H
tl
-J
-t
v
Z
A
-,,2
<
l.l
t.
t-l-]
tkl
,r1
lrl
II
r-]
i1
tl
tJ
|1
ANALI SIS PENGELUARAN PENDIDIKAN
DAN PERTUMBUHAN EKONOMI INKLUSIF DAN BERKELANJUTAN
DI
INDONESIA KHUSAINI
PEMBERDAYAAN LEMBAGA KEUANGAN
MIKRO
MEMUTUS MATARANTAI
KEMISKINAN
ANTON HINDARDJO
PENGARUII
VARIABEL
DEMOGRAFI TERHADAP PERTUMBUHANEKONOMI DI PROVINSI BANTEN
SAYIFULLAH, SUGENG SETYADI DAN SAMSULARIFIN
PEMEKARAN DAERAH
DALAM
PERSPEKTIFADMINIITRASI PUBLIK
KOMARUDIN
PENGEMBANGAN SISTEM
INTELIJEN
BISNIS DI PERUSAHAANT
PELITA
PENELITIAN,
ILMU
PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGIA
JurnalIlmiah
LPPMUNIS TANGERANC
ISSN:
1907-5693EDISI
XII
VOLUME
II
JULI .
DESEMBER20I3
Terbit pertarna pada tahun 2006
PENANGGUNG
JAWAB:
Ketua Lembaga Penelitian
U niversitas I slam Syekh-Yusuf Tangerang
DEWAN REDAKSI:
KETUA :
Khusaini. S.Pd., MSEANGGOTA
:
Dasep Sediana, ST., M.SiH. Bambang Mardi Sentosa, Drs. MM.
SamsulArifin. SE., MSE.
Asep Ferry Bastian. SE.. MM
UITR,A BESTARI:
;
hof.
DR. Mustafa Kamil. RSL., M.Pd.Frkutas I lmu Pendidikanfu PI Bandung
l.
Dr. Drs. H. Mas Iman Kusnandar, SH.. M.Si. Frkuttas Pertanian/Untirta Banteni
Dr. Ir. Winarno, M.KomFakuttas Teknikfu n i versitas Mu lt imedia Nu santara
.t-
th.H.
J. SupriyadiSTPI Curuk
REDAKSI PELAKSANA:
H" TB. Yudi Muhtadi, S.Sos.. M.Si.
Ali
tmron, ST.DESAIN DAN TATA LETAK:
Namad M. Salim, S.Pd.
ALAMAT REDAKSI:
Lembaga Penelitian UNIS Tangerang
Jl. Maulana Yusuf Babakan Tangerang Banten
l5l
I ETelp. 02 1 -5527063
Assalamu' alaikun l4rr.
l(
b.Alhamdulillah Jurnal PELITA LPPM LNIS
Tangerang dapat kembali hadir kehadapan
pembaca.
Menyadari
pentingnya
penyebaraninfonnasi agar dapat sampai kepada
pihak-pihak yang
berkepentingan terhadapbidang-bidang yang sesuai dengan kajian
jurnal ini, sekiranya melaluijurnal ini dapat
rnenjad i salahsatu alternative wadahnya.
Cakupan dalam
jurnal ini
meliputi ide-idemaupun
hasil kajian baik
berasal daripenelitian ataupun pengabdian masyarakat
yang dilakukan oleh pengajar di perguruan
tinggi.
Melalui
jurnal
ini
diharapkan menjadikan hasil kajian lebih bermakna dantentunya dapat pula menjadi sarana untuk
peningkatan kompetensi dosen.
Akhirnya kami
berharap
sumbanganpemikiran
atau
kritik
dan
saran yang membangun melalui alamat yang tertera di sampuljurnal ini.Sebagai
penutup
kami
mengundangBapak/lbu/sdr dapat mengisi jurnal ini.
Terima kasih dan selamat membaca.
Wass alamu' a I ai kum l1/r. lt'b.
