i
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI BANK SOAL ELEKTRONIK DI PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGEMBANGAN
SUMBER DAYA MANUSIA, BADAN DIKLAT KEUANGAN, KEMENTERIAN KEUANGAN
NOVITA AJENG PRIMANTARI 1110093000085
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
ii
SKRIPSI
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI BANK SOAL ELEKTRONIK DI PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA, BADAN DIKLAT
KEUANGAN, KEMENTERIAN KEUANGAN
Skripsi Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Melaksanakan Kewajiban Studi Strata Satu Program Studi Sistem Informasi
Disusun Oleh:
NOVITA AJENG PRIMANTARI 1110093000085
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
FAKILTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
iii
PENGESAHAN UJIAN
Skripsi yang berjudul “Rancang Bangun Sistem Informasi Bank Soal Elektronik di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Badan Diklat Keuangan, Kementerian Keuangan” yang telah dibuat oleh Novita Ajeng Primantari (1110093000085) telah diuji dan dinyatakan lulus dalam sidang Munaqosah Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta pada 14 November 2013. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar sarjana Strata Satu (S1) Program Studi Sistem Informasi.
Tim Penguji,
Penguji I Penguji II
Nia Kumaladewi, MMSI Elvi Fetrina, MIT
NIP. 197504122007102002 NIP. 197406252009012005
Tim Pembimbing,
Pembimbing I Pembimbing II
Nur Aeni Hidayah, MMSI Suci Ratnawati, MTI
NIP. 197508182005012008 NIP.
Mengetahui,
Dekan Ketua Program Studi Sistem
v PERNYATAAN
DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI BANK SOAL ELEKTRONIK DI PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA
MANUSIA, BADAN DIKLAT KEUANGAN, KEMENTERIAN
KEUANGAN ADALAH KARYA SAYA SENDIRI DAN BELUM DIAJUKAN DALAM BENTUK APAPUN KEPADA PERGURUAN TINGGI MANA PUN. SUMBER INFORMASI YANG BERASAL ATAU DIKUTIP DARI KARYA ILMIAH YANG DITERBITKAN MAUPUN TIDAK DITERBITKAN DARI PENULIS LAIN DISEBUTKAN DALAM TEKS DAN DICANTUMKAN DALAM DAFTAR PUSTAKA DI BAGIAN AKHIR SKRIPSI INI.
Jakarta, Oktober 2013
Novita Ajeng Primantari NIM. 1110093000085
vi ABSTRAK
Novita Ajeng Primantari (1110093000085), Rancang Bangun Sistem Informasi Bank Soal Elektronik di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Badan Diklat Keuangan, Kementerian Keuangan. (Di Bawah Bimbingan Ibu Nur Aeni Hidayah dan Ibu Suci Ratnawati)
Pusdiklat PSDM, Kementerian Keuangan adalah unit organisasi eselon II yang bertugas dalam melaksanakan pendidikan dan pelatihan penjenjangan pangkat dan jabatan. Pusdiklat PSDM memiliki 3 (tiga) subbidang, salah satunya adalah Subbidang Evaluasi dan Pelaporan Kinerja yang memiliki peranan penting dalam pengelolaan bank soal. Permasalahan pada pengelolaan bank soal yang berjalan saat ini adalah semua proses dalam penyusunan instrumen pengujian mulai dari proses penulisan hingga penetapan soal masih menggunakan metode konvensional yang bersifat manual dimana penggunaan komputer hanya sebagai alat bantu dan tidak terdapat otomasi proses didalamnya. Disamping itu bank soal yang terdapat di Pusdiklat PSDM hanya menyimpan bahan uji yang dianalisis secara kualitatif (teoritis). Berdasarkan prosedur pengembangan bank soal, untuk memperoleh soal yang baik selain analisis soal secara kualitatif (teoritis) diperlukan pula analisis soal secara kuantitatif (empiris) yang meliputi dua parameter pengukuran, yaitu: tingkat kesukaran dan daya pembeda butir soal, serta analisis kualitas tes dengan uji validitas butir soal. Untuk merancang bangun sistem informasi bank soal elektronik dilakukan dengan menggunakan metode pengembangan berorientasi objek dengan model pengembangan sistem menggunakan Rapid Application
Development (RAD), untuk perancangan sistem menggunakan Unified Modeling Language (UML). Pengkodean sistem dengan platform ASP.NET menggunakan
bahasa pemrograman C# dan arsitektur MVC (Model, View, Controller). Sedangkan database yang digunakan adalah SQL Server 2008. Hasil yang diharapkan dari sistem ini adalah dapat membantu proses penulisan soal, analisis soal secara kualitatif, uji coba soal, analisis soal secara kuantitatif, dan penetapan soal sehingga dapat dihasilkan soal yang memiliki karakteristik dan dapat membantu dalam efektifitas pengelolaan bank soal yang memenuhi standar baku dalam pengembangan bank soal.
Kata Kunci: Sistem Informasi Bank Soal Elektronik, Rapid Application
Development (RAD), Unified Modelling Language (UML).
V Bab + xxv Halaman + 254 Halaman + 71 Tabel + 87 Gambar + 3 Lampiran + Daftar Pustaka
vii
KATA PENGANTAR
Assalamu‟alaikum wr. wb.
Alhamdulillahirabbil‟alamin, segala puja dan puji syukur bagi Allah SWT yang telah memberikan limpahan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga penulis dapat melaksanakan dan menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul “Rancang Bangun Sistem Informasi Bank Soal Elektronik di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Badan Diklat Keuangan, Kementerian Keuangan”. Shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya, sahabatnya, dan pengikutnya yang setia hingga akhir zaman.
Setelah seluruh penulisan skripsi ini terlaksana, ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu baik itu berupa motivasi, bimbingan, moril maupun materil, yang ditujukan kepada:
1. Bapak Agus Salim, selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi.
2. Bapak Zulfiandri, MMSI, selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi dan Ibu Qurrotul Aini, MT, selaku Sekretaris Program Studi Sistem Informasi. 3. Ibu Nur Aeni Hidayah, MMSI selaku dosen pembimbing I yang selalu
memberikan bimbingan, semangat dan meluangkan waktunya walaupun sedang sibuk, serta Ibu Suci Ratnawati, MTI, selaku dosen pembimbing II, yang selalu memberikan masukan, motivasi, dan bimbingan selama proses penyusunan skripsi ini.
viii
4. Bapak Safuadi, ST., MSc, Kepala Pusdiklat PSDM yang telah memberikan ijin dan bantuan dalam penulisan ini, sehingga skripsi ini dapat diselesaikan sesuai dengan rencana.
5. Ibu Rakhmi Khalidya, SST, Ak., M.Ak, Kepala Subbidang Evaluasi dan Pelaporan Kinerja yang membantu ketika mengumpulkan data, serta seluruh pegawai di Subbidang Evaluasi dan Pelaporan Kinerja (Evalap) Pusdiklat PSDM, Kementerian Keuangan.
6. Bapak M. Iqbal Sunardi, Ak, MBA, Bapak Romy Setiawan, SST, Ak, Bapak Suharyadi, beserta staf pada Bagian TIK, Badan Diklat Keuangan yang telah membantu di dalam penulisan skripsi ini.
7. Orang tua tersayang yang telah memberikan doa dan dukungan baik moril maupun materil, adikku Bagus Setiawan Aji yang telah menghilangkan kejenuhan, dan keluarga besar yang juga telah memberikan doa kepada penulis.
8. Ibu Pita, Bapak Bey, dan Ibu Fitroh yang memberikan saran dalam skripsi ini. 9. Sahatabat dan temanku Albai, Bias, Mas Uswandi, Radit, Shella, Chika, Aul,
Risa, Dea, Kak Afif, Kak Harits, Kak Alfian, Kak Eka, Kak Tania, Kak Ririn, Kak Icus, Kak Gia, Mas Wahyu yang selalu memberikan inspirasi dan membantu memberikan semangat.
10. Teman- teman CCIT FT UI angkatan 2008 yang sekarang kembali menjadi 1 kelas di FST-UIN angkatan 2010 kelas non-reguler yang selalu berbagi pengetahuan serta selalu ada disaat suka dan duka.
Penulis sadar bahwa penyusunan skripsi ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang dapat disampaikan
ix
ke penulis melalui Email [email protected]. Akhir kata, semoga skripsi ini bermanfaat khususnya kepada penulis sendiri dan bagi yang membacanya. Aamiin.
