PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) PROPOSAL
PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)
Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Kehidupan Masa Pra Aksara Di Indonesia Melalaui Penerapan Model Pembelajaran Picture And Picture Di Kelas VII D SMP Negeri 1 Cikalongwetan Kabupaten Bandung Barat
Tahun Pelajaran 2012-2013
Digunakan sebagai Bukti Kinerja Guru untuk Memperoleh Angka Kredit
Oleh :
EKA Wahyuningsih, S.Pd. NIP 197212171998022002
Guru SMP Negeri 1 Cikalongwetan
PEMERINTAH KEBUPATEN BANDUNG BARAT DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA SMP NEGERI 1 CIKALONGWETAN
TAHUN 2012 – 2013
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pembelajaran yang ideal merupakan konteks interaksi yang memungkinkan siswa memperoleh pengalaman belajar (learning experience) dalam rangka
keterampilan, cara berfikir, memahami nilai nilai dan sarana mengeksplorasi kemampuannya.
Dalam proses pembelajaran diperlukan peran guru sebagai pengelola yang
bertanggung jawab merencanakan program pembelajaran berdasarkan pedoman yang berlaku, menetapkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai siswa,
melaksanakan kegiatan pembelajaran sekaligus mengorganisasikan sumber sumber belajar yang memungkinkan tercapainya tujuan secara efektif dan efisien.Namun demikian untuk mencapai keberhasilan pembelajaran tidaklah mudah dan mungkin sekali dalam proses pembelajaran bisa saja tidak mencapai tujuan yang diharapkan yang disebabkan adanya kesalahan dalam menggunakan metode, strategi,
pendekatan ataupun kesalahan dalam memilih model pembelajaran.Situasi
pembelajaran yang bermasalah itulah yang saat ini sedang dirasakan oleh penulis sehingga mendorong untuk melakukan suatu penelitian tindakan kelas
Ketidakberhasilan proses pembelajaran seperti yang dialami oleh penulis saat ini dapat disebabkan oleh beberapa factor yang salah satunya disebabkan guru kurang tepat menggunakan metode, strategi maupun model pembelajaran sehingga proses pembelajaran berlangsung tidak efektif, tidak efisien dan berdampak buruk
terhadap hasil pembelajaran yang dicapai siswa.Selama ini penulis menggunakan metode ceramah bervariasi dan model pembelajaran konvensional sehingga aktivitas siswa rendah serta hasil belajar siswa juga rendah.Dari hasil pengamatan terhadap situasi yang demikian penulis merasakan adanya permasalahan yang dapat diidentifikasikan sebagai berikut :
1. Dalam pelaksanaan proses pembelajaran tampak kurang interaktif, aktivitas cenderung terpusat pada guru.
2. Pelaksanaan pembelajaran terkesan membosankan.
3. Hasil nilai ulangan harian siswa jelek yaitu hanya sekitar 40 % saja siswa yang dapat mencapai nilai KKM, sedangkan 60 % yang lainnya belum mencapai nilai sesuai KKM yang ditetapkan yaitu 75.
Selanjutnya penulis mencoba mengangkat penelitian tindakan kelas dengan judul : “ Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Kehidupan Masa Pra Aksara Di Indonesia Melalui Model Pembelajaran Picture And Picture Di Kelas VII D SMP Negeri 1 Cikalongwetan Kabupaten Bandung Barat Tahun Pelajaran 2012 – 2013 “.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apakah model pembelajaran picture and picture dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran ?
2. Bagaimana proses meningkatkan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran picture and picture ?
3. Seberapa besar peningkatan hasil belajar siswa dapat dicapai melalui model pembelajaran picture and picture ?
C. TUJUAN PENELITIAN
Adapun tujuan penelitian adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui peningkatan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran picture and picture
2. Untuk mengetahui proses peningkatan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran picture and picture
3. Untuk mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran picture and picture
D. MASALAH DAN PEMECAHAN MASALAH a. Masalah
1. Aktivitas belajar siswa rendah pada materi kehidupan masa pra aksara di Indonesia
2. Prestasi belajar siswa rendah pada materi kehidupan masa pra aksara di Indonesia ( 60 % siswa belum mencapai KKM 75 )
b. Pemecahan masalah
– Model pembelajaran picture and picture
Untuk mengatasi permasalahan tersebut diatas penulis mencoba menggunakan model pembelajaran picture and picture dengan alasan disesuaikan dengan karakter peserta didik yang cenderung menyukai media gambar serta sesuai dengan karakteristik materi pembelajaran .
– Indikator keberhasilan
E. MANFAAT PENELITIAN a. Bagi siswa :
– Meningkatnya aktivitas pembelajaran siswa sekaligus sebagai motivasi bagi siswa sehingga proses pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan.
