• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

Indonesia adalah negara yang masyarakatnya identik dengan berbagai macam pesta, salah satunya adalah pesta pernikahan. Seiring maraknya perta pernikahan, maka bisnis dekorasi pun makin menjanjikan peluang usaha yang cantik. Menurut Lisnawati yang berbisnis dekorasi sejak tahun 1994 berkata potensi usaha dekorasi sangat besar dan terus meningkat setiap tahunya, tentu dengan pengelolaan yang baik. Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 (Pasal 1), pernikahan diartikan sebagai ikatan lahir dan batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami dan istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia lahir maupun batin dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Pernikahan adalah momen penting sekali seumur hidup dan siapapun ingin tampilkan yang terbaik sehingaa layak dirayakan besar – besaran.

Dekorasi memegang peran besar karena tanpa adanya dekorasi maka acara yang dilakukan tidak akan hidup karena tidak tercipta nuansa yang membuat acara tersebut berbeda dibandingkan acara yang biasa sehingga banyak orang yang bersedia menghabiskan dana dan tenaga demi mewujudkan pesta impiannya. Dekorasi adalah bidang yang tak bisa dipandang sebelah mata, seni menghias yang berakar dari kreativitas dalam mewujudkan kepribadian seseorang dalam tata letak dan bentuk, kreativitas bukan hanya memahami banyak gaya dan seni dekorasi tapi juga masalah bahan serta teknis. Dekorasi juga memiliki arti sebagai suatu objek yang ditambahkan kedalam sebuah ruang, baik ruangan terbuka atau tertutup yang digunakan untuk memperindah sebuah ruangan.

Dekorasi sudah mulai dianggap sebagai salah satu media yang dapat membantu mengangkat tingkat gengsi dari suatu acara, semakin meriah dekorasinya maka akan dapat membantu terciptanya efek-efek positif yang akan mempengaruhi emosional para tamu undangan, diantaranya adalah pada saat pesta pernikahan. Fenomena dekorasi yang mendukung kemeriahan pesta seperti ini membuat masyarakat berlomba-lomba memilih konsep untuk mendekorasi sesuai dengan keinginan pemilik pesta tersebut, dengan adanya konsep acara akan terlihat berkesan dari adanya gambaran kasar tersebut akan memunculkan warna apa yang akan

(2)

digunakan, warna baju, warna bunga dan lain sebagainya. Namun keterbatasan waktu dan kerampilan keluarga maupun calon pengantin dalam mendekorasi, perlu adanya suatu pihak yang bertindak sebagai penyelenggara pesta pernikahan. Penyelenggara ini membantu dalam rangka mewujudkan pelaksanaan pesta pernikahan dengan sebaik dan seindah mungkin sesuai dengan yang diinginkan calon pengantin yaitu jasa dekorasi pernikahan (Wedding Decoration). Melihat dari fenomena yang terjadi saat ini, masalah yang terjadi pada bisnis dekorasi pernikahan biasanya terkait masalah harga, banyak orang menganggap dekorasi pernikahan mahal. Art Director Rumah Kampung Decor, Fajar Adi mengatakan apabila menginginkan desain yang lebih kompleks, dipastikan biaya yang harus dikeluarkan cukup besar tak jarang dekorasi menguras anggaran untuk pesta pernikahan. Sehingga konsumen merasa berat untuk menggunakan jasa dekorasi namun vendor mensiasati dengan cara berdiskusi mengganti dekorasi mewah menjadi dekorasi unik dengan properti yang menyesuaikan budgetnya.

Kunci utama dalam memulai usaha dekorasi pernikahan adalah kreatifitas dan passion. Pendiri Watie Iskandar, Lisnawati menegaskan, pengusaha harus punya isting seni yang tinggi. Sebab, jasa ini dibutuhkan untuk mewujudkan impian konsumen mendapatkan suasana pernikahan idaman. Jika tidak memiliki keduanya maka tidak akan maksimal hasilnya, cara termudah untuk mengasah kretifitas adalah mencoba dan belajar Teknik ATM yang merupakan cara yang tepat agar dapat menjadi kreator dekorasi yang kreatif. Teknik ATM adalah sebuah metode pembelajaran yang berasal dari sebuah prinsip Ki Hajar Dewantoro yaitu 3N (Niteni, Nirokke, Nambani). Teknik ATM merupakan turunan dari salah satu 7 komponen pendekatan pembelajaran Contextual, Teaching, and Learning (CTL) yaitu pemodelan (Zaenuddin, 2009:11) Hal ini sejalan dengan konsep utama teori yang dikembangkan oleh Albert Bandura (Syahdan, 2010:8), yaitu belajar dari model, belajar vicarious, dan pengaturan sendiri. Mereka mengadopsi teknik ini untuk dapat memahami permintaan dan menterjemahkannya ke dalam bentuk visual dekorasi yang mendekati permintaan tersebut.

