• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 5 LAP AKHIR KKL.docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "BAB 5 LAP AKHIR KKL.docx"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 5

PEMBELAJARAN KOTA

Pada bab ini akan dibahas tentang bagaimana suatu kota dapat mengadopsi dan beradaptasi dengan beberapa teori dan konsep dalam orientasinya untuk meningkatkan kesejahteraan masyrakat dan memenuhi kebutuhan masyarakat kota.

5.1 SMART GOVERNANCE

Berdasarkan penerapan dimensi smart governance di Kota Surabaya yang telah dibahas pada bab sebelumnya, terdapat beberapa pembelajaran yang dapat diambil untuk penerapan konsep smart city di kota-kota di Indonesia : a. Pelayanan masyarakat berbasis online meningkatkan efisiensi waktu dan

biaya yang harus dikeluarkan masyarakat dalam konteks pengurusan dokumen-dokumen pemerintahan. Selain itu, pelayanan secara online ini mampu mengoptimalkan fungsi masing-masing SKPD dalam melayani masyarakat dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi.

b. Penyediaan infrastruktur penunjang pelayanan pemerintah memiliki peranan yang penting agar pelayanan yang disediakan mampu menjangkau seluruh kalangan masyarakat.

c. Keterbukaan pemerintah (open governance) meningkatkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Melalui penerapan open governance tindakan kecurangan yang marak terjadi seperti korupsi, kolusi, dan nepotisme dapat dicegah. Selain itu keterbukaan terhadap data-data yang dimiliki oleh pemerintah mampu mempermudah masyarakat untuk menggunakannya dalam hal yang bermanfaat. Contohnya penggunaan data dan peta Kota Surabaya untuk keperluan riset akademis.

d. Fasilitasi partisipasi masyarakat dalam pemerintahan yang difasilitasi oleh inovasi teknologi informasi menjadikan akses masyarakat untuk mengemukakan pendapat kepada pemerintah menjadi lebih mudah. Di sisi lain, melalui fasilitasi partisipasi masyarakat melalui teknologi informasi (sosial media, etc.) mampu mempermudah pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Berkaitan dengan hal-hal tersebut, kota Surakarta seharusnya dapat mengadaptasi dan mengimplementasikan beberapa strategi yang telah diterapkan Kota Surabaya sebagai Smart City antara lain:

a. Pengembangan pelayanan masyarakat secara online. Pada dasarnya, Kota Surakarta maupun kota-kota lainnya telah memiliki laman website

(2)

web milik pemerintah tersebut sebagai sarana untuk memudahkan pelayanan masyarakat. Pengembangan yang paling utama bagi Kota Surakarta adalah pengembangan laman web masing-masing SKPD untuk dapat mengoptimalkan pelayanan masyarakat sesuai dengan tugas dan fungsinya. b. Penyediaan infrastruktur penunjang layanan pemerintah yang berbasis

teknologi informasi. Penyediaan internet wireless pada ruang-ruang publik di Surabaya, CCTV dan sensor bencana yang terintegrasi melalui laman web dan layanan darurat dapat dikembangkan juga oleh Surakarta. Terutama apabila mengingat bahwa Kota Surakarta memiliki potensi bencana banjir. Layanan ini dapat membantu untuk mengurangi jatuhnya korban dan mempercepat intervensi pemerintah.

c. Optimalisasi penerapan pemerintah yang transparan dengan menyediakan data milik pemerintah mulai dari data anggaran, data penggunaan anggaran, hingga lelang jasa melalui website milik pemerintah karena melalui penerapan transparansi pemerintah, tindak korupsi, kolusi, dan nepotisme dapat dicegah. Selain itu, Kota Surakarta dapat mulai mengembangkan

database pemerintah yang menyediakan data yang dapat bermanfaat bagi pengembangan riset akademis maupun kepentingan lain yang bermanfaat bagi masyarakat.

d. Pengembangan fasilitasi partisipasi masyarakat melalui teknologi informasi untuk meningkatkan tingkat partisipasi masyarakat dalam pengambilan kebijakan pemerintah. Selain itu, untuk penerapan media center bagi masyarakat Surakarta, beberapa SKPD Kota Surakarta telah memiliki media sosial yang berfungsi untuk menampung feedback dari masyarakat, yang perlu diperhatikan dalam pengembangannya adalah bagaimana fasilitas tersebut dapat terintegrasi dengan baik.

