ii
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas nikmat dan karunia-Nya kepada kita, sehinggaa “Modul Pembukuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kelurahan Sumurrejo” dapat diterbitkan.
Secarra khusus, modul pembukuan UMKM ini memuat panduan tentang pencaatan Laba/rugi, Piutang Pelanggan, dan Produk Sisa. Tujuan utama dari pembuatan modul ini adalah untuk membantu dan mempermudah pencatatan manajemen keuangan UMKM Tahu dan Tempe yang ada di Kelurahan Sumurrejo. Modul ini disusun berdasarkan ilmu pengetahuan dibidang Akunransi dan telah disesesuaikan dengan kebutuhan para mitra UMKM Tahu dan Tempe yang ada di Kelurahan Sumurrejo supaya dapat dimengerti dan diterapkan dengan semestinya.
Tanpa menyebutkan satu persatu dan dengan rasa hormat yang sedalam-dalamnya kami ucapkan terima kasih kepada seluruh UMKM, PPM UPT UNNES, dan pihak yang telah membantu proses penyusunan modul ini.
Kami menyadari bahwa modul pembukuan ini jauh dari sempurna, untuk itu kami memohon kritik dan saran untuk kesempurnaan dan keberlanjutan modul ini di tahun berikutnya. Kami berharap apa yang telah terangkum dalam Modul Pembukuan UMKM Tahu dan Tempe Kelurahan Sumurrejo ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Demikian kami sampaikan, terima kasih.
Semarang, Oktober 2019
iii
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ... ii DAFTAR ISI ... ii 1. Pembukuan Usaha ... 1 A. Pencatatan Kas ... 1 B. Pencatatan Laba/Rugi... 2C. Pencatatan Piutang Pelanggan... 3
D. Pencatatan Produk Sisa ... 4
2. Analisis Kelayakan Usaha ... 5
A. Anggaran Biaya ... 5
B. Analisis Pendapatan ... 6
Harga Pokok Produksi ... 6
Harga Jual Produk ... 6
Perkiraan Laba/Rugi ... 6
C. Analisis Keuangan ... 6
Break Even Point (BEP) dalam Unit ... 6
Break Even Point (BEP) dalam Rupiah ... 6
Benefit of Cost Ratio (BC) ... 6
Payback Period (PP) ... 6
Operating Profit Margin (OPM) ... 7
Return on Investment (ROI) ... 7
3. Contoh Analisis Kelayakan Usaha pada Usaha Kerupuk Tahu ... 7
A. Anggaran Biaya Usaha Kerupuk Tahu ... 7
B. Analisis Pendapatan Usaha Kerupuk Tahu ... 8
Harga Pokok Produksi ... 8
Harga Jual Produk ... 8
Perkiraan Laba/Rugi ... 8
C. Analisis Keuangan Usaha Kerupuk Tahu ... 8
Break Even Point (BEP) dalam Unit ... 8
Break Even Point (BEP) dalam Rupiah ... 8
Benefit of Cost Ratio (BC) ... 9
Payback Period (PP) ... 9
Operating Profit Margin (OPM) ... 9
1
MODUL PEMBUKUAN UMKM
1. Pembukuan Usaha A. Pencatatan Kas
(Nama Perusahaan) Buku Besar Kas Periode (Bulan) (Tahun) Tgl/Bln/Thn (1) Keterangan (2) Debet (Penerimaan) (3) Kredit (Pengeluaran) (4) Saldo (5) Catatan
Buku Kas diisi setiap kali ada transaksi penerimaan atau pengeluaran uang kas perusahaan. Setiap pergantian bulan, maka pencatatan dipindahkan ke halaman baru atau tidak digabung dengan bulan sebelumnya.
Keterangan pengisian
Judul:
1. Nama Perusahaan, diisi nama usaha yang dijalankan. 2. Buku Kas, tetap ditulis sama persis.
3. Periode Bulan Tahun, diisi bulan dan tahun pencatatan pembukuan. Kolom-kolom:
1. Kolom Tanggal, diisi dengan tanggal terjadinya penerimaan atau pengeluaran kas.
2. Kolom Keterangan, diisi keterangan jenis penerimaan/pengeluaran. Contoh jenis transaksi penerimaan yaitu pelunasan piutang, penjualan. Contoh jenis transaksi pengeluaran yaitu membayar gaji karyawan, membeli bahan baku, membayar biaya listrik, dan lain-lain.
