• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengamatan Penyebaran dan Sifat Kualitatif pada Ternak Kuda (Equuscaballus) di Sumatera Utara Chapter III V

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengamatan Penyebaran dan Sifat Kualitatif pada Ternak Kuda (Equuscaballus) di Sumatera Utara Chapter III V"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

BAHAN DAN METODE PENELITIAN

Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian inidilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan September 2016 berlokasi di Kabupaten Humbang Hasundutan, Samosir, Karodan Tapanuli Utara, Sumatera Utara karena di 4 kabupaten tersebut memiliki populasi kuda terbanyak di wilayah Sumatera Utara.

Bahan dan Alat Penelitian

Bahan

Adapun bahan yang digunakan adalah kuda yang sudah dewasa kelamin dan dewasa tubuh sebanyak 231 ekor (Kab. Karo sebanyak 60 ekor, Kab. Humbang Hasudutan sebanyak 77 ekor, Kab. Tapanuli Utara sebanyak 52 ekor dan Kab. Samosir sebanyak 42 ekor).

No Kabupaten Kecamatan Desa Jumlah (Ekor) 1 Karo Berastagi Berastagi 32

Berastagi Gundaling I 7 Merdeka Jaranguda 15 Merdeka Merdeka 6 2 Humbang

Hasundutan

Dolok sanggul Sirisirisi 43

Dolok sanggul Saitnihuta 17 Pollung DolokNabolon 11 Parlilitan Sihassima 6 3 Tapanuli Utara Siborong-borong Silait-lait 26

Siborong-borong Pasar Siborong-borong 14 Siborong-borong Siaro 7

Parmonangan Hutajulu 5 4 Samosir Pangururan Parbaba 14

(2)

Alat

Alat yang digunakan dalam panelitian ini adalah alat tulis, kamera dan lembar wawancara (kuisioner)yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Teknik untuk menentukan ternak yang digunakan simple random sampling adalah suatu tipe sampling probabilitas, di mana peneliti dalam memilih sampel dengan memberikan kesempatan yang sama kepada semua anggota populasi yang telah dewasa kelamin dan dewasa tubuh untuk ditetapkan sebagai anggota sampel.Data diolah menggunakan analisis deskriptif : warna dan tanda wajah (Sudjana, 2002).

Parameter yang diamati

Sifat Kualitatif 1. Warna

Pengamatan dilakukan dengan melihat sifat fisik yang tampak berdasarkan warna bulu digolongkan menjadi 3, yakni: hitam, chesnut dan grey.

• Hitam (bay): Kuda dengan warna bay adalah kuda yang memiliki surai,

ekor dan kaki berwarna hitam. Warna dasar bay terdiri atas tiga macam yaitu bay terang atau light bay yaitu coklat kemerahan atau coklat; bay cerah atau bright bay yaitu warna chesnut dan bay gelap atau dark bay yang cenderung berwarna coklat gelap (Brown dan Sarah, 1994).

• Chesnut:Chesnut merupakan warna coklat kemerahan pada bulu dan

(3)

merupakan bagian dari pigmen merah, seperti ditemukan pada kuda berwarna sorrel, palomino dan red duns.

• Grey: Warna abu-abu pada kuda dapat ditemukan pada tipe kuda poni

sampai dengan kuda berat.Kuda grey memiliki warna mulai dari putih sampai dengan abu-abu gelap seiring dengan pertambahan umur.

2. Tanda wajah

Pengamatan yang dilakukan dengan melihat tanda pada wajah ternak yang diamati (Snipe, Blaze, Stripe, Bald Face dan Star).

• Snipe: Snip itu tanda putihnya hanya ada pada bagian hidung.

• Blaze:Blaze bentuk tanda putihnya sama seperti Stripe akan tetapi garisnya

lebih lebar dari garis Stripe.

• Stripe:Stripe memiliki bentuk tanda putih di wajah seperti garis kecil dari

kening sampai hidung.

• White Face: Tanda putih jenis white face memiliki tanda warna putih

diseluruh wajah kuda.