5.2 SMART ENVIRONMENT

Dari konsep Smart Environmentini dapat diambil beberapa pembelajaran penting yang sangat perlu untuk diterapkan pada kota-kota di Indonesia. Konsep lingkungan cerdas yang dikembangkan di Kota Surabaya dirasa cukup berhasil melihat pencapain indilator yang sudah diterapkan. Beberapa pemberlajaran tersebut diantara nya adalah :

(3)

b. Penerapan solar cell sebagai pengganti tenaga listrik untuk lampu penerangan jalan, lampu taman, dan lampu lalu lintas. Penggunaan solar cell ini bertujuan untuk mengurangi konsumsi penggunaan tenaga listirk.

c. Penerapan gas bumi untuk kawasan permukiman untuk menggantikan penggunaan tabung gas elpiji. Penggunaan gas bumi ini dirasakan manfaatnya karena dapet menekan biaya produksi terutama kebutuhan gas d. Rencana pengembangan sistem park and ride untuk mampu meminimalisir

penggunaan kendaraan bermotor. Sistem park and ride ini akan terintegrasi dengan berbagai moda transportasi massal seperti trem dan monorail yang sedang dikembangkan.

e. Pengembangan taman kota sebagai paru-paru kota dan sebagai tempat interkasi antar warga kota dan tempat menyalurkan hobi. Selain itu, terdapat pula pengembangan hutan kota yang juga berkonsep sebagai tempat rekreasi.

f. Pengolahan limbah rumah tangga dengan skonsep zero waste yaitu dengan melakukan proses mengurangi sampah, menggunakan kembali dan mendaur ulang sampah (3R).

Berkaitan dengan hal-hal tersebut, kota Surakarta seharusnya dapat mengadaptasi dan mengimplementasikan beberapa strategi yang telah diterapkan Kota Surabaya sebagai Smart City antara lain:

a. Banyaknya industri pengolahan yang terdapa di Kota Surakarta, salah satu yang dapat diadopsi adalah kebijakan untuk memanfataakn gas bumi untuk mampu menekan biaya produksi sehingga dapat lebih meningkatkan pendapatan para pengusaha industri pengolahan di Kota Surakarta.

b. Penerapan solar cell juga diterapkan pada bangunan-bangunan tinggi sepeti hotel dan mall yang berada di kawasan pusat Kota Surakarta

c. Pengembangan jumlah ruang terbuka hijau untuk memenuhi kebutuhan akan ruang terbuka hijau publik seperti pengembangan ruang terbuka hijau di kawasan pinggir sungai (waterfront).

d. Pengembangan konsep bangunan ramah lingkungan pada bangunan-bangunan tinggi yaitu pengembangan wall/roof garden pada bangunan-bangunan hotel, apartemen, mall, dan gedung perkantoran.

e. Pengolahan limbah rumah tangga di Kota Surakarta juga seharusnnya sudah dapat menggunakan konsep 3R untuk mampu mengurangi produksi sampah setiap harin= nya.

(4)

yang nantinya akan mengurangi emisi gas karbon yang berasal dari kendaraan.

5.3 SMART LIVING

Dari konsep smart Living dapat diambil beberapa pembelajaran penting yang perlu diterapkan pada kota-kota di Indonesia. Dengan adanya otonomi daerah, yang mencoba memanfaatkan sumberdaya yang ada pada kota masing-masing, membuat tidak semua kota mampu diterapkan konsep smart living. Akan tetapi kota dengan kecenderungan yang sama dengan Kota Surabaya yang menjadi fokus dalam Kuliah Kerja Lapangan (KKL), setidaknya mampu menerapkan konsep smart living di kota tersebut. Beberapa diantaranya yang mampu diterapkan yakni sebagi berikut :

a. Peningkatan sektor ekonomi dengan menonjolkan setiap bagian kecil kota (kampung) dengan karakteristik yang dimiliki. Seperti di Kota Surabaya yakni Kampung Lontong dan Kampung Pertanian. Keadaan tersebut suatu ide/pemikiran cerdas yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga memicu peningkatan kondisi kehidupan masyarakat.

