ANALISIS STRATEGI SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PADA UMKM (USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH)
DIMSUM MINT ENAK
1
Ratih Wulandari, ST.,MT; 2Safira Maharani
Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Gunadarma 1
[email protected]; [email protected]
ABSTRAK
Peningkatan permintaan produk frozen food sejak pandemic covid-19 dan banyaknya pilihan yang membuat konsumen harus memilih suatu produk olahan pangan yang dibutuhkan meningkat. Objek penelitian ini dilakukan pada UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) Mint Enak merupakan usaha yang bergerak dibidang food and beverage produk yang dijual yaitu dimsum frozen. Tujuan utama dari UMKM Mint Enak adalah usaha ini dapat meminimalkan biaya-biaya yang harus dikeluarkan dengan efisiensi biaya serendah mungkin dengan kualiatas yang baik. Adanya karakteristik yang berbeda antara keduanya baik produk fungsional dan inovatif menyebabkan keduanya membutuhkan strategi yang berbeda. Pada produk fungsional, lebih terfokus dengan bagaimana caranya meminimalisir biaya sepanjang supply chain. Strategi pada supply chain adalah strategi responsif dan strategi efisien. Penentuan strategi efisien dan strategi responsif tidak terlepas dari keputusan-keputusan taktis yang terdiri dari penentuan mengenai tempat atau lokasi fasilitas yang akan ditempatkan pada UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Mint Enak, cara untuk mengatur dan mengoperasikan sistem produksi, penentuan mengenai persediaan-persediaan operasional dan persediaan-persediaan pelayanan, penentuan dengan cara bagaimana distribusi suatu produk, penentuan dalam pemilihan supplier frozen food yang cocok untuk UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dimsum Mint Enak, penentuan kebijakan yang baik untuk pengembangan produk dimsum Mint Enak.
Kata Kunci:SCM, Strategi, UMKM. PENDAHULUAN
Dunia bisnis industri makanan semakin pesat dan semakin berinovasi, salah satunya adalah bisnis makanan frozen food. Makanan cepat saji ini mulai banyak diminati konsumen dari mulai para pelajar sampai kebutuhan rumah tangga. Upaya perusahaan terus dilakukan dalam meningkatkan pelayanan dan produktivitas usaha. Setiap usaha berupaya untuk mengoptimalkan dan dapat memecahkan permasalahan serta mencari solusinya. Pada saat proses operasional maupun pelayanan, apabila UMKM yang berjalan dengan baik maka dapat menghasilkan produk yang unggul dan kompetitif. Konsumen mengharapkan dapat memperoleh dan membeli suatu produk yang memiliki manfaat yang tinggi dan harga yang dapat diterima untuk produk tersebut.
Membangun dan mengembangkan suatu bisnis food and beverange di tengah pandemi covid-19 menjadi salah satu potensi untuk UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan
menengah) di Indonesia khususnya pada usaha frozen food. Perkembangan dunia bisnis untuk produk makanan frozen food yang semakin pesat karena sejak pandemi covid-19 seluruh kegiatan masyarakat banyak dilakukan di rumah dan banyak kegiatan yang dilakukan secara daring. Kegiatan-kegiatan tersebut misalnya adalah bekerja secara daring, pembelajaran yang dilakukan secara daring, ataupun kegiatan lainnya yang dilakukan secara daring. Selain itu, sejak pandemi covid-19 jam operasional tempat makan, sarana hiburan, dan toko dibatasi oleh pemetintah. Maka dari itu, masyarakat mulai menyadari bahwa pentingnya menyimpanan makanan dalam bentuk frozen food untuk mencukupi kebutuhan pangan. Frozen food juga merupaan makanan yang mudah dalam pengolahannya, sehingga makanan jenis frozen food sangat direkomendasikan untuk masyarakat yang membutuhkan makanan yang cepat saji dan sehat. Produk ini menjadi alternatif pilihan untuk rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan pangan. Peningkatan permintaan produk frozen food sejak pandemic covid-19 dan banyaknya pilihan yang membuat konsumen harus memilih suatu produk olahan pangan yang dibutuhkan meningkat. Maka dari itu, produsen secara kompetitif dalam upayanya untuk mengenalkan produknya dan meraih pangsa pasar yang lebih luas.
Para pelaku dalam perkembangan industri menyadari bahwa dalam menyediakan produk yang murah, memiliki kualitas, dan cepat saja tidak cukup. Perlu dilakukan saling berkolaborasi dan sinkronisasi seluruh pihak. Mulai dari pengolahan bahan baku dari supplier menjadi suatu komponen, kemudian produsen yang mengubah bahan baku menjadi produk jadi hingga seluruh bahan jadi tersebut dapat didistribusikan dan dikirim kepada konsumen. Maka supply chain management menjadi salah satu metode pendekatan untuk mengelolanya (I Nyoman Punjawa, 2005). Objek penelitian ini dilakukan pada UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan menengah) di depok. UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) Mint Enak merupakan usaha yang bergerak dibidang food and beverage produk yang dijual yaitu dimsum frozen. UMKM Mint Enak beralamat di perumahan pondok indah pancoranmas blok C nomor 1, kecamatan pancoranmas, kelurahan rangkapan jaya, 16435 Depok, Jawa Barat. UMKM ini tergolong usaha baru karena usaha ini berdiri sejak bulan juli 2020. UMKM Mint Enak dalam pengembangan usahanya, ditemukan berbagai macam masalah salah satunya dalam hal strategi supply chain management.
