• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 STRATEGI KREATIF

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 4 STRATEGI KREATIF"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

35 4.1 Strategi Kreatif

4.1.1 Fakta Kunci

Keserakahan menjadi salah satu penyakit masyarakat Indonesia, dibuktikan dengan korupsi dan konsumerisme.

4.1.2 Hal-hal yang Akan Dikomunikasikan

Bagaimana membuat animasi pendek 3D yang mengusung tema konsumerisme dan keserakahan di Indonesia dengan cara penceritaan dan keadaan yang simbolis, dengan karakter monster namun tetap tersampaikan pesannya.

4.1.3 Target Audien a. Demografi

Jenis Kelamin: Laki-laki dan perempuan Sosial: Pendidikan minimal SMA

18-23 tahun, fase dimana kita masih bereksperimen dengan gaya hidup. b. Geografi

Masyarakat kota-kota besar dengan gaya hidup konsumtif. c. Psikografi

Bersifat konsumtif, merasa ingin ada perubahan dengan alam dan sekitar, memiliki minat dengan animasi.

4.1.4 Premis

Orang yang serakah akan mendapatkan balasan dari keserakahannya.

4.1.5 Penetapan Judul

Penulis menetapkan judul " Ratakus si Rakus " untuk animasi film pendek ini. Beberapa judul alternatif lainnya yaitu: Pulau Monster, Monster Rakus.

(2)

4.1.6 Ringkasan Cerita

Monster rakus dan egois yang membuat banyak binatang pergi dari pulaunya. Di pulau itu, ia merebut dan menghabiskan yang seharusnya menjadi hak-hak binatang lain. Monster terus memakan rumput dan pohon yang ada di pulau. Sapi dan Monyet tidak kebagian. Hujan mulai turun dan air pasang naik. Sapi dan Monyet panik, Monster tidak merasakan apapun. Ia terus makan dan makan. Monyet dan Sapi selamat dari bencana, namun Monster tenggelam dan tidak selamat.

4.1.7 Treatment 1. Pulau

2. Monster bangun 3. Title

4. Monster kaget mendengar suara sapi 5. Sapi makan

6. Monster berlari ke sapi 7. Monster makan rumput sapi 8. Monster melihat sapi

9. Monster makan rumput dari mulut sapi 10. Sapi terdiam kaget

11. Suara gemerisik dari seberang pulau 12. Monyet mencoba memetik kelapa 13. Monster sadar

14. Monster berlari ke seberang 15. Sapi melenguh senang 16. Monster memakan pohon

17. Monyet berusaha memetik dengan lebih cepat 18. Monster makan pohon yang ada monyetnya 19. Monyet mendarat di muka monster

20. Monster lanjut makan pohon 21. Pulau gundul berantakan 22. Awan mulai gelap

23. Monyet panik karena pulau gundul 24. Hujan mulai turun

(3)

25. Air mulai naik

26. Monyet dan sapi panik 27. Monster tetap makan

28. Monyet dan sapi naik ke pohon

29. Monster ambil pohon dan coba makan

30. Air mulai setinggi hidung monster yang sedang santai 31. Monster panik

32. Batang pohon terlempar ke laut 33. Sapi , monyet pergi ke arah sunset 34. Monster tenggelam

35. Black screen 36. Air mulai surut

37. Terlihat bibit pohon muncul 38. Credit

4.1.8 Skenario

"Ratakus si Rakus"

EXT. PULAU DI TENGAH LAUT

Fade in XLS sebuah pulau yang asri dan aman LS MONSTER bangun dari tidurnya

CU monster terlihat malas dan bosan, menggaruk-garuk dagunya

PAN UP title

CU kembali ke monster. Terdengar SAPI melenguh. Monster kaget dan menghadap kamera

XCU lalu pelan-pelan melirik ke kanan

LS terlihat seekor sapi asik mengunyah rumput MS monster terlihat kesal dan menghampiri sapi LS sapi loncat-loncat karena langkah monster yang berat

CU KAKI monster berjalan

(4)

sapi

MS monster menundukkan badan untuk memakan rumput XCU monster memakan rumput

LS monster mengunyah rumput, sedangkan sapi terkejut melihat lobang besar di tanah akibat gigitan monster CU monster menundukkan kepala lagi