PENELITIAN,
ILMU
PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGIA
EDrsI
xrr
voLUME
Ir
Jr.rLI
-
DESEMsfr,n zors
ANALISIS PENGELUARAN PENDIDIKAN
DAN PERTUMBUHAN EKONOMI IITKLUSIF DAN BERKELANJUTAN
DI INDONESIA
Oleh: Khusaini
t
-35
PEMBERDAYAAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO MEMUTUS
MATA
RANTAI KEMISKINAN
Oleh:Anton
Hindardjo36-59
PENGARUH VARIABEL DEMOGRAFI TERHADAP PERTUMBUHAN
EKONOMI DI PROVINSI BANTEN
Oleh: Sayifullah, Sugeng Setyadidan SamsulArifin
60-72
PEMEKARAN
DAERAH
DALAM
PERSPf,KTIF
ADMINISTRASI PUBLIK
Oleh:
Komarudin73 _82
PENGEMBANGAN SISTEM INTELIJEN
BISNIS
DI PERUSAHAAN
Oleh: Nazwirman83-98
Jurnal PELITA
diterbitlen,oleh Lembaga penerbitan Lembaga penelitian danPengabdianpada Masyarakat (Lp-LppM) dan sepenuhnya dibiayaioteh LppM uMS
Tangerang. Jurnal ini diterbitkan 2 x selama setahun
Redaksi menerima tulisan.yang
$rkaitan deng;an dunia keilmuan dan kemasyarakatan serta belum pernah diterbitkan. proses pemur-tan tulisan teryantung sepenuhnya pada
PELITA Edisi
Xil
YolumeII
Juli*
Desember 201iPENGARUH VARIABEL DEMOGRAFI
TERHADAP
i
PERTUMBUHAI\ EKONOMI DI PROVINSI BANTEN
Sayifullah, Sugeng Setyadidan Samsul Arifin3
'
Abstraksi:
.Tujuan dilakukannya penelitian
ini
adalalr untuk mengelahui keadaan demografi dan pertumbuhan it<onomidi
Provinsi Banten. Tujuan berikutnya dari penelitianini
adalah untuk mengetahui peranan penduduk, berdasarkan variabel demogra!;rpilih,
terhadap pertimbuhau ekonomi daerah. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa setara umum keadaan eksisting demografidi
mana lajup.rturnfuft*
penduduk,IPM,
pertumbuhan angkatan..kerjadan
pertumbuhaniA;;t;
fenduduk, yangreiatif tinggi
keadaannyadilihat
xecara keseluruhanwiiayah
yaitu
beradadi
daerah BantenUtara. Wilayah
Banten Utara jugamerupakan wilayah dengan pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi
di
Banten'Daerah
yang
mempunyai hubunganyang
searah antara keadaan eksistingdemografi dJngan pertumbuhan ekonomi adalah Kabupaten Tangerang.
fi91
M
"rnp"i
variabei- demografiterpilih yaitu laju
pertumbuhan penduduk,
IPM
dankepadatan penduduk menunjukkan
bukti
empirik
arah tanda hubungan yang mendukung pendapat aliran optimis tentang adanya hubungan yang positif antarapenduduk dan pembangunan (pemtmbuhan ekonomi).
KataKunci: Demografi dan Pertumbuhan Ekonomi
PENDAHULUAN
Terdapat
dua aliran
yang melihat
peranan penduduk
terhadap pembangunanyaitu
aliran optimis dan aliran pesimis.Aliran
yang pertam4aliran
optimis,
berpendapat
bahwa
penduduk merupakan
pemacu pembangunan.Dari
sisi permintaan, aliranoptimis
melihat bahwa besarnyakegiatan produksi
yang
berlangsung
karena adanya konsumsi
ataupembelian barang dan
jasa yang
dihasilkan. Konsumsi
dari
pendudukmenimbulkan permintaan agregat
yang
memungkinkan
usaha-usahaproduktif
berkembang.
Perkembanganperekonomian
ditentukan
olehpermintaan dari penduduk.
Dari
sisi penawaran, aliran optimis mengartikanbatrwa
penduduk
yang
besarberarti
terdapat ketersediaan sumber dayaproduksi
yang
besar
dari sisi
tenaga
kerja
untuk
kegiatan produktif.
Besarnya
sumber
daya produksi
berupa tenaga
kerja yang
besar
akansemakin
kompetitif
bilajumlah
tenaga kerja yang besarini
berkualitas danproduktif.
Aliran
optimis
menunjukkan bahwa adanya aratr hubungan yangpositif
antara penduduk
dengan pembangunan (pertumbuhan ekonomi).Aliran
yang
kedua,
aliran
pesimis,
berpendapatsebaliknya
dari
aliran3
Sayifullah (sa-vilirllOgnrail.conr), Sugeng Setyadi dan Samsul Arifin adalah Dosen Tetap
pada Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dengan home base pada prodi ekonomi pembangunan fakultas ekonomi (e-mail: arifiember(0gmail.com). Artikel
ini
dihasilkandari penelitian yang didanai oleh DIKTI melalui skim penelitian dosen madya tahun
Pengaruh Variabel Demografi Terhadap pertumbuhan
Ekonomi ..6 I
\
optimis. Menurut aliran pesimis
besamya penduduk merupakan problembagi
pembangunan. Besarnya
jumrah
penduduk
menyebabkan
:
1)rendahnya pendapatan
per kapita;
2)
bertambahnyap"nouart
J*rr, ,j
terbatasnya kesempatan
pendidikan;
4)
kesehatanperempuan
meqiadi
terancam;
5)
terbatasnyajumrah
makananbagi
keluarga;
6)
limbuiny"
degradasi lingkungan;
dan
7)
muncul
dan
u"n.riCur,"rrt;;;;
internasional
yang
ilegal
andover-urbanization. Menurut
aliran
pesimispenduduk merupakan beban
dan
penghambatbagi
pembangunanbila
jumlahnya
terlalu
besar sehingga sumber dayaproduksi yang tersedia tidak
dapat memenuhi kebutuhan
populasi yang
besardan
bertambah.Aliran
optimis
berpendapat bahwaada
hubunganyang negatif
antara besamyajumlah penduduk dengan pembangunan (pertumbuhan
ekonomi).