3. Kolom Debet (Penerimaan), diisi dengan jumlah penerimaan uang. 4. Kolom Kredit (Pengeluaran), diisi dengan jumlah pengeluaran uang. 5. Kolom Saldo, diisi dengan total sisa uang.
2
B. Pencatatan Laba/Rugi
(Nama Perusahaan) Laporan Laba Rugi) Periode (Bulan) (Tahun) Tgl (1) Penjualan (2) Biaya Produksi (3) Laba (4) = (a+b)– (c+d+e) Penjualan Tunai (a) Penjualan Kredit (b) Biaya Bahan Baku (BBB) (c) Biaya Tenaga Kerja (BTK) (d) Biaya Overhead Pabrik (BOP) (e) Total Catatan
Jika perusahaan melakukan produksi dan penjualan setiap hari, maka pencatatan pada laporan laba rugi juga dilakukan setiap hari dengan hitungan biaya per hari juga. Setiap pergantian bulan, maka pencatatan dipindahkan ke halaman baru atau tidak digabung dengan bulan sebelumnya.
Keterangan pengisian
Judul:
1. Nama Perusahaan, diisi nama usaha yang dijalankan. 2. Laporan Laba Rugi, tetap ditulis sama persis.
3. Periode Bulan Tahun, diisi bulan dan tahun pencatatan pembukuan. Pembukuan bulan yang satu harus dipisah dengan bulan berikutnya. Selain itu, setiap kolomnya harus ditotalkan setiap akhir bulan.
Kolom-kolom:
1. Kolom Tanggal, diisi dengan tanggal produksi dan penjualan produk. 2. Kolom Penjualan:
a. Penjualan Tunai, diisi dengan jumlah keseluruhan penjualan yang langsung dibayar tunai oleh pembeli.
b. Penjualan Kredit, diisi dengan jumlah keseluruhan penjualan yang belum dibayar tunai oleh pembeli/masih berupa piutang.
3
3. Kolom Biaya Produksi:a. Biaya Bahan Baku (BBB): diisi dengan jumlah biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan baku produk. Jika usahanya berupa produksi tempe, maka bahan bakunya berupa kedelai dan ragi.
b. Biaya Tenaga Kerja (BTK): diisi dengan jumlah biaya yang dikeluarkan untuk menggaji karyawan.
c. Biaya Overhead Pabrik (BOP): diisi dengan biaya selain Biaya Bahan Baku dan Biaya Tenaga Kerja. Contohnya biaya listrik, biaya air, biaya transportasi, dan lain-lain.
4. Kolom Laba: diisi dengan jumlah laba yang diperoleh setiap satu kali produksi. Laba diperoleh dari total penjualan (kolom a +b) dikurangi total biaya (kolom c+d+e).
Rumus:
Laba/Rugi = (Penjualan Tunai + Penjualan Kredit) – (Biaya Bahan Baku + Biaya Tenaga Kerja + Boaya Overhead)
Atau, sederhananya:
Laba/rugi = Total Penjualan – Total Biaya Keterangan:
Jika total penjualan lebih besar daripada total biaya, maka usaha memperoleh laba. Jika total penjualan lebih kecil daripada total biaya, maka usaha memperoleh rugi.
C. Pencatatan Piutang Pelanggan
(Nama Perusahaan) Kartu Piutang Nama Pelanggan: Tgl/Bln/Thn (1) Nama Produk (2) Jumlah Piutang (3) Jumlah Dibayar (4) Sisa Piutang (5)
4
Keterangan pengisian
Judul:
1. Nama Perusahaan, diisi nama usaha yang dijalankan. 2. Kartu Piutang, tetap ditulis sama persis.
3. Nama Pelanggan, diisi nama pelanggan yang mempunyai piutang. Satu pelanggan dicatat dalam satu kartu piutang, jadi pencatatan piutang setiap pelanggan tidak boleh digabung menjadi satu.
Kolom-kolom:
1. Kolom Tanggal/Bulan/Tahun, diisi sesuai waktu terjadinya transaksi antara pelanggan dengan penjual.
2. Kolom Nama Produk, diisi dengan nama produk yang dijual secara kredit. 3. Jumlah Piutang, diisi sesuai jumlah setiap kali pelanggan melakukan
pembelian yang belum diabayar.