b. Penyediaan kantor yang nyaman, fasilitas berbisnis yang baik dan infrastruktur yang terjamin merupakan kondisi lingkungan dimana masyarakat mampu menuangkan inovasi baru guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

c. Pembangunan diarahkan secara vertiakal guna mengatasi kepadatan dan kebutuhan akan lahan. Bangunan tersebut biasanya terletak di pusat kota dengan fungsi bangunan tidak hanya satu fungsi. Sebagai contoh bangunan dengan fungsi pertokoan, perkantoran dan hunian (appartement)

d. Teknologi PID (Proportional Integral Derivative) sebuah teknologi dimana yang berfungsi guna penjernihan air. Dengan adanya penyediaan air bersih dengan teknologi PID, mampu memudahkan masyarakat suatu kota karena hasil air langsung bisa untuk diminum.

e. Pengalih fungsian energy listrik pada fasilitas transportasi dengan pembangkit listrk tenaga surya. Fasilitas tersebut seperti traffic lamp dan lampu penerangan.

f. Penyediaan hunian berupa rusun dengan fasilitas yang menunjang dimana rusun harus memiliki Pustu, paud, taman, taman bacaan, broadband learning center, serta sentra pkl guna kebutuhan masyarakat di dalam maupun sekitar rusun.

(5)

aktif dengan penyediaan pariwisata dan sentra PKL di dalamnya. Hal tersebut akan menjadikan warga sekitar mampu meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

h. Anggaran budaya dimaksimalkan dengan mengalokasikan CSR swasta untuk pengembangan dan pelestarian Kota Tua

i. Terdapat CCTV yang digunakan multifungsi, sebagai pemantau kepadatan jalan dan juga sebagai pemantau aktivitas

j. Health di Kota Surabaya dapat dilihat dari kemudahan mendapat fasilitas kesehatan dan penyediaan sarana berupa taman yang dapat digunakan untuk aktivitas olahraga (eg : senam lansia) yang berpengaruh pada angka harapan hidup warga. Selain itu penyediaan fasilitas kesehatan secara online (prosedur/administrasi) mampu memudahkan masyarakat kota dalam mengakses fasilitas kesehatan.

Berkaitan dengan hal tersebut, kota Surakarta seharusnya dapat mengadaptasi dan mengimplementasikan beberapa kebijakan antara lain:

a. Banyaknya kampung-kampung di Kota Surakarta, seharusnya mampu melihat perkembangan kampung yang ada pada Kota Surabaya sehingga setiap kampong mampu memiliki ciri khas dalam kegiatan ekonominya sehingga dapat meningkatkan kondisi kehidupan secara mandiri.

b. Penyediaan teknologi PID, setidaknya pada Kelurahan Jebres tepatnya Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) sudah mulai menggunakan teknologi tersebut untuk melayani kebutuhan air bersih skala kawasan

c. Anggaran budaya dimaksimalkan dengan mengalokasikan CSR swasta untuk pengembangan dan pelestarian kebudayaan Kota Surakarta

d. Penyediaan fasilitas kesehatan secara online mampu mengurangi antrian dalam fasilitas kesehatan yang dimiliki Kota Surakarta dimana Kota Surakarta memiliki fasilitas kesehatan dengan tingkat pelayanan Provinsi Jawa tengah. e. Minimnya lahan dan banyaknya migrasi permanen ke Kota Surakarta sudah

mulai diantisipasi dengan penyediaan rusun guna mengurangi Slum and Squater di Kota Surakarta. Akan tetapi dengan adanya fasilitas penunjang sepertihalnya yang ada di Kota Surabaya, Rusun akan menjadi daya tarik sendiri bagi warga MBR dan imigran Kota Surakarta.

