Kinerja Kegiatan Balai Litbang Kesehatan

Papua Tahun 2018... 16

Tabel 2.2. Realisasi pencapaian Indikator Kinerja Kegiatan Balai Litbang Kesehatan Papua Triwulan Ketiga Tahun 2019 ... 28

Tabel 3.1. Indikator Kinerja Balai Litbang Kesehatan Papua Tahun 2020... 22

Tabel 3.2. Rencana Anggaran Balai Litbang Kesehatan Papua Tahun 2020... 27

Tabel 4.1. Pengembangan Penelitian Tahun 2021... 29

Tabel 4.2. Rencana Kebutuhan Belajar Tahun 2021... 30

Tabel 5.1. Instrumen Evaluasi RKT... 32

(5)

Rencana Kinerja Tahunan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua Tahun 2020

4

DAFTAR GAMBAR

(6)

Rencana Kinerja Tahunan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua Tahun 2020

5

DAFTAR SINGKATAN DAN AKRONIM

AKIP : Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Diklat : Pendidikan dan Pelatihan

IKK : Indikator Kinerja Kegiatan IPTEK : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi KLB : Kejadian Luar Biasa

LAK : Laporan Akuntabilitas Kinerja LAPTAH : Laporan Tahunan

LAPTRI : Laporan Triwulan

Litbang : Penelitian dan Pengembangan Permenkes : Peraturan Menteri Kesehatan Permenneg : Peraturan Menteri Negara

Permen PAN : Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara PPI : Panitia Pembinaan Ilmiah

Renja KL : Rencana Kerja Kementerian Lembaga Risbinkes : Riset Pembinaan Kesehatan

RKA-KL : Rencana Kerja Anggaran Kementerian Lembaga RKT : Rencana Kinerja Tahunan

SAI : Sistem Akuntansi Pemerintah

SAKIP : Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Satker : Satuan Kerja

SDM : Sumber Daya Manusia

SIMAK BMN : Sistem Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara

SK : Surat Keputusan

TBC : Tuberculosis

(7)

Rencana Kinerja Tahunan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua Tahun 2020

6

BAB I

PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Masalah kesehatan di Indonesia dipengaruhi antara lain oleh transisi epidemiologi, transisi demografi, krisis nasional multidimensi, konflik antar kelompok masyarakat, serta desentralisasi dengan konsekuensi perubahan peran pusat dan daerah. Transisi epidemologi di Indonesia menimbulkan beban ganda bagi pemerintah, karena di saat penyakit infeksi masih belum dapat sepenuhnya diatasi, penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh gangguan metabolisme dan generatif juga meningkat. Hal ini merupakan tantangan yang besar bagi penelitian dan pengembangan kesehatan untuk bisa berperan dalam memberikan masukan IPTEK maupun kebijakan kesehatan agar dapat mengatasi permasalahan tersebut.

Dengan perkembangan permasalahan kesehatan di Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara di antaranya penyebaran penyakit Malaria, HIV/AIDS, TBC, dan penyakit-penyakit endemis lainnya, sehingga berbagai upaya penanggulangan, khususnya penyakit malaria telah dilakukan, namun belum memperlihatkan dampak yang optimal terhadap penurunan prevalensinya. Hal ini disebabkan oleh banyaknya faktor, yang salah satunya adalah keadaan geografis Indonesia yang secara alami membentuk keberagaman tipe ekologi dan kehidupan. Dengan keberagaman ini menyebabkan terciptanya variasi faktor-faktor epidemiologis yang meliputi perubahan lingkungan dari waktu ke waktu, perbedaan sosiobudaya dan perbedaan kerentanan penyakit.

Terkait kondisi di atas, berbagai kebijakan dalam pembangunan kesehatan memerlukan penelitian dan pengembangan (litbang) sebagai input dan evaluasi bagi proses kebijakan yang baik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Penelitian merupakan aktivitas iptek yang menjadi penyedia data dan informasi (bukti) untuk perencanaan (prasyarat), monitoring dan evaluasi dari pembangunan kesehatan. Pengembangan merupakan aktivitas iptek yang memberikan suatu produk baru atau terobosan sebagai input dari pembangunan kesehatan.

(8)

Rencana Kinerja Tahunan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua Tahun 2020

7

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 65 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Balai Litbang Kesehatan Papua merupakan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kelas II dengan tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan kesehatan dengan keuanggulan pengendalian kusta dengan wilayah kerja meliputi provinsi Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara.

1.2. Landasan Hukum

1) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangn, dan Pereapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 84, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4219);

2) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063);

3) Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 1995 tentang Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 67, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3609);

4) Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 193); 5) Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2015 tentang Kementerian Kesehatan

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahin 2015 Nomor 59);

6) Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 64 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1508);

7) Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 64 Tahun 2017 tentang Klasifikasi Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 151); 8) Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 65 Tahun 2107 tentang Organisasi

dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

(9)

Rencana Kinerja Tahunan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua Tahun 2020

8

1.3. Organisasi Balai Litbang Kesehatan Papua

Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 65 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Balai Litbang Kesehatan Papua merupakan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kelas II.

Balai Litbang Kesehatan Papua bertugas melaksanakan penelitian dan pengembangan kesehatan dengan wilayah kerja meliputi provinsi Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara.

Dalam melaksanakan tugas tersebut, Balai Litbang Kesehatan Papua memiliki fungsi :

1) penyusunan rencana, program, dan anggaran kegiatan penelitian dan pengembangan kesehatan;

2) pelaksanaan penelitian dan kajian di bidang kesehatan dan keunggulan tertentu;

3) pelaksanaan pengembangan metode, model, dan teknologi di bidang kesehatan dan kenggulan tertentu;

4) pengelolaan sarana penelitian dan pengembangan kesehatan; 5) pelaksanaan penelitian dan pengembangan berbasis pelayanan;

6) pelaksanaan diseminasi, publikasi, dan advokasi hasil-hasil penelitian dan pengembangan kesehatan;

7) pelaksanaan kerja sama dan jaringan informasi penelitian dan pegembangan kesehatan;

8) pelaksanaan bimbingan teknis penelitian dan pengembangan kesehatan; 9) pemantauan, evaluasi, dan pelaporan; dan

(10)

Rencana Kinerja Tahunan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua Tahun 2020

9

Gambar I.1 Struktur Organisasi Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua

(11)

Rencana Kinerja Tahunan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua Tahun 2020

10

1.4. Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan Rencana Kerja Tahunan Balai Litbang Kesehatan Papua Tahun 2020 adalah sebagai pedoman dan arah kebijakan program penelitian dan pengembangan kesehatan yang diharapkan dapat memberikan gambaran secara garis besar berbagai kegiatan di Balai Litbang Kesehatan Papua tahun 2020 yang mendukung prioritas penelitian dan pengembangan kesehatan nasional.

1.5. Sistematika Penulisan

Penulisan Rencana Kerja Tahunan Balai Litbang Kesehatan Papua 2020 disusun dengan sistematika sebagai berikut:

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR

DAFTAR SINGKATAN DAN AKRONIM BAB I. PENDAHULUAN

Memuat tentang latar belakang, landasan hukum, organisasi Balai Litbang Kesehatan Papua, tujuan penulisan dan sistematika penulisan. BAB II. EVALUASI KINERJA TAHUN 2018 DAN 2019

Memuat resume hasil capaian kinerja akhir Balai Litbang Kesehatan Papua tahun 2018 dan tahun 2019 pada triwulan 3.

BAB III. RENCANA KINERJA TAHUN 2020

Memuat penjabaran seluruh rencana kegiatan Balai Litbang Kesehatan Papua untuk mencapai Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) Tahun 2020 dan kesenjangan dalam penganggarannya.

BAB IV. RENCANA PENGEMBANGAN TAHUN 2021

Memuat perencanaan kegiatan Balai Litbang Kesehatan Papua yang akan direncanakan tahun 2021.

BAB V. RENCANA EVALUASI KINERJA TAHUNAN

Memuat langkah-langkah monitoring dan evaluasi dari implementasi kegiatan Balai Litbang Kesehatan Papua tahun 2020.

BAB VI. PENUTUP

(12)

Rencana Kinerja Tahunan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua Tahun 2020

11

BAB II

EVALUASI KINERJA TAHUN 2018 DAN 2019 2.1. Capaian Kinerja Tahun 2018

Pada tahun 2018, kegiatan penelitian yang dilaksanakan Balai Litbang Kesehatan Papua sebanyak 2 penelitian yang dibiayai DIPA Balai Litbang Kesehatan Papua.