Wassalamu „alaikum wr. Wb
Jakarta, Oktober 2013
x DAFTAR ISI
JUDUL ... i
HALAMAN JUDUL ... ii
LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING ... iii
LEMBAR PENGESAHAN UJIAN ... iv
LEMBAR PERNYATAAN ... v
ABSTRAK ... vi
KATA PENGANTAR ... vii
DAFTAR ISI ... x
DAFTAR GAMBAR ... xvii
DAFTAR TABEL ... xxii
DAFTAR SIMBOL ... xxvi
BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Rumusan Masalah ... 5 1.3 Batasan Masalah ... 6 1.4 Tujuan Penelitian ... 7 1.5 Manfaat Penelitian ... 8
1.5.1 Manfaat Bagi Penulis ... 8
1.5.2 Manfaat Bagi Peneliti Lain ... 8
1.5.3 Manfaat Bagi Instansi ... 8
1.6 Metode Penelitian ... 9
xi
BAB II LANDASAN TEORI ... 12
2.1 Rancang Bangun ... 12
2.2 Konsep Dasar Sistem Informasi ... 12
2.2.1 Pengertian Sistem ... 12
2.2.2 Data dan Informasi ... 13
2.2.3 Siklus Informasi... 13
2.2.4 Kualitas Informasi ... 14
2.2.5 Pengertian Sistem Informasi ... 15
2.2.6 Komponen Sistem Informasi ... 15
2.3 Konsep Dasar Tes ... 16
2.3.1 Pengertian Tes ... 16
2.3.2 Bentuk-Bentuk Tes ... 16
2.3.3 Ujian Dinas di Pusdiklat PSDM ... 19
2.4 Konsep Dasar Bank Soal ... 19
2.4.1 Pengertian Bank Soal ... 19
2.4.2 Bank Soal Digital... 21
2.4.3 Karakteristik Bank Soal ... 22
2.4.4 Prinsip Dasar Pengembangan Bank Soal ... 25
2.4.5 Prosedur Pengembangan Bank Soal ... 25
2.4.5.1 Penyusunan Kisi-Kisi ... 25
2.4.5.2 Penulisan Soal atau Tes ... 26
2.4.5.3 Revisi atau Validasi Butir ... 26
2.4.5.4 Uji Coba Soal atau Tes ... 26
2.4.5.5 Analisa Butir Soal ... 28
2.4.5.6 Menyeleksi Butir Soal untuk Bank Soal Terkalibrasi ... 28
xii
2.4.6.1 Kegunaan Bank Soal ... 28
2.4.6.2 Manfaat Bank Soal ... 29
2.4.6.3 Kelemahan Bank Soal ... 30
2.5 Analisis Kualitas Tes ... 30
2.5.1 Validasi Butir Soal atau Validasi Item ... 30
2.6 Analisis Butir Soal ... 33
2.6.1 Analisis Butir Soal Secara Kualitatif ... 34
2.6.1.1 Pengertian Analisis Butir Soal Secara Kualitatif ... 34
2.6.1.2 Teknik Analisis Secara Kualitatif ... 34
2.6.2 Analisis Soal Secara Kuantitatif ... 38
2.6.2.1 Tingkat Kesukaran ... 38
2.6.2.2 Daya Pembeda (Discriminating Power) ... 40
2.7 Pengertian Object Oriented ... 42
2.8 Metode Pengembangan Sistem dengan Rapid Application Diagram (RAD) 44 2.9 Rich Picture ... 46
2.10 Matriks Masalah, Kesempatan, Tujuan, dan Batasan (Problems, Opportunities, Objectives, and Constraint Matrix ... 47
2.11 Functional dan Nonfunctional Requirement ... 48
2.12 Tools Pengembangan Sistem ... 49
2.12.1 Use Case Model Diagram ... 50
2.12.2 Activity Diagram ... 52
2.12.3 Sequence Diagram ... 52
2.12.4 Class diagram... 53
2.13 Perancangan Database ... 54
2.13.1 Relational Database Management System (RDBMS) ... 54
xiii
2.14.1 Langkah Pembentukan Normalisasi ... 55
2.15 Mengenal Jude Community ... 56
2.15.1 Konsep Dasar Jude Community ... 56
2.16 Konsep Dasar Intranet... 57
2.17 Unsur-Unsur dalam Perancangan Website ... 58
2.17.1 HTTP (HyperText Transfer Protocol) ... 58
2.17.2 Web Browser ... 58 2.17.3 Web Server ... 59 2.17.4 Website (Web)... 59 2.18 Konsep ASP.NET ... 60 2.18.1 Pengertian ASP.NET ... 60 2.18.2 Keunggulan ASP.NET ... 61 2.19 Bahasa Pemrograman C# ... 62
2.19.1 Pengertian Bahasa Pemrograman C# ... 62
2.19.2 Keunggulan Bahasa Pemrograman C# ... 62
2.20 Arsitektur Model-View-Controller (MVC) ... 63
2.20.1 Arsitektur MVC ASP.NET ... 64
2.20.2 ASP.NET MVC ... 65
2.20.3 Keunggulan ASP.NET MVC ... 66
2.21 Microsoft SQL Server 2008 ... 66
2.21.1 Keunggulan Microsft SQL Server 2008 ... 66
2.22 Pengertian IIS ... 68
2.23 Pengujian Perangkat Lunak ... 68
xiv
BAB IIIMETODOLOGI ... 72
3.1 Kerangka Penilitian... 72
3.2 Metode Pengumpulan Data ... 75
3.2.1 Observasi ... 75
3.2.2 Wawancara ... 76
3.2.3 Studi Pustaka ... 77
3.2.4 Studi Literatur... 77
3.3 Metodologi Pengembangan Sistem ... 80
3.3.1 Definisi Lingkup ... 81 3.3.2 Analisis Sistem ... 81 3.3.2.1 Analisis Masalah ... 81 3.3.2.2 Analisis Persyaratan ... 82 3.3.2.3 Analisis Keputusan ... 82 3.3.3 Perancangan Sistem ... 82 3.3.3.1 Alur Sistem ... 83
3.3.3.2 Rancangan Sistem Basis Data ... 84
3.3.3.3 Rancangan Antar Muka ... 84
3.3.4 Implementasi Sistem ... 85
3.3.4.1 Pemrograman ... 85
3.3.4.2 Pengujian Black Box ... 86
BAB IV PEMBAHASAN ... 87
4.1 Gambaran Umum Tentang Instansi ... 87
4.1.1 Profil Pusdiklat PSDM ... 87
4.1.1.1 Sejarah Pusdiklat PSDM ... 87
xv
4.1.1.4 Program Diklat ... 90
4.1.1.5 Struktur Organisasi ... 91
4.1.1.5 Uraian Tugas dan Jabatan ... 92
4.2 Definisi Lingkup ... 95
4.3 Analisis Sistem ... 96
4.3.1 Analisis Masalah ... 96
4.3.1.1 Rich Picture Sistem Berjalan ... 99
4.3.1.2 Problems, Opportunities, Oobjectives, and Constraint, Matrix ... 101
4.3.2 Analisis Persyaratan ... 106
4.3.2.1 Functional Requirement ... 106
4.3.2.2 Non Functional Requirement ... 108
4.3.3 Analisis Keputusan ... 110
4.4 Perancangan Sistem ... 114
4.4.1 Alur Sistem ... 114
4.3.1.1 Identifikasi Use Case dan Aktor ... 115
4.3.1.2 Use Case Diagram ... 118
4.3.1.3 Deskripsi Use Case Tingkat Perancangan ... 120
4.3.1.4 Activity Diagram ... 145
4.3.1.5 Class Diagram ... 171
4.3.1.6 Sequence Diagram ... 180
4.4.2 Rancangan Sistem Basis Data ... 204
4.4.2.1 Normalisasi ... 204
xvi
4.4.3 Rancangan Antar Muka ... 224
4.5 Implementasi Sistem ... 240
4.5.1 Konstruksi Perangkat Lunak ... 240
4.5.2 Penyiapan Rencana Implementasi Jaringan ... 241
4.5.3 Spesifikasi Hardware ... 242
4.6 Uji Coba ... 243
BAB V PENUTUP ... 252
5.1 Kesimpulan... 252
xvii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Siklus Informasi/Siklus Pengolahan ... 13
Gambar 2.2 Lima Komponen Sistem Informasi ... 15
Gambar 2.3 Langkah Analisis Butir Soal ... 33
Gambar 2.4 Strategi Rapid Application Development (RAD) ... 45
Gambar 2.5 Contoh Diagram Model Use Case ... 51
Gambar 2.6 Contoh Model Activity Diagram ... 52
Gambar 2.7 Contoh Model Sequence Diagram ... 53
Gambar 2.8 Contoh Model Class diagram ... 55
Gambar 2.9 Diagram Arsitektur MVC ... 64
Gambar 3.1 Kerangka Penelitian ... 73
Gambar 4.1 Struktur Organisasi Bidang Penjenjangan Pangkat dan Peningkatan.... Kompetensi Pusdiklat PSDM ... 92
Gambar 4.2 Rich Picture Analisis Sistem Berjalan ... 99
Gambar 4.3 Rich Picture Sistem Usulan... 105
Gambar 4.4 Use Case Diagram Sistem Usulan Pada Sistem Informasi Bank Soal Elektronik ... 119
Gambar 4.5 Activity Diagram Dari Use Case Login ... 145
Gambar 4.6 Activity Diagram Dari Use Case Manajemen User ... 146
Gambar 4.7 Activity Diagram Dari Use Case Pengaturan Akun ... 147
Gambar 4.8 Activity Diagram Dari Use Case Pengaturan Peranan ... 148
Gambar 4.9 Activity Diagram Dari Use Case Manajemen Data ... 149
Gambar 4.10 Activity Diagram Dari Use Case Manajemen Jabatan ... 150
xviii
Gambar 4.12 Activity Diagram Dari Use Case Manajemen Tipe Soal ... 152
Gambar 4.13 Activity Diagram Dari Use Case Manajemen Mata Pelajaran ... 153
Gambar 4.14 Activity Diagram Dari Use Case Manajemen Materi ... 154
Gambar 4.15 Activity Diagram Dari Use Case Manajemen Data Kisi-Kisi ... 155
Gambar 4.16 Activity Diagram Dari Use Case Manajemen Jadwal ... 156
Gambar 4.17 Activity Diagram Dari Use Case Membuat Soal ... 157
