• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab 14 PENDAPATAN REGIONAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Bab 14 PENDAPATAN REGIONAL"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Tangerang Municipality in Figures 2013 421

Penjelasan Teknis

1. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada tingkat regional (provinsi dan kabupaten/kota) menggambarkankemampuansuatu wilayah untuk menciptakan output (nilai tambah) pada suatu waktu tertentu. Untuk menyusun PDB maupun PDRB digunakan 2 pendekatan yaitu sektoral dan penggunaan. Keduanya menyaji-kan komposisi data nilai tambah dirinci menurut sumber kegiatan ekonomi (sektoral) dan menurut komponen penggunaannya. PDRB dari sisi sektoral merupakan penjumlahan seluruh komponen nilai tambah bruto yang mampu diciptakan oleh sektor-sektor ekonomi atas berbagai aktivitas produksinya. Sedangkan dari sisi penggunaan menjelaskan tentang penggunaan dari nilai tambah tersebut.

2. Penyajian PDRB menurut sektor dirinci menurut total nilai tambah dari seluruh sektor ekonomi yang mencakup sektor Pertanian; Pertambangan dan Penggalian; Industri Pengolahan; Listrik, Gas dan Air Bersih; Konstruksi; Perdagangan, Hotel dan Restoran; Pengangkutan dan Komunikasi; Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan; dan Jasa-jasa.

Catatan Teknis

1. The basic measure of the output arising from economic activity is known as Gross Regional Domestic Product (GRDP) at the regional level (provinces/ regencies / municipalities). To compile these statistics, two approaches have been used, i.e. "production approach" and "expenditure approach". The first approach is to measure value added produced by various kinds of economic activities, while the second approach is to measure final uses of the country's output. In other words, GRDP is the sum of total value added produced by all economic sectors (activities) and the way of using it.

2. GRDP by sector is classified by types of economic activities such as Agriculture; Mining and Quarrying; Manufacturing; Electricity, Gas and Water Supply; Construction; Trade, Hotels and Restaurants; Transport and Communication; Finance, Real Estate and Business Services; and other Services.

(2)

422 Kota Tangerang Dalam Angka 2013

(3)

Tangerang Municipality in Figures 2013 423

Tabel

14.1 Produk Domestik Regional Bruto Kota Tangerang Atas Dasar

Harga Berlaku menurut Lapangan Usaha Tahun 2010 - 2012

Gross Regional Domestic Product of Tangerang Municipality at Current Price By Main Industry, 2010 2012

Table

(Miliar Rupiah) Lapangan Usaha

Main Industry 2010 2011*

)

2012**)

(1) (3) (4) (4)

1. Pertanian/ Agriculture

92,34 98,85 107,16

2. Pertambangan & Penggalian/ Mining & Quarrying

- - -

3. Industri Pengolahan/ Manufacturing Industry

27.286,91 29.923,96 31.620,99

4. Listrik, Gas, & Air Minum/ Electricity, Gas & Water Supply

400,148 432,54 474,716

5. Bangunan & Konstruksi/ Construction

1.308,86 1.520,84 1.741,23

6. Perdagangan, Hotel & Restoran/ Trade, Hotel & Restaurant

17.574,85 19.755,10 22.438,65

7. Angkutan & Komunikasi/ Transport & Communication

6.861,69 8.036,67 9.313,87

8. Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan/

Finance, Dwelling & Business Service

2.015,33 2.282,76 2.580,29

9. Jasa-jasa/ Services

1.381,12 1.624,37 1.924,01

PRODUK DOMESTIK

REGIONAL BRUTO 56.921,25 63.675,06 70.200,92

Sumber / Source : Badan Pusat Statistik Kota Tangerang Catatan/ Notes: * Angka Sementara

**Angka Sangat Sementara

(4)

424 Kota Tangerang Dalam Angka 2013

Tabel

14.2 Produk Domestik Regional Bruto Kota Tangerang Atas Dasar

Harga Konstan 2000 menurut Lapangan Usaha Tahun 2010 - 2012

Gross Regional Domestic Product of Tangerang Municipality at Constant Price By Main Industry, 2010 2012

Table

(Miliar Rupiah) Lapangan Usaha

Main Industry 2010 2011*

)

2012**)

(1) (3) (4) (4)

