• Tidak ada hasil yang ditemukan

REVIEW SISTEM SERTIFIKASI KESEHATAN HASIL PERIKANAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "REVIEW SISTEM SERTIFIKASI KESEHATAN HASIL PERIKANAN"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)

Sentul, 12 April 2017

PUSAT PENGENDALIAN MUTU

BADAN KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU

DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN

REVIEW SISTEM

(2)

I. PENDAHULUAN

II. PENERBITAN HEALTH CERTIFICATE

III. SURVEILEN DALAM RANGKA PENERBITAN HC

IV. KASUS PENAHANAN DAN PENOLAKAN HASIL

PERIKANAN TERKAIT HC

(3)

Pentingnya Sertifikasi :

Persyaratan pasar Internasional

Perlindungan konsumen terhadap Mutu dan

Keamanan Pangan (Hasil Perikanan)

Memberikan jaminan keamanan pangan dari

hulu (budidaya, tambak, kapal) hingga ke hilir

(Traceability) melalui In-Process Inspection

(IPI)

(4)

Data Sertifikasi HC UPT KIPM Tahun 2016

NO KODE

UPT NAMA UPT HC VOLUME (KG) NILAI (USD)

1 1 Balai Besar KIPM Jakarta I 19.487

72.834.373,76 491.371.098,40 2 2 Balai Besar KIPM Makasar 8.616

23.886.712,83 140.173.664,81 3 3 Balai KIPM Kelas I

Denpasar 7.449 35.334.888,55 262.128.430,50 4 4 Balai KIPM Kelas I

Surabaya I 6.627 88.771.711,55 556.011.253,79 5 4,1 Wilker Banyuwangi

(Surabaya I) 2.004 28.901.738,61 223.482.485,84 6 5 Balai KIPM Kelas I Medan I 105

2.008.564,70 10.918.600,80 7 6 Balai KIPM Kelas I

Balikpapan 196 2.101.350,10 26.675.324,50 8 7 Balai KIPM Kelas II

Mataram 6 68.455,00 66.962,92 9 8 Balai KIPM Kelas II

Palembang 127 1.614.368,30 15.189.408,99 10 9 Balai KIPM Kelas I

Jayapura 0 -

-11 10 Stasiun KIPM Kelas I

Pekanbaru 4 11.300,00 18.250,00 12 11 Stasiun KIPM Kelas I

Pontianak 31 442.268,00 2.553.583,00 13 12 Balai KIPM Kelas II

Manado 2.763 21.605.973,94 114.411.128,57 14 13 Stasiun KIPM Kelas I

Padang 44 242.454,30 3.007.636,49 15 14 Stasiun KIPM Kelas I

Kendari 77 1.279.115,22 3.596.442,10 16 15 Balai KIPM Kelas I Jakarta

II 11.209 151.656.544,82 571.670.000,58 17 16 Balai KIPM Kelas I

Surabaya II 4.858 72.870.154,55 337.705.251,42 18 17 Balai KIPM Kelas II

Semarang 4.678 38.982.331,33 180.190.393,74 19 18 Balai KIPM Kelas II

Banjarmasin 225 2.072.266,54 16.783.546,96 20 19 Stasiun KIPM Kelas I Jambi 0

-

-21 20 Stasiun KIPM Kelas II

Bengkulu 0 -

-22 21 Stasiun KIPM Kelas I Palu 0

-

-23 22 Satasiun KIPM Kelas II

Luwuk Banggai 48 457.384,04 2.126.583,00 24 23 Stasiun KIPM Kelas I

Entikong 957 1.753.737,00 5.502.537,93

NO KODE

UPT NAMA UPT HC VOLUME (KG) NILAI (USD)