Berdasarkan permasalahan-permasalahan yang terjadi pada UMKM Mint enak menarik untuk diteliti. Setiap usaha dalam bisnis berupaya maksimal untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, pelayanan yang cepat dan terbaik, dan menciptakan produk yang inovatif untuk dapat besaing dan bertahan dipasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi dan tujuan yang diinginkan perusahaan untuk dapat menentukan penempatan produk khususnya pada produk frozen food dimsum di UMKM Mint Enak. Supply Chain Management merupakan jaringan perusahaan-perusahaan yang secara bersama-sama bekerja untuk menciptakan dan mengantarkan suatu produk ke tangan pemakai akhir. Perusahaan-perusahaan tersebut biasanya termasuk supplier, pabrik, distributor, toko, atau ritel, serta perusahaan-perusaahn pendukung seperti perusahaan jasa logistik (I Nyoman Punjawa, 2005). Dalam mengelola strategi supply chain juga melibatkan pihak-pihak di dalam usaha. Maka dari itu, strategi supply chain diperlukan sehingga UMKM Mint Enak dapat unggul, efisien, dan tujuannya tercapai. Cara untuk mengetahui strategi supply chain tersebut, perlu dilakukan analisa pada bagian mana strategi efisiensi diterapkan dan pada bagian mana strategi responsif pada UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan menengah) Mint Enak dapat diterapkan.
METODE PENELITIAN
Penelitian dilakukan di UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan menengah) Mint Enak di Depok. UMKM Mint Enak menjual makanan olahan yaitu produk dimsum dalam kemasana frozen. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif merupakan data berupa informasi secara deskriptif. Karakteristik utama penelitian dengan metode kualitatif memiliki karakteristik utama yang berasal dari latar belakang atau peristiwa yang terjadi di masyarakat. Penggunaan metode kualitatif dengan berbagai macam langkah yaitu pengamatan, wawancara, dan menganalisa dokumen. Teori tersebut dibangun berdasarkan data yang sudah ada sebelumnya. Pendekatan studi kasus merupakan studi yang mengeskplorasi masalah yang mendalam dan menyertakan sumber informasi, dan dengan batasan-batasan secara jelas dan terperinci dalam waktu, tempat, dan kasus (J.R.Raco, 2010). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif karena dalam melakukan penelitian, hasil berupa deskriptif berupa kata-kata maupun gambaran yang terjadi pada objek yaitu pada UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan menengah) Mint Enak. Berdasarkan data dan gambaran yang didapatkan, kemudian peneliti melakukan analisa yang didukung dengan data-data sebelumnya.
Objek penelitian adalah suatu fenomena yang terdapat pada konteks penelitian yang alamiah dan dapat dimengerti ketika data lapangan selesai didapatkan. Untuk mendapatkan data tersebut dapat melalui berbagai cara yaitu dilakukan wawancara, observasi terlebih dahulu, dan diinterpretasikan (J.R.Raco, 2010). Sedangkan subjek penelitian merupakan orang yang terlibat untuk memberikan keterangan terhadap fakta dan pendapat. Maka dari itu, dalam menentukan orang sebagai subjek penelitian, terlebih dahulu dilakukan serangkaian daftar kategori subjek peneliti dan ditata sedemikian rupa agar peneliti siap melakukan pengumpulan data.
Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara langsung ke tempat UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan menengah) Mint Enak dan juga foto untuk mendokumentasikannya. Wawancara adalah metode untuk menangkap makna suatu pengalaman (J.R.Raco, 2010). Dalam melakukan metode wawancara, tidak sekedar untuk mengajukan pertanyaan kepada narasumber, tetapi peneliti mampu menggali seluruh informasi yang dibutuhkan. Maka dari itu peneliti harus terlatih, kreatif, dan mahir. Kemudian dilakukan observasi langsung ke tempat UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan menengah) Mint Enak. Proses dilakukannya observasi dimulai dari mengidentifikasi tempat, lalu membuat pemetaan, hingga mendapatkan gambaran tentang sasaran penelitian. Kemudian peneliti mengidentifikasi siapa yang diobservasi, kapan diobservasi, dan bagaimana. Sehingga wawancara dilakukan dengan baik dan direkam sehingga kualitas tetap terjamin dan mudah untuk dianalisis karena rekaman tersebut dapat diulang kembali. Wawancara dilakukan kepada informan di Mint Enak dan mendokumentasikannya.