– Meningkatnya prestasi belajar siswa yang ditandai dari peningkatan prosentase jumlah siswa yang memperoleh nilai KKM 75.
b. Manfaat bagi Guru
– Guru dapat menerapkan model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan aktivitas pembelajaran dan prestasi belajar siswa.
– Guru dapat mengembangkan metode dan model pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.
– Guru dapat meningkatkan profesionalisme melalui penelitian tindakan kelas. c. Manfaat bagi sekolah
– Meningkatnya kualitas pembelajaran ( KBM ) yang dilaksanakan di sekolah – Meningkatnya kompetensi siswa dan prestasi bagi sekolah
– Meningkatnya profesionalisme guru sekaligus memberikan sumbangan pemikiran bagi dunia pendidikan ditingkat SMP.
– Model pembelajaran picture and picture dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa.
F. HIPOTESIS TINDAKAN
– Jika guru menggunakan model pembelajaran picture and picture maka aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi kehidupan masa pra aksara di Indonesia akan meningkat.
BAB II
A. Aktivitas Belajar
Menurut Benyamin S. Bloom (Irawan, 1996 : 12 – 13) pada hakekatnya aktivitas belajar adalah proses perubahan tingkah laku seseorang dengan adanya
pengalaman atau peristiwa yang memungkinkan terjadinya aktivitas siswa dalam memperoleh informasi, ide, keterampilan, cara berfikir, pemahaman terhadap nilai-nilai dan sarana mengeksplorasi potensi siswa untuk mencapai tujuan yang
diinginkan. Aktivitas ini meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotor.Taksosnomi Bloom dan kawan kawan ini yang sekarang menjadi acuan bagi guru guru di Indonesia mulai dari jenjang guru sekolah dasar sampai menengah.Dengan acuan taksonomi ini guru merasa lebih mudah merumuskan tujuan pembelajaran.Secara operasional yang dapat diamati dan diukur tingkat ketercapaiannya. Tujuan
pembelajaran ini selanjutnya menjadi acuan dalam pembuatan alat tes, pemilihan model pembelajaran, materi, metode dan media pembelajaran.
Dari uraian diatas penting adanya analisis berbagai aspek siswa yang merupakan bahan kajian dalam PTK ini yang menunjukkan bahwa stimulus dan respon yang menandai terjadinya peristiwa belajar harus berbentuk tingkah laku yang dapat diamati (observable).Selain itu secara kognitivisme bahwa belajar mementingkan kegiatan mental peserta didik dalam persepsi dan pemecahan masalah yang sulit. Bahwa belajar diartikan sebagai suatu proses mental untuk memperoleh
pemahaman interaksi antara individu dengan lingkungannya, melalui interaksi ini tersusun tanggapan, imajinasi dan pandangan baru yang secara bersama sama membentuk pemahaman untuk memecahkan masalah.Sedangkan dalam kajian afektif belajar meliputi proses pengenalan, pemberian tanggapan, penghargaan, pemahaman nilai nilai yang harus dimiliki siswa sebagai suatu hasil belajar.
B. Hasil Belajar
Bahwa hasil belajar adalah suatu kemampuan atau keterampilan yang dimiliki oleh siswa setelah ia mengalami aktivitas belajar.Hasil belajar menurut Sudjana ( 1990 : 22 ) adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajar.Hasil belajar menunjukkan tingkat kemampuan dan penguasaan isi dari setiap mata sajian yang bersifat esensial dan fungsional bagi peserta didik , sehingga memungkinkan bagi mereka untuk belajar lebih lanjut dalam rangka pembentukan kepribadiannya. Sedangkan proses menunjukkan adanya peristiwa yang memungkinkan terjadinya aktivitas belajar peserta didik dalam mencapai tujuannya.
Seluruh aktivitas belajar ini menegaskan bahwa guru perlu membantu peserta didik dalam memperoleh informasi, ide, keterampilan, cara berfikir, pemahaman
menunjukkan bahwa peserta didik dalam belajar berusaha mencapai pemahaman dan kesadaran yang sebaik mungkin tentang perubahan kultural dari suatu
lingkungan.Hasil belajar harus dapat menunjukkan bagaiman siswa berintegrasi dengan lingkungan.Mereka berusaha menguasai dan mengelola lingkungan dengan dengan cara menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan.Hasil belajar itu sendiri dapat dikategorikan sebagai berikut : informasi verbal, kecakapan intelektual, strategi kognitif, sikap dan keterampilan. Hasil belajar yang dimiliki siswa dipengaruhi oleh dua faktor yaitu :
– Faktor dari dalam diri siswa meliputi kemampuan yang dimiliki, motivasi belajar, minat, perhatian, sikap dan kebiasaan belajar, ketekunan, factor fisik dan psikis.
