• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERBANDINGAN PERAN GENDER DALAM PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PERIKANAN PADA PENDAPATAN STRATA ATAS DAN STRATA BAWAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERBANDINGAN PERAN GENDER DALAM PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PERIKANAN PADA PENDAPATAN STRATA ATAS DAN STRATA BAWAH"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PERBANDINGAN PERAN GENDER DALAM PENGOLAHAN DAN

PEMASARAN HASIL PERIKANAN PADA PENDAPATAN

STRATA ATAS DAN STRATA BAWAH

(Studi Kasus: Kelurahan Sei Bilah, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat) Novita Yanti Sikumbang *), Sri Fajar Ayu SP, MM, DBA **),

Dr. Ir. Rahmanta Ginting, M.Si ***)

*) Alumni Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, E-mail: [email protected]

**) Staf Pengajar Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Novita Yanti Sikumbang: Perbandingan Peran Gender Dalam Pengolahan Dan Pemasaran Hasil Perikanan Pada Pendapatan Strata Atas Dan Strata Bawah (Studi Kasus: Kelurahan Sei Bilah, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat). dibimbing oleh Ibu Sri Fajar Ayu, SP, MM. DBA dan Bapak Dr.Ir. Rahmanta Ginting, M.Si.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran gender dalam pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, bagaimana curahan waktu gender pada kegiatan domestik dan produktif pada strata atas dan strata bawah dan menganalisis apakah faktor-faktor (umur, jumlah anggota rumah tangga, pendidikan, penguasaan aset rumah tangga, pendapatan rumah tangga dan pengeluaran rumah tangga) mempengaruhi gender dalam pengolahan dan pemasaran hasil perikanan. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis gender (metode deskriptif), analisis statistik uji kesamaan dua rata-rata (Paired Sample T-Test) dan analisis regresi linier berganda. Pe ngambilan sampel dilakukan secara sensus yaitu dengan menjadikan semua populasi menjadi sa mpel yaitu sebanyak 30 rumah tangga nelayan pengolah ikan asin. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran gender dalam pengolahan dan pemasaran hasil perikanan di dominasi oleh perempuan. Curahan waktu perempuan (istri) pada strata atas dan strata bawah untuk kegiatan domestik dan produktif lebih besar daripada curahan waktu laki- laki (suami). Secara parsial penguasaan aset rumah tangga berpengaruh nyata terhadap curahan waktu kerja laki- laki (suami) pada kegiatan pengolahan dan pemasaran hasil perikanan dan pendapatan rumah tangga secara parsial berpengaruh nyata terhadap curahan waktu kerja perempuan (istri) pada kegiatan pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.

(2)

Kata Kunci : Peran Gender, Curahan Waktu Gender, Faktor Sosial Ekonomi

ABSTRACT

NOVITA YANTI SIKUMBANG (130304023): Comparison of Gender Roles In The Processing And Marketing of Fishery Products On The Up And Down Stratum Income. (The Case: Kelurahan Sei Bilah, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat) it was guided by: Ibu Sri Fajar Ayu, SP, MM, DBA and Bapak Dr. Ir. Rahmanta Ginting, M.Si.

The study aims to analyze gender roles in the processing and marketing of fishery product, analyze how the outpouring of time gender on the activities of domestic and productive in the top and down stratum income and analyze whether the (age, the number of members of the house hold, education, mastery of the house hold, rural house hold expense) on gender in the processing and marketing of fishery product. The Methods of Analysis used are, the gender analysis (the descriptive method), Paired Sample T-Test and Analyze the regression linier risk. The sample conducted by the census means by having all of the populations to be samples they are 30 domestic fishermen processors salted fish. The data used the primary and secondary data.

The resulted showed that the role of gender in the processing and marketing of fishery are products dominated by women. O ut pouring of time women (wife) in the top and down stratum income for activities of domestic and productive is greater than the out pouring of time men (husband). In a partial of the house hold has to the out pouring of work time men (husband) on the activities of the processing and marketing of fishery product and rural house hold in partial effect to the outpouring of work time women (wife) on the activities of the processing and marketing of fishery product.