Memvalidasi hasil penelitian artinya peneliti menentukan seberapa akurasi dan kredibilitas dengan strategi yang benar dan tepat. Pada penelitian ini dilakukan pengujian data dengan menggunakan triagulasi sumber untuk dapat memeriksa kebenaran suatu data. Penggunaan teknik triangulasi karena tidak ada metode pengumpulan data tunggal yang sangat cocok dan dapat benar-benar sempurna. Maka dari itu, teknik triagulasi dapat membantu. Pada umumnya teknik triangulasi dilakukan dengan cara wawancara atau interview dan dilakukan observasi lapangan. Triangulasi data artinya adalah menggunakan berbagai macam data, dan beberapa teknik analisa.
Berikut dibawah ini merupakan tahapan-tahapan metodologi penelitian yang ditujukkan pada Gambar 1. Flowchart Metodologi penelitian.
Mulai Studi Literatur Observasi ke tempat UMKM Mint Enak Pengumpulan Data dengan Wawancara Pengolahan Data Hasil dan Pembahasan Kesimpulan dan saran Selesai
Gambar 1. Flowchart Metodologi Penelitian
Berdasarkan flowchart diatas yang terdapat pada Gambar 1 merupakan diagram aliran dalam pembuatan penelitian Analisis Strategi Supply Chain Management Pada UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Dimsum Mint Enk. Diagram aliran ini dilakukan dimulai dari mempelajari studi literatur yang tepat untuk menganalisis penelitian dengan mencari referensi dari buku dan jurnal terdahulu. Kemudian dilakukan observasi secara langsung ke tempat UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Mint Enak sebelum dilakukan pengumpulan data. Pengumpulan data ini dilakukan dengan cara wawancara. Setelah data dikumpulkan, kemudian peneliti mengolah data dan didapatkan hasil penelitian. Setelah itu, peneliti dapat menentukan kesimpulan dan menentukan saran.
Studi literatur adalah serangkaian metode pengumpulan data yang diarahkan untuk menemukan data dan informasi dari dokumen dalam bentuk tertulis, gambaran atau foto, dan dokumen elektronik untuk mendukung proses penulisan. Studi literatur mengacu pada buku-buku, arsip, jurnal ilmiah atau e-jurnal, ataupun dokumen-dokumen yang relevan dengan penelitia. yang sudah diakui kredibilitasnya. Informasi yang didapat dari studi literatur juag menjadi rujukan untuk memperkuat penelitiannya (Alwiyah, 2020).
Observasi lapangan merupakan bagian dari pengumpulan data. Tetapi pada observasi dilakukan pengumpulan data secara langsung dari lapangan. Data observasi dapat dilakukan dengan cara berinteraksi langsung ke lapangan dari mulai identifikasi tempat UMKM Mint Enak, kemudian dilakukan pemetaan serta melalui observasi tempat peneliti dapat mengetahui gambaran umum sasaran penelitian. Pada proses observasi peneliti melakukan identifikasi kepada siapa yang nantinya akan diobservasi, kapan waktu yang tepat, berapa lama durasi wawancara dan bagaimana (JR. RACO, 2010).
Pengumpulan data dengan cara wawancara kepada pemilik dari UMKM Mint Enak, dam manajer produksi UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Mint Enak. Wawancara dilakukan secara langsung tanpa melalui perantara. Apabila peneliti terlibat langsung dengan subjek penelitian, maka permasalahan yang ada di UMKM Mint Enak dapat dipahami secara detail. Wawancara tersebut direkam dengan tujuan peneliti dapat mengulang-ulang kembali sehingga memudahkan dalam proses pengolahan data. Setelah dilakukan pengumpulan data, kemudian peneliti melakukan pengolahan data. Data yang sudah didapatkan dari pihak UMKM Mint Enak kemudian diolah untuk mendapatkan hasil. Hasil dan pembahasan tersebut menjadi pengukuran akhir terkait strategi supply chain yang berada di UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Mint Enak. Setelah itu, kesimpulan dan saran digunakan untuk mempermudah para pembaca dan peneliti selanjutnya menarik inti dari pembahasan penelitian.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Supply Chain Management adalah salah satu aspek yang penting dalam perusahaan yang berupa sekumpulan cara untuk dilakukannya pendekatan agar kegiatan dalam operasional perusahaan dapat efisien dari mulai supplier, manufaktur, gudang, penyimpanan, sampai barang diproduksi dan didistribusikan, lokasi yang tepat, waktu yang tepat, agar meminimalisir biaya dan mengoptimalkan kepuasan pelayanan kepada konsumen (Agus Widyarto, 2012). Ahli lainnya menyebutkan bahwa supply chain management adalah manajemen terhadap aliran antar dan diantara tahapan supply chain digunakan untuk mengoptimalkan profitabilitas mengenai seluruh rangkaian supply chain.
Pada supply chain management, strategi dimulai dari pemasok sampai kosumen akhir dengan melakukan penyusunan strategi operasional kebutuha pasar ataupun ketersediaan sumber daya sebagai acuannya. Supply Chain Management memiliki tujuan utama adalah diharapkan dengan mengetahui strategi Supply Chain Management maka perusahaan dapat bersaing dipasaran dan memenangkan persaingan tersebut dan diharapkan dengan mengetahui strategi, UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Mint Enak dapat menyediakan harga yang rendah dan kualitas yang baik.