Penelitian
ini
dimaksudkan untuk merihat bagaimana pengaruh danrelasi
fi*tor
demografi
@enduduk)terhadrp
pr*b*gunan
ekonsmi
diProvinsi
Banten mengingat masih terdapatkoniradiksi pemikiran
tentang
penduduk dan
pembanguan,
penelitiandilakukan
dengan mengamati dan
menganalisis bagaimana
frrktor.faktor demografi
(penJuduk)menentukan
pertunbuhan ekonomi
di
provinsi
Banten.
variabel
demografi
yangdigunakan
yaitu
:
r)
Iaju
pertumbuhan penduduk;2)
kualitas
snui;
:j
pertumbuhan angkatan kerja; dan 4) pertumbuhan kepadatan penduduk.
TINJAUAN PUSTAKA
Teori
Populasi dan pembangunanThomas Robert Marthus mengajukan sebuah teori,tentang hubungan
antara
pertumbuhan
penduduk
dan
pembangunan
ekonomi.
Malthusmenggambarkan
suatu
konsep tentang pertambahanhasil yang
semakinberkurang
(diminishing
return) yang
disebabkan pertambahanpenduduk
(tenaga
kerja). Malthus
menyatakanbahwa
u,n,rLnyu
penduduk
suatunegara mempunyai kecenderungan
untuk
bertambatrmenurut deret
ukur
yang akan
berlipat
ganda setiapl0
sampai dengan30
tahun,kecuali bila
terjadi
bahaya kelaparan. Pada saatyang
sama, karenaadanya ketentuan pertambahan
hasil
yang
berkurangdari faktor
produksi
yang jumrahnyatetap
yaitu
sumber
daya aram, maka
persediaanpangan
hanya
akanmeningkat
menurut deret hitung. Dalam
kenyataannya,karena
setiapanggota
masyarakatakan
memiliki
tanah
yang
semakin sempit,
makakontribusi marginalnya atas produksi pangan akan semakin menurun.
oleh
karena
pertumbuhan
pengadaanpangan
tidak
dapat berpacu
dengan
pesatnya pertambahan penduduk,
maka
pendapatanperkapita
(daram
masyarakat
agraris,
pendapatanper
kapita diartikan
sebagai produksi
pangan
per
kapita) akan
mempunyai tendensi
untuk turun
sedemikian rendahnya. Malthus menyatakan bahwa satu-satunya cara
untuk
mengatasikondisi
rendahnyataraf
kehidupan yangkronis
atau .okemiskinan62
PELITA Edisi XII"Volume II Juli-
Desember 2013!
a
tersebut adalah dengan
membatasi
jumlah
kelahiran, penduduk melakukan"moral
restraint",
;serta
perlunyaGambar 1.
Jebakan Populasi Malthus
Popr-llation growth rate (
l'll')
lncome growth rate ( l7)')
y3
Irrcorrre per ca pita (Y/ I))
Para
ahli
ekonomi modem telah
memberikanistilah bagi
gagasanMalthus mengenai penduduk yang terpaksa
hidup
padatingkat
pendapatansubsisten. Mereka menyebutnya dengan'Jebakan kependudukan
Malthus"
(Malthusian
Population
Trap). Dalam bentuk diagram, seperti terlihat padagambar 1., model
dasar
gagasanMalthus
tersebut dapat
digambarkan dengan membandingkan bentuk dan posisi kurva-kurva yangmewakili laju
pertumbuhan pendapatan
nasional dan
pertumbuhan penduduk,di
manakedua
kurva
ini
masing-rnasing digambarkandan
dihubungkan
dengan beberapa tingkat pendapatan per kapita yang berbeda.Pada
tingkat
pendapatan per kapita yang sangat rendah, Y6 tingkatperubahan
jumlah
penduduk sama dengannol
sehinggajumlah
pendudukstabil. Jadi Yo
dapatmewakili
konsep mengenai"kerniskinan absolut"
dimana angka
kelahiran dan
kematian berimbang. Padatingkat
pendapatanperkapita
di
atas Yo diasumsikanjumlah
penduduk akanmulai
meningkat,seiring
dengan menurunnyakematian,
di
mana
hal
ini
disebabkan oleh naiknya pendapatan yang dengan sendirinya mengurangi ancaman kelaparandan penyakit. Pada gambar
l.
laju
pertumbuhan penduduk mencapailaju
perturnbuhan maksimumnya
yang
secarakasar
sebesar4,3
persen padatingkat pendapatan per kapita Y2, selanjutnya diasumsikan laju pertumbuhan
penduduk tersebut
tetap
bertahan, selamatingkat
pendapatan perkapitabelum
cukuptinggi.