Key Words: The Role of Gender, The Out Pouring of Work Gender, Factor of Social Economy

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Perikanan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah peradaban manusia. Perikanan tidak saja mengubah pola peradaban tetapi juga telah mengubah pola pemanfaatan sumberdaya ikan dari sekedar kebutuhan pangan menjadi cara hidup (way of life) dan juga kebutuhan ekonomi (Fauzi, 2010). Berdasarkan data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Utara 2015, Sumatera Utara memiliki potensi kelautan dan perikanan tangkap, dimana terdiri dari potensi Selat Malaka sebesar 276.030 ton/tahun dan potensi Samudera Hindia sebesar 1.076.960 ton/tahun. Hal tersebut menunjukan sektor perikanan menjadi andalan bagi Provinsi Sumatera Utara.

(3)

Kabupaten Langkat merupakan salah satu kabupaten di SUMUT yang memiliki potensi perikanan yang tinggi sehingga perikanan laut merupakan salah satu sumber pendapatan bagi penduduk nelayan di Kabupaten Langkat. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan tingkat produksi penangkapan ikan laut yang dari kurun waktu dua tahun 2014-2015 yang memiliki tingkat pertumb uhan 0,01 % (22.720,83 ton – 22.722,83 ton) (BPS, 2015). Besarnya potensi perikanan di Kabupaten Langkat, dimanfaatkan oleh masyarakat Kelurahan Sei Bilah sebagai sumber penghasilan. Sebagian besar nelayan yang terdapat di Kelurahan Sei Bilah tersebut memiliki penghasilan rendah.

Kemiskinan pada masyarakat pesisir tersebut mendorong perempuan untuk membantu suami dalam mencari tambahan nafkah guna memenuhi kebutuhan keluarga. Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh istri nelayan untuk membantu pendapatan keluarga yaitu kegiatan pengolahan hasil perikanan (ikan asin). Kegiatan pengolahan ikan asin di daerah penelitian sangat berbasis gender. Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah dari penelitian ini adalah sebagai berikut (1) bagaimana peran gender dalam pengolahan dan pemasaran hasil perikanan di daerah penelitian? (2) bagaimana curahan waktu gender pada kegiatan domestik dan produktif pada strata atas dan strata bawah di daerah penelitian? (3) apakah umur, jumlah anggota rumah tangga, pendidikan, penguasaan aset rumah tangga, pendapatan rumah tangga dan pengeluaran rumah tangga berpengaruh terhadap curahan tenaga kerja gender dalam pengolahan dan pemasaran hasil perikanan di daerah penelitian?

Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk (1) untuk menganalisis peran gender dalam pengolahan dan pemasaran hasil perikanan di daerah penelitian (2) untuk menganalisis bagaimana curahan waktu gender pada kegiatan domestik dan produktif pada strata atas dan strata bawah di daerah penelitian (3) untuk menganalisis apakah umur, jumlah anggota rumah tangga, pendidikan, penguasaan aset rumah tangga, pendapatan rumah tangga dan pengeluaran rumah tangga berpengaruh terhadap curahan tenaga kerja gender dalam pengolahan dan pemasaran hasil perikanan di daerah penelitian.

(4)

Istilah gender diperkenalkan oleh para ilmuwan untuk menjelaskan perbedaan perempuan dan laki- laki yang bersifat bawaan sebagai ciptaan Tuhan dan yang bersifat bentukan budaya yang dipelajari dan disosialisasikan sejak kecil. Perbedaan konsep gender serta sosial telah melahirkan perbedaan peran perempuan dan laki- laki dalam masyarakatnya. Secara umum adanya gender telah melahirkan perbedaan peran, tanggung jawab, fungsi dan bahkan ruang tempat dimana manusia beraktivitas (Puspitawati, 2013). Menurut Vitayala (2002), peran Gender untuk perempuan dan lelaki diklasifikasikan dalam tiga peran pokok yaitu peran reproduktif (domestik), peran produktif dan peran sosial.