• Star: tanda putih pada wajah yang berbetuk bercak putih seperti bintang

(4)

Analisa Data

Analisis data pengamatan fenotipe kuda yang diamati disajikan dalam bentuk gambar. Setiap kuda memiliki informasi lengkap tentang fenotipe. Setiap ekor gambar kuda diberi nomor identitas. Frekuensi fenotipe setiap warna bulu yang diamati pada setiap jenis kuda dihitung menggunakan metode Minkema (1993):

Jumlah individu kuda dengan fenotip tertentu Frekuensi fenotipe =

(5)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Peta Sebaran Populasi Kuda bedasarkan kabupaten

Kabupaten karo

Peta 1. Peta Sebaran Kuda di Kab. Karo

(6)

Kabupaten Humbang Hasudutan

Peta 2. Peta Sebaran Kuda di Kab. Humbang Hasundutan

(7)

Kabupaten Tapanuli Utara

Gambar 3. Peta Geografis Sebaran Kuda di Kab. Tapanuli Utara

(8)

Kabupaten Samosir

Peta 4. Peta Geografis Seberan Kuda di Kab. Samosir

(9)

Warna Kuda

Warna Kuda di Kabupaten Karo

Populasi kuda di Kabupaten Karo yang diamati saat penelitian sebanyak 60 ekor dan menunjukan warna yangberagam. Warna tubuh dominan pada kuda di Kabupaten Karo adalah Hitam, Chesnut dan Grey. Penyebaran warna tubuh kuda di Kabupaten Karo dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5. Warna kuda di Kabupaten Karo

Kelompok warna Warna tubuh Proporsi (%) Jumlah (%)

Hitam Merah 15,00 31,67

(10)

bagian dari pigmen merah, seperti ditemukan pada kuda berwarna sorrel, palomino dan red duns. Dijelaskan oleh Bowling dan Ruvinsky (2000) bahwa warna chesnut dikendalikan lokus Extension (E) yang dapat ditempati dua alel, yaitu E untuk sifat eumelanin dan e untuk sifat phaeomelanin.

Warna Kuda di Kabupaten Humbang Hasundutan

Populasi kuda di Kabupaten Humbang Hasundutan yang diamati saat penelitian sebanyak 77 ekor dan menunjukan warna yang beragam. Warna tubuh dominan pada kuda di Kabupaten Humbang Hasundutan adalah Hitam, Chesnut dan Grey. Penyebaran warna tubuh kuda di Kabupaten Humbang Hasundutan dapat dilihat pada Tabel 6.

Tabel 6. Warna kuda di Kabupaten Humbang Hasundutan

Kelompok warna Warna tubuh Proporsi (%) Jumlah (%)

Hitam Merah 10,39 31,17

(11)

Kabupaten Humbang Hasundutan menunjukan warna yang grey adalah abu-abu dan putih. Hal ini sesuai dengan pernyataan Bowling dan Ruvinsky (2000) yang menyatakan bahwa secara genetik maka warna tubuh kuda mengikuti perilaku gen bagi sifat kualitatif dimana merah (chestnut) resesif terhadap hitam (black) yang dikontrol oleh gen warna merah, yang berpasangan dengan gen lain untuk membentuk variasi lain apakah totol atau abu-abu.Warna dasar dari kuda adalah chestnut, bay, brown dan hitam, serta dimodifikasi karena ada gen lain yang mengontrol sehingga munculwarna-warna: black, darkbay, lightbay, liverchestnut, chesnut, dun, strawberry roan, palomin,piebald, skewbald,

odd-colourd, blue roan, dapple grey, fleabitten grey, grey dan albino.Warna putih

pada kaki akan dikatagorikan sebagai berikut: warna putih dari kuku sampai mendekati lutut (long sock), lebih rendah dari lutut (short sock), hanya di daerah sendi kaki (white pastern), lebih rendah lagi (short white pastern) dan hanya sestrip diatas kuku (coronet).

Warna Kuda di Kabupaten Tapanuli Utara

(12)

Tabel 7. Warna kuda di Kabupaten Tapanuli Utara

Kelompok warna Warna Tubuh Proporsi (%) Jumlah (%)

Hitam Merah 19,23 36,54

(13)

agouti (A) yang dapat ditempati dua alel yaitu A untuk sifat bay dan a untuk sifat black.