CU sapi melirik monster

XCU tangan monster mendarat di tanah

MS monster terlihat dalam posisi merangkan dan memakan rumput seperti pemotong rumput

CU mata sapi membelalak kaget

LS monster melanjutkan makan hingga rumput habis MS monster melihat sapi

MS sapi diangkat monster

MS sapi semakin mendekati mulut monster, dan monster memakan rumput dibawah perut sapi

CU sapi tertawa kegelian

XCU monster menjilati rumout di sapi

MS sapi diturunkan oleh monster. sapi terlihat jijik dan MELUDAH. terdengar suara KELAPA di tarik-tarik CU monster berpaling ke arah suara datang

LS terlihat monyet mencoba memetik kelapa. di kejauhan terlihat sapi dan monster memerhatikan

CU monster terlihat kesal

XLS monster berjalan ke arah monyet

LS sapi bingung namun senang karena monster menjauh MS monyet mencoba memetik kelapa, lalu melihat monster yang semakin mendekat

CU monyet terlihat terpana

MS monyet panik dan mulai memetik kelapa dengan cepat CU kaki monster berjalan

LS monster berhenti di depan monyet MS monster mengangkat pohon-pohon CU dan memakan pohon

(5)

MCU monyet menganga kaget namun tangannya tetap memetik kelapa

PAN TO RIGHT monster memakan pohon XLS monster makan semakin banyak pohon MS monster kembali bertatap dengan monyet

MS terlihat tangan monster mengangkat pohon yang di panjat monyet

CU monster memakan ujung pohon MS monster menggigit pohon lagi

CU monyet melirik monster dan memetik kelapa dengan panik

CU monster menggigit lagi CU monyet semakin panik MS pohon semakin habis

CU akhirnya kelapa bisa dipetik

MS monyet kabur dan lompat ke muka monster PAN DOWN MS monyet lompat

CU monster pusing

MS monster pergi makan pohon lagi

LS terlihat monyet dan sapi memandangi monster di kejauhan

CU monster memakan pohon seperti makan jagung FADE OUT

FADE IN

PAN LEFT XLS pulau terlihat kacau dan gundul XLS langit semakin gelap dan mendung

CU monyet memandangi langit dengan takut. ia memanggil monster

MS monster berpaling ke monyet

LS monyet marah-marah terhadap monster CU monster memperhatikan monyet

LS monyet menunjuk ke batang pohon patah PAN UP TO langit yang semakin mendung

(6)

CU monster memandangi langit namun tidak perduli LS monyet dan sapi sedih

LS monster kembali memakan pohon, hujan mulai turun LS monyet dan sapi panik karena hujan turun

XLS monyet dan sapi lari tunggang langgang LS monyet dan sapi berpelukan menjauhi air yang semakin naik

LS monster tetap bersantai dan makan dalam hujan lebat CU monster makan pohon

XCU tangan monyet menunjuk sesuatu

MLS monyet menunjuk pohon tinggi di dekat mereka FADE OUT

FADE IN

LS sapi dan monyet berada di atas pohon MLS monster mengambil pohon

LS monyet dan sapi berada di atas batang pohon

MS batang pohon mendekati mulut monster, air semakin naik

MS monyet dan sapi ketakutan hanya bisa pasrah

CU batang pohon semakin mendekati monster, air semakin tinggi dan membuat monster sadar dan panik

LS batang pohon terlempar ke laut

LS monster panik dan melompat-lompat dan melambaikan tangan, air terus meninggi

XLS batang pohon terbawa arus ke arah sunset

PAN UP CU air semakin tinggi dan monster tenggelam FADE OUT

FADE IN

CU monyet dan sapi terbangun di pinggir pulau, melihat ke depan

MS terlihat bibit baru tumbuh di pulau itu THE END

(7)

4.2 Strategi Desain 4.2.1 Visual Style

Mengusung gaya cut out yang flat namun di bentuk 3D. Agar tidak terlalu flat, kamera tidak hanya digerakkan seperti side scrolling pada umumnya, Namun diberi motion, agar terlihat bentuk-bentuk benda dan karakternya. Prinsip layer juga akan digunakan untuk karakter dan asetnya. Warna yang dipakai untuk karakter dan environment merupakan warna-warna cerah, namun bersaturasi rendah.