Landasan Teori

Teori gender menjelaskan bahwa kedudukan wanita dalam pasar tenaga kerja dan di dalam rumah tangga atau keluarga bertalian satu sama lain dan merupakan bagian integral dari keseluruhan sistem sosial. Namun dalam realitasnya wanita memiliki kedudukan yang lebih rendah di hadapan laki- laki, baik perannya dalam keluarga maupun posisinya sebagai pekerja (Sukidin,2000). Pembagian kerja dalam rumah tangga apabila istri hanya sebagai ibu rumah tangga, istri hanya dapat berperan di sektor reproduktif dan suami berperan penuh dalam dalam sektor produktif. Peran tersebut dapat berubah apabila suami bukan satu-satunya pencari nafkah dalam keluarga. Hal ini berimplikasi kepada berubahnya peran istri yang sebelumnya hanya berperan di sektor domestik berganti atau mungkin menambah ke peran produktif atau sektor publik (Sakwati, 2010).

Alokasi waktu kerja gender yaitu membandingkan alokasi waktu dari semua kegiatan yang dilakukan perempuan dan laki- laki selama 24 jam yang dipilah menurut kegiatan (1) dalam usahatani keluarga, (2) pertanian di luar usahatani keluarga, (3) kerja di luar pertanian, (4) pekerjaan rumah tangga, (5) waktu luang dan (6) istirahat (Ellis, 1988). Curahan waktu kerja perempuan adalah proporsi waktu bekerja yang dicurahkan perempuan untuk kegiatan-kegiatan tertentu di sektor pertanian dan di luar sektor pertanian terhadap total waktu kerja angkatan kerja. Faktor-faktor yang mempengaruhi curahan waktu gender dalam pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, yaitu umur, jumlah anggota rumah tangga, pendidikan, penguasaan aset rumah tangga, pendapa tan rumah tangga, pengeluaran rumah tangga.

Umur mempunyai hubungan terhadap responsibilitas seseorang akan penawaran tenaga kerjanya. Semakin meningkat umur seseorang semakin besar penawaran tenaga kerjanya. Besarnya jumlah anggota rumah tangga merupakan faktor yang mempengaruhi kemauan untuk melakukan pekerjaan. Menurut Simanjuntak (2009), bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang, nilai waktunya bertambah mahal dan cenderung untuk menggantikan waktu senggangnya untuk

(5)

bekerja. Pendapatan seorang individu bergantung pada penguasaan aset, penduduk miskin adalah mereka yang penguasaan asetnya rendah, sehingga rumah tangga miskin memiliki keterbatasan dalam mengakses modal lain dan kekurangan kesempatan kerja.

Menurut hasil penelitian Sihol Situngkir, dkk (2007), bahwa perolehan penghasilan gender merupakan alasan utama seseorang untuk bekerja. Menurut Swadaya (2008) yaitu distribusi bisnis perikanan, adalah jalan untuk sampai ke tangan konsumen, sebuah produk perikanan mengalami sebuah proses perjalan atau alur penyaluran yang akan melewati beberapa konsumen distribusi yaitu penyaluran lansung, penyaluran semi lansung dan penyaluran tidak lansung.

METODE PENELITIAN

Metode Lokasi Penelitian dan Penentuan Sampel

Daerah penelitian ditentukan secara purposive atau sengaja yaitu di Kelurahan Sei Bilah, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat. Pemilihan daerah dikarenakan Kelurahan Sei Bilah berada di pesisir Pantai Timur Pulau Sumatera, yang kondisi geografisnya yang berbatasan dengan lautan yang menjadi faktor utama sebagian besar penduduk bermata pencaharian nelayan yaitu sebanyak 1700 rumah tangga nelayan dan berkembangnya usaha dibidang pengolahan hasil laut.

