Berani Jujur, Hebat!
Biar Jujur dan Hebat
Klik www.riaucorruptiontrial.wordpress.com
KEJAHATAN KEHUTANAN,
BISNIS MENGUNTUNGKAN DI BUMI MELAYU
BISNIS MENGUNTUNGKAN DI BUMI MELAYU
Korupsi Kehutanan
Terdakwa Burhanuddin Husin
BENTANGAN Pra Putusan Boy
•
Boy didakwa
Boy didakwa, melakukan
melakukan
perbuatan melawan hukum,
memperkaya korporasi
dan
ik
k
t
Sekapur Sirih
merugikan keangan negara
sahkan RKT UPHHKHT untuk 8
saat
korporasi di Pelalawan dan 4
Korporasi di Siak.
•
Saat itu ia Kadishut Propinsi Riau
periode 2005 2006
periode 2005‐2006.
•
Total ada 19 kali sidang, sejak
Juni hingga Oktober 2012
gg
•
Total 45 saksi diperiksa majelis
hakim selama persidangan
•
Bentangan ini hasil pantauan rct
selama proses sidang berlangsung.
•
Bentangan Korupsi, salah satu dari
tiga Bentangan model yang
tiga Bentangan model yang
dikembangkan rct.
•
Tujuan Bentangan rct, hendak
memudahkan masyarakat
memahami korupsi sektor
kehutanan di Riau, yang kami nilai
kehutanan di Riau, yang kami nilai
bentuk kejahatan luar biasa.
•
Ini juga membantu media massa
memahami bagaimana modus
hutan dirusak oleh korporasi
Metode Bentangan
Metode Bentangan
•
Rct langsung memantau korupsi
kehutanan saat sidang berlangsunng
kehutanan saat sidang berlangsunng.
•
Ada yang langsung mencatat pakai
twitter. Ada yang mengisi lembar catatan
Metode Bentangan
y g
g
sidang. Ada yang merekam via video.
Ada yang memotret.
•
Usai sidang rilis singkat dan lembar
Metode Bentangan
•
Usai sidang, rilis singkat dan lembar
sidang langsung dipublish di
www.riaucorruptiontrial.wordpress.com
•
Lantas dua hari berikutnya, catatan
sidang dan video bisa dinikmati.
D i
it t d k
t i
•
Dari semua proses itu terdokumentasi
dalam Bentangan.
S ji
Sajian
Dakwaan JPU KPK
12 Korporasi IUPHHKHT ajukan URKT kepada Kepala Dinas
Kehutanan Propinsi Riau.
8 Korpoasi di Pelalawan: PT Mitra Tani Nusa Sejati PT Selaras
8 Korpoasi di Pelalawan: PT Mitra Tani Nusa Sejati, PT Selaras
Abadi Utama, CV Alam Lestari, PT Merbau Pelalawan Lestari, PT
Uniseraya, PT Rimba Mutiara Permai, PT Trio Mas FDI, PT
Madukoro.
4 Korporasi di Siak: PT Seraya Sumber Lestari, PT Rimba
Mandau Lestari, PT Bina Daya Bintara, PT National Timber and
Forest Product.
KPK
d k
B
l h
l k k
k i
k j h
KPK mendakwa Boy telah melakukan serangkaian kejahatan,
baik secara sendiri‐sendiri ataupun bersama‐sama dengan Drs.
Edi Suriandi selaku Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten
Pelalawan, H. Tengku Azmun Jaafar selaku Bupati Pelalawan, Ir.
,
g
J
p
,
H. Amin Budiadi selaku Kepala Dinas Kabupaten Siak, H. Arwin
AS selaku Bupati Siak.
Perusahaan‐perusahaan di atas juga dianggap terlibat dalam
l k k
k
h
b
Karena perbuatannya, Boy telah memperkaya Korporasi:
1. PT Mitra Tani Nusa Sejati sejumlah 69 miliar,
2. PT Selaras Abadi Utama sejumlah 23 miliar,
3 CV Al
L t i
j
l h 14
ili
3. CV Alam Lestari sejumlah 14 miliar,
4. PT Merbau Pelalawan Lestari sejumlah 32 miliar,
5. PT Uniseraya sejumlah 18 miliar,
6 PT Ri b M i
P
i
j
l h 46
ili
6. PT Rimba Mutiara Permai sejumlah 46 miliar,
7. PT Trio Mas FDI sejumlah 22 miliar,
8. PT Madukoro sejumlah 128 miliar,
9
S
S
b
i
j
l h 3
ili
9. PT Seraya Sumber Lestari sejumlah 34 miliar,
10. PT Rimba Mandau Lestari sejumlah 10 miliar,
11. PT Bina Daya Bintara sejumlah 66 miliar, dan
l
b
d
d
l h
l
12. PT National Timber and Forest Product sejumlah 52 miliar.
Total kerugian keuangan negara yang ditimbulkan akibat
perbuatan Boy mencapai
Rp 519 miliar
; di Pelalawan senilai
Rp
355 miliar
dan di Siak senilai
Rp 164 miliar
.
Dakwaan KPK: dakwaan primair dan subsidair:
1. Dakwaan primair: Pasal 2 ayat (1) jo. pasal 18
Undang‐undang Nomor 31 tahun 1999 tentang
Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan
Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan
ditambah dengan Undang‐undang Nomor 20 tahun
2001 tentang perubahan atas Undang‐undang Nomor
31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana
g
Korupsi jo. pasal 55 ayat (1) ke‐1 KUH Pidana jo. pasal
65 ayat (1) KUH Pidana.