Kegiatan penelitian yang dilaksanakan oleh Balai Litbang Kesehatan Papua selama tahun 2018 adalah sebagai berikut:

a. Identifikasi Mutasi Gen Penanda Resistensi (fol P1, RpoB, dan GyrA) pada

Mycobacterium Leprae dan Implementasi Marker HLA B 13:01 sebagai Penanda Awal Dapsone Hypersensitivity Syndrome Pasien Lepra di Provinsi Papua Barat dan Maluku Utara

Ketua Pelaksana : Hana Krismawati, M.Sc

Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara adalah 4 besar high endemicity penyakit lepra di Indonesia. Setelah penerapan kebijakan Multi Drugs Theurapy oleh WHO kasus lepra di dunia menurun drastis, namun di 4 provinsi tersebut kasus masih tinggi. Studi untuk mengetahui resistensi obat lepra perlu dilakukan mengingat lepra adalah salah satu penyakit dengan pengobatan yang panjang. Beberapa masalah yang dihadapi diantaranya kasus relaps, gagal berobat dan kepatuhan yang rendah. Masalah alergi terhadap dapson juga dihadapi pada penanganan lepra di Papua.

Studi ini merupakan lanjutan dari studi di tahun 2017, dimana di tahun tersebut dilakukan deteksi mutasi hanya pada gen folP1 yang berhubungan dengan resistensi dapson. Hasil deteksi mutasi folP1 di tahun 2017 didapatkan mutasi yang menyebabkan resistensi lemah pada pasien baru dari Kota Jayapura dan Kabupaten Bintuni. Studi ini juga menindaklanjuti deteksi gen HLA-B*13:01 sebagai markerDapson Hypersensitivity Syndrom

(DHS). Gen tersebut tervalidasi sebagai marker prediktor DHS. Penelitian ini akan melakukan deteksi beberapa gen resistensi Mycobacterium leprae

dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) pada kasus lepra dan deteksi gen pengkode Dapsone Hypersensitivity Syndrome (DHS) pada pasien lepra. Selanjutnya akan dilakukan sekuensing DNA dan dilakukan

(13)

Rencana Kinerja Tahunan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua Tahun 2020

12

analisis mutasi pada masing-masing gen. Dalam penelitian ini juga diteliti faktor yang mempengaruhi resistensi regimen Multi Drugs Theurapy

(MDT).

Desain penelitian ini adalah penelitian potong lintang dengan rancangan deskriptif. Penelitian akan dilakukan di 2 provinsi yaitu Papua Barat dan Maluku Utara dengan 2 kabupaten di masing-masing. Populasi sampel penelitian adalah 100 orang penderita per provinsi atau 200 responden. Dalam penelitian ini dilakukan pengambilan sampel lesi kulit dan skin silt cuping telinga pada penderita. Kriteria inklusi untuk kasus meliputi didiagnosa secara klinis sebagai penderita lepra dengan hasil pemeriksaan cardinal sign dan atau BTA positif dari sampel lesi kerokan telinga, sudah menjalani pengobatan minimal 3 bulan, bertempat tinggal di lokasi penelitian dan bersedia dikunjungi rumah, bersedia diambil sampel darah, insisi telinga atau kerokan kulit dan swab hidung ditunjukkan dengan menandatangani informed consent.

Responden dapat tidak diikut sertakan dalam penelitian dengan kriteria kasus lepra dan kontak tidak bersedia terlibat dalam penelitian, dan sedang sakit keras saat pengambilan sampel. Variabel yang akan diukur dalam penelitian ini meliputi variabel bebas adalah kepatuhan, mutasi gen resistensi, genetik manusia sedangkan variabel terikat adalah resistensi dan DHS. Pemeriksaan yang dilakukan di laboratorium adalah pemeriksaan ekstraksi Dioxyribo Nucleic Acid (DNA) sampel mukosa nasal dan kerokan kulit, PCR, sekuensing, qPCR deteksi HLA-B*13:01. Dilakukan

follow up pada semua pasien sebanyak 2 kali untuk memantau respon alergi. Pada penelitian ini juga dilakukan pemeriksaan G6PD, SGPT, SGOT, Hb dan Gula darah.

Analisis data sekuensing menggunakan perangkat pengolah data análisis mutasi bioedit sedangkan análisis HLA-B*13:01 dilakukan menggunakan program aplikasi pikoreal qPCR. Data epidemiologi diolah dengan análisis univariat, bivariat dan multivariat menggunakan perangkat pengolah data SPSS 8.

Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa telah terjadi mutasi yang menyebabkan adanya potensi resistensi lemah dapson pada

(14)

Rencana Kinerja Tahunan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua Tahun 2020

13

namun tidak didapatkan mutasi pada pasien lepra di Provinsi Maluku Utara. Mutasi yang terjadi justru terjadi pada pasien-pasien baru, hal ini diduga pasien-pasien tersebut mendapat tranmisi kuman yang memang sudah mengalami mutasi. Saran untuk para pemangku program adalah melakukan kontrol ketat kepada semua pasien supaya menyelesaikan pengobatan hingga tuntas untuk mereduksi penularan aktif karena kemungkinan kuman yang ditransmisikan adalah jenis kuman yang sudah mengalami mutasi. Kemungkinan transmisi juga bisa dicegah dengan melakukan pengobatan secepat mungkin pada kasus oleh karena itu harus dilakukan penemuan kasus aktif.

Studi implementasi diawali dengan melakukan skrining gen HLA-B*13:01 pada pasien kusta di Maluku Utara dan Papua Barat. Hasil skrining menunjukkan bahwa prosentasi pembawa gen HLA-B*13:01 pada populasi kusta di Papua dalam hal ini Provinsi Papua Barat jauh lebih tinggi daripada di Maluku Utara. Di Maluku Utara hanya 5,2% pembawa gen HLA-B*13:01 sementara di Papua Barat sebanyak 24,4%. Mengetahui prosentasi pembawa gen pada populasi masyaratkat ini sangat penting untuk melihat besaran risiko kejadian DHS pada pasien kusta di area penelitian.

Temuan tingginya prosentase pembawa gen HLA-B*13:01 pada pasien lepra di Papua Barat sinergis dengan hasil frekuensi allele yang diregister pada www.alelefrequency.net. Jumlah sampel yang berhasil dikumpulkan dari kedua wilayah adalah 190. Kegagalan follow up karena alasan perpindahan lokasi tempat tinggal dan kehilangan kontak dengan pasien terjadi pada total 36 pasien.

b. Inkriminasi Nyamuk Anopheles Sebagai Vektor Malaria dan Evaluasi Kelambu LLINs Di Kabupaten Pegunungan Arfak dan Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat

Ketua Pelaksana : Ivon Ayomi, S.Si

Indonesia merupakan salah satu negara yang masih berisiko terhadap malaria. Distribusi malaria di Indonesia dengan intensitas tinggi terdapat di daerah berhutan, terutama Indonesia bagian timur. Kasus malaria terutama dilaporkan dari luar jawa, yaitu di Provinsi Papua, Maluku, Nusa Tengara, Kalimantan dan Sumatera. Penyakit malaria masih ditemukan di

(15)

Rencana Kinerja Tahunan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua Tahun 2020

14

seluruh provinsi di Indonesia. Berdasarkan Annual Parasite Incidence (API), dilakukan stratifikasi wilayah dimana Indonesia bagian Timur masuk dalam stratifikasi malaria tinggi.

Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh informasi situasi malaria ( vektor potensial, efektifitas kelambu LLINs) di Kabupaten Manokwari, Penelitian ini dilakukan pada bulan April – Oktober 2018. Pengambilan data dilakukan di Puskesmas Sanggeng (Kab.Manokwari) dan 4 Puskesmas di Kab. Peg.Arfak, Desain penelitian ini adalah potong lintang, survei entomologi, koleksi nyamuk Anopheles spp. dewasa dengan menggunakan man landing collection dari pukul 18.00-06.00. Konfirmasi vektor malaria deteksi antigen sirkum sporozoit P. falcifarum 210 dan P. vivax 210 menggunakan metode Enzyme Linked Immunoabsorbent Assay

/ELISA (hanya di Kabupaten Manokwari). Analisis data secara deskriptif, survei habitat Anopheles spp. ditemukan di saluran air, dan kolam semi permanen.

Hasil penelitian di Kab. Peg.Arfak tidak ditemukan tempat perindukan dan nyamuk Anopheles, namun di Kab. Manokwari diperoleh beberapa jenis Anopheles sp diantaranya An. Farauti, An.Pungtulatus dan

,An.Longirostris. Aktifitas menggigit Anopheles spp rata-rata aktif menggigit mulai pukul 18.00-01.00 pagi hari. Puncak menggigit Anopheles sp pukul 20.00-22.00. Anopheles sp aktif menggigit diluar rumah dibanding di dalam rumah Hasil uji dengan teknik Enzyme Linked Immunoabsorbent Assay (ELISA) menunjukkan An.Farauti dan Pungtulatus

tidak terdeteksi mengandung sporozoit.