4.2.2 Motion Style

Motion style yang akan digunakan dalam animasi pendek ini adalah cut out motion, dimana karakternya agak kaku dan terlihat digerakkan oleh tangan, namun akan diperhalus oleh 3D.

4.2.3. Karakter dan Environment

Karakter-karakter yang ada di dalam film animasi pendek ini adalah a. Monster

Monster ialah karakter yang egois dan rakus. Memiliki mulut yang besar untuk menunjukkan keserakahan. Monster bersifat koleris; dominan, rakus dan bisa hidup sendiri. Archetypes Monster ialah Hero yang digabung dengan Shadow, jalan cerita diceritakan dari sudut pandangnya, namun ia merupakan protagonis dalam cerita ini.

Gambar 4.1Referensi Bentuk dan Muka Monster (Sumber: Pencarian Google)

(8)

b. Sapi

Sapi merupakan karakter yang tidak mau membuat masalah dan menjauhi konflik. Karakter archetypes Sapi ialah the herald, merupakan karakter yang muncul dan membuat masalah bagi Monster. Referensi-referensi yang diambik untuk Sapi adalah karakter-karakter lucu dan pendiam, namun mampu menarik hati penonton. Sapi bersifat plegmatis, tenang, dan menjauhi konflik.

Gambar 4.2 Referensi Bentuk dan Muka Sapi (Sumber: Pencarian Google)

c. Monyet

Karakter yang periang dan mudah disukai. Monyet merupakan karakter yang ekspresif, sanguin, dan vokal. Karakter Monyet merupakan the herald sama seperti Sapi. Referensi-referensi dari karakter ini ialah karakter-karakter bermata besar, lincah dan aktif.

Gambar 4.3 Referensi Muka dan Karakter Monyet (Sumber: Pencarian Google)

(9)

Environment yang ada di dalam film pendek ini adalah sebuah pulau di tengah laut. Berisikan pohon-pohon kelapa, rumput. Langit akan menggunakan matte painting, namun awan menggunakan 3D dan berbentuk flat.

4.3 Pipeline Produksi

Berikut ini adalah strategi yang akan dilakukan oleh penulis berdasarkan data yang diperoleh, landasan teori dan analisa data.

4.3.1 Pre Production

a. Brainstorming dan Observasi

Pengumpulan data literatur dan referensi-referensi untuk menjadi inspirasi dalam pengembangan ide cerita.

b. Naskah

Naskah merupakan pengembangan cerita yang lebih lengkap dan detil dari sinopsis.

c. Desain Karakter

Desain karakter merupakan proses pengembangan visual karakter di dalam cerita.

Gambar 4.4 Sketsa Monster (Sumber: Data Pribadi)

(10)

d. Storyboard dan animatic

Pengaplikasian naskah ke media visual untuk sinematografi, dan timing yang sesuai. Proses ini dilakukan dari gambar manual di-tracing di Adobe Photoshop CS6. Hasil gambarnya disatukan di dalam software Adobe Premiere CS6. Di dalam software ini, penambahan musik latar dan foley juga dilakukan

Gambar 4.5 Animatic (Sumber: Data Pribadi)

4.3.2 Production a. Modelling

Proses pembuatan sketsa karakter, environment, properti ke dalam 3D untuk pembuatan film. Software yang digunakan oleh penulis adalah Autodesk 3ds Max. Dalam animasi pendek ini, modelling aset dan karakternya mempunyai penerapan yang berbeda. Aset mempunyai volume, sedangkan karakter berbentuk flat, hanya menggunakan plane saja.

(11)

Gambar 4.6 Modelling Batu (Sumber: Data Pribadi)

b. Texturing

Setelah modelling selesai, dilakukan proses texturing. Proses ini diawali dengan meng-unwarp 3D aset di 3ds Max. Hasil unwarp ini disimpan ke dalam format gambar yang kemudian diberikan tekstur atau gambar di Photoshop. Hasil dari Photoshop berupa gambar yang nantinya diaplikasikan ke dalam aset 3D.