Metode yang digunakan untuk menentukan sampel adalah metode sensus, yaitu semua populasi dijadikan sampel. Adapun keseluruhan banyaknya sampel yang akan dijadikan pada penelitian ini yaitu sebanyak 30 rumah tangga nelayan yang mengolah hasil perikanan (olahan ikan asin), yang diwakili oleh suami dan istri. Dari 30 sampel tersebut di kelompokan lagi menjadi dua strata (strata atas dan strata bawah) berdasarkan pendapatan rumah tangga perbulannya dengan tolak ukur Upah Minimum Kabupaten (UMK) Langkat yang berlaku pada Tahun 2016 adalah sebesar Rp 1.965.000/bulan,-.

Metode Pengumpulan Data

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara dan kuisioner dengan rumah tangga nelayan pengolah ikan asin di Kelurahan Sei Bilah. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari instansi terkait dengan penelitian ini seperti Kantor Kelurahan Sei Bilah, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Langkat, Badan Pusat Statistik Kabupaten Langkat, serta berbagai literatur yang mendukung penelitian ini.

(6)

Analisis gender adalah pengujian secara sistematis terhadap peran-peran, hubungan-hubungan dan proses-proses yang memusatkan perhatiannya pada ketidak seimbangan beban kerja, kepemilikan, kekuasaan, partisipasi serta kesejahteraan lelaki dan perempuan baik pada tingkat keluarga, masyarakat, organisasi maupun negara. Analisis Statistik, untuk mengetahui perbedaan gender secara proporsional digunakan uji kesamaan dua rata-rata (Paired Sample T-test) pada taraf uji 5%, dimana perhitungan ini menggunakan software SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi 20.

Hipotesis yang diajukan yaitu dengan statistik uji (Huntsberger dan Billingsley, 1973; Steel dan Torrie, 1981)

Adalah sebagai berikut:

H0 : µ1 ≥ µ2 yaitu: rata-rata curahan waktu lelaki lebih besar atau sama dengan rata-rata curahan waktu perempuan, artinya gender tidak mempunyai efek terhadap curahan waktu dalam kegiatan (domestik dan pengolahan pemasaran hasil perikanan).

H1 : µ1

<

µ2 yaitu: rata-rata curahan waktu lelaki lebih kecil dari curahan waktu perempuan, artinya gender mempunyai efek yang berarti terhadap banyaknya curahan waktu perempuan dalam kegiatan (domestik dan pengolahan pemasaran hasil perikanan).

Faktor-faktor yang mempengaruhi gender dalam pengolahan dan pemasaran hasil perikanan dianalisis menggunakan regresi linier berganda melalui Program SPSS (Statistical Product and Service Solution), dimana sebuah variabel (Y) dihubungkan dengan dua atau lebih variabel bebas (X). Model regresi linier berganda yang digunakan:

Y = a + b1x1 + b2x2+b3x3+b4d1+b5x5+b6x6+µ ………..(1) Dimana:

Y = Curahan waktu suami/istri dalam pengolahan dan pemasaran Hasil Perikanan (Jam)

a = Intercept atau konstanta b1,b2,b3,b4,b5,b6 = Parameter koefisien regresi X1 = Umur suami (Tahun) X2 = Jumlah anggota RT (Orang) X3 = Pendidikan suami (Tahun) D1 = Penguasaan aset rumah tangga

X5 = Pendapatan rumah tangga perbulan (Rp) X6 = Pengeluaran rumah tangga perbulan (Rp) µ = Eror term (Koefisien error)

(7)

Uji Kesesuaian Model (Test of Goodness of Fit) yang terdiri dari Koefisien Determinasi (R2) merupakan besaran untuk menunjukan tingkat

kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih dalam bentuk persen (%), atau dengan kata lain untuk mengukur kuatnya hubungan antara variabel atau lebih secara bersama-sama terhadap Y. Jika R2 = 1. Uji F (Serempak) dan Uji Parsial

(Uji t). Uji Asumsi K lasik yang terdiri dari Uji Normalitas dilakukan dengan Normal P-Plot of Regression Standarized Residul, Grafik Histogram dari residualnya, dan uji Kolmogrov Smirnov. Uji Heteroskedastisitas dengan melihat penyebaran data pada grafik scatterplot.

