Identifikasi Struktur Bawah Permukaan Dengan Menggunakan Metode Gravity Di Desa Sumbermanjingwetan dan Desa Druju Malang Selatan
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Data regional yang diperoleh selanjutnya dikurangkan dengan hasil anomali Bouguer yang kemudian selisihnya (AB - REG) adalah data residual. Hasil pengurangan anomali
Pada peta sebaran nilai complete bouger anomaly menjelaskan bahwa nilai anomali gravitasi pada daerah tersebut berkisar antara 37.9 mgal – 51.7 mgal yang dilambangkan dengan
Nilai anomali magnetik (gambar 5) daerah penelitian dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok anomali, yaitu: anomali magnetik rendah pada skala warna hijau tua sampai biru dengan
Hasil Forward Modelling Lintasan B-B' Pada lintasan B – B’ di atas merupakan daerah berdasarkan peta anomali residual yang dimana dari nilai anomali residual pada
Gambar 6. Peta anomali Bouguer memperlihatkan anomali tinggi di utara 220 mGal membentuk klosur tinggian sesar naik dan anomali rendah hingga -90 mgal membentuk cekungan sedimen
Anomali rendah pada peta anomali residual (warna biru) memperlihatkan adanya batuan dengan kontras densitas yang cenderung lebih rendah (batuan sedimen) yang diduga
Dalam menginterpretasikan struktur bawah permukaan, juga diperoleh sebuah nilai deviasi setiap anomali mulai dari peta Complete Bouguer Anomali dengan nilai deviasi tertinggi sampai
Hasil pemodelan bawah permukaannya, anomali magnetik yang tinggi pada bagian utara lintasan tersebut adalah batuan peridotit dengan nilai suseptibilitas 0,096 dalam SI Gambar 7.. Di