• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN DAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI MAJU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENERAPAN DAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI MAJU"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

SEMINAR NASIONAL “Strategi Indonesia Kreatif Menghadapi ASEAN Economic Community 2015”

UNIVERSITAS WIDYATAMA │Bandung, 19 Maret 2015

264

PENERAPAN DAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI MAJU

BAGI INDUSTRI KREATIF DESAIN GRAFIS

DALAM MENGHADAPI ASEAN ECONOMIC COMMUNITY 2015

Misar1, Arus Reka Prasetia2

1. Mahasiswa Program Studi Desain Grafis Fakultas Desain Komuniksi Visual

Universitas Widyatama Jalan Cikutra 204A, Bandung

[email protected]

2. FDKV Universitas Widyatama Jalan Cikutra 204A, Bandung [email protected]

ABSTRAK

Kesadaran para praktisi industri kreatif di Indonesia, khususnya bidang desain grafis, guna menghadapi blok perdagangan bebas ASEAN Economic Community (AEC) 2015 perlu diperhatikan secara cermat, karena kesiapan negara lainnya sudah jauh lebih baik. Perbedaan potensi setiap negara untuk berkompetisi dalam menghadapi berbagai peluang dan tantangan yang melingkupi pelaksanaan AEC harus mampu dikalkulasi secara baik. Makalah ini disusun dengan menggunakan metodologi kualitatif dan pendekatan induktif, guna memperoleh data dan fakta secara mendalam. Hasil karya dari para praktisi bidang industri kreatif, khususnya desainer grafis dalam negeri, semakin berkembang pesat. Namun, dengan diberlakukannya AEC, maka para desainer grafis di Indonesia belum tentu dapat bertahan, karena era perdagangan bebas ini sangat menekankan persaingan dalam perbedaan kualitas dan harga. Era ini dapat membuat persaingan dalam bidang desain grafis menjadi sangat ketat, sehingga para desainer grafis dalam negeri akan tergeser oleh desainer lain dari kawasan ASEAN. Hal ini dapat terjadi karena desainer dalam negeri masih memiliki kelemahan, yakni dalam penguasaan alat canggih, sehingga berakibat pada semakin lamanya waktu pekerjaan dan biaya produksi yang tinggi, serta penguasaan software dan kepemilikan sertifikasi profesi bertaraf internasional, seperti sertifikasi yang dikeluarkan oleh Adobe. Sertifikasi ini akan memberikan pengaruh, yakni seorang desainer grafis telah tervalidasi keahliannya dalam penggunaan software tersebut.

Kata kunci: desainer grafis, AEC 2015, alat produksi canggih, software, sertifikasi profesi

1.

PENDAHULUAN

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dari suatu negara merupakan hal yang sangat penting untuk dicapai, karena setiap negara menginginkan adanya proses perubahan perekonomian ke arah yang lebih baik dan ini akan menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan ekonomi suatu negara. Percepatan tersebut, dimulai dari melakukan pembenahan internal kondisi perekonomian pada suatu negara, bahkan sampai melakukan kerjasama internasional dalam segala bidang untuk memberikan kontribusi positif dan konstruktif demi percepatan pertumbuhan ekonomi.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu negara, yaitu faktor sumber daya manusia, sumber daya alam, ilmu

pengetahuan dan teknologi, budaya, dan daya modal. Lalu, jika melihat Indonesia dalam mengelola kelima faktor tersebut, maka masih ada beberapa faktor yang belum dapat dimaksimalkan secara nyata. Kemudian, Indonesia dan sembilan negara lainnya di kawasan Asia Tenggara membentuk blok perdagangan bebas ASEAN Economic Community atau Masyarakat Ekonomi ASEAN dengan tujuan baik, yakni mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut, yang akan mulai diimplementasikan pada akhir tahun 2015 ini.[1]

(2)

SEMINAR NASIONAL “Strategi Indonesia Kreatif Menghadapi ASEAN Economic Community 2015”

UNIVERSITAS WIDYATAMA │Bandung, 19 Maret 2015

265

bentu/ekstensi kemampuan dari seorang manusia, agar mempermudah atau mempercepat tujuan hidupnya.

Dewasa ini, teknologi telah menjadi sebuah kekuatan otonom yang justru telah ‘membelenggu’ perilaku dan gaya hidup manusia. Dengan daya pengaruhnya yang sangat besar, karena ditopang pula oleh sistem-sistem sosio-kultural kontemporer yang kuat, dan dalam kecepatan yang semakin tinggi, maka teknologi telah berubah menjadi pengarah hidup manusia. Masyarakat yang rendah akan kemampuan penguasaan terhadap teknologi, cenderung tergantung dan hanya mampu bereaksi terhadap pengaruh yang ditimbulkan oleh kecanggihan teknologi.