4. Jumlah Dibayar, diisi sesuai jumlah setiap kali pelanggan melakukan pembayaran atas piutangnya.
5. Sisa Piutang, diisi sesuai jumlah sisa piutang pelanggan. Sisa piutang diperoleh dengan mengurangkan angka pada kolom jumlah piutang dengan angka pada kolom jumlah dibayar.
D. Pencatatan Produk Sisa
(Nama Perusahaan) Pencatatan Produk Sisa Periode (Bulan) (Tahun)
Keterangan pengisian
Judul:
1. Nama Perusahaan, diisi nama usaha yang dijalankan. 2. Pencatatan Produk Sisa.
Tgl (1) Produk Sisa yang Dihasilkan Dijual (3) Diolah (4) Dibuang/Dibiarkan (5) Banyak (a) Harga Satuan (b) Jum (c) Banyak Harga Satuan
Jum Banyak Harga Satuan
Jum
5
3. Periode Bulan Tahun, diisi bulan dan tahun pencatatan pembukuan. Pembukuan bulan yang satu harus dipisah dengan bulan berikutnya. Selain itu, setiap kolom berjudul “Jumlah” harus ditotalkan setiap akhir bulan.Kolom-kolom:
1. Kolom Tanggal, diisi dengan tanggal penggunaan produk sisa.
2. Kolom Produk Sisa yang Dihasilkan, diisi dengan jumlah keseluruhan produk sisa. 3. Kolom Dijual (diisi jika produk sisa langsung dijual)
a. Banyak, diisi dengan jumlah produk sisa yang dijual. b. Harga Satuan, diisi dengan harga per satuan produk sisa.
c. Jumlah, diisi dengan total penjualan produk sisa yang dihitung dari angka pada kolom “Banyak” dikalikan dengan angka kolom “Harga Satuan”.
4. Kolom Diolah (diisi jika produk sisa diolah terlebih dahulu) a. Banyak, diisi dengan jumlah produk sisa yang diolah. b. Harga Satuan, diisi dengan harga per satuan produk sisa.
c. Jumlah, diisi dengan total produk sisa diolah yang dihitung dari angka pada kolom “Banyak” dikalikan dengan angka kolom “Harga Satuan”.
5. Kolom Dibuang/Dibiarkan (diisi jika produk sisa dibuang atau tidak dimanfaatkan)
a. Banyak, diisi dengan jumlah produk sisa yang dibuang. b. Harga Satuan, diisi dengan harga per satuan produk sisa.
c. Jumlah, diisi dengan total produk sisa dibuang yang dihitung dari angka pada kolom “Banyak” dikalikan dengan angka kolom “Harga Satuan”
2. Analisis Kelayakan Usaha a. Anggaran Biaya
Jenis Pengeluaran Kuantitas Harga
Satuan
Jumlah (Rp) Biaya Tetap (Fix Cost)
1. Biaya sewa gedung
2. Biaya penyusutan peralatan 3. Biaya Peralatan (Biaya membeli
peralatan)
Biaya Variabel (Variabel Cost)
1. Biaya Bahan Baku (Biaya membeli bahan pokok untuk membuat produk) 2. Biaya Tenaga Kerja (Biaya gaji
karyawan)
6
air, biaya bahan habis pakai)4. Biaya Kemasan (Biaya stiker) 5. Biaya Transportasi
Total Biaya b. Analisis Pendapatan
Harga Pokok Produksi
Rumus harga pokok produksi per unit = Harga Jual Produk
Rumus harga jual produk = Harga Pokok Produksi + Laba yang ingin diperoleh Perkiraan Laba/Rugi
Asumsi penjualan per bulan = Rp... Harga pokok produksi per bulan = Rp... -
Laba bersih = Rp...
c. Analisis Keuangan
Break Even Point (BEP) dalam Unit
BEP = Penjelasan:
Analisis BEP digunakan untuk mengetahui berapa jumlah produk yang harus diproduksi untuk dapat menutup semua biaya dan mengalami keuntungan/kerugian.
Break Even Point (BEP) dalam Rupiah BEP =
Penjelasan:
Analisis BEP digunakan untuk mengetahui berapa jumlah penjualan yang harus dicapai untuk dapat menutup semua biaya dan mengalami keuntungan/kerugian. Benefit of Cost Ratio (BC)
BC = Penjelasan:
Analisis BC digunakan untuk mengetahui layak tidaknya suatu usaha untuk dijalankan. Jika rasio yang diperoleh > 1, maka usaha tersebut layak dijalankan. Payback Period (PP)
PP = Penjelasan:
Analisis PP digunakan untuk mengetahui berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengembalikan modal yang dikeluarkan.