Warna Kuda di Kabupaten Samosir

Populasi kuda di Kabupaten Samosir yang diamati saat penelitian sebanyak 42 ekor dan menunjukan warna yang beragam. Warna tubuh dominan pada kuda di Kabupaten Samosir adalah Hitam, Chesnut dan Grey. Penyebaran warna tubuh kuda di Kabupaten Samosir dapat dilihat pada Tabel 8.

Tabel 8. Warna kuda di Kabupaten Samosir.

Kelompok warna Warna tubuh Proporsi (%) Jumlah (%)

Hitam Merah 14,29 40,48

(14)

beradaptasi secara fisik dan merubah gaya hidup mereka untuk bertahan pada kondisi tempat mereka hidup. Jenis jenis kuda lokal Indonesia antara lain KudaKuda Priangan, Kuda Jawa, Kuda Padang dan Kuda Batak.

Keragaman Tanda Wajah

Keragaman Tanda Wajah Kuda di Kabupaten Karo

Populasi kuda di Kabupaten Karo yang diamati saat penelitian sebanyak 60 ekor, menunjukan bahwa tanda wajah yang beragam. Tanda wajah dominan pada kuda di Kabupaten Karo adalah snipe, blaze, stripe, white face dan star. Penyebaran tanda wajah kuda di Kabupaten Karo dapat dilihat pada Tabel 9. Tabel 9. Tanda wajah kuda di Kabupaten Karo

Tanda wajah Jumlah populasi (ekor) Persentase (%) Snipe

(15)

dan sekitar mata (white face) atau hanya berbentuk semacam bintang pada dahi (star) dan pada moncong diantara kedua lubang hidung (snip).

Keragaman Tanda Wajah Kuda di Humbang Hasundutan

Populasi kuda di Kabupaten Humbang Hasundutan yang diamati saat penelitian sebanyak 77 ekor, menunjukan bahwa tanda wajah yang beragam. Tanda wajah dominan pada kuda di Kabupaten Humbang Hasundutan adalah snipe, blaze, stripe, white face dan star.Penyebaran tanda wajah kuda di

Kabupaten humbang hasundutan dapat dilihat pada Tabel 10. Tabel 10. Tanda wajah kuda di Humbang Hasundutan

Tanda wajah Jumlah populasi (ekor) Persentase (%) Snipe

(16)

palomin, pie bald, skewbald, odd-colourd, blue roan, dapple grey, fleabitten

grey, grey dan albino.

Keragaman Tanda Wajah Kuda di Tapanuli Utara

Populasi kuda di Kabupaten Tapanuli Utarayang diamati saat penelitian sebanyak 52 ekor, menunjukan bahwa tanda wajah yang beragam. Tanda wajah dominan pada kuda di Kabupaten Tapanuli Utara adalah snipe, blaze, stripe, white face dan star. Penyebaran tanda wajah kuda di Kabupaten Tapanuli Utaradapat

dilihat pada Tabel 11.

Tabel 11. Tanda wajah kuda di Kabupaten Tapanuli Utara

Tanda wajah Jumlah populasi (ekor) Persentase (%) Snipe

(17)

daripada warna bulu badan. Pigmen eumelanin dan phameomelanin pada kuda dengan homozigot dominan CcrCcr akan didilusikan menjadi warna gading (ivory) yang dikenal dengan warna cremello dan perlino. Gen cream ini banyak ditemukan, tapi tidak semua bangsa kuda memiliki gen ini. Gen cream merupakan sifat dominan yang tidak optimal. Kuda yang memiliki gen CC mempunyai pigmen warna yang terekspresi dengan sempurna. kuda yang memiliki gen Ccr merupakan dilusi tunggal yang menghasilkan warna palomino, buckskin, atau smoky black. Pigmen merah didilusikan menjadi warna emas dengan warna cream pada surai dan ekor. Kuda yang memiliki gen Ccr Ccr merupakan dilusi ganda (double dilution) yang menghasilkan warna cremello dan perlino.

Keragaman Tanda Wajah Kuda di Samosir

Populasi kuda di Kabupaten Samosir yang diamati saat penelitian sebanyak 42 ekor, menunjukan bahwa tanda wajah yang beragam. Tanda wajah dominan pada kuda di Kabupaten Samosir adalah snipe, blaze, stripe, white face dan star. Penyebaran tanda wajah kuda di Kabupaten Samosir dapat dilihat pada Tabel 12.