Perkembangan teknologi memang sangat diperlukan dalam kehidupan manusia. Setiap inovasi baru diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Teknologi telah memberikan berbagai macam kemudahan dan kecepatan, serta sebagai cara baru dalam melakukan berbagai aktivitas manusia. Terlebih dalam bidang teknologi informasi, manusia telah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi terkini yang telah dihasilkan dalam satu dekade terakhir ini.[2]

Perkembangan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedemikian pesatnya telah membawa manfaat luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis. Sistem kerja robotis telah mengalih-fungsikan tenaga otot manusia dengan pembesaran dan percepatan yang menakjubkan.[2]

Dalam industri kreatif, khususnya pada bidang Desain Komunikasi Visual (DKV) atau desain grafis, pengaruh teknologi sudah sangat tinggi terhadap pertumbuhan pada bidang industri tersebut. Terbukti dengan semakin banyaknya perusahaan atau biro desain yang terdapat di berbagai daerah di Indonesia. Hasil kemajuan teknologi ini dimanfaatkan secara optimal oleh para praktisi industri kreatif, khususnya pada bidang desain grafis, dalam setiap aktivitasnya. Sebagai contohnya adalah penggunaan Macintosh atau Mac OS oleh desainer grafis, yang sangat dikenal karena kemudahan dalam penggunaannya, dan kemampuan untuk memberikan tampilan grafis yang lebih unggul dibandingkan dengan aplikasi sistem operasi

berbasis Windows. Kemudian penggunaan alat

3D Printing yang semakin canggih, sehingga

proses produksi akan lebih mudah, biaya yang lebih murah, serta dapat memproduksi dalam jumlah banyak dengan waktu yang lebih cepat.[2][3][4]

Dalam menghadapi era perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau

ASEAN Economic Community (AEC) yang akan

diimplementasikan pada akhir tahun 2015 ini, maka para desainer grafis dalam negeri dituntut untuk bisa mempertahankan kualitas dan eksistensi dalam berkarya, tetapi dengan menutup berbagai kekurangan utamanya, yaitu penggunaan hardware yang memang sesuai untuk kebutuhan grafis, juga meningkatkan penguasaan software, dan memiliki lisensi resmi yang bertaraf internasional. Hal ini akan menjadi sumber penghambat nyata bagi para desainer grafis di Indonesia. Apabila beberapa hal di atas tidak mampu mencapai level tertinggi, maka para desainer grafis di Indonesia akan kalah bersaing, karena persaingan dalam industri desain grafis akan mencapai level tertinggi pada era perdagangan bebas.[1][2][4]

2.

MODEL, ANALISIS, DESAIN,

DAN IMPLEMENTASI

Uraian penjelasan dari keseluruhan tulisan ini berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan metode kualitatif yang masih bersifat subjektif, analisis dari berbagai studi literatur, analisis dari media cetak ataupun online, serta dari berbagai pendapat para praktisi bisnis yang bergerak dalam bidang desain grafis.

2.1.

Arti Desain Grafis

Desain grafis adalah seni kontemporer dalam berkomunikasi dengan menggunakan tulisan, ruang, dan gambar yang terintegrasi. Bidang keilmuan ini merupakan bagian dari komunikasi visual. Desain grafis berasal dari 2 (dua) buah kata, yaitu “desain” dan “grafis”. Kata “desain” berarti proses atau perbuatan dengan mengatur segala sesuatu yang sesuai dengan target sebelum bertindak atau merancang. Sedangkan kata “grafis” adalah titik atau garis yang berhubungan dengan cetak-mencetak.[3]

(3)

SEMINAR NASIONAL “Strategi Indonesia Kreatif Menghadapi ASEAN Economic Community 2015”

UNIVERSITAS WIDYATAMA │Bandung, 19 Maret 2015

266

elemen-elemen visual dan verbal ini, sehingga seorang desainer dapat menghasilkan sesuatu yang kreatif dan khusus atau sangat berguna dalam bidang komunikasi visual. Ilmu desain grafis ini mencakup seni visual, tipografi, tata letak, hingga desain interaksi.[3][4]