Salah satu jasa dekorasi pernikahan yang paling terkenal di Medan adalah Pretty Blossom yang merupakan sebuah penyedia jasa dekorasi sudah berdiri sejak tahun 2013 dan sudah memiliki pengikut di media sosial yaitu Instagram sebanyak 18.500 followers. Pretty Blossom memberikan layanan kepada konsumennya dengan cara

(3)

berdiskusi dengan kedua calon mempelai untuk menuangkan keinginan serta ide mereka ke dalam desain pernikahan yang diinginkan oleh kedua mempelai. Hasil dari diskusi tersebut diaplikasikan dengan penampakan visual dimana hal tersebut dapat membuat konsumen yakin bahwa jasa tersebut dapat memahami permintaan mereka dan memutuskan untuk menggunakan jasa dekorasi Pretty Blossom.

Berikut disajikan tabel yang menunjukkan lima jasa dekorasi terkenal atau incumbent yang berada di Kota Medan dengan biaya atau rate harga tertinggi:

TABEL 1.1 LIMA JASA DEKORASI DI MEDAN

No. Vendor Price

1. De Lavender Decoration Start From Rp.50.000.000,- 2. Pretty Blossom Start From Rp.50.000.000,- 3. Fuchsia Decor Start From Rp.25.000.000,- 4. Paulina Florist Start From Rp.20.000.000,- 5. Camellia Decor Start From Rp.20.000.000,-

Sumber: www.weddingmedan.com, 2021

Melihat dari tabel 1.1, rate harga yang adalah untuk pasar golongan menengah ke atas di Kota Medan, sehingga konsumen di segmen menengah ke bawah merasa tidak mampu untuk menggunakan jasa dekorasi yang ternama tersebut. Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Medan di tahun 2019 bahwa jumlah penduduk dengan perekonomian menengah ke atas adalah 1.447.385 jiwa (63,4%) dari keseluruhan jumlah penduduk Kota Medan yaitu 2.279.894 jiwa. Dari 63,4% segmen menengah ke atas, maka terdapat usia layak menikah yaitu dari lebih dari 18 hingga 35 tahun ke atas adalah sebanyak 629.873 jiwa (43,5%) Usia yang layak menikah ini dan yang sudah dilayani oleh para pemain eksisting diperkirakan hanyalah melayani target pasar sekitar 19,8%, sehingga hal ini menunjukan bahwa masih tersedia sejumlah konsumen merasa mampu untuk menggunakan jasa dekorasi yang sudah ternama tersebut dengan harga yang ditawarkan. Masih tersedianya pasar yang belum dilayani para incumbent di segmen menengah ke atas untuk resepsi pernikahan, maka muncul juga beberapa pemain baru (new entrants), salah satunya adalah jasa dekorasi Luxevior Decoration.

(4)

Adapun yang menjadi objek penelitian ini adalah Luxevior Decoration yang membuka usaha bidang jasa dekorasi pesta, seperti pernikahan, pertunangan, ulang tahun, kelahiran anak, khitanan, dan lain lain untuk berkompetisi dengan pasar yang dilayani oleh para pemain ternama. Luxevior Decoration didirikan oleh Dinda Febrianti Santoso yang berasal dari Kota Medan dan berdiri pada tahun 2020. Nama Luxevior Decoration dipilih karena memiliki arti dekorasi yang mewah dan elegan. Luxevior Decoration ingin menargetkan pasarnya ke golongan menengah ke atas karena mereka ingin menghasilkan dekorasi yang mewah sehingga dapat menjadi vendor dekorasi bergengsi di kota Medan. Dekorasi yang bagus dan mewah cenderung membutuhkan anggaran yang lebih tinggi.

Disamping itu, Luxevior Decoration merupakan usaha baru dan masih tidak terlalu jelas siapa dan apa yang diinginkan konsumennya. Luxevior Decoration juga sebisa mungkin terbuka menerima dan mendengarkan keinginan seperti apa yang konsumen harapkan dan inginkan dari dekorasinya, berdiskusi secara detail agar jangan sampai membuat konsumen kecewa karena adanya kesalahpahaman. Untuk dekorasinya, bunga yang digunakan adalah bunga premium sehingga terlihat seperti bunga asli dan model atau desainnya tidak terlihat kaku dan berusaha berbeda dengan kebanyakan tren saat ini di Kota Medan.