Terdapat dua kategori suatu produk yaitu produk fungsional dan produk inovatif. Produk fungsional adalah produk dengan konfigurasi standar dan siklus hidup yang panjang. Pada umumnya, untuk produk fungsional biasanya varian pada produk sedikit
dan memiliki siklus hidup yang panjang. Maka dari itu, untuk produk fungsional biasanya permintaan produk relatif stabil periodenya karena itulah produk fungsional udah untuk dilakukan peramalan. Metode ramalan yang cukup sederhana bisa digunakan pada produk ini dan dapat menghasilkan akurasi yang tinggi. Akibat akurasi ramalan yang tinggi, maka tingkat akan adanya kekurangan suatu produk dapat ditekan hingga pada level tingkat 1-2% (I Nyoman Punjawa, 2005). Sedangkan produk inovatif adalah produk yang memiliki variasi banyak bahkan variasi pada produk inovatif sampai ratus atau ribuan variasi. Pada umumnya, produk inovatif hanya akan bertahan sesaat dipasar karena mengikuti tren yang ada dan digantikan dengan produk pengembangan yang terbaru. Maka untuk meramalkan produk inovatif lebih sulit karena perkembangan teknologi yang begitu cepat dan selera pasar yang cepat berubah-ubah. Karena karakteristik produk inovatif yang diramalkan sulit, akibatnya adalah sering terjadi kekurangan produk dalam inventory atau sering terjadinya kelebihan produk di dalam inventory. Hal ini mengakibatkan apabila kelebihan produk, maka perusahaan biasanya mengadakan cuci gudang atau penurunan harga dan apabila terjadi kekurang produk, maka biasanya membuat konsumen kehilangan kesempatan dan dapat menghilangkan keuntungan pada perusahaan (I Nyoman Punjawa, 2005).
Adanya karakteristik yang berbeda antara keduanya baik produk fungsional dan inovatif menyebabkan keduanya membutuhkan strategi yang berbeda. Pada produk fungsional, lebih terfokus dengan bagaimana caranya meminimalisir biaya sepanjang supply chain. Strategi pada supply chain adalah strategi responsif dan strategi efisien. Pada strategi responsif perusahaan pada umumnya memiliki kemampuan supply chain dengan mengatassi permintaan dengan jumlah yang besar dengan variasi produk yang bermacam-macam serta dapat menangani atas ketidak pastian pelayanan. Sedangkan, pada strategi efisien perusahaan pada umumnya memiliki kemampuan supply chain dalam mengatur ongkos-ongkos perusahaan dengan meminimalisir biaya yang tidak perlu. Upaya yang dilakukan pada strategi efisien adalah perusahaan dapat memenuhi permintaan konsumen dengan menekan biaya-biaya yang diperlukan.
Penelitian dilakukan di UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan menengah) Mint Enak. UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Mint enak bergerak di bidang food and baverage. Produk yang dijual adalah dimsum frozen. Produk dimsum frozen dijual secara online dan secara langsung bertemu dengan konsumen. Dimsum Mint Enak dijual secara online melalui instagram. Sedangkan, penjualan secara langsung dijual di toko yang beralamat di komplek pondok indah pancoranmas, Depok. Dalam upaya meningkatkan dan mempertahankan kebutuhan konsumen, maka seluruh pihak baik supplier, produsen dan konsumen harus berkolaborasi dengan baik. Mengelola supply chain tergolong tidak mudah karena melibatkan banyak pihak di dalam maupun diluar perusahaan (Sidarto, 2008). Maka dari itu, strategi supply chain management ini penting untuk diterapkan pada UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan menengah) Mint Enak. Upaya tersebut juga dilakukan agar UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan menengah) Mint Enak dapat mencapai keuntungan yang maksimal dan optimal.
Kebijakan dan keputusam-keputusan taktis harus diperhitungkan untuk menentukan strategi supply chain management. Dalam konteks supply chain, strategi dapat berupa pendirian pabrik baru, penambahan kapasitas produksi, penentuan proses manufaktur, pemilihan sistem produksi, pengalihan tanggung jawab, dan persediaan ke supplier (Sidarto, 2008). Penentuan strategi efisien dan strategi responsif tidak terlepas dari keputusan-keputusan taktis yang terdiri dari penentuan mengenai tempat atau lokasi fasilitas yang akan ditempatkan pada UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah) Mint Enak, cara untuk mengatur dan mengoperasikan sistem produksi, penentuan mengenai persediaan-persediaan operasional dan persediaan pelayanan, penentuan dengan cara bagaimana distribusi suatu produk, penentuan dalam pemilihan supplier frozen food yang cocok untuk UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dimsum Mint Enak, penentuan kebijakan yang baik untuk pengembangan produk dimsum Mint Enak. Keputusan-keputusan tersebut harus selaras dengan strategi supply chain (I Nyoman Pujawan, 2005). Peneliti menganalisa keputusan taktis pada UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Mint Enak yang mencakupi lokasi fasilitas UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Mint Enak, Sistem produksi, kebijakan tentang persediaan, transportasi yang sesuai, supplier frozen food, dan pengembangan produk dimsum Mint Enak.Berdasarkan hasil analisis dari karakteristik suatu produk, UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Mint Enak, banyak karakteristik produk yang mengarah pada produk fungsional.