25 24 Stasiun KIPM Kelas I

Lampung 2.017 26.531.563,64 256.558.140,27 26 25 Stasiun KIPM Kelas II

Tanjung Pinang 1.540 13.742.121,00 19.321.742,27 27 26 Stasiun KIPM Kelas I

Palangkaraya 0 - -28 27 Stasiun KIPM Kelas I Kupang 250

1.259.440,64 4.071.666,35 29 28 Stasiun KIPM Kelas II

Tanjung Balai Asahan 562 6.096.337,90 10.115.884,35 30 29 Stasiun KIPM Kelas I Pangkal

Pinang 906 4.421.803,90 15.526.594,55 31 30 Satasiun KIPM Kelas II Bima 0

-

-32 31 Stasiun KIPM Kelas I Ternate 1

10.500,00 238.491,82 33 32 Stasiun KIPM Kelas II

Tahuna 1 24.500,00 37.666,74 34 33 Stasiun KIPM Kelas II

Tarakan 783 9.106.476,90 97.751.820,00 35 34 Stasiun KIPM Kelas I

Gorontalo 8 69.379,20 316.846,93 36 35 Stasiun KIPM Kelas II Sorong 140

2.577.400,60 13.333.741,16 37 36 Stasiun KIPM Kelas II

Bau-Bau 0 -

-38 37 Stasiun KIPM Kelas II

Cirebon 1.350 29.988.523,17 80.786.632,78 39 38 Stasiun KIPM Kelas I

Yogyakarta 337 3.942.331,04 21.835.137,90 40 39 Stasiun KIPM Kelas I Ambon 78

3.215.981,44 24.965.540,66 41 40 Stasiun KIPM Kelas II

Merauke 2 180,00 25.156,36 42 41 Satasiun KIPM Kelas I Aceh 213

73.391,30 733.913,00 43 43 stasiun KIPM Kelas I Batam 1.553

7.098.366,01 33.308.359,66 44 44 Stasiun KIPM Kelas II Merak 1.470

21.940.217,04 196.386.995,15 45 45 Stasiun KIPM Kelas II

Mamuju 0 -

-46 46 Stasiun KIPM Kelas I Medan

II 5.765 58.548.970,17 334.490.504,17 47 47 Stasiun KIPM Kelas II

Bandung 95 2.365.129,15 4.827.717,59 TOTAL 86.582

(5)

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES VOLUME (KG) 60.131.09 57.002.41 60.517.04 65.168.18 74.165.79 62.873.03 38.125.53 58.337.95 62.042.99 61.040.90 70.345.90 69.035.92 NILAI (USD) 443.282.7 296.826.0 346.600.0 328.535.8 368.580.9 314.806.4 202.027.5 352.484.7 379.786.1 314.411.4 354.213.4 375.965.7 60.131.096 57.002.415 60.517.049 65.168.181 74.165.790 62.873.031 38.125.536 58.337.954 62.042.997 61.040.901 70.345.909 69.035.926 443.282.703 296.826.090 346.600.056 328.535.848 368.580.958 314.806.425 202.027.596 352.484.748 379.786.132 314.411.494 354.213.430 375.965.762 50.000.000 100.000.000 150.000.000 200.000.000 250.000.000 300.000.000 350.000.000 400.000.000 450.000.000 500.000.000 10.000.000 20.000.000 30.000.000 40.000.000 50.000.000 60.000.000 70.000.000 80.000.000 N IL A I (US D ) V O LUM E (KG)

VOLUME DAN NILAI EKSPOR HASIL PERIKANAN BERDSARKAN HC

TAHUN 2016

JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER Series1 6.673 6.225 7.026 7.584 7.914 7.387 5.225 7.956 7.254 7.412 8.078 7.847 6.673 6.225 7.026 7.584 7.914 7.387 5.225 7.956 7.254 7.412 8.078 7.847 1.000 2.000 3.000 4.000 5.000 6.000 7.000 8.000 9.000 EKS EM PL A R

(6)

NILAI RATA-RATA VOLUME (kg) NILAI ($ US) $ US (Per Kg)