– Faktor yang dating dari luar diri siswa / faktor lingkungan terutama kualitas pembelajaran, faktor sosial, ekonomi dan lain lain.
Hasil belajar yang optimal dapat dicirikan sebagai berikut :
– Kepuasan dan kebanggaan yang dapat menumbuhkan motivasi belajar pada diri siswa.Siswa tidak mengeluh dengan prestasi belajar yang rendah dan ia akan berjuang lebih keras untuk memperbaikinya atau setidaknya mempertahankan apa yang sudah dicapai.
– Menambah keyakinan dan kemampuan dirinya, daya ingat yang baik, membentuk perilaku,memiliki kemampuan untuk belajar mandiri dan
mengembangkan kreativitasnya.
– Hasil belajar yang diperoleh siswa meliputi ranah afektif, kognitif dan psikomotor
– Kemampuan siswa untuk mengendalikan diri terutama dalam menilai hasil belajar yang dicapai.
C. Masa Pra aksara
a. Pengertian dan kurun waktu masa pra aksara
Masa pra aksara atau masa pra sejarah adalah masa dimana manusia belum mengenal tulisan.Masa pra aksara juga disebut jaman nirleka yang berarti zaman belum ditemukan tulisan ( nir= tidak, leka = tulisan / aksara ). Kurun waktu masa pra aksara dimulai sejak adanya manusia dimuka bumi sampai saat manusia
mengenal tulisan. Sejarah dan masa pra aksara berbicara mengenai peristiwa atau kejadian yang berlangsung pada masa lalu. Perbedaannya sejarah meninggalkan bukti bukti tertulis, sedangkan masa pra aksara tidak menorehkan tulisan.
Sejarah pembentukan bumi dapat diketahui melalui ilmu geologi yang mempelajari asal terjadinya bumi, struktur dan komposisi bumi jutaan tahun silam sebelum adanya manusia.Setelah adanya tanda tanda kehidupan mulalilah muncul manusia purba pada masa pra aksara. Berdasarkan keadaan geologi yang berjalan secara bertahap, aetiap tahap umur bumi memakan waktu yang panjang sekali yakni jutaan tahun. Tahap tahap perkembangan berdasarkan masa geologi adalah sebagai berikut :
1. Zaman Arkhaikum yaitu zaman tertua yang berlangsung kira kira 2500 juta tahun. Pada zaman ini belum ada kehidupan, karena bumi masih sangat panas. 2. Zaman Paleozoikum yaitu zaman hidup tertua yang berlangsung kira kira 340 juta tahun. Zaman ini sudah ada kehidupan ditandai dengan munculnya binatang kecil yang tidak bertulang belakang, ikan ,amfibi dan reptile.
3. Zaman Mesozoikum yaitu zaman hidup pertengahan yang berlangsung kira kira 140 juta tahun. Pada zaman ini mulai muncul hewan reptile raksasa
( Dinosaurus, Atlantasaurus ), jenis burung dan hewan menyusui.
4. Zaman Neozoikum yaitu zaman hidup baru yang berlangsung kira kira 60 juta tahun yang lalu sampai kini.Zaman ini terbagi menjadi zaman tertier dan kuarter. Pada zaman tertier inilah mulai ada kehidupan manusia kera diatas permukaan bumi.
c. Kehidupan masa pra aksara di Indonesia
Perkembangan manusia purba di Indonesia terbagi menjadi tiga, yaitu masa berburu dan mengumpulkan makanan, masa bercocok tanam , serta masa perundagian.
1. Masa Berburu dan mengumpulkan makanan
Awal kehidupan masa pra aksara di Indonesia ditandai dengan kegiatan berburu dan mengumpulkan makanan. Binatang buruan yang dicari antara lain banteng, gajah, rusa ,badak dan kerbau liar.Selain itu mereka mencari kerang dan ikan laut. Kegiatan perburuan dilakukan oleh kaum laki laki. Tugas perempuan adalah
mengumpulkan makanan yang didapat dari alam sekitar seperti ubu, keladi, buah buahan dan dedaunan. Pada masa itu mereka belum mengenal bercocok tanam, kehidupan mereka sangat tergantung pada alam. Mereka makan dari apa yang tersedia di alam.Corak kehidupan lainnya ditandai dengan cara hidup berpindah pindah ( nomaden ). Mereka berpindah tempat karena lingkungan alam yang
didiami dianggap sudah tidak produktif lagi. Mereka berusaha mencari tempat baru yang lebih subur. Tentu saja mereka harus bersaing dengan kelompok lain agar tetap dapat mempertahankan hidupnya. Untuk itulah mereka hidup secara
sumber air seperti sungai dan pantai.Mereka meninggalkan sampah dapur
( kjokkenmodinger ) berupa kulit kerang dan tulang tulang ikan yang menggunung. Fosil tersebut banya ditemukan di sepanjang pantai timur Sumatra.