1. Pertanian/ Agriculture

49,98 51,41 53,61

2. Pertambangan & Penggalian/ Mining & Quarrying

- - -

3. Industri Pengolahan/ Manufacturing Industry

14.171,02 14.822,77 15.242,67

4. Listrik, Gas, & Air Minum/ Electricity, Gas & Water Supply

285,08 293,78 309,95

5. Bangunan & Konstruksi/ Construction

581,92 632,36 688,07

6. Perdagangan, Hotel & Restoran/ Trade, Hotel & Restaurant

8.705,98 9.465,06 10.386,75

7. Angkutan & Komunikasi/ Transport & Communication

3.894,54 4.302,90 4.748,73

8. Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan/

Finance, Dwelling & Business Service

1.074,85 1.154,05 1.246,35

9. Jasa-jasa/ Services

633,47 691,78 752,76

PRODUK DOMESTIK

REGIONAL BRUTO 29.402,85 31.414,10 33.428,91

Sumber / Source : Badan Pusat Statistik Kota Tangerang Catatan/ Notes: * Angka Sementara

**Angka Sangat Sementara

(5)

Tangerang Municipality in Figures 2013 425

Tabel

14.3 Laju Pertumbuhan PDRB Kota Tangerang Atas Dasar

Harga Berlaku menurut Lapangan Usaha Tahun 2010 - 2012

Growth Rate of GRDP of Tangerang Municipality at Current Price By Main Industry, 2010 2012

Table

(Persen) Lapangan Usaha

Main Industry 2010 2011*

)

2012**)

(1) (3) (4) (4)

1. Pertanian/ Agriculture

19,76 7,06 8,40

2. Pertambangan & Penggalian/ Mining & Quarrying

- - -

3. Industri Pengolahan/ Manufacturing Industry

15,75 9,66 5,67

4. Listrik, Gas, & Air Minum/ Electricity, Gas & Water Supply

9,88 8,09 9,75

5. Bangunan & Konstruksi/ Construction

18,33 16,19 14,49

6. Perdagangan, Hotel & Restoran/ Trade, Hotel & Restaurant

13,81 12,41 13,58

7. Angkutan & Komunikasi/ Transport & Communication

19,25 17,12 15,89

8. Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan/

Finance, Dwelling & Business Service

12,74 13,27 13,03

9. Jasa-jasa/ Services

12,74 17,61 18,45

PRODUK DOMESTIK

REGIONAL BRUTO 15,39 11,87 10,25

Sumber / Source : Badan Pusat Statistik Kota Tangerang Catatan/ Notes: * Angka Sementara

**Angka Sangat Sementara

(6)

426 Kota Tangerang Dalam Angka 2013

Tabel

14.4 Laju Pertumbuhan PDRB Kota Tangerang Atas Dasar

Harga Konstan2000 menurut Lapangan Usaha Tahun 2010 - 2012

Growth Rate of GRDP of Tangerang Municipality at Constant Price By Main Industry, 2010 2012

Table

(Persen) Lapangan Usaha

Main Industry 2010 2011*

)

2012**)

(1) (3) (4) (4)

1. Pertanian/ Agriculture

10,01 2,87 4,27

2. Pertambangan & Penggalian/ Mining & Quarrying

- - -

3. Industri Pengolahan/ Manufacturing Industry

4,23 4,55 2,83

4. Listrik, Gas, & Air Minum/ Electricity, Gas & Water Supply

6,09 3,05 5,50

5. Bangunan & Konstruksi/ Construction

9,28 8,67 8,81

6. Perdagangan, Hotel & Restoran/ Trade, Hotel & Restaurant

8,35 8,72 9,74

7. Angkutan & Komunikasi/ Transport & Communication

12,30 10,49 10,36

8. Keuangan, Persewaan, & Jasa Perusahaan/

Finance, Dwelling & Business Service

6,91 7,37 8,00

9. Jasa-jasa/ Services

4,71 9,20 8,82

PRODUK DOMESTIK

REGIONAL BRUTO 6,68 6,84 6,41

Sumber / Source : Badan Pusat Statistik Kota Tangerang Catatan/ Notes: * Angka Sementara

**Angka Sangat Sementara

(7)

Tangerang Municipality in Figures 2013 427

Tabel

14.5 Distribusi Persentase PDRB Kota Tangerang Atas Dasar

Harga Berlaku menurut Lapangan Usaha Tahun 2010 - 2012

Growth Rate of GRDP of Tangerang Municipality at Current Price By Main Industry, 2010 2012

Table

(Persen) Lapangan Usaha

Main Industry 2010 2011*

)

2012**)

(1) (3) (4) (4)