Saat ini, tim Luxevior Decoration menerima orderan dengan menyesuaikan budget dari konsumen. Namun banyak konsumen yang memiliki keinginan dekorasi pernikahan yang megah dan mewah hal ini akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dengan keinginan seperti itu akan sangat menguras anggaran untuk pesta pernikahan. tetapi konsumen tidak ingin membayar sebanyak yang diinginkan. Beberapa hal ini terjadi karena konsumen tidak mengetahui standar pembiayaan dari dekorasi dan tetap meminta atau menawar untuk penurunan harga yang jauh lebih rendah. Jika disanggupi oleh pihak Luxevior Decoration maka biasanya negosiasi dilakukan untuk melakukan beberapa modifikasi konsep dan standart yang dimiliki pemilik usaha harus diturunkan dan hal tersebut membuat pihak Luxevior Decoration hanya mendapatkan keuntungan kecil dari permintaan konsumen tersebut. Walaupun mereka melayani dan mengambil orderan dekorasi tetapi dengan keuntungan yang kecil membuat mereka tidak mencapai target penjualan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan bagi pihak Luxevior Decoration apakah segmen konsumen yang mereka layani sekarang adalah bukan segmen konsumen yang mereka targetkan untuk

(5)

dilayani. Siapakah sebenarnya segmen yang tepat dengan value proposition atau proposisi nilai yang ditawarkan oleh pihak Luxevior Decoration.

Berdasarkan wawancara dari pemilik Luxevior Decoration maka didapatkan informasi Segmentation, Targeting dan Positioning (STP) dari bisnis ini adalah bahwa dari segmentasi demografi yaitu menyasar masyarakat khususnya di Kota Medan, konsumen pria maupun wanita dengan rentang usia 19-50 tahun, dengan pendapatan di atas 8 juta rupiah perbulan. Untuk informasi segmentasi psikografis, segmen pasar ini dilakukan dengan mengelompokkan konsumen atau pembeli menjadi bagian pasar menurut variabel-variabel pola atau menyangkut mengenai gaya hidup (life style) yang modern dari konsumen maka mereka yang memiliki kepribadian cenderung konsumtif utamanya dalam hal dekorasi. Untuk Targeting, maka target pasar atau target konsumen Luxevior Decoration adalah masyarakat khususnya Kota Medan yang memiliki rencana melakukan pesta pernikahan, baik pria maupun wanita berumur 19- 50 dengan pendapatan di atas 8 juta rupiah dan melihat pernikahan dengan perayaan menggunakan dekorasi yang bagus dan sesuai impian. Untuk Postioning, posisi Luxevior Decoration dalam hal ini akan menjadi penyedia dekorasi sesuai impian dengan harga terjangkau dalam bidang dekorasi pesta (termasuk pesta pernikahan).

Informasi segmentasi dan targeting di atas adalah yang dipahami oleh pihak Luxevior Decoration tetapi dalam kenyataannya ternyata tidak memberikan mereka target keuntungan sesuai harapan. Pertanyaan yang masih harus diketahui dan yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah siapa dan bagaimanakan profil konsumen yang dapat dilayani oleh Luxevior Decoration. Metoda atau alat yang digunakan dalam riset ini untuk memetakan profil konsumen Luxevior Decoration adalah menggunakan alat peta empati atau Empathy Map (Osterwalder, 2010).

Peta Empati merupakan salah satu tools atau metode yang dapat digunakan untuk menggumpulkan data atau informasi terkait dengan pemahaman profil konsumen. Dengan segmentasi yang tepat, bisnis dapat mencocokan layanan dengan kebutuhan konsumen, sehingga mendukung keberhasilan strategi pemasaran. Di dalam Peta Empati terdapat enam dimensi atau indikator menggali informasi lebih dalam atau detil yang terdiri dari see yang digunakan untuk mengetahui apa yang dilihat oleh konsumen Luxevior Decoration, hear digunakan untuk mengetahui apa yang didengar oleh konsumen, think & feel digunakan untuk mengetahui apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh konsumen, say & do digunakan untuk mengetahui apa

(6)

yang dikatakan dan dilakukan oleh konsumen, pain digunakan untuk mengetahui derita apa yang dialami dan dirasakan oleh konsumen, dan gain digunakan untuk mengetahui apa yang diperoleh atau yang ingin didapatkan konsumen (Osterwalder, 2010).