Hasil karya dari desain grafis pada awalnya hanya diterapkan untuk media-media statis, seperti buku, majalah, dan media tradisional lainnya. Seiring dengan laju perkembangan zaman, maka desain grafis juga diterapkan dalam berbagai media elektronik, yang seringkali disebut sebagai desain interaktif atau desain multimedia. Batas dimensi atau medium pun telah berubah, seiring dengan perkembangan pemikiran tentang desain. Karya dari desain grafis bisa diterapkan atau dimplementasikan menjadi sebuah desain lingkungan yang mencakup pengolahan ruang.[3][4]

Unsur dalam desain grafis sama seperti unsur dasar dalam disiplin desain lainnya. Unsur-unsur tersebut termasuk bentuk dasar (shape), bentuk (form), tekstur, garis, ruang, dan warna, kemudian semua unsur ini terintegrasi, sehingga membentuk prinsip-prinsip dasar desain visual. Prinsip-prinsip dasar tersebut, antara lain: (1) keseimbangan (balance), (2) ritme (rhythm), (3) tekanan (emphasis), (4) proporsi (proportion), dan (5) kesatuan (unity), kemudian semua prinsip ini membentuk aspek struktural komposisi yang lebih luas, termasuk penggunaan alat-alat canggih sebagai pendukung dalam proses desain.[3][4][5]

Desain grafis adalah cabang ilmu dari seni, kemudian yang dalam perkembangannya ini, desain grafis diintegrasikan pula dengan berbagai perangkat komputer canggih dalam mendesain sebuah objek.[3][5] Individu yang bekerja dalam bidang ini disebut sebagai seorang desainer grafis, dan seorang desainer grafis harus memiliki minimal 5 (lima) wawasan dimensi keilmuan antara lain:[6]

1. Wawasan Teknologi

Wawasan teknologi akan mempengaruhi cara berpikir dan hasil karya desain yang dibuat nantinya.[6] Selain mampu menguasai

hardware, maka desainer grafis harus mampu

menguasai software yang berhubungan dengan pekerjaan grafis. Kemampuan dalam menguasai software akan menentukan kualitas tampilan grafis yang diinginkan atau telah direncanakan. Keterbatasan dalam penguasaan software akan berakibat pada terbatasnya tampilan ataupun rancang grafis yang diinginkan.[7]

2. Wawasan Sains

Sains digunakan untuk perhitungan matematis saat proses percetakan, pembuatan objek yang membutuhkan ukuran, mindset karya desain bertema sains.[6] Saat ini, kemampuan desainer grafis dalam penguasaan hardware tidak hanya terbatas pada perangkat komputer saja, tetapi harus memiliki kemampuan penguasaan hardware lainnya, guna mempermudah dan mempercepat proses pekerjaan, serta dapat memaksimalkan hasil rancangan sesuai dengan yang telah disepakati. Desainer grafis mumpuni harus memiliki kemampuan dalam penguasaan

hardware, software, dan brainware, yakni

dirinya sendiri sebagai seorang profesional.[8][9]

3. Wawasan Seni

Wawasan seni akan mempengaruhi langsung pada proses pembuatan desain. Dalam seni ada yang dinamakan sense of art, atau cita rasa seni untuk menilai bagus tidaknya sebuah karya desain.[6] Bidang desain grafis tidak hanya didominasi oleh seni saja, melainkan perpaduan antara seni, komunikasi, bahasa, psikologi, hingga bisnis.[6][9]

4. Wawasan Sosial dan Budaya

(4)

SEMINAR NASIONAL “Strategi Indonesia Kreatif Menghadapi ASEAN Economic Community 2015”

UNIVERSITAS WIDYATAMA │Bandung, 19 Maret 2015

267

5. Wawasan Filsafat dan Etika

Wawasan filsafat akan membuat hasil karya desain semakin berarti dan bermakna. Karena dengan adanya filsafat atau nilai filosofis tertentu, sebuah karya desain akan mudah mencapai kedekatan emosional dengan konsumen.[3][6] Para desainer grafis asal Indonesia, kini mulai menunjukkan eksistensi dan unjuk kemampuan pada berbagai pentas atau kontes desain grafis berskala dunia, dan para desainer lokal ini mampu untuk memenangi persaingan dengan desainer dari negara lain.[11] Prestasi para desainer grafis ini dapat terjadi, karena selain menguasai secara teknis, desainer asal Indonesia memiliki wawasan dalam filsafat dan memiliki etika kesantunan yang tinggi, sehingga dihargai oleh desainer dari luar negeri.[6][11]

2.2.

