• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Pengumpulan Data. Prepared By : Dr. Mustakim, MM.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Teknik Pengumpulan Data. Prepared By : Dr. Mustakim, MM."

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

Teknik Pengumpulan Data

Prepared By :

(2)

Teknik Pengumpulan Data

1. Angket (Questionnaire)

a). Angket Terbuka (angket tidak berstruktur) ialah

angket yang disajikan dalam bentuk sederhana

sehingga responden dapat memberikan isian sesuai

dengan kehendak dan keadaannya.

Contoh :

(3)

b). Angket Tertutup (angket berstruktur) ialah

angket yang disajikan dalam bentuk sedemikian

rupa sehingga responden diminta untuk memilih

satu jawaban yang sesuai dengan karakteristik

dirinya dengan cara memberikan tanda silang (x)

atau checklist (√).

Contoh :

1. Apakah Saudara termasuk dosen yang aktif menulis? a). Ya b). Tidak

Jika YA, sudah berapa buku yang Saudara tulis ? a). 1-2 buku

b). 3-5 buku c). 5-10 buku

(4)

c). Checklist atau daftar cek adalah suatu daftar

yang berisi subjek dan aspek-aspek yang akan

diamati. Cheklist dapat menjamin bahwa peneliti

mencatat tiap-tiap kejadian sekecil apapun yang

dianggap penting.

(5)

2. Wawancara

Wawancara adalah suatu cara pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya.

a). Wawancara Terpimpin

Dalam wawancara ini pertanyaan diajukan menurut daftar pertanyaan yang telah disusun.

b). Wawancara Bebas

Pada wawancara ini terjadi tanya jawab bebas antara pewawancara dan responden, tetapi pewawancara menggunakan tujuan penelitian sebagai pedoman. Kelebihan wawancara ini, adalah responden tidak akan menyadari sepenuhnya bahwa dirinya sedang diwawancarai.

(6)

c). Wawancara Bebas Terpimpin

Wawancara ini merupakan perpaduan antara

wawancara bebas dan wawancara terpimpin. Dalam

pelaksanaannya pewawancara membawa pedoman

yang hanya merupakan garis besar pertanyaan.

Tips dan petunjuk pembuatan kerangka wawancara

seperti yang dikemukakan Miller (1977:74-77) dan

Rakhmat (1998:87-89) sebagai berikut :

1.

Perjelas bagi hubungan antara metode dengan

masalah dan hipotesis.

2.

Rumuskan pertanyaan.

(7)

3. Pengamatan (Observation)

Observasi

yaitu

melakukan

pengamatan

secara

langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat

kegiatan yang dilakukan. Apabila objek penelitian

bersifat perilaku dan tindakan manusia, fenomena alam

(kejadian-kejadian yang ada di alam sekitar), proses

kerja dan penggunaan responden kecil.

Tambahan : catatan anekdot (daftar catatan anekdot)

adalah catatan peneliti mengenai segala sesuatu yang

terjadi pada saat pengamatan berlangsung. Peristiwa

atau sesuatu yang dianggap penting dicatat dengan

singkat tanpa harus menuruti aturan tertentu.

(8)

4. Tes (Test)

Tes sebagai instrumen pengumpul data adalah

serangkaian

pertanyaan

atau

latihan

yang

digunakan

untuk

mengukur

keterampilan

pengetahuan,intelegensi,atau

kemampuan

yang

dimiliki individu/kelompok.

a). Tes Kepribadian

b). Tes Bakat

c). Tes Prestasi

d). Tes Intelegensi

e). Tes Sikap

(9)

5. Dokumentasi

Dokumentasi adalah ditujukan untuk memperoleh

data langsung dari tempat penelitian, meliputi

buku-buku yang relevan, peraturan-peraturan, laporan

kegiatan, foto-foto, film dokumenter, data yang

relevan penelitian.