Gambar 4.18 Activity Diagram Dari Use Case Unduh Kisi-Kisi ... 158
Gambar 4.19 Activity Diagram Dari Use Case Manajemen Soal ... 159
Gambar 4.20 Activity Diagram Dari Use Case Melakukan Analisis... Kualitatif ... 160
Gambar 4.21 Activity Diagram Dari Use Case Melihat Pedoman ... Analisis Kualitatif ... 161
Gambar 4.22 Activity Diagram Dari Use Case Review Soal ... 162
Gambar 4.23 Activity Diagram Dari Use Case Pengaturan Uji Coba Soal ... 163
Gambar 4.24 Activity Diagram Dari Use Case Melakukan Uji Coba Soal ... 164
Gambar 4.25 Activity Diagram Dari Use Case Melakukan Analisis... Kuantitatif Soal……… …..165
Gambar 4.26 Activity Diagram Dari Use Case Melihat Pedoman Analisis Kuantitatif………166
Gambar 4.27 Activity Diagram Dari Use Case Melakukan Analisa Soal ... 166
Gambar 4.28 Activity Diagram Dari Use Case Penetapan Soal ... 167
Gambar 4.29 Activity Diagram Dari Use Case Mendownload Master Soal ... 168
Gambar 4.30 Activity Diagram Dari Use Case Melihat Notifikasi Jadwal ... 169
Gambar 4.31 Activity Diagram Dari Use Case Setting Profil ... 169
xix
Gambar 4.33 Activity Diagram Dari Use Case Logout ... 171
Gambar 4.34 Class Diagram Sistem Informasi Bank Soal Elektronik ... 177
Gambar 4.35 Sequence Diagram Login ... 180
Gambar 4.36 Sequence Diagram Sub Menu Pengaturan Akun ... 181
Gambar 4.37 Sequence Diagram Sub Menu Pengaturan Peranan ... 182
Gambar 4.38 Sequence Diagram Sub Menu Manajemen Jabatan ... 183
Gambar 4.39 Sequence Diagram Sub Menu Manajemen Pusdiklat... 184
Gambar 4.40 Sequence Diagram Sub Menu Manajemen Tipe Soal ... 185
Gambar 4.41 Sequence Diagram Sub Menu Manajemen Mata Pelajaran ... 186
Gambar 4.42 Sequence Diagram Sub Menu Manajemen Materi ... 187
Gambar 4.43 Sequence Diagram Sub Menu Majamenen Data Kisi ... 188
Gambar 4.44 Sequence Diagram Notifikasi Jadwal ... 190
Gambar 4.45 Sequence Diagram Sub Menu Unduh Kisi-Kisi ... 192
Gambar 4.46 Sequence Diagram Sub Menu Manajemen Soal ... 193
Gambar 4.47 Sequence Diagram Sub Menu Pedoman Analisis Kualitatif ... 195
Gambar 4.48 Sequence Diagram Sub Menu Unduh Kisi-Kisi ... 195
Gambar 4.49 Sequence Diagram Sub Menu Review Soal ... 196
Gambar 4.50 Sequence Diagram Pengaturan Uji Coba Soal ... 198
Gambar 4.51 Sequence Diagram Uji Coba Soal ... 199
Gambar 4.52 Sequence Diagram Sub Menu Pedoman Analisis Kuantitatif ... 200
Gambar 4.53 Sequence Diagram Sub Menu Analisa Soal ... 201
Gambar 4.54 Sequence Diagram Sub Menu Penetapan Soal ... 202
Gambar 4.55 Sequence Diagram Sub Menu Master Soal... 203
Gambar 4.56 Sequence Diagram Sub Menu Notifikasi Jadwal ... 203
Gambar 4.57 Sequence Diagram Sub Menu Ubah Password... 204
xx
Gambar 4.59 Desain Relasi Database Bank Soal ... 217
Gambar 4.60 Rancangan Halaman Login ... 227
Gambar 4.61 Rancangan Halaman Home Admin ... 227
Gambar 4.62 Rancangan Halaman Pengaturan Akun ... 228
Gambar 4.63 Rancangan Halaman Pengaturan Peranan ... 228
Gambar 4.64 Rancangan Halaman Manajemen Jabatan ... 229
Gambar 4.65 Rancangan Halaman Manajemen Pusdiklat ... 229
Gambar 4.66 Rancangan Halaman Manajemen Tipe Soal ... 230
Gambar 4.67 Rancangan Halaman Mata Pelajaran ... 230
Gambar 4.68 Rancangan Halaman Materi ... 231
Gambar 4.69 Rancangan Halaman Manajemen Data Kisi... 231
Gambar 4.70 Rancangan Halaman Manajemen Jadwal... 232
Gambar 4.71 Rancangan Halaman Home Pembuat Soal ... 232
Gambar 4.72 Rancangan Halaman Unduh Kisi ... 233
Gambar 4.73 Rancangan Halaman Manajemen Soal ... 233
Gambar 4.74 Rancangan Halaman Home Reviewer ... 234
Gambar 4.75 Rancangan Halaman Pedoman Analisis Kualitatif ... 234
Gambar 4.76 Rancangan Halaman Review Soal ... 235
Gambar 4.77 Rancangan Halaman Review Butir Soal... 235
Gambar 4.78 Rancangan Form Review Butir Soal ... 236
Gambar 4.79 Rancangan Halaman Home Kasubbid Evalap ... 237
Gambar 4.80 Rancangan Halaman Pengaturan Uji Coba Soal ... 237
Gambar 4.81 Rancangan Form Edit Uji Coba dan Tambah Testee ... 238
Gambar 4.82 Rancangan Halaman Home Testee ... 238
Gambar 4.83 Rancangan Halaman Uji Coba Soal... 238
xxi
Gambar 4.85 Rancangan Halaman Analisa Soal ... 240
Gambar 4.86 Rancangan Halaman Penetapan Soal ... 241
Gambar 4.87 Rancangan Halaman Master Soal ... 241
Gambar 4.88 Rancangan Halaman Ubah Password ... 242
xxii
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Aspek Telaah Soal Pilihan Ganda ... 36 Tabel 2.2 Penilaian Skala Guttman………...37 Tabel 2.3 Kriteria Interpretasi ... 37 Tabel 2.4 Indeks Kesukaran ... 39 Tabel 2.5 Klasifikasi Daya Pembeda ... 42 Tabel 3.1 Studi Literatur ... 78 Tabel 4.1 Deskripsi Pekerjaan ... 94 Tabel 4.2 Cause and Effect Analysis (Analisis Sebab Akibat) ... 102 Tabel 4.3 System Improvement Objectives (Tujuan Perbaikan Sistem) ... 104 Tabel 4.4 Nonfunctional Requirement ... 108 Tabel 4.5 Identifikasi Aktor ... 115 Tabel 4.6 Identifikasi Use Case ... 115 Tabel 4.7 Spesifikasi Naratif Untuk Use Case Login ... 120 Tabel 4.8 Spesifikasi Naratif Untuk Use Case Manajemen User ... 121 Tabel 4.9 Spesifikasi Naratif Untuk Use Case Pengaturan Akun ... 121 Tabel 4.10 Spesifikasi Naratif Untuk Use Case Pengaturan Peranan ... 122 Tabel 4.11 Spesifikasi Naratif Untuk Use Case Manajemen Data ... 123 Tabel 4.12 Spesifikasi Naratif Untuk Use Case Manajemen Jabatan ... 124 Tabel 4.13 Spesifikasi Naratif Untuk Use Case Manajemen Pusdiklat... 125 Tabel 4.14 Spesifikasi Naratif Untuk Use Case Manajemen Tipe Soal ... 126 Tabel 4.15 Spesifikasi Naratif Untuk Use Case Manajemen Mata Pelajaran ... 126 Tabel 4.16 Spesifikasi Naratif Untuk Use Case Manajemen Materi ... 127 Tabel 4.17 Spesifikasi Naratif Untuk Use Case Manajemen Data Kisi-Kisi... 128
xxiii
Tabel 4.18 Spesifikasi Naratif Untuk Use Case Manajemen Jadwal ... 129 Tabel 4.19 Spesifikasi Naratif Untuk Use Case Membuat Soal ... 130 Tabel 4.20 Spesifikasi Naratif Untuk Use Case Unduh Kisi-Kisi ... 130 Tabel 4.21 Spesifikasi Naratif Untuk Use Case Manajemen Soal ... 131 Tabel 4.22 Spesifikasi Naratif Untuk Use Case Melakukan Analisis Kualitatif .... Soal ... 131 Tabel 4.23 Spesifikasi Naratif Untuk Use Case Melihat Pedoman Analisis ... Kualitatif... 133 Tabel 4.24 Spesifikasi Naratif Untuk Use Case Review Soal ... 134 Tabel 4.25 Spesifikasi Naratif Untuk Use Case Pengaturan Uji Coba Soal ... 135 Tabel 4.26 Spesifikasi Naratif Untuk Use Case Melakukan Uji Coba Soal ... 137 Tabel 4.27 Spesifikasi Naratif Untuk Use Case Melakukan Analisis Kuantitatif .. Soal ... 138 Tabel 4.28 Spesifikasi Naratif Untuk Use Case Melihat Pedoman Analisis ... Kuantitatif Soal ... 139 Tabel 4.29 Spesifikasi Naratif Untuk Use Case Melakukan Analisa Soal ... 140 Tabel 4.30 Spesifikasi Naratif Untuk Use Case Penetapan Soal ... 141 Tabel 4.31 Spesifikasi Naratif Untuk Use Case Mendownload Master Soal ... 142 Tabel 4.32 Spesifikasi Naratif Untuk Use Case Setting Profil... 143 Tabel 4.33 Spesifikasi Naratif Untuk Use Case Ubah Password ... 144 Tabel 4.34 Spesifikasi Naratif Untuk Use Case Logout ... 142 Tabel 4.35 Objek Potensial Class Diagram ... 144 Tabel 4.36 Daftar Objek Potensial ... 171 Tabel 4.37 Daftar Objek yang Diusulkan ... 172 Tabel 4.38 Tabel Normalisasi 2NF User Profile ... 206 Tabel 4.39 Tabel Normalisasi 2NF Jabatan ... 207 Tabel 4.40 Tabel Normalisasi 2NF Pusdiklat ... 207