Alat kehidupan yang digunakan pada masa ini sebagian besar terbuat dari batu yang masih kasar dan belum diasah berupa kapak perimbas ( chopper )yaitu kapak dari batu yang digenggam dan tidak bertangkai.Selain itu ditemukan juga alat alat dari tulang dan tanduk yang digunakan sebagai alat serpih sebagai pisau yang digunakan untuk memotong dan menggali umbi umbian. Alat lain yang ditemukan berupa mata panah dari batu yang digunakan untuk mencari ikan.
2. Masa bercocok tanam
Pada masa bercocok tanam muncul revolusi peradaban kehidupan manusia purba yaitu menghasilkan makana sendiri dengan cara bertani ( food producing ). Jenis tanaman yang diusahakan antara lain padi, jagung, keladi, sukun, pisang dan ketela. Mereka tidak lagi tergantung pada alam. Selain itu cara hidup berpindah pindah juga sudah mulai menghilang (semi sedenter / setengah menetap). Mereka membuat rumah-rumah panggung ditempat yang tinggi dan dekat dengan sumber air.
Corak kehidupan lain yaitu sudah adanya kepercayaan meliputi animisme dan dinamisme.Animisme adalah kepercayaan terhadap arwah nenek moyang
sedangkan dinamisme yaitu kepercayaan bahwa benda benda memiliki kekuatan gaib seperti hujan badai, gunung meletus, batu besar, pohon besar, hewan besar, sungai dan benda benda lain memiliki kekuatan.
Pekakas dari batu saat itu umumnya sudah diasah hingga halus seperti kapak persegi ( beliung persegi ), kapak lonjong, alat-alat dari batu obsidian, mata panah dan gerabah yang banyak ditemukan di Sumatra, Jawa dan Bali.Sedangkan kapak lonjong banyak ditemukan di Papua dan sekitarnya.Untuk memenuhi kebutuhan pada masa itu sudah dilakukan barter ( tukar menukar barang ). Alat tukar yang digunakan berupa garam, ikan laut, gerabah, perhiasan dan hasil kerajinan. 3. Masa perundagian
Pada masa perundagian manusia purba telah pandai membuat perkakas yang terbuat dari logam perunggu yang banyak ditemukan di Indonesia sebagai berikut : • Nekara : semacam tambur besar yang digunakan sebagai alat upacara keagamaan atau ritual memanggil hujan. Benda ini banyak ditemukan di Sumatra, Jawa, Bali, Pulau Roti, Pulau Selayar,Kepulauan Kai dan Papua.
• Kapak perunggu : disebut juga kapak sepatu atau kapak corong. Banyak dijumpai di Sumatra, Jawa, Bali, Sulawesi, pulau Selayar dan Papua.
• Bejana perunggu • Arca perunggu
• Perhiasan : berupa gelang, kalung, cincin, bandul dari manik manik dan batuan.
d. Masa Megalitikum ( zaman batu besar )
Pada saat agama belum masuk ke wilayah Indonesia nenek moyang bangsa
Indonesia telah menganut adanya kepercayaan adanya kekuatan yang maha tinggi di luar dirinya.Kekuatan itu terdapat di alam semesta ( animisme dan dinamisme ). Sebagai sarana yang turut mendukung sistem kepercayaan tersebut selanjutnya berkembang tradisi megalitikum. Mega bererti besar, litikum berarti batu. Adapun benda benda peninggalan tradisi megalitikum adalah sebagai berikut :
1. Menhir : adalah tugu batu yang diletakkan disuatu tempat untuk memperingati sekaligus pemujaan terhadap arwah nenek moyang. Menhir ditemukan di dataran tinggi Pasemah ( Sumatra selatan ), Lebak ( Banten ) dan Leles ( Garut ).
2. Dolmen : adalah meja dari batu tempat meletakkan sesaji. Daerah tempat penemuan yaitu Sumatra selatan.
3. Sarkofagus : adalah tempat jenazah yang terbuat dari dua batu besar yang ditangkubkan. Tempat penemuannya di Bali dan Sumbawa.
4. Peti kubur batu : adalah peti jenazah yang terdiri dari empat atau lebih papan batu berbentuk kubus. Benda ini banyak ditemukan di Sumatra selatan. Jawa
Tengah dan Jawa Barat.
