• Tidak ada hasil yang ditemukan

FUNGSI PERMINTAAN MARSHALLIAN (Marshallian Demand Function) | Priyagus | FORUM EKONOMI 23 44 1 PB

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "FUNGSI PERMINTAAN MARSHALLIAN (Marshallian Demand Function) | Priyagus | FORUM EKONOMI 23 44 1 PB"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

59

FUNGSI PERMINTAAN MARSHALLIAN

(Marshallian Demand Function)

Priyagus

Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman

Abstract

Request a strategic economic activity, the greater the demand for goods and services by market participants (domestic, foreign governments and the private sector), the economy of a region to be large and growing. Demand curve that describes the behavior of consumers in accordance with the law of demand is derived in many ways, an important one is the Marshallian approach. Through this approach the satisfaction (utility) the consumer is maximized with a certain budget, resulting in the demand functions and graphs are often studied in microeconomics and used in the analysis of the demand for goods and services until now

Keyword: Marshallian, utility, budget dan maksimum

PENDAHULUAN

Permintaan (demand) tidaklah bermakna seperti pengertian sehari-hari yang diartikan sebagai kegiatan meminta sesuatu (barang dan jasa) secara gratis atau tanpa pengorbanan. Permintaan dalam kontek ekonomi, mempunyai arti sebagai kegiatan membeli sehingga diperlukan pengorbanan, yaitu adanya daya atau kemampuan membeli berupa pendapatan. Oleh sebab itu secara sederhana, permintaan dapat diartikan sebagai kegiatan membeli sejumlah barang dan jasa, pada berbagai tingkat harga dengan pendapatan tertentu. Artinya terdapat dua kata kunci dalam analisis permintaan ini, yaitu harga (price) dan pendapatan (income).

Permintaan merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang penting, boleh dikatakan jika kegiatan ekonomi dibagi rata, maka permintaan memberikan kontribusi kegiatan sebesar 33,3% dan selebihnya merupakan kegiatan produksi dan distribusi. Disamping kontribusi yang cukup besar dalam perekonomian, kegiatan permintaan memiliki dampak atau multiplier yang besar. Artinya jika terjadi permintaan, maka akan diperoleh pendapatan bagi penjual berupa laba, pada sisi lain juga akan terjadi kenaikan produksi dari sejumlah pabrikan, sehingga menciptakan pendaptan berupa (gajih, upah, sewa dan bunga) bagi pemilik faktor-faktor produksi. Efek domino nilai tambah pendapatan ini akan terjadi sepanjang kegiatan, mulai dari pengadaan bahan baku, mengolah, mengangkut dan menjual kepada konsumen atau pembeli.

(2)

60

Permintaan telah menjadi isu penting setelah era teknologi yang ditandai dengan adanya revolusi industi, dimana orang semakin dimudahkan untuk berproduksi, sehingga persoalan meningkatkan penawaran nyaris terjawab dengan adanya kemajuan teknologi. Namun pada sisi yang lain, apakah dengan meningkatnya penawaran akibat kenaikan produksi, pasar akan menyerap seluruhnya? ternyata tidak. Kompetisi yang semakin tajam terhadap barang dan jasa yang ditawarkan, akan dimenangkan oleh produsen yang mengetahui apa sebenarnya yang dikehendaki oleh konsumen. Artinya berproduksi tidak lagi berangkat dari apa yang bisa dibuat seperti zaman pra klasik, dimana keterbatasan teknologi telah menghambat jumlah yang dapat diproduksi, tetapi di era sekarang ini berproduksi justru berawal dari apa yang diminta oleh konsumen atau pasar.

Fokus analisis akhir-akhir ini terhadap kegiatan permintaan semakin penting, karena produksi yang telah dibuat dengan susah payah, ternyata tidak seluruhnya laku di pasar, sehingga terjadi kelebihan penawaran (exces supply), penurunan harga dan berujung pada kerugian khususnya produsen. Oleh sebab itu produsen dituntut tidak hanya pandai membuat barang dan jasa saja, tetapi juga harus lebih cermat dan cerdas tentang apa yang dibutuhkan konsumen, sehingga produksi yang dibuat bisa laku di pasar.

Analisis sisi permintaan (demand side) telah menjadi konsern para ahli ekonomi seperti (JM Keynes) dalam rangka menanggulangi depresi ekonomi karena kekurangan permintaan dan para pengambil keputusan (manajer) karena semakin ketatnya persaingan. Permintaan (demand) merupakan kegiatan yang strategis dalam perekonomian dan seiring dengan kemajuan teknologi, persoalan-persoalan ekonomi dari sisi produksi atau penawaran (supply side) hampir terpecahkan, sementara persoalan dari sisi permintaan justru masih menjadi kajian yang menarik karena adanya misteri dibalik perilaku konsumen

.

