• Tidak ada hasil yang ditemukan

UJI KOEFESIEN KORELASI KEPADATAN PENDUDU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "UJI KOEFESIEN KORELASI KEPADATAN PENDUDU"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

UJI KOEFESIEN KORELASI KEPADATAN PENDUDUK, KUALITAS PENDUDUK DENGAN PEMUKIMAN KUMUH

Ahmad Sahid Megantara_163060006

Mahasiswa Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Pasundan, [email protected]

Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota – Universitas Pasundan

Bandung

Jl. Dr. Setiabudi No.193, Kota Bandung 1. Pendahuluan

Indonesia merupakan negara peringkat ke-4 dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Berdasarkan Sensus 2010 (Badan Pusat Statistik) disebutkan bahwa jumlah penduduk Indonesia mencapai 237.641.326 jiwa. Hal ini bukanlah sebuah peristiwa yang dapat dianggap sepele oleh Pemerintah dan jika jumlah penduduk semakin besar per 1km2 wilayahnya akan berdampak kepada ledakan penduduk.

Ledakan penduduk sendiri diartikan sebagai pertambahan penduduk secara tiba-tiba dan begitu cepat di suatu wilayah. Ledakan penduduk ini bisa menimbulkan berbagai persoalan di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, seperti kemiskinan. Dampak dari kemiskinan yang timbul di suatu perkotaan besar adalah pemukiman kumuh. Terbentuknya pemukiman kumuh atau sering disebut Slum Area, sering dipandang sebagai potensial menimbulkan masalah perkotaan.

(2)
(3)

B. Kepadatan Penduduk

Pengertian penduduk adalah sekelompok manusia yang mendiami suatu tempat atau daerah tertentu pada waktu tertentu. Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu. Pengertian kepadatan penduduk adalah perbandingan jumlah penduduk dengan luas wilayahnya. Kepadatan penduduk menunjukkan jumlah rata-rata penduduk pada setiap km2.

C. Kulalitas Penduduk

Definisi kualitas penduduk adalah tingkat atau taraf hidup penduduk di satu wilayah yang dapat memenuhi aspek kebutuhan hidup mereka, meliputi pemenuhan kebutuhan pangan, sandang, perumahan, kesehatan, pendidikan, produktifitas. Kualitas penduduk dapat diartikan juga sebagai skala yang digunakan dalam penilaian penduduk dari tinggi rendahnya suatu aspek menurut standarisasi yang telah ditetapkan (https://brainly.co.id/tugas/1392913)

3. Metodelogi

Metode yang digunakan merupakan Uji Koefisien Korelasi yang bertujuan untuk mengetahui derajat keterhubungan antara dua variabel mempunyai hubungan yang positif atau negatif, untuk melihat lebih jauh tren antara variabel predictor (X) dengan variabel kriterium (Y). Signifikansi :

(4)

 Selain besarnya korelasi, tanda korelasi juga berpengaruh pada penafsiran hasil. Tanda negatif (-) pada output menunjukkan adanya arahan yang berlawanan, sedangkan tanda positif (+) pada output menunjukkan adanya arahan yang sama.

Dasar Pengambilan Keputusan pada Uji Koef. Korelasi :

 Berdasarkan nilai signifikansi : Jika nilai signifikansi > dari 0,05, maka kesimpulannya tidak terdapat korelasi, sedangkan jika < dari 0,05, maka terdapat korelasi.

 Berdasarkan tanda bintang (*) yang diberikan SPSS. Jika terdapat tanda bintang pada pearson correlation maka antara variabel yang dianalisis terjadi korelasi, sebaliknya jika tidak terdapat tanda bintang pada pearson correlation maka antara variabel yang dianalisis tidak terjadi korelasi.

4. Hasil Pembahasan a) Cara Pengerjaan Aplikasi pada SPSS :

Berikut merupakan langkah – langkah dalam menggunakan Uji Koefisien Korelasi pada SPSS, diantaranya :

1. Buka SPSS

(5)

3. Klik menu Analyze, kemudian pilih Correlate, dan klik Bivariate

(6)

5. Klik OK, maka akan keluar hasil sebagai berikut

b) Hasil

Dalam Pengambilan Keputusan, dapat dilihat dari nilai signifikansi dan nilai Pearson pada Tabel Correlation. Maka dapat dilihat 2 pertimbangan:

(7)

dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat korelasi yang signifikan

b. Melihat nilai pearson correlation: dari output diatas, diketahui bahwa nilai pearson correlation yang dihubungkan antara masing-masing variabel mempunyai tanda bintang, ini berarti terdapat korelasi yang signifikansi anatara variabel yang dihubingkan.

5. Daftar Pustaka

Naufal,Muhammad. 2015.

(https://www.kompasiana.com/naufal11/kepadatan-penduduk-dan-permukiman-kumuh_56641070579373ca06b3fb3b) diakses pada tanggal 15 Maret 2018.

Ghafari,Abdzar. 2013.

Referensi

Dokumen terkait

memahami suatu masa lah Masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah:1)Bagaimana penerapan metode sosiodrama dalam bidang studi Agama Islam, 2)Bagaimana

Penelitian ini dilakukan pada 10 Kantor Akuntan Publik di Bandung, dengan kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pada beberapa Kantor Akuntan Publik yang terdaftar

Dengan tingkat kepercayaan 95% dapat disimpulkan bahwa rata-rata sektor PDRB (sektor pertanian; sektor industri pengolahan; sektor perdagangan, hotel dan restoran;

Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti di MI Al Hidayah Palembang, yang dilaksanakan pada tanggal 16 Juli 2019, peneliti mengamati bahwa di Madrasah

Seksi Sekolah Minggu dan Guru Sekolah Minggu mengundang seluruh Orangtua Anak Sekolah Minggu (Kelas Batita - 6 SD) untuk hadir secara virtual dalam acara Sekolah Minggu

Santoso hingga sekarang beliau yang selalu menetapkan jumlah persediaan barang termasuk jenis barang baru apa yang akan ditambahkan karena dengan demikian beliau dapat

Representasi Visual Anak Cerdas dari Sudut Pandang Orang Tua. Paparan media dan teknologi yang berkembang dinamis mengakibatkan terjadinya perubahan pola pikir masyarakat

Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara persepsi atas dukungan guru dengan school engagement pada siswa ini juga sejalan dengan hasil