Uji Multikolinieritas yaitu ada atau tidaknya multikolinieritas pada model regresi terlihat dari tolerance dan VIF (Variance Inlaction Factor. Kriteria nilai uji yang digunakana adalah:

1. Jika nilai toleransi ˃ 0,10 dan VIF < 10, maka model tidak mengalami multikolinieritas.

2. Jika nilai toleransi ≤ 0,10 dan VIF ≥ 10, maka model mengalami multikolinieritas.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Peran Gender Dalam Pengolahan Dan Pemasaran Hasil Perikanan

Dari proses kegiatan pengolahan ikan asin terdapat sembilan (9) tahapan yang terdiri 5 tahapan yang dikerjakan oleh perempuan (istri) dan 4 tahapan yang dikerjakan oleh laki- laki (suami), maka peran istri lebih besar daripada suami pada kegiatan pengolahan dan pemasaran hasil perikanan. Curahan waktu perempuan (istri) lebih besar daripada curahan waktu laki- laki (suami) pada kegiatan pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, yaitu curahan waktu perempuan (istri) pada strata bawah 6,16 jam dan perempuan (istri) strata atas 10,84 jam, sedangkan curahan laki- laki (suami) pada strata bawah 4,93 jam dan curahan laki- laki (suami) strata atas 5,1 jam. Berdasarkan hasil uji analisis antara laki- laki (suami) dan perempuan (istri) pada kegiatan pengolahan dan pemasaran hasil perikanan mempunyai rata-rata beda laki- laki lebih kecil dari perempuan yaitu sebesar -7,164.

Hal ini ditunjukan oleh statistik hitung lebih kecil dari statistik tabel (2,008) atau tolak Ho terima H1, hal ini berarti bahwa rata-rata curahan waktu laki- laki lebih kecil dari curahan waktu perempuan yang artinya gender mempunyai pengaruh yang berarti terhadap banyaknya curahan waktu perempuan (istri) dalam pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.

(8)

Curahan Waktu Gender Pada Kegiatan Dome stik Dan Produktif Pada Strata Atas Dan Strata Bawah

Setiap strata curahan waktu perempuan (istri) lebih besar pada kegiatan domestik dibandingkan dengan curahan waktu laki- laki (suami), yaitu perempuan (istri) strata bawah 17,96 jam dan laki- laki (suami) 5,46 jam. Perempuan (istri) strata atas 16,88 jam dan laki- laki (suami) 4,2 jam. Berdasarkan hasil uji analisis antara laki- laki (suami) dan perempuan (istri) pada kegiatan domestik mempunyai rata-rata beda laki- laki lebih kecil dari perempuan yaitu sebesar -10,349. Hal ini ditunjukan oleh statistik hitung lebih kecil dari statistik tabel (2,008) atau tolak Ho terima H1, hal ini berarti bahwa rata-rata curahan waktu laki- laki lebih kecil dari curahan waktu perempuan yang artinya gender mempunyai pengaruh yang berarti terhadap banyaknya curahan waktu perempuan (istri) dalam kegiatan domestik. Curahan waktu laki- laki (suami) strata bawah yaitu 14,11 jam sedangkan perempuan (istri) 19,33 jam. Curahan waktu laki- laki (suami) strata atas yaitu 13,48 jam dan perempuan (istri) 17 jam. Dari kedua strata tersebut peranan perempuan (istri) lebih besar pada kegiatan beragam produktif dibandingkan dengan laki-laki (suami).