(10)

Instrumen Penelitian

Pada

penelitian

kuantitatif,

umumnya

peneliti,

menggunakan

instrumen

(alat

ukur)

untuk

mengumpulkan data, sedangkan penelitain kualitatif

(naturalistik) peneliti lebih banyak menjadi instrumen

sebab dalam penelitian kualitatif peneliti merupakan

kunci dari instrumen itu sendiri (key instruments).

Instrumen penelitian digunakan untuk mengukur nilai

variabel yang akan diteliti.Jumlah instrumen yang

digunakan tergantung pada jumlah variabel yang akan

diteliti.

(11)

 Contoh :

(12)

 Contoh :

(13)

 Contoh :

(14)

Contoh :

(15)

SKALA PENGUKURAN

• Maksud dari skala pengukuran ini untuk

mengklarifikasikan variabel yang akan

diukur supaya tidak terjadi kesalahan

dalam menentukan analisis data dan

langkah penilitian selanjutnya.

(16)

1. Skala Nominal

• Skala paling sederhana disusun menurut jenis (kategori) atau fungsi bilangan hanya sebagai simbol untuk

membedakan sebuah karakteristik dengan karakteristik lainnya.

Contoh data nominal sebenarnya :

1. Jenis kulit : Hitam, Kuning, Putih. Angka ,,, hanya sebagai label saja.

2. Suku daerah : Jawa , Madura , Sunda 

Contoh data nominal tidak sebenarnya :

1. Lulus ujian Lemhannas diberi angka , dan tidak lulus ujian Lemhannas diberi angka . Angka ,,, hanya sebagai label saja.

(17)

2. Skala Ordinal

• Skala yang berdasarkan pada ranking diurutkan dari jenjang yang lebih tinggi ke terendah atau sebaliknya.

• Analisis statistik yang digunakan ialah statistik non parametrik.

Contoh :

Mengukur Gaji Pegawai.

Eselon Gaji (Juta)

10 5 3 2

(18)

3. Skala Interval

• Skala yang menunjukan jarak antara satu data dengan data yang lain dan mempunyai bobot yang sama.

• Analisis statistik yang digunakan ialah uji statistik parametrik

Contoh :

1. Skor IQ.

2. Waktu : menit, jam, hari, minggu, bulan, dan tahun.

3. Mengurutkan : kualitas pelayanan, keadaan persepsi pegawai dan sikap pimpinan.

Sangat puas  Puas  Cukup Puas  Tidak Puas 

(19)

4. Skala Ratio

• Skala pengukuran yang mempunyai nilai nol mutlak dan mempunyai jarak yang sama.

• Analisis statistik yang cocok adalah hampir sama dengan skala interval.

• Tes statistik yang digunakan ialah tes statistik parametrik.

Contoh :

Misalnya umur manusia dan ukuran timbangan keduanya tidak memiliki angka nol negatif. Artinya seseorang tidak dapat berumur di bawah nol tahun dan harus memiliki timbangan di atas nol pula.

(20)

Model Skala pengukuran

1. Skala Pengukuran untuk mengukur perilaku

susila dan kepribadian, termasuk skala ini :

Skala Sikap, Skala Moral, Test Karakter , Skala

Partisipasi Sosial

2. Skala Pengukuran untuk mengukur berbagai

aspek budaya lain dan lingkungan sosial.

Termasuk tipe ini : skala pengukuran status

sosial ekonomi, LSM, Kemasyarakatan, kondisi

rumah tangga

(21)

JENIS SKALA SIKAP

1. SKALA LIKERT

2. SKALA GUTTMAN

3. SKALA DIFERENSIAL SEMANTIK

4. SKALA RATING

(22)

Skala Likert

Digunakan untuk mengkur sikap, pendapat persepsi seseorang atau kelompok tentang kejadian atau gejala sosial. Dalam penelitian gejala sosial ini telah dietapkan secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut variabel penelitian PERNYATAAN POSITIF Sangat Setuju (SS) =  Setuju (S) =  Netral (N) =  Tidak Setuju (TS) =  Sangat Tidak Setuju (STS) = 