Tujuan utama dari UMKM Mint Enak adalah usaha ini dapat meminimalkan biaya-biaya yang harus dikeluarkan dengan efisiensi biaya serendah mungkin dengan kualiatas yang baik. Penentuan antara strategi efisien dan responsif dilihat dari keputusan taktis untuk lokasi fasilitas. Strategi efisien pada umumnya, lokasi fasilitas ditempatkan pada pabrik yang biaya-biaya kerjanya murah. Sedangkan strategi responsif pada umumnya mencari lokasi pabrik yang dekat pasar, punya akses terampil, dan menggunakan teknologi yang memadai. Lokasi UMKM Mint enak berada di depok, yaitu di perumahan pondok indah pancoranmas blok C2 no 1. UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Mint Enak tempat persediaan bahan baku, tempat produksi dan penjualan dimsum frozen menjadi satu tempat yang sama. Pengiriman barang dari supplier ketempat UMKM Mint enak masih berada di depok, sehingga pengiriman barang dapat dilakukan dengan cepat. UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) lebih mementingkan lokasi supplier bahan baku dekat dengan lokasi Mint enak dan memperkerjakan tenaga kerja yang berada di area perumahan poinmas sehingga dekat dengan lokasi Mint Enak. Pada UMKM Mint enak, ketika bahan baku dikirim dari supplier pengangkutan bahan baku tersebut masih menggunakan manusia sebagai alat angkut bahan baku ke tempat pengolahan. Kapasitas tempat yang masih terbatas karena usaha ini masih merupakan usaha yang didirikan dirumah. Kapasitas freezer yang dimiliki oleh Mint Enak dapat mampu menampung kurang lebih 2500 pcs dimsum dalam bentuk frozen. Metode pergudangan yang digunakan yaitu Stock Keeping Unit (SKU). Penyimpanan bahan baku dan bahan pelengkap disimpan di satu tempat namun tetap memiliki pemisahan tataletak pada tiap barang-barangnya. Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa untuk lokasi dan fasilitas UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Mint Enak mengarah pada strategi efisien. Selanjutnya menentukan keputusan taktis untuk pengelolaan persediaan.
Pengelolaan persediaan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Mint Enak sangat berpengaruh untuk efisiensi fisik. supply chain yang memiliki strategi efisiensi bisa dicapai jika perusahaan memiliki upaya-upaya untuk dapat meminumkan persediaan secara terus-menerus. Sedangkan supply chain yang memiliki strategi inovatif, persediaan dapat dengan cepat mengalami perubahan secara tiba-tiba. Maka dari itu, pada produk inovatif harus menyimpan cadangan persediaan yang sebelumnya dan sudah melakukan analisis dengan seksama dalam bentuk bagaimana persediaan harus disimpan agar terciptanya respon dari pasar atau dengan kata lain, pada strategi responsif diperlukan pengelolaan persediaan pengaman yang cukup di lokasi yang tepat.
Berdasarkan tujuan utama UMKM Mint enak dalam melakukan pemilihan supplier perihal harga dan kualitas. Pada penerapan efisiensi yang menjadi fokus utama adalah pemilihan supplier harga dan kualitas. UMKM Mint enak sudah melakukan survey kepada beberapa supplier dimsum frozen dan mengevaluasi serta membandingkan dengan supplier lain. Maka penerapan efisien sudah dilakukan dengan harga dan kualitas, selain itu UMKM Mint enak sudah mempunyai hubungan kolaborasi yang cukup baik dengan supplier dimsum frozen untuk kepentingan strategis kepada tiap-tiap supplier. Setiap diakhir bulan, biasanya UMKM Mint Enak mengevaluasi kelebihan maupun kekurangan mengenai perkembangan usaha dimsum frozen. Maka dari itu, UMKM Mint Enak terbuka dengan supplier-supplier baru apabila terdapat kualifikasi yang lebih baik. Hal ini dilakukan untuk perkembangan UMKM Mint Enak yang masih tergolong UMKM Baru dan diharapkan produk dimsum frozen dapat bersaing dengan pesaing lainnya. Apabila terjadi kesalahan pada supplier mengenai pengadaan bahan baku, maka kualitas produk juga menurun yang berakibat biaya yang dikeluarkan semakin banyak. Upaya yang dilakukan adalah UMKM Mint Enak melakukan evaluasi berkala untuk mencegah penurunan kualitas dan apabila terdapat supplier baru yang lebih baik, maka UMKM Mint Enak terbuka agar produk dimsum frozen Mint Enak dapat lebih kompetitif.