Dengan meningkatnya pendapatan perkapitake taraf
yang
lebih tinggi yaitu
Y5,
makatingkat
kelahiran
akanmulai
menurun sehingga kemiringan kurva penduduk menjadi negatif dan mendekati sumbuI
i/
tt
'.L*
:ll l'r
Pengaruh Variabel Demografi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi ..63
horizontal, Pada gambar diasumsikan pula tingkat pendapatan agrbgat
mula-mula
mempunyai hubunganpositif
dengantingkat
pendapatanper
kapit4
artinya
semakintinggi
tingkat
pendapatanper kapita
akan semakintinggi
pula
pendapatan agregatnya.Alasan
dari
hubungan
ini
adalah
adanyaanggapan
bahwa tabungan mempunyai hubungan
yang
positif
denganpendapatan per
kafrta.
Akan tetapi, setelatr melewati tingkat pendapptan perkapita
tertentu
(Y:),
kurva tingkat
pertumbuhan pendapatanakan
lebihmulai
mendatar dan akhirnya menunm, karena semakin banyak modal dan tenaga kerja untuk menggarap tanah dan sumber-sumber daya alam lainnya.Pada gambar 1. kurva-kurva digambarkan sedemikian rupa sehingga berinteraksi atau saling berpotongan pada tiga
titik,
yakniA,
Bo dan C.Titik
A
adalahtitik
tercapainya tingkat pendapatan per kapita dari model jebakanpopulasi Malthhus,
yaitu
suatutitik
yang dalam
pertumbuhan penduduk(low
level
equilibrium population
tap),
Pada
titik
A
terdapat
titik
equilibrium
yang stabil karena walaupun ada gerakan,baik ke
sebelatrkiri
maupun
ke
sebelahkanan
titik A,
tingkat
pendapatanper kapita
akan kemtrali keYr.
Misalnya, apabila tingkat pendapatan per kapita naik dariYr
ke
Yz
maka
laju
pertanrbatran
penduduk
akan
meningkat,
danpeningkatannya
melebihi
laju
pertumbuhan
pendapatanagregat,
makapendapatan
per kapita
mengalami
penunman, sehingga pendapatan perkapita akan
menurunkembali
ke
Yr
demikian
sebaliknya,untuk
bidang daerahdi
sebelahkiri A
di
manatingkat
pendapatan akannaik lebih
cepatdaripada
laju
pertumbuhan
penduduk sehingga
tingkat
equilibrium
pendapatan
per kapita
akan meningkat
ke
Y1.
Titik B
merupakantitik
equilibrium
tidak
stabil,
karena setiap
gerakan berlangsungdi
wilayah
sekitarnya,
baik
itu
ke
sebelahkiri
maupunke
sebelatr kanan, akan terusberlangsung hingga tercapainya
titik
A
danc.
Misalkan saja berkat adanyaprogram-progftrm investasi
produktif
dan penggalakan industrialisasi secarabesar-besaran,
tingkat
pendapatanper kapita akan terus
mencapaititik
equilibrium
baru yang stabil,yakni
titik
C,
dengantingkat
pendapatan per kapita sebesarYr.
Demograli dan Pertumbuhan Ekonomi
Teori Klasik dari Adam
Smith menjelaskan bahwa besarnyajumlah
penduduk berperan penting sebagai sumber pertumbuhan ekonomi.
Dari
sisi penawaran, besarnyajumlah
penduduk berarti besarnya potensi ketersediaantenaga
kerja untuk
dapat
memproduksikan
barang
dan
jasa
dalamperekonomian. Sedangkan
dari
sisi permintaan, besarnyajumlah
pendudukmenunjukkan besamya pasar yang tersedia bagi penyerapan barang dan jasa
diproduksikan.
Studi
tentang hubunganpenduduk
dengan pertumbuhan ekonomi64
PELITA EdisiXil
VolumeII.Iuli
-
Desember 2013menunjukkan bahwa
besarnya
jumlah
penduduk befrengaruh positif
terhadap
PDRA
riil.
Penelitian
yang dilakukan oleh
Pancawati
(2000)tentang
tingkat
pendidikan
dan
pertumbuhan penduduk
terhadappertumbuhan
GDP
di
Indonesia memperlihatkan
hasil
yang
berbeda.Penelitian
yang
dilakukannya menunjukkan
bahwa tingkat
pendidikanberpengaruh
positif
terhadap pertumbuhanoutput
sedangkdr pertumbuhan penduduk berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan output.Wibisono (2005),
berdasarkanhasil
penelitiannyayang
berjudul
:Sumher-sumber Pertumbuhan
Elanomi
Regional
:
Studi Empiris
Anto
Propinsi
di
Indonesia,
menunjukkan
batrwa variabel demografi
:
l)
pendidikan;
2)
angka
harapan
hidup;
dan
3)
tingkat
kematian
bayimempunyai
pengaruh
positif
terhadap pertumbuhan
ekonomi
daeratr.Penelitiannya
untuk
variabel demografi yang
lain yaitu tingkat
fertilitas,
menunjukkan
efek negatif
terhadap pertumbuhanekonomi. Mentrutnya
provinsi-provinsi
yangmemiliki
modal
manusia yangtinggi
akan tumbuhlebih
cepat terhadapposisi steady
stote-nya masing-masing. Peningkataneducational attainmen, sebesar satu satuan akan meningkatkan pertumbuhan
PDRB sebesar 1,5 persen sampai dengan 2,6 persen.