xxiv
Tabel 4.41 Tabel Normalisasi 2NF Mata Pelajaran ... 208 Tabel 4.42 Tabel Normalisasi 2NF Materi... 208 Tabel 4.43 Tabel Normalisasi 2NF Kisi Soal... 209 Tabel 4.44 Tabel Normalisasi 2NF Tipe Soal ... 210 Tabel 4.45 Tabel Normalisasi 2NF Jadwal ... 210 Tabel 4.46 Tabel Normalisasi 2NF Jadwal User ... 211 Tabel 4.47 Tabel Normalisasi 2NF Soal ... 212 Tabel 4.48 Tabel Normalisasi 2NF Butir Soal ... 212 Tabel 4.49 Tabel Normalisasi 2NF Uji Coba Soal ... 214 Tabel 4.50 Tabel Normalisasi 2NF Testee ... 215 Tabel 4.51 Tabel Normalisasi 2NF Audit Log ... 215 Tabel 4.52 Tabel User Profile ... 218 Tabel 4.53 Tabel Jabatan ... 219 Tabel 4.54 Tabel Pusdiklat ... 219 Tabel 4.55 Tabel Mata Pelajaran ... 219 Tabel 4.56 Tabel Materi ... 220 Tabel 4.57 Tabel Kisi Soal ... 220 Tabel 4.58 Tabel Tipe Soal ... 221 Tabel 4.59 Tabel Jadwal ... 221 Tabel 4.60 Tabel Jadwal User ... 222 Tabel 4.61 Tabel Soal ... 222 Tabel 4.62 Tabel Butir Soal ... 223 Tabel 4.63 Tabel Uji Coba ... 224 Tabel 4.64 Tabel Testee Detail ... 225 Tabel 4.65 Tabel Audit Log ... 226 Tabel 4.66 Daftar Tools Pengembangan Perangkat Lunak Sistem ... 243
xxv
Tabel 4.67 Testing Konten Halaman Admin ... 245 Tabel 4.68 Testing Konten Halaman Pembuat Soal ... 248 Tabel 4.69 Testing Konten Halaman Reviewer ... 249 Tabel 4.70 Testing Konten Halaman Testee ... 251 Tabel 4.71 Testing Konten Halaman Kasubbid Evalap ... 251
xxvi
DAFTAR SIMBOL
Diagram UML (Unified Modelling Language)
No. Nama Diagram Simbol Nama
1 Use Case Diagram
Actor Use Case Generalization <<include>> Include Association 2 Class diagram Class Generalization Include Association 1 , 1..* Multiplicity 3 Sequence Diagram Lifeline (boundary) Lifeline (Control)
xxvii Lifeline (Entity) Message Message Message Lifeline (actor) Execution Occurance 4 Activity Diagram Titik Awal Titik Akhir Activity Pilihan untuk mengambil keputusan Fork
1 BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sebagai salah satu unit eselon II yang berada di bawah Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK), Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Pusdiklat PSDM) memiliki peranan dalam membina pendidikan, pelatihan, dan pengembangan sumber daya manusia di bidang penjenjangan pangkat, kompetensi dan kepemimpinan, membina penyelenggaraan tes kompetensi, serta melaksanakan pengelolaan beasiswa berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. Hal ini berdasarkan pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 184/PMK.01.2010 tanggal 11 Oktober 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan.
Pusdiklat PSDM terdiri dari tiga subbidang, salah satunya adalah Subbidang Evaluasi dan Pelaporan Kinerja (Evalap) yang memiliki peran penting, yaitu mengelola materi tes (soal) atau disebut juga pengelolaan bank soal. Selama ini yang menjadi permasalahan dalam pengelolaan bank soal di Pusdiklat PSDM adalah bank soal hanya digunakan sebagai tempat pengumpulan soal ujian dinas berbentuk folder di dalam komputer, dimana proses pembuatan materi tes (soal) sampai dengan penetapan soal dilakukansecara konvensional atau manual, sehingga menimbulkan beberapa permasalahan.
Permasalahan-permasalahan tersebut diantaranya, pada proses penulisan soal dimana antara pembuat soal yang satu dengan yang lainnya memiliki format penulisan soal yang berbeda akibat belum adanya standarisasi format yang digunakan sehingga pengelolaan soal menjadi lebih sulit. Terkadang pembuat soal juga menyerahkan soal dalam bentuk
hardcopy tanpa menyertakan softcopy soal sehingga soal tersebut harus
diketik ulang oleh petugas penerima soal untuk disimpan ke dalam bank soal.
Soal yang telah terkumpul di dalam bank soal kemudian ditelaah (review) oleh tim reviewer dengan cara berdiskusi menelaah butir-butir soal berdasarkan kaidah penulisan soal. Proses telaah soal ini memakan waktu yang lama terutama pada saat berdiskusi untuk menghasilkan soal yang baik. Soal yang telah ditelaah kemudian dipilih oleh Kasubbid Evalap untuk dikeluarkan dalam tes. Proses penetapan soal ini masih menggunakan standar perkiraan karena belum terdapat standar baku untuk memilih butir soal yang layak untuk dikeluarkan dalam tes.
Menurut Sumardyono & Wiworo (2011), bank soal merupakan sekumpulan butir soal terkalibrasi (teruji) baik secara teoritis maupun empiris dan memuat informasi penting sehingga dapat dengan mudah dipergunakan dalam penyusunan sebuah instrumen penilaian (tes). Berdasarkan definisi tersebut, maka perlu adanya pengujian soal secara kualitatif (teoritis) maupun kuantitatif (empiris) sebelum soal dikeluarkan untuk ujian guna menghasilkan instrumen penilaian yang valid (shahih).
Berdasarkan hasil penelitian dan wawancara yang dilakukan kepada Kepala Subbidang Evalap Pusdiklat PSDM, soal yang dimasukkan ke dalam bank soal hanya dilakukan sampai pada tahap analisis secara kualitatif. Soal-soal tersebut belum dilakukan analisis secara kuantitatif sehingga tidak diketahui kualitas soal dari segi validitas item (butir soal) dan karakteristik butir soal berupa tingkat kesukaran dan daya pembeda butir soal. Soal yang telah ditelaah secara kualitatif (teoritis) memang baik, namun belum tentu di lapangan juga baik, sehingga analisis soal secara kuantitatif perlu dilakukan.
Untuk mendukung kelancaran mekanisme pengelolaan bank soal sesuai dengan prosedur pengembangan bank soal dan untuk menunjang kesuksesan penyelenggaraan setiap ujian, maka diperlukan sistem informasi bank soal elekronik yang memiliki banyak keuntungan dibandingkan dengaan bank soal sistem manual, terutama terkait pengelolaan dan
kemudahan akses (Sumardyono & Wiworo, 2011). Squires (2003) dalam jurnalnya yang berjudul Item Bank Approach To
Testing mendefinisikan bank soal sebagai katalog butir soal yang
diklasifikasikan berdasarkan pengukuran isi soal dan kesulitan dalam menjawab soal dengan benar (mudah, sedang, dan sulit). Sedangkan Ward (2004) dalam jurnalnya yang berjudul Guidelines for Developments of Item
Banks menjelaskan bahwa bank soal merupakan koleksi butir soal yang
mudah dipergunakan untuk menyiapkan sebuah penilaian.
Terdapat beberapa penelitian yang dilakukan dalam pengembangan bank soal. Widiya (2003), menjelaskan bahwa bank soal dapat menjadi salah satu alternatif utama untuk memenuhi pelaksanaan ujian yang lebih
fleksibel serta dapat meningkatkan kualitas sistem yang diberikan oleh bank soal. Pada tahun berikutnya, Anitasari (2004) melakukan penelitian mengenai bank soal yang dapat digunakan sebagai model evaluasi hasil pembelajaran dan analisis butir soal. Di tahun berikutnya, Nasbey (2005) mengemukakan bahwa bank soal dapat membantu dalam menyusun soal dan mempermudah dalam mekanisme pelacakan soal untuk divalidasi. Empat tahun kemudian Suprawa dkk (2009) dalam penelitiannya menyatakan bahwa bank soal digunakan sebagai manajemen data yang dapat dilakukan secara otomatis.