Hardware

Sejak berkembangnya industri desain grafis di seluruh dunia, maka permintaan dan produksi berbagai peralatan komputer untuk keperluan industri ini menjadi sangat tinggi. Perkembangan berbagai hardware ini memberikan pengaruh terhadap kualitas dan kecepatan desainer grafis dalam berkarya.[8]

Pengaruh berkembangannya aplikasi komputer untuk desain grafis (software) juga berperan sangat besar. Sebuah software yang baik tentu dapat diaplikasikan secara baik pula jika menggunakan perangkat komputer yang direkomendasikan. Hal ini merupakan cara efektif untuk mengurangi investasi yang berlebihan.[4] Dalam perkembangan lebih lanjut,

Macintosh/Mac OS lebih digemari oleh para

desainer grafis, karena dinilai memiliki beberapa kelebihan yang sangat membantu bagi para desainer grafis itu sendiri,[5] sehingga akan mempermudah dan mampu memaksimalkan karya desain grafis yang akan dirancang.

Berikut ini adalah beberapa perbedaan sistem operasi berbasis Windows dengan Macintosh/Mac

OS:

1. Segi Penggunaan

Windows:

Sistem operasi ini biasanya digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan umum, seperti pembuatan laporan atau untuk pengerjaan tugas para pelajar. Sistem operasi Windows memang paling banyak penggunanya bila dibandingkan dengan sistem operasi lainnya, karena sistem operasi ini sudah familiar di kalangan pelajar dan pekerja. Selain itu,

interface pada sistem operasi Windows juga

lebih memudahkan para pengguna komputer dalam mengoperasikannya.[5][8][12]

Macintosh/Mac OS:

Sistem operasi ini biasanya digunakan untuk pekerjaan dalam bidang industri kreatif, seperti desain grafis, karena komputer dengan sistem operasi seperti Macintosh

menggunakan kapasitas RAM (Random

Access Memory) yang besar, sehingga dapat

mempermudah kerja para desainer grafis dalam merancang atau mendesain karyanya. Proses pengolahan atau pembuatan/ perancangan gambar sangat membutuhkan kapasitas RAM yang jumlahnya besar.[5][12]

2. Segi Ketahanan

Windows:

Komputer dengan basis sistem operasi

Windows ini sangat rentan terhadap serangan

berbagai virus komputer. Hal ini terjadi, karena faktor pengguna Windows yang jumlahnya sangat banyak, sehingga banyak pihak yang ingin mencoba untuk mencari celah atau kelemahan dalam sistem keamanannya, maupun sistem operasi yang dimiliki oleh Windows. Berdasarkan hasil survey pada tahun 2009 yang lalu, telah ditemukan kurang lebih 39% celah keamanan pada sistem operasi Windows dalam kondisi “kritis” dan sangat rentan terhadap serangan

hacker.[5][6][12] Macintosh/Mac OS:

Komputer dengan basis sistem operasi

Macintosh/Mac OS juga memiliki celah

keamanan yang cukup besar, yaitu sebesar 18%. Walaupun susah untuk dibajak, tetapi sistem operasi Macintosh tetap memiliki kerentanan terhadap berbagai serangan dari

hacker, untuk menembus keamanan dari

sistem operasi ini. Kondisi ini menyebabkan komputer tetap memerlukan “anti virus”, sekalipun pada komputer dengan basis sistem operasi Macintosh/Mac OS, karena ternyata ketahanan komputer ini terhadap virus pun kurang kuat.[5][12]

Jadi, bila dianalisis dari segi keamanan, maka sistem operasi Windows tentunya memiliki ancaman tinggi oleh berbagai virus komputer dari berbagai belahan dunia, karena sistem operasi ini digunakan oleh sebagian besar penduduk bumi, sedangkan untuk Macintosh/Mac OS, penggunanya hanya kalangan tertentu saja dan

coding-nya terbuka seperti sistem operasi

(5)

SEMINAR NASIONAL “Strategi Indonesia Kreatif Menghadapi ASEAN Economic Community 2015”

UNIVERSITAS WIDYATAMA │Bandung, 19 Maret 2015

268

untuk proses penyuntingan video (video editing) dan pemodelan 3D.[12] Selain itu, untuk command

line, komputer Macintosh atau Mac OS semuanya

berbasis grafis, sehingga komputer ini menjadi sangat mudah dalam pengoperasiannya, sedangkan untuk komputer dengan sistem operasi

Windows cukup menyulitkan, karena dalam

menjalankan command prompt law harus menggunakan coding tertentu.[9][12] Sementara untuk proses maintenance, komputer

Macintosh/Mac OS memudahkan para

penggunanya, karena untuk setiap aktivasi/registrasi cukup dilakukan sekali saja, sedangkan pada komputer berbasis Windows perlu dilakukan proses aktivasi beberapa kali, karena rentan terhadap pembajakan.[12]

Gambar 1. Contoh Macintosh atau Mac OS [5]

2.3.