Prasasti (2006) melakukan penelitian tentang perkembangan PDRB
per kapita pada 30
provinsi
di
Indonesia.Variabel
yang dikembangkannyadi
dalam
model
penelitian adalah
:
1)
penduduk yang
tamat SMU;
2) angkatankerja;
3)
sumber daya alam; dan4) krisis
ekonomi.Hasil
dalampenelitiannya menunjukkan bahwa
:
l)
penduduk yang tamatSMU bemilai
positif
dansignifikan
terhadapPDRB per kapita;
2)
angkatankerja tidak
signifikan
berpengaruh terhadapPDRB per kapita;
3)
sumber daya alambernilai positif dan signifikan
terhadapPDRB per kapita;
dan
4)
krisisekonomi bernilai negatif dan signifikan terhadap PDRB per kapita.
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang
digunakan
dalam penelitian
ini
adalahmetode
penelitian
deskriptif
dan
verifikatif.
Metode
deskriptif
digunakanuntuk menjelaskan pertumbuhan ekonomi pada kabupaten/ kota
di
ProvinsiBanten
berdasarkan
struktur
eksisting demografi
(kependudukan).Sedangkan
metode
verifikatif
digunakan
untuk
menjelaskan
pengujiantentang
relasi dan
pengaruh
variabel demografi
terpilih
dalam
modelpertumbuhan
ekonomi daerah
di
Provinsi
Banten.
Model
yangdikembangkan dalam
penelitian
ini
adalatr pengaruh
laju
pertumbuhanpenduduk,
kualitas
SDM (IPM),
angkatank..ja
dan kepadatan pendudukterhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten, ceteris paribus.
Penelitian
ini
menggunakandata
sekunderdari
publikasi
resmi Badan Pusat Statistik Provinsi Banten. Data-data yang digunakan adalah:
1)Pengaruh Vaqiabel Demografi Terhadap pertumbuhan Ekonomi ..65
angkatan kerja;
4)
kepadatan penduduk; dan5) laju
pertumbuhan ekonomi daerah(laju
pertumbuhan PDRB). Periode data yang digunakari dimulai dari talrun 2002hingga2009.
.Model
yang
dikembangkan
dalam penelitian
ini
adalah
untukmengetahui penganrh
laju
pertumbuhan penduduk,kualitas
sDM
(IpM),
pertumbuhan artgkatan
krrju,
dan
pertumbuhan
kepadatan pendudukterhadap pertumbuhan
ekonomi
pada kabupaten/kota
di
provinsi
Banten, ceteris paribus.Model dalam penelitian
ini
dinotasikan ke dalam fungsi sebagai berikut :LPED =
f
(LPP,IPM, PAK, PKEPADATAN)
Keterangan :
LPED
LPP
IPM
PAK
PKEPADATAN
kabupaten/ kota
Model
penelitian dalam fungsidi
atas kemudiandituliskan
kembalidalam bentuk persamaan ekonometrik sebagai berikut :
LPED = P0
+
PfuPP + B2IPM + p3PAK+p4PIGpADATAN
+ eKeterangan:
:
Laju Pertumbuhan Ekonomi Daerah:
Laju Pertumbuhan Penduduk:
Indeks Pembangunan Manusia:
Pertumbuhan AngkatanKerja
=
Pertumbuhan Kepadatan Pendudukper km2
suatu=
error
lerm = Intersep= Koefisien Laju Pertumbuhan Penduduk
= Koefisien Indeks Pembangunan Manusia
= Koefisien Pertumbuhan Angkatan
Kerja
=
Koefisien
Pertumbuhan Kepadatan penduduk pere
fro
ft
Fzfs
frt
km2HASIL
DAI\I
PEMBAHASAN
Kondisi
Eksisting Demografi
PadaKabupaten/
Kota Di
Banten
Laju
pertumbuhan penduduk
pada
kabupaten/
kota
di
provinsiBanten selama tahun 2002 sampai dengan tahun 2009 secara umum
relatif
tinggi yaitu
di
atas
lYo
per tahun.
Daerah dengan
laju
pertumbuhanpenduduk
paling tinggi
adalah Kabupaten Tangerang. sedangkan daeratr66 PELITA Edisi
XII
VolumeII
Juli-
Desember 2013Tabel
l.