DASAR TEORI

Pada dasarnya permintaan (demand) sebagai cermin perilaku konsumen, secara sederhana dapat dijelaskan melalui dua pendekatan, yaitu pendekatan Ordinal dan Kardinal. Pada tulisan ini, permintaan lebih fokus akan dibahas melalui pendekatan Ordinal dengan mengambil penjelasan yang diterangkan oleh Marshall, sehingga hasil akhir dari kajian yang berupa fungsi permintaan ini, disebut sesuai dengan nama penemunya, fungsi permintaan Marshallian (Marshallian demand function), seorang ekonom Inggris yang bernama Alfred Marshall pada tahun 1890.

Melalui pendekatan Ordinal, maka permintaan dijelaskan dengan dua alat bantu yaitu kurve indiferen dan kurve anggaran (budget), yang keduanya juga dapat dimodelkan secara matematika. Kurve indiferen menggambarkan kemauan yang ingin diperoleh konsumen berupa kegunaan atau kepuasan (utility) dalam membeli barang dan jasa, sedangkan kurve budget menggambarkan kemampuan yang dimiliki konsumen untuk mendapat barang dan jasa yang dikehendaki.

Beberapa asumsi yang digunakan untuk menjelaskan perilaku konsumen ini, yaitu terkait dengan kurve indiferen dan budget. Kurve Indiferen menggambarkan kombinasi barang dan jasa yang dibeli dengan pendapatan tertentu dan kepuasan yang sama. Artinya titik kombinasi mana saja yang dipilih sepanjang kurve tersebut, kepuasan yang diperoleh akan sama. Supaya mudah diingat ( in = dalam satu kurve yang sama; differen = berbeda kombinasinya) namun kepuasannya sama.

(3)

61

yang sama sepanjang kurve. Sedangkan yang terkait dengan budget adalah : Tingkat pendapatan (budget) tertentu, semua pendapatan dibelanjakan dan konsumen ingin memperoleh kepuasan yang maksimum. Hal yang perlu diingat, meskipun daya guna atau kepuasan (utility) bersifat abstrask, namun dalam analisis permintaan diasumsikan dapat dihitung baik secara kardinal (rasio) maupun ordinal (tingkatan).

Fungsi permintaan Marshallian dapat diperoleh dengan menurunkan (derivasi) fungsi utility, yaitu dengan cara memaksimumkan utilitas yang dapat diperoleh dan dibatasi oleh pendapatan tertentu (budget). Mengapa diperlukan derivasi ? Karena akan mencari titik ekstrim (puncak atau maksimum). Dengan asumsi bahwa konsumen memiliki pendapatan tertentu atau konstan (B) dan membelanjakan seluruh pendapatannya (money income-held constan). Jika dimisalkan hanya untuk dua barang, yaitu X dan Y dengan harga H1 untuk X dan H2 untuk Y, maka persamaan dari sisi budget (kemampuan) adalah B = H1X + H2Y. Sedangkan persamaan dari sisi indiferen (kemauan), dimisalkan, U = X11/2 X2 1/3 . Selanjutnya untuk mecari solusi yang memaksimumkan utility konsumen dengan pendapatan tertentu, maka persamaan-persamaan tersebut dapat disusun kembali dalam suatu model pesamaan Lagrangian, untuk mendapatkan keseimbangan konsumen (consumer equilibrium), yaitu suatu kondisi dimana kemauan (indiferen) sama dengan atau bersinggungan dengan kemampuan (budget).

Utility U = X1/2 Y 1/3 ... 1)

Budget B = H1X+ H2Y ... 2)

(4)

62

Jika yang disubstitusi ke dalam persamaan 12) adalah nilai X, maka akan diperoleh nilai atau persamaan dalam bentuk Y dan sebaliknya.

Berdasarkan pada persamaan 16), dapat diartikan bahwa jumlah barang yang dibeli (X) berbanding lurus dengan pendapatan atau budget (B) dan berbanding terbalik dengan harganya (H1). Kondisi ini sesuai dengan hukum permintaan yang sekaligus mencerminkan perilaku konsumen, yaitu jika harga naik, maka jumlah yang dibeli akan berkurang dan sebaliknya, dengan asumsi cateris paribus (pendapatan/budget) dan variabel lain di luar harga tidak berubah (konstan). Kondisi ini juga sekaligus telah mencerminkan bahwa keseimbangan konsumen (Consumer Equilibrium) untuk barang X telah tercapai.

Jika diperhatikan pada persamaan 7), sebenarnya telah terindikasi adanya keseimbangan (equlibrium) konsumen untuk barang X dan Y yang secara teoritis dijelaskan, bahwa Marginal Utility barang X dibagi harganya sama dengan Marginal Utility barang Y dibagi harganya pula, atau dapat ditulis dengan rumus matematika sebagai berikut : MPX/H1 = MPY/H2.