1 Uni Eropa (28 Negara) 212 68.252.025 384.154.656 5,63 6.318 Tuna, udang, Cephalopod

2 Korea 382 13.916.009 44.275.135 3,18 1.297 Rumput laut, Tuna, Ikan Hidup, Cephalopod 3 China 445 128.453.159 429.110.456 3,34 13.689 Rumput laut, Ikan pelagis, Ikan Hidup 4 Rusia 15 1.971.333 12.934.223 6,56 129 Telur ikan terbang

5 Kanada 163 3.210.407 24.443.994 7,61 278 Udang, Tuna, kan demersal, Kepiting

6 Vietnam 278 74.212.499 190.480.746 2,57 4.621 Udang, Tuna/tuna like, Rumput laut, Cephalopod 7 Norwegia 212 8.680 41.857 4,82 Ikan Kakap, Ikan Tenggiri3

1 Jepang 81.812.430 608.469.724 7,44 11.457 Udang, tuna 2 Amerika 158.654.274 1.425.826.791 8,99 12.035 Udang, Tuna, Kepiting

3 Negara Non Mitra 207.416.090 958.476.154 5 36.755 Udang, Tuna/Tuna like, Kepiting, Kakap, Ikan hidup, Kekerngan

737.906.906

4.078.213.736

5,53

86.582

TOTAL

NO NEGARA JUMLAH UPI TERDAFTAR (Unit)

EKSPOR 2016 JUMLAH HC

(Consignment) DOMINAN JENIS PRODUK A. Negara Mitra

B. Negara Non Mitra

(7)

Sertifikat :

dokumen

berupa kertas atau

dokumen elektonik

yang

menjelaskan

dan menjamin tentang

spesifikasi pangan

yang di kirim

untuk

tujuan perdagangan

, yang dihasilkan melalui kegiatan

inspeksi

Sertifikasi : prosedur yang dilakukan oleh

Lembaga Sertifikasi

Pemerintah

terhadap pangan atau sistem jaminan pengawasan

keamanan pangan

sesuai dengan

“Persyaratan”

Sertifikasi pangan dilakukan

oleh Pemerintah (Otoritas Kompeten)

berdasarkan aktifitas inspeksi, yang meliputi in-process inspection,

audit sistem jaminan mutu (HACCP) dan pengujian terhadap produk

akhir (end products testing)

II. PENERBITAN HEALTH CERTIFICATE

Seluruh tahapan proses dan pengujian produk

akhir (end product testing), yang bertujuan untuk

memverifikasi kesesuaian dengan

“Persyaratan”

(the whole system - dari hulu ke hilir)

(8)

Bukti Legalitas :

 Competent Authority, Cap, Tandatangan, dll

Menerangkan tentang spesifikasi/data “consignment” :

 Jenis olahan, berat/volume, tanggal produksi, nomor container, dll

Pernyataan jaminan mutu dan keamanan produk kepada

konsumen (attestation) :

 Kesesuaian dengan aturan UE (EC 852/2004, 853/2004, dan aturan

terkait spesifik produk)

 Telah dilakukan pengendalian oleh Otoritas Kompeten sesuai aturan UE

(854/2004)

Menerangkan tentang asal dan tujuan produk/barang :

 Eksportir, importir, negara asal produk, negara tujuan ekspor, asal

negara, nama UPI, dll

(9)

Lembaga Inspeksi

dan Sertifikasi

Produk

Siap Ekspor

Survailen (IPI)

Sesuai

Tidak

sesuai

Health

Certificate

Proses Produksi

Dokumentasi

Document :

Survailen, Test Result

Permohonan

Ekspor

Cek fisik & dokumen

SERTIFIKAT

HACCP

UPI

SURVAILEN

• Penerapan HACCP

• Traceability

• Internal Audit

• External Audit

(approved Supplier/CBIB)

HC tidak

diterbitkan

Suspend

PROSEDUR PENERBITAN HEALTH CERTIFICATE (“IN PROCESS INSPECTION”)

SPM

INSW Ekspor

HOW..??