Gambar 4.7Texturing Batu (Sumber: Data Pribadi)

c. Rigging

Proses pengaplikasian medium gerak untuk karakter agar dapat menghasilkan gerakan dan ekspresi. Dalam proses ini, penulis menggunakan teknik rigging manual berupa bone yang di-link dan

(12)

constraint kepada bone yang lain. Setelah memberikan bone yang sesuai, dilakukan proses skinning. Setelah proses skinning, semua bone ini dikaitkan dengan controller yang mewakilinya.

Gambar 4.8 Rigging (Sumber: Data Pribadi)

d. Animasi

Proses penyimpanan data gerakan pada karakter dengan panduan storyboard dan animatic yang ada. Serta peletakan kamera dan staging. Untuk menggerakkan badan karakter, penulis menggunakan controller hasil proses rigging. Sedangkan ekspresi, penulis menganimasikan tekstur mulut dan mata yang dibutuhkan.

(13)

Gambar 4.9 Animasi (Sumber: Data Pribadi)

e. Lighting dan Rendering

Proses pengaturan arah cahaya dan bayangan, lalu hasilnya di-render menjadi sekuen gambar. Proses render dilakukan dalam 3 tahap, yaitu pertama penulis me-render karakter dalam bentuk targa sequence. Kedua penulis me-render environment dalam bentuk targa sequence. Yang terakhir, penulis me-render Ambient Oclussion dalam format targa sequence. AO berguna untuk memberikan kedalaman yang lebih bagus pada hasil akhir.

Gambar 4.10 Render (Sumber: Data Pribadi)

(14)

4.3.3 Post Production

a. Compositing dan Editing

Proses penggabungan hasil render dan data-data yang dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah shot maupun scene. Semua hasil render digabung dalam software Adobe After Effect CS6. Dalam proses ini juga dilakukan touch-up warna agar mendapatkan nuansa yang diinginkan.

Gambar 4.11 Compositing (Sumber: Data Pribadi)

b. Sound Effect

Penambahan suara dan ambien untuk menambah mood berdasarkan animatik. Proses ini dilakukan di Adobe Premiere CS6.

c. Final Render

Proses penggabungan semua scene menjadi satu film utuh di dalam Adobe Premiere yang kemudian disimpan kedalam format video.

Gambar 4.12 Final Render (Sumber: Data Pribadi)

Gambar

Gambar 4.1Referensi Bentuk dan Muka Monster  (Sumber: Pencarian Google)
Gambar 4.2  Referensi Bentuk dan Muka Sapi  (Sumber: Pencarian Google)
Gambar 4.4 Sketsa Monster  (Sumber: Data Pribadi)
Gambar 4.5 Animatic  (Sumber: Data Pribadi)
+5

Referensi

Dokumen terkait

Siswa mengamati gambar tentang permukaan air laut dan mencermati garis bilangan untuk menemukan konsep bilangan negatif ( mengamati , menalar )4. Siswa membuat

Erosi yang disebabkan oleh gelombang air laut sering disebut.. Penyebab utama peristiwa pasang surut adalah gaya

Hari berganti, restoran milik pak dahlan pun buka seperti biasanya, dengan baju yang masih tetap lusuh abdul pun kembali berniat membeli makanan di restoran pak

Rancangan Episode : Tema kopi Indonesia akan memiliki beberapa episode yang membahas tentang industri kopi, seperti Secangkir Jawa lebih membahas tentang potensi

Ide awal yang ingin digunakan yaitu mengajak pembaca ikut dalam suatu perjalanan untuk mempelajari dan mengenal kembali seni pertunjukan tradisional khas Betawi

Lalu wanita itu memegang pintu tersebut seolah memberi mantra, lalu tiba – tiba pintu itu bergetar dan terlihat cahaya yang mulai menyilaukan dari balik pintu.. Rasa

Bagaimana bangunan Pusat Wisata Underwater dapat merespon secara kontekstual pada angin, pasang surut, arus dan gelombang air laut pada lingkungan tapak sehingga turut

Pada film ini, penulis banyak menggunakan warna biru karena warna ini identik dengan warna laut.Selain itu, penulis juga menggunakan warna kuning untuk menyimbolkan