Software

Perangkat lunak atau software merupakan aplikasi yang digunakan untuk membantu pekerjan selama menggunakan komputer. Memperbaharui (update) aplikasi komputer (software) memang perlu dilakukan untuk mempermudah dan mempercepat setiap pekerjaan yang menggunakan komputer, karena pada versi yang baru akan memuat berbagai fitur-fitur yang baru dan lebih baik.

Namun, perangkat lunak (software) versi baru akan menuntut kemampuan perangkat keras (hardware) yang lebih baru pula. Berikut ini beberapa aplikasi pengolahan grafis yang sering digunakan, antara lain:

a. Adobe Photoshop, b. CorelDRAW, c. Adobe In Design, d. Adobe Illustrator, e. 3D Studio Max, f. Adobe Flash, dan g. Adobe Dreamweaver.[7]

Gambar 2. Contoh Software Grafis [7]

2.4.

Brainware

Brainware merupakan manusia yang terlibat

dalam mengoperasikan serta mengelola sistem di dalam komputer. Brainware dapat diartikan pula sebagai perangkat intelektual yang mengoperasikan dan mengeksplorasi berbagai kemampuan dari hardware maupun software.

Brainware termasuk bagian yang penting dari

sebuah sistem komputer. Hardware tidak dapat bekerja tanpa adanya software, sedangkan

software dan hardware tidak dapat bekerja tanpa

adanya brainware. Jadi, ketiga komponen ini saling terkait dan saling membutuhkan, sehingga harus terintegrasi secara harmonis.[8][9]

Konsep hardware, software, dan brainware merupakan “Konsep Tri Tunggal” yang tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya. Untuk tahap pertama, seorang individu harus memasukkan program terlebih dahulu ke dalam komputer. Setelah program tersimpan di dalam komputer, maka komputer baru dapat bekerja atau dioperasikan secara penuh untuk membantu individu tersebut dalam menyelesaikan persoalan ataupun pekerjaannya.[9]

Komponen brainware pada umumnya dibagi dalam beberapa bagian yang dapat menunjang adanya suatu internal check yang memadai, antara lain:[9]

1. Operator Komputer bertanggung jawab untuk mengolah berbagai data melalui suatu sistem yang berhubungan dengan komputer. Operator harus mengikuti instruksi yang ditetapkan dalam runbook yang telah disusun oleh Programmer. Hal penting yang perlu diperhatikan pada fase ini adalah adanya pembatasan agar operator tidak dapat memodifikasi program sebelum atau selama program itu berjalan.

(6)

SEMINAR NASIONAL “Strategi Indonesia Kreatif Menghadapi ASEAN Economic Community 2015”

UNIVERSITAS WIDYATAMA │Bandung, 19 Maret 2015

269

pengetahuan luas mengenai troubleshooting dan masalah lainnya.

3. Trainer adalah seorang brainware yang mempunyai pengetahuan lebih banyak dibandingkan lainnya, dan brainware ini bertanggungjawab untuk mendidik dan mengajar pada bidangnya.

4. Konsultan merupakan brainware yang bertanggungjawab layaknya seorang penasehat handal di dalam bidangnya.

5. Project Manager adalah brainware yang bertanggungjawab sebagai pemimpin atau komando pada suatu proyek tertentu.

6. Programmer bertugas membuat aplikasi komputer, sehingga dapat memudahkan kinerja manusia melalui program yang telah dibuatnya.

7. Graphic Designer merupakan seorang

brainware yang berkecimpung pada bidang

desain grafis dan mahir dalam hal membuat suatu objek animasi.

8. Spesialis Jaringan merupakan seorang

brainware yang sudah mahir di dalam

menangani jaringan komputer. Individu ini bertanggungjawab atas segala hal yang berhubungan dengan jaringan komputer. 9. Database Administrator merupakan

brainware yang bertanggungjawab penuh

terhadap database suatu aplikasi, organisasi, dan sebagainya.

10. System Analys adalah brainware yang bertanggungjawab untuk mendesain, merancang, dan menganalisis suatu program yang akan dibuat maupun program yang sudah jadi. Individu ini harus berhati-hati dalam merancang suatu aplikasi komputer, agar tidak terjadi kesalahan yang fatal.

Brainware disini maksudnya adalah desainer

grafis sebagai pengguna perangkat hardware dan

software dituntut harus memiliki sertifikasi resmi

yang dikeluarkan oleh Adobe. Berikut ini adalah beberapa contoh sertifikat yang dikeluarkan oleh

Adobe:

Gambar 3. Contoh Sertifikat ACA [14]

Gambar 4. Contoh Sertifikat ACE [15]

Gambar 5. Contoh Sertifikat ACI [15]

3.