• Waktu Survailen terkait PNBP

• End Product Testing Vs PNBP

Laboratory Testing :

- Process

- End Products

- dll

(10)

JENIS HC BESERTA PENGGUNAANNYA

Nomor

Seri

Penjelasan dan Penggunaan

A

Fishery Product untuk umum

B

Fishery Product untuk China

C

Fishery Product untuk Custom Union

D

Fishery Product untuk Vietnam

E

Fishery Product untuk Jepang

F

Fishery Product untuk Amerika

G

Fishery Product untuk Taiwan

AA

Fishery Product untuk Singapura dan

Norwegia

XA

Fishery Product untuk UE Bahasa

Inggris

XB

Fishery Product untuk UE Bahasa

Perancis

XC

Fishery Product untuk UE Bahasa

Jerman

Nomor

Seri

Penjelasan dan Penggunaan

XF

Fishery Product untuk UE Bahasa

Belanda

XG

Fishery Product untuk UE Bahasa

Portugal

XJ

Fishery Product untuk UE Bahasa

Spanyol

XK

Fishery Product untuk UE Bahasa

Italia

XP

Fishery Product untuk UE Bahasa

Finlandia

YA

Frog Legs UE Bahasa Inggris

YB

Frog Legs UE Bahasa Perancis

ZA

Snail UE Bahasa Inggris

(11)

III. SURVEILEN DALAM RANGKA PENERBITAN HC

1. Keamanan Air dan Es

2. Kondisi dan kebersihan Sarana /

Prasarana yang kontak langsung

dengan produk

3. Pencegahan Kontaminasi Silang

4. Pemeliharaan Fasilitas

Sanitasi/Pencucian Tangan/Toilet

5. Perlindungan Produk/bahan

pengemas/Alat dari Bahan-bahan

Kimia/kontaminan

6. Pelabelan, Penyimpanan dan

penggunaan bahan kimia berbahaya

7. Pengendalian Kesehatan Karyawan

8. Pest Control

1.

SELEKSI BAHAN BAKU

2.

PENANGANAN DAN

PENGOLAHAN

3.

BAHAN PEMBANTU

4.

BAHAN KIMIA

5.

PENGEMASAN

6.

PENYIMPANAN

7.

DISTRIBUSI

a. SSOP

b. GMP

SURVEILEN

(12)

c

. HACCP manual dan Penerapannya

 Rancangan HACCP

 Personil (Tim HACCP)/QC

(Penanggung jawab Mutu di UPI)

 Penerapan HACCP

 Sistem Verifikasi

d. Komitmen Manajemen (Tim HACCP

dan Management)

 Audit Internal

 Corrective Action (Tindakan

Perbaikan)

 Kejujuran data dan rekaman

penerapan HACCP

1.Analisis bahaya (hazard) dan

identifikasi tindakan pencegahan.

2.Identifikasi titik-titik pengendalian

kritis (Critical Control Points/CCP).

3.Penetapan batas kritis (critical limit).

4.Penetapan prosedur

pemantauan/monitoring terhadap

setiap CCP.

5.Penetapan tindakan koreksi

(corrective action) yg harus

dilakukan apabila terjadi

penyimpangan terhadap batas kritis.

6.Penetapan sistem pencatatan (record

keeping)

7.Penetapan prosedur verifikasi

7 PRINSIP HACCP

Jika tidak sesuai :

Peringatan / Pembekuan Sementara

1.SOP surveilen sama dengan SOP inspeksi (Inspeksi Formal dan terencana)

2. UPI melakukan tindakan perbaikan (corrective action)

(13)

Grade HACCP dan Frekuensi Surveilen

GRADE

JUMLAH PENYIMPANGAN

FREKUENSI

EKSPOR

Kritis

Serius

Mayor

Minor

A

0

0

0 – 5

0 – 6

1 kali dalam 3 bulan

B

0

1 – 2

6 – 10

≥ 7

1 kali dalam 2 bulan

C

0

3 – 4

≥ 11

NA

1 kali dalam 1 bulan

Catatan :