Secara matematika dapat juga dijelaskan, bahwa total marginal utility untuk barang X dan Y dalam suatu indiferen adalah : ΔX MUX + ΔY MU Y = 0, Mengapa sama dengan nol, karena pada indiferen yang sama, tingkat kepuasan (utility) akan sama sepanjang kurve, sehingga perubahan kombinasi barang X dan Y tidak akan menambah atau merubah kepuasan. Dengan demikian Marginal utility totalnya sama dengan nol atau tidak berubah.

Jika kemiringan (slope) indifference curve mencerminkan tingkat penggantian (

Marginal rate substitution) barang Y terhadap X, sehingga ΔY/ ΔX = - MUX / MUY sedangkan kemiringan pendapatan (budget), dirumuskan sebagai perbandingan antara harga barang X (H1) dan harga barang Y (H2) atau – H1/H2, maka keseimbangan konsumen adalah: MUX / MUY = H1/H2. Artinya kondisi maksimum konsumen akan tercapai, manakala marginal utility barang yang dibeli sama dengan harganya. Bagaimana jika marginal utility lebih tinggi dari harganya ? maka konsumen akan menambah jumlah barang yang dibeli, sedangkan jika marginal utility lebih rendah dari harganya, maka konsumen akan mengurangi jumlah yang dibeli untuk mencapai keseimbangan, yaitu kepuasan yang maksimum, dimana kemauan (indifference curve) sama dengan atau bersinggungan (kemiringannya) dengan kemampuan (budget).

CONTOH ILISTRASI

Melalui persamaan 16) dimana X = 3/5 . B/H1, jika budget (B) dimisalkan sebesar 600 (konstan), dengan harga barang X sebesar 30 dan terus berubah hingga menjadi 5, maka jumlah barang yang diperoleh semula sebesar 12, akhirnya menjadi 72. Perubahan harga dan jumlah yang dibeli dengan pendapatan yang tetap, disajikan pada Tabel 1 sebagai berikut:

Tabel 1.

Perubahan Harga dan Jumlah yang Dibeli dengan Pendapatan Tetap (konstan)

Budget 1800 1800 1800 1800 1800

Harga (H1) 30 20 10 6 5

Jumlah X 1800/150=12 1800/100=18 1800/50=36 1800/30=60 1800/25=72

(5)

63

harga dengan pendapatan yang tidak berubah, berarti telah terjadi kenaikan daya beli dan sebaliknya. Oleh sebab itu konsumen berusaha menambah jumlah yang dibeli karena daya belinya meningkat sampai pada batas anggarannya. Jika konsumen tidak menambah jumlah yang dibeli pada saat terjadi penurunan harga, maka kurve budget akan lebih tinggi dari kurve indiferen dan kondisi ini menjadikan konsumen tidak memperoleh kepuasan yang maksimum, kurang rasional dan tidak sesuai dengan asumsi yang mendasarinya.

Perubahan harga (dimisalkan, X) sementara harga barang lain (Y) tidak berubah dengan pendapatan tertentu, akan menggeser kurve indiferen untuk barang X ke sebelah kanan, sehingga sudut untuk barang X semakin membesar dan jumlah barang X yang diperoleh juga semakin banyak. Kondisi ini dalam analisis permintaan sering disebut sebagai kasus Moving atau perubahan jumlah yang dibeli sepanjang kurve permintaan. Artinya jumlah yang dibeli berubah karena adanya perubahan harga. Pada sisi lain perubahan jumlah yang dibeli juga dapat berubah, disebabkan karena adanya perubahan pendapatan sedangkan harganya tetap. Kondisi ini dalam analisis permintaan sering disebut sebagai kasus Shiffter

atau perubahan jumlah yang dibeli seluruh kurve permintaan. Perubahan jumlah yang dibeli karena kasus Moving dan Shifter akan disajian pada Grafik.1 dan 2.

Berdasarkan data pada Tabel 1, jika dibuat grafik, maka hasilnya akan disajikan pada Grafik.3, sedangkan jika dilakukan estimasi kurve permintaan dengan menghubungkan dua titik yang diperoleh, misalkan titik A (12,30) dan titik B ( 72,5), maka persamaan permintaan dapat diperoleh dengan pendekatan matematika sebagai berikut : (membuat garis dengan dua buah titik/kordinat)

H- H1.1 = X – X1.1 ... 1)

H1.2 – H1.1 X1.2 – X1.1

H = harga ( P = price)

X = jumlah barang X ( Q =quantity)

H1.1 = harga pada jumlah barang X1.1 titik (A) H1.2 = harga pada jumlah barang X1.2 titik (B) X1.1 = jumlah barang pada harga H1 titik (A) X1.2 = jumlah barang pada harga H1.2 titik (B)

H – 30 = X – 12 ... 2)

diinterpretasikan, jika harga tidak berubah (nol), maka jumlah yang dibeli adalah sebesar 84 unit, sedangkan jika harga berubah satu satuan (sesuai dengan komoditinya), maka jumlah barang dan jasa yang dibeli berubah sebesar 2,4 unit cateris paribus. Persaman ini juga disajikan pada grafik 4.