Hasil bioassay menunjukkan bahwa kelambu yang digunakan masyarakat di Kabupaten Manokwari Hasil pemeriksaan dengan ELISA menunjukkan human blood index (HBI) untuk An. farauti 100% dan An. punctulatus 100%. Hasil Uji bioessay terhadap kelambu program yang di bagikan menunjukkan hasil masih efektif namun ada juga yang tidak efektif. Hasil uji kerentanan spesies Anopheles terhadap kandungan deltamentrin 0,05% dan permetrin 70% adalah rentan.

(16)

Rencana Kinerja Tahunan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua Tahun 2020

15

Pada tahun 2018 capaian Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Kesehatan dan Teknologi Dasar Kesehatan di Media Cetak dan atau Elektronik Nasional dan Internasional sebagai berikut :

1. Resiko Malnutrisi terhadap Jumlah CD4+ Orang dengan HIV/AIDS yang Menjalani Terapi Antiretroviral di Mimika / Risk of Malnutrition on CD4+ Level of People Living with HIV/AIDS Receiving Antiretroviral Theraphy in Mimika oleh Setyo Adiningsih, Mirna Widiyanti pada Jurnal Kedokteran Brawijaya (Medical Journal Brawijaya) JKB, Vol. 30, No.1 - Februari 2018 (Jurnal Nasional).

2. Climatology Influence on Malaria Casesin Alusi Community Health Center, West Southeast Maluku Regency oleh Semuel Sandy, Ivon Ayomi pada Jurnal Kesehatan Masyarakat, KEMAS Vol.14, No.1 - 2018 (Jurnal Nasional)

3. Habit of Cooking Pork on Hot Stones as Main Risk of Cysticercosis oleh Semuel Sandy, Antonius Oktavian, Hanna S Kawulur, Mirna Widiyanti, Iman HS Sasto, Yustinus Maladan pada Universa Medicina, May - August 2018, Vol37, No. 2 (Jurnal Nasional)

4. CD4+ dan Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Terapi Antiretroviral pada Orang dengan HIV/AIDS di Jayapura / CD4+ and Factors Affecting Adherence to Antiretroviral Therapy Among People Living with HIV/AIDS in Jayapura oleh Setyo Adiningsih, Mirna Widiyanti, Evi Iriani Natalia, Tri Wahyuni pada Buletin Penelitian Kesehatan ( Bulletin of Health Research) Vol.46. No.2 - Juni 2018 (Jurnal Nasional)

5. Molecular Detection Mutation of rpoB Gene Mycobacterium Leprae in Relapse and Default of Leprosy Patient in Jayapura oleh Yustinus Maladan, C.S. Whinie Lestari, Ratna Tanjung, Vatim Dwi Cahyani, Muh. Fajri Rokhmad pada Health Science Journal of Indonesia (HSJI) Vo.9, No.1 - June 2018 (Jurnal Nasional) 6. Gambaran Kasus Mutasi Terkait Resistensi Antiretroviral pada orang dengan

HIV-AIDS (ODHA) di Tiga Kabupaten/Kota di Provinsi Papua / The Description of Antiretroviral Resistance Mutation in People Living With HIVAIDS (Plwha) in Districts three Districts/City in Papua Province oleh Hotma Martologi Lorensi Hutapea, Eva Fitriana, Evi Iriani Natalia, Tri Wahyuni pada Buletin Penelitian Kesehatan ( Bulletin of Health Research) Vol.46. No.3 - September 2018 (Jurnal Nasional)

(17)

Rencana Kinerja Tahunan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua Tahun 2020

16

7. Faktor Risiko Potensial Reaksi Kusta pada Etnis di dua daerah Endemis Kusta – Papua/ Potential Risk Factor of Leprosy Reaction Among Indigenous in two leprosy Endemic area – Papua oleh Antonius Oktavian, Yuli Arisanti, Ratna Tanjung, Yunita Mirino pada Buletin Penelitian Kesehatan ( Bulletin of Health Research) Vol.46. No.4 - Desember 2018 (Jurnal Nasional)

8. Transmisi Heteroseksual sebagai Faktor Penyebaran CRF01_AE HIV-1 di Mimika Papua / Heterosexual Transmission as A CRF01_AE HIV-1 Spread Factor in Mimika Papua oleh Mirna Widiyanti, Reynold Ubra, Evi Iriani pada Journal of Health Science and Prevention, Vol.2, No.2 – 2018 (Jurnal Nasional)

9. Relationship Between HIV Integrase Polymorphisms and Integrase Inhibitor Susceptibility : An in silico analysis oleh Hotma Martologi Lorensi Hutapea, Yustinus Maladan, Widodo pada Heliyon- Journal-Elsevier 1 Dec 2018 – Volume 4, Issue 12 (Jurnal Internasional)

Secara rinci capaian kinerja Balai Litbang Kesehatan Papua tahun 2018 dapat dilihat pada tabel 2.1 berikut :

Tabel 2.1. Realisasi Pencapaian Indikator Kinerja Kegiatan Balai Litbang Kesehatan Papua Tahun 2018

TARGET REALISASI

1. Jumlah hasil penelitian dan pengembangan di bidang Biomedis

dan Teknologi Dasar Kesehatan 2 2 100%

2. Jumlah Publikasi karya tulis ilmiah di Bidang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan yang dimuat di media cetak dan atau elektronik nasional dan internasional

4 9 225%

% CAPAIAN INDIKATOR KINERJA

SASARAN STRATEGIS TARGET 2018

Meningkat-nya penelitian dan pengemba-ngan di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan

Capaian Kinerja Balai Litbang Kesehatan Papua tahun 2018 berupa Jumlah Publikasi karya tulis ilmiah di bidang Kesehatan dan Teknologi Dasar Kesehatan yang dimuat di media cetak dan atau elektronik nasional dan internasional. Target publikasi karya tulis ilmiah nasional terealisasi 8 publikasi dari 3 target yang ditetapkan sedangkan target publikasi karya tulis ilmiah internasional terealisasi 1 publikasi dari 1 target yang ditetapkan.

Jumlah hasil penelitian dan pengembangan di bidang Kesehatan dan Teknologi Dasar Kesehatan menghasilkan 2 produk Data Dasar yaitu Data Dasar

(18)

Rencana Kinerja Tahunan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua Tahun 2020

17

Implementasi pemeriksanaan alergi dapson pre terapi dan resistensi MDT serta Data Dasar Inkriminasi Nyamuk Anopheles sebagai vektor malaria dan evaluasi kelambu LLINs di Kabupatem Pegunungan Arfak dan Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat. Serta menghasilkan buku Peta Anopheles di Provinsi Papua, Papua Barat dan Maluku.

Selama pelaksanaan kegiatan dan program penelitian dan pengembangan kesehatan tahun 2018 ditemukan berbagai hambatan atau kendala dalam mencapai tujuan dan sasarannya, yaitu:

2. Proses pengadaan yang terlambat dan beberapa reagen yang inden sehingga proses pemeriksaan sampel penelitian menjadi terhambat

3. Pencetakan Jurnal Plasma Volume III nomor 2- Juni 2017 tidak dapat dicetak karena proses pengumpulan artikel yang lama/jumlah tulisan yang masuk kurang.

2.2. Rekomendasi Evaluasi Tahun 2018

Adapun rekomendasi hasil evaluasi tahun 2018 Balai Litbang Kesehatan Papua, antara lain :

1. Menyusun spesifikasi teknis bahan penelitian sebaiknya dilakukan awal tahun

2. Pencetakan Jurnal Plasma Volume III nomor 2 - Juni 2017 tidak dapat dicetak karena proses pengumpulan artikel yang lama/jumlah tulisan yang masuk kurang, untuk itu upaya yang dilakukan agar dapat mengatasi hal tersebut perlu dengan meningkatkan kreatifitas peneliti agar bisa mengembangkan penulisan serta memperluas jejaring, agar dapat meningkatkan jumlah tulisan yang masuk.

2.3. Capaian Kinerja Tahun 2019 pada Triwulan III

RKT Balai Litbang Kesehatan Papua Tahun 2020 ini mulai di susun setelah triwulan III tahun 2019 dimana program penelitian dan pengembangan kesehatan masih berlangsung. Dengan demikian Evaluasi Kinerja Tahun 2019 Balai Litbang Kesehatan Papua mengacu pada evaluasi triwulan ketiga tahun 2019

(19)

Rencana Kinerja Tahunan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua Tahun 2020

18

Evaluasi kinerja Balai Litbang Kesehatan Papua Tahun 2019 dapat dilihat pada tabel 2.2 berikut :

Tabel 2.2. Realisasi Pencapaian Indikator Kinerja Kegiatan Balai Litbang Kesehatan Papua Triwulan Tiga Tahun 2019

TARGET REALISASI

1. Jumlah hasil penelitian dan pengembangan di bidang Biomedis

dan Teknologi Dasar Kesehatan 0 0 0% 2. Jumlah Publikasi karya tulis ilmiah

di Bidang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan yang dimuat di media cetak dan atau elektronik nasional dan internasional

4 4 100%

SASARAN STRATEGIS

TARGET 2019

Meningkatnya penelitian dan pengembangan di bidang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan

% CAPAIAN INDIKATOR KINERJA

Capaian kinerja Balai Litbang Kesehatan Papua tahun 2019 pada triwulan tiga dapat dilihat bahwa untuk publikasi sudah mencapai 4 publikasi dari 4 target publikasi, sementara itu untuk target penelitian belum tercapai di triwulan ketiga dikarenakan penelitian masih pada proses pemeriksaan sampel yang masih menunggu reagen yang diadakan.