HASIL DAN DISKUSI

Menurut data yang dikumpulkan oleh IDC Indonesia sepanjang 2013, ASUS meraih posisi puncak dengan raihan pangsa pasar sebesar 25,4%. Adapun dari sisi total penjualan pada kuartal keempat pada tahun 2013 diperoleh dengan penguasaan pangsa pasar notebook sebesar 26,1%. ASUS berhasil mengukuhkan dan meraih predikat prestisius pada pasar komputer sebagai salah satu produsen notebook consumer terbesar di Indonesia selama 2013. Berdasarkan data IDC, selama 2013 pabrikan ASUS berhasil memasarkan 894.691 unit portable PC, tumbuh sebesar 10% bila dibandingkan tahun sebelumnya.[13]

(7)

SEMINAR NASIONAL “Strategi Indonesia Kreatif Menghadapi ASEAN Economic Community 2015”

UNIVERSITAS WIDYATAMA │Bandung, 19 Maret 2015

270

pabrikan yang berhasil menempati posisi ketiga adalah Lenovo yang juga sangat agresif merilis berbagai model terbaru, diikuti oleh pabrikan

Toshiba dan Hewlett-Packard atau HP.[13]

Secara total, IDC mencatat pada periode bulan Januari sampai dengan Desember 2013 terdapat penjualan sebanyak 3.522.765 unit portable PC di seluruh Indonesia. Hal ini secara otomatis menunjukkan bahwa Macintosh atau Mac OS masih kalah bersaing bila dibandingkan dengan komputer berbasis sistem operasi Windows dalam penggunaan atau kepemilikan oleh penduduk Indonesia.[13]

Kemudian, dalam masalah kualitas sumber daya manusia yang dimaksud adalah para desainer grafis perlu mengetahui pentingnya validasi kemampuan profesi pada bidang informasi teknologi dan komunikasi. Kondisi pasar saat ini sangat kompetitif, sehingga menjadikan situasi semakin sulit untuk mencari pekerjaan di bidang teknologi dan informasi. Hal ini semakin dipicu oleh keberadaan era perdagangan bebas AEC pada tahun 2015 ini, yang beramanat bahwa Indonesia dinilai sangat perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Validasi profesi pada bidang teknologi informasi dan komunikasi serta kemampuan berbahasa asing secara baik, merupakan hal penting yang harus diperbaiki di Indonesia. Terlebih lagi dalam persaingan skala internasional, maka persaingan akan semakin ketat dan kompetitif, sehingga sangatlah penting bagi para desainer grafis untuk memiliki sertifikasi Adobe.[10]

Kiprah sejumlah desainer grafis Indonesia itu membuktikan bahwa kualitas desainer ini sangat mumpuni di dunia. Karena itu, Rustan (2010:43), mengatakan bahwa potensi dan kreativitas anak muda Indonesia sangat besar. Tetapi kekurangan yang dimiliki oleh para desainer muda ini sangat mendasar, yaitu kurang percaya diri dan minim akan kemampuan komunikasi atau berbahasa internasional secara baik. Hanya sedikit desainer grafis asal Indonesia yang mampu berbicara di dunia internasional, disebabkan oleh kendala komunikasi. Apalagi berbagai event dengan skala internasional sangat jarang diadakan di Indonesia.[11]

Kendala ini akan dapat berpengaruh terhadap eksistensi para desainer grafis asal Indonesia. Kemampuan desain yang hebat, tetapi tidak dibarengi dengan dukungan penuh perangkat

hardware, software, serta brainware (desainer

grafis memiliki lisensi atau sertifikat resmi dari

Adobe), dapat menjadi kendala utama ketika

melakukan bisnis dengan klien. Apalagi dalam bersaing dengan desainer grafis lainnya dari negara anggota ASEAN lainnya.

Kemampuan desainer grafis asal Indonesia dalam penggunaan dan penerapan teknologi maju sudah cukup baik, hanya saja perlu ditingkatkan ke arah level yang lebih tinggi, karena kemampuan penggunaan teknologi maju oleh para desainer grafis dari negara tetangga sudah lebih maju lagi. Situasi ini sudah harus disadari sejak dini, sehingga lembaga pendidikan dalam bidang desain grafis sudah seharusnya membiasakan peserta didiknya menggunakan teknologi maju dalam melakukan proses desain.

4.