Di tahun berikutnya Adisuryanto dkk (2010) dalam panduan petunjuk teknis analisis butir soal di SMA, menyampaikan bahwa bank soal digunakan sebagai tempat untuk menampung soal yang bermutu yang dapat digunakan untuk membuat keputusan tentang penilaian. Pada tahun berikutnya Hidayanto (2011) menjelaskan bahwa butir-butir soal yang dimasukkan ke dalam rintisan bank soal adalah butir soal yang memiliki karakteristik baik, yakni memenuhi beberapa syarat soal yang baik antara lain tingkat kesulitan, daya beda, dan proporsi pemilih. Kemudian Sunarti dkk (2012) menambahkan jika bank soal dan pembahasan soal ujian dapat membantu meningkatkan kematangan persiapan peserta dalam menghadapi ujian serta mengungkapkan kualitas bank soal. Di tahun yang sama Anggara (2012) melakukan penelitian mengenai bank soal yang dapat dijadikan sebagai alat uji instrumen bagi soal-soal yang dimiliki oleh guru.
Berdasarkan permasalahan dan kebutuhan yang ada inilah penulis melakukan penelitian dengan mengambil judul: “Rancang Bangun Sistem
Informasi Bank Soal Elektronik di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Badan Diklat Keuangan, Kementerian Keuangan”. Untuk mendukung sistem diatas penulis menggunakan ASP.NET dengan C# sebagai bahasa pemrograman dan arsitektur MVC (Model, View, Controller). Sedangkan database yang digunakan adalah SQL Server 2008.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan hasil pengamatan pada sistem yang berjalan di Pusdiklat PSDM, maka dapat diidentifikasikan permasalahan sebagai berikut:
1. Pada proses penulisan soal, antara pembuat soal yang satu dengan yang lainnya memiliki format penulisan soal yang berbeda akibat belum terdapat standarisasi format soal yang digunakan sehingga pengelolaan soal lebih sulit.
2. Pembuat soal menyerahkan soal secara langsung dalam bentuk
hardcopy sehingga soal tersebut harus diketik ulang oleh petugas
penerima soal dan memungkinkan terjadinya kebocoran soal.
3. Proses review soal dilakukan dengan teknik moderator (berdiskusi) sehingga memakan waktu yang lama.
4. Proses penetapan soal menggunakan standar perkiraan karena belum terdapat standar baku untuk memilih butir soal yang layak untuk dikeluarkan dalam tes.
5. Soal yang dimasukkan ke dalam bank soal hanya dilakukan sampai pada tahap analisis secara kualitatif. Soal tersebut belum dilakukan analisis secara kuantitatif sehingga belum memiliki karakteristik butir soal yang baik secara empiris.
Dari identifikasi masalah tersebut di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana menganalisis dan merancang Sistem Informasi Bank Soal Elektronik di Pusdiklat PSDM, Badan Diklat Keuangan, Kementerian Keuangan?
2. Bagaimana membuat Sistem Informasi Bank Soal Elektronik di Pusdiklat PSDM, Badan Diklat Keuangan, Kementerian Keuangan yang sesuai dengan prosedur pengembangan bank soal?
1.3 Batasan Masalah
Agar penelitian ini lebih fokus dan terarah, maka penelitian dilakukan dengan batasan masalah sebagai berikut:
1. Penelitian hanya dilakukan di Pusdiklat PSDM, Badan Diklat Keuangan, Kementerian Keuangan pada Subbidang Evaluasi dan Pelaporan Kinerja.
2. Hanya menyimpan soal-soal untuk ujian dinas dan jenis soal yang dipakai adalah soal pilihan ganda.
3. Analisis kualitas tes menggunakan uji validitas butir soal, sedangkan analisis butir soal secara kuantitatif meliputi dua parameter pengukuran, yaitu: tingkat kesukaran dan daya pembeda butir soal.
4. Sistem informasi bank soal elektronik ini digunakan oleh admin, pembuat soal, reviewer, testee, dan Kasubbid Evaluasi dan Pelaporan Kinerja (Kasubbid Evalap).
5. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah model Rapid
Application Development (RAD) dengan perancangan sistem
menggunakan Unified Modelling Language (UML), dan tools yang digunakan dalam pengembangan sistem menggunakan ASP.NET dengan bahasa pemrograman C# dan arsitektur MVC (Model, View,
Controller). Sedangkan database yang digunakan adalah SQL Server
2008 dan IIS 7 sebagai web server.
6. Penelitian ini hanya dilakukan sampai tahap implementasi.
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan utama dari penelitian ini adalah menghasilkan suatu rancang bangun Sistem Informasi Bank Soal Elektronik di Pusdiklat PSDM, Badan Diklat Keuangan, Kementerian Keuangan, sedangkan tujuan khusus dari penelitian ini untuk menghasilkan:
1. Analisis dan perancangan Sistem Informasi Bank Soal Elektronik di Pusdiklat PSDM, Badan Diklat Keuangan, Kementerian Keuangan. 2. Membuat Sistem Informasi Bank Soal Elektronik yang sesuai dengan
prosedur pengembangan bank soal di Pusdiklat PSDM, Badan Diklat Keuangan, Kementerian Keuangan.
1.5 Manfaat Penelitian
1.5.1 Manfaat Bagi Penulis
Manfaat yang dapat diambil oleh penulis dari penelitian ini, yaitu: 1. Memahami proses kerja sistem dan implementasinya yang sesuai
dengan sasaran dan tujuan.
2. Penulis dapat lebih memahami konsep rancang bangun Sistem Informasi Bank Soal Elektronik di Pusdiklat PSDM, Badan Diklat Keuangan, Kementerian Keuangan secara umum.
3. Untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan stara satu (S1) Program Studi Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.
1.5.2 Manfaat Bagi Peneliti Lain :
Manfaat yang dapat diambil oleh peneliti lain dari penelitian ini, yaitu: 1. Penelitian ini dapat menjadi referensi untuk penelitian-penelitian selanjutnya yang ingin mengembangkan Sistem Informasi Bank Soal Elektronik.
1.5.3 Manfaat Bagi Instansi:
Manfaat yang dapat diambil oleh instansi dari penelitian ini, yaitu: 1. Memberikan kemudahan dalam membuat instrumen tes yang berkualitas
sesuai dengan prosedur pengembangan bank soal.
2. Dapat menangani masalah pembuatan dan pengelolaan bank soal yang sebelumnya masih dilakukan secara manual.
1.6 Metode Penelitian
1.6.1 Metode Pengumpulan Data
Metode yang digunakan dalam pengumpulan data antara lain: 1. Observasi
Pengumpulan data secara observasi dilakukan dengan melihat langsung proses dan kegiatan bisnis yang berjalan, terkait dengan pengelolaan bank soal yang masih dilakukan secara manual di Pusdiklat PSDM, Badan Diklat Keuangan, Kementerian Keuangan. Observasi dilakukan pada tanggal 1 Februari 2013 hingga 15 Februari 2013. Kegiatan pengamatan langsung ini dilakukan di bawah pengawasan Ibu Rakhmi Khalidya selaku Kepala Subbidang Evalap
dari Pusdiklat PSDM.
2. Wawancara
Wawancara ini dimulai pada tanggal 1 Februari 2013. Wawancara dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada pihak-pihak yang terkait dengan segala kebutuhan yang diperlukan dalam pembuatan sistem informasi bank soal elektronik pada Pusdiklat PSDM, Kementerian Keuangan, dalam hal ini adalah Kepala Subbidang Evalap, yaitu Ibu Rakhmi Khalidya, Bapak Seger selaku widyaiswara atau pembuat soal, dan petugas penyelenggara diklat. 3. Studi Literatur / Pustaka
Metode ini dilakukan dengan menelusuri literatur yang ada serta menelaahnya secara tekun. Studi pustaka dilakukan sebagai bahan tambahan dalam membantu penelitian agar konsep yang akan diangkat
lebih terarah, sehingga memudahkan saat akan melakukan proses pengumpulan data. Membaca dan mempelajari buku konsep sistem informasi, metode analisa dan desain sistem informasi, bank soal, analisa soal, buku pemrograman dan database, artikel dari internet maupun sumber informasi lainnya yang berkaitan dengan pembahasan pada penelitian ini.
1.6.2 Metode Pengembangan Sistem
Metode pengembangan sistem yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode berorientasi objek dengan model pengembangan Rapid Application Development (RAD). Dalam metode pengembangan sistem ini menggunakan notasi UML (Unified
Modelling Language).
1.7 Sistematika Penulisan
Dalam penyusunan skripsi ini sistematika penulisan terdiri dari 5 (lima) bab dengan uraian masing-masing bab sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisikan latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode penelitian yang digunakan serta sistematika penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini menguraikan teori-teori yang berhubungan dengan konsep rancang bangun sistem informasi bank soal elektronik.
BAB III METODE PENELITIAN
Bab ini menguraikan secara rinci metode penelitian yang digunakan dalam analisis dan perancangan sistem. Metode yang digunakan antara lain metode pengumpulan data dan metode pengembangan sistem. Pada metode pengumpulan data, penulis menggunakan metode penelitian observasi, wawancara, dan studi literatur/pustaka. Metode pengembangan sistem, penulis menggunakan metode pengembangan RAD (Rapid Application
Development).