5. Waruga : adalah peti kubur batu yang ukurannya lebih kecil banyak ditemukan di Minahasa.
6. Punden berundak undak : adalah bangunan dari batu berbentuk kubus yang tersusun dari batu yang ukurannya paling besar, sedang hingga yang paling kecil sebagai sarana pemujaan terhadap roh nenek moyang, ditemukan di Sukabumi dan Nusa tenggara timur.
7. Arca dari batu : adalah patung batu yang dibuat menyerupai manusia dan binatang seperti gajah, harimau, rusa, babi dan kera. Patung ini banyak ditemukan di Lampung dan Sumatra selatan.
Bagaimana jenis manusia purba di Indonesia diketahui ?. Indonesia termasuk Negara yang banyak meninggalkan fosil dan artefak. Fosil adalah sisa sisa mahluk hidup yang telah membatu. Artefak adalah benda atau alat alat yang dipergunakan manusia purba. Banyaknya penemuan benda benda ini membuat Indonesia menjadi Negara yang penting bagi para peneliti kehidupan prasejarah. Para peneliti yang datang ke Indonesia umumnya memiliki alasan yang sederhana. Menurut mereka kawasan Indonesia amat nyaman, keadaan alam yang hangat dibawah garis
katulistiwa memungkinkan kehidupan yang bisa berlangsung terus menerus tanpa terputus oleh musim. Dengan demikian wilayah Indonesia menjadi daerah hunian bagi mahluk beragam kera dan gorilla besar yang mendekati bentuk manusia. Usaha para peneliti untuk terus mencari benda purbakala membawa hasil.Mereka telah menemukan beberapa jenis manusia purba yang pernah hidup di Indonesia. Fosil fosil manusia purba tersebut antara lain :
1. Megantropus
Penemuan manusia purba yang paling tua usianya adalah Megantropus
paleojavanicus ( manusia besar dari Jawa ). Manusia purba jenis ini diperkirakan hidup pada 1,6 juta tahun yang lalu. Ditemukan oleh Von Koenigswald antara tahun 1936 – 1941 di Sangiran , Jawa Tengah.Apabila dibandingkan ukuran dan bentuknya fosil megantropus ini lebih besar dan lebih tegap dibandingkan Pitecantropus.
2. Pithecantropus
Pada tahu 1889 seorang geolog Belanda bernama Van Rietschoten berhasil menemukan fosil tengkorak kepala di Wajak, Tulungagung Jawa Timur.Bersama rekannya E. Dubois tahun 1890 menemukan bagian lain dari fosil di daerah Trinil, Ngawi Jawa Timur. Dari hasil identifikasi fosil tersebut diberi nama Pithecantropus Erectus yang artinya manusia kera yang berjalan tegak.Selanjutnya banyak ditemukan jenis pithecanthropus yang lain yaitu : Pithecantropus Mojokertensis ( manusia kera dari Mojokerto ) dan pithecanthropus Robustus yang ditemukan oleh Von Koenigswald.
3. Homo
Jenis fosil Homo memiliki cirri yang berbeda dengan Megantropus dan
Pithecantropus. Volume tengkorak manusia jenis Homo diperkirakan 1000 – 2000 cc diperkirakan memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi. Fosil Homo memiliki tinggi badan yang bervariasi antara 130–210 cm dan berat badannya kurang lebih 30 – 150 kg. Adapun fosil jenis Homo yang ditemukan di Indonesia antara lain Homo Soloensis dan Homo Wajakensis.
• Homo Wajakensis : Ditemukan tahun 1889 oleh Van Rietschoten di Wajak, Tulungagung Jawa Timur yang selanjutnya diberi nama Homo Wajakensis yang artinya manusia dari Wajak.Homo Wajakensis merupakan bentuk perubahan langsung dari homo soloensis yang menjadi cikal bakal penduduk asli Papua dan sekitarnya. Homo Wajakensis memiliki volume otak antara 1530 cc – 1650 cc. Diantara semua jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia jenis homo Wajakensis memiliki tingkat kecerdasan dan peradaban paling tinggi.Untuk lebih jelasnya perhatikan peta lokasi tempat penemuan fosil manusia purba di pulau Jawa.
f. Kedatangan Nenek Moyang Bangsa Indonesia
Sejak jutaan tahun yang lalu wilayah Indonesia telah dihuni beberapa jenis manusia purba. Sebagian besar yang lain telah punah. Sisanya lambat laun mengalami perubahan secara evolusi. Salah satu jenis manusia purba yang tersisa adalah Homo Wajakensis yang menjadi penghuni asli penduduk Indonesia.