KESIMPULAN

Setiap negara di dunia berupaya keras dalam meningkatkan pertumbuhan ekonominya secara berkesinambungan, karena dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi ini, maka negara akan dianggap telah maju dan dapat membuat masyarakatnya menjadi lebih makmur dan sejahtera. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berupaya memajukan tingkat ekonominya dengan melakukan berbagai cara, salah satunya ialah dengan membentuk kawasan ekonomi antar negara ASEAN. Blok perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) atau AEC (ASEAN Economic Community) yang akan diterapkan pada tahun 2015 ini, merupakan proyek yang telah lama disiapkan oleh seluruh anggota ASEAN, bertujuan untuk meningkatkan stabilitas perekonomian di kawasan ASEAN.

Dengan diberlakukannya blok perdagangan bebas

AEC pada akhir tahun 2015 ini, maka seluruh

negara anggota ASEAN akan mengalami aliran bebas barang, jasa, investasi, dan tenaga kerja terdidik dari dan ke masing-masing negara. Dalam hal ini, yang perlu diperhatikan dan dilakukan oleh Indonesia adalah bagaimana Indonesia sebagai bagian dari komunitas ASEAN berusaha untuk mempersiapkan kualitas diri dan memanfaatkan peluang dari era perdagangan bebas AEC, serta harus mampu meningkatkan kapabilitas, agar dapat bersaing dengan negara anggota ASEAN lainnya, sehingga ketakutan akan kalah bersaing dan tersingkir di negeri sendiri akibat terimplementasinya blok perdagangan bebas AEC tidak akan pernah terjadi.

(8)

SEMINAR NASIONAL “Strategi Indonesia Kreatif Menghadapi ASEAN Economic Community 2015”

UNIVERSITAS WIDYATAMA │Bandung, 19 Maret 2015

271

telah memiliki suatu prestasi yang cukup membanggakan, yakni terbukti dalam salah satu portal jejaring/web yang menyediakan jasa kontes desain grafis terbesar di dunia. Desainer grafis asal Indonesia tercatat menjadi negara yang memiliki kontestan paling banyak, serta menjadi urutan teratas dalam memenangkan berbagai kontes yang diadakan oleh laman tersebut. Namun, desainer grafis asal Indonesia memiliki kendala utama, yaitu kurang didukung oleh perangkat hardware, software, serta brainware.

Dalam menghadapi blok perdagangan bebas AEC yang akan diterapkan mulai akhir 2015 ini, maka para desainer grafis Indonesia dituntut bisa mempertahankan reputasi yang sudah terbentuk, dengan terus meningkatkan kualitas dan kemampuan desain, serta meningkatkan kemampuan komunikasi atau berbahasa internasional, dengan cara lebih sering mengikuti berbagai event yang memiliki taraf internasional di seluruh dunia. Dengan demikian, para desainer grafis asal Indonesia bisa survive dalam menghadapi serbuan desainer grafis dari negara ASEAN.

5.

DAFTAR PUSTAKA

Makalah ini memperoleh berbagai bahan kajian melalui beberapa sumber informasi berikut, antara lain:

[1]. Kemangmedicalcare., 2014, “Pengaruh Era MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) 2015 terhadap Tenaga Kesehatan Profesional di Indonesia”, tersedia pada

http://www.kemangmedicalcare.com/kmc- tips/tips-dewasa/2883-pengaruh-era-mea- masyarakat-ekonomi-asean-2015-terhadap-

tenaga-kesehatan-profesional-di-indonesia.html,

diakses pada tanggal 4 Februari 2015 Pukul 10.11 WIB (GMT +7).

[2]. Repastrepost., 2012, “Dampak Kemajuan Teknologi”, tersedia pada

http://repastrepost.blogspot.com/2012/06/da mpak-kemajuan-teknologi-terhadap.html, diakses pada tanggal 4 Februari 2015 Pukul 13.20 WIB (GMT +7).

[3]. Idseduction., 2014, “Pengertian dan Arti Desain Grafis”, tersedia pada

http://www.idseducation.com/2014/03/14/pe ngertian-dan-arti-desain-grafis/,

diakses pada tanggal 8 Februari 2015 Pukul 13.15 WIB (GMT +7).

[4]. Uraniumdesign., 2011, “Perlengkapan Desain Grafis”, tersedia pada

http://uraniumdesign.blogspot.com/2011/07/ perlengkapan-desainer-grafis.html,

diakses pada tanggal 10 Februari 2015 Pukul 14.30 WIB (GMT +7).

[5]. Wefixcomputers., 2012, “Apple and Mac Repair”, tersedia pada

http://www.wefixcomputers.net/mac-repair/, diakses pada tanggal 13 Februari 2015 Pukul 16.03 WIB (GMT +7).