Tabel 12. Tanda wajah kuda di Kabupaten Samosir

Tanda wajah Jumlah populasi (ekor) Persentase (%) Snipe

(18)

dalam bentuk bintik putih atau satu areal campuran putih. Bintik putih dapat melebar yang meliputi areal campuran bulu putih dan berwarna (roan) atau dapat juga tampil sebagai bintik-bintik putih yang terpisah yang meluas atau dibatasi pada suatu areal. Warna kuda seperti demikian ditemukan pada kuda tobiano, overo, leopard spotting atau kuda berbulu pola totol seperti macam. Pola warna spotted (buchi) dipengaruhi oleh lokus S dan genotip warna spotted adalah putih.

Rekapitulasi Hasil Penelitian

Untuk melihat hasil penelitian terhadap keragaman warna kuda dan tanda wajah pada kuda maka dilakukan rekapitulasi hasil penelitian yang dapat dilihat pada Tabel 13 dan Tabel 14.

Tabel 13. Rekapitulasi hasil penelitian keragaman warna kuda (%)

(19)

Tabel 14. Rekapitulasi hasil penelitian keragaman tanda wajah kuda (%)

Kabupaten

Tanda Wajah (%)

Snipe Blaze Strike White Face Star Karo 10,00 5,00 53,33 16,67 15,00

Humbahas 6,49 10,39 55,84 11,69 15,58

Taput 25,00 9,62 48,08 11,54 5,77

Samosir 4,76 11,90 59,52 7,14 16,67

Total 46,25 36,61 216,77 47,04 53,02

Rataan 11,56 9,23 54,19 11,76 13,26

(20)

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Penyebaran kuda di Sumatera Utara umumnya warna tubuh coklat kemerahan sebesar (30,48%) diikuti berturut-turut hitam merah (14,73%), hitam gelap (12,23%), coklat pudar (10,63%), putih (9,15%), coklat kuning dan hitam cerah (7,64%), dan abu-abu (7,14%). Sedangkan tanda wajah kuda di Sumatera Utara umumnya strike sebesar 54,19%, diikuti berturut-turut star (13,26%), white face (11,76%), snipe (11,56%) dan blaze (9,23%).

Saran

Gambar

Gambar 3. Peta Geografis Sebaran Kuda di Kab. Tapanuli Utara
Tabel 5. Warna kuda di Kabupaten Karo
Tabel 6. Warna kuda di Kabupaten Humbang Hasundutan
Tabel 7. Warna kuda di Kabupaten Tapanuli Utara
+7

Referensi

Dokumen terkait

Cara menghitung metode Net Present Value (NPV) adalah mengestimasi akumulasi penerimaan investasi selama usia ekonomisnya yang dihitung nilai sekarangnya. Kemudian nilai

FORMULA Rasio tenaga Kesehatan Masyarakat per 100.000 Penduduk x 100.000 sama yang tahun pada dan wilayah di penduduk Jumlah yah suatu wila di u tertentu kurun

Aplikasi pseudomonad fluoresen dengan formula serbuk paling efektif dalam menghambat penyakit layu pada cabai ditunjukkan dengan penundaan kemunculan gejala dan menurunkan indeks

Perbandingan secara terus yang menggunakan kata konkrit (boleh dihitung) dan kata abstrak (tidak boleh dihitung).. Tindakan penulis / pengarang memberikan sifat manusia kepada

Karakteristik kopling sentrifugal yang digunakan pada bagian turbin angin sebagai rpm kontak dengan memindahkan energi putar guna mempermudah dan memaksimalkan kinerja turbi

Dari definisi ḥalaqah yang penulis telah jelaskan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa itu sesuai dengan teori Sukardi yang menjelaskan bahwa bimbingan kelompok adalah layanan yang

Hal ini dikarenakan serat ampas tebu yang memiliki ukuran lebih besar dari partikel sabut kelapa dapat berperan sebagai penguat pada papan komposit yang

Peranan praktikan adalah sebagai Design Specialist yang bertanggung jawab untuk merancang infografis untuk keperluan publikasi dan operasional LAPOR!, seperti