Publikasi ilmiah di Bidang Kesehatan dan Teknologi Dasar Kesehatan yang dimuat pada media cetak dan elektronik, yaitu :

a. “A new Mycobacterium Leprae dihydropteroate synthase variant (V39I) from Papua, Indonesia” oleh Yustinus Maladan, Hana Krismawati, Hotma Martologi Lorensi Hutapea, Antonius Oktavian, Ratu Fatimah, Widodo pada Heliyon Journal Elsevier, 7 Mart 2019, Vol.5, Issue 3 (https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2019.e01279) (Jurnal Internasional); b. “Karakteristik Demografi ODHA Di Papua (Demographic Characteristics Of

The People Living With HIV In Papua)” oleh Mirna Widiyanti, Moch Irfan Hadi, Setyo Adiningsih, M. Yusuf Alamudi, Mei Lina Fitri Kumalasari pada Journal Of Health Science and Prevention, Vol.3, No.1 - April 2019 - ISSN 2459-919x (Jurnal Nasional);

c. “Spoligotyping, Resistensi Mycobacterium tuberculosis terhadap obat TB dan Faktor Risiko Penularan Tuberkulosis Paru di Kota Jayapura (Spolygotyping, TB Drugs Resistance Of Mycobacterium tuberculosis and Pulmonary TB Risk

(20)

Rencana Kinerja Tahunan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua Tahun 2020

19

Of Transmission City)” oleh Hana Krismawati, Antonius Oktavian, Lydia Chaidir, Evy Iriani Natalia, Melda Suebu, Oktovianus Karapa pada Buletin Penelitian Kesehatan (Bulletin of Health Research) Vol. 47, No.1 - Maret 2019 (Jurnal Nasional);

d. “Seroepidemiologi Taeniasis di Tanah Papua” oleh Semuel Sandy, Lidwina S, Antonius O, Hanna S.K, Mirna W, Hotma M.H, Hana K, Yunita R.M, Ivon a, Melda S. Suebu, Yustinus M, Iman H.S.S, Setyo A, Yuli A, Eva F, Evi I.N, Irawaty W, Tri Wahyuni, Ratna Tanjung, Mardi R.P, Vatim D.C pada Jurnal KEMAS Vol.15, No.1 - Juli 2019 (Jurnal Nasional).

Adapun perkembangan penelitian yang sedang dilaksanakan untuk mendukung pencapaian output kinerja tahun 2019 sebagai berikut:

a) Penelitian Genotipe, Resistensi HIV-1, Efek terapi dan kepatuhan minum Antiretroviral pada orang dengan HIV/AIDS di Kab. Manokwari, Kota Sorong, Kab. Fak - fak

Proses penelitian ini sampai pada SK, SP3, Etik dan Perizinan sudah. Pengadaan reagen persiapan penelitian sudah selesai dilaksanakan sedangkan sampai dengan triwulan II Pengadaan reagen Pelaksanaan Penelitian mengalami gagal lelang 3x dikarenakan kualifikasi penyedia tidak memenuhi syarat dan sekarang dalam proses pembelian oleh penyedia dan Pelaksanaan kegiatan pengambilan sampel penelitian HIV tahap I di Kabupaten Fak-fak, Manokwari dan Sorong serta tahap II di kabupaten Sorong dan Fak - fak telah selesai dilaksanakan. Saat ini dalam pelaksanaan pengambilan sampel tahap II di kabupaten Manokwari.

b)

Penelitian Implementasi Pemeriksaan Dini Alergi Dapson dan Deteksi Gen yang mempengaruhi resistensi agen terapi MDT di Kabupaten Asmat dan Manokwari Selatan

Proses penelitian ini sampai saat ini SK, SP3 dan Perizinan sudah. Pengadaan reagen persiapan Penelitian Lepra telah selesai dilaksanakan. - Pengadaan reagen pelaksanaan Penelitian dalam proses pembelian oleh penyedia dan sudah ada beberapa reagen yang datang, Pengambilan sampel tahap I dan II di Manokwari Selatan dan Asmat telah selesai dilaksanakan, Sampel tahap 1 sudah dilakukan pemeriksaan Ekstraksi DNA, PCR HLA, PCR Resistensi sedangkan squensing belum dilakukan karena menunggu reagen yang belum

(21)

Rencana Kinerja Tahunan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua Tahun 2020

20

datang, sedangkan sampel tahap II masih sementara dalam proses pengerjaan pemeriksaan Ekstraksi DNA, PCR HLA, PCR Resistensi.

Dalam pelaksanaan capaian kinerja Balai Litbang Kesehatan Papua triwulan III tahun 2019 masih ditemukan kendala dan permasalahan teknis antara lain : 1. Pelaksanaan pencetakan Jurnal Plasma hanya dilakukan satu kali cetakan

yaitu Vol.5, No.1 - Des 2018 dikarenakan kurangnya artikel yang masuk sehingga menyebabkan hutang terbit sejak thn 2017 tidak dapat diselesaian; 2. Reviuw perencanaan struktur gedung bangunan terkendala proses evaluasi

dikarenakan salah satu Pokja bertempat di Sekretariat Badan Litbangkes sehingga menyulitkan proses evaluasi;

2.4. Rekomendasi Evaluasi Tahun 2019

Rekomendasi atas kendala dalam pencapaian kinerja Balai Litbang Kesehatan Papua pada triwulan III tahun 2019 antara lain:

1. Berupaya meningkatkan kreatifitas peneliti untuk menulis dan penyebaran informasi jurnal plasma kepada pihak luar baik universitas maupun stekholder yang lain;

(22)

Rencana Kinerja Tahunan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua Tahun 2020

21

BAB III

RENCANA KINERJA TAHUN 2020 3.1 Indikator Kinerja Tahun 2020

Pada tahun 2020 Balai Litbangkes Papua memiliki dua sasaran program yaitu Meningkatnya Penelitian dan Pengembangan di Bidang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan serta Meningkatnya Penelitian dan Pengembangan di Bidang Upaya Kesehatan Masyarakat. Perencanaan kinerja merupakan proses penetapan kegiatan tahunan dan indikator kinerja berdasarkan program, kebijakan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana strategis dan searah dengan Rencana Aksi Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan dan Teknologi Dasar Kesehatan. Hasil dari proses ini berupa Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang anggarannya dituangkan dalam dokumen RKA-KL.

Dalam mendukung sasaran ini Balai Litbang Kesehatan Papua memiliki 2 (dua) kegiatan, yaitu Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan dan Penelitian dan Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat.

Indikator Kinerja dari sasaran program meningkatnya penelitian dan pengembangan di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan adalah: 1. Jumlah rekomendasi kebijakan yang dihasilan dari penelitian dan

pengembangan di bidang biomedis, life science dan teknologi dasar kesehatan;

2. Jumlah publikasi karya tulis ilmiah di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan yang dimuat di media cetak dan atau elektronik nasional dan internasional;

3. Jumlah hasil penelitian dan pengembangan di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan.

Indikator Kinerja dari sasaran program meningkatnya penelitian dan pengembangan di bidang upaya kesehatan masyarakat adalah:

1. Jumlah hasil penelitian dan pengembangan di bidang upaya kesehatan masyarakat.

(23)

Rencana Kinerja Tahunan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua Tahun 2020

22

Sasaran program dan indikator kinerja Balai Litbang Kesehatan Papua tahun 2020 dapat dilihat dalam tabel 3.1 berikut.