Keputusan yang lainnya termasuk juga dengan kedalam penentuan strategi transportasi. Keputusan dengan alat transportasi yang digunakan menjadi bagian dari strategi supply chain. Melalui transportasi UMKM Mint enak dapat mengetahui transportasi yang digunakan dan apakah memperbolehkan pengiriman di bawah beban penuh (less than truck load, LTL atau less than container load, LCL) yang akan berpengaruh secara langsung dengan strategi efisiensi atau kecepatan respon pada supply chain. Hal ini juga sama kaitannya dengan apabila dilakukan keputusan untuk dapat melakukan kegiatan transportasi itu sendiri ataupun melalui pihak ketika (I Nyoman pujawan, 2005). Keputusan taktis juga terkait mode transportasi untuk strategi efisiensi dan strategi responsif. Pada UMKM Mint Enak, menggunakan mode transportasi dengan harga yang paling rendah. Proses pengiriman barang dari supplier ke UMKM Mint Enak, dilihat dari kebutuhan persediaan. Apabila pembeliannya tidak banyak dan relative sedikit maka dilakukan satu kali pengiriman. Sedangkan apabila dibutuhkan pembelian barang yang relatif banyak, pengiriman yang membutuhkan tempat yang besar maka dilakukan secara tahap demi tahap. Maka dari itu, mode transportasi yang digunakan untuk UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Mint Enak mengarah pada strategi yang efisien. Mode transportasi lainnya yang digunakan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Mint Enak adalah pada saat pengiriman ke pelanggan. Bisnis online sangat erat kaitannya dengan pengiriman ekspedisi. UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Mint Enak juga melakukan transaksi jual dan beli online melalui Instagram dengan akun adalah @mint.enak. UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Mint Enak melakukan pengiriman ke pelanggan dengan jasa ekspedisi same day. Biasanya ekspedisi yang dipilih merupakan ekspedisi yang termurah, dan sampai dihari yang sama. Tetapi, karena memilih dengan pengiriman satu hari sampai, ekspedisi tidak dapat dipastikan waktu untuk sampai ke pelanggan karena pelanggan hanya diberitahukan bahwa pengiriman akan sampai 6 sampai 8 jam. Hal ini digunakan karena fokus UMKM Mint Enak adalah menekan biaya menjadi efisien. Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa indikator transportasi mengarah pada strategi efisien.
Perkembangan teknologi yang semakin cepat dapat membantu dunia bisnis untuk menginformasi hal-hal terkait bisnis dan mudah untuk tersampaikan dengan cepat dan tepat. Dibutuhkan juga informasi yang baik untuk melakukan meningkatkan efisiensi dan responsif dari UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Mint Enak. Adanya perkembangan teknologi, dunia bisnis online sangat membantu dalam operasionalnya. UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Mint Enak memanfaatkan bisnis secara online untuk mempermudah pembeli yang sulit dijangkau dan dengan adanya platform bisnis online, maka bisnis baru seperti UMKM Mint Enak mudah bersaing. Kelebihan bisnis secara online adalah dapat menekan biaya lokasi toko dan mudah menjangkau pembeli dan memudahkan dalam melakukan promosi secara online. Selain itu, dalam menjalankan bisnis, UMKM Mint Enak menggunakan media telepon, Whatsapp, E-mail, dan Instagram. Kemudahan informasi ini juga mempermudah pihak UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Mint Enak dalam mengevaluasi supplier dengan whatsapp, atau mengirimkan melalui email. UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Mint Enak juga dapat bertukar informasi kepada pelanggan melalui instagram ataupun whatsapp. Apabila terdapat order online dari pelanggan, bagian admin akan memberi informasi terkait harga dan menu lalu meneruskannya kembali kepada bagian produksi, dan pesanan siap untuk dikirim kepada pelanggan. Hal ini dilakukan juga ketika pemesanan bahan baku bisa melalui whatsapp ke supplier dan proses pengiriman barang mudah untuk dikonfirmasikan kapan barang bahan baku sampai dan mudah untuk dilakukan evaluasi. Maka dari itu, untuk informasi UMKM Mint Enak dapat dikatakan bahwa indikator mengarah pada strategi responsif.