Laju
Pertumbuhan Penduduk Kabupaten/ Kota Di Provinsi Banten (dalam persen)Kabupaten/ Kota
20[2
2003
2004
2005 2006
2W1
200t
2009 Kab. PandeqlangKab. Lebak Kab. Tangerang
Kab. Serang
Kota Tangerang
Kota Cilegon Kota Serang
Kota Tangsel
0,97 2,30
2,330,86 2,95
2.634,53 4,71
3,853,14 2,49
2,894,28 3,38
3,213,01 3,48
3,271,81
l,0l
2,05
2,343,63
3,232,46
1,303,00
1,87':.0 '':'
1,00
0,96
0,932,33€
2,29
2,253,22 3,18
3,151,29 1,25
1,221,86 1,82
7,791,97 1,93
1,891))
Banten
3,24 3,48
3,18 2,E3 2,20 2,19 2rl5 2,12Sumber: BPS, Daerah Dalam Angka,20A2-2009
Tabel 2.
Indeks Pembangunan Manusia Pada Kabupaten/ Kota Di Provinsi Banten
Tahun :2002-2009
Kabupaten/
Kota
2002 2003 2004 200s 2006 2007 2008
2009 Kab. PandeglangKab. Lebak Kab. Tangerang
Kab. Serang
Kota Tangerang
Kota Cilegon Kota Serang
62,23
63,6661,56
62,5268,45
68,7863,69
64,27't2,21
73,0770,68
71,1I66,80
66,9066,31
66,6569,79
70,0466,00
66,8073,90
74,11,r:
74,_1t67,39 67,75
67,9866,74
67,11
6',1,3770,71 71,14
71,4467,45
67,80
68,3074,40
74,70
74,E974,43
74,94
75,05-
69,43
70,08 66,21 65,78 69,10 65,50 '13,82 73,53Banten
66,64
67,21
67,E9
68,t0
69,11 68,29
69,,70
70106Nasional
68,7
69,57
70,10 70,59 71,17
71,16 Sumber :BI dan BPS,2002-2009Angka IPM
Provinsi
Bantendi
tatrun 2002
adalah sebesar 66,64.Angka
IPM
Banten terus mengalami peningkatan dan telah mencapai angka7A,A6
di
tahun 2009. Daeratr kabupater/kota
di
Banten yang angkaIPM-nya
beradadi
atas angka
70
selamatahun
2002
sampai
dengan 2009umwnnya
beradadi
daerah perkotaan.Kabupater/ kota
di
Banten dengan angkaIPM
di
atas angka 70 adalah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang,Kota
Cilegon,Kota
Serang danKota
Tangerang Selatan. Sedangkan untukKabupaten Pandeglang, Kabupaten
Lebak dan
Kabupaten Serang angkaIPM-nya
berada
di
bawah angka
70
namun
dengan
tren
yang
terusmeningkat. Angka
IPM
di
daerah perkotaan yang lebihtinggi
dibandingkandengan angka
IPM
di
daerah kabupaten menunjukkan bahwa kualitas hiduppenduduk
di
daerah perkotaanlebih baik
dibandingdi
daerah KabupatenPengaruh Variabpl Demografi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi ..67
Berdasarkan
data pada
kbel
3
Kabupaten Tangerang rherupakankabupaten
di
Banten yangmemiliki
angkatan kerja terbanyak. Kabupaten/kota lainnya
yangjuga memiliki jumlatr
angkatankerja cukup
banyakdi
Banten adalah
Kota
Tangerang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang danKabupaten Pandeglang. sedangkan daerah
lain
denganjumlatr
angkatankerja yang tidak
terhlu
banyak adalatr Kota serang dan Kota cilegoneTabel 3
Perkembangan Angkatan Kerja Pada Kabupaten/ Kota Di provinsi Banten
Tahun :2N2-2009 (dalam ribuan)
Kabupaten/
Kota
2AO2
2003 2004 2005 2006 2007 2008
20wKab. Pandeglang
Kab. Lebak Kab. Tangerang
Kab. Serang
Kota Tangerang
Kota Cilegon Kota Serang KotaTangsel
492
491516
5381.350
t.497773
794653
649141
153495
458571
5t21.565
L516783
694662
683,:,
,:,
468
45953r
5451.658
1.616721
539788
835156
160-
199452 443 t ))) 642 595
n2
488 508 t.343 746 636,:,
Banten
3,469
3.E5t
3.921 4,123 4.223 4.016 4.325
4.3s7 Sumber:BPS, Daerah dalam Angka 2A02-2009Berdasarkan
tabel
4,
daerah
kabupaten/
kota
yang
memiliki
kepadatan
penduduk
di
atas
1.000
jiwa
per
km2
adalah
Kabupaten Tangerang, Kabupaten serang,Kota
Tangerang danKota
cilegon.
Daeratrkabupaten/
kota
di
Banten yang
jumlah
penduduknya
padat
tersebut sebagian besar beradadi
wilayah utara Banten,di
mana daerah yang palingpadat pendudt*nya
yaitu Kota
Tangerang.