Tabel 3.1. Indikator Kinerja Balai Litbang Kesehatan Papua Tahun 2020

No. KEGIATAN SASARAN STRATEGIS TARGET 2020

1. Jumlah rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dari penelitian dan pengembangan di bidang biomedis, life science dan teknologi dasar kesehatan

2

2. Jumlah publikasi karya tulis ilmiah di bidang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan yang dimuat di media cetak dan atau elektronik nasional dan internasional

4

3. Jumlah hasil penelitian dang pengembangan di bidang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan

2 2 Penelitian dan pengembangan

Upaya Kesehatan Masyarakat

Meningkatnya penelitian dan pengembangan di bidang Upaya Kesehatan Masyarakat

4. Jumalh hasil penelitian dan pengembangan di bidang Upaya Kesehatan Masyarakat

1 1. Penelitian dan pengembangan

Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan

Meningkatnya penelitian dan pengembangan di bidang Biomedis dan teknologi dasar kesehatan

INDIKATOR KINERJA

3.2 Rencana Kegiatan Tahun 2020

Rencana kegiatan Balai Litbang Kesehatan Papua Tahun 2020 menggambarkan secara umum seluruh kegiatan yang direncanakan pada tahun 2020. Balai Litbang Kesehatan Papua pada tahun 2020 merencanakan beberapa kegiatan yang akan mendukung pencapaian indikator kinerja antara lain:

1. Publikasi karya tulis ilmiah di bidang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan meliputi kegiatan Pelaksanaan Diseminasi Hasil dan Penyusunan Publikasi Karya Tulis. Pada kegiatan melaksanakan diseminasi hasil di dalamnya terdapat diseminasi hasil penelitian tahun 2020 berupa penyampaian hasil penelitian tahun 2020; sementara pada kegiatan penyusunan publikasi karya tulis didukung oleh kegiatan registrasi naskah publikasi baik jurnal nasional maupun internasional yang terakreditasi, kegiatan penerbitan jurnal PLASMA serta melaksanakan kegiatan advokasi hasil penelitian.

(24)

Rencana Kinerja Tahunan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua Tahun 2020

23

2. Hasil Penelitian dan Pengembangan di Bidang Biomedis dan Teknologi

Dasar Kesehatan

Pada tahun 2020 Balai Litbang Kesehatan Papua merencanakan 2 (dua) penelitian dengan output yang dihasilkan yaitu:

a) Intensifikasi penanganan kusta anak melalui program terintegrasi cinta sobat

Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah melakukan intensifikasi penanganan kusta anak dengan pencarian aktif di sekolah melalui program Cinta Sobat.

b) Deteksi dan analisis gen M. leprae pengkode protein yang berasosiasi dengan marker diagnostik yang diperoleh dari pasien lepra di Papua, Papua Barat dan Maluku Utara

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeteksi dan menganalisis gen

Mycobacterium leprae pengkode protein yang berasosiasi dengan marker diagnostik yang diperoleh dari pasien lepra di Papua, Papua Barat dan Maluku Utara.

3. Rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan pengembangan di Bidang Biomedis, Life Science, dan Teknologi Dasar Kesehatan

Kegiatan ini meliputi penyusunan sistematik reviu/ strudi referensi/ literatur, pelaksanaan konfirmasi lapangan serta penyusunan formulasi rekomendasi kebijakan.

4. Layanan Sarana dan Prasarana Internal

1) Pengadaan Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi

Pada tahun 2020 Balai Litbang Kesehatan Papua akan membeli perangkat pengolah data dan komunikasi antara lain printer, PC all in one, layar monitor, layar monitor 3D, laptop, hardisk dan scanner yang bertujuan untuk mendukung kegiatan perkantoran.

2) Pengadaan Peralatan Fasilitas Perkantoran a. Pengadaan Peralatan Fasilitas Perkantoran

Untuk menunjang kegiatan administrasi perkantoran, direncanakan akan diadakan beberapa alat, antara lain : lemari es 1 pintu, lemari es 2 pintu, meja dan kursi set tamu, lemari

(25)

Rencana Kinerja Tahunan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua Tahun 2020

24

arsip, AC 1 PK, standing AC, papan acrylic, meja rapat, kursi rapat, lemari besi, kursi laboratorium, mesin cuci, lemari arsip kayu berkaca, lemari pendek, dispenser dan televisi.

b. Pengadaan Peralatan Fasilitas Laboratorium

Untuk mendukung kegiatan penelitian pada tahun 2020 direncanakan akan diadakan beberapa peralatan fasilitas laboratorium yaitu: gel elektroforesis system dan imaging system, incubator CO2, freezer laboratorium -200C, water purification, dan beberapa jenis ukuran mikropipet rainin. 5. Layanan Dukungan Manajemen Satker

1) Penyusunan rencana program dan Penyusunan rencana anggaran Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk menyusun perencanaan program, sinkronisasi output dan penyusunan anggaran tahun 2021. Kegiatan ini meliputi penyusunan dokumen perencanaan (rapat kerja dan rencana kinerja tahunan dan pertemuan lintas unit kerja) dan Penyusunan dokumen anggaran (penyusunan data dukung RKAKL 2021, review RKAKL Balitbangkes).

2) Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melaksanakan pemantauan dan evaluasi terhadap proses pelaksanaan anggaran dan kegiatan dalam satuan kerja melalui penyusunan laporan triwulan TA 2020 serta melaksanakan evaluasi SAKIP (Sistem Akuntablitias Kinerja Intern Pemerintah) TA 2019. Selain itu dalam kegiatan ini juga dilakukan kegiatan yang berkaitan dengan informasi dan publikasi yang meliputi penyelenggaraan pameran hasil litbangkes baik pameran daerah maupun pameran simposium nasional, melaksanakan publikasi dengan mencetak profil Balai Litbang Kesehatan Papua dan melaksanakan reportase kehumasan dalam rangka publikasi penelitian, mengikuti forum pengelolaan jurnal.

3) Pengelolaan keuangan dan perbendaharaan

Tujuan kegiatan ini adalah terselenggaranya penyusunan laporan keuangan, laporan kekayaan negara dan laporan tata usaha. Kegiatan ini meliputi penyusunan dokumen laporan keuangan dan

(26)

Rencana Kinerja Tahunan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua Tahun 2020

25

penyusunan dokumen SIMAK BMN, perjalanan terkait ketatausahaan serta pembayaran honor untuk reagen penelitian.

4) Pengelolaan kepegawaian

Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang administasi maupun penelitian. Kegiatan ini meliputi pengembangan kompetensi SDM Balai Litbang Kesehatan Papua baik melalui magang peneliti dan litkayasa maupun bimbingan teknis mandiri yang dilaksanakan di Balai Litbang Kesehatan Papua dan rapat koordinasi lintas sektor terkait organisasi dan kepegawaian. 5) Pelayanan umum, pelayanan rumah tangga dan perlengkapan

Dalam kegiatan ini terdapat kegiatan manajemen biobank. Tujuan dilaksanakannya manajemen biobank adalah mewujudkan sistem manajemen biobank yang berkualitas baik dalam preservasi dan penyimpanan spesimen maupun dalam sistem data base sampel. Kegiatan ini meliputi : persiapan equipment dan sistem penyimpan data, pemrosesan (pengkodean sampel), analisa data dan pembuatan laporan.

6) Pelaksanaan layanan Manajemen Bidang Ilmiah dan Etik

Dalam kegiatan bidang ilmiah dan etik dilakukan kegiatan pertemuan ilmiah berkala guna membahas isu-isu mengenai penelitian kesehatan oleh para peneliti dan litkayasa. Selain pertemuan ilmiah berkala terdapat pula kegiatan pembayaran etik penelitian, sebagai dokumen ijin dilaksanakannya penelitian.

7) Pelaksanaan Layanan Manajemen Laboratorium

Tujuan dilaksanakannya manajemen laboratorium adalah menciptakan kinerja laboratorium yang terorganisasi, standard dan berjalan sesuai fungsi untuk mendukung peningkatan kualitas penelitian. Kegiatan ini meliputi penyelenggaraan laboratorium yang meliputi pembelian reagen, bahan habis pakai, persediaan untuk kebersihan dan proteksi laboratorium; selain itu dilakukan pula pemeliharaan alat laboratorium.

(27)

Rencana Kinerja Tahunan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua Tahun 2020

26

6. Layanan Perkantoran

1) Gaji dan Tunjangan

Pada kegiatan ini dilakukan pembayaran gaji dan tunjangan kepada para pegawai Balai Litbang Kesehatan Papua di tahun 2020.

2) Operasional dan Pemeliharaan Kantor

Operasional dan pemeliharaan kantor meliputi: Keperluan Sehari – hari Perkantoran; Jasa Keamanan/ Pengemudi/ Petugas Kebersihan/ Pramubakti; Langganan Daya dan Jasa; Jasa Pos dan Giro; Belanja Sewa; Pemeliharaan Gedung/ Bangunan; Pemeliharaan Instalasi Jaringan Informasi; Pemeliharaan Sarana Kantor; Pemeliharaan dan Operasional Kendaraan Dinas; Honor Terkait Operasional Satuan Kerja; Operasional Pimpinan; dan Perjalanan Dinas Dalam Rangka Konsultasi/ Koordinasi/ Kunker.

7. Hasil Penelitian dan Pengembangan di Bidang Upaya Kesehatan Masyarakat

Pada tahun 2020 terdapat pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang pencegahan dan pengendalian penyakit yaitu penelitian yang berjudul faktor determinasi limfatik di masyarakat dan komitmen kebijakan pemerintah daerah dalam program eliminasi filariasis di Kabupaten Boven Digoel.