(6)

64

71,32 unit, sedangkan jika harga berubah satu satuan (sesuai dengan komoditinya), maka jumlah barang dan jasa yang dibeli berubah sebesar 2,23 unit cateris paribus. Hasil estimasi Tabel 2 juga disajikan pada Grafik 5.

Tebel 2. Estimasi Persamaan Permintaan

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta

Toler ance VIF

1 (Constant) 71,324 9,808 7,272 ,005

PRICE

-2,234 ,574 -,914 -3,894 ,030 1,00 0

1,00 0

a. Dependent Variable: QUANTITY

Grafik 2. Perubahan jumlah yang dibeli karena perubahan pendapatan komposisi kedua barang sama dengan jumlah yang makin besar (shifter).

Q1 Q2 Q3

(7)

65

Grafik 3. Permintaan dengan data Tabel 1.

84

71,32

Q = 84 – 2,4 P

Q = 71,32 – 2,23 P

35 32

Grafik 4. Permintaan dengan Grafik 5. Permintaan dengan pendekatan matematika pendekatan statistika (slope hampir sama)

SIMPULAN

Fungsi permintaan Marshallian yang diturunkan (derivasi) dari fungsi utility yang dimaksimumkan dengan kendala anggaran, membuktikan bahwa hukum permintaan dapat dijelaskan dengan baik. Jika analisis ini dibalik dengan meminimumkan anggaran pada utility tertentu, maka akan diperoleh fungsi permintaan Hicksian. Kedua pendekatan ini akan menghasilkan persamaan permintaan yang sama meskipun dengan sudut pandang yang berbeda. Marshallian memulai dengan memaksimumkan utility dengan anggaran tertentu, sedangkan Hicks meminimumkan anggaran dengan utility tertentu. Kedua pandangan ini sama-sama menerapkan prinsip-prinsip ekonomi, yaitu dengan pengorbanan tertentu akan

0 5 10 15 20 25 30 35

12 18 36 60 72

(8)

66

diperoleh hasil yang maksimum atau dengan hasil tertentu diperlukan pengorbanan yang paling kecil (minimum).

REFERENSI

Budiono.2000. Ekonomi Mikro. BPFE, Yogyakarta.

Case, Karl E & Fair, Ray C. 2007. Prinsip-Prinsip Ekonomi Mikro. Indeks, Kelompok Gramedia, Jakarta.

Douglas, Evan J. 1992. Managerial Economics, Analysis and Strategy. Prentice-Hall,Inc, America.

Dumairy. 1991. Matematika Terapan untuk Bisnis dan Ekonomi. BPFE, Yogyakarta.

Gaspersz, Vincent. 1999. Ekonomi Manajerial, Pembuatan Keputusan Bisnis. Gramedia, Jakarta.

H. Johanes. 1994. Pengantar Matematika untuk Ekonomi. LP3ES, Jakarta. Jogiyanto. 2002. Teori Ekonomi Mikro, Analisis Matematik. Andi, Yogyakarta.

Miller, Roger LeRoy & Meiners, Roger E.1993. Teori Ekonomi Mikro Intermediate. Raja Grafindo, Jakarta

Nicholson, Walter. 1999. Teori Mikro Ekonomi. Binarupa Aksara, Jakarta.

Pindyck, Robert S; Rubinfeld, Daniel L. 2009. Microeconomics. Prentice-Hall,Inc, America. R.Baye Michael. 2006. Managerial Economics and Business Strategy. Mc Graw-Hill. America. Samuelson, Paul & Nordhaus William D. 2003. Ilmu Mikro Ekonomi. Media Global Edukasi,

Jakarta.

Gambar

Grafik 1. Perubahan jumlah yang dibeli
Grafik 3. Permintaan dengan data Tabel 1.

Referensi

Dokumen terkait

dalam mengelola website. Semakin baik website tersebut, maka kemungkinan untuk merebut hati konsumen akan semakin tinggi. Apapun produk yang e-commerce sajikan

Semakin banyak uang yang dihimpun perbankan syariah dalam bentuk SWBI, maka bank syariah akan menambah jumlah dana SWBI yang disimpan pada Bank Indonesia dan

Setiap kenaikan per satu juta rupiah pembiayaan perbankan syariah, maka PDRB sektor pertanian akan naik sebesar Rp 0,89 juta, sedangkan jumlah bank, tiap kenaikan satu unit

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,