Jadwal surveilan harus disesuaikan dengan keberadaan proses

produksi pada Unit Pengolahan Ikan

(14)

14

SAMPLING DAN PENGUJIAN

Jenis pengujian : kimia, fisik, atau mikrobiologi

Sampling target dalam verifikasi CCP (raw materials and semi-products)

Sampling target verifikasi GMP dan SSOP

Pengujian produk akhir dalam verifikasi sistem HACCP

• Fokus pada bagian/tempat yang kurang sesuai dengan kaidah GMP-SSOP

Misal : - Meja kerja, tangan pekerja, dinding (bila produk basah)

- Keranjang/wadah ikan/es

- Air dan es yang digunakan

• Fokus pada CCP (Critical Control Point)

Misal : - Sampel produk dalam proses, Bahan baku

- Sortasi, pengepakan, proses kunci, dll

Korelasikan sampling dengan kondisi proses

Misal : antara suhu dan data mikrobiologi

Lakukan :

o Pengukuran suhu di tiap-tiap tahapan proses terutama yang dicurigai

Bila suhu melebihi batas GMP Mis : > 4

o

C,

(15)

Diperlukan pada inspeksi/survailance

di setiap tahap dan lini (inspeksi

penerapan GMP dan HACCP)

Untuk membuat judgement kadang

diperlukan dukungan pengujian (perlu

pengambilan sample/

Targeted

sampling

)

a. Sampling pada “In Process

Inspection” (IPI)

Tujuan :

Performance UPI dalam penerapan HACCP

 Inspeksi terkait produk akhir

(Performance Produk Akhir)

 Sampling berdasarkan AQL 6.5

“MODIFIED” (Standard kebijakan

Competent Authority)

b. Sampling pada “End Product

Inspection” (EPI)

a + b : terkait penerbitan HC ekspor

b : terkait penerbitan HC Impor

(16)

 Targeted Sampling (Survailance)

Kecurigaan (suspected) pada tahap tertentu

Sampling mewakili tahapan tersebut

o Swabbing :

Produk/Air/Peralatan

o Jumlah :

minimal 2 ulangan

 AQL 6.5 (Modified) terkait PP No. 75 tahun 2015

Besarnya lot (satuan

terkecil kemasan)

Contoh (uji)

< 2 400

6

2 401 – 15 000

8

15 001 – 24 000

10

24 001 – 42 000

15

> 42 001

24

Besarnya lot (satuan

terkecil kemasan)

Contoh (uji)

< 8 000

3

8 001 – 14 000

5

14 001 – 24 000

8

24 001 – 40 000

14

> 40 000

21

Jumlah sample organoleptik berdasarkan

satuan terkecil “produk perikanan

Jumlah sample organoleptik berdasarkan

satuan terkecil ekor

- Tergantung besarnya populasi dalam lot produk

- Tergantung homogenitas suatu populasi

- Sebaiknya menggunakan AQL 6.5 (SNI Sampling

Produk Perikanan) untuk suatu lot produk

Prinsip : - Secukupnya untuk sampling dalam tahapan produksi

(17)

1. Informasi yang diperlukan:

Berat atau ukuran kemasan (kg atau lb)

Tingkat pemeriksaan

Jumlah lot (N)

2. Tingkat pemeriksaan (TP):

TP I dilakukan untuk pengambilan contoh normal

TP II untuk pengambilan contoh bila terjadi

sanggahan terhadap hasil pengujian TP I, atau bila

diperlukan hasil pengujian yang lebih meyakinkan

(18)

Berat Kemasan

1

KG (2.2LB)

Lot Size (N)

Sample Size (n)

Acceptance Number (c)

4.800 or less

4.801 – 24.000

24.001 – 48.000

48.001 – 84.000

84.001 – 144.000

144.001 – 240.000

more than 240.000

6

13

21

29

48

84

126

1

2

3

4

6

9

13

BERAT Kemasan

> 1 KG (2.2LB)