BAB IV PEMBAHASAN
Bab ini menguraikan rancang bangun sistem informasi bank soal elektronik pada Pusdiklat PSDM, Kementerian Keuangan. Sehingga pada bab ini pembaca dapat memahami bagaimana alur dari sistem yang digambarkan dengan menggunakan UML (Unified Modeling Language) yaitu yang terdiri dari Use Case
diagram, activity diagram, class diagram, dan sequence diagram.
BAB V PENUTUP
Bab ini merupakan penutup yang berisi kesimpulan dari uraian yang sudah diterangkan pada bab-bab sebelumnya, hasil pemecahan masalah yang diperoleh dari penelitian ini, serta beberapa saran perbaikan untuk pengembangan lebih lanjut.
12 BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Rancang Bangun
Rancang merupakan serangkaian prosedur untuk menerjemahkan hasil analisa dari sebuah sistem ke dalam bahasa pemrograman untuk mendeskripsikan dengan detail bagaimana komponen-komponen sistem diimplementasikan (Pressman, 2002). Rancangan sistem adalah penentuan proses dan data yang diperlukan oleh sistem baru (McLeod, 2002).
Sedangkan pengertian pembangunan sistem adalah kegiatan menciptakan sistem baru maupun mengganti atau memperbaiki sistem yang telah ada baik secara keseluruhan maupun sebagian (Pressman, 2002).
Dengan demikian pengertian rancang bangun merupakan kegiatan menerjemahkan hasil analisa ke dalam bentuk paket perangkat lunak kemudian menciptakan sistem tersebut untuk memperbaiki sistem yang sudah ada.
2.2 Konsep Dasar Sistem Informasi 2.2.1 Pengertian Sistem
Pada dasarnya sistem adalah sekumpulan elemen-elemen yang terintegrasi untuk mencapai tujuan tertentu. Ini dikemukakan oleh beberapa ahli sistem yang mengemukakan bahwa sistem adalah sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan (McLeod & Schell, 2004). Sedangkan Ladjamuddin (2005),
mengemukakan bahwa suatu sistem adalah sekumpulan objek-objek saling berelasi dan berinteraksi serta hubungan antar objek dapat dilihat sebagai satu kesatuan yang dirancang untuk mencapai suatu tujuan.
2.2.2 Data dan Informasi
Menurut Turban et al. (2005), data adalah deskripsi dasar tentang sesuatu, kejadian, kegiatan, dan transaksi yang ditangkap, direkam, disimpan, dan diklasifikasikan namun tidak terorganisir untuk menyampaikan suatu arti khusus. Sedangkan informasi menurut McLeod (2004) adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berarti bagi penerimanya. Dari definisi informasi data, maka dapat disimpulkan, bahwa informasi adalah data yang diolah menjadi sebuah bentuk yang lebih berguna bagi penerima dan dapat bermanfaat untuk pengambilan keputusan.
2.2.3 Siklus Informasi
Untuk memperoleh informasi yang bermanfaat bagi penerimanya, maka perlu dijelaskan bagaimana siklus yang dibutuhkan dalam menghasilkan informasi sebagai berikut.
Gambar 2.1 Siklus Informasi atau Siklus Pengolahan (Ladjamuddin, 2005) Input (Data) Proses (Pengolahan Data) Output (Informasi)
2.2.4 Kualitas Informasi
Menurut Ladjamuddin (2005), kualitas informasi (quality of
Information) sangat dipengaruhi atau ditentukan oleh 6 hal sebagai berikut:
a. Relevan (relevancy)
Seberapa jauh tingkat relevansi informasi tersebut terhadap kenyataan kejadian masa lalu, kejadian hari ini dan kejadian yang akan datang. b. Akurat (Accuracy)
Suatu informasi dikatakan berkualitas jika kebutuhan informasi tersebut telah tersampaikan (completeneess), sesuai (correctness), dan sistem yang diinginkan aman (security).
c. Tepat Waktu (Timeliness)
Berbagai proses dapat diselesaikan dengan tepat waktu, laporan-laporan yang dibutuhkan dapat disampaikan tepat waktu.
d. Ekonomis (Economy)
Informasi yang dihasilkan memiliki daya jual yang tinggi, serta biaya operasional untuk menghasilkan informasi tersebut minimal.
e. Efisien (Efficiency)
Informasi yang berkualitas memiliki sintaks ataupun kalimat yang sederhana (tidak berbelit-belit) namun mampu memberikan makna dan hasil yang mendalam atau bahkan menggetarkan setiap orang atau benda apapun yang menerimanya.
f. Dapat Dipercaya (Reliability)
Informasi tersebut berasal dari sumber yang dapat dipercaya dan telah teruji tingkat kejujurannya.
2.2.5 Pengertian Sistem Informasi
Jogiyanto (2005), menyebutkan bahwa sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. Sedangkan Ladjamuddin (2005) mendefinisikan bahwa sistem informasi adalah sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat dilaksanakan akan memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan atau untuk mengendalikan organisasi.
2.2.6 Komponen Sistem Informasi
Terdapat lima komponen dalam sistem informasi, diantaranya adalah
hardware dan software yang berfungsi sebagai mesin, manusia dan prosedur
yang merupakan manusia dan tata cara menggunakan mesin, dan data yang merupakan jembatan penghubung antara manusia dan mesin agar terjadi suatu proses pengolahan data (Ladjamuddin, 2005). Berikut ini merupakan ilustrasi dari kelima komponen tersebut.
Mesin Manusia Gambar 2.2 Lima komponen Sistem Informasi (Ladjamuddin, 2005) Hardware (Perangkat Keras) Software (Perangkat Lunak) DATA Procedures (Prosedur) People (Manusia)
2.3 Konsep Dasar Tes 2.3.1 Pengertian Tes
Tes sebagai alat penilaian adalah pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada siswa untuk mendapat jawaban dari siswa dalam bentuk lisan (tes tulisan), bentuk tulisan (tes tulisan), atau dalam bentuk perbuatan (tes tindakan) (Sudjana, 2010). Sedangkan menurut Masduki (2009), tes secara sederhana dapat diartikan sebagai himpunan pertanyaan yang harus dijawab, pernyataan-pernyataan yang harus dipilih/ditanggapi, atau tugas-tugas yang harus dilakukan oleh peserta tes dengan tujuan untuk mengukur suatu aspek tertentu dari peserta tes.
Tes pada dasarnya adalah alat ukur atribut psikologis yang objektif atas sampel perilaku tertentu. Dalam psikologi, tes dapat diklasifikasikan menjadi empat, yaitu (Masduki, 2009): (1) tes yang mengukur intelegensia umum yang dirancang untuk mengukur kemampuan umum seseorang dalam tugas; (2) tes yang mengukur kemampuan khusus atau tes bakat yang dibuat untuk mengungkap kemampuan potensial dalam bidang tertentu; (3) tes yang ditujukan untuk mengukur prestasi yang digunakan untuk mengungkapkan kemampuan aktual sebagai hasil belajar; (4) tes yang mengungkapkan aspek kepribadian (personality assesment) yang bertujuan mengungkapkan karakteristik individual subjek dalam aspek yang diukur.
2.3.2 Bentuk-Bentuk Tes
1. Tes Subjektif
Tes subjektif umumnya berbentuk esai (uraian). Tes bentuk esai adalah sejenis tes kemajuan belajar yang memerlukan jawaban yang bersifat pembahasan atau uraian kata-kata.
2. Tes Objektif
Tes objektif adalah tes yang dalam pemeriksaannya dapat dilakukan secara objektif (Arikunto, 2012). Bentuk dan format soal tes objektif ditentukan oleh pengaturan kata, frase, kalimat, dan lambang-lambang yang merupakan unsur-unsur soal itu, berdasar atas petunjuk mengenai bagaimana tes itu harus dijawab dan berdasar atas cara menuliskan jawaban (Suryabrata, 1997). Berikut ini merupakan macam-macam tes objektif (Arikunto, 2012):
A. Tes Benar-Salah (True-False)
Soal-soalnya berupa pernyataan-pernyataan (statement).
Statement tersebut ada yang benar dan ada yang salah. Berikut ini
merupakan contoh soal benar-salah.
(B)-S 1.Danau Toba di Sumatera Utara dari segi pembentukannya
merupakan danau tektonik.
Orang yang ditanya bertugas untuk menandai masing-masing pernyataan itu dengan melingkari huruf B jika pernyataan itu betul menurut pendapatnya dan melingkari huruf S jika pernyataan salah (Arikunto, 2012). Berikut ini merupakan kebaikan dan kelemahan tes benar salah (Arikunto, 2012).
B. Tes Pilihan Ganda (Multiple choice Test)
Multiple choice test terdiri atas suatu keterangan atau
pemberitahuan tentang suatu pengertian yang belum lengkap dan untuk melengkapinya harus memilih satu dari beberapa kemungkinan jawaban yang telah disediakan (Arikunto, 2012). Multiple choice test terdiri atas bagian keterangan (stem) dan bagian kemungkinan jawaban atau alternatif (options) yang terdiri atas satu jawaban yang benar yaitu kunci jawaban dan beberapa pengecoh (distractor). Berikut ini merupakan contoh dari soal pilihan ganda.