Terdapat beberapa penelitian sejenis yang menggunakan alat Peta Empati yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah seperti penelitian oleh Raihan Mahdy (2019) dengan judul Pemahamanan profil konsumen penggunaan jasa assisten rumah tangga di kota bandung menggunakan bantuan Peta empati, yang memetakan profil konsumen pengguna jasa asisten rumah tangga di Kota Bandung, adapun seperti penelitian dari Widya Ayu Prabasari (2020) dengan judul Identifikasi profil konsumen aplikasi KITA (wisata keliling Indonesia). Penelitian ini berjudul yaitu “Analisis Pemahaman Profil Konsumen Pengguna Jasa Wedding Decoration menggunakan Peta Empati” pada Target Konsumen Luxevior Decoration.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan pada latar belakang penelitian maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Analisis Pemahaman Profil Konsumen Pengguna Jasa Wedding Decoration menggunakan Peta Empati” pada konsumen Luxevior Decoration.

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis profil konsumen Pengguna Jasa Wedding Decoration menggunakan Peta Empati pada bisnis Luxevior Decoration. 1.4 Kegunaan Penelitian

1.4.1 Aspek Teoritis

Diharapkan penelitian ini dapat menerapkan dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang didapatkan selama masa perkuliahan, khususnya ilmu entrepreneurship dan juga menambah wawasan implementasi analisis profil konsumen melalui Peta Empati. 1.4.2 Aspek Praktis

Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dan masukan bagi Luxevior Decoraion dalam mengembangkan bisnis jasa dekorasi kedepannya.

(7)

1.5 Sistematika Penulisan

Untuk mendapatkan gambaran mengenai penulisan laporan penelitian ini, akan dijelaskan model operasional penelitiannya sebagai berikut:

BAB I : PENDAHULUAN

Bab ini menguraikan tentang gambaran umum objek penelitian, latar belakang penelitian, indentifikasi masalah, tujuan peneltian, dan kegunaan penelitian, serta sistematika penelitian

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA

Dalam bab ini dijelaskan mengenai tinjauan pustaka penelitian, penelitian terdahulu, kerangka pemikiran dan ruang lingkup penelitian

BAB III : METODE PENELITIAN

Bab ini menjelaskan variabel penelitian, tahapan penelitian, populasi dan sampel, variabel operasional, teknik pengumpulan data, uji validitas dan uji reliabilitas, serta teknik analisis data yang akan digunakan pada penelitian kualitatif.

BAB IV : ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Bab ini berisi hasil penelitian dan pembahasan yang diuraikan secara sistematis sesuai dengan identifikasi masalah serta tujuan penelitian. Dalam bab ini berisikan karakteristik informan, hasil wawancara menggunakan metode Peta Empati, dan pembahasan

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini menjelaskan tentang kesimpulan yang disusun berdasarkan hasil pembahasan, sertasaran yang diberikan kepada pihak terkait.

Gambar

TABEL 1.1 LIMA JASA DEKORASI DI MEDAN

Referensi

Dokumen terkait

Petisi, yang pertama diselenggarakan oleh ilmuwan individu yang mendukung teknologi RG telah menghasilkan lebih dari 1.600 tanda tangan dari ahli ilmu tanaman mendukung pernyataan

Secara parsial, variabel kualitas layanan yang terdiri dari: dimensi variabel bukti fisik (tangibles) dan empati (emphaty) berpengaruh secara signifikan dan

Berbagai dikotomi antara ilmu – ilmu agama Islam dan ilmu – ilmu umum pada kenyataannya tidak mampu diselesaikan dengan pendekatan modernisasi sebagimana dilakukan Abduh dan

Sekolah harus melakukan evaluasi secara berkala dengan menggunakan suatu instrumen khusus yang dapat menilai tingkat kerentanan dan kapasitas murid sekolah untuk

BILLY TANG ENTERPRISE PT 15944, BATU 7, JALAN BESAR KEPONG 52100 KUALA LUMPUR WILAYAH PERSEKUTUAN CENTRAL EZ JET STATION LOT PT 6559, SECTOR C7/R13, BANDAR BARU WANGSA MAJU 51750

Penelitian ini difokuskan pada karakteristik berupa lirik, laras/ tangganada, lagu serta dongkari/ ornamentasi yang digunakan dalam pupuh Kinanti Kawali dengan pendekatan

Dari hasil perhitungan back testing pada tabel tersebut tampak bahwa nilai LR lebih kecil dari critical value sehingga dapat disimpulkan bahwa model perhitungan OpVaR

Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui yang berasal dari fosil yaitu minyak bumi dan batubara. Jawaban