Tujuan penelitian ini adalah melakukan pemetaan dan penentuan proporsi kejadian filariasis serta mengetahui faktor determinan yang mempengaruhi transmisi filariasis di Kabupaten Boven Digoel Provinsi Papua.

3.3 Rencana Anggaran Tahun 2020

Rencana anggaran Balai Litbang Kesehatan Papua tahun 2020 sebesar Rp14.230.081.000,- (empat belas milyar dua ratus tiga puluh juta delapan puluh satu ribu rupiah). Anggaran ini digunakan untuk empat output kegiatan dengan rincian sebagai berikut :

(28)

Rencana Kinerja Tahunan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua Tahun 2020

27

Tabel 3.2. Rencana Anggaran Balai Litbang Kesehatan Papua Tahun 2020

KODE VOLUME PAGU ANGGARAN(Rp) 363.080.000

051 Pelaksanaan Diseminasi Hasil 234.974.000 Penyusunan Publikasi Karya Tulis Ilmiah 128.106.000 - Pelaksanaan Registrasi Naskah Publikasi 9.900.000 - Penerbitan Jurnal 25.905.000 Pelaksanaan Advokasi Hasil Penelitian 92.301.000 796.029.000

051 Pelaksanaan Penelitian dan Pengembangan Bidang Biomedis 796.029.000 100.000.000

051 Penyusunan Sistematik Reviu/ Studi Referensi/ Literatur 29.324.000 052 Pelaksanaan Konfirmasi Lapangan 28.496.000 053 Penyusunan Formulasi Rekomendasi Kebijakan 42.180.000 1.600.000.000

052 Pengadaan perangkat pengolah data dan komunikasi

248.660.000

053 Pengadaan peralatan fasilitas perkantoran 1.351.340.000 1.546.287.000

051 Penyusunan rencana program dan penyusunan rencana anggaran

95.322.000

052 Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi 385.013.000 053 Pengelolaan keuangan dan perbendaharaan 267.122.000 054 Pengelolaan kepegawaian 216.331.000 055 Pelayanan umum, Pelayanan rumah tangga dan

perlengkapan

103.530.000

056 Pelaksanaan Layanan Manajemen Bidang Ilmiah dan Etik

43.291.000

057 Pelaksanaan Layanan Manajemen Laboratorium 435.678.000 8.620.714.000

001 Gaji dan Tunjangan 4.719.277.000 002 Operasional dan Pemeliharaan Kantor 3.901.437.000 1.203.971.000

002.051 Pelaksanaan Penelitian dan Pengembangan Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit

1.203.971.000 14.230.081.000 2070.053 1 Layanan 1 Hasil Penelitian 2069.994 OUTPUT/ KOMPONEN

Publikasi karya tulis ilmiah di bidang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan

2069.052

052

Hasil penelitian dan pengembangan di Bidang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan

2069.053 2 Hasil Penelitian 4 Publikasi

TOTAL Layanan Sarana dan Prasarana Internal

Layanan Dukungan Manajemen Satker 2069.951

2069.970

Layanan Perkantoran

1 Layanan 1 Layanan Rekomendasi kebijakan hasil penelitian dan

pengembangan di Bidang Biomedis, Life Science, dan Teknologi Dasar Kesehatan

2 Naskah Rekomendasi 2069.054

Hasil penelitian dan pengembangan di Bidang Upaya Kesehatan Masyarakat

3.4 Kegiatan yang Belum Teranggarkan Tahun 2020

Dalam suatu perencanaan kegiatan tidak selalu kegiatan dapat terlaksana sesuai dengan rencana awal karena ada kondisi-kondisi khusus yang menyebabkan terjadinya perubahan kebijakan. Perubahan kebijakan antara lain dapat berupa arahan untuk melaksanakan kegiatan prioritas.

Pada tahun 2020 terdapat kesenjangan pada rencana kegiatan Balai Litbang Kesehatan Papua yang tertunda atau tidak teranggarkan, yaitu

(29)

Rencana Kinerja Tahunan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua Tahun 2020

28

anggaran untuk pembangunan gedung yang tidak mendapatkan alokasi anggaran sehingga direncanakan pembangunan gedung akan dilakukan secara multiyears, serta anggaran untuk pembelian peralatan dan mesin khususnya peralatan fasilitas laboratorium yang hanya mendapatkan alokasi anggaran yang kecil sehingga mengakibatkan alat-alat laboratorium yang dibutuhkan untuk proses penelitian tidak terpenuhi. Begitu pula untuk pembelian perangkat pengolah data dan komunikasi yang dibutuhkan untuk kegiatan administrasi sehari-hari belum teralokasikan.

(30)

Rencana Kinerja Tahunan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua Tahun 2020

29

BAB IV

RENCANA PENGEMBANGAN TAHUN 2021 4.1. Pengembangan Penelitian

Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 65 Tahun 2107 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Balai Litbang Kesehatan Papua bertugas untuk melaksanakan penelitian dan pengembangan kesehatan dengan wilayah kerja meliputi provinsi Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara.

Untuk pengembangan penelitian, Balai Litbang Kesehatan Papua merencanakan lima buah penelitian di Tahun 2021.

Pengembangan penelitian tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.1 berikut : Tabel 4.1. Pengembangan Penelitian Tahun 2021

No. Penyakit Topik

1 Penyakit Menular a. Analisis stigma, depresi dan kualitas hidup Pasien HIV/AIDS di tiga wilayah adat Papua b. Model Penanganan Malaria di Wilayah Adat

Mamta dan Saireri

2. Penyakit Terabaikan a. Feasibilitas adaptasi program penanganan kusta anak melalui program terintegrasi cinta sobat di Kabupaten Maluku Tenggara Barat b. Analisis uji diagnostik dan faktor risiko

frambusia di Kabupaten sarmi dan Yapen c. Evaluasi pelaksanaan program

penanggulangan filariasis di Provinsi Papua 4.2 Pengembangan Sumber Daya Manusia

Tersedianya SDM yang memiliki kompetensi di bidang administrasi kantor, bidang penelitian dan bidang teknis laboratorium, dibutuhkan beberapa kegiatan yang menunjang program pembangunan sumber daya manusia antara lain:

(31)

Rencana Kinerja Tahunan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua Tahun 2020

30

Dalam rangka meningkatkan kompetensi SDM, tahun 2021 Balai Litbang Kesehatan Papua merencanakan kebutuhan tugas belajar program S2 sesuai dengan peminatan sebanyak 1 (satu) orang dan S3 sebanyak 3 (tiga) orang. Daftar kebutuhan tugas belajar tahun 2021 dapat dilihat pada tabel 4.2 berikut.

Tabel 4.2. Rencana Kebutuhan Tugas Belajar Tahun 2021

No

Program

Peminatan

Jumlah

1

S2

Mikrobiologi

1

2

S3

Biomedis

1

2

TOTAL

2. Magang Teknis Peneliti

a. Magang Statistik Kesehatan di Universitas Indonesia 3. Magang Teknis Litkayasa

a. Magang Teknis Aeromodelling UAV System 4.3 Pengembangan sarana dan prasarana

Rencana pengembangan sarana dan prasarana Balai Litbang Kesehatan Papua yang akan dilaksanakan tahun 2021 adalah pembelian peralatan dan mesin khususnya peralatan fasilitas laboratorium serta direncanakan akan dibangun gedung laboratorium secara tahun tunggal disertai dengan pengurusan IMB.

(32)

Rencana Kinerja Tahunan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua Tahun 2020

31

BAB V

RENCANA EVALUASI KINERJA TAHUNAN

Pengendalian dan evaluasi program dilakukan secara terstruktur berdasarkan PP 39 Tahun 2006 yang menekankan capaian substansi program pembangunan, dimana anggaran digunakan sebagai salah satu input. Berdasarkan peraturan ini, hasil evaluasi berupa laporan triwulan yang menginformasikan berapa capaian penyerapan anggaran (input) dan berapa capaian hasil kegiatannya (output), kendala ketidak capaian sasaran dan saran untuk mengatasi kendala.

Pelaksanaan pengendalian dan evaluasi keuangan menggunakan Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yang terdiri dari Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) dan Sistem Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN). Untuk pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan berbasis kinerja, maka Balai Litbang Kesehatan Papua wajib menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja (LAK).

Untuk pelaksanaan pengawasan internal dilakukan secara melekat oleh masing-masing seksi/subbag secara langsung. Selanjutnya alat kendali pengawasan adalah adanya hasil laporan kegiatan atau tugas dari staf/bawahan kepada atasan. Sedangkan khusus bagi tenaga fungsional maka alat kendali pengawasan adalah buku catatan harian (log book). Agar terjadi sinkronisasi perencanaan dan kegiatan maka setiap pekerjaan atau kegiatan telah dibuat SOP-nya dan masing-masing pegawai telah memiliki uraian tugas sebagai acuan atau pedoman dalam pelaksanaan pekerjaan.