[6]. Alumuniumprinting., 2012, “Wawasan Ipteks”, tersedia pada

http://www.alumuniumprinting.com/content /wawasan-desainer-grafis,

diakses pada tanggal 16 Februari 2015 Pukul 18.00 WIB (GMT +7).

[7]. Uraniumdesign., 2011, “Software Desain Grafis”, tersedia pada

http://uraniumdesign.blogspot.com/2011/07/ software-desain-grafis.html,

diakses pada tanggal 16 Februari 2015 Pukul 23.30 WIB (GMT +7).

[8]. Gandulghazali., 2010, “Pengertian Hardware, Software, dan Brainware”, tersedia pada

http://gandulghazali.blogspot.com/,

diakses pada tanggal 18 Februari 2015 Pukul 10.30 WIB (GMT +7).

[9]. Rombe, R., 2010, “Pengertian Hardware, Software, dan Brainware”, tersedia pada https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q= DLgA&bvm=bv.87920726,d.c2E&cad=rja, diakses pada tanggal 16 Februari 2015 Pukul 23.30 WIB (GMT +7).

[10]. itb.ac.id., 2013, “FSRD ITB Gelar Program Sertifikasi Internasional untuk Adobe”, tersedia pada

http://www.itb.ac.id/news/3941.xhtml, diakses pada tanggal 18 Februari 2015 Pukul 14.04 WIB (GMT +7).

[11]. Okezone., 2015, “Indonesia Raja Desainer Grafis Dunia”, tersedia pada

http://news.okezone.com,

diakses pada tanggal 6 Februari 2015 Pukul 18.00 WIB (GMT +7).

[12]. Marsun., 2012, “Kelebihan dan Keunggulan antara Windows dan MAC OS”, tersedia pada

http://marsmandiricomp.blogspot.com/2012/ 02/kelebihan-dan-keunggulan-antara-windows.html,

(9)

SEMINAR NASIONAL “Strategi Indonesia Kreatif Menghadapi ASEAN Economic Community 2015”

UNIVERSITAS WIDYATAMA │Bandung, 19 Maret 2015

272

[13]. Arradian, Danang., 2014, “Asus Puncaki Pasar Laptop Indonesia”, tersedia pada http://danevil.com/2014/03/30/asus-puncaki-pasar-laptop-indonesia/,

diakses pada tanggal 19 Februari 2015 Pukul 14.37 WIB (GMT +7).

[14]. Nugroz, Adi., 2014, “Udah ACA? Mana Verify Codenya?”, tersedia pada

http://desainerhaus.blogspot.com/2014/01/u dah-aca-mana-verify-codenya.html,

diakses pada tanggal 19 Februari 2015 Pukul 14.37 WIB (GMT +7).

[15]. kalpeshrevawala., 2013, “Adobe Certified Expert & Instructor – Premiere Pro CC”, tersedia pada

https://kalpeshrevawala.wordpress.com/201 3/12/18/adobe-certified-expert-instructor-premiere-pro-cc/,

Gambar

Gambar 2. Contoh Software Grafis [7]
Gambar 3. Contoh Sertifikat ACA [14]

Referensi

Dokumen terkait

Perbedaan Skor HADS Depresi pretest dan posttest antara kelompok intervensi dan kontrol pada pasien kanker serviks stadium lanjut digambarkan pada tabel 5, di mana

Hal ini merupakan peluang yang cukup signifikan bagi toko otomotif yang bekerjasama dengan perusahaan otomotif khususnya toko ban untuk menggarap pangsa pasar

Ruang lingkup dalam artikel ini mencakup: (1) analisis, perancangan dan implementasi piranti lunak aplikasi internet radio yang berfungsi mengelola data audio yang ada dalam

Studi Tentang Konsumsi Pangan, Status Gizi dan Aktifitas Fisik saat Puasa dan Tidak Puasa pada Mahasiswa Putri Tingkat Persiapan Bersama Institut Pertanian

Teknik pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan memakai perhitungan statistik. Perhitungan untuk mengukur kemampuan antara kelompok

Hasil temuan penelitian ini dapat dikatakan tidak mendukung teori Utami (2006) karena menurut Utami (2006) mengatakan bahwa optimalisasi pengelolaan bisnis retail

(sumber: Dapodik Kemendikbud).. 90), “ populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjekyang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang

Fakultas : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Dengan ini menyatakan bahwa proposal PKM-KC saya dengan judul: Keindahan Matematika dalam Desain Kaos Bercorak Pola-Pola pada