5.4 SMART MOBILITY

(6)

a. Terkait efisien transportasi merupakan penggunaan trasnportasi yang menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan. Hal ini bisa diterapkan dengan beralih menggunakan transportasi umum untuk mengurangi polusi dari banyaknya kendaraan pribadi. Kota Surabaya dengan kondisi kemacetan tinggi akibat pertumbuhan kendaraan pribadi yang tinggi telah melakukan inisiasi dengan merencanakan pengadaan angkutan massal cepat berbasis rel berupa monorail dan tram. Hal ini bertujuan agar masyarakat mau berpindah ke transportasi umum dan megurangi penggunaan bahan bakar dan polusi udara. Kota-kota lain hendaknya juga menerapkan transportasi yang efisien agar mengurangi pencemaran dari polusi yang ditimbulkan dari kendaraaan pribadi.

b. Terkait dengan akses multimoda merupakan integrasi antar moda-moda transportasi umum untuk memudahkan pergerakan. Kota Surabaya telah melakukan perencanaan berupa Simart (System Integrated Mass Rapid Transportation). Hal ini bertujuan untuk mengintegrasikan berbagai moda transportasi agar penduduk mudah melakukan pergerakan. Salah satu moda yang mengintegrasikan berbagai moda transportasi tersebut yaitu monorail dan tram. Kota-kota lain hendaknya juga menerapkan ini agar pergerakan penduduk terutama menggunakan transportasi umum menjadi lebih mudah. Dengan demikian masyarakat juga akan cenderung berpindah menggunakan transportasi umum.

c. Terkait dengan teknologi infrastruktur merupakan suatu bentuk penggunaan teknologi untuk mengatur lalu lintas. Kota Surabaya telah menerapkan menggunakan CCTV pemantau untuk mengatur lalu lintas. Untuk kedepannya akan diterapkan ATCS dan VMS. ATCS merupakan sistem pengoperasian waktu nyala traffic lights berdasarkan kondisi lalu lintas langsung (real time) melalui pantauan kamera CCTV. VMS adalah rambu lalu lintas elektronik untuk memberikan informasi pengguna jalan berupa kondisi arus lalu lintas terkini. Hal ini akan mempermudah pengaturan lalu lintas dengan teknologi yang ada. Kota-kota lain hendaknya juga menerapkan sistem ATCS dan VMS ini agar pengaturan lalu lintas lebih efektif dan efisien.

Berkaitan dengan hal-hal tersebut diatas, kota Surakarta seharusnya dapat mengadaptasi dan mengimplementasikan beberapa kebijakan antara lain :

(7)

kecil dibandingkan dengan Kota Surabaya, sehingga penerapan monorail dan tram kurang sesuai jika diterapkan di Kota Surakarta. Kota Surakarta akan lebih cocok untuk mengembangkan jalur pedestrian yang aman dan nyaman, karena jarak pusat-pusat aktivitas di Kota Surakarta tidak begitu berjauhan dan terjangkau dengan menggunakan sepeda. Selain itu untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan yang menghubungkan Kota Surakarta barat-timur dan utara-selatan akan lebih cocok menggunakan bus kota. Oleh karena itu, pemerintah Kota Surakarta perlu menggagas konsep pengembangan transportasi Bicycle Transit Oriented Development.

b. Akses multi moda di Kota Surakarta sendiri telah dihubungkan dengan BST dan angkutan umum yang telah mengintegrasikan ke stasiun dan bandara namun dalam implementasinya moda tersebut masih belum memberikan kenyamanan serta jadwal yang pasti maka dari itu kebijakan di Kota Surakarta lebih memperbaiki manajemen pelayanannya.

c. Kota Surakarta hendaknya mulai menggunakan teknologi infrastruktur seperti yang ada di Kota Surabaya yaitu ATCS dan VMS. Hal ini penting karena Kota Surakarta juga merupakan kota dengan pergerakan lalu lintas yang cukup sibuk. Sehingga pengadaan infrastruktur tersebut memudahkan pemerintah dalam menangani masalah-masalah lalu lintas.

5.5 SMART ECONOMY

Kegiatan ekonomi di Kota Surabaya secara garis besar telah mulai menuju ke penerapan konsep smart city, walaupun belum secara total dilakukan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Namun, komitmen yang kuat dari Pemerintah Kota Surabaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan potensi masyarakat sendiri menjadi salah satu hal yang patut dicontoh oleh pemerintah daerah lain. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program-program pemerintah baik berupa sosialisasi, pelatihan, pembinaan, maupun mitra usaha.