Pengawasan eksternal dilaksanakan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) secara berkala. Dalam proses pengawasan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan juga dilakukan pendampingan guna memperbaiki dan meningkatkan sistem pelaksanaan kegiatan.

Kegiatan evaluasi dilaksanakan pada berbagai tahapan yaitu :

1. Tahap perencanaan yaitu evaluasi dilakukan sebelum ditetapkan rencana dengan tujuan untuk menentukan skala prioritas dari berbagai alternatif dan kemungkinan cara mencapai tujuan yang telah dirumuskan.

2. Tahap pelaksanaan yaitu evaluasi dilakukan saat pelaksanaan rencana dibandingkan dengan rencana yeng telah ditentukan

3. Tahap pasca-pelaksanaan yaitu evaluasi yang dilaksanakan setelah pelaksanaan berakhir, apakah program mampu memecahkan masalah yang ingin dipecahkan.

(33)

Rencana Kinerja Tahunan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua Tahun 2020

32

Berdasarkan Permen PAN & RB Nomor 25 Tahun 2012 tentang Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP), disebutkan bahwa Dokumen Perencanaan Kinerja Tahunan (RKT) merupakan salah satu materi evaluasi AKIP. Komponen-komponen yang termasuk dalam evaluasi RKT adalah:

a. Pemenuhan Perencanaan Kinerja Tahunan b. Kualitas Perencanaan Kinerja Tahunan c. Implementasi Perencanaan Kinerja Tahunan

Evaluasi RKT perlu dilakukan karena merupakan salah satu komponen dalam penilaian evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP). Tujuan Evaluasi RKT adalah untuk memberikan informasi mengenai capaian indikator pemenuhan, kualitas dan implementasi RKT.

Implementasi evaluasi RKT disesuaikan dengan kondisi Balai Litbang Kesehatan Papua dengan menggunakan instrumen yang ada pada Permen PAN & RB Nomor 25 Tahun 2012 tentang Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP). Pelaksana evaluasi RKT Balai Litbang Kesehatan Papua adalah Seksi Program, Kerjasama dan Informasi. Instrumen yang digunakan untuk mengevaluasi RKT tertuang dalam Tabel 5.1 berikut.

Tabel 5.1. Instrumen Evaluasi RKT Berdasarkan PermenPAN dan RB no 20 Tahun 2013

Komponen Penjelasan Jadwal Keterangan

Pemenuhan RKT a) Dokumen

RKT telah ada

Ya, apabila secara formal ada dokumen rencana kinerja tahunan

Dokumen yang mencantumkan mengenai kinerja tahunan beserta targetnya telah ada

b) Dokumen RKT telah memuat sasaran, program, indikator knerja sasaran, dan target kinerja tahunan

a, apabila RKT telah memuat keseluruhan subtansi komponen tersebut;

b, apabila RKT telah memuat keseluruhan subtansi komponen tersebut dan dilengkapi dengan > 60% indikator dan target yang SMART;

c, apabila RKT telah memuat keseluruhan subtansi komponen tersebut dan dilengkapi dengan > 40% indikator dan target yang SMART;

d, apabila RKT tidak dilengkapi dengan indikator sasaran;

e, apabila RKT tidak dilengkapi dengan indikator dan target sasaran.

c) Dokumen PK telah ada

Ya, apabila terdapat dokumen PK yang secara formal telah ditandatangani (sesuai

PerMenpan Nomor 29/2010)

(34)

Rencana Kinerja Tahunan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua Tahun 2020

33

Komponen Penjelasan Jadwal Keterangan

PK disusun segera setelah anggaran disetujui e) Dokumen PK telah memuat sasaran, program, indikator kinerja dan target jangka pendek

a, apabila PK telah memuat keseluruhan subtansi komponen tersebut;

b, apabila PK telah memuat keseluruhan subtansi komponen tersebut, namun hanya dilengkapi dengan > 60% indikator dan target yang SMART;

c, apabila PK telah memuat keseluruhan subtansi komponen tersebut, namun hanya dilengkapi dengan > 40% indikator dan target yang SMART;

d, apabila PK tidak dilengkapi dengan Indikator sasaran

e, apabila PK tidak dilengkapi dengan indikator dan target sasaran

f) PK telah menyajjika n Indikator Kinerja Keluaran/y ang dipersamak an

a, apabila lebih dari 80% indikator di PK adalah Indikator Kinerja ;

b, apabila 60% < indikator di PK adalah Indikator Kinerja < 80%;

c, apabila 40% < indikator di PK adalah Indikator Kinerja < 60%;

d apabila 20% < indikator di PK adalah Indikator Kinerja < 40%;

e, apabila indikator di PK adalah Indikator Kinerja < 20% Kualitas RKT a) Sasaran telah berorientasi keluaran (output)

a, apabila lebih dari 80% sasaran yang ada di dokumen perencanaan kinerja tahunan (termasuk di PK) telah berorientasi hasil; b, apabila 60% < sasaran telah berorientasi hasil < 80%;

c, apabila 40% < sasaran telah berorientasi hasil < 60%;

d apabila 20% < sasaran telah berorientasi hasil < 40%;

e, apabila sasaran telah berorientasi hasil < 20%

Berorientasi hasil:

- berkualitas outcome atau output penting - bukan proses/kegiatan

- menggambarkan kondisi atau output penting yang ingin diwujudkan

b) Kegiatan merupakan cara untuk mencapai sasaran

a, apabila lebih dari 80% kegiatan yang dirancang dalam dokumen perencanaan tahunan telah selaras dan cukup untuk mencapai sasaran atau kinerja yang diinginkan;

b, apabila 60% < kegiatan telah selaras dan cukup < 80%;

(35)

Rencana Kinerja Tahunan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua Tahun 2020

34

Komponen Penjelasan Jadwal Keterangan

cukup < 60%;

d apabila 20% < kegiatan telah selaras dan cukup < 40%;

e, apabila kegiatan telah selaras dan cukup < 20%

Kegiatan merupakan cara mencapai sasaran (selaras dan cukup):

- memiliki hubungan kausalitas (menjadi penyebab) terwujudnya sasaran - memenuhi syarat kecukupan untuk terwujudnya sasaran c) Indikator kinerja sasarantelah memenuhi criteria indikator kinerja yang baik

a, apabila lebih dari 80% indikator yang ada di dokumen perencanaan kinerja tahunan (termasuk PK) memenuhi kriteria SMART; b, apabila 60% < indikator memenuhi kriteria SMART < 80%;

c, apabila 40% < indikator memenuhi kriteria SMART < 60%;

d apabila 20% < iindikator memenuhi kriteria SMART < 40%;

e, apabila indikator memenuhi kriteria SMART < 20%

d) Target kinerja ditetapkan dengan baik

a, apabila lebih dari 80% target yg ditetapkan dalam dokumen perencanaan kinerja tahunan (termasuki PK) berkriteria baik;

b, apabila 60%< Target yg baik < 80%; c, apabila 40%< Target yg baik < 60%; d, apabila 20%< Target yg baik < 40%; e, apabila Target yg baik < 20% Target yang baik:

- Selaras dengan Renstra/RAP/RAK; - Relevan dengan indikatornya; - Berdasarkan indikator yang SMART; - Berdasarkan basis data yang memadai e) Dokumen PK telah selaras dengan dokumen PK atasannya dan Dokumen RAK

a, apabila lebih dari 80% sasaran dalam PK telah selaras dengan tujuan/sasaran RAK/RKP; b, apabila 60% < keselarasan sasaran PK dengan RAK/RKP < 80%;

c, apabila 40% < keselarasan sasaran PK dengan RAK/RKP < 60%;

d apabila 20% < keselarasan sasaran PK dengan RAK/RKP < 40%;

e, apabila keselarasan sasaran PK dengan RAK/RKP < 20%

Selaras:

- Sasaran-sasaran yang ada di PK merupakan sasaran-sasaran yang akan diwujudkan dalam Renstra/RAP/RAK;

- Target-target kinerja PK merupakan breakdown dari target-target kinerja dalam Renstra/RAP/RAK /RKP;

- Sasaran, indikator dan target yang ditetapkan dalam PK menjadi penyebab (memiliki hubungan kausalitas) terwujudnya tujuan dan

(36)

Rencana Kinerja Tahunan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua Tahun 2020