Siapakah penemu mesin jahit? A. Singer
B. Howe C. Whitney D. Fulton Jawaban: B
C. Menjodohkan (Matching Test)
Matching test dapat diganti dengan istilah mempertandingkan,
mencocokan, memasangkan, atau menjodohkan (Arikunto, 2012). Berikut ini merupakan contoh dari soal menjodohkan:
Pasangkanlah pertanyaan yang ada pada lajur kiri dengan yang ada pada lajur kanan dengan cara menempatkan huruf yang terdapat di muka pernyataan lajur kiri pada titik-titik yang disediakan di lajur kanan.
b) Imigrasi………2. Pindahnya penduduk dari desa ke kota D. Tes Isian (Completion Test)
Completion test biasa disebut dengan istilah tes isian, tes
menyempurnakan, atau tes melengkapi (Arikunto, 2012). Berikut ini merupakan contoh dari tes isian.
1. Columbus menemukan Benua Amerika pada tahun…….. 2. Air akan membeku pada suhu………derajat Fahrenheit
2.3.3 Ujian Dinas di Pusdiklat Pengembangan Sumber Daya Manusia
Ujian dinas adalah ujian yang diselenggarakan oleh Pusdiklat PSDM untuk menaikkan pangkat seorang PNS dari golongan II/d menjadi golongan III/a dengan syarat lulus nilai dari minimum yang telah ditentukan. Ujian dinas dimaksudkan untuk memberi bekal yang cukup bagi PNS golongan II agar memenuhi kompetensi yang dibutuhkan bagi PNS golongan III. Persyaratan peserta untuk mengikuti ujian dinas adalah telah berpangkat pengatur Tk. I (golongan II/d) sekurang-kurangnya 2 tahun dan disusulkan oleh sekretaris unit eselon I yang bersangkutan.
2.4 Konsep Dasar Bank Soal 2.4.1 Pengertian Bank Soal
Tes merupakan suatu pengukuran yang diperlukan untuk membuat suatu penilaian (Sumardyono & Wiworo, 2011). Biasanya ketika pengajar ingin melakukan penilaian terhadap peserta tes mengenai suatu materi tertentu, maka pengajar tersebut memiliki beberapa soal yang sesuai dengan
kompetensi yang akan dicapai peserta tes. Pengajar tersebut dikatakan telah membuat sebuah instrumen tes, namun hal ini tentu saja mengandung banyak kelemahan. Paling tidak ada dua kelemahan mendasar, diantaranya adalah perangkat tes yang dibuat setiap kali akan melakukan penilaian tidak teruji secara statistik karena tidak melalui uji coba validitas dan reliabilitasnya, termasuk pengujian daya beda dan efektivitas pengecoh (distractor) pada tipe soal pilihan ganda.
Dengan adanya bank soal selain mempermudah dalam penyusunan instrumen tes, juga menjamin kualitas instrumen yang akan dipakai. Menurut Ward (2004),”an item bank is a collection of test items that may
be easily accesssed for use in preparing examinations”. Dalam Bahasa
Indonesia yang berarti bank soal adalah koleksi butir soal yang mudah dipergunakan untuk menyiapkan sebuah penilaian. Dengan memahami latar belakang keberadaan bank soal dan pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa bank soal merupakan sekumpulan butir soal yang telah teruji baik secara teoritis maupun empiris dan memuat informasi penting sehingga dapat dengan mudah dipergunakan dalam penyusunan instrumen penilaian (Sumardyono & Wiworo, 2011).
Bank soal juga memiliki pengertian sebagai suatu kumpulan besar butir-butir tes yang mengukur suatu bidang instruksi (pengajaran) tertentu (Kartowagiran, dikutip dalam Sandman, 2004). Setiap butir dalam bank tersebut biasanya diklasifikasikan menurut materi yang tercakup oleh butir atau tujuan khusus pengajaran yang diujinya. Menurut Wright dan Bell dalam Puspendik (2009), tujuan pengembangan bank soal adalah untuk
menilai kualitas soal itu sendiri yang dapat ditentukan dari butir-butir soal yang ada didalamnya apakah sudah memenuhi kriteria-kriteria tertentu yang akan digunakan dalam perakitan sebuah alat tes. Karenanya, butir-butir tersebut sering kali diujicobakan sebelum diterima ke dalam bank soal. Dalam hal ini, karakteristik statistik dari butir tersebut juga dimasukkan ke dalam bank soal.
2.4.2 Bank Soal Digital
Bank soal dengan sistem digital memiliki banyak keuntungan dibandingkan dengan bank soal sistem manual, terutama terkait pengelolaan, kemudahan akses, dan pembaharuan bank soal. Dengan memakai istilah bank soal secara digital, Sumardyono & Wiworo (2011) mengemukakan bahwa terdapat tiga cara pengembangan bank soal secara digital:
1. Menggunakan program aplikasi umum (office application). 2. Menggunakan program aplikasi bank soal siap pakai.
3. Menggunakan program aplikasi yang dibuat sendiri atau kebutuhan pengembangan bank soal.
2.4.3 Karakteristik Bank Soal
Berdasarkan definisi bank soal diatas, maka ada beberapa karakteristik bank soal yang perlu dipahami, diantaranya (Sumardyono & Wiworo, 2011):
1. Setiap butir soal pada bank soal merupakan butir soal yang terkalibrasi (teruji).
Soal-soal disebut layak (suitable) baik dalam hal validitas (validity), keterukuran (measurable) maupun aspek ekonomisnya (efisien).
2. Setiap butir soal dilengkapi dengan informasi berguna.
Setiap butir soal pada bank soal disertai spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan pengelolaan bank soal. Beberapa informasi yang menyusun spesifikasi butir soal antara lain materi pembelajaran (subject matter), tujuan instruksional (standar kompetensi dan kompetensi dasar), tingkat kelas, tingkat kesulitan soal, jenis atau tipe soal (misalnya pilihan ganda, jawaban singkat, uraian, dan lain-lain), statistik butir soal (indeks validitas, indeks daya beda, indeks tingkat kesukaran, dan lain-lain), nama penyusun soal, nama pe-review, dan masih banyak lagi (Sumardyono & Wiworo, 2011).
3. Basis data (soal-soal) pada sebuah bank soal dibangun secara terstruktur.
Bank soal bukanlah kumpulan soal semata namun merupakan suatu organisasi butir-butir soal. Semua butir soal pada bank soal disusun secara sistematis (Sumardyono & Wiworo, 2011).
2.4.4 Prinsip Dasar Pengembangan Bank Soal
Dalam pengembangan sebuah bank soal, terdapat beberapa tahap pengembangan sebuah bank soal, yaitu (Sumardyono & Wiworo, 2011):
1. Perencanaan
Pada tahap pertama, perlu ditetapkan apa yang menjadi tujuan pengembangan bank soal dan ruang lingkup materi soal. Setelah menetapkan tujuan dan ruang lingkup, maka hal lain yang perlu ditetapkan adalah karakteristik soal yang diinginkan, bagaimana mendapatkan soal-soal tersebut, bagaimana mengelolanya dan sistem basis data (database) apa yang akan digunakan (Sumardyono & Wiworo, 2011).
2. Pengembangan Sistem
Sistem yang dimaksud dalam pengembangan bank soal ini adalah bagaimana seluruh komponen yang telah ditetapkan pada tahap perencanaan dirangkaikan menjadi satu kesatuan yang saling terkait. Untuk membangun sistem terutama sistem basis data (database) ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah (Sumardyono & Wiworo, 2011):
a) Apakah bank soal dibuat secara manual atau secara digital? Jika secara manual, maka dibutuhkan kertas untuk mendata soal dan karakteristiknya serta tempat penyimpanan. Jika dibuat secara digital maka perlu ditetapkan aplikasi program khusus untuk bank soal.
b) Apakah yang menjadi spesifikasi bank soal tersebut? (Squires, 2003). Bank soal dibagi ke dalam grup-grup soal, tiap grup ditentukan oleh topik dan tingkat kesukaran.
c) Apa syarat yang diperlukan untuk memasukkan soal ke dalam bank soal dan apa syarat bagi yang ingin memanfaatkan bank soal tersebut?
d) Apakah sistem bank soal tersebut dapat memberikan informasi mengenai instrumen penilaian yang disusun dari bank soal tersebut, terutama tingkat validitasnya? Jika dikehendaki demikian, maka pemilihan bank soal secara digital harus dipertimbangkan untuk memudahkan dalam mengetahui tingkat validitas instrumen tes yang disusun bank soal.
e) Kualifikasi dan kompetensi apa yang dibutuhkan untuk mengembangkan bank soal? Apakah diperlukan orang dengan kemampuan program komputer atau orang dengan kemampuan sistem informatika atau kemampuan evaluasi kependidikan? 3. Pengumpulan Butir Soal
Komponen terpenting dari sebuah bank soal adalah butir soal. Baik buruknya sebuah soal tergantung pada baik buruknya soal-soal yang terdapat bank soal tersebut. Dalam pengumpulan butir-butir soal hendaknya benar-benar memperhatikan kualitas butir soal.
4. Pengarsipan Soal
Tahap pengarsipan merupakan aktifitas administratif. Namun demikian, tingkat kesulitan dan kecepatan dalam pengarsipan soal tergantung pada database yang telah direncanakan.