(8)

Kemudian untuk kaum muda yang memiliki ide kreatif dan inovatif, tindak lanjut pemerintah tidak boleh luput untuk mengembangkan dan menstimulasikan potensi generasi muda tersebut. Seperti dengan adanya program start Surabaya di Kota Surabaya, kaum muda disediakan wadah untuk berkreasi sekaligus berbisnis melalui bidang start up, yaitu bisnis yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai basisnya. Kaum muda, sebagai individu yang masih memiliki pemikiran dan usaha yang kuat dalam meraih sesuatu menjadi modal berharga yang dimiliki suatu wilayah, karena akan menentukan perembangan wilayah tersebut di kemudian hari.

Kota Surakarta memiliki karakteristik wilayah yang hampir sama dengan Kota Surabaya, ditinjau dari wilayahnya yang tersusun dari kampung-kampung kota serta jumlah penduduk usia produktif tergolong tinggi. Dari hasil pembelajaran penerapan smart economy di Kota Surabaya, sesungguhnya Kota Surakarta memiliki modal yang lebih kuat, yaitu dengan corak budayanya yang sangat kental dan banyaknya komunitas-komunitas yang dibentuk berdasarkan suatu minat tertentu sehingga potensi untuk mengembangkan ekonomi yang cerdas dan kreatif sangat terbuka lebar. Komitmen pemerintah Kota Surakarta harus diwujudkan melalui program-program peningkatan ekonomi kerakyatan yang inovatif, konsisten, dan berkelanjutan dengan turut melibatkan masyarakat dan komunitas-komunitas yang mendukung kegiatan ekonomi tersebut. Maka pengembangan ekonomi yang berdasarkan pada potensi masyarakat akan lebih tepat bila dilakukan melalui pendekatan bottom up, seperti yang diterapkan di Kota Surabaya.

5.6 SMART PEOPLE

Dari konsep smart people yang sudah dibahas di bab sebelumnya dapat diambil beberapa pembelajaran penting yang sangat perlu untuk diterapkan pada kota-kota di Indonesia. Beberapa diantaranya adalah :

a. Pemanfaatan teknologi seperti penyediaan jaringan internet untu mempermudah integrasi antar masyarakat.

b. Perhatian khusus dalam peningkatan kualitas pendidikan. Karena aspek utama dalam pengembangan kota yang baik adalah dari masyarakat kota itu sendiri. Pendidikan mengenai teknologi, menjadi salah satu trend yang bisa diterpakan pemerintah untuk menciptakan masyarakat sadar teknologi.

(9)

Berkaitan dengan hal-hal tersebut, kota Surakarta seharusnya dapat mengadaptasi dan mengimplementasikan beberapa strategi yang telah diterapkan Kota Surabaya sebagai Smart City antara lain:

a. Peningkatan kualitas pendidikan. Di Kota Surakarta sendiri kualitas pendidikannya sudah cukup baik. Apalagi tersebar banyak SMK, sehingga siswa tidak hanya dibekali pendidikan formal tapi juga skill menuju dunia kerja. Dalam hal ini yang dapat dicontoh dari Kota Surabaya yaitu dalam pemberian beasiswa sekolah gratis sampai dengan jenjang SMA sederajat dan pendidikan teknologi kepada masyarakat secara gratis.

Referensi

Dokumen terkait

Pria yang melakukan latihan angkat beban diindikasikan melakukan diet yang tidak sehat 26 yang dapat mempengaruhi asupan energi namun dari analisis bivariat tidak

Suggestopedia method influence the students’ motivation in learning English.. is the reason why the writer raise it as his

Hasil ini tidak sesuai dengan penelitian Ali (2003) yang berjudul “Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Ibu Bekerja dan Ibu tidak Bekerja tentang Imunisasi” dimana dari

Juga menurut Koentjaraningrat (1985) dalam Yudohusodo, perumahan dan pemukiman (rumah dan lingkungannya) sebagai ujud fisik kebudayaan (physical culture) merupakan hasil

Tujuan dalam penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran Examples Non Examples berbasis alat peraga terhadap hasil belajar

Sesuai dengan latar belakang masalah tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi matematis peserta didik yang

c. Pengamatan dapat berupa hasil belajar dan proses belajar. Observasi atau pengamatan berperan dalam upaya perbaikan dalam pembelajaran. Kegiatan ini dilakukan oleh