PERNYATAAN NEGATIF

Sangat Setuju (SS) =  Setuju (S) =  Netral (N) =  Tidak Setuju (TS) =  Sangat Tidak Setuju (STS) = 

(23)

Contoh Penghitungan Skala Likert

Angket disebar kepada 70 responden

• Menjawab  = 2 orang • Menjawab  = 8 orang • Menjawab  = 15 orang • Menjawab  = 25 orang • Menjawab  = 20 orang

Cara Menghitung Skor :

Jumlah skor untuk 2 0rang menjawab  : 2 x 5 = 10 Jumlah skor untuk 8 0rang menjawab  : 8 x 5 = 32 Jumlah skor untuk 15 0rang menjawab  : 15 x 5 = 45 Jumlah skor untuk 25 0rang menjawab  : 25 x 5 = 50 Jumlah skor untuk 20 0rang menjawab  : 20 x 5 = 20+

Jumlah = 157

Jumlah skor ideal item No.1 (skor tertinggi) = 5 x 70 = 350 (SS)

(24)

Dari 70 responden secara kontinum dapat dilihat :

Sosialisasi pedoman pembuatan struktur organisasi Dewan Sekolah : 157/350 x 100% = 44,86% tergolong cukup.

Persentase kelompok responden sebagai berikut :

Kriteria Interpretasi Skor

• Angka 0-20% = Sangat Lemah

• Angka 21-40% = Lemah

• Angka 41-60% = Cukup

• Angka 61-80% = Kuat

• Angka 81-100% = Sangat Kuat

Maka diketahui : 2 orang menyatakan SS = 2/70 x 100% = 2,86% 8 orang menyatakan S = 8/70 x 100% = 11,43% 15 orang menyatakan N = 15/70 x 100% = 21,43% 25 orang menyatakan TS = 2/570 x 100% = 35,71% 20 orang menyatakan STS = 20/70 x 100% = 28,57%

(25)

Skala Guttman

Digunakan untuk mengukur suatu dimensi saja dari suatu variabel yang multidimensi. Disebut juga Skala Scalogram yang sangat baik untuk meyakinkan peneliti tentang kesatuan dimensi dan sikap yang diteliti (atribut universal). Pada Skala Guttman terdapat beberapa pertanyaan yang diurutkan secara hierarkis. Jadi, Skala Guttman adalah skala yang digunakan untuk jawaban yang bersifat jelas (tegas) dan konsisten terhadap suatu permasalahan yang ditanyakan.

(26)

Contoh Skala Guttman

a) Apakah komentar Saudara, jika Jokowi turun dari jabatan kepresidenan? 1) Setuju

2) Tidak Setuju

b) Yakin tidakkah Anda pada pergantian kabinet pemerintahan akan menyelesaikan persoalan bangsa?

1) Yakin 2) Tidak

Skala Guttman dapat dibuat dalam bentuk checklist. Jawaban responden dapat berupa skor tertinggi bernilai (1) dan skor terendah bernilai (0). Contoh :

a) Apakah Anda memiliki kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)? 1) Ya (1)

(27)

Skala Diferensial Semantik

Berisikan serangkaian karakteristik bipolar, seperti : panas-dingin; popular-tidak popular;dsb. Karakter bipolar tersebut memiliki tiga dimensi yaitu :

1. Potensi, yaitu kekuatan traksi fisik suatu objek.

2. Evaluasi, yaitu hal-hal yang menguntungkan atau tidak menguntungkan suatu objek.

3. Aktivitas, yaitu tingkatan gerakan suatu objek (Iskandar, 2000:154-155)

(28)

Contoh Skala Diferensial Semantik

Dari contoh di atas responden memberikan tanda (x) terhadap nilai yang sesuai dengan persepsinya. Atau responden bisa memberi tanda checklist (√) seperti pada contoh di bawah ini.