2. Dakwaan subsidair: Pasal 3 jo. pasal 18 Undang‐
j
p
g
undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana
Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan
Undang‐undang Nomor 20 tahun 2001 tentang
perubahan atas Undang‐undang Nomor 31 tahun
1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
jo. pasal 55 ayat (1) ke‐1 KUH Pidana jo. pasal 65 ayat
(1) KUH Pid
(1) KUH Pidana.
Pasal 2 ayat (1):
• Setiap orang yang secara melawan hukum
• melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi
• yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara,
• dipidana penjara dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit Rp.
( p ) p g ( p ) p g p
200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah).
Pasal 3
• Setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau
suatu korporasi, suatu korporasi,
• menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena
jabatan atau kedudukan
• yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara,
• dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkatdipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan atau denda paling sedikit Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp.1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah).
KESAKSIAN
KESAKSIAN
Said Edi, Direktur PT Persada Karya Sejati (PKS)
Kayu yang
ditebang hutan
alam. Kayu dijual
y
j
ke PT RAPP Dan
PT Asia Forest
PT Asia Forest
Taman Raya.
Selain PT Madukoro, PT PKS juga menjadi mitra untuk CV Alam
Lestari, Bhakti Praja Mulia, CV Putri Lindung Bulan, serta CV Tuah
Negeri Kesemua perusahaan tersebut RKT-nya diurus Said Edi
Negeri. Kesemua perusahaan tersebut RKT-nya diurus Said Edi.
Total ada 17 ribu hektar ditebang tanam oleh PKS. Ditebang kayu
alam dan ditanam akasia.
Heriyanto—Direktur PT Siak Raya dan PT National Timber and Forest Product
Kayu yang ditebang
adalah kayu alam bekas
adalah kayu alam bekas
tebangan. Keuntungan
penjualan tahun 2006—
penjualan tahun 2006
saat RKT disahkan Boy—
sebesar Rp 4 miliar.
Supendi, Direktur PT Uni Seraya dan PT Triomas Fdi
Yang ditebang adalah
kayu alam. Untuk
penjualan kayu, Supendi
bekerjasama dengan anak
bekerjasama dengan anak
perusahaan PT RAPP
yakni Cahaya Mas Lestari
yakni Cahaya Mas Lestari
Jaya. Direkturnya
Samuel Soengjadi, Direktur PT Seraya Sumber Lestari
Yang ditebang adalah hutan
alam. Hasil penjualan kayu
dibawa ke grup Panca Eka
dibawa ke grup Panca Eka.
Sedangkan kayu kecil dijual ke
PT RAPP dan Indah Kiat
da
da
at
Lim Wi Lin, Direktur Keuangan PT RAPP
Al
t
RAPP
l k k
Alasan utama RAPP melakukan
kerjasama dengan
perusahaan-perusahaan pemegang izin tersebut,
p
p
g
g
,
karena kekurangan pasokan kayu
untuk bubur kertas. “Ditebang kayu
alam untuk ditanam kayu akasia
alam untuk ditanam kayu akasia.
Hasilnya dijual ke RAPP untuk
diolah menjadi kertas,” kata Lim.
Keterlibatan RAPP dengan perusahaan‐perusahaan tersebut, RAPP pernah melakukan beberapa kali
land clearing di lahan milik perusahaan tersebut. Sistemnya kerjasama. Maksudnya, lahan milik
perusahaan pemegang izin, RAPP melakukan land clearing di lapangan, membayar PSDH dan DR. Hasil kayunya dibawa oleh RAPP. “Kami (RAPP) bayar fee ke perusahaan tersebut,” kata Lim. Besaran fee
d b k h b h
yang dibayar RAPP ke perusahaan pemegang izin bervariasi, tergantung negosiasi setiap perusahaan pemegang izin, luas areal yang di land clearing dan jenis tanamannya. PT Mitra Tani Nusa Sejati,
misalnya, dapat fee sebesar Rp 21 miliar. Rata‐rata perusahaan diberi fee puluhan miliar. “Yang di land
Surakhmat—Ketua Tim Survei RKT PT
Merbau Pelalawan Lestari
Dalam laporan tidak ada disebutkan bahwa
hutan alam, tapi dari data yang ada, dapat
disimpulkan bahwa di lapangan memang
p
p
g
g
hutan alam.
Survei dilakukan seminggu untuk setiap
perusahaan. Biaya selama seminggu survei
lapangan ditanggung oleh perusahaan
pemohon RKT. Honor dihitung per hari.
Surakhmat dapat Rp 400 ribu per hari
Surakhmat dapat Rp 400 ribu per hari..
Dan ia ketua tim survei RKT untuk 6 perusahaan berbasis kehutanan di Pelalawan. Keenam perusahaan tersebut; PT Merbau Pelalawan Lestari, PT Mitra Tani Nusa Sejati, PT Mitra Hutani Jaya PT Madukoro PT Uniseraya dan PT Mitra Hutani Jaya, PT Madukoro, PT Uniseraya, dan PT Selaras Abadi Utama.
Wahyu Idris—Ketua Tim Survei RKT PT Rimba Mutiara Permai