< 4.5 KG (10LB)

Lot Size (N)

Sample Size (n)

Acceptance Number (c)

2.400 or less

2.401 – 15.000

15.001 – 24.000

24.001 – 84.000

84.001 – 144.000

144.001 – 240.000

more than 240.000

6

13

21

29

48

84

126

1

2

3

4

6

9

13

TINGKAT

PEMERIKSAAN I

Lot Size (N)

Sample Size (n)

Acceptance Number (c)

600 or less

601 – 2.000

2.001 – 7.200

7.201 – 15.000

15.001 – 24.000

24.000 – 42.000

more than 42.000

6

13

21

29

48

84

126

1

2

3

4

6

9

13

Berat Kemasan

> 4.5 (10LB)

(19)

Lot Size (N)

Sample Size (n)

Acceptance Number (c)

4.800 or less

4.801 – 24.000

24.001 – 48.000

48.001 – 84.000

84.001 – 144.000

144.001 – 240.000

more than 240.000

13

21

29

48

84

126

200

2

3

4

6

9

13

19

Lot Size (N)

Sample Size (n)

Acceptance Number (c)

2.400 or less

2.401 – 15.000

15.001 – 24.000

24.001 – 84.000

84.001 – 144.000

144.001 – 240.000

more than 240.000

13

21

29

48

84

126

200

2

3

4

6

9

13

19

Lot Size (N)

Sample Size (n)

Acceptance Number (c)

600 or less

601 – 2.000

2.001 – 7.200

7.201 – 15.000

15.001 – 24.000

24.000 – 42.000

more than 42.000

13

21

29

48

84

126

200

2

3

4

6

9

13

19

TINGKAT

PEMERIKSAAN II

Berat Kemasan

1

KG (2.2LB)

BERAT Kemasan

> 1 KG (2.2LB)

< 4.5 KG (10LB)

Berat Kemasan

> 4.5 (10LB)

(20)

Jumlah dan Jenis Contoh

• Jumlah dan berat contoh diambil tergantung pada jumlah parameter uji

yang menjadi target atau target yang dicurigai dan kebutuhan

masing-masing parameter uji tersebut;

• Untuk pengujian organoleptik sebagai end produk testing hasil

perikanan yang akan di ekspor jumlah contoh sesuai dengan tabel.

• Jumlah contoh produk akhir untuk produk perikanan yang akan dikirim

ke Uni Eropa

: Mikrobiologi 5 contoh, Histamin 9 Contoh, Logam berat 3

(21)

Jumlah dan Jenis Contoh

• Jumlah contoh produk akhir untuk produk perikanan yang

akan dikirim ke negara

selain Uni Eropa

: untuk uji

mikrobiologi 3 contoh, histamin 3 contoh dan logam berat 1

contoh

• Jumlah pengambilan contoh bahan baku, tahapan

pengolahan atau titik pengendalian kritis atau sanitasi

peralatan adalah

1 contoh sesuai dengan jenis produk dan

bahaya potensial

pada tahapan tersebut

• Jumlah dan jenis contoh juga harus disesuaikan dengan jenis

uji dan persyaratan nasional maupun negara tujuan ekspor

(22)

Titik Pengambilan Contoh dan Pengujian air

• Penerimaan bahan baku

• Alur proses

• Tahapan proses yang

menyimpang

• Titik pengendalian kritis

dan atau

• Produk akhir

• Air dan es

• Sanitasi peralatan dan

personil

Parameter Uji :

• Mikrobiologi: Coliform, E.coli,

Enterococci dan clostridium

perfringens

• Kimia an organik: Arsen, Fluorida, total

kromium dll

• Parameter yang tidak langsung

berhubungan dengan kesehatan : fisik

dan kimiawi

Unit Pengolahan Ikan :

• Mikrobiologi 1 kali/3 bulan

• Kimia 1 kali/1 tahun

Otoritas Kompeten :

• Mikrobiologi 1 kali/6 bulan

• Kimia 1 kali/1 tahun

(23)

Pengambilan Contoh untuk Test Result

• Data uji dari kegiatan surveilan, atau

• Aapabila harus mewakili lot produk yang dikirim,

maka harus dilakukan pengambilan contoh dari

produk akhir yang akan dikirim

(24)

TIDAK

TIDAK

Permohonan (Form 1) :

- invoice, packing list (kode

produksi, tujuan, tgl, alat angkut),

rekomendasi...???