Pemilihan supplier juga menjadi pertimbangan penting untuk menentukan antara strategi responsif dan strategi efisien. Pada keputusan taktis pada strategi efisien harus melihat ongkos sebagai kriteria utama dalam memilih maupun caranya dalam mengevaluasi cara kera supplier apakah baik dan apakah sedang menurun. Maka dari itu fokus utama dari strategi efisien adalah harga dan kualitas dari supplier. Sedangkan pada strategi responsif caranya dengan memilik supplier berdasarkan kecepatan, fleksibilitas, dan kualitas menjadi kriteria utama atau menjadi prioritas daripada melihat kriteria harga. Maka dari itu, berdasarkan analisis UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Mint Enak didapatkan bahwa UMKM Mint Enak menggunakan supplier tangan pertama. Bahan baku dari supplier yaitu dimsum frozen. Maka dapat dikatakan bahwa UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Mint Enak memiliki strategi yang responsif dikarenakan pengiriman dari supplier ke UMKM Mint Enak dapat dilakukan dengan cepat dan lokasi supplier masih berada di kota depok sehingga pengiriman dari supplier ke lokasi UMKM Mint Enak tergolong ke dalam jarak rute yang dekat. Supplier UMKM Mint Enak juga tidak memberikan batasan untuk pemesanan dimsum frozen kepada UMKM Mint Enak. Sehingga pemenuhan permintaan dari persediaan dapat dengan cepat ditangani tetapi disamping itu memiliki kelemahan yaitu kurang efisien karena persediaan dimsum frozen mungkin dapat tejadi kekosongan barang. Kemungkinan dapat mengakibatkan keterlambatan pengiriman ke pelanggan akibat dari kekosongan persediaan. UMKM Enak (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Mint memiliki kualitas produk yang baik karena supplier yang digunakan adalah supplier tangan pertama jadi, produk dimsum frozen tergolong masih segar dan baru dalam pembuatannya tanpa ada perantara. Jika terjadi hal yang tidak diinginkan, misalnya adalah adanya kerusakan baik dari segi perubahan rasa, perubahan warna, atau kerusakan lainnya pada dimsum frozen yang dapat terjadi sewaktu-waktu maka, pihak
mint enak dapat menukar kembali barang kepada supplier. Masa ketika barang sampai ke lokasi UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Mint harus dilakukan pemeriksaan ulang kualitas produk. Kecepatan serta kemampuan untuk melakukan perancangan dan membuat produk-produk baru digunakan dan penting untuk produk inovatif. Tetapi produk dimsum frozen food Mint Enak tergolong dalam karakteristik produk fungsional. Untuk melakukan Pengembangan produk karena fokus frozen food Mint Enak adalah fokus pada meminimalisir biaya-biaya yang dikeluarkan oleh UMKM. Sedangkan, pada strategi responsif, untuk mengembangan produk-produk tersebut pada umumnya menggunakan modular perancangan dan menunda konfigurasi akhir pada produk hingga terdapat permintaan yang definitif dapat mengurangi terjadinya kekuranagn atau kelebihan produk yang tidak terkendali.
UMKM Mint Enak tergolong UMKM Baru yang menggarapi bisnis frozen food maupun bisnis online. Maka pada saat produksi seperti pembuatan sauce dimsum, jumlah peralatan tergolong kurang dan masih sedikit. Tetapi manajemen produksi pada UMKM Mint Enak masih bisa terkontrol karena pihak UMKM Mint Enak membuat jadwal dan melihat terlebih dahulu persediaan dimsum maupun saus di dalam freezer. Kendalanya adalah UMKM Mint Enak agar penerapan lebih efisien harus menambah peralatan untuk pembuatan saus, meningkatkan kualitas sumber daya manusia atau disebut juga melatih tenaga kerja. Hal ini dilakukan untuk menciptakan efisiensi pada bagian produksi, apabila ditambah peralatan-peralatan untuk bagian produksi saus dimsum, maka peralatan harus yang berkualitas tinggi dan kapastias yang besar agar peralatan memasak lebih awet dan dapat memuat banyak. Hal tersebut dapat menekan biaya produksi UMKM Mint Enak. Tenaga kerja bagian produksi saus dimsum tidak memiliki latar belakang di bidang kuliner ataupun tidak berpengalaman pada food and beverage. ketidak mampuan tersebut menjadi fokus pihak Mint Enak untuk dapat memberikan pelatihan kepada karyawannya berupa ilmu tentang memasak agar tenaga kerja tersebut menjadi pekerja yang terlatih. Pekerja yang terlatih dibidangnya juga menjadi nilai tambah, karena apabila penanggung jawab produksi tidak hadir, maka dapat diwakili dengan pekerja ahli lainnya khususnya pada kasus ini adalah penanggung jawab untuk pembuatan saus dimsum.
UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Mint Enak dalam mengurus seluruh perhitungan biaya untuk penentuan harga dilakukan sendiri. Harga dimsum frozen yang dijual kepada pelanggan dengan harga yang kompetitif dipasaran yaitu tidak terlalu mahal dan juga tidak terlalu murah. Pada saat-saat tertentu, diterapkan pula pemotongan harga misalnya seperti adanya perayaan hari besar misalnya natal, lebaran, dan tahun baru. Dalam meningkatkan keinginan pembeli, untuk beberapa periode, UMKM Mint Enak juga memberikan hadiah yaitu berupa pemberian dimsum frozen secara gratis. Tetapi untuk mendapatkan pemberian atau disebut juga dengan giveaway di akun instagram @mint.enak terdapat persyaratan dan kondisi. Hal ini digunakan untuk meningkatan tingkat promosi dan meningkatkan tingkat minat para pelanggan baru. Marjin Keuntungan UMKM Mint Enak sebesar 35%. Pembayaran pelanggan menggunakan sistem transfer, dan sistem pembayaran secara tunai. Dianggap efisien karena pembayaran dilakukan secara langsung tanpa adanya piutang dan mempecepat perputaran produksi dan meningkatkan perekonomian UMKM Mint Enak.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan merupakan suatu kalimat yang disampaikan kemudian diambil dari beberapa ide dan gagasan yang terdapat pada penelitian. Saran merupakan usulan atau
solusi dan pendapat untuk perbaikan selanjutnya agar penelitian ini dapat lebih baik. Berikut dibawah ini kesimpulan dan saran dari hasil penelitian analisis strategi supply chain management pada UMKM Mint Enak.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data serta pembahasan yang sudah diuraikan diatas, maka peneliti dapat menyimpulkan beberapa hal yaitu:
1. Strategi supply chain pada UMKM Mint Enak memiki tujuan utama yaitu diharapkan dengan mengetahui strategi Supply Chain Management maka perusahaan dapat bersaing dipasaran dan memenangkan persaingan tersebut dan diharapkan dengan mengetahui strategi, UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Mint Enak dapat menyediakan harga yang rendah dan kualitas yang baik.