Daerah
yang
kepadatan penduduknya kurang atau dengan kepadatan penduduk kurang dari500jiwa
per km2 adalatr Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak.Tabel 4.
Perkembangan Kepadatan Penduduk per km2 pada Kabupaten/ Kota
Di Provinsi Banten Tahun 12(X)2-2ffi9
Kabupaten/
Kote
20o2
2003
2m4
2005
2m6
20/0,72008
2009 Kab. PandeglangKab. Lebak Kab. Tangerang
Kab. Serang
Kota Tangerang
Kota Cilegon Kota Serang
379 365 2.687 1.007 7;100 1.761 394 392 2.869
1.03 r
7.950 L859 401 396 2.87',t 1.064 8.091 1.891
403
391398
3892.994
2.9011.083
1.0488.3s5
7.924r.905
1.890395 398
400397 405
3672.993
3.080
3.6341.061
1.0't2
7158.068 8.192 t0.l0l
1.926
1.958
1.9901.867
Kota
Banten
969 r.0lt
1.032r.058
1.016
1.045Sumber:BPS, Daerah Dalam Angka 2002-2009
Coeflicientso Model Unstandardized
Coefficients
Standardized
Coefficients
t Sig. Collinearity
Statistics B std.
Error
Beta Tolerance VIF
I
(Constant) I 1.999 2.595
4.624 .000
LPP .508
.l8l
.360 2.815 .008 .690 1.449IPM .232 .038 .662 6.r l5 .000 ,962 1.040
PAK -.008 .023 -.045 -.374
.7ll
.778 1.286PKEPADATAN .008 .050 .020 .162 .872 .756 t323
a. Dependent Variable: LPED
:d
PELITA Edisi
Xil
Yolume II Juli-
Desember 2013Hasil Analisis
RegresiTabel 5.
Hasil Analisis Regresi Berganda
Berdasarkan
tabel
5 di
atas, hubungan
dan
pengaruh
variabelindependen terhadap variabel dependen adalah sebagai berikut :
1)
Laju
pertumbuhan penduduk mempunyai hubunganyang
positif
danberpenganrh
signifikan
terhadap
laju
pertumbuhanekonomi
daerahkabupaten/
kota
di
Banten karenanilai
dari
p-value
padakolom
sig0,008 < 0,05 level of signiJicant (a);
2)
lndeks Pembangunan Manusia(IPM)
mempunyai hubunganpositif
danberpengaruh
signifikan
terhadaplaju
pertumbuhanekonomi
daerahkabupaten/
kota
di
Banten karenanilai
dari p-value
padakolom
srg0,000 < 0,05 level of signiJicant (a);
3)
Angkatan
kerja
mempunyai
hubungan
yang
negatif
tetapi
tidakberpengaruh
signifikan
terhadaplaju
pertumbuhanekonomi
daerahkabupaten/
kota
di
Banten karenanilai
dari p-value
padakolom
slg0,71I
> 0,05 level of signiticant (a);4)
Kepadatan penduduk mempunyai hubunganyang
positif
tetapi
tidakberpengaruh
signifikan
terhadap
laju
pertumbuhanekonomi
daerahkabupaten/
kota
di
Banten karenanilai
dari
p-value
padakolom
sig
0,872 > 0,05 level of signi/icant (a). Tabel 6
Goodnes of Fit Model
!t
Model Summary' Model R R
Square
Adjusted
R Square
std. Error
of
the Estimate
Chanse Statistics
Durbin-Watson R
Square Chanse
F Change
dfl df2 Sig. F Change
I .792^ .628 .s83 .8t237 .628 13.922 4 JJ .000 2.1r0
a. Predictors: (Constant), PKEPADATAN,lPM, PAK. LPP b. Dependent Variable: LPED
Pengaruh Variabel Demografi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi ..69
Fitness of model dalam penelitian
ini
dilakukan melahh pengamatan R2. Pada tabel 6. terlihat bahwa model yang digunakan mampu menjelaskanvariasi variabel
laju
pertumbuhanekonomi
daeratrkabupaten/
kota
di
Banten sebesar
62,80
%.
Besamya pengaruhvariabel
lain
di
luar
modelregresi dihitung dengan menggunakan rumus l-R2 atau l-0,628 = 0,372 atau
37,2
persen.
Artinya
bahwa
37,2
persen
variasi
variabelr
dependendipengaruhi
oleh
variabel-variabel
lain
yang
tidak
diteliti
atau
di
luarvariabel independen model penelitian.
KESIMPULAN DAN
SARAN
Kesimpulan
Kesimpulan
yang
diperoleh
berdasarkan
hasil
penelitian
dan pembahasan adalah :l)
Berdasarkan
hasil
regresi,
pertumbuhan
penduduk
dan
tPM
berpengaruh secara nyata terhadap
l4iu
pertumbuhan ekonomi daerahkabupaten/
kota.di
Banten.