2.4.5 Prosedur Pengembangan Bank Soal
Bahan uji yang akan disimpan di dalam bank soal harus diproses melalui prosedur pengembangan bank soal. Prosedur pengembangan bank soal yang digunakan di dalam pengembangan bank soal adalah (Direktorat Pembinaan SMA,2010) :
2.4.5.1 Penyusunan Kisi-Kisi
Penyusunan kisi-kisi dimaksudkan agar materi penilaian betul-betul representatif dan relevan dengan materi pelajaran yang sudah diberikan guru kepada peserta didik (Arifin, 2011). Untuk melihat apakah materi penilaian relevan dengan materi pelajaran, maka diperlukan penyusunan kisi-kisi (lay-out atau blue-print atau table of specification). Kisi-kisi adalah format pemetaan soal yang menggambarkan distribusi item untuk berbagai topik atau pokok bahasan berdasarkan jenjang kemampuan tertentu (Arifin, 2011).
Fungsi kisi-kisi adalah sebagai pedoman untuk menulis soal atau merakit soal menjadi perangkat tes. Kisi-kisi soal yang baik harus memenuhi persyaratan tertentu, antara lain (Arifin, 2011): (1) representatif, yaitu harus benar-benar mewakili isi kurikulum sebagai sampel perilaku yang akan dinilai, (2) komponen-komponennya harus terperinci, jelas, dan mudah dipahami, (3) soalnya dapat dibuat sesuai dengan indikator dan bentuk soal yang ditetapkan. Format kisi-kisi tidak ada yang baku, karena itu banyak model format yang dikembangkan para pakar evaluasi.
2.4.5.2 Penulisan Soal atau Tes
Penulisan butir–butir soal merupakan langkah penting dalam upaya pengembangan alat ukur kemampuan atau tes yang baik. Penulisan soal adalah penjabaran indikator jenis dan tingkat perilaku yang hendak di ukur menjadi pertanyaan-pertanyaan yang karakteristiknya sesuai dengan perinciannya dalam kisi-kisi (Kartowagiran, 2011). Butir soal merupakan jabaran atau dapat juga wujud dari indikator. Dengan demikian setiap pertanyaan atau butir soal perlu dibuat sedemikian rupa sehingga jelas yang ditanyakan dan jelas pula jawaban yang diminta.
2.4.5.3 Revisi atau Validasi Butir
Tahapan revisi soal disebut juga telaah soal atau analisis kualitatif soal, yakni mengkaji secara teoritik soal tes yang telah tersusun (Kartowagiran, 2011). Penelaahan ini dilakukan dari tiga segi, yaitu (Suryabrata, 1997) :
a) Dari segi teknis, khususnya prinsip-prinsip pengukuran, termasuk mengenai formatnya;
b) Dari segi isi mata pengetahuan, khususnya mengenai layak-tidaknya isi dan ketepatan kunci jawaban; dan
c) Dari segi editorial, khususnya mengenai keseluruhan format dan keajegan editorial dari soal yang satu ke soal yang lain.
2.4.5.4 Uji Coba Soal atau Tes
Setelah sejumlah besar butir soal ditulis dan dikaji dalam penelaahan soal, maka langkah selanjutnya dalam pengembangan tes adalah pengumpulan data empiris melalui uji coba sebagai dasar untuk
memperbaiki soal-soal dan memilih soal-soal terbaik untuk disusun menjadi tes dalam bentuk akhirnya, sesuai dengan tujuan pengembangan tes (bank soal). Secara garis besar, tujuan uji coba itu dapat dinyatakan sebagai berikut (Suryabrata, 1997):
1) Untuk mengidentifikasi soal-soal yang lemah atau cacat, misalnya soal yang kabur atau tak tentu arahnya, jawaban pengecoh yang tidak berfungsi.
2) Untuk mengidentifikasi taraf kesukaran soal, sehingga seleksi soal dapat dilakukan sesuai dengan tujuan tes bentuk akhir.
3) Untuk mengidentifikasi daya pembeda soal.
4) Untuk menentukan berapa banyaknya soal untuk masing-masing bagian tes dan untuk keseluruhan tes bentuk akhir.
5) Untuk menentukan alokasi waktu yang paling layak.
6) Untuk menentukan kelemahan-kelemahan dalam petunjuk bagi pengambil tes, kelemahan dalam format dan sejenisnya.
7) Untuk menentukan saling hubungan antar soal guna menghindarkan tumpang tindih atau bias yang terlalu banyak dalam pemilihan soal dan dalam pengelompokkan soal ke dalam subtes atau bagian tes.
Berkaitan dengan jumlah atau ukuran peserta uji coba dari suatu populasi yang akan digunakan, para ahli mengemukakan bermacam-macam cara, antara lain dilakukan dengan menggunakan rumus Slovin untuk menentukan berapa minimal sampel yang dibutuhkan jika ukuran populasi diketahui. Berikut ini merupakan rumus Slovin (Sugiyono, 2006):
Dimana:
n = Ukuran sampel N = Ukuran populasi
e = Taraf kesalahan (error) sebesar 0.10 (10%) 2.4.5.5 Analisis Butir Soal
Untuk mengetahui kualitas butir soal, maka hasil uji coba harus dianalisis secara empirik (Kartowagiran, 2011).
2.4.5.6 Menyeleksi Butir Soal untuk Bank Soal Terkalibrasi
Agar skor tes yang diperoleh tepat dan dapat dipercaya maka soal tes harus valid. Butir-butir soal dirakit menjadi alat ukur yang terpadu (Kartowagiran, 2011). Dalam pemilihan soal ini, menurut model klasik diperhitungkan dua parameter, yaitu taraf kesukaran dan indeks diskriminasi (Suryabrata, 1997).
2.4.6 Kegunaan, Manfaat, serta Kelemahan Bank Soal 2.4.6.1 Kegunaan Bank Soal
Kegunaan utama bank soal adalah untuk mempermudah dalam penyusunan sebuah instrumen penilaian yang berkualitas. Secara lebih khusus, beberapa kegunaan bank soal yang layak dijadikan pertimbangan untuk membangun sebuah bank soal adalah (Sumardyono & Wiworo, 2011):
a. Memungkinkan penyusunan sebuah instrumen tes secara cepat dan mudah.
b. Memungkinkan penyusunan sebuah instrumen tes yang berkualitas karena berasal dari butir-butir soal yang terkalibrasi.
c. Memungkinkan tersedianya soal dengan beberapa tingkat kesukaaran. 2.4.6.2 Manfaat Bank Soal
Bank soal menawarkan cara yang cukup nyaman dalam menyimpan dan menyediakan soal untuk berbagai keperluan. Proses ini dapat mengurangi tenaga dan waktu yang dibutuhkan dibandingkan dengan tanpa bank soal. Bank soal yang diuji dengan baik juga dapat memberikan sebuah sistem dalam menyimpan informasi penting dari soal-soal. Ketika menggunakan bank soal yang dibangun dengan baik, soal yang memenuhi kriteria tertentu dapat dengan mudah diambil dan tes baru dengan karakteristik yang diinginkan dapat dengan mudah dibangun. Manfaat bank soal antara lain (Kartowagiran, dikutip dalam Sandman, 2004):
a. Bank soal adalah sumber siap sedia untuk butir-butir ujian. Ini akan menghemat waktu dalam persiapan ujian.
b. Jika butir-butir dalam bank soal telah dicek kualitasnya, seperti yang biasanya dilakukan, tes-tes yang berisi butir-butir ini akan berkualitas tinggi juga.
c. Jika suatu bank soal teruji (calibrated) yang digunakan, tes-tes yang berbeda dapat dibuat untuk menyamai karakteristik kemampuan dari kelompok yang berbeda. Karena tingkat kesulitan butir dan
kemampuan peserta ada pada skala yang sama, skor-skor yang dihasilkan dari tes-tes yang berbeda tersebut akan dapat setara.
d. Jika bank soal mempunyai sejumlah besar butir, kekhawatiran mengenai keamanan dalam memproduksi dan menggunakan tes akan berkurang. Para peserta ujian tidak akan mengingat butir-butir dalam jumlah yang sangat besar.
2.4.6.3 Kelemahan Bank Soal
Kelemahan bank soal diantaranya, yakni membutuhkan waktu, tenaga, dan mungkin juga biaya yang tidak sedikit untuk mengembangkan maupun mengelola sebuah bank soal (Sumardyono & Wiworo, 2011).
2.5 Analisis Kualitas Tes
Analisis kualitas tes merupakan suatu tahap yang ditempuh untuk mengetahui derajat kualitas suatu tes, baik secara kesuluruhan maupun butir soal yang menjadi bagian dari tes tersebut (Arifin, 2011). Untuk mengetahui apakah suatu tes yang digunakan termasuk baik atau kurang baik, maka diperlukan analisis kualitas tes. Analisis kualitas tes berkaitan dengan pertanyaan apakah tes sebagai suatu alat ukur benar -benar mengukur apa yang harus diukur ?. Pertanyaan tersebut menunjuk pada hal pokok, yaitu validitas.
2.5.1 Validasi Butir Soal atau Validitas Item
Data evaluasi yang baik sesuai dengan kenyataan disebut data valid (Arikunto, 2012). Alat pengumpul data dapat dikatakan valid atau sahih apabila alat ukur tersebut dapat mengukur apa yang seharusnya diukur atau