1. Pertanian/ Agriculture

0,16 0,16 0,15

2. Pertambangan & Penggalian/ Mining & Quarrying

- - -

3. Industri Pengolahan/ Manufacturing Industry

47,94 46,99 45,04

4. Listrik, Gas, & Air Minum/ Electricity, Gas & Water Supply

0,70 0,68 0,68

5. Bangunan & Konstruksi/ Construction

2,30 2,39 2,48

6. Perdagangan, Hotel & Restoran/ Trade, Hotel & Restaurant

30,88 31,02 31,96

7. Angkutan & Komunikasi/ Transport & Communication

12,05 12,62 13,27

8. Keuangan, Persewaan, & Jasa Perusahaan/

Finance, Dwelling & Business Service

3,54 3,59 3,68

9. Jasa-jasa/ Services

2,43 2,55 2,74

PRODUK DOMESTIK

REGIONAL BRUTO 100,00 100,00 100,00

Sumber / Source : Badan Pusat Statistik Kota Tangerang Catatan/ Notes: * Angka Sementara

**Angka Sangat Sementara

(8)

428 Kota Tangerang Dalam Angka 2013

Tabel

14.6 Distribusi Persentase PDRB Kota Tangerang Atas Dasar

Harga Konstan menurut Lapangan Usaha Tahun 2010 - 2012

Growth Rate of GRDP of Tangerang Municipality at Constant Price By Main Industry, 2010 2012

Table

(Persen) Lapangan Usaha

Main Industry 2010 2011*

)

2012**)

(1) (3) (4) (4)

1. Pertanian/ Agriculture

0,17 0,16 0,16

2. Pertambangan & Penggalian/ Mining & Quarrying

- - -

3. Industri Pengolahan/ Manufacturing Industry

48,22 47,19 45,60

4. Listrik, Gas, & Air Minum/ Electricity, Gas & Water Supply

0,97 0,94 0,93

5. Bangunan & Konstruksi/ Construction

1,98 2,01 2,06

6. Perdagangan, Hotel & Restoran/ Trade, Hotel & Restaurant

29,61 30,13 31,07

7. Angkutan & Komunikasi/ Transport & Communication

13,25 13,70 14,21

8. Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan/

Finance, Dwelling & Business Service

3,66 3,67 3,73

9. Jasa-jasa/ Services

2,15 2,20 2,25

PRODUK DOMESTIK

REGIONAL BRUTO 100,00 100,00 100,00

Sumber / Source : Badan Pusat Statistik Kota Tangerang Catatan/ Notes: * Angka Sementara

**Angka Sangat Sementara

(9)

Tangerang Municipality in Figures 2013 429

Tabel

14.7 Indeks Harga Implisit Kota Tangerang Tahun 2010 - 2012

Table

Sektor/ Sector 2010 2011*) 2012**)

(1) (3) (4) (4)

1. Pertanian/ Agriculture

184,75 192,28 199,89

2. Pertambangan & Penggalian/ Mining & Quarrying

- - -

3. Industri Pengolahan/ Manufacturing Industry

192,47 201,88 207,45

4. Listrik, Gas, & Air Minum/ Electricity, Gas & Water Supply

140,36 147,23 153,16

5. Bangunan & Konstruksi/ Construction

224,921 240,49 253,06

6. Perdagangan, Hotel & Restoran/ Trade, Hotel & Restaurant

201,87 208,72 216,03

7. Angkutan & Komunikasi/ Transport & Communication

176,19 186,77 196,13

8. Keuangan, Persewaan, Jasa Perusahaan/

Finance, Dwelling & Business Service

187,50 197,80 207,03

9. Jasa-jasa/ Services

218,02 234,81 255,59

PRODUK DOMESTIK

REGIONAL BRUTO 193,59 202,70 210,00

Sumber / Source : Badan Pusat Statistik Kota Tangerang Catatan/ Notes: * Angka Sementara

**Angka Sangat Sementara

(10)

430 Kota Tangerang Dalam Angka 2013

Tabel

14.8 Laju Implisit Kota Tangerang Tahun 2010 - 2012

Table

Sektor/ Sector 2010 2011*) 2012**)

(1) (3) (4) (4)

1. Pertanian/ Agriculture

8,87 4,07 3,96

2. Pertambangan & Penggalian/ Mining & Quarrying

- - -

3. Industri Pengolahan/ Manufacturing Industry

11,06 4,89 2,76

4. Listrik, Gas, & Air Minum/ Electricity, Gas & Water Supply

3,57 4,89 4,03

5. Bangunan & Konstruksi/ Construction

8,28 6,92 5,22

6. Perdagangan, Hotel & Restoran/ Trade, Hotel & Restaurant

5,04 3,39 3,50

7. Angkutan & Komunikasi/ Transport & Communication

6,19 6,01 5,01

8. Keuangan, Perusahaan, Jasa Perusahaan/

Finance, Dwelling & Business Service

5,45 5,50 4,66

9. Jasa-jasa/ Services

7,67 7,70 8,85

PRODUK DOMESTIK

REGIONAL BRUTO 8,16 4,70 3,60

Sumber / Source : Badan Pusat Statistik Kota Tangerang Catatan/ Notes: * Angka Sementara