(29)

Rating Scale / Skala Rating

Pada rating scale data mentah yang didapat berupa angka kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif, bukan kuantitatif seperti pada skala lainnya.

Responden tidak akan menjawab dari data kualitatif yang sudah tersedia, tetapi menjawab dari salah satu jawaban kuantitaif yang telah disediakan.

Pembuatan instrumen pada rating scale yang penting harus dapat mengartikan atau menafsirkan setiap skor yang diberikan dalam alternatif jawaban instrumen.

(30)

Contoh Skala Rating

Peneliti ingin mengetahui seberapa harmoniskah hubungan suami istri untuk menciptakan keluarga sejahtera.

Apabila angket disebar ke 25 responden, Jumlah skor kriterium (apabila setiap item mendapat skor tertinggi) yaitu ; = (skor tertinggi tiap item = 5) x (jumlah item = 14) x (jumlah responden = 25) adalah 1750.

(31)

Jika jumlah skor hasil pengumpulan data = 1400, maka menurut persepsi 25 responden yaitu = 1400 : 1750 x 100% = 80% dari kriterium yang ditetapkan.

Apabila diinterpretasi nilai 80% terletak pada daerah h kuat. Sedangkan nilai 1400 termasuk dalam kategori interval baik. Maka dapat dibuat secara kontinum :

(32)

Skala Thurstone

Skala Thurstone meminta responden untuk memilih pertanyaan yang ia setujui dari beberapa pertanyaan yang menyajikan pandangan berbeda. Pada umumnya setiap item mempunyai asosiasi nilai 1-10 tetapi tidak diketahui oleh responden nya. Pemberian nilai ini berdasarkan jumlah tertentu pernyataan yang dipilih oleh responden mengenai angket tersebut (Subana, 2000:34).

(33)

Contoh Skala Thurstone

Digunakan Merekrot Calon Dosen FK UI.

Tolong pilihlah 5 dari 10 pernyataan yang sesuai dengan persepsi saudara. 1. Saya memilih pekerjaan sebagai dosen karena pekerjaan mulia.

2. Bila Saya seorang mahasiswa fakultas kedokteran, Saya akan mengusulkan agar mahasiswa FK UI memakai simbol-simbol yang membanggakan.

……….dst sampai dengan 10 opsi pernyataan. Berdasarkan pernyataan item di atas, dianalisis :

(34)

Referensi

Dokumen terkait

•• Sel lemak dalam tubuh (sel adipose) yang ada di pinggang,pinggul Sel lemak dalam tubuh (sel adipose) yang ada di pinggang,pinggul atau tempat lain mensekresi leptin ke dalam

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan nilai karakter yang terdapat pada buku tematik siswa kelas IV tema 7 (Indahnya Keragamn di

Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan, maka tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh yang signifikan penerapan model pembelajaran kooperatif

Pada saat undang-undang ini berlaku, Pajak dan Retribusi yang masih terutang berdasarkan Peraturan Daerah mengenai jenis Pajak Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2

Penelitian ini menarik di angkat karena berbicara tentang sengketa wilayah daerah otonom yang satu dengan lainnya yakni antara kota Bitung dengan Kabupaten Minahasa

Di Indonesia, Hukum Nasional yang mengatur zona keselamatan penerbangan di sekitar kawasan bandar udara sudah diatur secara ketat , demi menjamin keamanan, kenyamanan,

1) Perluasan dan pemahaman mahasiswa terhadap kenyataan tentang kehidupan keberagamaan di masyarakat. 2) Penumbuhan semangat pengabdian mahasiswa dalam memecahkan

Labih lanjut lagi, kajian living Qur‟an dapat juga dimanfaatkan untuk kepentingan dakwah dan pemberdayaan masyarakat. Sehingga mereka lebih maksimal dalam