- Identitas sertifikat (sesuai tujuan

ekspor) dummy HC

- Surat Kuasa

- Copy Sertifikat HACCP

Dokumen (Form 2 dan 3) :

●“Grade HACCP A”

●Kesesuaian Ruang Lingkup Produk di

Sertifikat HACCP (di UPT)

●Approval Number (Kode)

(A : segar; B; Beku; C : kaleng; D : kering)

Kode tambahan/Remaks:

PP (tangkap), Aq (budidaya), ZV (kapal)

PROSEDUR/MEKANISME PENERBITAN HC

HC tidak

terbit

YA

TIDAK

YA

Dokumen (Form 4):

●Data hasil Survailen

●Data Hasil Pengujian

●Dll (kesesuaian dengan peraturan yang

berlaku)

YA

Cek isi HC :

• Kesesuaian dengan permohonan (dummy

/draft HC) : tujuan ekspor, No Reg, jenis

produk

• No HC, No form HC, tgl penerbitan

• Kebenaran pengetikan

Cek :

●Kesesuaian nama dan alamat UPI di

Otoritas Kompeten UE

●Kesesuaian tanda tangan dengan specimen

●Kesesuaian tanggal pemberangkatan

produk dengan tanggal penerbitan H

C

UPI :

• Pengecekan

Kesesuaian

YA

TIDAK

UPI memiliki nomor registrasi,

tidak memiliki sertifikat HACCP

HC TIDAK TERBIT

HAZARD

CCP

Evaluasi Dokumen

Administratif (based on

Tujuan Ekspor)

CCP

Pemeriksaan

Data Teknis

CCP

Pencetakan HC

CCP

Penandatanganan

HC

● Jenis Produk

● Volume

● Nomor Container

● Dll

HC

TERBIT

UPT :

• Surat Kuasa

• BERITA

ACARA

• Kesesuaian

dengan

specimen

UPI

Permohonan

Penerbitan HC

Ditolak

● Riwayat Produk

(Traceability)

● Data Hasil Survailen

● Data Hasil Pengujian

● Dll

● Nama UPI

●Jenis Produk

● Sertifikat

HACCP/Grade/Exp date

● Tujuan Ekspor

● No Register/Appv No

(25)
(26)
(27)
(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)
(34)
(35)
(36)

1. Kasus di Port Embarkasi

 Eksportir Undername (Trader/Forwarder Vs UPI)

 Produk tidak dilengkapi HC dan HACCP

 Ada HACCP tidak ada HC (permohonan HC diajukan setelah produk

berangkat)

 HC diperjual belikan

IV. KASUS PENAHANAN DAN PENOLAKAN HASIL PERIKANAN

TERKAIT HC

SANKSI

Berdasarkan UU 31 tahun 2004 Pasal 22 – 24 :

- Kurungan 1 tahun

- Denda 800 juta

(37)

2. Perbedaan ketebalan tulisan pada HC

3. Pemalsuan paraf koreksi sehingga keabsahan HC diragukan

4. Kesalahan yang terjadi pada container (perusahaan shipping line) dimana

container yang digunakan tidak dapat mencapai suhu yang ditetapkan.

