• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Komponen Pasang Surut Untuk Menentukan Elevasi Dermaga Pelabuhan Kuala Tanjung

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Komponen Pasang Surut Untuk Menentukan Elevasi Dermaga Pelabuhan Kuala Tanjung"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

71 DAFTAR PUSTAKA

Ali, Hafizh. 2003. Kegunaan Informasi dan Data Pasang Surut Dalam Rekayasa

Wilayah Pesisir dan Laut. Bandung. Institut Teknologi Bandung.

Armono, Haryo. 2005. Final Report Elevasi Dermaga. Surabaya. Jurusan Teknik

Kelautan ITS Surabaya.

Defant, A. 1958.Ebb And Flow. The Tides of Earth, Air, and Water. The

University of Michigan Press, Michigan.

Dronkers, J. J. 1964. Tidal Computations in Rivers and Coastal Waters.

North-Holland Publishing Company. Amsterdam.

Jasin, Ihsan, dkk. 2015. Analisa pasang surut di pantai Nuangan Boltim dengan

metode admiralty.Manado. Jurusan Teknik Sipil Universitas Sam Ratulangi.

Kamphuis, J. W. (2000), Introduction to Coastal Engineering and Management.

World Scientific, Singapura.

Kramadibarata, Soedjono. (1985), Perencanaan Pelabuhan, Bandung, Ganexa Exact Bandung.

King, C. A. M. 1966. An Introduction to Oceanography. McGraw Hill Book

Company, Inc. New York. San Francisco.

LAPI ITB, 2012, Laporan Detail Desain Rencana Pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung, LAPI ITB: Bandung.

(2)

72

Mac Millan, C. D. H. 1966. Tides. American Elsevier Publishing Company, Inc,

New York.

Mahatmawati, D.A., dkk. 2009. Perbandingan Fluktuasi Muka Air Laut Rerata

(MLR) di Perairan Pantai Utara Jawa Timur dengan Perairan Pantai

Selatan Jawa Timur, Jurnal Kelautan, Universitas Trunojoyo, ISSN :

1907-9931.

Pariwono, J. I. 1989. Gaya Penggerak Pasang Surut. Dalam Pasang Surut. Ed.

Ongkosongo, O.S.R dan Suyarso. P3O-LIPI. Jakarta.

Rachmayanti,Ayu., Yuwono, Danar Guruh.Penentuan HWS ( High Water Spring)

dengan Menggunakan Komponen Pasang surut untuk Penentuan Elevasi Dermaga . Surabaya. ITS Surabaya.

Republik Indonesia, 2016, Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia nomor KP 148 tahun 2016 tentang rencana induk pelabuhan kuala tanjung Provinsi Sumatera Utara, Kementrian Perhubungan: Jakarta.

Triatmodjo, Bambang. 1996. Pelabuhan.. Beta Offset, Yogyakarta.

Triatmodjo, Bambang. 1999. Teknik Pantai.. Beta Offset, Yogyakarta.

Triatmodjo, B. 2009. Perencanaan Pelabuhan. Beta Offset, Yogyakarta.

Wyrtki, K. 1961. Physical Oceanography of the South East Asian Waters.

NagaReport Vol. 2 Scripps, Institute Oceanography, California.

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan perencanaan pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai pelabuhan hub internasional membutuhkan fasilitas penunjang diantaranya dermaga yang mampu menampung

Prediksi pasang surut menggunakan model TPXO 7.1 telah dilakukan di beberapa perairan Indonesia, namun di Pelabuhan Tanjung Priok belum diketahui bagaimana perbandingan

Pada tugas akhir ini akan didesain struktur dermaga curah cair jenis dolphin agar mampu beroperasi untuk menangani kapal yang akan bertambat di lingkungan Pelabuhan Kuala Tanjung

Identifikasi permasalahan yang terjadi, seperti dampak Penetapan pelabuhan Kuala Tanjung sebagai international hub port , perubahan pada biaya transportasi laut,

Materi dalam penelitian ini meliputi data primer dengan melakukan pengukuran kedalaman, pengamatan pasang surut di Tanjung Gundul dengan menggunakan Echo sounder

Hasil pengamatan selama penelitian, diketahui bahwa kapal perikanan di Perairan Keling didominasi oleh kapal-kapal dengan berat tonase (Gross Tonnage) 1 – 10 GT,

Data pasang surut selama 29 piantan dianalisis dengan metode admiralty dan pengukuran kedalaman kolam pelabuhan ditentukan berdasarkan draft (sarat kapal) kapal maksimum

Karakteristik pasut di perairan Pelabuhan Tanjung Priok dari data prediksi model TPXO 7.1 dan data pengamatan langsung sama-sama memiliki tipe pasang surut campuran dominan ke tunggal..