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Curahan Waktu Gender Dalam Pengolahan Dan Pemasaran Hasil Perikanan di Kelurahan Sei Bilah Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat

a. Uji Kesesuaian Model (Test of Goodness of Fit) Persamaan regresi faktor- faktor yang mempengaruhi curahan waktu laki- laki (suami) dalam pengolahan dan pemasaran hasil perikanan yaitu sebagai berikut: Y = -1,326 + 0,0056X1 - 0,442X2 + 0,235X3 + 1,799 d1 – 3,767E-007X5 +

6,116E-007X6

Persamaan regresi faktor- faktor yang mempengaruhi curahan waktu perempuan (istri) dalam pengolahan dan pemasaran hasil perikanan yaitu sebagai berikut:

Y = 1,592 + 0,082X1 - 0,053X2 - 0,228X3 - 2,605 d1 + 3,826E-006X5 - 1,213E-006X6

Hasil Koefisien Determinasi (R2), yaitu 0,434 (R2 suami) dan 0,326 (R2 istri).

Uji Serempak (Uji Statistik F) yaitu signifikansi F (suami) adalah sebesar 0,028 < 0,05. Hal ini menunjukan bahwa H0 ditolak H1 diterima, yang berarti variabel

bebas (umur suami, jumlah anggota rumah tangga, pendidikan suami, penguasaan aset rumah tangga, pendapatan rumah tangga dan pengeluaran rumah tangga) berpengaruh nyata terhadap variabel terikat (curahan waktu kerja laki- laki (suami) dalam pengolahan dan pemasaran hasil perikanan). Signifikansi F (istri) adalah sebesar 0,133 ˃ 0,05. Hal ini menunjukan bahwa H0 diterima H1 ditolak, yang

(9)

penguasaan aset rumah tangga, pendapatan rumah tangga dan pengeluaran rumah tangga) tidak berpengaruh nyata terhadap variabel terikat (curahan waktu kerja perempuan (istri) dalam pengolahan dan pemasaran hasil perikanan).

Hasil Uji Parsial (Uji Statistik t curahan waktu suami) yaitu hanya variabel penguasaan aset rumah tangga yang berpengaruh nyata terhadap curahan waktu suami dalam pengolahan dan pemasaran hasil perikanan dengan nilai signifikan lebih kecil dari 0,005 (0,024 < 0,05). Sedangkan untuk Uji Statistik t curahan waktu istri hanya variabel pendapatan rumah tangga yang berpengaruh nyata terhadap curahan waktu istri dalam pengolahan dan pemasaran hasil perikanan yaitu 0,008 < 0,05.

b. Uji Asumsi KLasik (Ordinary Least Square) Dari grafik histogram curahan waktu laki- laki (suami) dan perempuan (istri)

menunjukan bahwa pola distribusi data normal dan dari kedua grafik Normal P-Plot of Regression Standardized Residual juga menunjukan bahwa data

menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, sehingga model regresi memenuhi asumsi normal. Hasil UJI Kolmogrov Smirnov untuk curahan waktu laki- laki (suami) nilai Kolmogrov Smirnov adalah 0,840 ˃ 0,05. Nilai Kolmogrov Smirnov curahan waktu perempuan (istri) adalah 0,731 ˃ 0,05.

Uji heterokedastisitas ditunjukan dengan grafik Scatterplot, dari kedua grafik Scatterplot curahan waktu laki- laki (suami) dan perempuan (istri) menunjukan bahwa tidak terjadi heterokedastisitas dengan memperlihatkan bahwa titik menyebar secara acak dan tidak membentuk sebuah pola tertentu yang jelas serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka nol pada sumbu Y. Uji Multikolinieritas untuk curahan waktu laki- laki (suami) dan perempuan (istri) semua variabel memiliki tolerance ˃ 0,1 dan VIF < 10. Maka dapat disimpulkan bahwa model regresi linier pada penelitian ini bebas dari gejala multikolinieritas.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Peran gender dalam pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, di dominasi oleh perempuan (istri).

2. Curahan waktu perempuan (istri) pada strata atas dan strata bawah untuk kegiatan domestik dan produktif lebih besar daripada curahan waktu laki- laki (suami).