7
Operating Profit Margin (OPM) OPM = Penjelasan:
Analisis OPM digunakan untuk mengetahui kemampuan suatu usaha untuk menghasilkan laba.
Returno on Investment (ROI) ROI = Penjelasan:
Analisis ROI digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dengan keseluruhan dana yang diinvestasikan untuk oeprasi perusahaan dalam menghasilkan keuntungan.
3. Contoh Analisis Kelayakan Usaha pada Usaha Kerupuk Tahu A. Anggaran Biaya Usaha Kerupuk Tahu
Jenis Pengeluaran Kuantitas Harga
Satuan (Rp)
Jumlah (Rp) Biaya Tetap (Fix Cost)
1. Biaya sewa gedung 2. Biaya Peralatan Kompor gas Wajan Sotil Serok Baskom
Total Biaya Tetap
- 1 1 1 1 1 - 150.000 25.000 10.000 10.000 8.000 - 150.000 25.000 10.000 10.000 8.000 203.000 Biaya Variabel (Variabel Cost)
12x Produksi/1 bulan
1. Biaya Bahan Baku (Tahu Pong) 2. Biaya Tenaga Kerja
3. Biaya Overhead Pabrik a. Biaya listrik, air b. Biaya gas
c. Biaya bahan habis pakai Minyak goreng Bumbu rasa pedas
Bumbu rasa sapi panggang Bumbu rasa BBQ
Cetak stiker merk Standing Pouch 4. Biaya Transportasi
Total Biaya Variabel
1.200 buah - 12x produksi 12x produksi 3 liter 500 gr 500 gr 500 gr 120 120 250 - 1.000 1.000 12.000 15.000 15.000 15.000 500 400 300.000 - 12.000 12.000 36.000 15.000 15.000 15.000 60.000 48.000 120.000 633.000 Total Biaya 836.000
8
B. Analisis Pendapatan Usaha Kerupuk Tahu Harga Pokok Produksi
Rumus harga pokok produksi per unit HPP =
HPP = Keterangan:
1x produksi menghasilkan 10 unit Kerupuk Tahu
Produksi dilakukan 3x seminggu, sehingga total produksi sebulan yaitu 12x sejumlah 120 unit Kerupuk Tahu.
Harga Jual Produk
Rumus harga jual produk = Harga Pokok Produksi + Laba yang ingin diperoleh =
= Rp10.000 Perkiraan Laba/Rugi
Asumsi penjualan per bulan (120 unit x Rp10.000) = Rp 1.200.000
Harga pokok produksi per bulan = Rp 836.000 -
Laba bersih = Rp 364.000
c. Analisis Keuangan Usaha Kerupuk Tahu Break Even Point (BEP) dalam Unit
BEP = BEP =
BEP =
BEP = 42,96 atau 43 unit Penjelasan:
Artinya, pengusaha perlu menjual 43 unit produk agar mencapai titik impas atau BEP. Pada penjualan unit ke-44 atau produksi ke-5, pengusaha sudah bisa mendapatkan keuntungan dan menutupi semua biaya.
Break Even Point (BEP) dalam Rupiah BEP = BEP = BEP = BEP = Rp384.834 Penjelasan:
Artinya, perusahaan harus mencapai jumlah penjualan sebesar Rp384.834 untuk mampu menutup semua biaya dan mengalami keuntungan/kerugian.
9
Benefit of Cost Ratio (BC) BC = BC = BC = BC = 1,43 Penjelasan:
Rasio yang diperoleh > 1, maka usaha Kerupuk Tahu layak dijalankan. Payback Period (PP)
PP = PP =
PP = 2,29 Penjelasan:
Artinya modal yang dikeluarkan akan terlunasi dalam jangka waktu 2,29 bulan. Operating Profit Margin (OPM)
OPM = OPM = OPM = 30,33%
Penjelasan:
Artinya persentase laba bersih dari penjualan sebesar 30,33% per bulan. Hal ini menandakan bahwa usaha Keupuk Tahu memiliki kemampuan yang sudah baik untuk menghasilkan laba sehingga layak untuk dijalankan.
Return on Investment (ROI) ROI = ROI = ROI = 54,94%
Penjelasan:
Artinya, jika dana yang diinvestasikan sebesar Rp200.000, maka kemampuan investasi tersebut untuk menghasilkan laba adalah 54,94%.