• Tidak ada hasil yang ditemukan

Christianto Keluhan Pelayanan Rumah Sakit Abstract 2010

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Christianto Keluhan Pelayanan Rumah Sakit Abstract 2010"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Keluhan Pelayanan Rumah Sakit melalui Media Cetak atau Elektronik sebagai

Hak Pasien menurut UU No. 44 Tahun 2009

oleh: Hwian Christianto∗

Abstrak

The declaration of UU. No. 44 tahun 2009, about hospital actually fulfilling the expectation for clear health-service regulation, including the patient’s right to the hospital service. Pasal 32 huruf r UU. No. 44, tahun 2009, particularly gives a protection to the patient for complaining into mass media and the electronic one. The existence of this complaining right is actually to protect the patient’s right, but on the other hand, it brings a threat to the hospital or its proper name. The regulating pasal 32 huruf r UU No. 44 tahun 2009 is actually doubted when pasal 60 huruf f UU. No. 44, tahun 2009 juncto.. pasal 29 UU No. 36 tahun 2009, for each health – service conflict, must be held a mediation. This thing has currently risen law issue which is interesting as far as complaining – right can be proposed by the patient and so is the role of mediation in solving the conflict.

Keywords: Hak Keluh, Nama Baik, Mediasi

Pendahuluan

Rumah sakit sebagai institusi yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan memegang peranan penting dalam menjaga dan meningkatkan standar kualitas kesehatan. Peran penting ini tentu saja harus di imbangi dengan standar kualitas pelayanan rumah sakit sendiri ketika menerima permintaan pelayanan dari pasien. UU No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit telah memberikan pengaturan secara khusus atas kewajiban pelayanan kesehatan rumah sakit yang baik. Pasal 29 UU No. 44 Tahun 2009 menyebutkan 20 kewajiban yang harus dipernuhi oleh Rumah Sakit dalam kaitannya dengan peningkatan standar kualitas pelayanannya. Jika di satu sisi rumah sakit di berikan satu kewajiban untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan di sisi lain terdapat kewajiban yang harus dipenuhi oleh Pasien yang diatur dalam

      

Referensi

Dokumen terkait

pelayanan gizi dengan kepuasan pasien di Rumah Sakit Panti

Djaelani, “Dimensi Mutu Jasa Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit merupakan Kepuasan Pelanggan dan Objek Hukum Kesehatan”, Jurnal Hukum Kesehatan Vol.. Djaelani, “Regulasi

Ilyas (2000), menyatakan perawat merupakan salah satu tenaga medis di rumah sakit yang memberikan pelayanan untuk menunjang kesembuhan pasien, dapat dikatakan

dipakai; (7) menjadi media komunikasi dan informasi bagi keselarasan pelayanan pada pasien (Hanafiah dan Amir, 2008). Rumah sakit mempunyai kewajiban dalam penyelenggaraan rekam

Hak dan kewajiban rumah sakit dan pasien ada sejak pasien masuk di rumah sakit. Rumah sakit bersama-sama dengan tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit berupaya secara

Promosi Kesehatan di Rumah Sakit adalah upaya Rumah Sakit untuk meningkatkan kemampuan pasien, klien, dan kelompok-kelompok masyarakat, agar pasien dapat

Sebagai rumah sakit negeri kelas B, RSU Dr.R.Soedjati Soemodiardjo memiliki visi misi sebagai rumah sakit pilihan keluarga, yang berusaha menyelenggarakan pelayanan

Tesis ini membahas aspek yuridis perbaikan pelayanan kesehatan rumah sakit dan penyelesaian sengketa antara rumah sakit dan