2. Pengiriman barang dari supplier ketempat UMKM Mint enak masih berada di depok, sehingga pengiriman barang dapat dilakukan dengan cepat.. Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa untuk lokasi dan fasilitas UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Mint Enak mengarah pada strategi efisien.
3. UMKM Mint enak sudah melakukan survey kepada beberapa supplier dimsum frozen dan mengevaluasi serta membandingkan dengan supplier lain. Maka penerapan efisien sudah dilakukan dengan harga dan kualitas, selain itu UMKM Mint enak sudah mempunyai hubungan kolaborasi yang cukup baik dengan supplier dimsum frozen untuk kepentingan strategis kepada tiap-tiap supplier. 4. Pada UMKM Mint Enak, menggunakan mode transportasi dengan harga yang
paling rendah. Proses pengiriman barang dari supplier ke UMKM Mint Enak, dilihat dari kebutuhan persediaan. Apabila pembeliannya tidak banyak dan relative sedikit maka dilakukan satu kali pengiriman. Sedangkan apabila dibutuhkan pembelian barang yang relatif banyak, pengiriman yang membutuhkan tempat yang besar maka dilakukan secara tahap demi tahap. Maka dari itu, mode transportasi yang digunakan untuk UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Mint Enak mengarah pada strategi yang efisien.
5. memilih dengan pengiriman satu hari sampai, ekspedisi tidak dapat dipastikan waktu untuk sampai ke pelanggan karena pelanggan hanya diberitahukan bahwa pengiriman akan sampai 6 sampai 8 jam. Hal ini digunakan karena fokus UMKM Mint Enak adalah menekan biaya menjadi efisien. Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa indikator transportasi mengarah pada strategi efisien.
6. UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Mint Enak memanfaatkan bisnis secara online untuk mempermudah pembeli yang sulit dijangkau dan dengan adanya platform bisnis online, maka bisnis baru seperti UMKM Mint Enak mudah bersaing. Maka dari itu, untuk informasi UMKM Mint Enak dapat dikatakan bahwa indikator mengarah pada strategi responsif.
7. UMKM Mint Enak menggunakan supplier tangan pertama. Bahan baku dari supplier yaitu dimsum frozen. Maka dapat dikatakan bahwa UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Mint Enak memiliki strategi yang responsif dikarenakan pengiriman dari supplier ke UMKM Mint Enak dapat dilakukan dengan cepat dan lokasi supplier masih berada di kota depok sehingga pengiriman dari supplier ke lokasi UMKM Mint Enak tergolong ke dalam jarak rute yang dekat.
8. Pembayaran pelanggan menggunakan sistem transfer, dan sistem pembayaran secara tunai. Hal ini dianggap efisien karena pembayaran dilakukan secara langsung tanpa adanya piutang dan mempecepat perputaran produksi dan meningkatkan perekonomian UMKM Mint Enak.
Saran
Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh peneliti, maka peneliti memberikan saran yang diharapkan bermanfaat bagi UMKM Mint Enak. Mungkin dapat mempertimbangkan waktu pembayaran beberapa hari untuk pelanggan lama. Pada peneliti selanjutnya, diharapkan dapat melakukan wawancara kepada pihak supplier dan kostumer perusahaan sehingga data yang didapatkan lebih lengkap.
Daftar Pustaka
Alwiyah, dan Sayyida. (2020). Penerapan E-learning untuk Meningkatkan Inovasi Creativepreneur Mahasiswa. ADI Bisnis Digital Interdisiplin Jurnal. Volume 1, No.1. Pujawan, I Nyoman. 2005. Supply Chain Management. Penerbit Guna Widya, Surabaya Raco, J.R. (2010). Metode penelitian kualitatif. Jakarta: Grasindo. PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
Sidarto. (2008). Analisis Strategi Supply Chain Pada Proses Manufacture. Seminar Nasional Aplikasi Sains dan Teknologi-IST AKPRIND Yogyakarta.
Widyarto, Agus. (2012). Peran Supply Chain Management Dalam Sistem Produksi dan Operasional Perusahaan. BENEFIT Jurnal Manajemen dan Bisnis. Volume 16, No. 2.