Nenek moyang bangsa Indonesia diduga berasal dari Yunan Cina selatan. Bukti bukti yang memperkuat adalah adanya kesamaan benda benda peninggalan yang ada di Yunan dan Indonesia yaitu kapak lonjong dan kapak persegi.
Mereka bermigrasi ke wilayah Indonesia terdesak oleh bangsa lain yang lebih kuat. Proses kedatangan nenek moyang Indonesia ke kepulauan Nusantara dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama disebut bangsa Proto Melayu ( Melayu Tua ) ,gelombang ke dua disebut Deutro Melayu ( Melayu Muda ).
• Bangsa Proto Melayu ( Melayu Tua )
Bangsa Proto Melayu tiba di Indonesia kira kira 2000 sebelum Masehi. Mereka membawa kebudayaan neolitikum ( batu baru ).Arah persebaran bangsa proto melayu terdiri dari dua jalur. Jalur pertama dari Yunan melalui Filipina masuk ke Sulawesi utara menyebar ke Maluku sampai Papua yang dinamakan ras Papua Melanesoid yang membawa kebudayaan kapak lonjong. Jalur yang kedua disebut ras Austronesia yang bermula dari Yunan melalui Malaya masuk ke Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan pulau lainnya. Mereka membawa kebudayaan kapak persegi. Setiba di kepulauan Nusantara mereka ada yang berasimilasi dengan ras Austromelanesoid tetapi ada yang tetap mempertahankan kaslian rasnya.
• Bangsa Deutro Melayu ( Melayu Muda )
menuju wilayah Nusantara. Gelombang terakhir inipun masih tergolong ras Austronesia. Pada perkembangannya ras Melanesoid, Austronesia dan sisa ras Austro-Melanesoid melahirkan berbagai suku bangsa yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara. Keragaman suku bangsa ini melahirkan semboyan Bhineka Tunggal Ika yang dipersatukan dibawah nama Indonesia. Kita tidak harus
menepikan keragaman tersebut, namun memahaminya sebagai sebuah kekayaan.
D. Model Pembelajaran Picture and Picture
1. Ruang Lingkup Model Pembelajaran dan Strategi Pembelajaran
Model pembelajaran memberikan resep yang menentukan ketika suatu metode akan digunakan.Model pembelajaran ini memberikan gambaran kepada guru dan pengembang pembelajaran dengan resep yang secara optimal mengkombinasikan komponen pembelajaran pada situasi yang berbeda, sehingga membuat
pembelajaran efektif, efisien dan menarik. Dalam kegiatan pembelajaran juga diperlukan strategi yang mencakup rangkaian tindakan yang efektif, terencana dan terarah agar mencapai sasaran yang tepat serta sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan.Strategi pembelajaran merupakan urutan langkah langkah dan pola perilaku siswa yang direncanakan untuk mengakomodasikan semua variable yang penting dilakukan secara sistematis mencakup program, metode, media dan
evaluasi (Kosasih Djahiri, 2008 : 10). Strategi pembelajaran ini sangat penting untuk dikuasai oleh guru ketika merancang kegiatan pembelajaran, melaksanakan,
menerapkan sehingga terwujud langkah langkah kongkrit dari suatu
pembelajaran.Berawal dari pandangan bahwa siswa adalah subyek dan komponen sehingga strategi pembelajaran haruslah berorientasi pada siswa.Pandangan ini sekaligus menekankan bahwa siswa memiliki potensi untuk tumbuh dan
berkembang.Hal ini mengisyaratkan bahwa strategi belajar siswa aktif perlu dipilih sebagai model pembelajaran.Dalam hal ini guru harus mempu menumbuhkan aktivitas siswa untuk melaksanakan pembelajaran yang mandiri, penuh motivasi dan bertanggung jawab sehingga mencapai hasil yang maksimal. Agar penerapan strategi siswa aktif dalam pembelajaran IPS sejarah dapat dilakukan secara tepat hendaknya guru dapat menentukan model pembelajaran yang sesuai dengan arah dan tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.
2.Ruang Lingkup Model Pembelajaran Picture and Picture
diperoleh dari sumber buku, majalah, internet dan foto sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran.
3.Langkah-Langkah Model Pembelajaran Picture and Picture
Adapun langkah langkah penggunaan model pembelajaran picture and picture dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
2. Guru menyajikan informasi materi pembelajaran sebagai pengantar 3. Guru menunjukkan/ memperlihatkan gambar gambar berkaitan dengan materi pembelajaran
4. Guru menunjuk/memanggil siswa (kelompok) secara bergantian untuk memasangkan / mengurutkan gambar menjadi urutan yang logis
5. Guru menanyakan alasan/ dasar pemikiran urutan gambar tersebut
6. Dari alasan/urutan gambar tersebut guru mulai menanamkan konsep materi sesuai dengan kompetensi yang diharapkan dimiliki siswa.