3. Secara parsial penguasaan aset rumah tangga berpengaruh nyata terhadap curahan waktu kerja laki- laki (suami) pada kegiatan pengolahan dan pemasaran hasil perikanan dan pendapatan rumah tangga secara parsial

(10)

berpengaruh nyata terhadap curahan waktu kerja perempuan (istri) pada kegiatan pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.

Saran

Kepada Pemerintah

Melihat keterlibatan wanita pada usaha pengolahan hasil perikanan di daerah penelitian diharapkan kepada pemerintah untuk melakukan pembinaan terhadap wanita agar dapat menjadi tenaga kerja potensial pada usaha pengolahan hasil perikanan.

Kepada Masyarakat

Disarankan kepada masyarakat di Kelurahan Sei Bilah untuk merubah pola pikir dan kebiasaan yang hanya mencoba pekerjaan di sektor perikanan, untuk mencoba pekerjaan pada sektor non perikanan.

Kepada Peneliti Selanjutnya

Disarankan untuk meneliti variabel – variabel lain yang mempengaruhi curahan waktu gender dalam pengolahan dan pemasaran hasil perikanan yang tidak dimasukan ke dalam model dalam penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA

Badan Pusat Statistik Kabupaten Langkat. Kecamatan Sei Lepan Dalam Angka 2015. BPS. Kabupaten Langkat.

Ellis, A. 1988. Rational Emotive Behavior Therapy and Its Applications Emotional Education. In A. Ellis & S. Blaus (Eds). The Albert Ellis reader: A guide To Well- Being Using Rational Emotive Behaviour Therapy (pp. 253-260). New Jersey: Citadel Press.

Fauzi, A. 2010. Prinsip-Prinsip Penelitian Sosial Ekonomi. Panduan Singkat Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Puspitawati, H. 2013. Konsep, Teori dan Analisis Gender. Bogor. PT IPB Press. Bogor.

Sakwati, M. 2010. Harmoni Dalam Keluarga Perempuan Karir. Fisip Sosiologi. Unila Lampung.

Sukidin. 2000. Marginalisasi Pekerja Wanita Pada Industri Rumah Tangga Sandang di Pedesaan. Jurnal Penelitian dan Evaluasi.

Tim Penulis PS. 2008. Agribisnis Perikanan. Penebar Swadaya. Jakarta.

Vitayala, A. 2000. Masalah Gender. Makalah Pada Lokakarya EXPERT dan UMA-BUILD (Urban Management Advisor-Breakthrough Urbann Intiatives For Local Development). Diselenggarakan O leh UNDP/UNCHS, Cikini-Jakarta 28-30 Juni 2000.

Referensi

Dokumen terkait

Diberitahukan bahwa proses pengadaan jasa konsultansi badan usaha melalui SPSE pada saat ini adalah tahap Evaluasi &amp; Pembuktian

Produk dari Biskuit untuk Penderita Autisme pada saat memasuki pasar harus menetapkan entry barrier yang cukup tinggi selain tidak ada kesamaan dengan yang lain, juga

Sehubungan dengan akan dilaksanakannya Klarifikasi dan Negosiasi Teknis dan Biaya untuk paket pekerjaan Pengawasan Pembangunan Lanjutan Pemecah Ombak (Break Water) Blok Barat PPI

HHO generator adalah suatu alat yang berfungsi sebagai pembangkit berbasis motor bakar menjadi hybrid hydrogen , dengan memproduksi dan menyuntikkan gas hidroksi (HHO)

Menurut Arikunto (2002:126) menjelaskan bahwa : “Instrumen adalah alat pada waktu peneliti menggunakan metode.” Berdasarkan pengertian di atas, untuk memperoleh

Maka salah satu essensi untuk menyelamatkan generasi bangsa adalah menghindari penggunaan bahan bakar yang mengandung timbel atau segala sesuatu yang mempunyai dampak negatif

Kunjungan lapangan 25 (benih/bibit, pupuk, pestisida, dan hormon pengatur tumbuh dll) termasuk mengurangi penggunaan bahan anorganik dan diganti dengan bahan organik,