Sedangkan pertumbuhan angkatan kedadan pertumbuhan kepadatan penduduk, tidak berpengaruh secara nyata terhadap laju pertumbuhan ekonomi daerah kabupaten/ kota
di
Banten.2)
Fitnessof
model dalam penelitianini,
melalui pengamatan R2, terlihatbahwa
model yang
digunakan mampu menjelaskanvariasi
variabellaju
pertumbuhan ekonomi daerah kabupaten/ kotadi
Banten sebesar62,80 Yo.
3)
Keadaan
eksisting demografi pada
kabupaten/
kota
di
Bantenmenunjukkan bahwa Kabupaten
Lebak dan
Kabupaten
Tangerangmerupakan
daerah dengan
pertumbuhanpenduduk
tertinggi.
IPM
tertinggi
di
Banten beradadi
Kabupaten Tangerang,Kota
Tangerang,Kota
Cilegon dan
Kota
Serang. Daerah kabupatemkota
di
Banten dengan angkatan kerja terbanyak yaitu Kabupaten Tangerang danKota
Tangerang.
Kota
Tangerangdan
Kabupaten Tangerang merupakandaerah terpadat
di
Banten. Daerah denganlaju
pertumbuhan ekonomiyang
tinggi
dengan pertumbuhan
ekonomi
di
atas
pertumbuhanekonomi
provinsi
adalah
Kota
Tangerang Selatan,
Kabupaten Tangerang danKota
Tangerang. Daerah yang mempunyai hubunganyang searah antara keaciaan eksisting demografi dengan pertumbuhan
ekonomi adalah Kabupaten Tangerang.
4)
Berdisarkan hasil penelitian,
tiga
dari
empat variabel
demografiterpilih yaitu
laju
pertumbuhanpenduduk,
IPM
dan
pertumbuhankepadatan penduduk, menunjukkan
bukti
empiris yang
mendukungPELITA Edisi
Xil
VolumeIIJuli
-
Desember 2013Saran
Hasil
penelitianini
secaraumum
menyimpulkan adanya hubunganyang positif
antarapenduduk dan
pembangunanekonomi
(pertumbuhanekonomi),
yaitu terlihat dari
adanya hubungan yangpositif tiga dari
empatvariabel
demografi
terpilih
dalam
penelitian
terhadappeningkatan laju
perumbuhdr ekonomi
daeratr.Namun
angkatankerja yang
bertambah diBanten ternyata
cenderung
memberi
aratr negatif
bagi
pertumbuhanekonomi
daerah. Rendahnyatingkat
pendidikan
tenagakerja
di
Bantenmerupakan penyebab
yang
berpengaruhnegatif
terhadap
kondisi
ini.
Variabel
indeks pembangunan manusia berpengaruhpositif
dansignifikan
terhadap laju pertumbuhan ekonomi dperatr. Berdasarkan
bukti
empirik hasilpenelitian
ini,
perlu adanya kebijakan dan upaya yang dilakukan pemerintahdaerah guna peningkatan kualitas sumber daya manusia
(SDM) di
Banten,terutama
yang
mengarah pada peningkatanproduktivitas
masyarakatnya.Bertambahnya angkatan
kerja
yang dibarengi
peningkatankualitas SDM
akan
memberi dampak
positif bagi
produktivitas tenaga
kerja
dan pertumbuhan ekonomi daerah.Pemerintah daerah harus tetap waspada tentang permasalahan yang dapat
terjadi
berkaitan dengan bertambahnyajumlah
pendudukdi
Banten.Besarnya
dan
bertumbuhnya
jumlah
penduduk
akan
meningkatkanpertumbuhan
ekonomi,
namun
semakin
bertumbuhnya pendudukjustru
akan menghabiskan pertumbuhan ekonomi (output produksi)
bila
pendudukyang bertambah besar
itu
tidak produktif
dan hanya menghabiskan outputproduksi. Konsumsi
yang terlalu
besar yang
tidak
imbangi
dengan pertambahan produksi merupakan beban bagi pembangunan.DAFTAR PUSTAKA
Aloysius
Gunadi
Brata,Pembangunan
di
Indonesia" Yogyakarta.Bank
Indonesia, (201l),
201
l.
(2404),
"Analisis
HubunganImbal Balik
AntaraManusia dan
Kinerja Ekonomi
DaerahTingkat
II
,
Lembaga Penelitian Universitas
Atma
Jaya"Kajian
Ekonomi
RegionalBanten",
Triwulan I
Badan PusatStatistik
Banten,(2010),
'oBantenDalam
Angka",
ProvinsiBanten.
Pusat
Statistik
Banten,(2009), "Banten Dalam
Angkao', ProvinsiBanten.
Pusat
Statistik
Banten,(2008),
o'BantenDalam
Angka",
ProvinsiBanten.
Pusat
Statistik Banten,
(2A0T,
"Banten Dalam
Angka",
Provinsi