7. Siswa dan guru bersama sama membuat kesimpulan
E. Kelebihan dan kekurangan Model pembelajaran picture and picture
Dalam pelaksanaan pembelajaran pada kenyataannya tak satupun jenis metode, media maupun model pembelajaran yang sempurna dalam arti tidak memiliki kelemahan sedikitpun.Setiap jenis metode, media maupun model model pembelajaran selalu memiliki kelebihan dan kekurangan.Adapun kelebihan kelebihan model pembelajaran picture and picture diantaranya
1. dapat memperbesar perhatian dan motivasi siswa terhadap materi yang dipelajari,
2. penggunaan media gambar dapat mengurangi verbalisme, gambar/foto yang diperoleh melalui internet memberikan pengalaman belajar lebih bermakna dan menyenangkan yang sulit diperoleh dari sumber lain serta dapat mengatasi keterbatasan ruang dan waktu
Sedangkan kekurangan kekurangannya :
1. Tidak semua siswa mampu menceritakan peristiwa pada gambar yang diamati termasuk mengemukakan alasan urutan gambar.
2. Tidak semua sekolah memiliki ruang multi media/ internet sebagai media untuk memperoleh gambar / foto berhubungan dengan materi.
Penerapan Model Picture and Picture dalam pembelajaran : dilaksanakan setelah guru menginformasikan tujuan pembelajaran dan kompetensi yang harus dikuasai siswa dengan cara memperlihatkan gambar/foto yang selanjutnya diberikan pada siswa secara berkelompok mendiskusikan urutan gambar serta alasan pengurutan gambar secara bergantian dari tiap tiap kelompok. Bagi kelompok yang paling cepat menyelesaikan tugas dan dapat mengemukakan alasan dengan benar diberikan reward, sedangkan bagi kelompok yang belum melaksanakan tugas dengan baik diberikan motivasi dan kesempatan pada pertemuan berikutnya.
F. Media Gambar
Media adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan dalam proses
penyampaian informasi ( AECT , 2007 : 19). Pemilihan dan Penggunaan gambar yang berurutan yang penulis gunakan sebagai media berdasarkan alasan
karakteristik materi yang membutuhkan penjelasan kronologis dari peristiwa sejarah.
Dengan media gambar diharapkan dapat mempermudah dan memperjelas
pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Selain itu dengan gambar dapat mengatasi keterbatasan ruang dan waktu, menimbulkan motivasi bagi
siswa/meningkatkan kreativitas, meningkatkan interaksi dan merangsang pemikiran siswa, sederhana (mudah dibuat) dan ekonomis.
Kesimpulannya bahwa media gambar sangat diperlukan dalam pembelajaran Sejarah pada materi masa pra aksara di Indonesia .Dengan media gambar ini diharapkan dapat membantu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar sesuai dengan tujuan yang di harapkan.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Metode Penelitian
menyimpulkan data sehingga diperoleh gambaran yang sistematis dalam peningkatan aktivitas dan hasil belajar .
– Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model yang dikembangkan oleh Kurl Lewin yang terdiri dari 4 tahap yaitu, 1. perencanaan (planning), 2.
pelaksanaan tindakan (action), 3. pengamatan (observing) dan 4. Refleksi ( reflection ).
B. Lokasi, Subyek Penelitian dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di kelas VII D SMP Negeri 1 Cikalongwetan. Subyek penelitian ini adalah sebanyak 46 orang siswa. Kelas tersebut dijadikan subyek penelitian karena nilai hasil ulangan pada materi Kehidupan Masa Pra aksara di Indonesia hanya 40 % siswa yang mencapai KKM atau sekitar 18 dari 46 orang siswa dan 60 % siswa atau 28 dari 46 siswa belum mencapai KKM yaitu 75.
Penelitian ini dilakukan pada semester ganjil tahun pelajaran 2012 – 2013 sebanyak 2 siklus, tiap siklus terdiri dari 3 kali pertemuan, tiap pertemuan sebanyak 2 jam pelajaran dan tiap jam pelajaran 40 menit.