**Angka Sangat Sementara

(11)

Tangerang Municipality in Figures 2013 431

Tabel

14.9 Angka Agregat PDRB dan PDRB per Kapita Kota Tangerang

Tahun 2010 - 2012

Agregat Figure of GRDP and GRDP per Capita in Tangerang Municipality, 2010 2012

Table

Uraian/ Subject 2010 2011*) 2012**)

(1) (3) (4) (4)

I. NILAI ABSOLUT

a. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (Juta Rp)

56.921.246,21 63.675.060,95 70.200.919,82

b. PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 (Juta Rp)

29.402.854,97 31.414.103,48 33.428.907,36

c. Jumlah Penduduk Pertengahan Tahun (Jiwa)

1.808.195 1.848.099 1.900.553

d. PDRB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku (Rp)

31.479.594,96 34.454.356,04 36.937.101,89

e. PDRB Per Kapita Atas Dasar Harga Konstan 2000 (Rp)

16.260.887,22 16.998.063,14 17.589.042,43

II. INDEKS PERKEMBANGAN

a. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku 351,24 392,91 433,18 b. PDRB Atas Dasar Harga Konstan

2000

181,43 193,84 206,27

c. Jumlah Penduduk Pertengahan Tahun 137,85 140,89 144,89 d. PDRB Per Kapita Atas Dasar Harga

Berlaku

254,82 278,88 298,97

e. PDRB Per Kapita Atas Dasar Harga Konstan 2000

131,61 137,58 142,36

(12)

432 Kota Tangerang Dalam Angka 2013

Lanjutan Tabel/ Continued Table 14.9

Uraian/ Subject 2010 2011*) 2012**)

(1) (3) (4) (4)

III. INDEKS BERANTAI

a. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku 115,39 111,87 110,25 b. PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 106,68 106,84 106,41 c. Jumlah Penduduk Pertengahan Tahun 103,30 102,75 105,11 d. PDRB Per Kapita Atas Dasar Harga

Berlaku

111,70 108,87 104,89

e. PDRB Per Kapita Atas Dasar Harga Konstan 2000

103,27 103,98 101,24

IV.INDEKS HARGA IMPLISIT PDRB 193,60 202,70 210,00

Sumber / Source : Badan Pusat Statistik Kota Tangerang Catatan/ Notes: * Angka Sementara

**Angka Sangat Sementara

Gambar

Table Harga Berlaku menurut Lapangan Usaha Tahun 2010 - 2012    Gross Regional Domestic Product of Tangerang Municipality at Current Price By Main Industry, 2010  2012
Tabel Table
Table Harga Berlaku menurut Lapangan Usaha Tahun 2010 - 2012    Growth Rate of GRDP of Tangerang Municipality at Current Price By Main Industry, 2010  2012
Tabel Table
+5

Referensi

Dokumen terkait

Menurut BPS (2010), PDRB (Pendapatan Domestik Regional Bruto) merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu daerah tertentu

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Semarang Menurut Lapangan Usaha 43 3.9 Tingkat Pertumbuhan PDRB Kabupaten Semarang Menurut Kelompok Sektoral Secara umum pertumbuhan

Berdasarkan kontribusi sektoral temyata dua sektor yang memiliki kontribusi tertinggi dalam pembentukan PDRB provinsi di Pulau Kalimantan adalab sektor pertanian dan

Produk Domestik Bruto (PDRB) menurut Badan Pusat Statistik adalah jumlah nilai tambah oleh seluruh unit usaha dalam suatu negara tertentu, atau merupakan jumlah

a) Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku menurut BPS adalah jumlah nilai tambah bruto yang timbul dari seluruh sektor perekonomian disuatu

Sebagai nilai dari semua barang dan jasa yang dihasilkan oleh sektor-sektor ekonomi, PDRB bermanfaat untuk mengetahui tingkat produk netto atau nilai tambah yang dihasilkan

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) didefinisikan sebagai jumlah nilai tambah bruto yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam dalam suatu wilayah tertentu dalam jangka

PDRB per kapita diperoleh dari hasil bagi antara nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh sektor ekonomi di suatu daerah PDRB dengan jumlah penduduk pada pertengahan tahun.. Oleh