• Tidak ada hasil yang ditemukan

ABSTRAKSI Angga Prasetya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ABSTRAKSI Angga Prasetya"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAKSI

Judul : Hubungan Antara Komunikasi Edukatif Dengan Motivasi Belajar Mahasiswa

Nama : Angga Prasetya NIM : D2005137

Latar belakang penelitian ini didasari oleh hasil evaluasi terhadap proses belajar mengajar semester genap tahun 2008. Hasil penelitian tersebut menunjukkan rendahnya motivasi belajar dalam diri mahasiswa yang tercermin dari rendahnya kuantitas aktifitas belajar mandiri walaupun komunikasi edukatif yang dilakukan oleh para dosen dinilai cukup baik. Kurangnya motivasi belajar dalam diri mahasiswa merupakan hal yang sangat memprihatinkan mengingat pentingnya motivasi belajar dalam proses belajar mengajar di lingkungan perguruan tinggi.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komunikasi edukatif dengan motivasi belajar mahasiswa. Teori yang digunakan untuk mendukung penelitian ini adalah teori komunikasi interaksional Wilbur Schramn (Warsita, 2008: 106). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitaif dengan menggunakan pendekatan positivistik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Undip. Populasi sasaran dalam penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Undip angkatan 2005 dan 2007 yang berjumlah 177 mahasiswa. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 62 responden, diambil menggunakan proportional random sampling. Analisis data penelitian menggunakan uji korelasi Kendalls Tau_b dan Kendalls’s W(a).

Berdasarkan perhitungan statistik dengan menggunakan rumus uji korelasi Kendalls Tau_b diperoleh hasil uji korelasi antara masing-masing variabel komunikasi edukatif dengan motivasi belajar mahasiswa diperoleh signifikansi > 0,05. Dengan demikian H1 ditolak yang artinya tidak terdapat hubungan antara masing-masing variabel dalam komunikasi edukatif dengan motivasi belajar mahasiswa. Sedangkan untuk uji korelasi antara keseluruhan variabel dalam komunikasi edukatif dengan motivasi belajar mahasiswa menggunakan uji korelasi Kendalls’s W(a) diperoleh tingkat signifikansi 0,000 dengan koefisien korelasi sebear 0,938. Karena tingkat signifikansi < 0,01, maka H 2 diterima yang artinya terdapat hubungan antara keseluruhan variabel dalam komunikasi edukatif dengan motivasi belajar mahasiswa. Koefisien korelasi sebesar 0,938 menunjukkan hubungan antara keseluruhan variabel dalam komunikasi edukatif dan motivasi belajar mahasiswa adalah hubungan positif yang sangat kuat (Avery strong positive association) karena nilai koefisien korelasi > 0,70.

Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis menyarankan untuk dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa harus dilakukan dengan peningkatan kualitas variabel-variabel dalam komuikasi edukatif secara simultan. Selain hal tersebut, terdapat beberapa temuan di lapangan yang patut mendapatkan perhatian yaitu rendahnya kuantitas kegiatan belajar mandiri mahasiswa dan kelas perkuliahan yang dinilai terlalu padat.

Disetujui oleh Dosen Pembimbing I Semarang, 26 Mei 2010

Drs. Tandiyo Pradekso, M.Sc NIP. 19590518.198710.1.001

Referensi

Dokumen terkait

Faktor lain yang mempengaruhi tinggi rendahnya prestasi pembelajaran IPS antara lain motivasi belajar, motivasi merupakan penggerak pada diri peserta didik untuk selalu

motivasi diri terhadap kinerja belajar mahasiswa (studi. kasus pada mahasiswa

Hasil uji hipotesis 1 (pertama) dalam penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi belajar, penyesuaian diri dan kepuasan mahasiswa secara bersama-sama memiliki pengaruh

Tingkat motivasi belajar mahasiswa beasiswa Bidikmisi di UT UPBJJ Bandung termasuk dalam kriteria sangat tinggi atau tinggi menunjukkan semakin tinggi dorongan dalam diri mereka

Motivasi belajar adalah kondisi fisiologis dan psikologis yang terdapat di dalam diri siswa yang mendorongnya untuk melakukan aktifitas belajar untuk mencapai

Tingkat motivasi belajar mahasiswa beasiswa Bidikmisi di UT UPBJJ Bandung termasuk dalam kriteria sangat tinggi atau tinggi menunjukkan semakin tinggi dorongan dalam diri mereka

Raudlatul Hikmah menunjukkan bahwa sebanyak 30% dari jumlah siswa memiliki memiliki motivasi belajar kategori kurang, rendahnya motivasi belajar ini disebabkan

Hasil uji hipotesis 1 (pertama) dalam penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi belajar, penyesuaian diri dan kepuasan mahasiswa secara bersama-sama memiliki