SITUASI GAFATAR DI KABUPATEN
MEMPAWAH DALAM PERSPEKTIF
SOSIOLOGI POLITIK
Oleh: Adi Chandra
(E1051141048)
Program Sarjana Satu (S1) Prodi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat 2016 Abstrac:
Incident in the District Mempawah fruitful expulsion of ex - gafatar can be seen from the perspective of Political Sociology . The action taken by the residents of the District Mempawah was the right thing for the gafatar insist to survive in the District Mempawah after a long negotiation . Community expulsion after learning that GAFATAR (Gerakan Fajar Nusantara ) have embraced a cult.
Gafatar Mempawah should leave the district after talks with the representatives of District Community Mempawah that time. At least it will not invite the anger Mempawah Regency Society .
Keyword:
Gafatar, Kabupaten Mempawah, Politik, Sosiologi
Gafatar
Seperti yang kita tahu, baru-baru ini tepatnya pada 18 Januari 2016 lalu di Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat, dipanaskan oleh berita tentang Gafatar. Para Eks-Gafatar diperintahkan warga mempawah untuk meninggalkan Kabupaten Mempawah karena dinilai membawa aliran sesat di lingkungan yang mayoritas penduduknya adalah penganut Islam.
Sebagaimana lazimnya sebuah Komunitas atau Organisasi yang memiliki visi dan misi, maka Organisasi Kemasyarakatan Gerakan Fajar Nusantara pun memiliki visi dan misi yang berbeda dari organisasi lainya, yakni1:
Visi Gafatar
Terwujudnya tata kehidupan masyarakat, bangsa dan negara yang damai sejahtera, beradab, berkeadilan dan bermartabat di bawah naungan Tuhan Yang Maha Esa melalui penyatuan nilai-nilai luhur bangsa, peningkatan kualitas ilmu dan intelektualitas, serta pemahaman dan pengamalan nilai-nilai universal agar menjadi rahmat bagi semesta alam.
Misi Gafatar
Memperkuat solidaritas, kebersamaan, persatuan, dan kesatuan khususnya antar sesama elemen bangsa Indonesia serta dunia pada umumnya. Selain itu, juga memupuk saling pengertian dan kerja sama antar sesama lembaga yang memiliki kepedulian dan perhatian terhadap upaya perdamaian dan kesejahteraan dunia.
Dari penjelasan singkat tentang Gafatar diatas, penulis akan mencoba membahas situasi yang terjadi di Kabupaten Mempawah dengan menggunakan sudut pandang sosiologi politik.
Sosiologi
Menurut Max Weber, Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tindakan sosial (social action), sebagaimana dapat kita lihat pada perumusan berikut ini: Sociology… is a science
1 Ormas, Gafatar. 2012. Visi dan Misi Gafatar.
which attempts the interpretive understanding of social action in order thereby to arrive at a casual explanation of its course and effects (Weber, 1964:88). Apa yang dimaksudkan Weber dengan tindakan sosial adalah bahwa tidak semua tindakan manusia dapat dianggap sebagai tindakan sosial. Suatu tindakan hanya dapat disebut tindakan sosial apabila tindakan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku orang lain, dan berorientasi pada perilaku orang lain.
Politik
Menurut Miriam Budiarjo politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik atau Negara yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan system itu dan melaksanakan tujuan-tujuan itu. Pengambilan keputusan mengenai apakah yang menjadi tujuan dari system politik itu menyangkut seleksi antara beberapa alternative dan penyusunan skala prioritas dari tujuan-tujuan yang telah dipilih itu. Untuk melaksanakan tujuan-tujuan itu tentu diperlukan kebijakan-kebijakan umum yang menyangkut pengaturan dan atau alokasi dari sumber-sumber resources yang ada.
Sosiologi Politik
Dari penjelasan dari masing-masing ilmu diatas ( Sosiologi dan Politik), dapat kita simpulkan bahwa ilmu Sosiologi Politik adalah ilmu yang mempelajari hubungan antar negara dan masyarakat. Ilmu Sosiologi politik sangat penting untuk dipelajari karena sosiologi dapat membantu ilmu- ilmu lainya dalam meringankan beban masyarakat, kemanusiaan dan negara.
Gafatar Dalam Sudut Pandang Sosiologi Politik
Mengingat teori yang di kemukan oleh Max Weber bahwa Sosiologi itu juga mempelajari tindakan sosial di dalam masyarakat.
Suatu tindakan hanya dapat disebut tindakan sosial apabila tindakan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku orang lain, dan berorientasi pada perilaku orang lain. Jelas, tindakan yang dilakukan warga Kabupaten Mempawah kepada Eks Gafatar itu merupakan tindakan sosial yang positif. Mengapa dikatakan positif, karena mereka bertindak setelah melakukan perundingan dengan pihak gafatar.