5. Data tertulis pada HC tidak sesuai dengan realisasi produk yang diekspor

(38)

6. Tanda tangan di HC tidak sesuai dengan specimen yang

dikirim ke Negara Mitra

7. Sertifikat Kesehatan (HC) diterbitkan untuk UPI yang belum

mempunyai sertifikat HACCP / Pre HACCP atau sertifikat

HACCP-nya kadaluarsa

8. Kurang memahami persyaratan negara mitra dan tidak

melakukan pengecekan dokumen secara detail sebelum

melakukan ekspor (mis: tidak terdaftar Aq tetapi ekspor

produk budidaya, tanpa label, kesalahan label (mis-labelling),

tanpa no registrasi, dll

(39)

9.

Kesalahan pada Penulisan Health Certificate (HC)

a. Perbedaan nama UPI yang tertulis pada HC dengan nama UPI

yang terdaftar di negara mitra

Apabila terdapat perubahan nama atau alamat agar

dilaporkan kepada Otoritas Kompeten.

b. Kesalahan dalam penulisan nomor registrasi.

Tertulis : 139.13.C

Seharusnya : 139.13.B/C

c. HC terbit setelah produk diberangkatkan

(40)

PENULISAN NOMOR REGISTRASI DI KEMASAN PRODUK

Nomor Registrasi : 024.10.A/B

Keterangan:

024

: Nomor Urut Pendaftaran

10 : Kode Provinsi

A : Segar; B : Beku

UNI EROPA

(41)

Nomor Registrasi : CND. A – 100 – 12

A =Segar/Hidup; B = Beku; C = kaleng/Canned; D = Kering

Keterangan

CND

: Canada Registration

100

: Nomor Urut Pendaftaran

12

: Kode Provinsi

Nomor Registrasi : 12–29

Keterangan

12

: Kode Provinsi

29

: Nomor Urut Pendaftaran

KANADA

KOREA SELATAN

Nomor Registrasi : RR.B – 090 – 02

A = Segar/Hidup; B = Beku; C = Kaleng/Canned; D = Kering

Keterangan:

RR : Rusia Registration

B : Beku

090 : Nomor Urut Pendaftaran

02 : Kode Provinsi

(42)

Nomor Registrasi : VR. A/B – 046 – 24

Kode :

A =Segar/Hidup; B = Beku; C = Kaleng/Canned; D = Kering

Keterangan:

VR : Vietnam Registration

046 : Nomor Urut Pendaftaran

24 : Kode Provinsi

VIETNAM

Nomor Registrasi : CR. 89 – 12

Keterangan:

• CR : China Registration

• 89 : Nomor Urut Pendaftaran

• 12 : Kode Provinsi

(43)

Referensi

Dokumen terkait

4 Lama rawat inap merupakan lama hari penderita pneumonia menjalani rawat inap sampai tercapai kondisi klinis stabil dan layak untuk dipulangkan, dihitung dengan cara

Dibidang kesehatan, pemerintah juga telah meluncurkan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan tujuan untuk mengurangi kemiskinan,

Hasil dari pencernaan lipid adalah asam lemak dan gliserol, selain itu ada juga yang masih berupa monogliserid.Karena larut dalam air, gliserol masuk sirkulasi

Arahan tugasan penyelesaian masalah dan penulisan reflektif disesuaikan dengan teori dan model yang diadaptasi ke dalam tugasan, bagi memberi peluang murid mendemonstrasi proses

Pengambilan contoh produk dilakukan saat audit proses produksi dengan melakukan pengambilan contoh sesuai kebutuhan pengujian atau persyaratan SNI sesuai dengan SNI

Dalam kegiatan ekspor produk perikanan peran Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi adalah sebagai lembaga teknis untuk melakukan pembinaan teknis secara periodik

40 Kegiatan Pengembangan dan pembinaan teknologi pengolahan dan pemasaran produk hasil perikanan dan kelautan - BIDANG USAHA KELAUTAN &amp; PERIKANAN. Gelar Produk

Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas nikmat dan hidayah-Nya laporan penelitian tindakan kelas berjudul “Penerapan Metode Inquiry untuk Meningkatkan Pemahaman