35

Komponen Penjelasan Jadwal Keterangan

sasaran yang ada di Renstra/RAP/RAK/RKP f) Dokumen PK telah menetapkan hal-hal yang seharusnya ditetapkan (dalam kontrak kinerja/tugas fungsi)

a, apabila lebih dari 80% sasaran dalam PK telah menggambarkan hal-hal yang seharusnya ditetapkan;

b, apabila 60% < hal2 seharusnya dalam PK < 80%;

c, apabila 40% < hal2 seharusnya dalam PK < 60%;

d apabila 20% < hal2 seharusnya dalam PK < 40%;

e, apabila hal2 seharusnya dalam PK < 20% Menetapkan hal-hal yang seharusnya: - Sasaran2 yang ada di PK merupakan sasaran2 yang akan diwujudkan dalam Renstra/RAP/RAK;

- Sasaran2 yang ada di PK sesuai/selaras dengan kontrak lain yang pernah dibuat sebelumnya (jika ada);

- Sasaran2 yang ada di PK menjawab isu2 strategis dan permasalahan yang teridentifikasi saat proses perencanaan;

- Target2 kinerja PK merupakan breakdown dari target2 kinerja dalam

Renstra/RAP/RAK/RKP;

- Sasaran, indikator dan target yang ditetapkan dalam PK menjadi penyebab (memiliki hubungan kausalitas) terwujudnya tujuan dan sasaran yang ada di Renstra/RKP

Implementasi RKT a) Target kinerja yang diperjanjikan telah digunakan untuk mengukur keberhasilan

a, apabila lebih dari 80% Target kinerja telah dimanfaatkan untuk mengukur keberhasilan; b, apabila 60% < pemanfaatan target kinerja < 80%;

c, apabila 40% < pemanfaatan target kinerja < 60%;

d apabila 20% < pemanfaatan target kinerja < 40%;

e, apabila pemanfaatan target kinerja< 20% Pemanfaatan target kinerja untuk mengukur keberhasilan;

- (Capaian) target kinerja dijadikan dasar untuk memberikan penghargaan (reward); - (Capaian) target kinerja dijadikan dasar untuk memilih dan memilah yang berkinerja dengan yang kurang (tidak) berkinerja; - (Capaian) target kinerja digunakan sebagai cara untuk menyimpulkan atau memberikan predikat (baik, cukup, kurang, tercapai, tidak tercapai, berhasil, gagal, dll) suatu kondisi atau keadaan

b) Rencana aksi atas kinerja sudah ada

Rencana Aksi (RA) yang dimaksud merupakan penjabaran lebih lanjut dari target2 kinerja yang ada di Penetapan Kinerja (PK)

(37)

Rencana Kinerja Tahunan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua Tahun 2020

36

Komponen Penjelasan Jadwal Keterangan

c) Rencana aksi atas kinerja telah mencantumka n target secara periodi atas kinerja

a, apabila lebih dari 80% kinerja dalam rencana aksi (RA) dilengkapi dengan target periodik;

b, apabila 60% < target periodik dalam RA < 80%;

c, apabila 40% < target periodik dalam RA < 60%;

d apabila 20% < target periodik dalam RA < 40%;

e, apabila target periodik dalam RA< 20% d) Rencana aksi atas kinerja telah dimonitor pencapaianny a secara berkala

a, apabila lebih dari 80% capaian target periodik dalam rencana aksi telah dimonitor; b, apabila 60% < monitoring capaian target periodik < 80%;

c, apabila 40% < monitoring capaian target periodik < 60%;

d apabila 20% < monitoring capaian target periodik < 40%;

e, apabila monitoring capaian target periodik< 20%

Monitoring pencapaian target periodik: - Capaian target dalam rencana aksi secara periodik (minimal setiap 3 bulan) dipantau kemajuannya;

- Setiap ada deviasi segera dilakukan analisis dan dicarikan alternatif solusinya;

- Terdapat mekanisme yang memungkinkan pimpinan untuk mengetahui progress kinerja yang terbaru (up dated performance) e) Rencana aksi atas kinerja telah dimanfaatkan dalam pengarahan dan pengorganisas ian kegiatan

a, apabila lebih dari 80% target dalam rencana aksi dimanfaatkan dalam pengarahan dan pengorganisasian kegiatan;

b, apabila 60% < pemanfaatan target rencana aksi < 80%;

c, apabila 40% < pemanfaatan target rencana aksi< 60%;

d apabila 20% < pemanfaatan target rencana aksi < 40%;

e, apabila pemanfaatan target rencana aksi < 20%

Pemanfaatan rencana aksi dalam pengarahan dan pengorganisasian kegiatan:

- Target2 dalam rencana aksi dijadikan dasar (acuan) untuk (memulai) pelaksanaan setiap kegiatan;

- Target2 kinerja dalam rencana aksi dijadikan acuan untuk mengevaluasi capaian output2 kegiatan;

- Target2 kinerja dalam rencana aksi dijadikan alasan untuk memberikan otorisasi ditunda atau diteruskannya suatu kegiatan

- Terdapat hubungan yang logis antara setiap output kegiatan dengan sasaran (outcome) yang akan dicapai;

(38)

Rencana Kinerja Tahunan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua Tahun 2020

37

Tabel 5.2. Keterangan Bobot Penilaian

Jawaban Kriteria Nilai

a Memenuhi hampir semua kriteria

(lebih dari 80% s/d 100% ) 1 b Memenuhi sebagian besar kriteria (lebih

dari 60% s/d 80% ) 0,75

c Memenuhi sebagian kriteria

(lebih dari 40% s/d 60%) 0,5 d Memenuhi sebagian kecil kriteria

(lebih dari 20% s/d 40%) 0,25 e Sangat kurang memenuhi kriteria

(39)

Rencana Kinerja Tahunan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua Tahun 2020

38

BAB VI

P E N U T U P

Penyusunan buku Rencana Kinerja Tahunan (RKT) ini sebagai upaya untuk menciptakan ruang dinamis bagi satker dalam mencapai tujuan program Badan Litbangkes. Perencanaan program bersifat bottom-up berdasarkan alokasi anggaran yang tersedia dandiatur dalam mekanisme pengusulan biaya yang berlaku, serta sesuai kebutuhan sehingga tercapai efisiensi dan peningkatan kinerja.

Sebagai tindak lanjut penyusunan Rencana Kinerja Tahunan Tahun 2020 adalah penyebarluasan dokumen kepada semua stakeholders baik di pusat maupun di daerah, serta pemasyarakatan hasil litbangkes agar rencana program Balai Litbang Kesehatan Papua dapat terlaksana dengan efektif, efisien, transparan dan akuntabel melalui pemahaman yang baik akan tugas dan fungsi masing-masing dalam litbangkes.

Semoga dokumen ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi segenap unit yang terkait dalam memantapkan kebijakan dan manajemen litbangkes dalam mendukung pembangunan kesehatan nasional.

(40)
(41)
(42)
(43)
(44)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN BALAI PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN PAPUA

Jl. Ahmad Yani Nomor 48 Jayapura 99111 Telp. (967)534389, Fax. (0967) 534697 Email : [email protected]

Gambar

Tabel 2.2. Realisasi Pencapaian Indikator Kinerja Kegiatan Balai Litbang  Kesehatan Papua Triwulan Tiga Tahun 2019
Tabel 3.1. Indikator Kinerja Balai Litbang Kesehatan Papua Tahun 2020
Tabel 4.1.  Pengembangan Penelitian Tahun 2021
Tabel 4.2. Rencana Kebutuhan Tugas Belajar Tahun 2021

Referensi

Dokumen terkait

melakukan pemantauan, analisis, evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana, program, kegiatan dan anggaran di lingkungan pendidikan tinggi;d. melakukan pengumpulan

melakukan pemantauan, analisis, evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana, program, kegiatan dan anggaran di lingkungan pendidikan tinggi;.. melakukan pengumpulan

mengumpulkan bahan dan data untuk penyusunan program, kegiatan dan anggaran, menyusun hasil pemantauan, laporan hasil pelaksanaan dan evaluasi progran dan kegiatan,

Bidang Hukum mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengendalian pelaksanaan tugas teknis, kerja sama, pemantauan, evaluasi, serta penyusunan laporan pelaksanaan tugas teknis

10) Pelaksanaan evaluasi kegiatan pembibitan ternak unggul dan hijauan pakan ternak unggul 11) Pemberian pelayanaan teknis pemeliharaan bibit ternak ungguld. 1) Penyusunan

Memimpin dan melaksanakan perumusan bahan program kerja, kebijakan teknis, pengoordinasian, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan meliputi pelaksanaan

b. pelaksanaan kerja sama, pemantauan, evaluasi, dan penyusunan laporan pelaksanaan tugas teknis di bidang pelayanan administrasi hukum umum dan hak kekayaan intelektual,

Tugas utama Bagian Administrasi Perekonomian adalah perumusan kebijakan, mengkoordinasikan pelaksanaan tugas dan fungsi, pemantauan dan evaluasi program kegiatan dan