Adapun waktu atau jadwal penelitian dapat diuraikan sebagai berikut,
Kegiatan Tanggal Keterangan -Penyusunan Proposal
-Perbaikan Proposal 10 s/d 15 September 2012 17 s/d 22 September 2012
-pelaksanaan Siklus I Perencanaan, pelaksanaan tindakan,observasi, refleksi -Pertemuan ke 1
-Pertemuan ke 2
-Pertemuan ke 3 1 s/d 13 Oktober 2012
1 Oktober 2012
8 Oktober 2012 Pelaksanaan Siklus II
Perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, refleksi -Pertemuan 1
-Pertemuan 2 -Pertemuan 3
15 s/d 27 Oktober 2012
15 Oktober 2012 16 Oktober 2012 22 Oktober 2012 -Penyusunan laporan
-Seminar 23 Oktober s/d10 Nopember 2012 17 Oktober 2012
Siklus I
Materi pertemuan ke 1 : – Kurun waktu masa pra aksara -Jenis jenis manusia purba
Materi pertemuan ke 2 : – Perkembangan kehidupan masa pra aksara di Indonesia
Materi pertemuan ke 3 : – Masa Megalithikum
Materi pertemuan ke 4 : Ulangan/tes dilanjutkan siklus II Siklus II
Materi pertemuan ke 2 : – Perkembangan kebudayaan nenek moyang Bangsa Indonesia pada akhir masa pra ak –
sara
Materi pertemuan ke 3 : – Peninggalan peninggalan kebudayaan pada Masa pra aksara di Indonesia
Materi pertemuan ke 4 : Ulangan/tes
C. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian yang dibutuhkan antara lain :
– Soal
– Lembar Kerja siswa – Lembar observasi siswa – Lembar observasi guru – Gambar/ foto
– Media audio-visual ( in-focus )
D. Prosedur Penelitian
– Pelaksanaan penelitian dilakukan dalam 2 siklus terdiri dari :
Siklus 1 : meliputi tahap perencanaan – pelaksanaan tindakan – pengamatan – refleksi
Siklus 2 : meliputi tahap perencanaan – pelaksanaan tindakan – pengamatan – Refleksi.
– Perencanaan
Dalam tahap perencanaan terdapat beberapa hal yang harus dipersiapkan : 1. Guru menyiapkan RPP
3. Guru menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan
4. Guru menyiapkan lembar observasi bagi siswa dan guru
– Pelaksanaan
Berisi uraian langkah langkah proses pembelajaran antara lain : 1. Memotivasi siswa
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran
3. Guru menjelaskan materi pembelajaran tentang masa Pra aksara di Indonesia 4. Guru menyampaikan skenario pembelajaran picture and picture
5. Guru membagi kelompok diskusi siswa.
– Observasi
1. PTK dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dan observer yaitu sesama guru IPS kelas VII sebanyak 1 orang
2. Observer mengamati aktivitas guru dan siswa menggunakan lembar observasi
3. Menggunakan kamera dan video sebagai bahan agar observasi lebih akurat sekaligus sebagai bahan refleksi.
– Refleksi
1. Peneliti dan observer mereview ( melakukan refleksi ) terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan
2. Menjelaskan aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung
3. Membahas hal hal yang sudah baik dan hal yang perlu ditingkatkan oleh guru untuk siklus berikutnya.
Deskripsi bagan diatas adalah sebagai berikut :
Data yang telah diperoleh selama pelaksanaan siklus I dan II kemudian diseleksi berdasarkan keperluan penelitian.Dilanjutkan dengan menyusun data dan
perhitungan menggunakan persentase.Dari hasil perhitungan tersebut data dianalisis sesuai dengan tujuan penelitian.Selanjutnya dari analisis data akan diperoleh kesimpulan sebagai hasil akhir dari penelitian.
F. Analisis Data
Data yang telah diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan teknik kuantitatif berupa perhitungan menggunakan persentase dan menggunakan teknik kualitatif berupa deskripsi atau uraian.
SURAT IJIN MELAKSANAKAN PENELITIAN
Kepada Yth :
Kepala SMPN 1 Cikalongwetan Di
Tempat
Dengan Hormat,
Sehubungan dengan tugas melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas bagi guru dilingkungan sekolah tingkat SMP, bersama ini saya :
Nama : Eka Wahyuningsih , S.Pd. NIP. : 197212171998022002 Jabatan : Guru
Pangkat / Gol. : Pembina / IV – A
Judul PTK : “ Meningkatkan aktivitas dan hasil belajar
siswa pada Materi Masa pra aksara di Indonesia melalui penerapan model pembelajaran picture and picture di kelas VII A SMP Negeri 1 Cikalongwetan Kabupaten Bandung Barat tahun pelajaran 2012-2013.”
Untuk mengajukan ijin melaksanakan penelitian Tindakan Kelas.
Demikian permohonan ini saya buat, atas perhatian dan kerjasamanya saya mengucapkan terimakasih.